<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Seksisme &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/seksisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2020 15:31:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Seksisme &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahfud dan Sejarah Awal Seksisme</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mahfud-dan-sejarah-awal-seksisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 10:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[feminis]]></category>
		<category><![CDATA[humor seksis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[meme corona]]></category>
		<category><![CDATA[patriarki]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah seksisme]]></category>
		<category><![CDATA[Seksisme]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79023</guid>

					<description><![CDATA[Menko Polhukam Mahfud MD kembali mendapatkan sorotan tajam setelah menyampaikan meme yang berisi tentang penyamaan virus Corona (Covid-19) dengan istri. Tidak sedikit kemudian yang mengecam Mahfud karena pernyataannya dinilai seksis ataupun menunjukkan budaya patriarki yang masih kental dipertontonkan di hadapan publik. PinterPolitik.com Mahfud MD memang tidak ada habisnya. Ya, setelah masuk ke dalam jajaran kabinet, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Menko Polhukam Mahfud MD kembali mendapatkan sorotan tajam setelah menyampaikan <em>meme</em> yang berisi tentang penyamaan virus Corona (Covid-19) dengan istri. Tidak sedikit kemudian yang mengecam Mahfud karena pernyataannya dinilai seksis ataupun menunjukkan budaya patriarki yang masih kental dipertontonkan di hadapan publik.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>ahfud MD memang tidak ada habisnya. Ya, setelah masuk ke dalam jajaran kabinet, entah mengapa sosok yang dahulu kerap diminta pandangan atau nasihat bijak ini berulang kali mengeluarkan pernyataan tidak tepat yang memancing keriuhan publik.</p>
<p>Mulai dari menyebut tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang kemudian dikritik keras oleh aktivis HAM, hingga pada berbagai pernyataan tidak tepatnya selama pandemi virus Corona (Covid-19) ini banyak disorot minor oleh publik.</p>
<p>Sebelum Covid-19 terdeteksi di Indonesia misalnya, publik tentu mengingat Mahfud mencuit di akun Twitter pribadinya bahwa Covid-19 belum masuk ke Indonesia karena perizinan yang berbelit-belit, seperti halnya dalam mengurus izin usaha. Kemudian, Mahfud menyebut bahwa korban kematian akibat kecelakaan lalu lintas 9 kali lipat <a href="https://www.tribunnews.com/nasional/2020/05/27/mahfud-md-sebut-angka-kematian-karena-kecelakaan-lalu-lintas-9-kali-lebih-banyak-dari-corona"><strong>lebih banyak</strong></a> dari angka kematian Covid-19.</p>
<p>Kendati secara statistik pernyataan Mahfud terbenarkan, namun sebagai pejabat publik, tentunya diharapkan seorang menteri tidak mengeluarkan pernyataan yang seolah tidak memperlihatkan simpati kepada keluarga korban Covid-19 seperti itu.</p>
<p>Terbaru, Mahfud membagikan cerita perihal <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200526140119-20-507002/kala-mahfud-sebut-corona-seperti-istri-tak-bisa-ditaklukkan"><strong><em>meme</em></strong></a> yang didapatkannya dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang bertuliskan, “<em>Corona is like your wife. In easily you try to control it, then you realize that you can&#8217;t. Than you learn to live with it”</em>.</p>
<p>Yang lebih kontroversial adalah, bagaimana mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengartikan <em>meme</em> yang didapatkannya. “Corona itu seperti istrimu, ketika engkau mau mengawini kamu berpikir kamu bisa menaklukkan dia. Tapi sesudah menjadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu,” begitulah pemaparan Mahfud.</p>
<p>Sontak saja, berbagai pihak kemudian memberikan sorotan tajam dan kritik keras. Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, Dinda Nisa Yura misalnya, ia menilai pernyataan Mahfud tersebut <a href="https://nasional.tempo.co/read/1346921/solidaritas-perempuan-kecam-mahfud-yang-sebut-corona-serupa-istri/full&amp;view=ok"><strong>merendahkan</strong></a> perempuan, bahkan dinilai dapat melanggengkan budaya kekerasan terhadap perempuan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Bercandanya kok gitu ya. Duh. <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/mahfudmd?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#mahfudmd</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://t.co/dcpYonyJRA">https://t.co/dcpYonyJRA</a> <a href="https://t.co/QQV0tMxgjk">pic.twitter.com/QQV0tMxgjk</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1265933963815579648?ref_src=twsrc%5Etfw">May 28, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ada pula pernyataan aktivis feminis Dea Safira yang menilai reproduksi <a href="https://www.suara.com/news/2020/05/27/214844/samakan-istri-dengan-corona-aktivis-sebut-mahfud-abaikan-suara-perempuan"><strong>candaan seksis</strong></a> semacam itu menguatkan pandangan bahwa pejabat publik mengabaikan suara-suara perempuan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.</p>
<p>Lantas, benarkah humor seksis Mahfud tersebut sebagai indikasi kuat akan mengakarnya budaya patriarki, seksisme, ataupun budaya kekerasaan terhadap perempuan?</p>
<h4><strong>Humor Seksis dan <em>Rape Culture</em></strong></h4>
<p>Thomas E. Ford dan rekan-rekan penulisnya (dkk) <a href="https://www.researchgate.net/publication/286382131_Sexist_humor_and_beliefs_that_justify_societal_sexism"><strong>dalam</strong></a> <em>Sexist Humor and Beliefs that Justify Societal Sexism</em> menyebutkan bahwa adanya humor seksis merupakan indikasi kuat yang menunjukkan pembenaran atas ekspresi prasangka terhadap perempuan.</p>
<p>Menggunakan teori norma prasangka, setidaknya terdapat empat proposisi yang tergambarkan dalam humor seksis. <em>Pertama</em>, humor seksis mengaktifkan aturan “kesembronoan” percakapan, untuk beralih dari pola pikir serius untuk menafsirkan pesan, ke pola pikir humor non-kritis yang meremehkan pesan atau subjek pembahasan.</p>
<p>Dengan demikian, humor seksis mengomunikasikan meta-pesan implisit bahwa seseorang dapat memperlakukan diskriminasi dengan cara yang kurang serius. Misalnya ketika menganggap insiden diskriminasi seksual tidak berbahaya dan dapat diterima ketika insiden tersebut dianggap lucu.</p>
<p><em>Kedua</em>, humor seksis membuat pihak-pihak terkait untuk meringankan diskriminasi terhadap perempuan. Dengan kata lain, humor seksis meningkatkan toleransi terhadap peristiwa seksis karena peristiwa tersebut ditafsirkan sebagai humor atau sesuatu yang kurang serius.</p>
<p><em>Ketiga</em>, masyarakat yang menafsirkan humor seksis secara kurang serius atau kritis menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki sifat yang seksis. <em>Keempat</em>, mereka yang menafsirkan humor seksis dalam pola pikir yang tidak kritis lebih cenderung untuk memahami dan menyetujui norma prasangka terhadap perempuan.</p>
<p>Ford, dkk menyebutkan bahwa humor seksis berkontribusi untuk menciptakan posisi hierarkis yang menempatkan perempuan di bawah laki-laki dalam masyarakat. Tidak hanya itu, humor seksis juga menunjukkan bentuk perendahan terhadap perempuan serta menciptakan struktur sosial yang menegaskan dominasi dan kekuasaan laki-laki.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalau kata Mario Balotelli: &quot;Why always me?&quot; 🙃 <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/SitiFadilahSupari?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SitiFadilahSupari</a> <a href="https://t.co/dcpYonyJRA">https://t.co/dcpYonyJRA</a> <a href="https://t.co/9kZTs3zLcv">pic.twitter.com/9kZTs3zLcv</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1265930570061602817?ref_src=twsrc%5Etfw">May 28, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Lebih getir lagi, Manuela Thomae  dan Afroditi Pina dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/276139333_Sexist_humor_and_social_identity_The_role_of_sexist_humor_in_men's_in-group_cohesion_sexual_harassment_rape_proclivity_and_victim_blame"><strong>tulisannya</strong></a> <em>Sexist Humour and Social Identity: The Role of Sexist Humour in Men’s Ingroup Cohesion, Sexual Harassment, Rape Proclivity and Victim Blame</em> menyebutkan bahwa humor seksis juga dapat berelasi dengan kekerasan seksual terhadap perempuan (pelecehan) dan memperkuat kecenderungan untuk menyalahkan korban perkosaan yang sebagian besar adalah perempuan.</p>
<p>Merangkum pada temuan yang menyebutkan humor seksis dapat berelasi dengan toleransi atas diskriminasi ataupun kekerasan terhadap perempuan, konteks tersebut adalah apa yang disebut sebagai <a href="https://www.wavaw.ca/what-is-rape-culture/"><strong><em>rape culture</em></strong></a> atau budaya pemerkosaan oleh para feminis Amerika Serikat (AS) pada tahun 1970-an.</p>
<p>Emilie Buchwald, dalam bukunya <em>Transforming a Rape Culture</em> mendefinisikan budaya pemerkosaan sebagai “seperangkat keyakinan kompleks yang mendorong agresi seksual laki-laki dan mendukung kekerasan terhadap perempuan”.</p>
<p>Budaya pemerkosaan lantas membenarkan teror fisik dan emosional terhadap perempuan sebagai semacam norma. Hal ini misalnya terlihat dari persoalan kasus kekerasan seksual yang terjadi di ranah personal – seperti di keluarga – yang jarang dilaporkan karena korban yang merupakan istri dan anak merasa dirinya harus patuh terhadap ayah sebagai kepala rumah tangga.</p>
<p>Kemudian dalam budaya ini, baik laki-laki dan perempuan memandang kekerasan seksual sebagai suatu fakta kehidupan yang tak terhindarkan. Artinya, itu adalah fenomena yang memang lumrah terjadi, sehingga tidak perlu untuk diherankan atau ditanggapi secara serius.</p>
<p>Singkat kata, pernyataan Dinda Nisa Yura ataupun Dea Safira terkait humor seksis Mahfud yang menyamakan Covid-19 dengan istri sebagai bentuk objektivikasi ataupun melanggengkan budaya kekerasan terhadap perempuan adalah benar adanya.</p>
<p>Namun, di luar persoalan Mahfud telah melontarkan humor seksis yang menjadi indikasi atas prasangka atas perempuan, timbul pertanyaan tersendiri mengenai sejak kapan sebenarnya budaya seksisme hadir di kehidupan manusia?</p>
<h4><strong>Awal Sejarah Seksisme</strong></h4>
<p>Anil Ananthaswamy dan Kate Douglas dalam tulisannya <em>The Origins of Sexism: How Men Came to Rule 12,000 Years Ago</em>, dengan mengutip pernyataan antropolog dan primatolog dari University of California, Sarah Hrdy, memberikan kita penjelasan menarik terkait asal muasal budaya seksisme terbentuk di kehidupan manusia. Berbeda dengan kebanyakan orang yang mungkin menyebutkan seksisme selalu lekat dengan kehidupan manusia, Hrdy justru menyebutkan bahwa seksisme sebenarnya adalah budaya yang baru terjadi <a href="https://www.newscientist.com/article/mg23831740-400-the-origins-of-sexism-how-men-came-to-rule-12000-years-ago/"><strong>sejak</strong></a> 12 ribu tahun yang lalu.</p>
<p>Dalam temuannya, dahulunya ketika manusia masih hidup dengan cara berburu, sistem patriarki justru tidak terjadi karena posisi perempuan dan laki-laki adalah setara atau egaliter karena para perempuan pemburu prasejarah memiliki dukungan yang besar dari kelompok yang dibesarkannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kamu syuudah siap melantai nge-mall? Tapi kata Pak <a href="https://twitter.com/aniesbaswedan?ref_src=twsrc%5Etfw">@aniesbaswedan</a> kebijakannya belum keluar dan masih &quot;fiksi&quot;. So, ditahan-tahan dulu ya. <a href="https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#COVID19</a> belum berakhir cuy. <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/jakarta?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#jakarta</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/PSBB?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#PSBB</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#Politik</a> <a href="https://t.co/7Zh5zKig2d">https://t.co/7Zh5zKig2d</a> <a href="https://t.co/eaBKMqfHUF">pic.twitter.com/eaBKMqfHUF</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1265868853306744833?ref_src=twsrc%5Etfw">May 28, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Akan tetapi, sistem tersebut berubah sejak 12 ribu tahun yang lalu ketika manusia mulai hidup dengan cara bercocok tanam. Dengan munculnya pertanian dan manusia mulai menetap, kelompok-kelompok manusia mulai memperoleh sumber daya – seperti tanah dan hasil tanam – untuk dipertahankan, dan kekuasaan bergeser ke laki-laki yang secara fisik lebih kuat.</p>
<p>Ayah, anak laki-laki, paman, dan kakek mulai tinggal berdekatan, harta warisan kemudian diturunkan melalui garis laki-laki, yang mana ini berimbas pada terkikisnya otonomi perempuan. Pergeseran budaya tersebut kemudian melahirkan apa yang kita sebut sebagai patriarki saat ini.</p>
<p>Temuan tersebut misalnya didukung oleh penelitian di Universitas Sapienza, Roma, Italia pada 2004 lalu yang mempelajari DNA mitokondria (diwarisi dari ibu) dan penanda genetik pada kromosom Y (diwarisi dari ayah) pada 40 populasi dari sub-Sahara Afrika. Penelitian tersebut menemukan bahwa perempuan dalam populasi pemburu – seperti Kung dan Hadza – lebih mungkin untuk tetap bersama ibu mereka setelah menikah daripada perempuan dari populasi bercocok tanam. Sebaliknya bagi pria, menunjukkan bahwa pertanian memang berkorelasi dengan masyarakat patrilokal.</p>
<p>Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa patriarki atau seksisme adalah buah dari pergeseran budaya manusia dari yang sebelumnya berburu menjadi bercocok tanam. Oleh karenanya, pergeseran untuk kembali menuju egalitarian juga dapat saja terjadi apabila pergeseran budaya fundamental terjadi ke depannya. Saat ini, dengan budaya perempuan karier yang semakin masif terjadi, sepertinya itu dapat menjadi preseden atas perpindahan budaya tersebut.</p>
<p>Kembali pada persoalan humor seksis Mahfud, dengan mengacu pada tulisan Ananthaswamy dan Douglas, tentu dapat dipahami bahwa Mahfud yang sepertinya merasa lumrah atas humor tersebut sehingga dikeluarkan di hadapan publik merupakan buah dari munculnya budaya patriarki dan seksisme yang telah muncul sejak 12 ribu tahun yang lalu. Tentu saja, selaku pejabat publik, ke depannya Mahfud diharapkan menyaring pernyataan yang akan dikeluarkan ke hadapan publik agar keriuhan semacam ini tidak terjadi kembali. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
<p><iframe title="Peradaban: Politik Penikmat Senja dan Anak Indie" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/z8hKcraIzoo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/mahfud-md-sebut-polisi-nggak-kecolongan-karena-teroris-itu-selalu-nyolong141.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Soal Perempuan, Mahfud ‘Mirip’ Trump?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/soal-perempuan-mahfud-mirip-trump/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 05:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Seksisme]]></category>
		<category><![CDATA[Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=78986</guid>

					<description><![CDATA[“We teach girls that they cannot be sexual beings in the way that boys are” – Chimamanda Ngozi Adichie, penulis asal Nigeria PinterPolitik.com Hai, gengs. Sebelum lebih lanjut menikmati sajian tulisan ini, coba dibaca beberapa kalimat berikut, “Seperti Corona ini, saya kemarin mendapat meme dari teman, dari Pak Luhut Pandjaitan tuh begini. Dalam bahasa Inggris, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>We teach girls that they cannot be sexual beings in the way that boys are” – Chimamanda Ngozi Adichie, penulis asal Nigeria</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">H</span>ai<em>, gengs</em>. Sebelum lebih lanjut menikmati sajian tulisan ini, coba dibaca beberapa kalimat berikut, “Seperti Corona ini, saya kemarin mendapat meme dari teman, dari Pak Luhut Pandjaitan tuh begini. Dalam bahasa Inggris, <em>&#8216;Corona is like your wife, is easily you try to control it then you realize that you can&#8217;t, then you learn to live with it</em>&#8216;. Corona itu seperti istrimu ketika engkau mau mengawini, kamu berpikir kamu bisa menaklukkan dia. Tapi, sudah jadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu. Sesudah itu apa? <em>Then you learn to live with it</em>. Kemudian kamu berdamai dengan dia,&#8221; kata Pak <strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-5029463/dapat-meme-dari-luhut-mahfud-md-corona-is-like-your-wife/" rel="nofollow">Mahfud MD</a></strong> saat <em>halal bi halal</em> virtual bersama keluarga besar Universitas Sebelas Maret (UNS).</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran kalian, <em>gengs</em>, saat membaca pesan itu? Hayo, jangan malu-malu. <em>L</em><em>ha</em>, <em>wong</em> Pak Mahfud aja <em>lo</em><em>s</em> tanpa teding aling-aling begitu kok. Pasti kalian kaget ya? Merasa “kok seksis sih sekelas Pak Mahfud”? Atau jangan-jangan bingung dengan terjemahan kalimat <em>try to control </em>yang diartikan mengawini, kan?</p>
<p>Sama, mimin juga aslinya bingung. <em>Gini lho</em>, <em>cuy</em>, terlepas dari kita mau suka atau tidak sama Pak Mahfud, jujur saja <em>deh</em>perkataan beliau agak seksis sih menurut <em>mimin</em>. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p><em>Mimin</em> jadi ingat dua kisah <em>deh</em>. Pertama, kisah guru bela dirinya Sun Goku yang hidup di pulau kecil bernama Kame-sennin. Kakek genit ini sangat lihai memainkan jurus kamehameha, sekaligus lihai menggoda dengan bahasa lugu. Bagusnya, si Kakek tidak pernah mengeluarkan bahasa menghina lawan jenis secara seksis. Keren <em>deh</em> pokoknya.</p>
<p>Juga, selain itu, ada kisah saat Donald Trump berperilaku seksis ke salah satu pembawa acara Debat Calon Presiden Partai Republik. Saat itu, acara dipandu Megyn Kelly, presenter perempuan yang terkenal itu, <em>cuy</em>.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CAr94Jlhy1H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CAr94Jlhy1H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CAr94Jlhy1H/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Pemerintah kita suka banget becanda ya #mahfudmd #luhutbinsarpandjaitan #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-05-27T09:53:30+00:00">May 27, 2020 at 2:53am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Nah, <strong><a href="https://news.detik.com/internasional/d-2987129/berkomentar-seksis-ke-penyiar-tv-donald-trump-picu-kontroversi/" rel="nofollow">Trump</a></strong> ini merasa tidak mendapatkan perlakuan adil dari Kelly saat si moderator menanyakan tentang Trump yang kerap menggunakan bahasa seksis ke perempuan di Twitter-nya. Setelah debat, beberapa waktu berselang, Trump ditanya oleh CNN tentang kejadian itu, dan doi menjawab, &#8220;Anda dapat melihat, ada darah keluar dari matanya, darah keluar dari dia (Kelly) di manapun.&#8221;</p>
<p>Nah, dari kedua kisah itu, paham kan betapa penting bahasa itu. Barangkali, oleh karena kebebasan yang ditawarkan oleh dunia media sosial (medsos) serta suguhan yang banyak, pemangku jabatan juga punya minat untuk saling berkirim meme yang tersebar di dunia maya. Jadi, kita anggap wajar ya kirim-kiriman meme antar kedua tokoh andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini. Yang agak kurang wajar itu, saat meme yang ada, diterjemahkan secara pribadi kemudian diperdengarkan ke publik dengan makna yang sedikit vulgar.</p>
<p><em>Gini</em>, lho, <em>cuy</em>, dalam memanfaatkan media sosial, para masyarakat yang berada di dalamnya memang membentuk semacam bahasa kebersamaan yang bisa dipahami antar orang-orang yang berinteraksi di dalamnya. Ya, <em>mimin</em> mungkin dipaksa harus berpikir begitu, bahwa Pak Luhut dan Pak Mahfud punya bahasa sendiri, di mana maksud pembicaraancuma mereka berdua yang tahu.</p>
<p><em>Mimin</em> berusaha berpikir begitu <em>sih</em>, tapi gak bisa. Naluri <em>mimin</em> masih berpikir bahwa secanggih-canggihnya bahasa isyarat sekalipun, kalau sudah di bawah ke ranah publik, kudu menyesuaikan sama etika kan.</p>
<p>Jadi, mohon ini jadi perhatian bagi para pemimpin ke depannya, ya. Kan kasihan <em>mimin</em> <em>nih</em> masih anak kecil sudah harus dengar kata “mengawi**”. Sensor saja, <em>mimin</em> takut pembaca ada yang masih lugu, kayak <em>akyu</em>. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Ini bukan berarti kita <em>nyolek</em> Pak Mahfud secara personal ya, <em>cuy</em>. Kami tetap menghormati beliau, tapi kita hanya berniat mengingatkan bahwa, ketika seorang pejabat publik berbicara, itu akan disorot oleh banyak pihak. Jadi ke depannya mungkin harus lebih ditahan ya pak. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="SXwwnjHtSIE"><iframe title="Perusahaan mana yang mengeluarkan vaksin COVID-19 tergesit?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/SXwwnjHtSIE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/Pak-Mahfud-MD.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
