<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>SBY Kritik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/sby-kritik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2018 09:57:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>SBY Kritik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fahri ‘Penjual’ Tiket Capres</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-penjual-tiket-capres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 09:57:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[SBY Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[wakil ketua DPR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27538</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Yang gagah-gagah seolah dapat tiket, tidak dapat nanti. Lain ini keadaan, situasi gawat tidak gampang diatur-atur. Pak Jokowi tidak dapat tiket.&#8221; ~ Fahri Hamzah PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]ernyata apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat geger seluruh aktor politik. Beragam reaksi bermunculan karena banyak interpretasi yang berbeda. Padahal, pernyataannya tergolong biasa saja. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Yang gagah-gagah seolah dapat tiket, tidak dapat nanti. Lain ini keadaan, situasi gawat tidak gampang diatur-atur. Pak Jokowi tidak dapat tiket.&#8221; ~ Fahri Hamzah</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]ernyata apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat geger seluruh aktor politik.</p>
<p>Beragam reaksi bermunculan karena banyak interpretasi yang berbeda. Padahal, pernyataannya tergolong biasa saja. SBY menginginkan adanya pemimpin baru, tapi reaksi para aktor politik malah ramai bermunculan.</p>
<p>Ada yang<em> kepedean</em> karena ada kesan SBY membela dan mendukung pihak oposisi, ada juga yang beranggapan kalau SBY merestui jabatan baru Jokowi untuk melanjutkan jabatannya.</p>
<p><em>Hmm, </em>ga usah ditanya yang benar yang mana, kan namanya persepsi tentu akan berbeda – beda sesuai dengan motif komunikasinya. Sudah pasti bermacam – macam, terserah para politikus menginterpretasikan masalahnya, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Selain reaksi itu, ternyata <em>ehhh </em>ternyata ada Fahri Hamzah yang nampaknya menanggapi amat serius pernyataan SBY. Kata Fahri, SBY menginginkan pemimpin baru, dan melihat peluang serta kekuatan Partai Demokrat, sepertinya akan adanya sebuah langkah politik SBY yang akan mengubah peta politik.</p>
<p>Kabarnya dari Fahri sih begitu, tapi masa sih begitu? Mustahil? Kayaknya ga mustahil, karena politik itukan bicara tentang seni kemungkinan, apapun bisa terjadi.</p>
<p>Mungkin itulah alasan Fahri mengkorelasikan situasi ini dengan Jokowi yang seolah terlihat gagah karena sudah diusung banyak partai politik, tapi seperti bertabrakan dengan kinerja Jokowi yang katanya belum berhasil.</p>
<p><em>Hmmm, </em>peta politik segera berubah bila SBY menghendaki? Karena situasi ini, Fahri memprediksi kalau tiket calon Presiden yang sudah dikantongi Jokowi katanya akan segera gugur, sayang sekali ya <em>hmmm. </em></p>
<p>Dan kepada siapapun yang kini gagah – gagahan karena punya tiket <em>nyapres</em>, harus waspada kata Fahri, karena bisa saja besok lusa atau menjelang pendaftaran calon Presiden semua peta politik bisa berubah. Alhasil gagal <em>nyapres, weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Makanya ga ada yang mustahil kan? Namanya juga politik, sesuai dengan apa yang disampaikan Ben Okri penulis Nigeria yang katanya kalau politik itu seni dari segala kemungkinan.</p>
<p>Kalau analisa Fahri ini benar, Fahri sukses jadi peramal dan tahu celah kalau mau jadi penjual tiket Capres, <em>weleeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/fahri-hamzah-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jaksa Agung ‘Tarzan Rimba’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jaksa-agung-tarzan-rimba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2018 07:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Rimba]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Agung]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[SBY Kritik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26977</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Dari dulu juga enggak ada hukum rimba. Enggak ada penegakan hukum rimba. Itu zaman dulu kala mungkin seperti itu, cuma Tarzan seperti itu. Ini kan enggak.&#8221; ~ M. Prasetyo PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]antan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kritik dan berkicau di media sosialnya bahwa dalam kontestasi politik 2019, sama sekali tak boleh ada sedikitpun peluang hukum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Dari dulu juga enggak ada hukum rimba. Enggak ada penegakan hukum rimba. Itu zaman dulu kala mungkin seperti itu, cuma Tarzan seperti itu. Ini kan enggak.&#8221; ~ M. Prasetyo</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]antan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kritik dan berkicau di media sosialnya bahwa dalam kontestasi politik 2019, sama sekali tak boleh ada sedikitpun peluang hukum rimba berlaku.</p>
<p>Jelas kritik ini bukan tanpa alasan, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan praktik hukum di negeri. Apalagi dalam tahun politik, <em>hmmm,</em> jangan sampai ada campur aduk antara politik dan hukum, bisa kacau balau, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Padahal pada intinya, SBY hanya menginginkan kalau dalam praktik politik jangan hanya mengikuti selera yang berkuasa. Apalagi tahu sendiri kan, kalau hukum rimba itu kan lebih condong kepada yang kuat yang hidup, sementara yang lemah akan mati.</p>
<p><em>Hadeuuhhh, </em>tak peduli benar atau salah, siapa yang paling kuat itulah yang bertahan. Makanya SBY menyoroti hal itu. Ini sih prediksi aja, makanya jangan sampe kayak gitu. SBY hanya mengingatkan aja, karena kalau sudah berlaku hukum rimba, maka kontestasi politik pasti akan ada indikasi yang janggal.</p>
<p>Sebenernya kan normal – normal aja pernyataan SBY. Hati – hati penegak hukum kayak Polisi, Kejaksaan, dan KPK, jangan sampai dipolitisasi. Dan SBY juga bilang awas juga ada penyalahgunaan intelijen sebagai alat politik.</p>
<p>Ini kan sifatnya mengingatkan, jadi jangan malah jadi <em>kegeeran</em>. Politikus Indonesia itu kebanyakannya pada <em>baper</em> atau <em>geer </em>sih, <em>hadeuuhhh, </em>lihat positifnya aja napa.</p>
<p>Makanya aneh juga ngelihat PDI Perjuangan dan Jaksa Agung yang malah menanggapi secara serius kalau hukum rimba ga mungkin berlaku, yang berlaku merupakan hukum yang <em>blablablabla, kok </em>malah jadi kepanasan sih? Reaksional itu berasal dari emosi sesaat karena merasa tersudutkan dengan kritik SBY?</p>
<p>Apalagi Jaksa Agung sampe bawa – bawa Tarzan segala yang masih berlaku hukum rimba, lah apa urusannya sama Tarzan, gagal paham. <em>Hadeuhhh, </em>kalau mencermati pernyataan dari Bernard Baruch seorang filantropis Amerika, kalau ada pihak yang menjawab suatu kritik berarti ada hal yang dinilai benar, maka pasti akan ada kritik balik atau klarifikasi.</p>
<p>Nah loh, urusan kritik SBY di media sosial, kenapa PDI Perjuangan jadi kepanasan? Apalagi Jaksa Agung yang malah kebakaran jenggot sampe bawa bawa Tarzan, <em>hadeuuuhh, </em>jangan panik gitu ah, dibikin santai aja, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/prasetyo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
