<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>RUU Cipta Kerja &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ruu-cipta-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 13:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>RUU Cipta Kerja &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhirnya Puan ‘Beri’ Klarifikasi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/akhirnya-puan-beri-klarifikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2020 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Perang di Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Ketua DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Ciptaker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94797</guid>

					<description><![CDATA[“Sebelumnya, kampanye buat aku dulu ya” – Puan Maharani, Ketua DPR RI PinterPolitik.com Bagi yang suka menonton isu gosip terbaru,&#160;podcast&#160;yang biasa dibawakan oleh Deddy Corbuzier di akun YouTube-nya pasti sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak?&#160;Channel&#160;YouTube yang dibawakan oleh mantan pesulap itu kerap menjadi wadah bagi para artis,&#160;influencer, dan tokoh-tokoh lainnya untuk bercerita soal polemik terbaru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Sebelumnya, kampanye buat aku dulu ya” – Puan Maharani, Ketua DPR RI</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang suka menonton isu gosip terbaru,&nbsp;<em>podcast</em>&nbsp;yang biasa dibawakan oleh Deddy Corbuzier di akun YouTube-nya pasti sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak?&nbsp;<em>Channel&nbsp;</em>YouTube yang dibawakan oleh mantan pesulap itu kerap menjadi wadah bagi para artis,&nbsp;<em>influencer</em>, dan tokoh-tokoh lainnya untuk bercerita soal polemik terbaru di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau yang biasa disebut sebagai&nbsp;<em>omnibus law</em>, misalnya, Deddy pun pada Oktober lalu mengundang salah satu pejabat di pemerintahan, yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Perihal jumlah jam kerja dalam seminggu, contohnya, Bu Ida menyebutkan bahwa ketentuan masih mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, ya, boleh lah kalau akhirnya pihak pemerintah mau datang ke&nbsp;<em>podcast</em>&nbsp;itu dan memberikan klarifikasi. Namun, pihak lain yang mungkin tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, Mbak Puan kemarin juga menimbulkan sejumlah kontroversi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di masyarakat. Soal insiden mikrofon salah satu anggota DPR yang tiba-tiba mati dalam rapat paripurna&nbsp;<em>omnibus law</em>, misalnya, menjadi perhatian masyarakat – termasuk warganet yang melihat sejumlah klip video yang tersebar di media-media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi sorotan para warganet, Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Wuryanto yang sekaligus juga politikus PDIP&nbsp;<strong><a href="https://jakbarnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-37805405/tepis-tuduhan-puan-maharani-matikan-mikrofon-orang-demokrat-pdip-sudah-sesuai-prosedur/">memberi jawaban</a></strong>. Kalau kata Pak Bambang&nbsp;<em>sih</em>, insiden mematikan mikrofon kala itu sudah sesuai prosedur karena Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin selaku pemimpin sidang menganggap pembicaraan sudah di luar tata tertib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sudah diberi jawaban, bukan <em>nggak</em> mungkin masyarakat masih menunggu <em>nih</em> jawaban dari Mbak Puan. Akhirnya, putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut muncul <em>tuh</em> di salah satu unggahan Deddy di akun Instagram-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em>&nbsp;cuma di akun Instagram Deddy, Mbak Puan juga muncul&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di&nbsp;<strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=XL78dSMY7a4/">salah satu video</a></strong>&nbsp;di&nbsp;<em>channel&nbsp;</em>YouTube milik Boy William. Dalam video tersebut, Ketua DPR tersebut akhirnya memberikan klarifikasi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;dan membeberkan alasan keputusan untuk mematikan mikrofon tersebut – yakni untuk memberikan kesempatan bagi anggota-anggota lain untuk berbicara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun tiba.&nbsp;<em>Hehe</em>.&nbsp;<em>Tapi</em>&nbsp;<em>nih</em>, terlepas dari itu, kenapa baru sekarang ya munculnya Mbak Puan ini? Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, Ketua DPR satu ini tampaknya lagi gencar-gencarnya muncul di akun-akun para&nbsp;<em>influencer</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa iya ini ada kaitannya dengan&nbsp;<strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/ketika-puan-bangkang-megawati">pernyataan</a></strong>&nbsp;Mbak Puan beberapa waktu lalu ya? Pasalnya, beliau sempat bilang kalau generasi muda – khususnya Generasi Z – itu memiliki kontribusi yang membangun untuk bangsa dan negara melalui kritik-kritiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, apa jangan-jangan Mbak Puan ini mulai terjun ke jejaring medsos dan internet buat&nbsp;<em>narik</em>&nbsp;perhatian para calon pemilih ya. Apalagi&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>lama ini, sudah muncul kader PDIP yang digadang-gadang jauh lebih populer ketimbang Mbak Puan, yakni Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau benar begitu, apa yang dilakukan Mbak Puan sekarang ini beda jauh lah ya sama&nbsp;<strong><a href="https://pinterpolitik.com/bukan-milenial-megawati-sindir-jokowi">pernyataan Bu Megawati</a></strong>&nbsp;beberapa waktu lalu, yakni pernyataan yang mempertanyakan sumbangsih generasi muda – khususnya para milenial. Kira-kira, kapan&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;Bu Ketum PDIP sadar kalau&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>sedikit milenial juga memberikan sumbangsih – Mas Gibran Rakabuming Raka yang terjun di Pilkada Solo 2020 misalnya?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin <em>nih</em>, Mbak Puan perlu memberi tahu Bu Megawati cara mengakses internet dan media sosial biar tahu bagaimana para milenial dan generasi Z juga punya “sumbangsih” berupa suara. Bagaikan orang tua yang masih <em>gaptek</em> (gagap teknologi), anaknya perlu <em>dong</em> memberi bantuan perihal teknologi ala milenial. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="UU Ciptaker dan Monopoli Kebenaran Pemerintah | Wawancara bersama Asfinawati" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WR7wsgy8Ugo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Akhirnya-Puan-‘Beri-Klarifikasi-1024x662.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>UU Ciptaker dan Monopoli Kebenaran Pemerintah &#124; Wawancara bersama Asfinawati</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/uu-ciptaker-dan-monopoli-kebenaran-pemerintah-wawancara-bersama-asfinawati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F56]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2020 11:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Asfinawati]]></category>
		<category><![CDATA[Interview Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[YLBHI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83978</guid>

					<description><![CDATA[kendati tersebar berbagai versi draft UU, pemerintah justru menetapkan hoaks terhadap pihak-pihak yang dinilai keliru memahami produk hukum tersebut. Bersama Ketua Umum YLBHI Asfinawati akan dibahas apakah pemerintah telah melakukan monopoli kebenaran saat ini, khususnya perihal UU Ciptaker.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="UU Ciptaker dan Monopoli Kebenaran Pemerintah | Wawancara bersama Asfinawati" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WR7wsgy8Ugo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">kendati tersebar berbagai versi draft UU, pemerintah justru menetapkan hoaks terhadap pihak-pihak yang dinilai keliru memahami produk hukum tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama Ketua Umum YLBHI Asfinawati akan dibahas apakah pemerintah telah melakukan monopoli kebenaran saat ini, khususnya perihal UU Ciptaker.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/11/maxresdefault-1-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Habib Rizieq ‘Muncul’ Bak Pahlawan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/habib-rizieq-muncul-bak-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Front Pembela Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Ciptaker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94469</guid>

					<description><![CDATA[“A true hero always arrives late” – Naruto Uzumaki PinterPolitik.com Akhirnya, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai terlihat, yakni tanggal 10 November 2020.&#160;Gimana nggak? Setelah tujuh kali – kalau tidak salah – mengabarkan akan pulang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membocorkan kabar akan kepulangannya dari Arab Saudi. Kepulangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“A true hero always arrives late” – Naruto Uzumaki</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai terlihat, yakni tanggal 10 November 2020.&nbsp;<em>Gimana nggak</em>? Setelah tujuh kali – kalau tidak salah – mengabarkan akan pulang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membocorkan kabar akan kepulangannya dari Arab Saudi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepulangan beliau ini pun menuai banyak sambutan&nbsp;<em>lho</em>. FPI sendiri, misalnya, bakal menyiapkan sejumlah kegiatan guna menyambut sang Imam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>hanya FPI&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;yang bersiap-siap dengan kabar kepulangan Habib Rizieq ini. Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) pun juga tengah bersiap, yakni dengan “mengintip” kembali kasus-kasus yang dianggap pernah menjerat pemimpin FPI tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari perbedaan cara merespons kepulangan ini, <em>nggak </em>bisa dipungkiri kalau kepulangan Habib Rizieq ini terbilang unik. <em>Gimana nggak</em>? Kepulangan beliau bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan rencana aksi buruh yang m</p>



<p class="wp-block-paragraph">enolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, apa mungkin ya kepulangan Habib Rizieq ini sengaja dilakukan pada momen-momen krusial dalam perpolitikan Indonesia? Lagipula, masyarakat Indonesia pun tahu kalau situasi politik sekarang lagi penuh kontroversi dan polemik – khususnya UU Ciptaker yang beberapa waktu lalu baru saja diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa jangan-jangan kepulangan Habib Rizieq ini dijalankan bak seorang pahlawan ya? Para penggemar&nbsp;<em>franchise</em>&nbsp;anime&nbsp;<em>Naruto</em>&nbsp;pasti tahu kebiasaan bocah dengan&nbsp;<em>kyubi</em>&nbsp;dalam dirinya itu, yakni datang terlambat.&nbsp;<strong><a href="https://aminoapps.com/c/naruto/page/blog/top-5-quotes-from-naruto/V8D3_1QT7uPYWzd7wmg1zEXn3YLvrDBa6G/">Katanya</a></strong>&nbsp;<em>sih</em>, pahlawan itu datangnya tiba-tiba dan selalu terlambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, mungkin&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>ya Habib Rizieq ini jadi pahlawan bagi Indonesia di tengah situasi sosio-politik yang memanas. Kan, beberapa waktu lalu, beliau dan FPI sempat&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>menggaungkan revolusi akhlak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau di anime&nbsp;<em>Naruto</em>&nbsp;<em>sih</em>, Naruto akhirnya juga datang terlambat&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;ketika Desa Konoha dihancurkan oleh Pain. Itu&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;karena dia berlatih terlebih dahulu dengan gurunya. Apakah mungkin Habib Rizieq selama ini juga ‘berlatih’ ya di Arab Saudi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, kepulangan tokoh berpengaruh seperti ini juga pernah terjadi&nbsp;<em>lho&nbsp;</em>dalam sejarah. Salah satunya terjadi pada Revolusi Iran 1979. Kala itu, pemimpin revolusi, Ayatollah Khomeini, juga baru kembali dari suaka politik&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, dengan kehadiran Khomeini dan pergerakan revolusi, rezim Mohammad Reza Shah Pahlavi di Iran dapat berakhir&nbsp;<em>lho</em>. Ini menandai perubahan politik terbesar dalam sejarah Iran. Bahkan, negara Timur Tengah yang awalnya dekat dengan Amerika Serikat (AS) ini berubah 180 derajat dan mengambil sikap anti terhadap negara adidaya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin <em>nggak </em>ya kepulangan Rizieq ini bakal berakhir seperti kepulangan Khomeini kala Revolusi Iran 1979. Kalau <strong><a href="https://jurnalpresisi.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-15910178/mahfud-md-anggap-pendukung-habib-rizieq-tidak-sebanyak-pemimpin-revolusi-iran-ini/">kata</a></strong> Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, kejadian di Iran itu <em>nggak</em> bakal terulang <em>sih</em>. Ya, mari kita nantikan dan amati saja lah. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Demonstrasi 1998 Tidak akan Terulang?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BgDUhh8azzM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Habib-Rizieq-‘Muncul-Bak-Pahlawan-1024x577.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mau Megawati Belajar ke Najwa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mau-megawati-belajar-ke-najwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Halte]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Najwa Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Narasi TV]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Ciptaker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=86203</guid>

					<description><![CDATA[“Jika saya sedikit lebih baik memahami situasinya , saya mungkin harus bergabung dengan kaum Anarkis” – George Orwell, penulis asal Inggris PinterPolitik.com Gengs, masih ingat demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) atau&#160;omnibus law&#160;kan? Nah, dalam aksi tersebut ada kejadian memilukan saat halte TransJakarta terbakar. Tentu saj,a semua orang sudah memahami bahwa halte bukan terbakar dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="jika-saya-sedikit-lebih-baik-memahami-situasinya-saya-mungkin-harus-bergabung-dengan-kaum-anarkis-george-orwell-penulis-asal-inggris"><strong>“Jika saya sedikit lebih baik memahami situasinya , saya mungkin harus bergabung dengan kaum Anarkis” – George Orwell, penulis asal Inggris</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, masih ingat demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) atau&nbsp;<em>omnibus law</em>&nbsp;kan? Nah, dalam aksi tersebut ada kejadian memilukan saat halte TransJakarta terbakar. Tentu saj,a semua orang sudah memahami bahwa halte bukan terbakar dengan sendirinya – melainkan sengaja di bakar oleh oknum.&nbsp;<em>Lha</em>, di sinilah letak kerumitannya,&nbsp;<em>cuy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa orang menganggap bahwa si pembakar merupakan elemen dari demonstran – entah mahasiswa atau buruh. Pokoknya antar dua kelompok itu&nbsp;<em>deh</em>. Tentu saja, pendapat orang-orang tersebut ya&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;salah pun&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maksudnya, dikatakan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;salah sebab kita harus memaklumi watak&nbsp;<em>netizen</em>&nbsp;Indonesia yang sukanya menuduh pada apa yang tampak di muka – tanpa penyelidikan yang matang. Sementara, disebut&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;benar karena ternyata berdasar hasil penyelidikan tim Narasi TV ditemukan fakta bahwa si pembakar sebenarnya bukan bagian dari massa aksi,&nbsp;<em>cuy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kata media yang digawangi oleh host kondang bernama Najwa Shihab atau yang akrab disapa Mbak Nana tersebut, pembakar datang secara bergerombol dari arah Jalan Sunda. Kemudian, si biang kerok ini berdiaspora ke sisi-sisi halte.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelihatan kok gerak-gerik mereka akan melakukan sesuatu yang merugikan publik dan akhirnya bara api pun berhasil mereka buat di saat demonstran sedang terlibat bentrok dengan pihak kepolisian.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Widih</em>, untung saja ada yang membongkar fakta seperti ini.&nbsp;<em>Gimana nggak</em>&nbsp;untung?&nbsp;<em>Lha</em>&nbsp;<em>wong</em>&nbsp;sejak tanggal demo berlangsung sampai sekarang kita dipenuhi berita simpang siur soal siapa pembakar sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang bikin sedikit ngilu adalah saat tokoh nasional pun ternyata melemparkan semua kesalahan kepada massa aksi, khususnya mahasiswa yang masih muda-muda,&nbsp;<em>cuy</em>. Padahal&nbsp;<em>lho</em>, kelihatan jelas bahwa mahasiswa&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;tahu apa-apa dan sibuk berhadap-hadapan dengan aparat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari masih ada pihak yang mempertanyakan kebenaran penemuan ini, tampaknya kita perlu mengapresiasi&nbsp;<em>sih</em>. Pasalnya,&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;gampang&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;meneliti secara rinci hal-hal yang di luar pandangan umum manusia,&nbsp;<em>cuy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau sudah begini, <em>gimana</em> ya kabarnya yang kemarin asal menyalahkan generasi muda – seperti kelompok milenial dan generasi Z? Mungkin, Bu Megawati Soekarnoputri perlu <em>nih </em>menggali fakta bak Mbak Nana dulu sebelum asal menyalahkan. <em>Hehehe.</em> (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sejarah Soe Hok Gie: Anti Soekarno dan Sahabat Prabowo?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_nbD_5PDivc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mau-Megawati-Belajar-ke-Najwa-1024x681.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Belajar UU Ciptaker!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ayo-belajar-uu-ciptaker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=104235</guid>

					<description><![CDATA[UU Ciptaker jadi bahan ajar sekolah di DKI Jakarta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="885" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-885x1024.jpg" alt="" class="wp-image-104240" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-885x1024.jpg 885w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-130x150.jpg 130w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-768x889.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-1068x1236.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-363x420.jpg 363w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 885px) 100vw, 885px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">UU Ciptaker jadi bahan ajar sekolah di DKI Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Infografis-Ayo-Belajar-UU-Ciptaker-885x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Piala UU Ciptaker untuk Luhut?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/piala-uu-ciptaker-untuk-luhut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[luhut]]></category>
		<category><![CDATA[Luhut Binsar Pandjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Marves]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Koordinator Kemaritiman]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Ciptaker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87651</guid>

					<description><![CDATA[“Hanya politisi yang tidak turun ke lapangan yang ‘imun’ dari melakukan kesalahan” – Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan PinterPolitik.com Lords Mobile&#160;–&#160;game&#160;yang menampakkan sisi menarik di balik teka-teki suatu misi – ternyata juga berlaku di dalam kehidupan politik nasional,&#160;cuy. Hal tersebut terbersit di otak&#160;mimin&#160;manakala mengikuti perkembangan isu soal siapa aktor yang ada di balik Undang-Undnag [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="hanya-politisi-yang-tidak-turun-ke-lapangan-yang-imun-dari-melakukan-kesalahan-nelson-mandela-mantan-presiden-afrika-selatan"><strong>“Hanya politisi yang tidak turun ke lapangan yang ‘imun’ dari melakukan kesalahan” – Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lords Mobile</em>&nbsp;–&nbsp;<em>game</em>&nbsp;yang menampakkan sisi menarik di balik teka-teki suatu misi – ternyata juga berlaku di dalam kehidupan politik nasional,&nbsp;<em>cuy</em>. Hal tersebut terbersit di otak&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;manakala mengikuti perkembangan isu soal siapa aktor yang ada di balik Undang-Undnag Cipta Kerja (UU Ciptaker).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soalnya begini,&nbsp;<em>cuy</em>, rata-rata publik sudah meyakini bahwa pengusung utamanya ialah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berpidato setelah dilantik pada Oktober 2019 lalu. Namun, ternyata, setelah bola panas ini mulai membuat gerah, aktor yang sebenarnya baru angkat suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dialah sang maha dahsyat, Luhut B. Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves). Muasalnya, pada acara bertajuk “Outlook 2021: The Year of Opportunity”, Opung Luhut terang-terangan mengakui jika <em>omnibus law</em> itu sebenarnya sudah ia gagas sejak masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Katanya, saat itu Luhut merasa bahwa peraturan yang ada di Indonesia terlalu menumpuk sehingga banyak yang tumpang tindih. Opung sebagai pihak yang menjabat di bagian itu merasa perlu membersihkan peraturan yang berserakan tersebut sehingga ia pun mengundang banyak ahli hukum untuk membincang cara dan strategi mengatasi persoalan pelik ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, dari diskusi panjang itu, muncul ide untuk menyeleksi dan mengumpulkan UU yang satu garis ke dalam satu bentuk. Dan,&nbsp;<em>abra kadabra</em>, lahirlah kesepakatan membentuk o<em>mnibus law</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Benar-benar pas&nbsp;<em>deh</em>&nbsp;kalau Opung dijuluki LordLuhut. Secara, permainannya&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>terkesan mengingatkan mimin pada game&nbsp;<em>Lords Mobile</em>, yang penuh kecerdikan dalam menempatkan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi ingat kata Mas Itachi ketika bertarung dengan Sasuke pas bahas keberadaan Uchiha Madara, “Terkadang kita hidup terjebak dengan asumsi yang salah.” Begitulah kira-kira. Untuk Opung, keren banget, <em>nggak</em> heranlah kalau pada bilang Pak Luhut di atas Jokowi. <em>Upps. </em>(F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="RUU Cipta Kerja Terjebak Social Trap?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/1iQlAQ5NF-U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Piala-UU-Ciptaker-untuk-Luhut-1024x749.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>THE GAIB</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-gaib/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=104402</guid>

					<description><![CDATA[Banyak pihak soroti hilangnya Pasal46 UU Nomor 22 Tahun 2001tentang Minyak dan Gas Bumi dariUU Ciptaker yang dipegangpemerintah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-851x1024.jpg" alt="" class="wp-image-104406" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak pihak soroti hilangnya Pasal<br>46 UU Nomor 22 Tahun 2001<br>tentang Minyak dan Gas Bumi dari<br>UU Ciptaker yang dipegang<br>pemerintah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-The-Gaib-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arief Poyuono Lebih Pilih Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/arief-poyuono-lebih-pilih-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2020 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Poyuono]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87655</guid>

					<description><![CDATA[“Dalam politik, jalan tengah tidak ada sama sekali” – John Adams, negarawan Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Cuy,&#160;masih ingat dengan Pak Arief Poyuono kan? Orang yang dulu dekat banget dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Pasti masih ingat&#160;dong. Bagaimana tidak ingat?&#160;Lah wong, mendadak doi didepak dari Partai Gerindra. Padahal, sebelumnya Wakil Ketua Umum,&#160;cuy, dan kalian pasti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="dalam-politik-jalan-tengah-tidak-ada-sama-sekali-john-adams-negarawan-amerika-serikat-as"><strong>“Dalam politik, jalan tengah tidak ada sama sekali” – John Adams, negarawan Amerika Serikat (AS)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cuy,</em>&nbsp;masih ingat dengan Pak Arief Poyuono kan? Orang yang dulu dekat banget dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Pasti masih ingat&nbsp;<em>dong</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak ingat?&nbsp;<em>Lah wong</em>, mendadak doi didepak dari Partai Gerindra. Padahal, sebelumnya Wakil Ketua Umum,&nbsp;<em>cuy</em>, dan kalian pasti tahu lah bagaimana loyalnya Bung Arief kepada Pak Prabowo.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kali ini kita&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;bahas terkait Pak Prabowo dengan Bung Arief ya,&nbsp;<em>cuy</em>, karena mereka sudah pernah kita bahas sebelumnya. Namun, kali ini,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;akan bahas salah satu dari mereka saja,&nbsp;<em>gengs</em>, yaitu Bung Arief Poyuono&nbsp;<em>nih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara gamblang dan terang-terangan, doi&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;mendukung penuh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Bahkan, doi sampai seakan mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa saat ini masyarakat tinggal menunggu kesaktian dari RUU Ciptaker yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, mantan Waketum Gerindra itu meminta agar Presiden Jokowi tak perlu menghiraukan para penolak RUU Ciptaker dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih-lebih, menurutnya, UU yang banyak mendapat penolakan itu sebenarnya telah ditunggu para pencari lapangan kerja serta para calon investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;boleh merunut alur berpikir Bung Arief mungkin seperti ini,&nbsp;<em>cuy</em>, “Jika UU Ciptaker ini disahkan, minat investor kemungkinan besar akan naik untuk investasi di Indonesia. Dan dengan adanya investasi baru, maka ada perusahaan baru pula yang akan beroperasi dan membutuhkan tenaga kerja”.&nbsp;<em>Impact</em>-nya apa,&nbsp;<em>sob</em>? Ya jelas, adanya banyak penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun,&nbsp;<em>by the way</em>&nbsp;<em>nih</em>, kok Bung Arief Poyuono mulai bergeser jadi pro korporasi banget&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;kelihatannya? Ada apa&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;pak? Jujur saja&nbsp;<em>deh</em>.&nbsp;<em>Nggak</em>&nbsp;masalah. Namanya jalan politik memang terkadang perubahannya drastis banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, dulu kan dikenal sebagai seorang tokoh politik yang sangat dekat dengan kelompok buruh ketika masih di Gerindra. Atau, jangan-jangan sikap politik Bung Arief hanya karena ada unsur politik ingin dilihat dan&nbsp;<strong><a href="https://cirebon.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-04758912/gerindra-banyak-rugi-punya-poyuono-pengamat-pernyataan-selalu-rajin-puji-jokowi">dekat</a></strong>&nbsp;dengan Pak Jokowi?&nbsp;<em>Upsss</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalaupun iya, juga <em>nggak</em> menjadi masalah kok, Bung Arief. Namanya ikhtiar politik kan bisa di jalan mana saja sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan – asal dengan perhitungan matang ya biar <em>nggak</em> didepak lagi layaknya di Gerindra kemarin. <em>Upsss</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sejarah Hari Santri: Lahirnya Resolusi Pengobar Nasionalisme Santri" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fEPWF_y9lhI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Arief-Poyuono-Lebih-Pilih-Jokowi-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasdem vs Gerindra Bak El Clásico?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nasdem-vs-gerindra-bak-el-clasico/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2020 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Benih Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[reshuffle kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=88115</guid>

					<description><![CDATA[“Terkadang memenangkan suatu pertengkaran itu lebih buruk daripada kalah” – Eleanora Fagan, penyanyi Jazz asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, berhati-hatilah menentukan anggota tim karena, saat orang yang kalian pilih ternyata memiliki ego kurang stabil sehingga dinilai orang lain buruk, itu bisa menghambat kinerja tim kalian&#160;lho. Soal pemilihan tim ini sangat penting, sampai-sampai banyak&#160;tuh&#160;film-film&#160;box office&#160;yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="terkadang-memenangkan-suatu-pertengkaran-itu-lebih-buruk-daripada-kalah-eleanora-fagan-penyanyi-jazz-asal-amerika-serikat-as"><strong>“Terkadang memenangkan suatu pertengkaran itu lebih buruk daripada kalah” – Eleanora Fagan, penyanyi Jazz asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, berhati-hatilah menentukan anggota tim karena, saat orang yang kalian pilih ternyata memiliki ego kurang stabil sehingga dinilai orang lain buruk, itu bisa menghambat kinerja tim kalian&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal pemilihan tim ini sangat penting, sampai-sampai banyak&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;film-film&nbsp;<em>box office</em>&nbsp;yang mengangkatnya ke dalam layar lebar, seperti&nbsp;<em>Team-A</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>Fast and Furious</em>. Dari dua film itu, komunikasi tim menjadi faktor kunci apabila misi ingin segera diselesaikan dengan cepat, tepat, dan rapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Barangkali analogi itu yang sedang dipikirkan oleh Wakil Fraksi Partai Gerindra Desmond J. Mahesa saat mengomentari kinerja dan gaya komunikasi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate kemarin.&nbsp;<em>Nggak</em>&nbsp;cuma komentar,&nbsp;<strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-5219837/desmond-minta-menkominfo-dipecat-nasdem-ungkit-aib-menteri-kkp/">Desmond</a></strong>&nbsp;meminta supaya Johnny dimasukkan ke dalam&nbsp;<em>list</em>&nbsp;menteri yang perlu di-<em>reshuffle</em>&nbsp;oleh Presiden Joko Widodo jika berencana merombak kabinetnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibarat rapat dalam bangsal dewan perwakilan negeri Yunani Kuno, pendapat Desmond mendapat kecaman dari partai saingannya, yakni Nasdem. Lewat Ketua DPP-nya, Irma Suryani Chaniago, Nasdem meminta&nbsp;<em>mbok ya</em>&nbsp;Gerindra&nbsp;<em>tuh ngaca</em>&nbsp;kalau mau kritik soal komunikasi menteri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mbak Irma pun menghadirkan pembanding dari para menteri yang Gerindra miliki. Doi meminta supaya Gerindra mengkritisi kinerja Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di tengah situasi politik yang memanas begini atau Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang kemarin bikin kisruh soal lobster.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nyatanya, keduanya <em>nggak</em> menjalankan komunikasi yang baik tuh di depan publik. Kalau memang sudah jago kayak abang jago, tentu publik bakal paham terhadap kebijakan dua menteri tersebut. <em>Lha</em> <em>wong</em> nyatanya saja publik masih banyak yang bertanya-tanya kok soal situasi politik – pun mau dibawa ke mana benih lobster kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Widih</em>, dua partai itu kayak&nbsp;<em>El</em>&nbsp;<em>Clásico</em>&nbsp;antara Real Madrid melawan Barcelona dahulu ya. Masing-masing saling menjaga dan mengeluarkan jurus pamungkas. Kalau di laga&nbsp;<em>El</em>&nbsp;<em>Clásico</em>&nbsp;kan sering&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;pemain Madrid mengecam aksi pemain Barcelona. Begitu pun sebaliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ujung-ujungnya, di atas lapangan, mereka saling mengeluarkan jurus yang menampar muka rival. Madrid dengan Ronaldo-nya sedangkan Barcelona dengan Messi-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya, mending kalau menurut&nbsp;<em>mimin nih</em>, Nasdem dan Gerindra sudahi saja perdebatan tentang mana menteri yang layak di-<em>reshuffle</em>&nbsp;dan tidak. Lagian, keduanya kan sudah masuk di kabinet. Kalau mau berdebat ya pas rapat sama Pak Jokowi saja. Kan enak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu, soal siapa yang komunikasinya baik dan tidak, serta siapa yang harus didepak, itu semuanya sudah dipantau oleh presiden.&nbsp;<em>Mimin</em>&nbsp;yakin kok presiden punya rapor sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daripada berdebat di ruang publik begini malah kurang elok. Kita yang melihat justru <em>risih</em>. “<em>Lha wong</em> sesama di pemerintahan kok kisruh di sini? Apa ruang rapat kabinet mulai sesak?” <em>Upps. </em>(F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Joe Biden Jual AS ke Tiongkok?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/AgdZQCn3-2E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nasdem-vs-Gerindra-Bak-El-Clasico-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahok ‘Senggol’ Erick (Lagi)?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ahok-senggol-erick-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2020 00:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Komisaris Utama Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=88137</guid>

					<description><![CDATA[“Pelajarilah aturan layaknya seorang profesional sehingga Anda dapat mematahkan mereka seperti seorang seniman” – Pablo Picasso, Seniman asal Spanyol PinterPolitik.com Gengs, bagaimana jadinya andai ada orang yang merangkap jabatan? Tentu, ada dua dampak. Pertama, dampak dirinya sendiri, yakni bisa kaya raya karena memang gajinya dari dua lini. Kedua, dampak untuk perusahaan atau organisasi, yakni perusahaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="pelajarilah-aturan-layaknya-seorang-profesional-sehingga-anda-dapat-mematahkan-mereka-seperti-seorang-seniman-pablo-picasso-seniman-asal-spanyol"><strong>“Pelajarilah aturan layaknya seorang profesional sehingga Anda dapat mematahkan mereka seperti seorang seniman” – Pablo Picasso, Seniman asal Spanyol</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, bagaimana jadinya andai ada orang yang merangkap jabatan? Tentu, ada dua dampak. Pertama, dampak dirinya sendiri, yakni bisa kaya raya karena memang gajinya dari dua lini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, dampak untuk perusahaan atau organisasi, yakni perusahaan atau organisasi terkait akan kolaps. Mengapa bisa? Ya, sebab tandanya atmosfer demokratis dan sumber daya manusianya kurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang demokratis dan cerdas, tentu&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;perlu lah memasang satu orang untuk dua jabatan. Namun, namanya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;manusia, kadang orang yang dobel jabatan tersebut santai dan tenang&nbsp;<em>aja tuh</em>&nbsp;menjalankan semuanya. Kayak&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>ngerasa</em>&nbsp;ada beban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eh, jangan salah,&nbsp;<em>cuy</em>. Orang seperti itu sebenarnya punya tekanan yang luar biasa tetapi mungkin ia sudah kepalang tanggung bersedia. Lagian, tentu dompet tebal jadi faktor pendukung juga kan?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Mimin</em>&nbsp;mulai berpikir kayaknya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias&nbsp;<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201019094013-85-559917/ahok-soal-posisinya-di-pertamina-saya-dirut-nyaru-komut/">Ahok</a></strong>&nbsp;sedang merasakan kondisi seperti disebut di atas. Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina tersebut bahkan terang-terangan menyebut dirinya sebagai direktur utama nyaru (menyamar) komut saat kolaborasi bareng Butet Kertaradjasa di YouTube.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cie</em>, Ahok sekarang sering banget ya kolaborasi di depan layar. Padahal, dulu sering sendiri <em>deh</em>. Doi mulai jaga-jaga biar ada yang <em>ngingetin</em> saat omongan mulai dinilai <em>offside</em> kah, <em>cuy</em>? <em>Upps.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut&nbsp;<em>aja deh</em>. Nah, dalam video tersebut, kata Ahok, bukti dirut nyaru komut&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>bisa dilihat dari pekerjaan dan rapat yang ia gelar. Normalnya komisaris&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;rapat&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;lebih dari sekali dalam seminggu tetapi Ahok lebih dari jumlah itu,&nbsp;<em>cuy</em>. Ia rapat bisa empat kali dalam seminggu.&nbsp;<em>Widih</em>,&nbsp;<em>ngalahin</em>&nbsp;direktur&nbsp;<em>dong</em>,&nbsp;<em>cuy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, meski omongan Ahok bernuansa kelakar, dalam antropologi politik&nbsp;<em>tuh</em>,&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;ada orang ngomong tanpa punya maksud tertentu. Konyol&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;kalau sampai kita menganggap omongan Ahok tanpa tujuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Minimal tujuannya hendak memberi kode ke Mbak Nicke Widyawati – Dirut sebenarnya – bahwa di Pertamina ada sosok Ahok yang pengaruhnya besar sekali. Atau, jangan-jangan bidikan Ahok&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;cuma internal Pertamina, melainkan langsung menyentil Menteri BUMN Erick Tohir,&nbsp;<em>cuy</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara, kan memang dari dulu banyak yang membanding-bandingkan Ahok dengan Erick. Pun Erick sering&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;memanggil Ahok ke kantor setiap kali ada sesuatu yang kontroversial muncul – seperti kemarin pertengahan September saat Ahok ngomong soal kebobrokan Pertamina.&nbsp;<em>Widih</em>, kira-kira omongan edisi Oktober ini bakal membuat Erick naik pitam&nbsp;<em>nggak</em>, ya? Semoga&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>deh</em>. Situasi Indonesia&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;panas kok masih mau dibikin tambah panas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagian juga, ini&nbsp;<em>ngapain</em>&nbsp;Ahok kelakar di depan publik begitu? Kalau&nbsp;<em>toh</em>&nbsp;benar Ahok kinerjanya ekstra sampai melebihi direktur, ya mending hal begitu disimpan buat dirinya dan tim saja – nggak perlu dikonsumsi publik. Khawatirnya banyak tafsiran yang aneh-aneh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingat <em>lho</em> ya. Indonesia sudah panas karena isu-isu seperti <em>omnibus law</em>. <em>Eh</em>, apa jangan-jangan Ahok <em>nih</em> sengaja memproduksi sesuatu yang kontroversial lagi supaya perhatian masyarakat beralih dari isu Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menuju <em>statement</em> doi? <em>Hmm</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Joe Biden Jual AS ke Tiongkok?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/AgdZQCn3-2E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ahok-Senggol-Erick-Lagi.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
