<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ridwan Kamil &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ridwan-kamil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2025 09:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ridwan Kamil &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politisi Unlucky, Next Time Better?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/politisi-unlucky-next-time-better/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Dino Patti Djalal]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[politisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=164694</guid>

					<description><![CDATA[Dalam politik, kapasitas personal tak selalu berbanding lurus dengan takdir. Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD masih menyimpan potensi meski tersandung awal. Sebaliknya, Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak terjebak kabut strategis. Membuktikan bahwa politik adalah labirin yang rumit, bukan jalan lurus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/politisi-unlucky-1_gapakbc0.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dalam politik, kapasitas personal tak selalu berbanding lurus dengan takdir. Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD masih menyimpan potensi meski tersandung awal. Sebaliknya, Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak terjebak kabut strategis. Membuktikan bahwa politik adalah labirin yang rumit, bukan jalan lurus.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam kajian klasik Maurice Duverger tentang partai politik, arena politik dipahami sebagai sistem saringan (<em>filtering system</em>) yang membentuk siapa yang dapat bertahan di puncak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politik modern bukanlah jalan lurus, melainkan labirin yang penuh tikungan, pintu sempit, dan jebakan struktural. Indonesia pascareformasi memperlihatkan pola serupa. Struktur kekuasaan partai politik bukan hanya berfungsi sebagai kendaraan elektoral, tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi elite.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini melahirkan paradoks. Banyak tokoh dengan modal sosial, intelektual, bahkan popularitas tinggi, justru tersendat di tengah jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka tidak otomatis mendapatkan tiket menuju puncak kekuasaan hanya karena kapasitas atau reputasi. Seperti dikatakan Gaetano Mosca, “kelas politik” memiliki pola eksklusif di mana hanya sedikit orang yang betul-betul bisa masuk ke inti, sementara sisanya tetap berada di orbit luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah sejumlah tokoh politik kontemporer Indonesia kiranya dapat dibaca melalui kerangka ini. Beberapa di antaranya kerap dilabeli <em>unlucky politicians</em>, bukan karena mereka tidak berprestasi, tetapi karena kombinasi pilihan kendaraan politik, struktur partai, dan <em>timing</em> yang kurang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, “<em>unlucky</em>” di dunia politik sering kali hanyalah fase, bukan vonis final. Di antara nama-nama itu, Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD bisa saja memiliki potensi kebangkitan, sementara Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak menghadapi kebuntuan konseptual maupun strategis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Labirin Sempit Kekuasaan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Andika Perkasa masuk ke PDI Perjuangan pasca-masa jabatannya sebagai Panglima TNI. Ia kalah di Pilgub Jawa Tengah 2024, namun kekalahan itu lebih mencerminkan dinamika internal partai dan kuatnya pengaruh trah Megawati dan para elite senior daripada ketiadaan kapasitas personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara teoretis, seorang kader baru memang harus menapaki jalur yang sudah terbentuk, terlebih di PDIP di mana loyalitas, pembuktian, hingga kesabaran menunggu momentum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, Andika justru bisa dipandang sebagai investasi jangka panjang PDIP. Sosoknya berkarakter disiplin, berjejaring luas, dan punya daya tarik lintas kelas sosial. Kekalahan awal bukan titik akhir, melainkan fase pembelajaran politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sudut berbeda, Sandiaga Uno menanggung risiko besar ketika meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan PPP. Keputusan itu terlihat seperti taruhan, dan pada 2024 partainya gagal menembus parlemen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Sandiaga tetap punya nilai tambah saat dirinya adalah figur dengan kapasitas teknokrat sekaligus pengusaha, serta memiliki citra positif di sektor ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kacamata teori kapital politik Pierre Bourdieu, Sandiaga masih menyimpan “modal simbolik” terutama di kalangan pemilih urban dan muslim kelas menengah—yang dapat diaktivasi kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan dan stagnasinya hari ini bisa menjadi katalis untuk transformasi politik di masa depan, apalagi bila ia mampu merumuskan kembali narasi kebangsaan yang segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ridwan Kamil menghadapi paradoks serupa. Keputusan bergabung dengan Partai Golkar dipandang sebagian pihak kurang “organik” dengan gaya politiknya yang cair, urban, dan kreatif. Terlebih dengan kekalahan di Pilgub Jakarta 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu yang mengiringinya pun terkesan tidak berpihak kepadanya. Meski begitu, RK masih memiliki political branding yang unik, yakni sosok teknokrat-visioner dengan daya komunikasi publik yang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif “politik mediatik” (Manuel Castells), figur seperti Ridwan Kamil justru punya ruang untuk membentuk ulang relevansi politiknya melalui narasi inovasi, tata kota, dan generasi muda. Label <em>unlucky</em> baginya mungkin lebih berupa sementara—karena posisinya tetap krusial dalam peta politik menuju 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi berbeda, Mahfud MD bernasib lebih baik pasca kabar direkrutnya mantan Ketua Mahkamah Konsitusi itu ke dalam Komite Reformasi Kepolisian bentukan Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keempat nama ini merepresentasikan tokoh-tokoh yang tersendat di jalan sempit menuju puncak, tetapi belum kehilangan arah. Mereka masih berada dalam orbit relevansi, menunggu momentum politik baru.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1.png" alt="bumn ter sentil erick cocoknya menpora 1" class="wp-image-162514" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-1068x1335.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lain Kesempatan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, terdapat pula figur-figur yang tampak menghadapi stagnasi strategis. Dino Patti Djalal, diplomat ulung yang eksis di era Presiden SBY, seolah kehilangan panggung besar setelah transisi kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia masih bersuara terkait isu politik luar negeri, namun dalam politik domestik, gaungnya nyaris tak terdengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>issue ownership</em> (Petrocik) relevan di sini untuk menginterpretasi bahwa Dino hanya menonjol pada ranah tertentu (diplomasi), tetapi isu itu tidak menjadi kunci dalam kontestasi politik elektoral di Indonesia. Akibatnya, meski kapasitas intelektualnya cukup, ia tidak masuk dalam radar politik praktis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Erick Thohir juga menghadapi dilema. Dari kursi Menteri BUMN yang prestisius, ia <em>downgrade</em> menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia tidak memilih berlabuh di partai politik, tetapi tetap menaruh ambisi politik. Sikap setengah-setengah ini memunculkan keraguan terhadap arah ideologi politik dan loyalitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Erick tampaknya “terjebak di luar pagar” kendati memiliki modal finansial dan jejaring bisnis, namun tidak memiliki rumah politik yang kokoh. Konsekuensinya, daya tawarnya dalam percaturan kekuasaan menjadi terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serupa tapi tak sama, Anies Baswedan menempuh jalur serupa, ambisi yang kiranya besar tanpa kendaraan politik yang jelas. Ia menolak berafiliasi formal dengan partai, padahal modal politik elektoralnya cukup besar setelah Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan ini menimbulkan kesan inkonsistensi ideologis, seolah ia ingin memetik buah kekuasaan tanpa menanam akar struktural. Meski memiliki loyalis, tanpa mesin partai, karier politik Anies agaknya rentan rapuh, bergantung pada momentum sesaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiganya, dalam kadar berbeda, memperlihatkan pola minor, yaitu kapasitas yang tidak sepenuhnya bertransformasi menjadi daya tawar politik jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila Andika, Sandiaga, RK, dan Mahfud masih berada pada jalur “potensi terjaga”, Dino, Erick, dan Anies justru terjebak dalam kabut konseptual, antara reputasi masa lalu, posisi yang melemah, dan strategi yang setengah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa <em>small room on the top</em> bukan mitos. Banyak politisi tersesat bukan karena salah langkah pribadi semata, melainkan karena labirin kekuasaan memang tidak lurus. Struktur partai, dinamika internal elite, serta timing politik sering kali lebih menentukan dibanding sekadar kapasitas personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam labirin itu, masih ada perbedaan antara mereka yang berputar mencari jalan keluar dan mereka yang diam di simpang buntu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD adalah contoh politisi yang, meski tersandung, masih memiliki momentum untuk bangkit. Sementara Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak mulai dan telah kehilangan sebagian besar <em>traction</em> politiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, “<em>unlucky</em>” dalam politik bukanlah vonis permanen, melainkan diagnosis sementara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan logika partai, membaca arah zaman, dan membangun konsistensi ideologis akan menemukan pintu keluar dari labirin. Sisanya akan tetap menjadi catatan pinggiran dalam sejarah panjang demokrasi Indonesia. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ghLEjsLRKYg"><iframe title="DIKIT-DIKIT BLOK M… APA-APA BLOK M… PRAMONO KENAPA SIH?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ghLEjsLRKYg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/politisi-unlucky-1_gapakbc0.mp3" length="3503325" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/misteri-dua-power-kisah-sandi-dan-erick-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adu Nasib Hidden Gem Wannabe</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/adu-nasib-hidden-gem-wannabe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 06:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Airin]]></category>
		<category><![CDATA[Airin Rachmi Diany]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Risma]]></category>
		<category><![CDATA[RK]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158274</guid>

					<description><![CDATA[Hidden gem?&#160; #airinrachmidiany #ridwankamil #andikaperkasa #trirismaharini #rk #airin #risma #prabowo #golkar #pdip #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg" alt="adu nasib hidden gem wannabe 1" class="wp-image-158277" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-819x1024.jpg" alt="adu nasib hidden gem wannabe 2" class="wp-image-158278" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hidden gem?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#airinrachmidiany #ridwankamil #andikaperkasa #trirismaharini #rk #airin #risma #prabowo #golkar #pdip #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Megawati and The Queen’s Gambit</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/megawati-the-queens-gambit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KIM Plus]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono-Rano]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Suswono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156998</guid>

					<description><![CDATA[Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mungkin akan dielu-elukan karena dinilai brilian dengan menunjuk Pramono Anung sebagai calon gubernur dibandingkan opsi Ahok atau Anies Baswedan, sekaligus mengalahkan endorse Joko Widodo di Jakarta. Namun, probabilitas deal tertentu di belakangnya turut mengemuka sehingga Megawati dan PDIP bisa menang mudah. Benarkah demikian?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/megawati-gambit.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat dengan menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mungkin akan dielu-elukan karena dinilai brilian dengan menunjuk Pramono Anung sebagai calon gubernur dibandingkan opsi Ahok atau Anies Baswedan, sekaligus mengalahkan endorse Joko Widodo di Jakarta. Namun, probabilitas deal tertentu di belakangnya turut mengemuka sehingga Megawati dan PDIP bisa menang mudah. Benarkah demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mungkin akan dielu-elukan karena dinilai brilian menunjuk duet Pramono Anung-Rano Karno sebagai Cagub-Cawagub Jakarta karena berhasil menang satu putaran berdasarkan hasil rekapitulasi akhir KPUD Jakarta. Bahkan, di tengah opsi populis mengusung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Torehan itu pun sekaligus membuat Megawati dan PDIP boleh jumawa di tengah gempuran endorse combo Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dan tentu hal tersebut menjadi catatan istimewa saat membicarakan nama terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mengapa keputusan itu tampak menjadi brilian dengan berkaca pada hasil yang diraih?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Queen’s Gambit?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cendekiawan dari Boston University, Shahla Haeri dalam bukunya <em>The Unforgettable Queens of Islam</em> membahas Megawati dengan menyebutnya sebagai “Limbuk yang menjadi Ratu”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Limbuk sendiri adalah salah satu karakter dalam dunia perwayangan yang ciri utamanya yakni statusnya sebagai perempuan di lingkup kekuasaan yang tak banyak bicara dan cenderung tidak dianggap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Haeri kiranya melihat komparasi tersebut dalam diri Megawati yang awalnya dianggap sebagai sosok pemalu dan tak pandai berbicara di hadapan publik dalam dimensi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sosok Limbuk itu berubah menjadi seorang ratu, demikian tegas Haeri. Dalam konteks melihat kelemahan-kelemahan dirinya, Megawati nyatanya mampu membangun lingkaran pendukung di sekitarnya yang berisi orang-orang yang loyal dan punya kemampuan yang mendukung kekuasaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut tentu berakar dari pengalaman yang kemudian membentuk bagaimana Megawati membuat keputusan-keputusan strategis dalam berpolitik. Tak berlebihan kiranya memberikan interpretasi lanjutan bahwa Megawati adalah aktor protagonis utama dalam The Queen&#8217;s Gambit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Megawati itu pun menjadi pangkal atau titik krusial bagaimana mesin politik PDIP bekerja secara kolektif di Jakarta untuk membendung calon Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Ridwan Kamil-Suswono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, terdapat beberapa faktor utama yang membuat turunan dari keputusan brilian Megawati diterjemahkan kan ke kampanye politik yang apik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, Pramono-Rano yang sejak awal tak diunggulkan, agaknya berhasil memaksimalkan kelemahan lawan yang begitu empuk untuk dieksploitasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, dan masih berkorelasi, hal itu diaktualisasikan dengan melakukan transformasi identitas &#8220;merah&#8221; yang kental karena Pramono dan Rano adalah kader PDIP, seolah menjadi prioritas dalam konsep <em>frame alignment</em> dan <em>depoliticized branding</em> bernuansa oranye.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, hasil rekapitulasi dari KPUD Jakarta yang menunjukkan sangat rendahnya partisipasi pemilih kiranya dapat diinterpretasi bahwa elemen tim pemenangan Pramono-Rano sukses menargetkan kampanye secara efektif ke konstituen yang memang dapat dipastikan memberikan suara ke TPS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Termasuk, hasil lebih dari pra-syarat utama 50 persen plus satu suara untuk memenangkan Pilgub Jakarta 2024 dalam satu putaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, faktor keputusan Megawati serta turunannya oleh mesin partai PDIP agaknya hanya menjadi faktor yang tak dominan kendati kubu PDIP tentu akan melakukan glorifikasi terhadap pencapaian tersebut. Mengapa demikian?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1.jpg" alt="ningrat prabowo lebih nyaman dengan megawati 1" class="wp-image-155620" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/ningrat-prabowo-lebih-nyaman-dengan-megawati-1-1068x1068.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menang Dari Jokowi, Titik?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping faktor internal seperti yang telah diinterpretasi di atas, jika diuraikan, terdapat beberapa faktor eksternal yang porsinya tampak lebih signifikan membuat Pramono-Rano dan PDIP menang mudah di Pilgub Jakarta 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari yang tak kalah krusial seperti Putusan MK yang mengubah ambang batas pencalonan dan membuat PDIP bisa bertarung di Jakarta, soliditas KIM Plus dan tim pemenangan yang dipertanyakan, faktor inheren kelemahan impresi personal Ridwan Kamil dan Suswono yang dengan mudah dieksploitasi, hingga gagasan dan janji kampanye yang kerap disebut terlalu muluk bagi sebagian besar warga Jakarta yang lebih kritis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu belum termasuk arah <em>endorse </em>politik dua <em>game changer</em> Pilgub Jakarta kontemporer, yakni Anies Baswedan dan Ketum Jakmania Dicky Soemarno di menit-menit akhir kepada Pramono-Rano.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan, satu hal lagi yang mungkin saja bisa terjadi adalah <em>deal</em> tertentu di belakang panggung para aktor kunci yang memang menghendaki kemenangan Pramono-Rano.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, Megawati, PDIP, serta Pramono-Rano kiranya akan menganggap kemenangan adalah kemenangan, terlepas dari faktor objektif dan komprehensivitas variabel politik determinan di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih istimewa lagi, dan sekali lagi, faktor “<em>Jakarta-centric political telescope</em>” seakan bakal jadi glorifikasi PDIP di tengah gempuran kesuksesan endorse politik Jokowi, yang bahkan berhasil menumbangkan kandidat mereka di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mungkinkah kemenangan keputusan krusial Megawati serta kemenangan PDIP di Jakarta akan membawa dampak politik yang signifikan, utamanya terhadap politik-pemerintahan Prabowo Subianto serta Jokowi ke depannya? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="q0OOYaG3oBM"><iframe loading="lazy" title="Efek Politik The Dancing Presidents: Dari Louis XIV Hingga Prabowo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/q0OOYaG3oBM?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/megawati-gambit.mp3" length="2315084" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/megawati-pramono-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kejatuhan Golkar di Era Bahlil?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kejatuhan-golkar-di-era-bahlil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Airin Rachmi Diany]]></category>
		<category><![CDATA[bahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156758</guid>

					<description><![CDATA[Dengan kekalahan Ridwan Kamil dan Airin Rachmi Diany di Pilkada Serentak 2024. Mungkinkah Golkar akan semakin jatuh di bawah Bahlil Lahadalia?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bahlil Lahadalia menghadapi tantangan dalam Pilkada 2024, di mana dua kader Golkar, Ridwan Kamil dan Airin Rachmi Diany, kalah dari kompetitor utama. Mungkinkah Golkar akan semakin jatuh di bawah Bahlil?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Will I be remembered as a good king?” – Viserys Targaryen, <em>House of the Dragon</em> (2022-sekarang)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Pergantian pemimpin sering kali menjadi momen krusial yang menentukan masa depan sebuah organisasi atau kekuasaan. Dalam serial <em>House of the Dragon</em>, wafatnya Raja Viserys membuka jalan bagi kekacauan karena suksesi yang tidak solid.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penobatan Aegon sebagai raja dilakukan secara tergesa-gesa tanpa konsensus menyeluruh, mengesampingkan Rhaenyra yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai pewaris. Hasilnya, keluarga Targaryen terpecah, dan kerajaan terseret dalam perang saudara yang menghancurkan, <em>Dance of the Dragons</em>. Konflik ini adalah contoh nyata bahwa pemimpin tanpa legitimasi dan kompetensi hanya akan membawa kehancuran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Targaryen ini menjadi cermin bagi dinamika politik Indonesia, khususnya dalam konteks Partai Golkar. Setelah mengalami pergantian kepemimpinan dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia, Golkar menghadapi tantangan berat dalam Pilkada 2024. Salah satu contohnya adalah pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur (cagub) Jakarta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski memiliki popularitas tinggi, strategi politik dan manuver Golkar terbukti tidak cukup solid untuk memenangkan suara mayoritas. Kekalahan di putaran awal ini menandai kemunduran besar bagi partai yang selama ini dikenal sebagai salah satu pilar utama politik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa kegagalan Golkar dalam Pilkada 2024 disebabkan oleh kepemimpinan baru yang belum sepenuhnya mendapat legitimasi internal? Mungkinkah suksesi kepemimpinan Golkar belum mampu menjawab kebutuhan politik saat ini, atau justru menjadi sumber masalah baru bagi partai?</p>


<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DC9hF0NpHrA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/DC9hF0NpHrA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener nofollow"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/DC9hF0NpHrA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener nofollow">A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik)</a></p></div></blockquote>
<script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Airlangga, Viserys-nya Golkar?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dari 2017 hingga 2024 menandai periode stabilitas dan produktivitas dalam sejarah partai. Di bawah arahannya, Golkar berhasil meningkatkan perolehan suara secara signifikan pada Pemilu 2024, mencerminkan efektivitas strategi politik yang diterapkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Airlangga dalam membaca dinamika politik nasional dan menggerakkan mesin partai secara optimal. Pengamat politik R. Wijaya Dg Mapasomba dari Universitas Nasional (Unas) menilai bahwa soliditas internal yang terjaga dengan baik menjadi kunci keberhasilan Golkar dalam Pemilu 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Airlangga mampu menciptakan harmoni di antara berbagai faksi dalam partai, menghindari konflik yang sebelumnya menjadi tantangan bagi Golkar. Selain itu, upayanya dalam memodernisasi mesin partai, termasuk pemanfaatan teknologi dan data, meningkatkan daya saing Golkar dalam kontestasi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan yang efektif seperti ini sejalan dengan temuan dalam artikel &#8220;Party Leadership and Party Institutionalisation: Three Phases of Development&#8221; oleh Robert Harmel dan Lars Svåsand. Harmel dan Svåsand menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dalam proses institusionalisasi partai, yang meliputi identifikasi, organisasi, dan stabilisasi. Airlangga tampaknya berhasil menerapkan prinsip-prinsip ini selama masa jabatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, transisi kepemimpinan ke Bahlil Lahadalia menghadirkan tantangan baru. Apakah Bahlil mampu mempertahankan soliditas yang telah dibangun oleh Airlangga? Bagaimana strategi kepemimpinannya dalam melanjutkan tren positif Golkar, khususnya pada Pilkada 2024?</p>


<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DC9Fp24K-NR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/DC9Fp24K-NR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener nofollow"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/DC9Fp24K-NR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener nofollow">A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik)</a></p></div></blockquote>
<script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bahlil, </strong><strong><em>Winter is Coming</em></strong><strong>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar menghadapi tantangan signifikan dalam Pilkada 2024. Dua kader unggulan, Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta dan Airin Rachmi Diany di Pilkada Banten, mengalami kekalahan dari kompetitor mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas Bahlil dalam mengoperasikan mesin partai. Salah satu faktor yang disorot adalah kesulitan dana kampanye yang dialami Ridwan Kamil, yang menghambat upaya kampanye di tahap awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, tulisan <em>Leaders, Factions and the Determinants of Electoral Success</em> oleh Benoît S.Y. Crutzen dan Sabine Flamand menyoroti pentingnya kepemimpinan yang efektif dan kohesi internal partai dalam mencapai kesuksesan elektoral.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Crutzen dan Flamand menekankan bahwa pemimpin partai harus mampu mengelola faksi internal dan memastikan dukungan yang solid untuk memaksimalkan peluang kemenangan dalam pemilu. Kegagalan dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan dapat menghambat efektivitas kampanye dan merusak citra partai di mata pemilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan Ridwan Kamil dan Airin Rachmi Diany mencerminkan tantangan yang dihadapi Golkar dalam mempertahankan relevansi politiknya di bawah kepemimpinan baru. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Bahlil dalam memobilisasi dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk memenangkan kontestasi politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegagalan ini juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan strategis dan koordinasi yang efektif dalam kampanye politik. Tanpa strategi yang jelas dan dukungan yang kuat dari struktur partai, kandidat akan kesulitan bersaing dengan lawan yang lebih terorganisir dan didanai dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan dalam Pilkada 2024 dapat dilihat sebagai cerminan dari kelemahan struktural dalam Partai Golkar yang perlu segera diatasi. Untuk mengembalikan kejayaan partai, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi kampanye dan manajemen internal partai. Hanya dengan demikian, Golkar dapat kembali menjadi kekuatan dominan dalam politik Indonesia. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="TLEJsFFQLQ0"><iframe loading="lazy" title="Kok Prabowo Berani Bikin Kabinet Gemuk? Ini Alasan Sebenarnya!" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TLEJsFFQLQ0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/kejatuhan-golkar-di-era-bahlil-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ridwan Kamil “Ditelantarkan” KIM Plus? </title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ridwan-kamil-ditelantarkan-kim-plus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 09:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KIM Plus]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156699</guid>

					<description><![CDATA[Hasil tidak memuaskan yang diperoleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dalam versi quick count Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 (Pilgub Jakarta 2024) menjadi pertanyaan besar. Mengapa calon yang didukung koalisi besar tidak tampil dominan? ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel berikut</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/pemilihan-gubernur-jakarta.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Hasil tidak memuaskan yang diperoleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dalam versi </strong><strong><em>quick count </em></strong><strong>Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 (Pilgub Jakarta 2024) menjadi pertanyaan besar. Mengapa calon yang didukung koalisi besar tidak tampil dominan?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a>&nbsp;</p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 (Pilgub Jakarta 2024)&nbsp;baru saja kita laksanakan bersama-sama. Mengacu kepada sejumlah hasil hitung cepat (<em>quick count</em>) dari beberapa lembaga survei, pasangan calon (paslon) Pramono Anung–Rano Karno tampak menjadi yang paling unggul dengan perolehan suara 49%-50%, sementara, pesaingnya, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) berada di suara 38%-39%.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil <em>quick count</em> ini tentu merupakan hal yang menarik karena seakan jadi pembuktian dari ucapan&nbsp;Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia, pada awal November lalu, yang menduga “mesin” KIM Plus tidak berjalan maksimal, sebagai respons atas hasil survei elektabilitas RIDO yang relatif stagnan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi kecurigaan tersebut, hari ini (28/11), Ahmad Riza Patria, Ketua Tim Pemenangan RIDO menegaskan bahwa seluruh partai anggota KIM Plus sudah bekerja secara kompak dan solid, dan bahkan menambahkan bahwa semua partai sudah bekerja dari pagi hingga pagi untuk memenangkan RIDO.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, fakta yang terjadi di lapangan justru terlihat unik. Menurut survei pascapencoblosan yang dilakukan Litbang Kompas, pemilih dari sejumlah partai KIM Plus justru ternyata memiliki persentase yang buruk terhadap paslon RIDO. Partai Nasdem misalnya, memiliki persentasi pemilih Pramono-Rano sebesar 47,1 persen, PKB sebesar 43,3 persen, dan Demokrat 42,6 persen. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka-angka tersebut seakan menjadi “pengkhianat” dari klaim yang disebutkan Ahmad Riza. Lantas, sanggupkah kenyataan yang terjadi di lapangan ini menjadi indikasi bahwa betul “mesin politik” KIM Plus tidak bekerja maksimal dalam Pilgub Jakarta?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6.png" alt="image" class="wp-image-156702" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-6-696x696.png 696w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ke Mana Mobilisasi Para Elite?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hal yang menjadi tanda besar dalam inkonsistensi dukungan&nbsp;KIM Plus adalah klaim soal totalitas dukungan koalisi (variabel 1) dan pengaruh politik pasangan RIDO di lapangan (variabel 2).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Logikanya sederhana: jika KIM Plus benar-benar total dalam mendukung RIDO, pasangan ini seharusnya memiliki pengaruh politik yang besar. Secara matematis, gabungan partai-partai KIM Plus seharusnya mampu menggalang setidaknya 40% suara di Jakarta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kenyataannya berbeda. Sepanjang masa kampanye, sejumlah survei menunjukkan elektabilitas RIDO hanya berada di posisi kedua, dan cenderung stagnan. Hal ini semakin mencurigakan saat kampanye akbar terakhir—tidak satu pun Ketua Umum (Ketum) partai KIM Plus hadir di acara tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi komunikasi politik, absennya para Ketum partai ini jelas menjadi &#8220;lampu merah&#8221; yang menunjukkan adanya masalah. Jika memang mendukung secara serius, para Ketum seharusnya turut menunjukkan dukungan yang lebih nyata dan konsisten.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, bagaimanapun kenyataannya, fenomena minimnya mobilisasi elite politik dalam KIM Plus menarik untuk ditelaah. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teori Mobilisasi Elite mampu memberikan perspektif menarik dalam memahami fenomena tersebut. Teori yang berakar dari pemikiran Vilfredo Pareto dan Gaetano Mosca ini, menekankan peran strategis elite politik dalam mengoordinasikan sumber daya, menggerakkan massa, dan menyampaikan narasi kampanye yang kuat. Dalam konteks politik elektoral, elite bukan hanya sekadar figur di balik layar, tetapi mesin penggerak yang menentukan efektivitas kampanye. Ketika elite gagal bergerak, dukungan dari massa akar rumput pun ikut melemah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, teori mobilisasi elite menegaskan bahwa sumber daya politik—baik material maupun simbolis—harus diarahkan dengan strategi yang jelas, dan hal ini hanya mungkin jika elite berfungsi secara optimal. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan elite yang bekerja secara solid, paslon yang didukung tentunya sanggup menyalurkan sumber daya dengan efektif, memastikan kampanye di tingkat lokal berjalan dengan intensitas yang tinggi. Sementara, untuk level pemasangan spanduk dan baliho di masa awal kampanye saja, sempat muncul pandangan bahwa koalisi pasangan RIDO sudah terlihat kalah curi start dari pasangan Pramono-Rano.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian besar partai politik besar di Indonesia biasanya mengikuti apa yang diinginkan oleh Ketua Umumnya (Ketum). Apa pun keputusan Ketum, struktur partai cenderung menyesuaikan. Jadi, jika basis massa partai justru memilih calon dari partai lain, wajar jika muncul pertanyaan: apakah memang ada instruksi&nbsp;dari Ketum untuk mendukung paslon tertentu, atau justru tidak ada arahan sama sekali?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana kita mengambil pelajaran fenomena Pilgub Jakarta ini?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7.png" alt="image" class="wp-image-156703" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/image-7-696x696.png 696w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Koalisi Bukan Segalanya?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan Ridwan Kamil dalam versi <em>quick count </em>Pilgub Jakarta 2024 seharusnya menjadi momentum refleksi, terutama bagi koalisi pendukungnya. Dengan modal politik yang kuat dan dukungan dari partai-partai besar, kekalahan ini lebih mencerminkan kegagalan koalisi dalam memanfaatkan peluang yang ada.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ridwan Kamil, dengan modal politik yang begitu besar sebelum penyelenggaraan Pilkada,&nbsp;sebenarnya adalah kandidat yang sangat mungkin untuk memenangkan pertarungan. Namun, bahkan kandidat terbaik sekalipun membutuhkan dukungan penuh dari mesin politik yang solid dan elite yang aktif. Mungkin, absennya peran strategis koalisi, ditambah dengan lemahnya mobilisasi elite, menjadi penyebab utama mengapa kampanye ini tidak mampu mencapai potensi penuhnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah KIM Plus benar-benar solid dalam mendukung kandidat yang mereka usung?&nbsp; Atau justru mungkin ada ketidakselarasan internal yang akhirnya menghambat mesin politik mereka bekerja maksimal?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilgub ini memberikan pelajaran penting bahwa kemenangan dalam politik tidak hanya soal kandidat yang baik, tetapi juga tentang koalisi yang mampu bekerja sebagai tim. Tanpa soliditas dan komitmen yang jelas, bahkan kandidat terbaik pun tidak akan mampu mengatasi ketidakefektifan mesin politik di belakangnya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika KIM Plus ingin menjadi kekuatan politik yang relevan di masa depan, mereka harus belajar dari kekalahan ini dan memastikan bahwa koalisi mereka tidak hanya solid di atas kertas, tetapi juga dalam tindakan nyata. Namun, pada akhirnya ini semua hanyalah asumsi belaka. Bagaimanapun juga, kenyataan politik dari fenomena ini hanya dapat diketahui oleh para anggota koalisi. (D74)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="poKhdxDXaoo"><iframe loading="lazy" title="Ini Alasan Prabowo “Pede” Masuk BRICS?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/poKhdxDXaoo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/pemilihan-gubernur-jakarta.mp3" length="2911378" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ridwan-kamil-dan-al-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bahlil &#8220;Keterlaluan&#8221;, Airlangga Dirindukan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 01:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Airin Rachmi Diany]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156707</guid>

					<description><![CDATA[Benarkah begitu?&#160; #bahlil #airlanggahartarto #airin #ridwankamil #pilgubjakarta #rido #pilgubbanten #golkar #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-960x1024.jpg" alt="bahlil keterlaluan airlangga dirindukan 1" class="wp-image-156710" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-960x1024.jpg 960w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-281x300.jpg 281w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-768x819.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-150x160.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-300x320.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-696x742.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-1068x1139.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-960x1024.jpg" alt="bahlil keterlaluan airlangga dirindukan 2jpg" class="wp-image-156711" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-960x1024.jpg 960w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-281x300.jpg 281w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-768x819.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-150x160.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-300x320.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-696x742.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg-1068x1139.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-2jpg.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Benarkah begitu?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#bahlil #airlanggahartarto #airin #ridwankamil #pilgubjakarta #rido #pilgubbanten #golkar #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/bahlil-keterlaluan-airlangga-dirindukan-1-960x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Last Battle for the Swing Voters</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/last-battle-for-the-swing-voters/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156513</guid>

					<description><![CDATA[Kira-kira siapa yang bisa menggaet para swing voters Jakarta?&#160; Kira-kira siapa yang bisa menggaet para swing voters Jakarta?&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-1024x1024.png" alt="last battle for the swing voters 1" class="wp-image-156516" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-1024x1024.png" alt="last battle for the swing voters 2" class="wp-image-156517" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kira-kira siapa yang bisa menggaet para swing voters Jakarta?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kira-kira siapa yang bisa menggaet para swing voters Jakarta?&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/last-battle-for-the-swing-voters-1-1024x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The War of Jakarta: Presidents vs Governors  </title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governors/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 03:51:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Presidents vs Governors]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[The War of Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156619</guid>

					<description><![CDATA[Minus Bu Mega, beneran jadi kubu presiden vs kubu gubernur nih. Bakal menang mana menurut kalian? Share di kolom komentar ya!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-1024x1024.jpg" alt="the war of jakarta presidents vs governorsartboard 1 1" class="wp-image-156621" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-1024x1024.jpg" alt="the war of jakarta presidents vs governorsartboard 1 2" class="wp-image-156622" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Minus Bu Mega, beneran jadi kubu presiden vs kubu gubernur nih. Bakal menang mana menurut kalian? Share di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-war-of-jakarta-presidents-vs-governorsartboard-1_1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Effendi Simbolon: Membelah Laut “Merah”?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/effendi-simbolon-membelah-laut-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 04:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Effendi Simbolon]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156307</guid>

					<description><![CDATA[Hmm, menarik sih memang Pak Effendi Simbolon ini&#160; #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #ridwankamil #pilgubjakarta #pramonoanung #politik #partaipolitik #effendisimbolon #pdip]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="981" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-981x1024.jpg" alt="effendi simbolon membelah laut merah 1" class="wp-image-156310" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-981x1024.jpg 981w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-287x300.jpg 287w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-144x150.jpg 144w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-768x801.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-150x157.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-300x313.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-696x726.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-1068x1114.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 981px) 100vw, 981px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="981" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-981x1024.jpg" alt="effendi simbolon membelah laut merah 2" class="wp-image-156311" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-981x1024.jpg 981w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-287x300.jpg 287w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-144x150.jpg 144w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-768x801.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-150x157.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-300x313.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-696x726.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2-1068x1114.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 981px) 100vw, 981px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, menarik sih memang Pak Effendi Simbolon ini&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #ridwankamil #pilgubjakarta #pramonoanung #politik #partaipolitik #effendisimbolon #pdip</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/effendi-simbolon-membelah-laut-merah-1-981x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>“Sekolam” Ahok, Kesaktian Anies Luntur?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sekolam-ahok-kesaktian-anies-luntur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[Rano Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156090</guid>

					<description><![CDATA[Keputusan Anies Baswedan meng-endorse Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024 memantik interpretasi akan implikasi politiknya. Utamanya karena Anies pada akhirnya satu gerbong dengan eks rivalnya di 2017 yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan PDIP serta tendensi politik dinasti di dalamnya, termasuk yang terjadi pada Pramono.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/sekolam-ahok-1_vtrdmxzk.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dibuat dengan menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keputusan Anies Baswedan meng-endorse Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024 memantik interpretasi akan implikasi politiknya. Utamanya karena Anies pada akhirnya satu gerbong dengan eks rivalnya di 2017 yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan PDIP serta tendensi politik dinasti di dalamnya, termasuk yang terjadi pada Pramono.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph"><em>Political endorsement</em> Anies Baswedan terhadap duet Pramono Anung dan Rano Karno di Pilgub Jakarta 2024 agaknya menghadirkan dilema politis yang kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai figur politik yang selama ini dianggap sebagai antitesis dari PDIP dan afiliasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), keputusan Anies berpotensi menggerus basis loyalisnya sekaligus memengaruhi arah suara <em>swing voters</em> serta <em>undecided voters</em> di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek <em>endorse</em> Anies kepada Pramono-Rano di Pilgub Jakarta 2024 bisa saja hanya akan menjadi mitos jika tak teraktualisasi nyata dan endorse Anies pun bisa dikatakan <em>overrated</em>. Mengapa demikian?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Resistensi yang “Hakiki”?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setidaknya, terdapat tiga konteks interpretasi utama dan probabilitas di balik <em>endorse</em> politik Anies ke Pramono-Rano, yakni resistensi loyalis Anies terhadap &#8220;sekutu baru,&#8221; paradoks dinasti politik, dan potensi <em>shifting swing voters</em> yang berujung pada keuntungan Ridwan Kamil-Suswono maupun Dharma Pongrekun-Kun Wardana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Pilpres 2024, basis pemilih Anies kerap diasosiasikan dengan resistensi terhadap figur-figur tertentu, termasuk yang eksis di kubu PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Endorsement </em>Anies terhadap Pramono-Rano mengimplikasikan kolaborasi dengan partai dan individu yang sebelumnya menjadi &#8220;musuh politik.&#8221; Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah loyalis Anies dapat menerima perubahan ini dan mengikuti pilihan politiknya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, satu hal yang menjadi catatan adalah tak serta merta loyalis Anies akan berpaling atas endorse tersebut, begitu pula dengan loyalis Ahok maupun PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, kebalikan dari <em>split-ticket voting</em>, fenomena ini kiranya dapat mengarah pada apa yang disebut sebagai <em>straight-ticket voting</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada fenomena tersebut, pemilih cenderung mendukung seluruh kandidat dari partai atau kubu yang sama tanpa memperhatikan individu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sebagian loyalis Anies yang eksis di PKB, PKS, atau Partai NasDem, endorsenya terhadap Pramono-Rano dapat membangkitkan antipati karena keterkaitannya dengan Pramono, Ahok, Megawati, maupun PDIP secara umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, pemilih yang mendukung PDIP secara historis mungkin justru skeptis terhadap kehadiran Anies sebagai pendukung baru yang tak diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, Anies kerap membangun citra sebagai antitesis dari dinasti politik dan menggunakan politik identitas yang kental dengan nuansa Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam berbagai narasinya, Anies menekankan pentingnya meritokrasi dibandingkan privilese yang lahir dari garis keturunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat yang sama, <em>endorse</em> terhadap Pramono Anung, yang mana sang anak Hanindhito Himawan Pramana atau Dhito Pramono menjabat sebagai Bupati Kediri, serta afiliasinya dengan Megawati Soekarnoputri—yang dinastinya melibatkan Puan Maharani dan Prananda Prabowo—akan mengikis narasi itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menciptakan ironi yang tak terelakkan. Jika Anies mendukung Pramono-Rano, ia secara tidak langsung menyetujui keberlanjutan sistem dinasti politik yang sebelumnya ia kritik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <em>swing voters</em> yang teguh dengan narasi antidinasti, hal ini dapat mengurangi kepercayaan terhadap Anies sebagai figur yang konsisten dengan nilai-nilainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, Ridwan Kamil (RK) dan Suswono, meskipun tidak sepenuhnya bebas dari afiliasi politik dinasti melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, dapat dipandang lebih “netral” dalam isu dinasti. Pun dengan yang mungkin akhirnya bersimpati ke Dharma-Kun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini memberikan ruang bagi mereka untuk menarik swing voters yang mencari figur dengan kredibilitas moral lebih tinggi. Belum termasuk mereka yang akhirnya mempercayakan suara ke sosok yang memang telah memiliki latar belakang dan pengalaman sebagai kepala daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan Anies terhadap Pramono-Rano juga memiliki efek domino yang menarik untuk diinterpretasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Swing voters</em>, yang pada Pilpres 2024 mungkin cenderung mendukung Anies, bisa saja berubah haluan setelah menyadari inkonsistensi sikap politik Anies. Hal ini berpotensi memunculkan tiga pola perilaku pemilih seperti <em>negative voting</em>, <em>protest voting</em>, dan <em>rational-issue based voting</em> di mana ketiganya tak kemungkinan besar kurang menguntungkan bagi Pramono-Rano.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Anies mendukung Pramono-Rano dapat dianalogikan dengan Alcibiades, seorang politikus dan jenderal Yunani pada Perang Peloponnesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alcibiades dikenal karena sering berpindah kesetiaan politik, yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi kariernya saat gagal dalam salah satu misi Ekspedisi Sisilia sebagai bagian dari kampanye Athena untuk menyerang Sparta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Pilgub Jakarta 2024, <em>endorse</em> Anies terhadap Pramono-Rano yang berpotensi berakhir dengan kekalahan karena tiga faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, layaknya kegagalan Ekspedisi Sisilia yang dipimpin Alcibiades.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti Alcibiades, Anies mungkin berharap langkah ini akan memperluas pengaruhnya ke kelompok moderat dan sekuler. Namun, risiko yang dihadapinya sangat besar, termasuk hilangnya kepercayaan dari basis loyalis dan <em>swing voters</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di sisi berbeda, RK-Suswono, yang didukung KIM Plus, belakangan menunjukkan peningkatan kinerja mesin politik meski seolah telat panas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum pertemuan Ridwan Kamil dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) semalam, semakin memperkuat narasi mereka sebagai calon yang memiliki dukungan signifikan dari pusat kekuasaan agar realisasi janji politik lebih efektif dan mudah untuk dilaksanakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menjadi tantangan berat bagi Pramono-Rano, terutama jika <em>endorsement</em> Anies tidak menghasilkan pengaruh elektoral yang signifikan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1.jpg" alt="adu mekanik endorse anies vs jokowi 1" class="wp-image-156015" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/adu-mekanik-endorse-anies-vs-jokowi-1-1068x1068.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bumerang Hantam Karier Anies?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Pramono-Rano kalah di Pilgub Jakarta 2024, implikasi bagi karier politik Anies kemungkinan bisa sangat signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika terjadi, skenario kekalahan Pramono-Rano secara tidak langsung akan menegaskan bahwa pengaruh Anies semakin atau tidak lagi relevan dalam lanskap politik nasional. Hal ini berbahaya mengingat Anies tidak memiliki basis politik formal seperti partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Anies untuk tidak bergabung dengan partai politik disebut-sebut telah memperparah deparpolisasi di Indonesia. Di saat yang sama, scenario kekalahan dapat menjadi bukti bahwa strategi tersebut gagal memberikan keuntungan jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya Anies yang dikatakan untuk memperluas ceruk pemilih ke arah moderat dan sekuler mungkin tidak akan berhasil jika ia terus berpindah kesetiaan politik. Hal ini justru akan mengukuhkan narasi bahwa Anies adalah politisi oportunis yang mungkin dipandang angkuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penjelasan di atas merupakan interpretasi semata. Yang jelas, akan sangat menarik menantikan implikasi endoser Anies bagi Pramono-Rano bagi dinamika perpolitikan nasional dan kiprah politiknya kelak. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="poKhdxDXaoo"><iframe loading="lazy" title="Ini Alasan Prabowo “Pede” Masuk BRICS?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/poKhdxDXaoo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/sekolam-ahok-1_vtrdmxzk.mp3" length="3159641" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Ada-Apa-Anies-dengan-Politik-Identitas.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
