<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Revvo89 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/revvo89/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Sep 2022 10:55:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Revvo89 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pertalite Naik, Banting Setir ke Revvo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pertalite-naik-banting-setir-ke-revvo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2022 10:53:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Naik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertalite naik]]></category>
		<category><![CDATA[Revvo89]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=115491</guid>

					<description><![CDATA[“Pertalite naik orang-orang pindah ke Revvo. Mau salahkan pemerintah? Bilang aja gara-gara lu sih jadi orang ke Revvo. Jika di balik, lu sih Revvo bisa jadi Revvo-lu-si(h)” – Fakhruddin Muchtar, Direktur Pusat Kajian Pancasila Universitas Jakarta (Pusaka Pancasila Unija) PinterPolitik.com Peristiwa unik muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Pertalite naik orang-orang pindah ke Revvo. Mau salahkan pemerintah? Bilang aja gara-gara lu sih jadi orang ke Revvo. Jika di balik, lu sih Revvo bisa jadi Revvo-lu-si(h)” – Fakhruddin Muchtar, Direktur Pusat Kajian Pancasila Universitas Jakarta (Pusaka Pancasila Unija)</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><u><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></strong></u></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Peristiwa unik muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite dan solar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sontak para pengendara ramai-ramai berdatangan ke berbagai SPBU&nbsp;swasta, seperti&nbsp;Vivo. Mereka akhirnya banting setir memilih Revvo 89 yang dibandrol dengan harga Rp8.900 per liter, lebih murah dibanding Pertalite yang harganya kini mencapai Rp10.00 per liter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons hal tersebut, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengisyaratkan kalau Vivo juga akan menyesuaikan harga BBM murah mereka, sesuai yang dilakukan Pertamina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Betul saja, BBM Revvo 89 milik Vivo yang diborong itu langsung dikabarkan hilang dari pasaran. Tidak lama kemudian, muncul dengan harga baru naik dari Rp8.900 menjadi Rp10.900.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, kenaikan itu hanya pada Revvo 89 loh. Sementara, Revvo 92 dan Revvo 95 harganya tetap. Masing-masing Rp15.400 dan Rp16.100 per liter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, apa yang diperlihatkan dari fenomena Revvo 89 yang hilang dan kemudian naik, merupakan sebuah fenomena pasar yang disebut dengan <em>unintended consequences</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ilmu sosial, <em>unintended consequences</em>&nbsp;merupakan hasil dari tindakan yang tak ditujukan atau diperkirakan. Istilah ini dipopulerkan oleh sosiolog asal Amerika Serikat Robert K. Merton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merton menggunakan kata <em>intended </em>dan <em>unintended </em>untuk menunjukkan fungsi manifes dan laten. Sederhananya bisa disebut dengan “direncanakan” dan “tidak direncanakan”.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-819x1024.png" alt="image 23" class="wp-image-115493" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23-336x420.png 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-23.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Pertamina Naik, Vivo-Shell Raih Untung?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada konteks kenaikan BBM, pemerintah sebenarnya hanya berfokus pada kemungkinan yang akan terjadi jika produk Pertamina naik,&nbsp;tentu ini wajar karena Pertamina merupakan BUMN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, rupanya kenaikan itu berdampak pada arus yang berbelok tajam ke Vivo, karena menyediakan BBM Revvo 89. Tentu pilihan masyarakat akan tertuju pada harga yang lebih murah, yaitu harga di&nbsp;bawah Pertamina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh iya, selain berdampak secara domestik. Kenaikan BBM di Indonesia juga disoroti oleh beberapa media asing, seperti ABC News, The Strait Times, AL Arabiya, dan Channel News Asia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media asing menyoroti kenaikan BBM sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk mengendalikan subsidi yang membengkak, tapi tentunya kebijakan ini akan berisiko memunculkan protes massal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Btw</em>, jadi ingat perkataan teman. Kalau BBM naik selalu ada gerakan massa yang berteriak “Revolusi” sebagai jargon pergerakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, teman itu berkata,&nbsp;“lu sih (pemerintah) naikin Pertalite, sekarang kan orang pada ke Revvo. Eh, sekarang Revvo juga naik, tapi tenang, masyarakat tetap ke Revvo, tapi Revvo-lu-si.”&nbsp;Upps. Hehehe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teman itu bernama Fakhruddin Muchtar, Direktur Pusat Kajian Pancasila Universitas Jakarta (Pusaka Pancasila Unija). (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju&nbsp;Pilpres</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/081559900_1662368602-bbm.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
