<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Revolusi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/revolusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Sep 2023 09:18:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Revolusi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Revolusi Gastronomi dengan AI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/revolusi-gastronomi-dengan-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[gastronomi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136714</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Ketika berbicara tentang artificial intelligence (AI), kita seringkali mengaitkannya dengan sektor teknologi, medis, atau industri. Namun, salah satu bidang yang mungkin tidak terpikir oleh banyak orang tetapi mendapat manfaat besar dari AI adalah dunia kuliner. Hubungan antara AI dan kuliner kini semakin erat, menciptakan revolusi dalam cara kita memasak, melayani, dan menikmati makanan. Melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ketika berbicara tentang <em>artificial intelligence</em> (AI), kita seringkali mengaitkannya dengan sektor teknologi, medis, atau industri. Namun, salah satu bidang yang mungkin tidak terpikir oleh banyak orang tetapi mendapat manfaat besar dari AI adalah dunia kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara AI dan kuliner kini semakin erat, menciptakan revolusi dalam cara kita memasak, melayani, dan menikmati makanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui analisis data besar, AI mampu memahami preferensi rasa konsumen, tren makanan, dan kombinasi bahan yang belum pernah dicoba sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa restoran dan perusahaan telah menggunakan AI untuk menciptakan resep baru yang unik dan menarik, memberikan pengalaman rasa yang berbeda bagi konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dapur restoran modern kini dilengkapi dengan peralatan yang terintegrasi dengan AI. Dari mesin penggorengan otomatis hingga oven pintar, AI memungkinkan proses memasak menjadi lebih cepat, konsisten, dan efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memastikan bahwa setiap piring yang disajikan memiliki standar kualitas yang sama. Menggunakan AI, restoran dapat menawarkan pengalaman yang disesuaikan untuk setiap pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan riwayat pemesanan dan preferensi, sistem AI dapat memberikan rekomendasi menu, sajian khusus, atau bahkan promosi yang ditujukan khusus untuk individu tertentu.Hal ini menciptakan pengalaman makan yang lebih personal dan meningkatkan loyalitas pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tantangan terbesar di restoran adalah mengelola inventaris dengan efisien. AI dapat membantu restoran memprediksi permintaan dengan lebih akurat, mengurangi risiko pemborosan makanan dan memastikan ketersediaan bahan makanan yang diperlukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi AI dapat digunakan untuk memonitor dan mendeteksi kontaminasi makanan. Sistem deteksi ini dapat mengidentifikasi patogen atau kontaminan lainnya dalam makanan, memastikan bahwa apa yang dikonsumsi oleh pelanggan aman dan sesuai dengan standar keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AI juga berperan dalam pendidikan dan pelatihan di bidang kuliner. Melalui simulasi, koki muda dapat belajar teknik memasak, mengenali bahan, dan bahkan memahami dinamika manajemen dapur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini mempercepat kurva pembelajaran dan memungkinkan koki untuk mengembangkan keterampilan mereka dengan lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara AI dan dunia kuliner menciptakan revolusi dalam cara kita berinteraksi dengan makanan. Dengan integrasi teknologi ini, kita dapat menikmati hidangan yang lebih inovatif, mendapatkan pelayanan yang lebih personal, dan memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi memiliki standar kualitas tertinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penting bagi industri kuliner untuk tetap mempertahankan sentuhan manusia, memastikan bahwa meskipun teknologi memainkan peran besar, esensi dari seni kuliner tetap terjaga. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/foto-infokomputer-dot-id.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>5 Revolusi Terbesar Paling Berpengaruh!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/5-revolusi-terbesar-paling-berpengaruh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J54]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2020 07:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Archive]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi paling berpengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[Top 5]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85866</guid>

					<description><![CDATA[Kalau denger kata “revolusi” sendiri apa yang ada di benak kalian? Pada tau dong, Amerika Serikat, Jerman, Belarusia, sampe Thailand juga sempet tuh kemaren ada aksi massa menuntut perbaikan di pemerintahannya masing-masing. Nah sejarahnya, terdapat beberapa revolusi terbesar yang pernah terjadi! Revolusi paling ngaruh sama tatanan kehidupan kita sekarang! Revolusi apa aja? Let’s get it [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="5 Revolusi Terbesar Paling Berpengaruh!" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ODp5CBhBbww?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau denger kata “revolusi” sendiri apa yang ada di benak kalian? Pada tau dong, Amerika Serikat, Jerman, Belarusia, sampe Thailand juga sempet tuh kemaren ada aksi massa menuntut perbaikan di pemerintahannya masing-masing. Nah sejarahnya, terdapat beberapa revolusi terbesar yang pernah terjadi! Revolusi paling ngaruh sama tatanan kehidupan kita sekarang! Revolusi apa aja? Let’s get it started, and let’s find out!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/10/maxresdefault-6-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Prancis, Emak-emak Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/revolusi-prancis-emak-emak-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2019 11:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Emak-emak]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Emak Emak]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik emak emak]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[politik emak-emak]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[the power of emak]]></category>
		<category><![CDATA[The Power of Emak-emak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=58176</guid>

					<description><![CDATA[Emak-emak disebut-sebut sebagai salah satu kelompok yang paling aktif dalam Pemilu 2019. Bahkan, setelah Pemilu usai, emak-emak tetap aktif mengawasi jalannya proses penghitungan suara. PinterPolitik.com “Okay, ladies, now let&#8217;s get in formation, ‘cause I slay” – Beyoncé, penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Sebelum Pemilu, berbagai kelompok emak-emak memang aktif menyuarakan keluhan-keluhannya. Barisan Emak-emak Militan (BEM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Emak-emak</em></strong><strong> disebut-sebut sebagai salah satu kelompok yang paling aktif dalam Pemilu 2019. Bahkan, setelah Pemilu usai, <em>emak-emak</em> tetap aktif mengawasi jalannya proses penghitungan suara.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Okay, ladies, now let&#8217;s get in formation, ‘cause I slay” – Beyoncé, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>ebelum Pemilu, berbagai kelompok <em>emak-emak</em> memang aktif menyuarakan keluhan-keluhannya. Barisan Emak-emak Militan (BEM) misalnya, <a href="https://kumparan.com/@kumparannews/ibu-ibu-demo-soal-harga-sembako-di-depan-istana-bawa-alat-masak-27431110790548130"><strong>melakukan</strong></a> demonstrasi di depan Istana Merdeka terkait mahalnya harga bahan-bahan pokok.</p>
<p>Berbagai keluhan <em>emak-emak</em> ini tidak luput dari perhatian salah satu paslon dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sandi misalnya cukup sering <a href="https://kumparan.com/@kumparanbisnis/emak-emak-yang-disebut-sandi-dalam-debat-mia-hingga-nurjanah-1qssqSmf3yv"><strong>menggunakan</strong></a> kisah-kisah yang dialami oleh <em>emak-emak</em> yang pernah ditemuinya untuk mengkritik kebijakan pemerintah.</p>
<p>Beberapa kelompok <em>emak-emak</em> pun berakhir menjadi pendukung bagi Prabowo-Sandi, seperti <a href="https://tirto.id/mengenal-pepes-partai-emak-emak-pendukung-prabowo-sandi-dhNA"><strong>Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi</strong></a> (PEPES). Prabowo sendiri <a href="https://www.idntimes.com/news/indonesia/axel-harianja/prabowo-puji-emak-emak/full"><strong>memberikan</strong></a> apresiasi khusus pada gerakan <em>emak-emak</em> pendukungnya dan menyebut kelompok ini sebagai gerakan yang paling militan.</p>
<p>Namun, usainya Pemilu 2019 tidak membuat berbagai kelompok <em>emak-emak</em> mengecilkan suaranya. Aktivisme <em>emak-emak</em> terlihat masih menyala dengan terlaksananya berbagai demonstrasi terkait isu kecurangan dalam penyelenggaran Pemilu 2019.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Perempuan Indonesia Bergerak ,melakukan aksi damai di depan Istana, di Jalan merdeka selatan menuntut keadilan, tolak pemilu curang, dan bentuk tim usut kematian anggota KPPS, semuanya demi NKRI HARGA MATI! <a href="https://twitter.com/hashtag/GerakanKedaulatanRakyat?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#GerakanKedaulatanRakyat</a> <a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> <a href="https://twitter.com/sandiuno?ref_src=twsrc%5Etfw">@sandiuno</a> <a href="https://twitter.com/fadlizon?ref_src=twsrc%5Etfw">@fadlizon</a> <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah?ref_src=twsrc%5Etfw">@Fahrihamzah</a> <a href="https://t.co/BhnLSNsFsE">pic.twitter.com/BhnLSNsFsE</a></p>
<p>&mdash; w u l a n | #PartaiEmakPEPES |Tukang Bubur (@swullll) <a href="https://twitter.com/swullll/status/1128956718229147648?ref_src=twsrc%5Etfw">May 16, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Demonstrasi yang terjadi di depan Istana Merdeka beberapa waktu lalu misalnya, <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190516162012-32-395499/ratusan-perempuan-demo-istana-tuntut-setop-situng-kpu"><strong>diinisiasi</strong></a> oleh 200 perempuan berpakaian serba hitam yang menamai dirinya sebagai Perempuan Indonesia Bergerak (PIB). Aksi tersebut ditujukan untuk menolak hasil penghitungan dan sistem hitung (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).</p>
<p>Selain PIB, beberapa kelompok <em>emak-emak</em> lainnya turut turun ke jalan guna menyuarakan penolakan terhadap kecurangan Pemilu 2019. Aliansi Mak-mak Tolak Pemilu Curang misalnya, <a href="https://www.jpnn.com/news/emak-emak-demo-di-kpu-kalian-curang-siap-siap-azab-allah"><strong>melakukan</strong></a> demonstrasi di depan KPU untuk menuntut pelaksanaan Pemilu yang adil.</p>
<p>Faktanya, di beberapa negara, gerakan <em>emak-emak </em>pernah menjadi tonggak sejarah yang lebih besar, terutama ketika isu yang diangkat benar-benar merepresentasikan kegelisahan di kelompok gender tersebut.</p>
<p>Dengan melihat gigihnya aktivisme <em>emak-emak</em> dalam mengawasi proses penyelenggaraan penghitungan suara pasca-Pemilu 2019, pertanyaannya adalah apakah mungkin gerakan <em>emak-emak</em> ini mampu membawa perubahan di tengah-tengah polemik dugaan kecurangan?</p>
<h4><strong>Menuju Revolusi <em>Emak-emak?</em></strong></h4>
<p>Dalam sejarah, gerakan <em>emak-emak</em> memiliki peran dalam peristiwa-peristiwa penting di berbagai negara. Bahkan, gerakan-gerakan yang awalnya didasari pada peran perempuan sebagai ibu rumah tangga juga dapat membawa perubahan besar.</p>
<p>Revolusi Prancis misalnya, disebut-sebut sebagai peristiwa dan perubahan penting bagi gelombang kebebasan dan kemerdekaan di berbagai belahan dunia. Revolusi ini disebut-sebut berhasil akibat gerakan kelompok muda yang, menurut Nicolas Déplanche dalam <a href="https://www.jstor.org/stable/41678824"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “From Young People to Young Citizen,” dikucilkan oleh pemerintah negaranya.</p>
<p>Namun, di balik peristiwa besar itu, terdapat peran kelompok <em>emak-emak</em> yang menjadi momen penting dalam sejarah revolusi tersebut. David Garrioch dalam <a href="http://www.jstor.org/stable/4286577"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “The Everyday Lives of Parisian Women and the October Days of 1789” menjelaskan bahwa kelompok perempuan yang berisikan penjual ikan dan buah di pasar bergerak untuk menduduki Istana Versailles.</p>
<p>Garrioch <a href="http://www.jstor.org/stable/4286577"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa protes kelompok perempuan ini didorong oleh kesadaran politiknya atas kondisi yang terjadi, yaitu krisis ekonomi dan krisis pangan. Protes tersebut pun menjadi tepat sasaran karena keluarga kerajaan pada saat itu memiliki koneksi yang erat dalam industri perdagangan gandum.</p>
<p>Garrioch juga <a href="http://www.jstor.org/stable/4286577"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa protes dari kelompok perempuan tersebut memiliki legitimasi yang tepat karena adanya pemahaman bahwa isu krisis pangan lebih menjadi domain perempuan dibandingkan laki-laki. Oleh sebab itu, perempuan lebih merasa punya tanggung jawab untuk bertindak terkait krisis pangan.</p>
<p><hr /><p><em>Protes sosial oleh perempuan yang dimulai dari permasalahan pangan dan papan pada tingkat akar rumput dapat menjadi percikan bagi revolusi.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Frevolusi-prancis-emak-emak-prabowo%2F&#038;text=Protes%20sosial%20oleh%20perempuan%20yang%20dimulai%20dari%20permasalahan%20pangan%20dan%20papan%20pada%20tingkat%20akar%20rumput%20dapat%20menjadi%20percikan%20bagi%20revolusi.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Para demonstran perempuan ini akhirnya berhasil masuk ke Istana Versailles dan meminta Raja Louis XVI dan keluarganya untuk memindahkan pemerintahan monarki kembali ke Paris. David Mountain <a href="https://magazine.areweeurope.com/stories/silentrevolutions/david-mountain-the-women-of-the-french-revolution"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa dengan persetujuan sang raja untuk pergi ke Paris, ia sama saja menyerah pada keinginan revolusi warga Paris.</p>
<p>Peristiwa tersebut pun menjadi salah satu kemenangan besar bagi Revolusi Prancis. Protes atas krisis pangan pun tetap berlanjut di Paris pada tahun 1793 hingga <a href="http://aei.pitt.edu/34003/1/A480.pdf"><strong>membentuk</strong></a> kelompok yang bernama Société Républicaines-Révolutionnaires untuk turut berjuang dalam Revolusi.</p>
<p>Perjuangan perempuan dalam revolusi tersebut juga mirip dengan apa yang dilakukan kelompok <em>emak-emak</em> di Jepang pada beberapa dekade lalu. Di negara berlambangkan matahari tersebut, terdapat Asosiasi Ibu-ibu Rumah Tangga Jepang yang secara aktif menyuarakan suara <em>emak-emak</em> terkait keamanan produk pangan, polusi industri, pajak, dan kesehatan anak-anak.</p>
<p>Biasanya asosiasi tersebut menyuarakan protesnya pada perusahaan-perusahaan produk pangan. Namun, pada tahun 1989, asosiasi tersebut memiliki keinginan politik lain, yaitu <a href="https://www.nytimes.com/1989/07/03/world/uno-finds-himself-japan-s-no-1-women-s-issue.html"><strong>menurunkan</strong></a> Perdana Menteri (PM) Jepang Sōsuke Uno.</p>
<p>Keinginan politik asosiasi tersebut dimulai dengan adanya skandal perselingkuhan sang PM yang disebut-sebut membayar seorang <em>geisha</em> untuk layanannya. Protes pun banyak dilayangkan oleh kelompok-kelompok perempuan di berbagai daerah, seperti di Okoyama dan Hiroshima, dan banyak diberitakan oleh media.</p>
<p>Pada saat itu, ketidakpercayaan masyarakat Jepang terhadap pemerintah juga sedang tinggi akibat adanya skandal dari PM sebelumnya. Akhirnya, guna menghindari kontroversi berlebih, Sōsuke Uno memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.</p>
<p>Jika melihat apa yang terjadi di Prancis dan Jepang, apakah mungkin gerakan <em>emak-emak</em> di Indonesia mampu melakukan hal serupa? Apakah gelombang perubahan akan terjadi terkait isu kecurangan Pemilu 2019?</p>
<p>Perjuangan perempuan dalam Revolusi Prancis dan jatuhnya PM Jepang Sōsuke Uno ini sejalan dengan penjelasan Guida West dan Rhoda Lois Blumberg dalam <a href="https://books.google.co.id/books/about/Women_and_Social_Protest.html?id=AufTugAACAAJ&amp;source=kp_book_description&amp;redir_esc=y"><strong>buku</strong></a> yang berjudul <em>Women and Social Protest</em>. West dan Blumberg menuliskan bahwa protes sosial yang dimulai dari permasalahan pangan dan papan pada tingkat akar rumput dapat menjadi percikan bagi revolusi.</p>
<p>Tentunya, gerakan <em>emak-emak</em> Indonesia dalam konteks Pemilu 2019 juga berawal dari keluhan-keluhan terkait pangan. Jika mengacu pada penjelasan West dan Blumberg, serta melihat pada apa yang terjadi di Prancis dan Jepang sebelumnya, bukan tidak mungkin gerakan <em>emak-emak</em> Indonesia bisa memberikan kontribusi penting bagi revolusi dan perubahan.</p>
<p>Percikan gerakan perempuan di Indonesia juga sudah terlihat dari berbagai aksi kelompok <em>emak-emak</em> yang menuntut pihak-pihak penyelenggara Pemilu 2019 untuk menjalankan proses-proses yang jujur dan adil. Mungkin, tidak salah apa yang dikatakan Prabowo. Gerakan tahun ini bisa jadi merupakan gerakan milik <em>emak-emak</em>.</p>
<h4><strong>Politisasi <em>Emak-emak?</em></strong></h4>
<p>Dalam konteks Pilpres 2019, <em>emak-emak</em> memang banyak tampil dalam menunjukkan dukungan politiknya. Jika PEPES tampil untuk mendukung Prabowo-Sandi, terdapat juga kelompok <em>emak-emak</em> lainnya yang mendukung kubu Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin, yaitu <a href="https://nasional.tempo.co/read/1117096/emak-militan-jokowi-laporkan-neno-warisman-ke-bareskrim-polri"><strong>Emak Militan Jokowi</strong></a>.</p>
<p>Beberapa politisi juga sering menyatut dan menyinggung <em>emak-emak</em> dalam pernyataan dan retorika politiknya. Selain Prabowo dan Sandi, Ketum PAN Zulkifli Hasan juga <a href="https://news.detik.com/berita/4168749/kritik-pemerintah-zulkifli-hasan-singgung-titipan-emak-emak"><strong>menggunakan</strong></a> istilah “<em>emak-emak</em>” untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BxjjlE2pKo1/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxjjlE2pKo1/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxjjlE2pKo1/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Seberapa besar kekuatan emak-emak? Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #emakemak #revolusi #revolusiemakemak #womensmarch #makwaslu #pemilu #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-05-17T07:38:52+00:00">May 17, 2019 at 12:38am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Berbeda dengan koalisi Prabowo-Sandi yang lebih sering menggunakan istilah “<em>emak-emak,</em>” Jokowi sempat lebih memilih menggunakan istilah “<a href="https://regional.kompas.com/read/2018/09/14/22255961/jokowi-setuju-perempuan-indonesia-bukan-emak-emak-melainkan-ibu-bangsa"><strong>ibu bangsa</strong></a>” untuk menyebut perjuangan dan kiprah perempuan dalam pembangunan Indonesia. Sebutan itu timbul akibat dari penolakan Ketua Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo terhadap istilah “<em>emak-emak</em>.”</p>
<p>Selain itu, bila kita perhatikan kembali, beberapa kelompok dan gerakan <em>emak-emak</em> digerakkan oleh para politisi sendiri. <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190516162012-32-395499/ratusan-perempuan-demo-istana-tuntut-setop-situng-kpu"><strong>Aksi PIB</strong></a> di Istana Merdeka misalnya, dipimpin dan dikoordinasi oleh seorang politisi, yaitu Monica Armi Soraya. Perempuan yang aktif terlibat dalam organisasi Bidadari Indonesia – <a href="http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/04/25/bidadari-anies-sandi-ubah-nama-jadi-bidadari-indonesia"><strong>sebelumnya</strong></a> Bidadari Anies-Sandi – merupakan <a href="https://www.bidadariindonesia.com/hj-r-monica-armi-soraya-menuju-kursi-legislatif-dpr-ri/"><strong>caleg Gerindra</strong></a> dari Jakarta Barat.</p>
<p>Dengan ramainya pelibatan entitas <em>emak-emak </em>oleh para politisi, berbagai pertanyaan timbul terkait apakah suara <em>emak-emak</em> hanya menjadi korban politisasi atau murni aspirasi dari tingkat terbawah?</p>
<p>Hurriyah, Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik di Universitas Indonesia, <a href="https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-45563444"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa pencatutan dan pelibatan <em>emak-emak</em> dalam pernyataan dan retorika politisi adalah upaya para kandidat untuk memperoleh suara dari kelompok perempuan. Perempuan dapat menjadi lumbung suara yang penting karena jumlahnya yang cukup besar dan karakter perempuan yang dinilai lebih loyal.</p>
<p>Namun,  seperti yang dijelaskan oleh Dyah Ayu Kartika dari Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina dalam <a href="https://www.newmandala.org/will-women-win-indonesia-2019/"><strong>tulisannya</strong></a> di New Mandala, kampanye politik para politisi masih berfokus pada peran dominan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Hal ini dianggap malah menenggelamkan aktivisme perempuan yang mendorong kebebasan individu bagi perempuan Indonesia.</p>
<p>Kartika <a href="https://www.newmandala.org/will-women-win-indonesia-2019/"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa pola pikir patriarkis yang menempatkan perempuan sebagai orang tua dan ibu rumah tangga membuat identitas perempuan-perempuan Indonesia melekat pada individu-individu lain, yaitu suami dan anak-anaknya. Permasalahan-permasalahan perempuan lainnya yang krusial – seperti perlindungan dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan kesetaraan gender – pada akhirnya menjadi terabaikan.</p>
<p>Meskipun begitu, pelibatan perempuan dalam kontestasi politik ini bagaimanapun dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi kepentingan perempuan terkait ekonomi. Dengan pelibatan ini, seperti yang dijelaskan Paul Chaney dalam <a href="https://doi.org/10.1111/1467-856X.12007"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “The Substantive Representation of Women,” perwakilan perempuan secara substantif dapat meningkatkan perhatian terhadap isu perempuan.</p>
<p>Optimisme yang senada juga <a href="https://www.lowyinstitute.org/the-interpreter/long-struggle-women-s-movement-indonesian-politics"><strong>dituliskan</strong></a> oleh Febriana Firdaus di The Interpreter. Firdaus menjelaskan bahwa setidaknya perempuan Indonesia kini dapat menikmati kekuatannya dalam memengaruh publik yang disertai dengan posisi-posisi strategis yang dipegang.Sebab, seperti yang dinyanyikan oleh sang diva Beyoncé, para perempuan memang perlu bergerak dalam satu formasi. Dengan begitu, gerakan perempuan akan menjadi lebih kuat dalam menyuarakan kepentingan perempuan, bukan begitu? (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="6Y8ZyiT2q88"><iframe title="MENELUSURI AKAR GOLKAR" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/6Y8ZyiT2q88?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Dt42fYzUUAAwj5s1-1024x681.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
