<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Revitalisasi Sungai Citarum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/revitalisasi-sungai-citarum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2019 06:19:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Revitalisasi Sungai Citarum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ridwan Kamil &#8216;Dikuliti&#8217; Deddy Mizwar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ridwan-kamil-dikuliti-deddy-mizwar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 10:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28971</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau jadi Gubernur, ini (Ridwan Kamil) jadi konsultan saya. Badan Citarum bukan urusan Provinsi. Ini urusan bisa dilakukan secara vertikal. Seperti banjir Bandung tidak bisa Kang Emil benahi sendiri.&#8221; ~ Deddy Mizwar PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang kini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat malas dan ogah untuk berdebat dengan Ridwan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau jadi Gubernur, ini (Ridwan Kamil) jadi konsultan saya. Badan Citarum bukan urusan Provinsi. Ini urusan bisa dilakukan secara vertikal. Seperti banjir Bandung tidak bisa Kang Emil benahi sendiri.&#8221; ~ Deddy Mizwar</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang kini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat malas dan ogah untuk berdebat dengan Ridwan Kamil perihal Sungai Citarum</p>
<p>Bukan tanpa sebab, Deddy merasa Ridwan Kamil tak memahami persoalan Sungai Citarum. Nah loh, ga paham tapi kok bertanya dan mengajak debat sih? <em>Weleeeh weleeeeh, </em>wajarlah namanya juga berupaya untuk saling ‘menjatuhkan’.</p>
<p>Bahkan, saking kesalnya, Deddy Mizwar berencana akan menarik Ridwan Kamil sebagai konsultan apabila terpilih dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat nantinya. Emangnya apa sih yang dipersoalkan sama Ridwan Kamil?</p>
<p>Kata Ridwan sih, mana nih Pemerintah Provinsi Jawa Barat katanya punya program Citarum Bestari kok malah ga ada perkembangannya. Ada sesumbar tahun 2018 bisa diminumlah, tapi nyatanya ga ada ya?</p>
<p>Bahkan Ridwan sempat menyinggung, masa persoalan Sungai Citarum begini aja Presiden Jokowi sampe turun sih? <em>Hadeuuuhhh, weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Mendengar pertanyaan dari Ridwan Kamil yang tendensius begitu, akhirnya Deddy memilih balik badan. Nah loh, bukan tak punya jawaban, tapi rasanya gimana gitu ya, Deddy mau aja jawab tapi Ridwan Kamil bakal paham ga? <em>Ehmmm. </em></p>
<p>Makanya, setelah balik badan Deddy langsung memberikan informasi kepada Ridwan Kamil, kata Deddy pengetahuan Ridwan yang kurang perihal Sungai Citarum.</p>
<p>Kalau Ridwan tahu persoalannya, kan Sungai Citarum itu kewenangan Pemerintah Pusat, kenapa jadi mengoyak – ngoyak Pemerintah Provinsi?</p>
<p>Oh iya lupa, lagi debat kandidat ya, apapun bisa ‘halal’ jadi alat serang politik. Tapi hati – hati juga, nanti <em>blunder </em>baru tahu rasa, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Nah biar mudah dipahami Ridwan Kamil, Deddy coba mencontohkan, Sungai Citarum itu kan harus diselesaikan secara vertikal alias harus ada campur tangan Pemerintah Pusat.</p>
<p><em>Weeeiittss, </em>sama halnya seperti Banjir di Bandung yang tidak bisa ditangani sendiri oleh Ridwan Kamil selaku Walikota. Waktu itu butuh Pemerintah Provinsi kan? <em>Ehh, </em>jangan pura – pura lupa, <em>uhuukk uhuuukk.</em></p>
<p>Tuhkan, Ridwan Kamil malah <em>blunder, </em>makanya jangan asal serang begitu. Awalnya Deddy bertahan dengan balik badan begitu bukannya kebingungan jawabnya, tapi ga enak jadinya malah bikin <em>blunder </em>Ridwan Kamil.</p>
<p>Soalnya, Bintang iklan Sosis itu sangat memaknai apa yang disampaikan Tan Malaka bahwa pertahanan yang sebaik-baiknya adalah yang dilakukan dengan menyerang.</p>
<p>Jadi balik badannya Deddy Mizwar saat itu kayaknya cari bisikan ya biar punya pertahanan terbaik untuk serangan Ridwan Kamil, <em>ehmmm, </em>abis dapat contekan baru deh menyerang, emang enak? <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/deddymizwar-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah &#8216;Paksa&#8217; Minum Air Kotor?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pemerintah-paksa-minum-air-kotor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2018 07:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai Citarum Bisa DIminum]]></category>
		<category><![CDATA[Luhut Binsar Pandjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum Sungai Terhitam]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum Sungai Terkotor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20008</guid>

					<description><![CDATA[“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~ Jalaluddin Rumi PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]ir adalah sumber kehidupan. Maka,  jangan sia-siakan air sesuai dengan apa yang kita mau, tapi gunakan air sesuai yang kita butuhkan. Indonesia sebagai salah satu negara agraris tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~ Jalaluddin Rumi</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccda28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]ir adalah sumber kehidupan. Maka,  jangan sia-siakan air sesuai dengan apa yang kita mau, tapi gunakan air sesuai yang kita butuhkan.</p>
<p>Indonesia sebagai salah satu negara agraris tentu harus ditopang oleh pasokan air yang cukup. Seperti halnya air irigasi yang bersumber dari Sungai Citarum dan mampu mengaliri 420.000 hektar sawah.</p>
<p>Tapi, gimana ya kalau airnya itu ternyata kotor banget. Emangnya masih layak bagi area pesawahan? Apalagi limbah pabrik yang semakin menggila. Waduh.</p>
<p>Emang pabrik itu ga pake analisa dampak lingkungan ya? <em>Weleeeeh weleeeh, </em>mungkin lebih baik mengeruk untung yang besar, daripada ngurusin limbah. Ah, buat apa, nanti juga warga lupa sendiri, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kabarnya, Sungai Citarum merupakan sungai terkotor bahkan terhitam dibanding yang lainnya. Lah kalau begitu, kok masih mau dijadikan sumber air minum dan irigasi pesawahan? Nanti sawahnya bukannya jadi subur tapi malah gagal panen lho, kalau begitu. <em>Huffftt.</em></p>
<p>Kemaren sih, Presiden Jokowi udah menginstruksikan untuk revitalisasi sungai tersebut ke seluruh jajarannya. Sebab Sungai Citarum kan berpengaruh bagi hajat hidup orang banyak. Hmmm, terpikir juga toh ternyata, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah loh, kan udah diinstruksikan oleh Presiden, gimana reaksi jajarannya? Mau serius revitalisasi ga ya?</p>
<p><em>Etttt, </em>dagelan muncul lagi dengan adanya sesumbar dari salah satu Menteri Kabinet Kerja. Katanya dalam kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan, air di Sungai Citarum sudah bisa diminum.</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeh, </em>ah itu kalimat retoris doang kali, biar menebarkan harapan. Hati-hati harapannya palsu ya.</p>
<p>Tapi secara logika aja, sekarang warna airnya hitam pekat, masa iya nanti bisa diminum? Hmmm, aneh banget ga sih?</p>
<p>Salah satu faktornya kan akibat limbah pabrik. Nah kalau air itu mau bisa diminum, berani ga pemerintah menutup pabriknya?</p>
<p>Faktanya kan gara-gara limbah pabrik tuh, hayooo berani ga ya?</p>
<p>Terus kalau udah lewat dari 5-10 tahun, air Sungai Citarum tetap kotor gimana? Buat irigasi sawah aja ga layak, apalagi untuk diminum.</p>
<p>Pemerintah masih mau &#8216;maksa&#8217; masyarakat minum air kotor itu? <em>weleeeeh weleeeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Jokowi-4-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
