<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ramadan 2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ramadan-2019/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 May 2019 09:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ramadan 2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ramadan Tiba, Mungkinkah People Power?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ramadan-tiba-mungkinkah-people-power/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2019 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kecurangan Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2019]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Rekonsiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57153</guid>

					<description><![CDATA[Bulan Ramadan disebut-sebut dapat menjadi momentum yang mampu mendinginkan suasana politik yang masih panas usai Pilpres 2019. Banyak pihak juga berharap persatuan dan persaudaraan dapat terjalin kembali. Namun, di sisi lain, banyak pula peristiwa perang bersejarah dan revolusi yang terjadi pada bulan Ramadan, termasuk yang paling fenomenal tentu saja Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. PinterPolitik.com [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Bulan Ramadan disebut-sebut dapat menjadi momentum yang mampu mendinginkan suasana politik yang masih panas usai Pilpres 2019. Banyak pihak juga berharap persatuan dan persaudaraan dapat terjalin kembali. Namun, di sisi lain, banyak pula peristiwa perang bersejarah dan revolusi yang terjadi pada bulan Ramadan, termasuk yang paling fenomenal tentu saja Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Ramadan, Ramadan, Ramadan. We’re ready. Here we come,” – Deen Squad, grup rap asal Kanada</p></blockquote>
<p>[dropcap]B[/dropcap]ulan suci Ramadan memang merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar umat Muslim. Dalam bulan ini, umat Muslim diharuskan menjaga berbagai hasrat dan nafsunya, termasuk juga untuk meningkatkan kesabarannya.</p>
<p>Tidak sedikit juga pernyataan dan ajakan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menjaga dan membangun kembali persatuan usai Pilpres 2019 yang dilontarkan. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin misalnya, <a href="https://news.detik.com/berita/d-4536950/sambut-ramadhan-2019-menag-ingatkan-pentingnya-jaga-persatuan"><strong>mengharapkan</strong></a> Ramadan dapat menjadi perawat persaudaraan umat Muslim di Indonesia.</p>
<p>Selain Menag, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu juga berkomentar senada dalam suatu acara beberapa waktu lalu. Perpecahan antara pendukung kubu 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, dan kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, <a href="https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/pr0x1z377/menhan-sekarang-tak-ada-lagi-01-dan-02"><strong>dianggap</strong></a> Ryamizard tidak perlu lagi eksis guna menjalankan Ramadan yang aman dan kondusif.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Pemerintah jangan panik&#8230;ini bulan puasa&#8230;nanti batal&#8230;??</p>
<p>&mdash; #ArahBaru2019 (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1125321413043281924?ref_src=twsrc%5Etfw">May 6, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Di luar pejabat eksekutif, Ketua DPR Bambang Soesatyo juga <a href="v"><strong>mengatakan</strong></a> bahwa Ramadan merupakan momentum untuk melakukan pemulihan hubungan yang baik antar-kelompok. Pemulihan tersebut meliputi penghentian ujaran kebencian, saling tuduh, saling ancam, dan pernyataan-pernyataan provokatif.</p>
<p>Tidak hanya pejabat-pejabat negara, ajakan dan rekomendasi senada juga datang dari kelompok ulama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) misalnya, <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190505204656-32-392119/mui-minta-umat-islam-bisa-kendalikan-diri-selama-ramadan"><strong>berharap</strong></a> masyarakat dapat mengendalikan diri di tengah-tengah proses penghitungan suara yang bertepatan dengan bulan Ramadan. Selain MUI, sekitar 1.500 ulama juga berkumpul dalam Multaqo Ulama untuk <a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/05/03/20245561/berkumpul-di-jakarta-ribuan-ulama-ajak-umat-hindari-aksi-inkonstitusional"><strong>merekomendasikan</strong></a> stabilitas keamanan pasca-Pemilu.</p>
<p>Di tengah-tengah seruan <em>people power</em> yang sempat digaungkan oleh kubu Prabowo-Sandi, mampukah ajakan-ajakan tersebut menghasilkan perdamaian pasca-Pilpres 2019? Benarkah bulan Ramadan sebagai momentum perdamaian mampu menghambat gerakan <em>people power</em>?</p>
<h4><strong>Momentum Damai?</strong></h4>
<p>Kedatangan bulan Ramadan memang menjadi momentum spiritual yang banyak ditunggu umat Muslim. Namun, kedatangannya juga dapat menjadi momentum bagi perpolitikan Indonesia.</p>
<p>Momentum Ramadan dapat digunakan untuk mengedepankan persamaan nilai di antara kelompok-kelompok Muslim di Indonesia. Jika persamaan nilai ini hadir, kesalingpahaman pun dapat terwujud.</p>
<p>Dalam <a href="http://www.cs.cmu.edu/~illah/CLASSDOCS/Clark91.pdf"><strong>tulisan</strong></a> yang berjudul “Grounding in Communication”, Herbert H. Clark dan Susan E. Brennan mengemukakan teori komunikasi yang disebut dengan <em>grounding</em>. Dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa untuk melakukan komunikasi, pihak-pihak yang terlibat memerlukan <em>common ground</em> – sebutan untuk pengetahuan, keyakinan, dan asumsi yang mutual.</p>
<p>Dengan <em>common ground</em> dan akumulasinya, setiap pihak dapat membangun <a href="https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-94-010-0068-0_5"><strong>kesalingpahaman</strong></a>. Selain itu, dengan adanya <em>common ground</em>, diharapkan tercipta <a href="http://www.cs.cmu.edu/~illah/CLASSDOCS/Clark91.pdf"><strong>tindakan kolektif</strong></a> bersama.</p>
<p>Kehadiran <em>common ground</em> ini bisa dilihat dalam kegiatan G8 – kelompok yang terdiri dari delapan negara dengan kekuatan terbesar di dunia – di mana pemimpin-pemimpin negara tersebut mengesampingkan kepentingannya masing-masing dan melakukan sesuatu yang dianggap mereka sebagai hal yang mutual, yaitu pertandingan sepak bola.</p>
<p>Dalam salah satu pertemuan di bulan Mei 2012, pemimpin-pemimpin negara G8 – seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan lain-lain – <a href="https://www.bbc.com/news/av/uk-18139744/how-world-leaders-watched-chelsea-win-champions-league"><strong>menyaksikan</strong></a> pertandingan final UEFA Champions League antara Chelsea FC dan Bayern Munich, dua tim yang masing-masing berasal dari Inggris dan Jerman.</p>
<p>Sekalipun tengah dihadapkan pada banyak masalah pelik dunia internasional kala itu – termasuk ketegangan politik dengan Rusia yang juga merupakan anggota G8 – para pemimpin ini mampu lepas dan larut dalam momentum sepak bola tersebut.</p>
<p>Jika tokoh-tokoh tersebut menggunakan sepak bola sebagai <em>common ground</em>, bagaimana dengan Ramadan? Apakah kedatangan bulan suci ini dapat menjadi <em>common ground</em> bagi berbagai kepentingan yang berbeda?</p>
<hr /><p><em>Dengan common ground dan akumulasinya, setiap pihak dapat membangun kesalingpahaman dan menciptakan suatu tindakan kolektif.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Framadan-tiba-mungkinkah-people-power%2F&#038;text=Dengan%20common%20ground%20dan%20akumulasinya%2C%20setiap%20pihak%20dapat%20membangun%20kesalingpahaman%20dan%20menciptakan%20suatu%20tindakan%20kolektif.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Ramadan yang disebut-sebut sebagai bulan kedamaian tentu dapat menjadi <em>common ground</em> di tengah-tengah panasnya perpolitikan. Terdapat juga <a href="https://www.vox.com/2017/5/25/11851766/what-is-ramadan-2019-start-date-muslim-islam-about"><strong>anggapan</strong></a> bahwa umat Muslim juga perlu menjaga dirinya dari pikiran negatif, sikap iri, kemarahan, hingga hal-hal kecil, seperti mengumpat, bergosip, mengeluh, dan lain-lain.</p>
<p>Anggapan bahwa umat Muslim perlu menjaga diri ketika Ramadan ini misalnya ditranslasikan menjadi <a href="https://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2019/05/04/no-hate-speech-during-ramadan-mujahid-tells-mosques/"><strong>rekomendasi</strong></a> larangan ujaran kebencian oleh Menteri Mujahid Yusof di masjid-masjid Malaysia. Selain Malaysia, bulan ini pun sering dijadikan alasan dan periode damai di negara-negara yang sedang berkonflik, seperti <a href="https://www.cbsnews.com/news/afghanistan-taliban-truce-cease-fire-ramadan-president-ashraf-ghani/"><strong>Afghanistan</strong></a>, <a href="https://www.rappler.com/world/regions/middle-east/229773-united-nations-calls-for-week-long-libya-ramadan-truce"><strong>Libya</strong></a>, dan <a href="https://www.france24.com/en/20190506-palestinians-israelis-reach-truce-gaza-ramadan-begins"><strong>Palestina</strong></a>.</p>
<p>Di Afghanistan misalnya, <a href="https://www.cbsnews.com/news/afghanistan-taliban-truce-cease-fire-ramadan-president-ashraf-ghani/"><strong>gencatan senjata</strong></a> dilakukan antara pemerintah dan Taliban ketika memasuki akhir bulan Ramadan pada tahun 2018. Gencatan itu dilakukan setelah ulama-ulama Afghanistan mengeluarkan fatwa untuk mendorong perdamaian agar masyarakat di negara tersebut dapat menjalankan akhir bulan Ramadan dengan damai.</p>
<p>Selain Afghanistan, Libya yang dipenuhi dengan kekacauan sejak meninggalnya Muammar Khadafi juga <a href="https://www.rappler.com/world/regions/middle-east/229773-united-nations-calls-for-week-long-libya-ramadan-truce"><strong>diajak</strong></a> oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan gencatan senjata sebagai alasan humaniter bagi korban-korban perang. Di Palestina, gencatan senjata pada bulan Ramadan juga telah <a href="https://www.france24.com/en/20190506-palestinians-israelis-reach-truce-gaza-ramadan-begins"><strong>berhasil disepakati</strong></a> dengan Israel menyusul terbunuhnya 19 korban sipil beberapa hari sebelumnya.</p>
<p>Jika melihat contoh di berbagai negara tersebut, Ramadan memang memiliki nilai yang berpotensi untuk menjadi alasan dan momentum damai dalam carut-marut yang terjadi.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan ajakan damai Ramadan dalam situasi pasca-Pemilu 2019 di Indonesia?</p>
<p>Tentunya, kedatangan Ramadan merupakan hal yang bisa mendinginkan situasi pasca-Pilpres yang panas. Kehadiran Ramadan sebagai <em>common ground</em> di antara kedua pendukung kubu bisa saja membuat keduanya mendorong terjalinnya silaturahmi kembali.</p>
<p>Adanya anggapan nilai bahwa Ramadan dapat membatasi hasrat dan nafsu, termasuk ungkapan kemarahan, bisa saja membuat masyarakat lebih menjaga diri, sehingga demarkasi sosial di antara kedua kubu tidak kembali melebar dan tidak menimbulkan perpecahan kembali. Kesalingpahaman juga dapat terbentuk melalui dorongan untuk berkomunikasi di antara kedua kubu dalam bulan Ramadan.</p>
<h4><strong><em>People Power</em></strong><strong> Saat Ramadan?</strong></h4>
<p>Meskipun Ramadan dianggap momentum yang tepat bagi pendingingan situasi pasca-Pilpres, persoalan-persoalan yang menghantui hasil Pemilu 2019 masih belum dapat terselesaikan. Jika kita mengacu pada banyaknya dugaan kecurangan, tidak menutup kemungkinan seruan <em>people power</em> yang digaungkan kubu Prabowo-Sandi tetap saja dapat terjadi.</p>
<p>Dalam beberapa kasus, bulan Ramadan tidak serta merta menghentikan semangat perjuangan kelompok tertentu. Bahkan, beberapa perjuangan yang terjadi menilai dan menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan upaya perjuangan itu sendiri.</p>
<p>Hal ini terjadi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang salah satu peristiwanya bertepatan juga dengan bulan Ramadan, yaitu Proklamasi Kemerdekaan. Proklamasi yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 kala itu <a href="https://tirto.id/proklamasi-kemerdekaan-di-bulan-suci-ramadan-cK1e"><strong>jatuh</strong></a> pada tanggal 9 Ramadan 1334 H.</p>
<p>Sang Proklamator Soekarno sendiri <a href="https://tirto.id/proklamasi-kemerdekaan-di-bulan-suci-ramadan-cK1e"><strong>menilai</strong></a> bahwa peristiwa yang terjadi pada tanggal 17 tersebut sesuai dengan nilai-nilai kesucian dalam Islam, yaitu karena terjadi pada bulan suci Ramadan dan kesucian angka 17 itu sendiri dalam ajaran agama Islam.</p>
<p>Selain peristiwa Proklamasi di Indonesia, revolusi juga pernah terjadi pada bulan Ramadan, yaitu <a href="https://www.jstor.org/stable/40393500"><strong>Revolusi Ramadan Irak</strong></a> yang terjadi pada Februari 1963. Dalam revolusi tersebut, pihak oposisi melakukan kudeta dan eksekusi terhadap Perdana Menteri Irak Abdul Karim Qasim.</p>
<p>Ramadan juga disebut-sebut sebagai bulan di mana perang keagamaan terjadi. Di Libya misalnya, Komandan Khalifa Haftar <a href="https://www.middleeastmonitor.com/20190506-libyas-haftar-orders-troops-to-fight-harder-during-ramadan/"><strong>memerintahkan</strong></a> prajurit-prajuritnya untuk berperang lebih keras guna menanggapi ajakan gencatan senjata PBB. Haftar menganggap bahwa bulan Ramadan merupakan bulan di mana perang suci atau jihad dilakukan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BxHZpZ6JL6H/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxHZpZ6JL6H/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BxHZpZ6JL6H/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Apakah mungkin? Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #peoplepower #peoplepowerdibulanpuasa #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-05-06T09:13:21+00:00">May 6, 2019 at 2:13am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dengan melihat contoh-contoh tersebut, Ramadan belum tentu dapat menjadi bulan yang mendinginkan dan menenangkan sepenuhnya. Jika begitu, bagaimana dengan Ramadan Indonesia yang diwarnai dengan seruan <em>people power</em>? Mungkinkah <em>people power</em> terjadi pada bulan Ramadan ini?</p>
<p>Dengan bertepatannya pengumuman hasil <a href="https://tirto.id/kpu-yakin-rekapitulasi-hasil-pemilu-bisa-selesai-tepat-waktu-22-mei-dnmW"><strong>rekapitulasi</strong></a> Pemilu 2019 oleh KPU yang paling lambat akan dilakukan pada 22 Mei nanti pada bulan Ramadan, tidak menutup kemungkinan <em>people power</em> dapat dilaksanakan apabila hasilnya dianggap tidak berlegitimasi. Beberapa kelompok pun telah <a href="https://politik.rmol.co/read/2019/05/03/388526/gerakan-daulat-rakyat-bakal-gelar-aksi-tanggal-22-mei"><strong>menyatakan</strong></a> akan mengadakan aksi pada hari tersebut.</p>
<p>Ijtima Ulama III yang dilakukan beberapa waktu lalu juga merestui strategi gerakan <em>people power</em> yang dilakukan pada bulan Ramadan guna mengatasi berbagai dugaan kecurangan Pemilu. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Muhammad Martak <a href="https://indonesiainside.id/ketua-gnpf-ulama-ingatkan-perang-badar-dilakukan-saat-bulan-ramadhan/"><strong>menyebutkan</strong></a> bahwa beberapa perjuangan Nabi Muhammad SAW. juga dilakukan pada bulan Ramadan, seperti Pertempuran Badar.</p>
<p>Terkait perjuangan Rasul pada bulan Ramadan, Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ansufri Idrus Sambo, <a href="https://www.gatra.com/detail/news/413908/politic/ini-dia-4-model-people-power-ala-bpn-jika-jokowi-menang"><strong>memberikan</strong></a> empat model <em>people power</em> terkait hasil Pilpres 2019 nanti, yaitu model Pertempuran Badar, model Pertempuran Khandaq, model Perang Tabuk, model Pembebasan (<em>Fathu</em>) Mekkah.</p>
<p><a href="https://www.republika.co.id/berita/ramadhan/kabar-ramadhan/17/05/31/oqt89u396-peperangan-umat-islam-di-bulan-ramadhan"><strong>Beberapa</strong></a> perang dan peristiwa tersebut juga memang bertepatan pada bulan Ramadan, seperti Pertempuran Badar, kepulangan Rasul dari Perang Tabuk, dan Pembebasan Mekkah.</p>
<p>Jika melihat berbagai contoh peristiwa dan perjuangan yang terjadi pada bulan Ramadan, tidak menutup kemungkinan <em>people power</em> dapat terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Berbagai indikasi kecurangan dalam Pemilu 2019 sendiri juga terus dilaporkan pada dan <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190506062626-32-392148/bawaslu-gelar-sidang-pelanggaran-administrasi-pemilu-hari-ini"><strong>diproses</strong></a> oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).</p>
<p>Bisa dipastikan pula bahwa kubu-kubu yang bertarung memanfaatkan momentum bulan Ramadan ini dengan sikap yang berbeda-beda. Ajakan untuk menurunkan tensi politik tentu tidak bisa dipandang dalam dimensi tunggal.</p>
<p>Yang jelas, sesuai dengan apa yang dinyanyikan oleh grup rap Deen Squad di awal tulisan, masyarakat pun siap menghadapi Ramadan, termasuk apabila bertepatan dengan berbagai aksi protes indikasi kecurangan Pemilu 2019. Menarik untuk ditunggu. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="AawxKzhuBMU"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/AawxKzhuBMU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://pinterpolitik.com/" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/multaqo-ulama-05-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah People Power di Bulan Ramadan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mungkinkah-people-power-di-bulan-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2019 09:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57125</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan-.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-57126 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan-.jpg" alt="People Power di Bulan Ramadhan" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--100x100.jpg 100w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Mungkinkah-People-Power-di-Bulan-Ramadan--1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
