<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>raja juli &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/raja-juli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Dec 2025 08:27:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>raja juli &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dipukpuk, Raja Juli Jangan Geer?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/dipukpuk-raja-juli-jangan-geer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[menhut]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[raja juli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=166238</guid>

					<description><![CDATA[Bukan soal uang negara, tapi soal satu tepukan bahu Presiden. Gestur Prabowo ke Purbaya dan Raja Juli dibaca berbeda: satu menguatkan, satu justru menguji. Di politik, dipukpuk tak selalu berarti diangkat. Kadang, itu peringatan halus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/dipukpuk.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bukan soal uang negara, tapi soal satu tepukan bahu Presiden. Gestur Prabowo ke Purbaya dan Raja Juli dibaca berbeda: satu menguatkan, satu justru menguji. Di politik, dipukpuk tak selalu berarti diangkat. Kadang, itu peringatan halus.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Di dalam politik tingkat tinggi, kekuasaan tidak hanya bekerja lewat keputusan formal, regulasi, atau pidato kenegaraan. Ia juga beroperasi melalui simbol, bahasa tubuh, dan gestur-gestur kecil yang tampak sepele di mata publik awam, tetapi sarat makna bagi para aktor politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inilah yang oleh para teoritikus disebut sebagai <em>symbolic politics</em> di mana tindakan non-verbal kepala negara kerap ditafsirkan sebagai sinyal restu, evaluasi, atau bahkan peringatan halus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara penyerahan kawasan hutan dan penyelamatan uang negara di Kejaksaan Agung, pertengahan pekan ini, sejatinya adalah panggung institusional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun perhatian justru tertuju bukan pada tumpukan uang negara yang diselamatkan, melainkan pada satu gestur sederhana yang menembus lensa kamera: tepukan Presiden Prabowo Subianto di bahu dua menterinya—Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menhut Raja Juli Antoni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tradisi kekuasaan Jawa dan militeristik yang juga membentuk habitus politik Prabowo, gestur fisik bukanlah tindakan acak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tepukan bahu dapat bermakna pengakuan, kepercayaan, dorongan, atau sekadar basa-basi protokoler. Namun perbedaan konteks, durasi, dan respons setelah gestur itu justru membuka ruang tafsir yang menarik—bahkan problematis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah analisis menjadi relevan: apakah semua “dipukpuk” berarti sama? Atau justru perbedaan kecil itulah yang mengungkap struktur relasi kekuasaan yang lebih dalam?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Trust kepada Bendahara Negara</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, tepukan Presiden Prabowo kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terjadi lebih dulu. Jika diperhatikan secara cermat, gestur itu berlangsung singkat, padat, dan tanpa embel-embel lanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada percakapan panjang, tidak ada gestur lanjutan yang mengindikasikan kebutuhan klarifikasi atau koreksi. Dalam bahasa politik, ini adalah affirmative gesture—penegasan kepercayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual, hal ini selaras dengan teori principal–agent. Presiden sebagai principal membutuhkan agen yang dapat dipercaya, terutama pada sektor paling sensitif dalam negara, yakni keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purbaya, sejauh ini, tampil dengan impresi teknokratis yang relatif minim kontroversi, stabil, dan tidak gaduh. Tepukan bahu tersebut dapat dibaca sebagai simbol <em>confidence endorsement</em>—kepercayaan yang sudah diberikan dan masih dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik, gestur seperti ini sering kali menjadi restu simbolik yang lebih kuat daripada pujian verbal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyampaikan pesan ganda: kepada sang menteri bahwa kinerjanya berada di jalur yang benar, dan kepada publik serta elite lain bahwa posisi sang bendahara negara relatif aman dan solid. Tidak berlebihan jika gestur itu dibaca sebagai “<em>trust is given, don’t overdo it</em>”.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2.png" alt="termehek mehek raja juli 2" class="wp-image-164536" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/termehek-mehek-raja-juli-2-1068x1335.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tepukan Canggung Raja Juli?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda halnya dengan tepukan kedua—kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Secara kasat mata, gesturnya serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, konteks setelahnya justru membuka makna yang berlawanan. Usai ditepuk, Raja Juli tampak berusaha memperpanjang interaksi, mengajak Presiden berbincang lebih lama, hingga berujung pada <em>briefing</em> singkat ulang di tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah tafsir berubah. Dalam kerangka <em>attribution theory</em>, ada potensi <em>false attribution</em> atau atribusi semu—ketika seseorang menafsirkan sinyal eksternal secara berlebihan sebagai bentuk pengakuan personal, padahal maknanya belum tentu demikian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tepukan itu alih-alih menjadi simbol kepercayaan, justru tampak sebagai gestur normatif yang direspons secara berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Respons Raja Juli pasca-gestur justru menyiratkan kebutuhan akan validasi tambahan. Ini penting, karena dalam politik kekuasaan, aktor yang terlalu “membaca” sinyal kerap terjebak pada <em>overconfidence bias</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden belum tentu sedang memberi lampu hijau penuh, tetapi respons yang terlalu antusias bisa dibaca sebagai kegamangan posisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, Raja Juli tidak datang dengan rekam jejak yang sepenuhnya steril. Ada impresi minor yang masih melekat di ruang publik: penanganan pasca-bencana Sumatra yang dipertanyakan, momen “main domino” dengan pembalak liar yang viral, hingga jejak digital kritik keras terhadap Prabowo menjelang Pilpres 2019. Semua ini membentuk <em>political memory</em> yang tidak bisa dihapus hanya oleh satu tepukan bahu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, gestur Presiden bisa jadi bermakna sebaliknya: pengakuan formal atas jabatan, bukan pengesahan politik penuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, bisa dibaca sebagai pesan implisit: <em>stay in line, don’t overinterpret</em>. Tepukan itu mungkin bukan validasi masa lalu, apalagi penghapusan memori politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik tingkat tinggi, gestur adalah bahasa, tetapi bukan kontrak. Tepukan bahu Presiden Prabowo kepada dua menterinya menunjukkan bagaimana simbol yang sama dapat memuat makna berbeda yang dapat diinterpretasi di meja ananlisis, tergantung konteks, relasi kekuasaan, dan respons aktornya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Purbaya, tepukan itu agaknya adalah konfirmasi kepercayaan. Bagi Raja Juli, ia mungkin menjadi ujian tafsir. Terlalu cepat merasa diakui atau geer, dalam politik justru berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena kekuasaan tidak hanya menilai apa yang dilakukan seseorang, tetapi juga bagaimana ia membaca posisinya sendiri. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="juKLVhxaP8A"><iframe title="Kejagung Melesat, KPK Dibawa ke Mana?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/juKLVhxaP8A?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/dipukpuk.mp3" length="1735484" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/menhut-raja-juli-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Juli Lupa Diri Kritik Sandi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/juli-lupa-diri-kritik-sandi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2018 11:20:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[raja juli]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43622</guid>

					<description><![CDATA[“Berkacalah, mumpung kaca masih mau menerima bayangan cahaya dirimu!” PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]andiaga Uno kembali menjadi sorotan setelah menyatakan berjanji akan memberikan jatah kursi menteri kepada kaum milenial. Ada dua jatah kursi menteri yang dijanjikan akan diberikan ke kaum milenial, yaitu Menpora dan Menristekdikti. Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menilai bahwa apa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Berkacalah, mumpung kaca masih mau menerima bayangan cahaya dirimu!”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]andiaga Uno kembali menjadi sorotan setelah menyatakan berjanji akan memberikan jatah kursi menteri kepada kaum milenial. Ada dua jatah kursi menteri yang dijanjikan akan diberikan ke kaum milenial, yaitu Menpora dan Menristekdikti.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menilai bahwa apa yang dijanjikan Sandi merupakan hal yang penting. Sebab, menurutnya, kontribusi anak muda di jajaran kabinet sangat diperlukan.</p>
<p>Asik, siapa nih menurut kalian sosok yang pas untuk posisi  itu? Jangan bilang pikiran kalian sama seperti<em> eyke </em>nih <em>gengs.</em> Eh tapi ga usah disebut lah ya <em>gengs, </em>soalnya kan belum tentu juga Sandi menang. <em>Ahahay.</em></p>
<p>Menurutnya Sodikin, milenial perlu diberikan kesempatan untuk turut dalam membangun bangsa. Apalagi, banyak dari mereka yang memiliki komitmen dan profesional. Milenial yang mana nih bang? Milenial yang sukanya main game PUBIJI dan mobile lenong?<em> Wkwkwk.</em></p>
<p>Sodik kemudian membandingkan dengan janji politik Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Menurutnya, janji orang nomor satu di Indonesia tersebut penuh kebohongan. Jokowi pernah menyatakan ingin membentuk kabinet ramping dan tanpa bagi-bagi kursi untuk koalisi parpol pendukung. Nyatanya, saat mengumumkan Kabinet Kerja, 16 kursi menteri diisi oleh kader parpol koalisi pendukung.</p>
<p>Enggak enak ya <em>gengs</em> jadi petahana, dinyinyir terus sama oposisi. Pokoknya tuh apa pun deh yang dilakuin, pasti jadi salah. Mau naik motor gede salah, pakai celana jeans salah, pelihara cebong salah, suka sama kodok salah. Pokoknya tuh Raisa banget deh <em>gengs </em>alias “Serba Salah”.</p>
<p>Di luar ini semua <em>gengs</em>, kayaknya janjinya Sandi tuh bikin ngarep PSI banget deh! Kok bisa? Liat aja nih komentarnya Sekjen PSI, Raja Juli Antoni yang bilang:</p>
<p>“Sandi tak perlu lah berjanji soal jatah dua menteri yang akan diberikan ke kalangan milenal jika terpilih dalam Pilpres 2019 nanti.” <em>Wkwkwk,</em> sepertinya ini antara kepengen dan kesel nih <em>gengs. </em></p>
<p>Mungkin dalam hatinya Juli bilang begini <em>gengs</em>:</p>
<p><hr /><p><em>“Waduh, salah kasih dukungan nih. Jokowi udah eug dukung mati-matian enggak ada tuh janji dikasih kursi menteri. Eh yang di sebelah belum apa-apa aja udah mau dikasih posisi menteri. Jadi nyesel!” Wkwkwk.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fjuli-lupa-diri-kritik-sandi%2F&#038;text=%E2%80%9CWaduh%2C%20salah%20kasih%20dukungan%20nih.%20Jokowi%20udah%20eug%20dukung%20mati-matian%20enggak%20ada%20tuh%20janji%20dikasih%20kursi%20menteri.%20Eh%20yang%20di%20sebelah%20belum%20apa-apa%20aja%20udah%20mau%20dikasih%20posisi%20menteri.%20Jadi%20nyesel%21%E2%80%9D%20Wkwkwk.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Intinya mah <em>gengs</em>, kalau menurut Juli, ungkapannya Sandi itu hanya sekedar iming-iming. Siapa yang mengerti milenial, ya, milenial itu sendiri. Dengan angka sebesar 130 juta jiwa, milenial ini menjadi pasar yang begitu kuat. Tapi tergantung kalian (milenial) sendiri, mau jadi pemain atau hanya menjadi pasar?</p>
<p>Nah, jadi apa kalian setuju sama Juli kalau Sandi itu cuman jadikan milenial sebagai pasar? Atau kalian lebih sepakat kalau PSI lah yang sedang memainkan pasar milenial? <em>Wkwkwk. </em>Ah, rebutan pelanggan mah biasa aja kali bang! (G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="O8efWMFZpC4"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/O8efWMFZpC4?start=236&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ketua-Umum-PSI-Grace-Natalie-730x355.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Raja Juli Khawatirkan Nasib Ratunya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/raja-juli-khawatirkan-nasib-ratunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2018 10:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[raja juli]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Juli Antoni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=41252</guid>

					<description><![CDATA[ “Tidak perlu siksaan fisik. Kata-kata yang lemah dan beradab sudah cukup untuk dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Solidaritas Indonesia (PSI) khawatir kalau pegiat tagar #2019GantiPresiden, Ratna Sarumpaet sampai dijadikan tahanan kota, sebagaimana permintaan bersangkutan kepada Polda Metro Jaya. Sekjen PSI, Raja Juli Antoni melihat kasus Sarumpaet ini adalah kasus yang besar dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong> “Tidak perlu siksaan fisik. Kata-kata yang lemah dan beradab sudah cukup untuk dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Solidaritas Indonesia (PSI) khawatir kalau pegiat tagar #2019GantiPresiden, Ratna Sarumpaet sampai dijadikan tahanan kota, sebagaimana permintaan bersangkutan kepada Polda Metro Jaya.</p>
<p>Sekjen PSI, Raja Juli Antoni melihat kasus Sarumpaet ini adalah kasus yang besar dan sangat serius! Ditambah adanya dugaan Sarumpaet yang akan “mengasingkan diri” ke luar negeri sebelum dia ditangkap pihak kepolisian, dinilai sebagai cara untuk menghindari proses hukum yang harus dijalaninya.</p>
<p>Wah, bisa jadi cara ratu <em>hoax</em> Indonesia ini mirip-mirip nih seperti yang dilakukan senior kita yang lagi ada di Makkah <em>gengs</em>.<em> Wkwkwk.</em></p>
<p>Menurut Raja, kemungkinan Sarumpaet menghilangkan barang bukti berpeluang besar bila dijadikan tahanan kota. Sehingga Polisi bisa kesulitan mengungkap pihak-pihak terkait dalam penyebaran <em>hoax</em> yang dinilainya merusak kedamaian rakyat Indonesia. <em>Weleh-weleh.</em></p>
<p>Kayaknya Raja optimistis banget nih kalau kebohongan Sarumpaet itu terjadi karena ada skema yang sistematis. Apa mungkin ya Raja mencurigai yang terlibat di belakang kasus ini adalah Amien Rais yang kabarnya akan dipanggil oleh pihak kepolisian?</p>
<p><hr /><p><em>Atau Raja malah meyakini Prabowo lah yang ada di belakang skema ini semua? Weleh-weleh, hati-hati loh bang, praduganya bisa dilaporin balik! Ckckck.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fraja-juli-khawatirkan-nasib-ratunya%2F&#038;text=Atau%20Raja%20malah%20meyakini%20Prabowo%20lah%20yang%20ada%20di%20belakang%20skema%20ini%20semua%3F%20Weleh-weleh%2C%20hati-hati%20loh%20bang%2C%20praduganya%20bisa%20dilaporin%20balik%21%20Ckckck.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Raja yang mencurigai ada skema yang tersistematis di balik kebohongan besar ini sampai mengatakan alasan kesehatan seperti disampaikan pengacara Sarumpaet sangat mengada-ada.</p>
<p>Menurut Raja bila memang sakit, Ratna tetap bisa berobat di dalam tahanan. Apalagi meski telah berusia lanjut Ratna selama ini terlihat segar bugar, sehingga bisa keliling Indonesia menebar kebencian melalui #2019GantiPresiden.</p>
<p>Bahkan menurut Raja, Ratna juga terlihat sangat sehat ketika berencana melancong jauh ke Chile. Meski saat ini Raja sangat mempercayakan kasus ini kepada kepolisian untuk memutuskan apakah pengajuan tahanan kota Ratna diterima atau ditolak. Raja tetap berharap polisi menolaknya. Wah tega juga ya Raja sama ratunya yang unyu ini <em>gengs. Wkwkwk.</em></p>
<p>Gimana menurut kalian, apa kalian sepakat sama Raja kalau ratu memang sepantasnya tidak menjadi tahanan kota? Atau kalian lebih sepakat kalau ratu yang sudah berumur itu dilepas aja, <em>mbok</em> doi kan sudah minta maaf. Namanya juga manusia, apalagi sudah tua, maklumlah berlaku seperti… <em>Wkwkwk.</em> (G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="UdQnCigDnEo"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/UdQnCigDnEo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/065646200_1520698259-IMG_4660.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
