<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Raja Jawa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/raja-jawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Dec 2024 07:01:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Raja Jawa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mistikus Kekuatan Dahsyat Politik Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mistikus-kekuatan-dahsyat-politik-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157283</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan sederhana mengemuka terkait alasan sesungguhnya yang melandasi interpretasi betapa kuatnya Jokowi di panggung politik-pemerintahan Indonesia meski tak lagi berkuasa. Selain faktor “kasat mata”, satu hal lain yang bernuansa dari dimensi berbeda kiranya turut pula memengaruhi secara signifikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowi-mistikus-full.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pertanyaan sederhana mengemuka terkait alasan sesungguhnya yang melandasi interpretasi betapa kuatnya Jokowi di panggung politik-pemerintahan Indonesia meski tak lagi berkuasa. Selain faktor “kasat mata”, satu hal lain yang bernuansa dari dimensi berbeda kiranya turut pula memengaruhi secara signifikan.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Meski kekuasaannya telah berakhir dan yang teranyar dipecat dari PDIP, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai masih memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam politik-pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua periode atau sepuluh tahun masa jabatannya dianggap benar-benar dimaksimalkan Jokowi untuk menanamkan dan membuat jejaring politik yang begitu kuat. Terlebih, Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka, merupakan putra sulungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jejaring dengan elite politik kelas wahid, pembangunan infrastruktur, kepala daerah, kepala desa, militer, hingga aparat penegak hukum dirajut dalam simbiosis kuat, yang kemungkinan berlatar benefit dalam berbagai konteks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain faktor-faktor tersebut, terdapat satu probabilitas faktor pendukung lain yang membuat Jokowi begitu kuat dan diperkirakan akan mempertahankan <em>status-quo</em> kekuatan politiknya dalam beberapa periode ke depan, yakni faktor karisma dan aspek lain yang erat dengan spiritualitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Raja Jawa Banget?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Predikat “Raja Jawa” yang pernah disematkan secara tersirat oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agaknya mengandung makna yang lebih dalam daripada sekadar guyonan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks budaya Jawa, pemimpin yang kuat bukan hanya diukur dari kemampuan administrasi dan politik, tetapi juga dari kemampuan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai filosofi dan spiritualitas lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep kepemimpinan Jawa berakar pada harmoni antara kekuasaan duniawi atau “lahir” dan kekuatan spiritual atau “batin”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interpretasi ini dapat dilacak pada era Soeharto, Presiden ke-2 RI, yang selama tiga dekade lebih berkuasa menunjukkan bagaimana budaya dan spiritualitas Jawa berperan dalam membangun kekuasaan yang kokoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soeharto dikenal mengaktualisasikan filosofi kejawen, mengakar pada tradisi Hindu-Jawa, sebagai cara untuk membangun legitimasi politik dan memperkuat posisinya di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Tradisi ini melibatkan simbolisme yang kuat, seperti penggunaan gelar, ritual, hingga strategi komunikasi yang menekankan nilai-nilai kebijaksanaan dan ketenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini pun tercatat dalam buku Rudolf Oebsger-Röder berjudul <em>The Smiling General </em>yang menggambarkan bagaimana Soeharto menggunakan “ritual supranatural” untuk memastikan stabilitas kekuasaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tradisi Jawa, pemimpin tidak hanya dianggap sebagai administrator tetapi juga sebagai figur “penuntun” spiritual</p>



<p class="wp-block-paragraph">&nbsp;Filosofi ini memberikan pemimpin semacam aura sakral yang melampaui batas-batas politik formal. Ketika dikaitkan dengan Jokowi, ia terlihat menggunakan pendekatan serupa meski dalam versi modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinannya mencerminkan keterikatan pada nilai-nilai sederhana dan kedekatan dengan rakyat kecil &nbsp;dengan “blusukan”, yang dalam budaya Jawa mencerminkan sikap “nguwongke” (memanusiakan orang lain). Hal ini memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Korelasi antara filosofi kepemimpinan Jawa dan pengaruh Jokowi juga terlihat dalam pendekatan pragmatisnya terhadap politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan jejaring yang luas, termasuk hubungan erat dengan kepala desa dan militer, menunjukkan bagaimana ia merajut kekuasaan dengan cara yang mencerminkan harmoni antara pusat (“Kraton”) dan perifer (“kuwulo”).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi seolah begitu lihai merangkul berbagai kelompok, menerjemahkan narasi budaya dan nilai-nilai lokal ke dalam lakon impresi politik sebagai instrumen untuk memperkuat stabilitas dan legitimasi kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berkaca pada apa yang dikatakan Röderm Jokowi pun kemungkinan memiliki penasihat spiritual yang bukan kaleng-kaleng dalam menuntunnya untuk tetap berkuasa kendati secara <em>de jure</em> telah kehilangan kekuasaannya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1305" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1.jpg" alt="jokowis secret painting 1" class="wp-image-157182" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-248x300.jpg 248w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-847x1024.jpg 847w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-124x150.jpg 124w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-768x928.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-150x181.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-300x363.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-696x841.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowis-secret-painting-1-1068x1291.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mistikus ala Tsar Nicholas II?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aspek budaya dan filosofi Jawa, faktor karisma dan spiritualitas turut berperan dalam membangun kekuatan politik Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks sejarah global, penguasa sering kali memanfaatkan aspek-aspek spiritual untuk memperkuat legitimasi mereka. Misalnya, dalam sejarah Rusia abad ke-20, Gregori Rasputin, seorang mistikus dan penasihat spiritual, memainkan peran penting dalam lingkaran kekuasaan Tsar Nicholas II.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran figur seperti Rasputin mencerminkan bagaimana spiritualitas dapat digunakan sebagai alat politik untuk menciptakan kesan kekuatan yang melampaui batas manusiawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karisma Jokowi dalam politik Indonesia juga tidak lepas dari narasi-narasi mistis yang berkembang di masyarakat. Dalam budaya Jawa, pemimpin yang memiliki “wahyu” atau “titisan” sering kali dianggap sebagai sosok yang diberkahi kekuatan ilahi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski diskursus ini lebih sering berkembang dalam ranah informal, dampaknya terhadap persepsi publik tidak dapat diabaikan. Kini, dengan citranya yang sederhana namun kuat secara politik, apa yang terjadi di politik Indonesia serta bagaimana para aktor politik lain mengelola relasi dengan Jokowi membuka ruang interpretasi yang dikaitkan dengan nilai-nilai tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, adaptasi nilai-nilai spiritual Hindu-Jawa dalam gaya kepemimpinan Jokowi terlihat dalam upaya pembangunan infrastruktur yang masif selama dua periode pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih dalam konteks filosofi, budaya, dan spiritualitas autentik Jawa, kiranya memang benar-benar turut diaktualisasikan oleh para penguasa tanah Jawa atau raja Jawa di masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pun dengan korelasi lanjutannya dengan turunan atau adaptasi kultur Hindu di Tanah Jawa yang cukup mendalam, ihwal yang selaras dengan aspek kuat spiritualitas serupa di Tanah India, wilayah asal ajaran Hindu di Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun demikian, pendekatan ini bukan tanpa kritik. Sebagian pihak menilai bahwa narasi mistis dan spiritualitas yang dikaitkan dengan Jokowi cenderung mengalihkan perhatian dari isu-isu struktural seperti ketimpangan ekonomi dan korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam perspektif politik, narasi ini justru menjadi alat yang efektif untuk mempertahankan legitimasi di tengah kritik dan tantangan. Ihwal yang mengacu pada kerangka konstruktivis mengarah pada otoritas karismatik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jejak politik Joko Widodo dan interpretasinya di atas menunjukkan bagaimana jejaring, karisma, dan spiritualitas kiranya dapat digunakan secara efektif untuk membangun dan mempertahankan kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks budaya Jawa, pemimpin yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan administratif tetapi juga oleh kemampuan untuk menyelaraskan nilai-nilai budaya dan spiritual dengan praktik politik modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, interpretasi telah sampai pada postulat bahwa Jokowi berhasil memadukan pendekatan tradisional ini dengan strategi politik yang pragmatis, menciptakan warisan yang kemungkinan besar akan bertahan dalam beberapa periode ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengaruh Jokowi, baik melalui jejaring politik maupun narasi budaya dan spiritual, mencerminkan dinamika kompleks dalam politik Indonesia. Meski mendapatkan kritik, pendekatan ini tetap menjadi bagian integral dari strategi kepemimpinan yang melibatkan dimensi simbolis dan praktis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks pemerintahan Prabowo, warisan ini memberikan tantangan sekaligus peluang untuk melanjutkan atau bahkan merekonstruksi narasi kekuasaan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir. Hal yang sama terkait dengan aspek personal independensi dan kedaulatan Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan dalam lima tahun ke depan. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="q0OOYaG3oBM"><iframe title="Efek Politik The Dancing Presidents: Dari Louis XIV Hingga Prabowo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/q0OOYaG3oBM?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowi-mistikus-full.mp3" length="4363245" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/jokowi-raja-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketemu Jokowi atau Raja Jawa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ketemu-jokowi-atau-raja-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 06:47:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=154387</guid>

					<description><![CDATA[Udah kayak kunjungan pemimpin negara lain nggak sih?&#160; #Prabowo #PrabowoSubianto #Gibran #GibranRakabumingRaka #Jokowi #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini&#160;&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-1024x1024.jpg" alt="ketemu jokowi atau raja jawaartboard 1 1" class="wp-image-154388" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-1024x1024.jpg" alt="ketemu jokowi atau raja jawaartboard 1 2" class="wp-image-154389" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Udah kayak kunjungan pemimpin negara lain nggak sih?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/72.png"><img decoding="async" alt="💭" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f4ad/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#Prabowo #PrabowoSubianto #Gibran #GibranRakabumingRaka #Jokowi #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ketemu-jokowi-atau-raja-jawaartboard-1_1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dua “Raja Jawa” Satu Mobil</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dua-raja-jawa-satu-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 02:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Sultan Hamengkubuwono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=152780</guid>

					<description><![CDATA[Nggo opo demokrasi nek mung arep do ngapusi?~]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-1024x1024.jpg" alt="dua “raja jawa” satu mobilartboard 1" class="wp-image-152785" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-1024x1024.jpg" alt="dua “raja jawa” satu mobilartboard 1 copy" class="wp-image-152786" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-copy.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nggo opo demokrasi nek mung arep do ngapusi?~</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/dua-raja-jawa-satu-mobilartboard-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Rahasia &#8220;Raja Jawa&#8221; Bahlil</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 01:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[bahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ujang Komarudin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=152395</guid>

					<description><![CDATA[Who is the true king?&#160; Dalam penyampaian visi misi sebelum resmi ditetapkan sebagai ketua umum di Munas Golkar kemarin, Bahlil Lahadalia menyinggung soal &#8220;Raja Jawa&#8221; yang tampak diframing memiliki kekuatan tersendiri secara politik. Kendati tak disebutkan secara spesifik dan menegaskan bahwa hal itu hanya lelucon belaka, tafsir jamak mengemuka yang mengaitkan Raja Jawa itu dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-1024x1024.jpg" alt="menguak rahasia raja jawa bahlil" class="wp-image-152398" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Who is the true king?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penyampaian visi misi sebelum resmi ditetapkan sebagai ketua umum di Munas Golkar kemarin, Bahlil Lahadalia menyinggung soal &#8220;Raja Jawa&#8221; yang tampak diframing memiliki kekuatan tersendiri secara politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati tak disebutkan secara spesifik dan menegaskan bahwa hal itu hanya lelucon belaka, tafsir jamak mengemuka yang mengaitkan Raja Jawa itu dengan sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalo menurut kalian apakah frasa Raja Jawa itu benar-benar mengarah ke Presiden Jokowi? Terus maknanya apa ya? Berikan pendapatmu yaa!&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f4ac/32.png" alt="💬" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f64c_1f3fb/32.png" alt="🙌🏻" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#rajajawa #bahlil #golkar #jokowi #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/menguak-rahasia-raja-jawa-bahlil-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Sebenarnya Raja Jawa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/prabowo-sebenarnya-raja-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia akan punah]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118423</guid>

					<description><![CDATA[“Pertahanan ibarat asuransi, kita punya mobil yang bagus tanpa asuransi, ini sulit di dunia modern. Jadi,&#160;bukan berharap ada kecelakaan, tapi kenyataannya manusia selalu penuh dengan hal yang tidak terduga.&#160;Demikian juga dengan peradaban manusia dan sejarah bangsa. Tidak ada bangsa di dunia yang niat untuk perang, tapi kenyataannya perang selalu terjadi,” – Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Pertahanan ibarat asuransi, kita punya mobil yang bagus tanpa asuransi, ini sulit di dunia modern. Jadi</strong><strong><ins>,</ins></strong><strong>&nbsp;bukan berharap ada kecelakaan, tapi kenyataannya manusia selalu penuh dengan hal yang tidak terduga</strong><strong><ins>.</ins></strong><strong>&nbsp;</strong><strong><ins>D</ins></strong><strong>emikian juga dengan peradaban manusia dan sejarah bangsa. Tidak ada bangsa di dunia yang niat untuk perang, tapi kenyataannya perang selalu terjadi,” – Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) RI</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan <em>biodiversit</em><em><ins>y</ins></em><em>&nbsp;</em>(keanekaragaman hayati)<ins>,</ins>&nbsp;baik laut maupun di darat yang berlimpah. Namun, kehidupan yang ada di <ins>B</ins>umi <ins>P</ins>ertiwi ini tak selamanya bisa bertahan alias akan mengalami kepunahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Flora dan fauna, misalnya<ins>, telah menjadi korban kepunahan</ins><ins>&nbsp;di beberapa spesies</ins>. Tapi, rupanya kepunahan tak hanya menimpa flora dan fauna saja, melainkan manusia dan negara yang mereka tempati<ins>&nbsp;yang</ins>&nbsp;juga bisa mengalami kepunahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan yang sama diutarakan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang menyebut bahwa suatu kerajaan atau negara bisa punah bila tidak berinvestasi di bidang pertahanan untuk melindungi wilayahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Prabowo, investasi perang merupakan upaya pencegahan jika memang nantinya bangsa ini akan berhadapan dengan situasi sulit itu. Ia menyebutkan bahwa kehidupan umat manusia penuh dengan hal yang tak terduga<ins>.</ins>&nbsp;<ins>S</ins>alah satunya<ins>&nbsp;adalah</ins>&nbsp;perang yang tak bisa dihindari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya preventif Prabowo ini sejalan dengan banyak penelitian internasional yang mencoba mengukur dan memprediksi penyebab negara-negara mengalami <ins>kepunahan</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa faktor itu antara lain<ins>&nbsp;adalah</ins>&nbsp;karena adanya perang, bencana alam, serta penurunan tingkat kelahiran<ins>. Faktor-faktor itu</ins>&nbsp;menjadi masalah utama yang mendorong laju kepunahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi pernyataan Prabowo terkait <ins>kepunahan</ins> bukanlah hal yang baru. Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang lalu, Prabowo pernah berucap kalau dirinya kalah, maka Indonesia akan punah. <em>Uppss</em>. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="857" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-857x1024.png" alt="image 13" class="wp-image-118434" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-857x1024.png 857w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-251x300.png 251w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-126x150.png 126w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-768x917.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-696x831.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-1068x1276.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13-352x420.png 352w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-13.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 857px) 100vw, 857px" /><figcaption>Prabowo: Indonesia Bisa Punah!</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, ungkapan Prabowo ini selalu ditarik pada tafsir terkait “politik kekhawatiran”<ins>.</ins>&nbsp;<ins>P</ins>adahal<ins>,</ins>&nbsp;masih banyak alternatif tafsir yang mungkin saja dapat menjadi <em>insight</em>&nbsp;baru melihat realitas politik Indonesia saat ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin saja ini bagian dari “ramalan politik” yang dapat menjadi kompas untuk hadapi kehidupan di masa datang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba<ins>&nbsp;</ins><em>deh</em>&nbsp;dipikir-pikir<ins>.</ins>&nbsp;<ins>U</ins>ngkapan seperti “<em>Winter is </em><em><ins>c</ins></em><em>oming</em>” yang pernah diucapkan Presiden <ins>Joko</ins>&nbsp;Widodo (Jokowi) saat pertemuan tahunan <ins>International Monetary Fund (</ins>IMF<ins>)</ins>&#8211;<ins>Bank Dunia (WB)</ins>&nbsp;di Bali<ins>.</ins>&nbsp;<ins>B</ins>ukankah <ins>itu termasuk</ins>&nbsp;ramalan politik juga?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Benedict Anderson dalam bukunya <em>The Idea of Power In Javanese Culture</em>&nbsp;menarasikan bagaimana kekuasaan dan kepemimpinan di Jawa tidak terpisahkan dengan ramalan yang merupakan bagian dari konsep spiritual.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kepercayaan ini, masyarakat manusia selalu berada di bawah pengaruh daya-daya kosmis alam semesta yang bersumber pada penjuru mata angin<ins>&nbsp;dan</ins>&nbsp;pada konfigurasi bintang-bintang dan planet-planet.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em><ins>,</ins>&nbsp;ramalan menempati ruang tersendiri pada konteks kosmologi (ilmu alam raya) perbintangan<ins>&nbsp;s</ins>ehingga tidak asing jika ilmu perbintangan (astrologi) dianggap sebagai ilmu ramalan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><ins>Istilah astrologi b</ins>erasal dari kata <em>astro</em>&nbsp;yang artinya bintang dan <em>logos</em>&nbsp;yang artinya ilm<ins>u.</ins>&nbsp;<ins>P</ins>unya rupa yang sama tapi berbeda makna<ins>, </ins>astronomi<ins>&nbsp;dengan </ins>kata <em>nomi</em>&nbsp;di<ins>&nbsp;</ins>sini artinya ilmu<ins>&nbsp;tetapi lebih </ins>berkaitan dengan ilmu yang punya objek fisik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, astrologi adalah pseudo<ins>&#8211;</ins>sains yang menyatakan bahwa gerakan planet dan bintang di alam semesta memiliki efek dalam kehidupan manusia. Sementara<ins>,</ins>&nbsp;astronomi adalah ilmu alam yang mempelajari benda-benda angkasa dan fenomena yang terkait dengan angkasa luar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks politik Jawa, daya-daya kosmis ini dapat menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan<ins>. Namun, </ins>juga <ins>bisa </ins>sebaliknya membawa kehancuran.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang Jawa percaya<ins>&nbsp;bahwa</ins>&nbsp;raja-lah satu-satunya perantara yang menghubungkan mikrokosmos manusia dan makrokosmos para dewa. Demikianlah menjadi raja yang ideal menurut tafsiran Anderson.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, kita bisa melihat tafsiran alternatif dari pernyataan <ins>Prabowo</ins>&nbsp;tentang kepunahan. Bisa jadi<ins>,</ins>&nbsp;sebagai tokoh politik, Prabowo mempunyai insting yang kuat tentang ramalan masa depan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, atau<ins>,</ins> bisa jadi ini narasi yang ingin mengatakan bahwa politik Indonesia yang masih dominan dengan tradisi Jawa membutuhkan sosok yang mampu berkomunikasi dengan alam seperti <ins>P</ins>ak Prabowo. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="PDze2eKoKKk"><iframe loading="lazy" title="Ini Alasan Prabowo Selalu Kalah Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PDze2eKoKKk?start=350&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Ini Alasan Prabowo Selalu Kalah Pilpres</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/62fc886d41d61-menteri-pertahanan-prabowo-subianto_1265_711-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
