<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Puti Guntur Soekarnoputri &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/puti-guntur-soekarnoputri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Aug 2019 11:48:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Puti Guntur Soekarnoputri &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Surat ‘Cinta’ Ahok Untuk Puti</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/surat-cinta-ahok-untuk-puti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2018 09:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=31849</guid>

					<description><![CDATA[“Aku silangkan tanganku untuk menahan dingin ini. Angin perlahan memaksa masuk ke dalam pori-pori. Dingin…. Aku masih di sini untuk menunggumu”. PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]idak ada koalisi abadi yang melekat dalam pergulatan politik bangsa Indonesia. Politik memang sangat cair, nyatanya memang segala sesuatu yang cair akan menyegarkan. Seperti bulan lalu cairnya uang THR sangatlah menyegarkan untuk kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Aku silangkan tanganku untuk menahan dingin ini. Angin perlahan memaksa masuk ke dalam pori-pori. Dingin…. Aku masih di sini untuk menunggumu”.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]idak ada koalisi abadi yang melekat dalam pergulatan politik bangsa Indonesia. Politik memang sangat cair, nyatanya memang segala sesuatu yang cair akan menyegarkan. Seperti bulan lalu cairnya uang THR sangatlah menyegarkan untuk kita semua. <em>Ea ea </em><em>ahahaha</em>!</p>
<p>Masih tersisa gak, cairan-cairan uang THR? Cie cie <em>gengs</em> belanja terus nih.</p>
<p>Bohong kalau kalian tidak tau siapa Basuki Tjahaja Purnama yang kerap disapa Pak Ahok yang pernah terkena kasus penodaan agama.</p>
<p>Ahok yang hari ini masih berada di balik jeruji Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, masih menunjukkan kepedulianya terhadap perpolitikan Indonesia.</p>
<p>Ahok ternyata mengirimkan surat dukungan kepada cucu  Bung Karno yang turut serta dalam kontestasi politik di Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno.</p>
<p>Meski tak bisa mengirimkan dukungan melalui pesan singkat atau pesan suara melalui telepon, hal itu tidak menghalangi Ahok untuk menyampaikan dukunganya kepada Puti.</p>
<p>Dukungan yang dilayangkan Ahok melalui perpaduan kasih antara sebuah pulpen yang mungkin bermerek Plester, dengan kertas HVS yang mungkin berasal dari pabrikan Sinar Akhirat, berhasil melahirkan kalimat yang mungkin menjadi sangat bermakna bagi Puti Guntur. Cie Pak Ahok banyak kandidat, kok malah kirimnya ke Ibu Puti aja? <em>Ehem ehem. </em></p>
<p>Puti Guntur maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan calon gubernur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Mereka diusung PDIP, PKS, Partai Gerindra, dan PKB.</p>
<p>Ada yang janggal nih <em>gengs,</em> bukannya PKS adalah salah satu partai yang berada di garis depan <em>menyeleding</em> Ahok ya di Pilgub DKI Jakarta?</p>
<p><em>Eh</em>! Kan PKS juga sebagai partai yang gencar mengritik pemerintah era PDIP, sekarang kok temenan ya sama PDIP di koalisi ini? Nggak bete apa Ahok? <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Oh iya, lupa kalo politik itu kan cair, bagai uang THR <em>ehehe</em>.</p>
<p>Begitulah politik gengs, makanya jangan suka menyimpan dendam ya. Jika lihat kelakuan para tokoh politik kita yang suka <em>drama queen</em> seperti yang sudah-sudah <em>gitu hehehe</em>.</p>
<p>Maklumin saja ya <em>gengs,</em> seperti kalian memaklumi akting pemain sinetron ‘Tersandung’, #tontonangenerasiold.</p>
<p>Hampir lupa, ini dia <em>gengs</em> isi surat dukungan Ahok untuk Puti yang dianggap sebagai surat cinta untuk Puti <em>hehehe.</em></p>
<p><em>“Untuk Mbak Puti Guntur Sukarno, selamat atas pencalonannya di Jawa Timur.</em></p>
<p><em>Saya dukung sukses dan menjadi berkat besar untuk rakyat Jawa Timur, khususnya orang miskin dan yang membutuhkan. Tuhan menyertaimu dan melindungimu.”</em><em>(G11)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/714670_720-copy-1024x646.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adu Kuat Nurul Izzah VS Puti Soekarno</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/adu-kuat-nurul-izzah-vs-puti-soekarno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2018 11:33:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Nurul Izzah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30174</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-30164 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno.jpg" alt="Adu Kuat Nurul Izzah VS Puti Soekarno" width="1080" height="1350" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adu-Kuat-Nurul-Izzah-VS-Puti-Soekarno-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puti ‘Binasakan’ Emil Dardak</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/puti-binasakan-emil-dardak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2018 07:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Puti dan Emil]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul - Puti Guntur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah - Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26089</guid>

					<description><![CDATA[“Persaingan yang tujuannya hanya untuk bersaing, untuk mengalahkan orang lain, tak pernah mendatangkan banyak manfaat.” ~ Henry Ford PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur semakin memanas. Kedua pasangan calon sudah dipertemukan dalam berbagai forum debat mengenai gagasan dan konsep tentang arah kemajuan Jawa Timur. Prinsipnya sih, kedua pasangan ini punya niatan baik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Persaingan yang tujuannya hanya untuk bersaing, untuk mengalahkan orang lain, tak pernah mendatangkan banyak manfaat.” ~ Henry Ford</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur semakin memanas. Kedua pasangan calon sudah dipertemukan dalam berbagai forum debat mengenai gagasan dan konsep tentang arah kemajuan Jawa Timur.</p>
<p>Prinsipnya sih, kedua pasangan ini punya niatan baik untuk membenahi Jawa Timur, selebihnya tinggal bagaimana metode dan pendekatan dari gagasannya saja.</p>
<p><em>Weiiittsss, </em>menariknya, dua calon Wakil Gubernur ini sempat saling serang dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU.</p>
<p>Khususnya saat Puti Guntur membahas kemiskinan yang terjadi di Trenggalek. <em>Wedeeww, </em>merasa terpanggil, Emil Dardak langsung mengonfirmasi kebenaran kabar yang diberikan Puti Guntur.</p>
<p>Tapi Emil Dardak mempertontonkan mimik wajah yang lebih agresif dibandingkan biasanya. <em>Yaiyalaaah, </em>namanya juga daerah yang dipimpinnya, Trenggalek, mana bisa dijelek – jelekin begitu.</p>
<p>Sementara, Puti Guntur masih santai dan tersenyum. Kalau dua – duanya <em>ngotot, </em>berabe juga, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Rasa – rasanya jadi teringat dengan persaingan dalam wiracarita Mahabharata antara Jarasanda dan Kresna. Pantaslah Puti Guntur itu santai – santai aja, ia seperti Kresna yang memiliki sikap santai dan memiliki kegemaran menari. <em>Waduh, </em>jadi inget pas Puti Guntur menari deh, tahu sendiri kan ayahnya itu seniman.</p>
<p>Sementara, Emil Dardak yang memiliki sifat menggebu – gebu mengingatkan kita kepada sosok Jarasanda yang diceritakan kuat dan terkenal.</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeh, </em>bener juga sih, Bupati Trenggalek ini kan memang memiliki rekam jejak yang baik jadi ga kesulitan lah kalau mau menentukan arah Jawa Timur. Apalagi istrinya dari kalangan artis kan, <em>wedeeww, </em>terkenal sudah itu <em>hmmm.</em></p>
<p>Apalagi Kresna dan Jarasanda ini kan memang ditakdirkan bertarung dan bermusuhan, jadi memang semakin sengit lah ya pertarungan politik di Jawa Timur.</p>
<p>Tapi kalau nasib Pilgub Jawa Timur sih jangan dilihat dari wiracarita ini ya, soalnya kalau ngikutin cerita itu pasti Jarasanda kalah. Tapi kalahnya sih sebenernya bukan sama Kresna, tapi sama Bhima, si pengganti Kresna saat pertarungan tersebut.</p>
<p><em>Waduuuhhh, </em>kalau gini Kresna alias Puti Guntur menang dong. <em>Weeeittss, </em>bentar dulu, <em>kok </em>Puti yang menang sih? Apa karena punya trah Soekarno? Ini hanya wiracarita <em>kok, </em>jadi santai aja kan cuma legenda. Di Pilkada Jatim, bisa saja akhirnya beda. <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/puti-dan-emil-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Khofifah ‘Kecele’ Muslimat NU</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/khofifah-kecele-muslimat-nu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2018 10:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Asman Abnur]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul - Puti Guntur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Syaifullah Yusuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24813</guid>

					<description><![CDATA[“Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Timur semakin sengit. Tak lain karena adanya pertarungan head to head antara Khofifah Indar Parawansa dengan Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul. Kalau calonnya hanya dua begini ga mungkin ada sasaran antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik.”</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Timur semakin sengit. Tak lain karena adanya pertarungan <em>head to head </em>antara Khofifah Indar Parawansa dengan Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul.</p>
<p>Kalau calonnya hanya dua begini ga mungkin ada sasaran antara kan? Makanya akan terlihat seru. Apalagi kedua calon Gubernur ini memiliki ketokohan yang kental di Jawa Timur. Mungkin kebanyakan juga bingung, mau pilih mana ya? <em>Weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Salah satu calonnya ialah Gus Ipul, sang petahana yang akan bertarung kembali, cukuplah ya nyaman pada posisi Wakil Gubernur dua periode, tapi kini Gus Ipul maju sebagai Calon Gubernur. Cukup menantang juga kalau bertarung melawan Gus Ipul, <em>weleeeh weleeeh, </em>lawannya petahana.</p>
<p>Tapi jangan salah nih, sebagai penantangnya, Khofifah pun merupakan tokoh asli Jawa Timur, ya walaupun beberapa kali tumbang di Pilgub Jawa Timur sebelumnya, tapi Khofifah itu sempat jadi Menteri Sosial dan empat kali berturut – turut menjadi Ketua Muslimat NU. <em>Wadidawwww, </em>dua calon Gubernurnya semakin bikin bingung aja ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah kalau cuma calon begini kan jelas nih peta politiknya bagaimana, tapi kabar terakhir sih dua pasangan calon ini saling kejar elektabilitas dari lembaga survei. <em>Wedeeewww, </em>kalau menangnya beti alias beda tipis sakit juga ya, <em>huhuhu.</em></p>
<p>Makanya seluruh strategi harus dilancarkan oleh keduanya. Bukan cuma <em>ngandelin </em>suara yang pasti memilih masing – masing calonnya aja, tapi sekali – kali coba juga lah goyang pemilih lawan untuk balik badan.</p>
<p><em>Wedeew, </em>keras juga dong kalau begitu. <em>Gembosi</em> lumbung suara lawan ya, <em>weleeeeh weleeeh. Weeeeiiitttsss, </em>ternyata <em>ehhh </em>ternyata strategi penggembosan ini sudah dijalankan Gus Ipul. <em>Nah loh,</em> suara Khofifah yang mana nih yang bocor? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Yaaaahhh</em>, Khofifah ‘kecele’ dong? Emang lumbung suara Khofifah yang mana sih yang <em>digembosi</em>? Tak tanggung – tanggung, Gus Ipul langsung menggembosi Muslimat NU yang notabene Khofifah lah yang menjadi Ketua Umumnya selama empat periode berturut – turut.</p>
<p><em>Hadeuuuhhh, </em>kecele banyak dong kalau begitu? Katanya sih baru di Gresik aja. <em>Wadidawww </em>kikis pelan – pelan. Tapi kalau se Jawa Timur gimana? <em>Amsssyooong </em>juga, <em>weleeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/khofifah-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perang ‘Kage’ di Pilgub Jatim</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/perang-kage-di-pilgub-jatim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2018 07:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Kadir Karding]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul-Puti]]></category>
		<category><![CDATA[Paslon Khofifah dan Emil]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jawa Timur 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24025</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Cak Imin (Muhaimin Iskandar) akan turun, Ibu Mega turun, Pak Prabowo turun. Seluruh kekuatan kita maksimumkan, karena Jatim ini adalah basis pertarungan bagi kami.&#8221; ~ Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ilkada Jawa Timur memang cukup menyedot perhatian publik. Gimana gak? Lha wong banyak Ketua Umum Partai pengusung yang langsung &#8220;turun gunung&#8221; mendukung Pasangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Cak Imin (Muhaimin Iskandar) akan turun, Ibu Mega turun, Pak Prabowo turun. Seluruh kekuatan kita maksimumkan, karena Jatim ini adalah basis pertarungan bagi kami.&#8221; ~ Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ilkada Jawa Timur memang cukup menyedot perhatian publik. Gimana gak?<em> Lha wong</em> banyak Ketua Umum Partai pengusung yang langsung &#8220;turun gunung&#8221; mendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernurnya. Seperti dukungan yang diberikan untuk Paslon Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarnoputri. <em>Tsadeest.</em></p>
<p>Tuh liat aja, tiga ketua umum partai seperti Megawati Soekarnoputri dari PDIP, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, dan Muhaimin Iskandar dari PKB, turun gunung langsung untuk mendukung Gus Ipul &amp; Puti. Meski agak <em>lebay</em> sih keliatannya, tapi <em>worthed</em> lah ya buat dilakukan. Dari pada kalah dan menyesal belakangan karena gak dukung maksimal. Sakitnya<em> tuh</em> di sini.</p>
<p>Pasalnya, Paslon lain seperti Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak juga melakukan strategi yang sama. Ketum Partai pengusung mereka juga ikut terjun langsung ke lapangan bantu kampanye <em>loh</em>.</p>
<p>Seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Ketum Partai Demokrat), Airlangga (Ketum Golkar), Rommy (Ketum PPP), Surya Paloh (Ketum NasDem), dan Oesman Sapta Odang (Ketum Hanura).</p>
<p>Ibarat film animasi anak, anime Naruto, mereka para Ketum Partai ini udah kayak para <em>Kage</em> (Pemimpin) dari berbagai desa ninja. Dan dalam Pilkada 2018 nanti, para <em>Kage</em> ini ramai-ramai terjun ke lapangan unjuk gigi, saling beradu jurus.</p>
<p>Jurus siapa yang paling ampuh? Ya kita liat aja nanti ya. Yang pasti jurusnya itu harus bisa bikin <em>klepek-klepek</em> calon pemilihnya nanti. Emangnya jurus <em>pelet</em> <em>Jaran Goyang</em> ya, hahaha.</p>
<p>Anggap aja Ibu Megawati pendukung Paslon Gus Ipul dan Puti sebagai<em> Tsunade</em> <em>(Hokage</em> dari Desa Konoha). Dan SBY pendukung Khofifah dan Emil sebagai <em>Raikage</em> dari Kumogakure.</p>
<p>Sudah pasti bakal seru Pilkada Jawa Timur. Masyarakat yang mengidolakan kedua orang ini pasti akan secara otomatis <em>manut</em> pada pilihan dukungan junjungannya itu. Kok serasa di-<em>genjustu</em> gitu ya, hahaha.</p>
<p>Dapet dukungan dari orang nomor satu di Partai, bukan lantas bisa<em> lenggang kangkung</em> begitu aja. Mesin partai juga tetap harus kerja keras se-efisien mungkin untuk meningkatkan perolehan suara. Ya jangan <em>ngandalin</em> para Kage aja, eh Ketum Partai maksudnya. <em>Wadezig.</em></p>
<p>Masalahnya nih ya, seandainya udah didukung tapi masih kalah juga, <em>mmm,</em> malu abis itu pastinya. Mau dikemanain muka para Ketua Umum Partai pengusung? Bisa <em>amsyong,</em> buahahahaha. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Kage-Partai-Politik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Si Penguasa Jatim</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-si-penguasa-jatim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2018 04:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul - Puti Guntur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah - Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23893</guid>

					<description><![CDATA[“Menguasai orang lain adalah kekuatan, menguasai diri sendiri adalah kekuatan sejati.” ~ Laozi PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ernah ada yang mengatakan bahwa siapapun yang bisa menguasai Jawa, ia akan secara mudah melenggang menguasai negeri. Hal ini juga yang mungkin dilakukan para tokoh politik agar bisa membuat dirinya lancar menuju tahta tertinggi. Apakah Jawa itu miniaturnya Indonesia? Ahhh belum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Menguasai orang lain adalah kekuatan, menguasai diri sendiri adalah kekuatan sejati.” ~ Laozi</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ernah ada yang mengatakan bahwa siapapun yang bisa menguasai Jawa, ia akan secara mudah melenggang menguasai negeri. Hal ini juga yang mungkin dilakukan para tokoh politik agar bisa membuat dirinya lancar menuju tahta tertinggi.</p>
<p>Apakah Jawa itu miniaturnya Indonesia? <em>Ahhh</em> belum tentu juga. Tapi ternyata bukan sekedar isapan jempol belaka, Jawa menjadi wilayah yang ‘gemuk’ dalam pemetaan kekuatan politik nasional.</p>
<p>Namun pertanyaannya, seberapa kuat seorang tokoh bisa menguasai Jawa? <em>Weeeiiittssss, </em>tenang aja, ada <em>kok </em>tokoh yang seperti itu dengan mudah menguasai Jawa, ya walaupun baru dimulai dengan penguasaan awal dulu di satu bagian dari wilayah Jawa. Sosok itu adalah Presiden Jokowi.</p>
<p>Mengingat Jokowi akan maju lagi di Pilpres 2019, ternyata <em>ehhhh </em>ternyata sudah punya modal yang kuat dengan mengantongi satu bagian Jawa secara mudah, yaitu Jawa Timur. <em>Weeedeewww, </em>ya gimana bisa kuat coba, ada dua hal yang jadi rahasia Jokowi kuat di Jawa Timur.</p>
<p>Yang pertama, karena Jokowi sekarang masih menjabat sebagai Presiden, keuntungannya itu kalau Jokowi bikin kegiatan yang menyenangkan bagi rakyat, lalu pasti akan muncul rasa ‘percaya’ lagi ke si petahana itu.</p>
<p>Alhasil, kepilih deh lagi dan lagi. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah kalau yang kedua, karena Jawa Timur sekarang sedang ada Pilgub, otomatis kalau Jokowi mau ‘aman’, ia harus memihak kepada calon Gubernur terkuat. Itu juga kalau Jokowi mau lancar jaya meraup suara Jawa Timur.</p>
<p><em>Hadeuuuhhh, </em>tapi Jokowi pasti bingung berpihak ke siapa? Dua – duanya punya pertimbangan khusus dari Jokowi. Cagub nomor satu itu Khofifah yang sempat jadi Menteri Sosial di era Jokowi dan Cagub nomor dua Syaifullah Yusuf yang diusung oleh partainya Jokowi, PDI Perjuangan.</p>
<p>Makin bingung kan? <em>Etttt, </em>ngapain juga sih bingung. Santai aja kali ah, <em>weleeeeh weleeeeh. Wong </em>dua calon Gubernur ini aja sudah tegas mengatakan akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019, jadi siapapun yang menang akan membuat Jokowi tenteram dan ‘aman’ di Jawa Timur.</p>
<p>Sangat mudah ya Jokowi kuasai Jawa Timur, <em>weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/joko-widodo-1024x677.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puti, Pewaris Trah Soekarno di Jatim</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/puti-pewaris-trah-soekarno-di-jatim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2018 12:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19729</guid>

					<description><![CDATA[Memasangkan Gus Ipul dengan Puti Guntur Soekarno dipandang sebagai hal menarik. Langkah ini disebut dapat mengukuhkan nama trah Soekarno di Jawa Timur. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]DIP kelimpungan. Jagonya untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim diterpa isu tak sedap dari masa lalu. Abdullah Azwar Anas terpaksa mundur akibat isu tersebut. Padahal saat itu masa pendaftaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Memasangkan Gus Ipul dengan Puti Guntur Soekarno dipandang sebagai hal menarik. Langkah ini disebut dapat mengukuhkan nama trah Soekarno di Jawa Timur.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]DIP kelimpungan. Jagonya untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim diterpa isu tak sedap dari masa lalu. Abdullah Azwar Anas terpaksa mundur akibat isu tersebut. Padahal saat itu masa pendaftaran calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) di Pilkada Serentak sudah kian dekat.</p>
<p>Artinya, Partai Banteng tidak punya cukup waktu untuk mencari nama lain yang akan mendampingi Gus Ipul. PKB memang setia, tapi waktu sudah makin tidak tersedia. Sejumlah nama pun ditimang dan didekati untuk mengisi posisi tersebut.</p>
<p>Di detik terakhir, sosok pendamping Gus Ipul akhirnya terungkap. Puti Guntur Soekarno dipilih untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Anas. Pilihan PDIP ini terbilang menarik. Puti adalah salah satu pewaris trah Soekarno di dunia politik. Ia merupakan putri semata wayang Guruh Soekarnoputra, anak pertama sang proklamator.</p>
<p>Trah Soekarno adalah trah yang cukup diperhitungkan dalam politik negeri ini. Puti sebagai salah satu pewaris, kini diutus untuk bersaing di Pilgub Jatim. Bagaimana kans Puti yang menyandang nama pendiri republik dalam mengarungi Pilgub Jatim?</p>
<h4><strong>Jejak Sang Proklamator di Jatim</strong></h4>
<p>Secara historis, Soekarno memiliki riwayat cukup panjang di provinsi yang beribukota di Surabaya ini. Beberapa momen penting dalam hidup sang proklamator dihabiskan di Jatim.</p>
<p>Soekarno lahir di Surabaya, ibukota provinsi ini. Meski pernah menimbulkan perdebatan, sebagian besar sejarawan menyebut bahwa pencetus Marhaenisme ini lahir di Surabaya. Tidak hanya menjadi tempat kelahiran, Surabaya juga menjadi kota tempat Soekarno menimba ilmu pergerakan dan politik.</p>
<p>Surabaya memiliki peran tersendiri bagi pembentukan diri Soekarno. Ia bersekolah di  HBS Surabaya. Semasa itu, ia tinggal di tempat H.O.S. Tjokroaminoto. Di sanalah ia mendapat gemblengan politik dari Tjokroaminoto bersama tokoh-tokoh lain seperti Alimin, Musso, Semaun, dan Kartosuwiryo.</p>
<figure id="attachment_19733" aria-describedby="caption-attachment-19733" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-19733" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pdip-jatim-megawati-saat-nyekar-makam-bung-karno-2012.jpg" alt="Puti, Pewaris Trah Soekarno di Jatim" width="800" height="400" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pdip-jatim-megawati-saat-nyekar-makam-bung-karno-2012.jpg 800w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pdip-jatim-megawati-saat-nyekar-makam-bung-karno-2012-300x150.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pdip-jatim-megawati-saat-nyekar-makam-bung-karno-2012-768x384.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pdip-jatim-megawati-saat-nyekar-makam-bung-karno-2012-696x348.jpg 696w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-19733" class="wp-caption-text">Makam Bung Karno masih menjadi magnet bagi masyarakat. (Foto: PDIP Jatim)</figcaption></figure>
<p>Selain Surabaya, Blitar juga memiliki sejarah yang kuat dengan salah satu penggagas Gerakan Non Blok ini. Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di wilayah yang dijuluki sebagai Kota Patria, bahkan Blitar juga yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.</p>
<p>Jejak Soekarno juga dapat ditemui di kota-kota lain di Jatim. Soekarno pernah tinggal di Mojokerto dan menghabiskan sebagian masa mudanya di sana. Di masa kecil, pencetus konsep Nasakom ini juga pernah tinggal di Tulungagung bersama kakeknya.</p>
<p>Riwayat sang proklamator ini pun masih menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat Jatim. Makam Soekarno di Blitar misalnya, kerap menjadi lokasi wisata utama di kota itu. Tidak hanya berwisata, para pengunjung juga <em>ngalap berkah</em><em>,</em> berharap kekuatan magis yang datang dari makam sang pendiri bangsa.</p>
<p>Secara tradisional, wilayah Mataraman juga disebut-sebut sebagai basis bagi pendukung Soekarno. Wilayah ini berada di bagian barat yang terdiri dari Ngawi, Madiun, Pacitan, Magetan, Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. Daerah tersebut kerapkali memberi sumbangan suara terbesar bagi partai berhaluan nasionalis.</p>
<h4><strong>Magis Trah Soekarno</strong></h4>
<p>Nama besar trah Soekarno nampaknya masih menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Menyandang nama dari klan ini, kerapkali menjadi pelapang jalan bagi orang yang merintis karir di dunia politik. Hal ini nampak jelas dari kiprah anak kedua sang presiden pertama, yaitu Megawati Soekarnoputri.</p>
<p>Secara khusus, <em>tuah</em> trah Soekarno juga masih memiliki pengaruh di kancah politik Jatim. Bermodal garis keturunan, pewaris-pewaris dari klan ini berhasil meraup suara signifikan sehingga berbuah kursi bagi mereka.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-19732" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1.jpg" alt="Puti, Pewaris Trah Soekarno di Jatim" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-11-INFOGRAFIS-Pewaris-Soekarno-dalam-Politik-Indonesia-H33-1-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Salah satu pewaris trah Soekarno yang sukses di provinsi ini adalah Guruh Soekarnoputra. Putra bungsu Soekarno ini maju menjadi anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I. Ia bertarung memperebutkan suara dari kota kelahiran ayahnya, Surabaya.</p>
<p>Bahkan ia berhasil menjadi anggota DPR dari Dapil tersebut dalam dua proses Pemilu. Pada Pemilu 2014, Guruh menyumbang suara yang amat signifikan bagi partainya, PDIP. Digelaran tersebut, ia meraup total 84.753 suara. Untuk  perolehan suara individu, suara Guruh berada nomor dua di bawah Syaikhul Islam dari PKB.</p>
<p>Selain Guruh, pengaruh trah Soekarno juga masih kuat hingga generasi ketiga. Cucu Soekarno yang merupakan putra dari Rachmawati, Didi Mahardika, berhasil terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Jatim VI. Berbeda dengan Guruh, Didi melaju ke Senayan dengan tiket dari Partai Nasdem.</p>
<p>Sebagai debutan, langkah awal Didi di dunia politik cukup baik. Nama besar sang kakek nampaknya memberikan keuntungan tersendiri bagi Didi. Dapil Jatim VI terdiri dari Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung. Di Dapil ini, Didi berhasil mendapat total 14.376 suara.</p>
<p>Melihat kiprah Guruh dan Didi, nampaknya nama besar Soekarno masih bertuah bagi para pewaris-pewarisnya. Baik Guruh maupun Didi, memperoleh keuntungan khusus yang tidak dimiliki oleh kandidat lain, yaitu warisan darah sang proklamator. Lalu bagaimana dengan kans Puti di Pilgub Jatim?</p>
<h4><strong>Menanti Puti di Jatim</strong></h4>
<p>Puti selama ini kerap dianggap sebagai pewaris klan Soekarno yang tersembunyi. Namanya memang tergolong masuk belakangan dalam dunia politik, ketimbang cucu Soekarno lainnya, Puan Maharani. Akan tetapi, bukan berarti potensinya bisa dianggap remeh.</p>
<p>Puti adalah putri tunggal dari Guntur Soekarnoputra. Figur sang ayah cukup memiliki pengaruh bagi karir politik Puti. Guntur sendiri memiliki hubungan yang baik dengan Rachmawati Soekarnoputri yang kini duduk dijajaran elit Gerindra. Disinyalir, Puti dapat lebih diterima Gerindra karena alasan ini.</p>
<p>Potensi Puti juga nampak dari cara ia menunjukkan diri di hadapan publik. Selama ini publik menduga sosok Soekarno hanya akan terlahir kembali melalui Prananda Prabowo. Puti ternyata juga memiliki kepiawaian berorasi serupa sang kakek.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Pilihan cerdas. Paslon keren. Selamat untuk <a href="https://twitter.com/PDI_Perjuangan?ref_src=twsrc%5Etfw">@PDI_Perjuangan</a>.<br />PDIP Usung Puti Guntur Soekarno Dampingi Gus Ipul di Jatim <a href="https://t.co/7r9fcyMvO1">https://t.co/7r9fcyMvO1</a></p>
<p>&mdash; Syamsuddin Haris (@sy_haris) <a href="https://twitter.com/sy_haris/status/950966537644515329?ref_src=twsrc%5Etfw">January 10, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bagi simpatisan PDIP di Jatim, nama Puti juga tidak terlampau asing. Meski berasal dari Dapil Jabar, Puti kerap hadir dalam berbagai aktivitas kampanye PDIP di Jatim. Di tahun 2005 misalnya, Puti menjadi juru kampanye PDIP di Ngawi, Trenggalek, Blitar, dan daerah lainnya di Jatim.</p>
<p>Di Pilgub Jatim nanti, Puti akan berpasangan dengan Gus Ipul. Seketika pula ungkapan “cucu pendiri republik berpadu dengan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU)” didengungkan banyak orang. Memiliki darah pendiri NU dan pendiri republik dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Gus Ipul dan Puti. Keduanya merupakan gabungan tepat yang merepresentasikan kaum Nahdliyin dan nasionalis.</p>
<p>Jatim merupakan kantong massa yang cukup besar bagi NU dan nasionalis. Ini nampak misalnya pada hasil Pemilu 2014 lalu. PKB dan PDIP berada di posisi teratas pada Pemilu tersebut.</p>
<p>Secara khusus, nama Soekarno akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Puti. Kota-kota dengan kedekatan historis dengan sang proklamator seperti Surabaya dan Blitar, dapat memberi suara cukup signifikan bagi Puti. Sehingga bisa saja ia akan mendapatkan hasil seperti yang diraih oleh Guruh dan Didi.</p>
<figure id="attachment_19731" aria-describedby="caption-attachment-19731" style="width: 987px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19731" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_.jpg" alt="Puti, Pewaris Trah Soekarno di Jatim" width="987" height="1280" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_.jpg 987w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_-231x300.jpg 231w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_-768x996.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_-790x1024.jpg 790w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_-696x903.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/DTLMtQJUMAAwgG_-324x420.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 987px) 100vw, 987px" /><figcaption id="caption-attachment-19731" class="wp-caption-text">Segera setelah nama Puti diumumkan, dunia maya menyambut baik pasangan Gus Ipul-Puti (Gambar: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Pendukung-pendukung Soekarno di wilayah Mataraman juga dapat menjadi lumbung suara bagi Puti. Wilayah ini seringkali memberi suara signifikan bagi PDIP. Bukan tidak mungkin ia akan dapat mendulang suara terbesar dari wilayah ini.</p>
<p>Bagi kader-kader PDIP di Jatim, mereka menginginkan trah Soekarno dapat semakin kukuh terutama di Jatim. Impian mereka akhirnya dapat terwujud melalui sosok Puti. Mereka tentu akan bekerja keras memenangkan Puti, terutama di daerah-daerah basis pendukung Soekarno.</p>
<p>Menyandang nama besar Soekarno membuat peluang Puti cukup lebar. Apalagi Jatim cukup bersahabat bagi pewaris-pewaris trah ini sebelumnya. Berkolaborasi dengan pewaris darah NU, membuat kans Puti kian besar. Gabungan NU yang kuat di Tapal Kuda berpadu dengan Soekarnois yang berpengaruh di Mataraman, berpotensi menjadi lawan tangguh bagi kandidat lain. (H33)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/ingin-anak-senang-sekolah-cucu-bung-karno-kawal-pip_m_167543.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Koalisi PDIP-Golkar di Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/koalisi-pdip-golkar-di-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2017 10:23:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Serentak 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[rumor politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=12677</guid>

					<description><![CDATA[Jelang pendaftaran pemilihan kepala daerah serentak 2018, PDI Perjuangan sepertinya akan mengarahkan koalisinya dengan mendukung Golkar. Mengapa? PinterPolitik.com [dropcap size=big]S[/dropcap]etelah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta lalu, Pilgub yang paling diincar oleh partai politik (parpol) adalah Jawa Barat (Jabar). Sebab kawasan barat Jawa ini merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, sehingga, merebut suara di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Jelang pendaftaran pemilihan kepala daerah serentak 2018, PDI Perjuangan sepertinya akan mengarahkan koalisinya dengan mendukung Golkar. Mengapa?</h4>
<hr>
<p><span style="color: #cfdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]S[/dropcap]etelah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta lalu, Pilgub yang paling diincar oleh partai politik (parpol) adalah Jawa Barat (Jabar). Sebab kawasan barat Jawa ini merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, sehingga, merebut suara di Jabar akan menjadi modal awal yang menguntungkan bagi parpol untuk dapat meraih suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti.</p>
<p>Walau tahapan Pilkada Serentak 2018 baru dimulai Juni lalu, dan pendaftaran kandidat baru dibuka Oktober nanti. Namun Partai Golkar telah secara resmi mengumumkan untuk mengusung kadernya, yaitu Bupati Purwakarta yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Jabar, Dedi Mulyadi. Menurut seorang sumber, beberapa parpol mengaku siap untuk berkoalisi dengan parpol lain di Pilgub Jabar nanti. Bahkan ada juga parpol yang bersedia menjadi ‘orang nomor dua’, alias menjadi calon wakil gubernur (cawagub).</p>
<p>Keputusan untuk berkoalisi untuk menjadi cawagub ini, menurut sumber tersebut, merupakan upaya balas budi atas dukungan yang telah diberikan pada Pilgub DKI Jakarta lalu. “Contohnya antara PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Sebab Golkar telah mendukung calon yang diusung PDI Perjuangan. Jadi tentu saja PDI Perjuangan harus mendukung ‘jagoan’ Golkar di Jabar, yakni Dedi Mulyadi. Sudah lama juga Dedi disiapkan untuk maju di Pilgub Jabar,” katanya.</p>
<p>Namun sumber itu mengatakan kalau nama-nama cawagubnya masih digodok diinternal partai. Ada beberapa nama yang tengah diseleksi, beberapa diantaranya adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Tubagus Hasanuddin, anggota DPR Puti Guntur Soekarnoputri, dan Bupati Majalengka Sutrisno. “Saya melihatnya akan condong ke Puti, karena masih ada trah Soekarno. Tetapi kita lihat saja nanti, politik selalu berubah setiap saat,” pungkasnya.</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="xvoi-a_AScA"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xvoi-a_AScA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Prediksi bahwa Puti yang kemungkinan akan maju di Pilgub Jabar dari PDI Perjuangan sebagai cawagub, juga terlihat dari kegiatan Puti yang belum lama ini mengunjungi Purwakarta dalam rangka menghadiri undangan HUT Purwakarta, Jumat (4/8) lalu. Di acara tersebut, Puti disambut langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.</p>
<p>“Saya senang dengan kebudayaan Jawa Barat, jadi saya ingin menghadiri acara yang diadakan di Purwakarta tersebut. Kebetulan ibu saya orang Sunda, dan tadi saya setelah reses dari Dapil saya di Ciamis saya mampir dulu ke Purwakarta,” jelas Puti yang menegaskan kalau kedatangannya ke Purwakarta hanya sebatas silaturahmi dan tidak terkait kabar pada rencana koalisi PDI Perjuangan dan Golkar.</p>
<p>Walau begitu, Puti menyatakan memang ada kemungkinan PDI Perjuangan untuk berkoalisi dengan Golkar di Pilgub Jabar nanti. “Saya <em>kan</em> belum mendapatkan rekomendasi dari pusat, tetapi saya sudah daftar calon dari PDI Perjuangan untuk Pilgub Jabar, sehingga sangat besar kemungkinan kami berkoalisi dengan Partai Golkar. Tapi harus menunggu keputusan pusat dulu,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, sosok Dedi Mulyadi yang merupakan calon tunggal dari Partai Golkar memiliki kualitas mumpuni untuk memimpin Jabar. “Kang Dedi ini visi dan misinya jelas, dan sudah banyak buktinya, terlihat dengan berkembangnya daerah yang dipimpinnya,” tambahnya. Kepercayaan masyarakat Purwakarta dan warga di berbagai daerah Jabar termasuk daerah Priangan Timur, terlihat sangat respons terhadap sosok Dedi Mulyadi yang akan maju bersama Partai Golkar.</p>
<p>Terbukti, dengan kepemimpinan Dedi selama dua periode di Purwakarta, pembangunannya begitu pesat, dan daerah tersebut menjadi terkenal sampai ke luar negeri. “Hampir sama dengan saya kalau dari segi jabatan, saya di DPR RI pun sudah dua periode,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Puti mengatakan dia masih berusaha memperkenalkan diri ke masyarakat Jawa Barat.</p>
<p>(Suara Pembaruan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/Dedi-Puti1-1024x679.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
