<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>PT Dirgantara Indonesia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pt-dirgantara-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jan 2020 15:15:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>PT Dirgantara Indonesia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi Minta Industri Pertahanan Nasional Fokus pada Pasar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/fokus-bumn/jokowi-minta-industri-pertahanan-nasional-fokus-pada-pasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R58]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2020 01:48:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fokus BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Dirgantara Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT PAL]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pindad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=72745</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan industri pertahanan nasional untuk mengubah pola pikir dari semula hanya fokus pada produk menjadi fokus pada pasar. Dengan cara itu, industri pertahanan dalam negeri tak hanya memproduksi untuk kepentingan militer semata, namun juga untuk kepentingan non-militer lainnya. PinterPolitik.com Hal tersebut dikatakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di dalam hanggar produksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan industri pertahanan nasional untuk mengubah pola pikir dari semula hanya fokus pada produk menjadi fokus pada pasar. Dengan cara itu, industri pertahanan dalam negeri tak hanya memproduksi untuk kepentingan militer semata, namun juga untuk kepentingan non-militer lainnya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">H</span>al tersebut dikatakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di dalam hanggar produksi kapal selam milik PT PAL Indonesia (persero), di Surabaya, Senin (27/1).</p>
<p>Menurut Jokowi, jika industri pertahanan nasonal fokus pada pasar, tentunya  mereka  mampu meraih pangsa pasar yang lebih besar dan meningkatkan nilai ekspor produk-produk dari BUMN klaster industri pertahanan itu sendiri.</p>
<p>Jokowi juga menekankan kepada jajarannya untuk memperluas pasar atas produk ketahanan yang diproduksi Indonesia.  Orang nomor satu di Indonesia ini mendorong agar BUMN kluster pertahanan seperti PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad bisa berkolaborasi untuk menggandeng UKM atau pabrikan swasta.</p>
<p>Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta, pihaknya tak menghalangi bila BUMN bidang industri pertahanan bekerjasama dengan perusahaan luar negeri. &#8220;Kita harus fokus terhadap pembenahan ekosistem industri pertahanan. Reformasi <em>supply chain</em> dan pengembangan industri lokal untuk mengurangi ketergantungan kita pada barang-barang impor,&#8221; jelas Jokowi.</p>
<p>Pada kesempatan itu, dihadapan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Jokowi mengapresiasi ada perbaikan tata kelola manajamen yang terlihat jelas dilakukan PT PAL.</p>
<p>Jokowi mengungkapkan apa yang dicapai perusahaan pelat merah yang bergerak di industri perkapalan ini, keadaanya kini jauh lebih baik dan lebih maju, dibanding saat dirinya berkunjung pertama kali pada 2015 lalu. Saat itu, Jokowi mengaku prihatin lantaran minimnya manajamen sehingga pabrik terlihat tak tertata.</p>
<p>&#8220;Kelihatan tidak ada manajemennya di pabrik ini, di <em>workshop </em>ini. Mesin-mesin berceceran, dan saat itu saya langsung perintahkan kepada menteri untuk dibenahi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pasca kunjungan pertama itu, pemerintah lantas mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun kepada PT PAL Indonesia. Presiden pun mengaku senang bahwa suntikan modal tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan pabrik.</p>
<p>&#8220;Kelihatan sekali ada sebuah perubahan manajemen. Saya ini orang pabrik jadi lihat masuk ke sebuah ruangan itu kelihatan, ada manajemennya atau tidak, tata kelolanya benar atau tidak,&#8221; tandas Jokowi.</p>
<p>Mengakhiri pengantarnya dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan agar pengembangan alutsista di dalam negeri harus mampu menyerap dan mengadopsi perkembangan militer terkini. Sehingga mampu mengatasi lompatan teknologi dalam kurun waktu 20 sampai 50 tahun ke depan.</p>
<p>&#8220;Ini memerlukan lompatan, tetapi saya yakin dengan BUMN kita berpartner dengan perusahaan-perusahaan luar yang sudah memiliki reputasi saya kira ini akan lebih cepat kita mengadopsi perkembangan militer terkini,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Hadir dalam rapat ini Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.</p>
<p>Selain itu juga hadir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (R58)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="C_NYTgDgSWI"><iframe title="Mungkinkah Perang Dunia 3 meletus?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/C_NYTgDgSWI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/joko.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pesawat Tempur Indonesia &#8211; Korea Selatan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pesawat-tempur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2017 04:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Korsel]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat tempur]]></category>
		<category><![CDATA[PT Dirgantara Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PTDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4964</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia segera mempunyai pesawat tempur sendiri. Hal tersebut resmi diumumkan setelah PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Korea Airspace Industri (KAI) &#8216;berjabat tangan&#8217; dengan menandatangani kerjasama strategis di bidang pertahanan. PinterPolitik.com INDONESIA&#160;–&#160;Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santosa dan Direktur Utama Korea Airspace Industri, Ha Sung Young di Gedung Bhinneka Tunggal Ika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Indonesia segera mempunyai pesawat tempur sendiri. Hal tersebut resmi diumumkan setelah PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Korea Airspace Industri (KAI) &#8216;berjabat tangan&#8217; dengan menandatangani kerjasama strategis di bidang pertahanan.</p></blockquote>
<hr>
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>INDONESIA</strong>&nbsp;–&nbsp;Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santosa dan Direktur Utama Korea Airspace Industri, Ha Sung Young di Gedung Bhinneka Tunggal Ika di Kementerian Pertahanan. Pesawat tempur hasil kerjasama kedua negara ini dinamakan Korea Fighter Xperiment/ Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X).</p>
<p>Pesawat tempur hasil kerjasama ini digadang-gadang akan menandingi kehebatan pesawat tempur Prancis, <em>Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon</em> buatan konsorsium Eropa, F/A-18 <em>Super Hornet</em> dan F-16 <em>Fighting Falcon</em> buatan Amerika, serta Sukhoi Su-30 buatan Rusia.</p>
<p>Mengenai pembiayaan, produksi pesawat ini menggunakan format <em>International Joint Development</em> untuk mengurangi risiko financial. Indonesia sendiri hanya menyumbang 20 persen pembiayaan, 80 persennya berasal dari Korea Selatan. Meski begitu, Indonesia tetap dapat mengakses data 100 persen.</p>
<p>Menurut rencana, pesawat ini akan diproduksi di Acheon, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, namun menyerap tenaga kerja sebanyak 200 orang insinyur Indonesia atau hanya 30 persen dari keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan. Diperkirakan pesawat ini akan selesai dan mampu mengangkasa di tahun 2025.</p>
<p>Sayangnya proyek kerjasama perakitan pesawat ini bukan tanpa masalah, karena Indonesia belum memiliki izin ekspor dari&nbsp;<a href="http://indeks.kompas.com/tag/amerika.serikat">Amerika Serikat</a>&nbsp;untuk memproduksi pesawat tempur. Karena pesawat ini nantinya akan dijual massal di tahun 2022, sementara Amerika adalah pemain dalam industri dirgantara, jadi harus ada kerjasama antar ketiga negara ini.</p>
<p>Perakitan pesawat KF-X/IF-X ini juga sekaligus menobatkan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang mampu mengembangkan pesawat tempur secara mandiri. Atas prestasi tersebut, patut jika nama Indonesia mulai diperhitungkan dikancah dunia. (Berbagai sumber/A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Indonesia-korsel-buat-pesawat-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
