<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Progresif &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/progresif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jan 2024 03:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Progresif &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Soal LGBT, Anies Kejepit?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/soal-lgbt-anies-kejepit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2023 08:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[Konservatif]]></category>
		<category><![CDATA[LGBT]]></category>
		<category><![CDATA[Progresif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=141870</guid>

					<description><![CDATA[Pak Anies tampaknya kejepit nih…&#160; Di acara Desak Anies yang digelar di Menteng, Jakarta, pada Jumat (22/12) lalu, Anies Baswedan ditanyai soal pendapatnya terhadap komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan lain-lain (LGBT) oleh komika, Kemal Palevi. Anies menjawab bahwa secara pribadi dirinya tidak sepakat dengan komunitas LGBT. Negara juga disebut Anies tidak bisa memberikan hak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1008" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-1008x1024.jpg" alt="soal lgbt anies kejepit" class="wp-image-141873" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-1008x1024.jpg 1008w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-295x300.jpg 295w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-148x150.jpg 148w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-768x780.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-150x152.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-300x305.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-696x707.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-1068x1085.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1008px) 100vw, 1008px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pak Anies tampaknya kejepit nih…&nbsp;<img decoding="async" alt="🙁" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f641/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di acara Desak Anies yang digelar di Menteng, Jakarta, pada Jumat (22/12) lalu, Anies Baswedan ditanyai soal pendapatnya terhadap komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan lain-lain (LGBT) oleh komika, Kemal Palevi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anies menjawab bahwa secara pribadi dirinya tidak sepakat dengan komunitas LGBT. Negara juga disebut Anies tidak bisa memberikan hak pernikahan karena sila pertama Pancasila.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Anies tetap menekankan pada hak asasi manusia (HAM) dengan menghormati pilihan komunitas LGBT. Hak-hak lain seperti layanan publik tetap harus dipenuhi tanpa diskriminasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mengapa Anies tampak memberikan jawaban abu-abu soal LGBT?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f914/72.png"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/soal-lgbt-anies-kejepit-1008x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Bisa Ada Fusion Sushi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/mengapa-bisa-ada-fusion-sushi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[minuman]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Progresif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134326</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Kuliner Asia telah dikenal oleh dunia sebagai harta karun rasa dan keanekaragaman cita rasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Asia telah mengalami perubahan yang signifikan, menjelma menjadi kuliner progresif yang menggabungkan tradisi dengan inovasi. Kuliner Asia progresif mengacu pada sebuah gerakan dalam dunia kuliner yang menggabungkan tradisi dan inovasi untuk menciptakan pengalaman kuliner [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kuliner Asia telah dikenal oleh dunia sebagai harta karun rasa dan keanekaragaman cita rasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Asia telah mengalami perubahan yang signifikan, menjelma menjadi kuliner progresif yang menggabungkan tradisi dengan inovasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuliner Asia progresif mengacu pada sebuah gerakan dalam dunia kuliner yang menggabungkan tradisi dan inovasi untuk menciptakan pengalaman kuliner yang baru dan unik. Ini melibatkan eksplorasi rasa, teknologi, presentasi visual, dan bahan-bahan lokal dalam rangka menghadirkan hidangan-hidangan yang lebih kreatif, segar, dan modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan utama dari kuliner Asia progresif adalah memberikan pengalaman kuliner yang unik, memukau, dan mencengangkan bagi para penikmat makanan. Hidangan-hidangan yang dihasilkan tidak hanya lezat secara rasa, tetapi juga memikat secara visual dan menyajikan elemen-elemen kejutan yang tidak terduga. Hal ini sering<ins> </ins>kali membuat orang terkesan dengan kreativitas dan eksperimen dalam pengolahan makanan, serta memberikan kesempatan bagi koki untuk mengekspresikan visi mereka dalam dunia kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para koki menggabungkan bahan-bahan dan teknik masak tradisional dengan elemen baru, menciptakan hidangan-hidangan yang menyatukan kelezatan Asia dengan gaya kontemporer. Misalnya, penggabungan rasa tradisional Jepang dengan presentasi modern menghasilkan hidangan-hidangan sushi yang tidak hanya lezat, tetapi juga memukau secara visual – seperti sushi <em>fusion</em> yang menggabungkan berbagai elemen baru ke sushi tradisional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada era media sosial dan Instagram, tampilan visual menjadi kunci penting dalam menarik perhatian. Kuliner Asia progresif tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang penampilan. Makanan disajikan dengan estetika yang unik, sering kali menghadirkan elemen-elemen artistik seperti pewarna alami dan susunan yang indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuliner Asia progresif juga memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman kuliner yang lebih baik. Dari alat-alat masak canggih hingga metode penyajian yang inovatif, teknologi membantu koki meraih tingkat kualitas yang lebih tinggi. Contohnya adalah penggunaan mesin pencetak pasta dalam pembuatan mi, menghasilkan tekstur mi yang unik dan kenyal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak koki kuliner Asia progresif yang kembali kepada bahan-bahan lokal dan tradisional, namun mengolahnya dengan cara yang baru dan segar. Penggunaan bahan-bahan organik dan metode pertanian berkelanjutan menjadi nilai tambah dalam menciptakan kuliner yang beretika dan ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Restoran-restoran berbintang di Asia semakin berani berinovasi dengan cara penyajian, menu, dan konsep ruang mereka. Mereka menciptakan pengalaman makan yang tak hanya menghadirkan rasa khas Asia, tetapi juga nuansa modern yang menggoda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa koki Asia progresif juga mengadopsi teknik kuliner molekuler untuk menghadirkan pengalaman baru. Teknik ini melibatkan pemahaman mendalam tentang ilmu kimia dan fisika untuk mengubah tekstur dan rasa makanan dengan cara yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuliner Asia progresif telah membuktikan bahwa tradisi dan inovasi bisa berpadu harmonis dalam dunia kuliner. Eksperimen dengan rasa, tampilan, teknologi, dan bahan-bahan lokal menghasilkan kuliner yang menciptakan sensasi dan cerita baru. Dengan semangat eksplorasi dan tekad untuk terus berkembang, kuliner Asia progresif tidak hanya menjadi <em>trend</em>, tetapi juga bagian penting dari evolusi kuliner global. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/e9852ecd-c8d0-4d1e-a086-1b524f316131.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI, Siap Progresif untuk LGBT?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/psi-siap-progresif-untuk-lgbt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 11:48:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Progresif]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=47870</guid>

					<description><![CDATA[“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]akin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya yang slengean, gemarnya bermain game di hape, dan hobi membaca berita dan gosip di media sosial sangatlah cocok untuk dikatakan sebagai anak kekinian. Sore ini, Iim duduk di halaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]akin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya yang <em>slengean</em>, gemarnya bermain game di hape, dan hobi membaca berita dan gosip di media sosial sangatlah cocok untuk dikatakan sebagai anak kekinian.</p>
<p>Sore ini, Iim duduk di halaman belakang rumah sambil menyumpal kedua lubang telinganya dengan <em>earphone,</em> mendengarkan musik barat bergenre Jazz. Biar kelihatan keren cuy! Baru satu lagu diputar, tak lama berselang teman sebayanya, Joy datang dan melemparkan surat kabar tepat ke arah muka Iim.</p>
<p>Joy: “Im baca nih koran.”</p>
<p>Iim: “Apaan sih Joy, main lempar-lempar aja!”</p>
<p>Joy: “Itu baca Im, koranya, baca!”</p>
<p>Iim: “Oh, kirain apaan, emang ada berita apa nih yang menarik hari ini?”</p>
<p>Joy: “Biasakan dibaca dulu Im baru nanya! Ilah kemvret banget sih <em>lu.</em>”</p>
<p>Iim: <hr /><p><em>“Ilah gitu aja lu.”</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fpsi-siap-progresif-untuk-lgbt%2F&#038;text=%E2%80%9CIlah%20gitu%20aja%20lu.%E2%80%9D&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Selang beberapa detik, Iim membaca berita <em>headline </em>koran itu sampai habis. Wajahnya lalu mulai menunjukkan keanehan. Dahinya mulai mengerut, otot-otot pipinya pun mulai tertarik ke belakang dan matanya yang bulat pun semakin menyipit.</p>
<p>Melihat reaksi wajah Iim yang mulai aneh, Joy pun bertanya.</p>
<p>Joy: “<em>Ngapa</em> dah Im, muka <em>lu</em> kok aneh banget?”</p>
<p>Iim: “Nggak apa-apa, lagi pengen ke toilet aja nih”.</p>
<p>Joy: “Asem, <em>gua</em> kira gara-gara baca berita soal spanduk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang isinya membela hak LGBT.”</p>
<p>Iim: “Iya, itu juga salah satunya kenapa muka <em>gua </em>jadi makin ganteng gini Joy.”</p>
<p>Joy: “Lah, kenapa aneh lihat spanduk PSI menerima atau memperjuangkan LGBT? Salah Im?”</p>
<p>Iim: “Hmm, gimana ya. Ini berita yang<em> gua</em> baca sih, PSI enggak mengakui kalau spanduknya itu dari pihak mereka. Melainkan spanduk itu dibuat sama orang sirik aja dan yang enggak suka sama PSI. Nah, kalau gini tenanglah hati <em>gua </em>Joy. Jadi deh besok gua masuk PSI, tapi PSI nya punya Sutan Syahrir ya. <em>Wkwkwk.</em>”</p>
<p>Joy: “Kan mulai enggak jelas lagi<em> lu</em>! Im, tapi kalau menurut <em>gua,</em> PSI kenapa ya pakai enggak mau ngakuin spanduk itu segala? Padahal kan kemarin PSI jadi partai yang paling pro banget tuh menolak Perda agama. Mereka juga nyebut diri mereka sebagai gerakan progresif. Tapi malah nggak ngakuin spanduk itu. Takut kehilangan dukungan nih ye?”</p>
<p>Iim: “Wah, terus gimana dong ini?”</p>
<p>Joy : “Hmm, tapi bisa jadi spanduknya emang buatan PSI sih. Namanya juga partai baru, kan butuh tuh <em>branding</em> dan sorotan media biar makin terkenal gitu. <em>Ea ea ea!”</em></p>
<p>Iim: “Bisa aja <em>lu</em> ngarangnya, cebong! <em>Ahahaha.</em>” (G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="GKlYjfYpJS0"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/GKlYjfYpJS0?start=59&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/dpw-partai-solidaritas-indonesia-dki-jakarta.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI: Gerakan Progresif Baru?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/psi-gerakan-progresif-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2017 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Progresif]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Progresif]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=12973</guid>

					<description><![CDATA[Kemunculan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan warna tersendiri bagi dunia politik di Indonesia. Dengan cita rasa anak muda, PSI menampilkan diri sebagai partai ‘merah’ lain dan berikhtiar untuk mengembalikan marwah politik sebagai hal yang bersih dan lekat dengan kebaikan. PinterPolitik.com [dropcap size=big]P[/dropcap]olitik itu seharusnya baik&#8217;, demikian kata-kata Ketua PSI, Grace Natalie saat Kopi Darat Nasional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kemunculan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan warna tersendiri bagi dunia politik di Indonesia. Dengan cita rasa anak muda, PSI menampilkan diri sebagai partai ‘merah’ lain dan berikhtiar untuk mengembalikan marwah politik sebagai hal yang bersih dan lekat dengan kebaikan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]P[/dropcap]<em>olitik itu seharusnya baik&#8217;</em>, demikian kata-kata Ketua PSI, Grace Natalie saat Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI pada 2015 lalu. Setelah lolos verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada akhir 2016 lalu, PSI kemudian semakin getol menggalang dukungan dan mempersiapkan diri menuju gelaran politik di 2018 dan 2019. Tantangan terdekatnya adalah verifikasi faktual partai politik yang sedianya akan dilaksanakan pada Oktober 2017.</p>
<p>Partai berlogo bunga mawar ini menggunakan slogan ‘terbuka, progresif, itu kita’ dan berharap dapat terus lolos dan ikut berkompetisi pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Kata ‘progresif’ tentu saja menarik untuk ditelusuri, mengingat untuk beberapa lama progresivisme dalam politik seolah lenyap dari Indonesia. Politik Indonesia seolah kehilangan kebaruan dan terjebak dalam pertarungan kepentingan elit dan oligark politik partai.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Terbuka, progresif, itu kita! <a href="https://t.co/yni8Zzudud">pic.twitter.com/yni8Zzudud</a></p>
<p>&mdash; DPW PSI DKI Jakarta (@PSI_Jakarta) <a href="https://twitter.com/PSI_Jakarta/status/889765504956731392?ref_src=twsrc%5Etfw">July 25, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Gerakan Politik Progresif</strong></h4>
<p>Dalam politik, progresivisme bisa diartikan sebagai gerakan yang bertumpu pada ide-ide baru serta berhubungan dengan penggunaan ilmu pengetahuan, teknologi dan organisasi sosial demi terwujudnya kondisi ekonomi-sosial kemasyarakatan yang lebih baik. Progresif bisa juga diartikan sebagai ‘<a href="https://www.americanprogress.org/issues/democracy/reports/2010/04/14/7677/the-progressive-intellectual-tradition-in-america/"><strong>bergerak keluar dari status quo</strong></a>’ – walaupun definisi itu sendiri sering menghasilkan makna yang beragam.</p>
<p>Gerakan progresif juga sering disejajarkan dengan kelompok sayap kiri dalam politik – walaupun tidak sepenuhnya kiri eksklusif dan radikal – sebagai lawan kaum konservatif yang anti perubahan di sayap kanan. Dalam politik, progresivisme percaya pada nilai-nilai kesamaan kesempatan (meritokrasi), demokrasi, kebebasan, keadilan sosial, kerjasama dan adanya saling ketergantungan.</p>
<p>Karena namanya gerakan kebaruan, setiap masa memiliki gerakan progresif-nya masing-masing. Mulai dari Immanuel Kant pada abad pencerahan (renaissance) hingga Vladimir Lenin dengan revolusi Bolshevik, atau dari kaum Hegelian di Jerman hingga gerakan reformis abad 20 di Amerika Serikat, progresivisme mengambil bentuk dalam masyarakat yang terus berubah-ubah.</p>
<p>Dalam konteks global, saat ini, progresivisme sedang menunjukkan eksistensinya di banyak negara di dunia. Negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman dan Perancis punya partai-partai beraliran progresif yang bertumpu pada gagasan-gagasan kebaruan mulai dari feminisme, anti-kapitalisme hingga environmentalisme. Ketua Partai Hijau (Groenlinks) Jesse Klaver dari Belanda misalnya, merupakan salah satu tokoh muda progresif yang berhasil mencuri hati banyak pemilih pada pemilu Belanda beberapa waktu lalu.</p>
<h4><strong>Politik Progresif di Indonesia</strong></h4>
<p>Gerakan progresif bukanlah hal baru di Indonesia dan selalu bertumpu pada gerakan kaum muda. Pada tahun 1920-an, gerakan progresif Indonesia muncul dan dimotori oleh Soekarno, Hatta, dan Syahrir. Tahun 1945, muncul juga tokoh progresif seperti Wikana. Sementara, tahun 1998, ada Budiman Sujatmiko, Wiji Thukul hingga Nezar Patria. Semuanya lahir dengan konsep progresivisme dan tidak jarang bermuara pada lahirnya partai politik, misalnya <a href="https://indoprogress.com/2016/10/sudah-waktunya-pemuda-membangun-partai-politik-progresif/"><strong>Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Sosialis Indonesia (PSI), hingga Partai Rakyat Demokratik (PRD).</strong> </a></p>
<p><figure id="attachment_12986" aria-describedby="caption-attachment-12986" style="width: 600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-12986 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/7539926_20151229124644.jpg" alt="" width="600" height="401" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/7539926_20151229124644.jpg 600w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/7539926_20151229124644-300x201.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption id="caption-attachment-12986" class="wp-caption-text">Syahrir, Soekarno dan Hatta (Foto: istimewa)</figcaption></figure></p>
<p>Pasca reformasi, progresivisme dalam politik memang tidak banyak terlihat. Partai-partai politik yang ada sekarang sudah terlanjur digerakan oleh elit-elit lama yang koruptif, serta seringkali mengorbankan kepentingan rakyat dan keadilan sosial demi partainya, keluarganya atau jaringan kepentingannya. Walaupun demikian, gerakan progresif masih tetap hidup lewat kaum muda yang bergerak lewat LSM-LSM, komunitas-komunitas serta lembaga <em>think tank</em>.</p>
<p>Munculnya PSI yang menyebut diri progresif seolah menghidupkan asa akan lahirnya gerakan kebaruan dalam politik praktis pasca reformasi yang sudah sepatutnya diisi oleh generasi muda milenial saat ini. Pertanyaannya: seberapa progresif PSI?</p>
<h4><strong>Progresif: Sekedar <em>Brand</em> Politik?</strong></h4>
<p>Jika melihat 8 platform PSI ditambah 1 platform kebijakan publik yang ada di <a href="https://psi.id/cita-cita-psi/"><strong>website resmi</strong></a> partai bunga mawar ini, gerakan perubahan yang menjadi cita-cita PSI memang terlihat progresif. Cita-cita meritokrasi misalnya, konsep ini akan sangat berbenturan dengan sistem politik oligarkis yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam bidang ekonomi, PSI mengidealkan negara (pemerintahan) yang tetap memegang peranan penting dalam ekonomi pasar karena pasar tidak bisa mengoreksi dirinya sendiri – pemikiran yang sangat Keynesian dan tentu saja progresif. PSI juga progresif dalam hal pelibatan perempuan dalam politik praktis dengan mengidealkan minimal 40 persen pengurus partai adalah perempuan &#8211; bahkan 70 persen pengurus pusat partai adalah perempuan.</p>
<p><em><strong>“PSI akan berdiri di garis paling depan untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan tindakan intoleransi”,</strong> </em>demikian kata-kata Grace Natalie dalam pidato politiknya pada Kopdarnas PSI 2015 lalu.</p>
<p>Dengan berdiri di garis depan untuk berperang melawan intoleransi, PSI seharusnya mampu menjadi saluran politik bukan hanya bagi orang-orang muda, tetapi juga kelompok-kelompok yang termarjinalkan, sebut saja kelompok minoritas agama, korban penguasa, rakyat pinggiran, atau bahkan kaum-kaum tersisih seperti kelompok LGBT misalnya. Seberapa progresif PSI akan sangat ditentukan dari bagaimana partai ini menanggapi isu-isu ini.</p>
<p>PSI memang menyebut diri partai perempuan. Namun, gagasan pemberdayaan perempuan sesungguhnya bukan hanya terletak pada seberapa banyak perempuan dilibatkan dalam sebuah partai politik, tetapi juga seberapa besar implikasinya terhadap perubahan pandangan secara keseluruhan terhadap posisi perempuan di tengah masyarakat Indonesia yang sangat patriakal.</p>
<p>Faktanya, survei IFES – sebuah lembaga survei dari Amerika Serikat – pada 2015 lalu menyebutkan bahwa 55 persen perempuan Indonesia lebih memilih kandidat laki-laki dalam pemilu jika dibandingkan kandidat perempuan, berbanding hanya 11 persen yang memilih perempuan dan 32 persen yang tidak mempermasalahkan perempuan atau laki-laki. Padahal, di negara lain, jumlah yang tidak mempermasalahkan perempuan atau laki-laki umumnya lebih tinggi. Hal ini tentu akan menjadi tantangan besar bagi PSI untuk menunjukkan seberapa progresifnya partai ini.</p>
<p>Namun, tanpa garis kebijakan yang jelas, boleh jadi ‘progresif’ hanya akan menjadi <em>brand </em>politik PSI. Kiprah PSI memang menarik karena berisi orang-orang muda yang berusia di bawah 45 tahun. PSI mencoba mengambil kekosongan yang ditinggalkan oleh partai-partai politik konservatif yang ada di Indonesia, umumnya untuk konstituen berusia di bawah 45 tahun yang punya wawasan terbuka, progresif, paham politik, tetapi kurang menyukai partai-partai politik yang sudah ada. Apalagi, di tahun 2025 akan ada bonus demografi di mana angkatan muda dan produktif akan mencapai jumlah yang besar. Stigma koruptif yang melekat pada partai politik juga sering membuat orang apatis dengan keberadaan parpol. PSI coba menawarkan gagasan partai yang bersih dan transparan &#8211; yang tentu saja masih perlu waktu untuk dibuktikan konsistensinya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ttg <a href="https://twitter.com/psi_id?ref_src=twsrc%5Etfw">@psi_id</a> parpol yg progresif dan bersih. Mudah2an mereka benar2 bs membangun sistem yg kuat agar benar2 tampil sbg parpol yg aspiratif. <a href="https://t.co/Y1eSzV3Q3v">https://t.co/Y1eSzV3Q3v</a></p>
<p>&mdash; Mahfud MD (@mohmahfudmd) <a href="https://twitter.com/mohmahfudmd/status/899456040206454785?ref_src=twsrc%5Etfw">August 21, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Selain itu, tanpa implementasi cita-cita yang jelas, PSI akan sama dengan partai-partai yang sudah ada – menyebut diri pembaharuan, tetapi kemudian ikut arus politik yang sudah ada. Jangan sampai citra progresivisme PSI hanya akan menjadi <em>brand </em>politik dan akan tergerus saat ikut berpolitik secara langsung.</p>
<p>Masyarakat Indonesia tentu ingin situasi politik Indonesia menjadi lebih bermartabat, menyejahterakan dan melindungi kepentingan semua lapisan. Oleh karena itu, partai seperti PSI yang menyebut diri progresif sudah selayaknya membawa perubahan pada dunia politik Indonesia karena kalau bukan generasi milenial yang memulainya, lalu siapa lagi? (S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/23-1024x838.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
