<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Presiden Soeharto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/presiden-soeharto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jan 2022 07:55:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Presiden Soeharto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Luciferianism: Antara Soeharto dan Mysticism</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/luciferianism-antara-soeharto-dan-mysticism/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F56]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2020 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[lucifer]]></category>
		<category><![CDATA[Mistis]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83993</guid>

					<description><![CDATA[Lucifer Morningstar kerap digambarkan sebagai fallen angel yang membangkang pada God. Alhasil dia pun diasingkan ke neraka dan jadi raja di sana. Dari sini nih, akhirnya Lucifer ini selalu jadi perwujudan lawan dari Tuhan. Si Devil ini selalu diasosiasikan dengan hawa nafsu dan keinginan buruk manusia. Nah, although Lucifer is often depicted as the antipode [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Luciferianism: Antara Soeharto dan Mysticism" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IgTINK9lpKA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lucifer Morningstar kerap digambarkan sebagai fallen angel yang membangkang pada God. Alhasil dia pun diasingkan ke neraka dan jadi raja di sana. Dari sini nih, akhirnya Lucifer ini selalu jadi perwujudan lawan dari Tuhan. Si Devil ini selalu diasosiasikan dengan hawa nafsu dan keinginan buruk manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, although Lucifer is often depicted as the antipode of God, nggak semua orang ternyata beranggapan begitu. Justru, si Devil ini terkadang jadi simbol perlawanan sosial sampai politis lho. Lalu, gimana sih sebenernya the fallen angel ini malah jadi simbol perlawanan? Like, how mystical really is the Devil? Inilah mengapa!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/12/maxresdefault-1-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Sultan Hamengkubuwono IX: Pernah Hendak Dibunuh dan Lawan Soeharto?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/sejarah-sultan-hamengkubuwono-ix-pernah-hendak-dibunuh-dan-lawan-soeharto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J54]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 07:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Sultan Hamengkubuwono IX]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85907</guid>

					<description><![CDATA[Warisan Sultan Hamengkubowono IX sangat besar bagi negara ini. Kata “istimewa” yang melekat pada Yogyakarta misalnya, tidak lepas dari peran Hamengkubuwono IX lewat Maklumat 5 September 1945 yang menegaskan bahwa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bagian dari NKRI yang kemudian diikuti oleh wilayah-wilayah bekas kerajaan lain di Indonesia. Lalu seperti apa kiprah Hamengkubuwono IX yang wajahnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah Sultan Hamengkubuwono IX: Pernah Hendak Dibunuh dan Lawan Soeharto?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/44VkNfx8YmA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Warisan Sultan Hamengkubowono IX sangat besar bagi negara ini. Kata “istimewa” yang melekat pada Yogyakarta misalnya, tidak lepas dari peran Hamengkubuwono IX lewat Maklumat 5 September 1945 yang menegaskan bahwa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bagian dari NKRI yang kemudian diikuti oleh wilayah-wilayah bekas kerajaan lain di Indonesia. Lalu seperti apa kiprah Hamengkubuwono IX yang wajahnya ada di pecahan uang Rp 10 ribu era 90-an ini? Sedulur lan konco-konco PinterPolitik get your coffee and let’s get it started!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br><a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23PinterPolitik">#PinterPolitik</a>&nbsp;<a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23HamengkubuwonoIX">#HamengkubuwonoIX</a>&nbsp;<a href="https://www.youtube.com/results?search_query=%23Soeharto">#Soeharto</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/10/maxresdefault-10-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Layakkah Soeharto jadi Pahlawan Nasional?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/layakkah-soeharto-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A40]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 08:50:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68796</guid>

					<description><![CDATA[Soeharto. Nama yang pasti akan sering kita jumpai di buku-buku pelajaran sejarah Indonesia. Rezim Orde Baru yang dipimpinnya dengan berbagai kontroversi dan kerasnya dijalankan menjadi citra utamanya Slogan “Penak jamanku toh” masih menjadi tajuk kampanye utama citra politik sang jenderal besar bagi para pengidolanya. Sementara, di kubu seberang, Seoharto dipandang tak lebihnya sebagai sosok di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<iframe type="text/html" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/znLSgDqfStA?modestbranding=1&#038;cc_load_policy=1&#038;autoplay=1&#038;loop=1" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe>


<p>Soeharto. Nama yang pasti akan sering kita jumpai di buku-buku pelajaran sejarah Indonesia. Rezim Orde Baru yang dipimpinnya dengan berbagai kontroversi dan kerasnya dijalankan menjadi citra utamanya Slogan “Penak jamanku toh” masih menjadi tajuk kampanye utama citra politik sang jenderal besar bagi para pengidolanya.</p>
<p>Sementara, di kubu seberang, Seoharto dipandang tak lebihnya sebagai sosok di balik kelamnya sejarah republik ini. Persoalan ini pun masih terus mendatangkan perdebatan karena pengajuan status pahlawan nasional bagi Soeharto belum juga dikabulkan.</p>
<p>Lalu, seperti apa kekuasaan 32 tahun Soeharto harus dimaknai dan apakah gelar pahlawan nasional layak untuk disandangnya?</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Sejarah-Soeharto-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fadli Zon Si Penggemar Soeharto</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fadli-zon-si-penggemar-soeharto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 May 2018 09:32:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Primadosa]]></category>
		<category><![CDATA[Primaduka]]></category>
		<category><![CDATA[Primadusta]]></category>
		<category><![CDATA[Wimanjaya Keeper Liotohe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29536</guid>

					<description><![CDATA[“Menurut saya Pak Harto itu presiden paling berhasil. Jadi angka kemiskinan pengangguran dengan trilogi pembangunan, pertumbuhan, pemerataan dan stabilitas nasional. Saya kira Orde Baru banyak berhasil.&#8221; ~ Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]asca reformasi rasa romantisme terhadap Orde Baru masih saja muncul di benak masyarakat Indonesia. Buktinya survei Indo Barometer baru-baru ini menyebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Menurut saya Pak Harto itu presiden paling berhasil. Jadi angka kemiskinan pengangguran dengan trilogi pembangunan, pertumbuhan, pemerataan dan stabilitas nasional. Saya kira Orde Baru banyak berhasil.&#8221; ~ </em>Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]asca reformasi rasa romantisme terhadap Orde Baru masih saja muncul di benak masyarakat Indonesia. Buktinya survei Indo Barometer baru-baru ini menyebut Soeharto adalah Presiden paling sukses dalam sejarah Indonesia. Salah satunya terlihat dari sisi ekonomi. Hasil survei ini lantas juga ikut diaminkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Lah ini gimana ceritanya?</p>
<p>Dulu kan Fadli gembar-gembor ngeklaim sebagai aktivis reformasi 1998 yang turut berdemo di Senayan untuk menumbangkan rezim Soeharto. Kok <em>tetiba</em> sekarang malah kepincut dan memuja Soeharto? Situ sehat? Eike jadi ragu kalau dia dulu bener-bener ikut demo. Secara kan Fadli sekarang ‘ngekornya’ sama Prabowo Subianto.</p>
<p>Ketua Umum Partai Gerindra itu kan dulu adalah menantu Soeharto. Artinya sejak dulu Fadli mah emang pro sama Orde Baru. <em>Bokis</em> itu mah kalau dia bilang bagian dari aktivis 1998 yang ikut demo turunkan Soeharto. <em>Preeet</em>. Kan tahun</p>
<p>Fadli udah kenal akrab dengan menantu Soeharto itu sejak pertemuannya tahun 1994. Bahkan setelah itu dia kerap kali diundang untuk makan pagi di Cendana 7. <em>Ehem</em>, rumah siapa tuh? Kayaknya tau eike, Rumah kediaman Soeharto ya? <em>Ealah</em>, jadi dari dulu emang ke sana toh kiblat politik Fadli. Pantes pro Soeharto.</p>
<p>Biar lebih obyektif, harusnya Fadli melihat kepemimpinan Soeharto berdasarkan perbandingan aspek kemaslahatannya &amp; kemudaratannya pada masyarakat. Selama 32 tahun Soeharto menjadi Presiden, apa aja yang diwariskan beliau? Hal-hal positif sih pasti ada lah ya. Tapi eike rasa banyakan yang negatif deh.</p>
<p>Penasaran hal negatif apa aja yang eike maksud? Coba deh intip buku trilogi karangan Wimanjaya Keeper Liotohe, yakni Primadosa, Primadusta dan Primaduka yang terbit tahun 1994. Buku Primadosa berisi daftar kesalahan (dosa) Presiden Soeharto dengan pemerintahan Orde Barunya. Buku Primadusta mengkupas dustanya Soeharto menyangkut Supersemar asli dan kudeta Soeharto 1 Oktober 1965 terhadap Soekarno.</p>
<p>Sedangkan buku Primaduka membahas tentang pembunuhan 2 juta lebih rakyat Indonesia dari tahun 1965 sampai 27 Juli Kelabu, pembantaian di Aceh, Lampung Priok, Maluku, Irian, Timor-Timur, Makasar, Yamdena, Nipah-Madura dan lain sebagainya. Tapi eike rasa Fadli gak tau deh kalau buku ini pernah ada. Atau dia udah tau, tapi gak tertarik buat baca buku ini. Atau juga sempat mau baca, tapi lupa bawa kacamata, dan gak jadi baca deh. <em>Hahaha</em>. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Soeharto.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Soeharto Pencetus Banjirnya TKA?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/soeharto-pencetus-banjirnya-tka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 09:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Adian Napitupulu]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres TKA]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28123</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sepertinya, Fadli Zon pura-pura tidak tahu sejarah. Makanya, saat ini dia mati matian menuding Jokowi ada di belakang masuknya TKA. Apakah dia punya keberanian mempansus-angketkan Soeharto yang notabene adalah mertua Prabowo?&#8221; ~ Anggota DPR Fraksi PDIP, Adian Napitupulu. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]eraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) belakangan kian menjadi perhatian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Sepertinya, Fadli Zon pura-pura tidak tahu sejarah. Makanya, saat ini dia mati matian menuding Jokowi ada di belakang masuknya TKA. Apakah dia punya keberanian mempansus-angketkan Soeharto yang notabene adalah mertua Prabowo?&#8221; ~ Anggota DPR Fraksi PDIP, Adian Napitupulu.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]eraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) belakangan kian menjadi perhatian sejumlah fraksi di DPR. Mereka berdalih, Prepres ini lah yang menjadi sebab-musabab berbagai permasalahan TKA di Indonesia. Saking gemesnya terhadap Pemerintah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama yang lain membentuk pansus angket terhadap Perpres tersebut.</p>
<p>Entah kenapa dalam pandangan Fadli CS, Perpres ini lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Terlebih mereka menilai bahwa Presiden Jokowi dianggap sangat pro pekerja asing, khususnya yang berasal dari Tiongkok ketimbang pekerja lokal itu sendiri. Masa iya sih <em>guys</em> kayak gitu?</p>
<p>Tapi kalau dari kabar burung yang<em> eike</em> tau nih ya, denger-denger asal muasal awal masuknya TKA ke Indonesia udah dari sejak dulu loh. Tepatnya tahun 1989 saat Presiden Soeharto menyetujui usulan Bob Hawke untuk bergabung di APEC (Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik).</p>
<p>Pada tahun 1992 dibentuk AFTA (Asean Free Trade Area) yang belakangan berubah menjadi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dengan limitasi waktu pasar bebas pada 2015. Selain itu, juga ada pertemuan APEC 1994 menghasilkan Bogor Goals yang isinya mendorong investasi terbukanya Asia Pacifik pada 2010. Dan pada 2002 lahir CAFTA (China-ASEAN Free Trade Agreement) dan ditujukan bagi terbentuknya kawasan pasar bebas ASEAN dan Tiongkok pada tahun 2010.</p>
<p>Kalau diliat dari sejarah panjang hubungan kerjasama Indonesia dengan negara-negara lain dalam berbagai organisasi di atas, maka kemunculan TKA di Indonesia bukan <em>ujuk-ujuk</em> muncul di zaman <em>now</em> saat Pemerintahan Presiden Jokowi. Ada sumbangsih besar Presiden Soeharto loh.</p>
<p>Emangnya Fadli Zon berani<em> nyalahin</em> Pak Harto sebagai biang kerok dari segala penyebab permasalahan TKA di Indonesia saat ini? Gak mau kan! Ya iya lah gak mau, kan Pak Harto itu adalah mertuanya Prabowo Subianto. Ya kali deh Fadli berani nyalahin, hahaha. Kecuali dia udah bosen hidup kali ya, waduh serem amat.</p>
<p>Makannya Om Fadli lebih milih nyalahin Pakde Jokowi atas permasalahan TKA yang terjadi di Indonesia. Ya meski tudingan itu masih berdasarkan prasangka semata. Cucok banget sih prasangka Om Fadli dengan kata-kata filsuf Voltaire (1694-1778), ‘<em>Prejudices are what fools use for reason.’</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Adian-Napitupulu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tommy Kembalikan Romantisme Soeharto</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/tommy-kembalikan-romantisme-soeharto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2018 06:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hutomo Mandala Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Kejayaan Oder Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Tommy Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23432</guid>

					<description><![CDATA[“Partai Berkarya harus mampu membawa kemaslahatan umat dan rakyat Indonesia. Kita harus berjuang untuk rakyat. Semoga apa yang kami cita-citakan untuk mewujudkan kader-kader kami di DPR RI dengan 80 kursi bisa diwujudkan.” ~ Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang tidak kenal Hutomo Mandala Putra, pria yang akrab disapa Tommy Soeharto ini baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Partai Berkarya harus mampu membawa kemaslahatan umat dan rakyat Indonesia. Kita harus berjuang untuk rakyat. Semoga apa yang kami cita-citakan untuk mewujudkan kader-kader kami di DPR RI dengan 80 kursi bisa diwujudkan.” ~ Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto.</strong></em></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang tidak kenal Hutomo Mandala Putra, pria yang akrab disapa Tommy Soeharto ini baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, Minggu 11 Maret 2018. Dalam pidatonya, Tommy meminta para kader merapatkan barisan untuk mencapai target mendapatkan 80 kursi di DPR pada Pemilu 2019.</p>
<p>Apakah artinya di bawah kepemimpinan Tommy, partai ini nantinya akan mengembalikan kejayaan Orde Baru? Ya bisa jadi, siapa tahu. Karena Tommy sendiri adalah anak kelima dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah. Tommy dengan Partai Berkaryanya memang seakan seperti Soeharto jilid dua dengan Partai Golkarnya kala itu.</p>
<p>Sebagai anak penguasa Orde Baru, Tommy sepertinya memang memiliki ambisi politik untuk mengembalikan semangat kejayaan Orde Baru di Indonesia. Masyarakat Indonesia seakan dibuat dejavu kelahiran &#8220;Soeharto mini&#8221; yang kelak akan memimpin Indonesia menuju kejayaannya kembali. <em>Wuidih</em> sedap sedap gurih ni.</p>
<p>Target meraih 80 kursi di parlemen bukanlah angka yang kecil untuk dicapai. Angka itu bahkan hampir menyamai perolehan Partai Golongan Karya (Golkar) pada Pilpres 2014 sebesar 91 kursi. Sebagai partai baru, kayaknya agak muluk sih targetnya. Gak mimpi di siang bolong kan ini?</p>
<p>Seandainya memang nanti bisa terwujud, wow betapa militannya Tommy ini. Apa mesin Partai Berkarya bisa semilitan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memperoleh dukungan masyarakat? Jika saja PKS sering mengangkat isu-isu mengenai agama sebagai alat pendukung kampanye.</p>
<p>Apa nantinya Tommy akan kembali mengelu-elukan kejayaan Orde Baru?? Sepertinya kata-kata khas Soharto, ‘Piye kabare, penak jamanku tho’ masih akan menjadi slogan andalan. Itu tuh, kata-kata yang sering kita liat di belakang mobil truk antar kota hahaha.</p>
<p>Di luar sisi kontroversi kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun (1966-1998), banyak hal yang bisa dibanggakan rakyat Indonesia. Liat saja kondisi ekonomi yang kala itu dianggap sangat pro rakyat kecil. Berbeda dengan kondisi sekarang, di mana subsidi dicabut sehingga banyak rakyat kecil teriak tercekik.</p>
<p>Sepertinya memang itu maksud dari logo beringin Partai Berkarya, di mana partai ini bisa mengayomi rakyat kecil. Tapi rakyat kecil yang mana dulu nih? Siapa tau rakyat kecil yang dimaksud nantinya adalah konglomerasi sesama pengusaha. Waduh waduh, jangan ya.</p>
<p>Partai Berkarya sepertinya membidik orang-orang yang merasakan enaknya hidup saat Orde Baru berkuasa. Jumlah masyarakat yang merindukan masa lalu Orde Baru memang tidak sedikit sih. Ini bisa dijadikan amunisi utama dalam meraup suara pemilih. Tapi apa iya dengan itu aja bisa berhasil? Gak mau dibilang <em>Omdo</em> kan? (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Tommy-Soeharto-Ketua-Umum-Partai-Berkarya.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Petuah Kramat Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/petuah-kramat-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2018 09:13:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah Kramat Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21076</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Nasihat yang baik selalu diabaikan, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikannya.&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto sampai saat ini masih memegang petuah kramat pemberian Presiden Soeharto. Weeeewww! Petuah kramat apaan tuh? Weleeeeh weleeeeh. Petuah kramat ini diberikan Soeharto saat Prabowo bepergian untuk berperang, selain bertindak sebagai atasan tentunya Soeharto pun merupakan mertua Prabowo. Jadi mungkin petuah kramat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Nasihat yang baik selalu diabaikan, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikannya.&#8221;</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto sampai saat ini masih memegang petuah kramat pemberian Presiden Soeharto. <em>Weeeewww! </em>Petuah kramat apaan tuh? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Petuah kramat ini diberikan Soeharto saat Prabowo bepergian untuk berperang, selain bertindak sebagai atasan tentunya Soeharto pun merupakan mertua Prabowo. Jadi mungkin petuah kramat ini pemberian antara mertua kepada menantunya, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Petuah kramat yang selalu dipegang teguh oleh Prabowo itu adalah nasihat Soeharto. Hmmm, begitu toh, <em>weleeeh weleeeeh</em>. Soeharto memberikan tiga nasihat yang harus dicamkan oleh Prabowo saat berperang dahulu.</p>
<p>Tiga nasihat itu ialah <em>ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. </em>Atau dengan kata lain, pertama Prabowo dinasihati agar tidak boleh lupa bahwa dengan keberadaannya pribadinya di dunia ini karena segala sesuatu yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan kelak, <em>weleeeeh weleeeeh </em>maknanya cukup mendalam sekali.</p>
<p>Jadi setidaknya Prabowo harus paham akan tugas dan fungsinya sebagai manusia agar tidak saling menyakiti satu sama lain.</p>
<p>Hmmm, tapi banyak yang meneriakkan bahwa Prabowo pernah menyakiti bahkan dinyatakan sebagai orang yang bertanggungjawab atas pelanggaran kasus HAM masa lampau. Hmmm, apakah <em>ojo lali </em>itu berarti menolak lupa juga ya? Sepertinya pertanda nih, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau nasihat pertama <em>ojo lali </em>itu artinya menolak lupa, berarti Prabowo sudah tak mengikuti nasihat Soeharto, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Untuk nasihat yang kedua ialah <em>ojo dumeh, </em>Prabowo diminta Soeharto agar tidak arogan atau tidak <em>sok </em>kuasa atas segalanya. Ya kalau arogan sih engga kali ya Pak, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Tapi nih ya, kalau dikaitkan dengan nasihat yang ketiga, sepertinya Prabowo tak bisa mengikutinya deh, soalnya seolah bertentangan dengan apa yang ia lakukan. <em>Weedeewwww</em>! Apaan tuh, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Nasihat ketiga untuk Prabowo itu <em>ojo ngoyo</em> atau jangan terlalu ambisius. Hmmm, mengingat dari 2009 sempat maju jadi Cawapres, lalu di 2014 maju lagi jadi Capres. Hmm, kabarnya juga 2019 mau nyalon lagi jadi Capres, <em>weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Sepertinya nasihat Soeharto yang ketiga mustahil ya diikuti. Lah kalau nasihat tak bisa dipenuhi, tak lagi kramat dong petuahnya? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Prabowo-Subianto-Gerindra-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
