<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Politisi Outsider &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/politisi-outsider/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2019 06:54:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Politisi Outsider &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi dan Fenomena Outsider Politik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dan-fenomena-outsider-politik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[N45]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2019 06:54:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politisi Outsider]]></category>
		<category><![CDATA[Zelensky]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=58659</guid>

					<description><![CDATA[Kemenangan Jokowi di Pemilu 2019 menjadi etape baru dalam politik Indonesia. Politisi yang hadir bukan dari elite politik. Fenomena kemunculan Jokowi juga berlangsung di belahan negara lain, naiknya Donald Trump di Amerika Serikat, dan Zelenesky sebagai Presiden Ukraina. Ini adalah pertanda dari muaknya masyarakat terhadapa seluruh tatanan yang selama ini ada di dalam struktur politik. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kemenangan Jokowi di Pemilu 2019 menjadi etape baru dalam politik Indonesia. Politisi yang hadir bukan dari elite politik. Fenomena kemunculan Jokowi juga berlangsung di belahan negara lain, naiknya Donald Trump di Amerika Serikat, dan Zelenesky sebagai Presiden Ukraina. Ini adalah pertanda dari muaknya masyarakat terhadapa seluruh tatanan yang selama ini ada di dalam struktur politik.</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p style="color:#cedb2a" class="has-text-color wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Jokowi kini tengah memiliki peluang besar kembali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia di periode 2019-2024. Kali ini Jokowi benar-benar mampu menisbahkan dirinya sebagai seorang politisi yang memiliki daya tawar tinggi. Kenaikannya di tahun 2014 banyak dianggap sebagai aji mumpung semata, rejeki dari Tuhan, namun kemenangannya di 2019 diskenariokan dengan sangat sempurna, dia adalah politisi ulung. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah gempuran elite politik, oligark ekonomi, pemuka
agama, anak tokoh dan
kekuatan militer, Jokowi mampu merebut kembali puncak kekuasaan di negeri ini dengan persentase sebesar 55,50% atau jika dikonversi ke
suara menjadi 85.607.362 suara. Kemenangan ini membuktikan bahwa Jokowi
adalah orang yang paling tepat mengisi narasi zaman yang sedang tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenangan Jokowi berjalan begitu mulus dan cepat di tahun
2014. Bagaimana dia yang awalnya adalah Wali Kota Solo periode 2005-2012, lalu
naik menjadi Gubernur DKI Jakarta dari 2012-2014, dan langsung naik menduduki
posisi paling top seantero negeri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi berasal dari kalangan yang sangat sederhana, latar &nbsp;belakang dia sama sekali tidak mencerminkan
sebuah ambisi politik jangka panjang dan rencana menduduki kursi Presiden. Rumahnya
pernah digusur tiga kali, mengambil jurusan kehutanan, dan bekerja sebagai
pengusaha mebel. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tiap pertarungan politiknya di DKI Jakarta, bahkan Jokowi
tidak mendapatkan dukungan dari partainya sendiri, PDI-P, sehingga Ketua Umum
Megawati harus dilobi oleh Prabowo yang mengusung Jokowi sedari awal dengan menduetkannya bersama BTP yang masih berstatus kader saat
itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi yang dibangun Jokowi juga meretakkan seluruh elitisme politik, yaitu yang merakyat, melalui ajakan blusukannya, Jokowi menarasikan dirinya sebagai Jokowi adalah kita. Kebaharuan Jokowi yang tidak pernah masuk dalam lingkar elite menjadikan dia sebagi sosok yang bersih, merakyat dan berorientasi kerja, serta progresif, dia mampu mendobrak seluruh <em>status quo</em> yang ada di sistem politik. </p>



<figure class="wp-block-image"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-58665" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/MUNCULNYA-FENOMENA-POLITISI-OUTSIDER-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Fenomena Dunia</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan sosok seperti Jokowi tidak hanya terjadi di
Indonesia. Pada tahun 2016, Donald Trump terpilih sebagai Presiden negara
Adidaya, Amerika Serikat. Sebuah cetakan baru bagi sejarah Amerika Serikat
dimpimpin oleh orang yang bukan berasal dari elite politik. Donald Trump beberapa kali berpindah keberpihakan
dari Republik ke Partai Reform, lalu ke Demokrat dan kembali ke Republik
semenjak 2010. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Trump memenangkan
Pilpres AS pada Novermber 2016 dengan keunggulannya di 306 wilayah negara
bagian AS, dengan perolehan suara se besar 62.984.828. Banyak pengamat politik
yang mempublikasikan bahwa Hillary Clinton akan menjadi pemenang, sayangnya hal
tersebut tidak terjadi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenangan Trump
mengguncang seluruh panggung perpolitikan AS. Trump mampu menggempur kandang
Demokrat dari Michigan, Pennsylvania hingga Wisconsin. Setelah kemenangannya,
datang demo berduyun-duyung memenuhi Washington sebanyak 500.000 orang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Betapa tidak klopnya dia dengan perpolitikan terbukti dari ditutupnya Pemerintah AS di 22 Desember 2018, sebab Trump bersikukuh untuk memasukkan 5.6 milyar USD di bujet federal untuk biaya benteng perbatasan AS-Mexico. Hal ini berulang kembali di 25 Januari 2019, dimana Pemerintah AS harus tutup selama 31 hari sebab lagi-lagi karena pendanaan dinding pembatas AS dengan negara tetangga.</p>



<figure class="wp-block-embed-twitter wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="en" dir="ltr">Indonesian politics, in my limited experience, has always been unfortunately tainted by illiteracy, playing on emotions, and pulling religion into everything. Great to see how the country is maturing. Congrats to Jokowi who, as a humble outsider, believe has done great so far.</p>&mdash; Ahmed Al-Essa (@AhmedAlEssa) <a href="https://twitter.com/AhmedAlEssa/status/1131287616144498688?ref_src=twsrc%5Etfw">May 22, 2019</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ini membutkikan
bahwa Trump tidak sepenuhnya mendapatkan dukungan dari partai yang
mengusungnya, Republik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini semua
membuktikan bahwa Trump memang benar-benar <em>outsider</em>
sejati, dia tidak hanya pendatang baru di politik, namun sekaligus banyak orang
yang alergi dengan dirinya, menganggap Trump sebagai yang lain, yang berbeda,
yang <em>outsider</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi Trump
juga tidak akur dengan media, kerap menyebut media sebagai musuh masyarakat,
dan kerap membuat berita palsu. Dia sangat membenci CNN yang sebelumnya kerap
memberikan Hillary dengan sudut positif. Walhasil Trump adalah <em>outsider</em> sejati. Trump mampu mengguncang
seluruh sistem yang selama ini terkunci di politik AS. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di belahan dunia
lain, komedian Vologymyr Zelensky menjadi Presiden Ukraina. Menang telak dengan
memperoleh 73,22% suara nasional mengalahkan inkumben Petro Poroshenko.
Zelensky selama ini berkarir di dunia hiburan, dia memiliki grup lawak bernama ‘Zaporizhia-Kyvyi
Rih-Transit’. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menekuni
dunia komedi, Zelensky juga bermain di beberapa judul film. Mulai dari Love in
the Big City yang bergenre komedi-romantis, hingga yang terakhir di 2015,
Zelensky membintangi film berjudul Servant of the People, dimana dia berperan
sebagai Presiden Ukraina. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2018,
Servant of the People didirikan, partai besutan dari Kvartal 95. Maret 2019,
Zelensky mengatakan akan masuk ke politik untuk mengembalikan profesionalitas
dan orang-orang tulus ke panggung politik, dia ingin merubah kebakuan politik
hari ini. Pada 31 Desember
dia resmi menang, dan 20 Mei lalu dia dilantik sebagai Presiden Ukraina di
umurnya yang ke-41. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Zelensky
menjanjikan rakyat Ukraina akan bisa mendapatkan referendum, menghabisi
korupsi, memperbiaki aturan pemilu, dan menghapus imunitas presiden. Ukraina
tidak akan lagi menjadi anak dari Rusia, Ukraina akan menjadi anggota dari Uni
Eropa dengan bermartabat. Semangat yang tentu saja
muncul dari seseorang yang ingin mengguncang seluruh tatanan politik. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Narasi Anti-Kemapanan</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan 3 figur tersebut sejatinya adalah sebuah jawaban
dari narasi zaman yang sedang terbentuk. Bahwa masyarakat sudah muak dengan
kondisi politik yang ada. Perubahan situasi politik ini boleh jadi adalah
representasi dari pergeseran seluruh struktur baku yang selama ini men-<em>status-quo</em> kan dirinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari struktur politik yang berjalan dari dibentuknya sistem negara bangsa
melalui fajar modernisme. Bentuk negara bangsa dengan menggunakan demokrasi di mana
sebagian besar negara-negara di dunia ini menggunakannya, memiliki banyak celah.
Bahwa bentuk negara bangsa yang bercorak liberalis cenderung untuk menyempitkan
pluralisme masyarakat sebagai hanya sekedar fakta, namun tidak esensi bermasyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walhasil hal-hal yang sifatnya tabu dan ditakutkan menyinggung tetangga, akan coba kita tahan dan menjadi pergunjingan di antara sesama saja, dan justru ini yang menjadi sekam dalam demokrasi, sebab demokrasi yang sedari awal dijalankan melalui revolusi modern tumbuh dan dipromosikan oleh kapitalisme, sehingga liberalisme menjadi corak berdemokrasi, begitu menurut Chantal Mouffe mengkritik John Rawls.</p>


<hr /><p><em>Politisi anti-kemapanan!</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fjokowi-dan-fenomena-outsider-politik%2F&#038;text=Politisi%20anti-kemapanan%21&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />


<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat hari ini tidak senang dengan basa basi dan segala
kepura-puraan, masyarakat muak dengan segala tingkah politik yang begitu palsu.
Sistem demokrasi yang terbangun tidak mampu memberikan celah bagi keseluruhan masyarakat berpartipisasi, sehingga yang
menguasai panggung politik adalah orang-orang lama, mereka yang tidak pernah
berganti dari masa ke masa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguasaan panggung politik oleh golongan yang itu-itu saja
adalah sebab utama kebosanan ini. Mereka elite parpol, para pengusaha kaya
raya, anak tokoh, serta militer menjadikan politik milik hanya segelintir
orang, dia tidak bisa diakses oleh semua orang. Akhirnya demokrasi seperti menjadi
monarki baru, dia dikuasai oleh oligark. Itu alasan yang menjadikan mengapa
muncul ketidakpuasan, sebab ada ketidakadilan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan orang-orang yang sudah lama bermain di politik ini
cenderung kotor dan hanya berpihak demi kepentingan dia sendiri, mempertahankan
kekuasaan yang mereka miliki. Sehingga keculasan ini yang terlalu nampak dan
tidak disukai oleh masyarakat. Sudah
culas, munafik lagi jika disingkat demikian. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok seperti Hillary sebagai contoh tidak disukai karena dianggap sebagai ramuan seluruh
formula tersebut, mulai dari sosok lama politik, selalu mempertahankan
kekuasaannya bersama oligark di belakangnya, representasi penuh dari keculasan bersama seluruh skandalnya,
sehingga meme tentang Hillary banyak bertebaran. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergantian generasi adalah kunci semua ini, sebab dengan bergantinya corak antropologi masyarakat dari generasi <em>baby boomers</em> yang membentuk seluruh tatanan hidup hari ini dengan generasi <em>millennial</em> membuat goncangan di seluruh struktur sosial masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyaknya gerakan anti-kemapanan, mulai dari ramainya
gerakan <em>Occupy Wall Street</em>, tumbuh
suburnya gerakan kiri di Indonesia, dan naiknya gerakan-gerakan progresif,
munculnya partai-partai baru yang digawangi oleh anak-anak muda yang membawa
angin segar di iklim politik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan
anti-kemapanan sendiri adalah istilah untuk merangkum seluruh bentuk oposisi
pada struktur sosial, politik dan ekonomi. Riset yang dilakukan oleh Bradley
Jones menunjukkan bahwa ada pergeseran isu dari tahun ke tahun di publik
Amerika Serikat sendiri, di mana isu-isu soal jaminan sosial menjadi populer,
dan banyak digaungkan oleh politisi, ini juga yang bisa menjadi simpulan bahwa
terjadi pergeseran corak berpikir ke arah tengah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa kandidat
dari Demokrat yang sudah mendeklarasikan diri sudah jelas-jelas mengambil
ide-ide sosialisme sebagai pemacu isu keseharian mereka saat berkampanye untuk
2020 nanti. Sebut saja seperti Bernie Sanders, Pette Buttigieg, juga Kamala
Haris yang semuanya cenderung berpandangan sentris. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil penelitian
dari Pew Research Center menunjukkan bahwa terjadi pergeseran orang-orang
Demokrat untuk cenderung lebih ke kiri, dan kalangan Republik yang cenderung
juga lebih ke tengah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Alan Heslop menyatakan bahwa pergantian kepala negara dengan diisi oleh orang baru, yang di luar daripada sistem politik adalah sebuah kewajaran dalam skema ketidakpuasan terhadap politik yang sedang ada. Semoga, ketiga Presiden ini betul menjadi jawaban atas harapan masyarakat ke depannya, harapan akan perubahan, bukan malah masuk dan tenggelam dalam sistem itu sendiri. (N45) </p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZA_x-a0ezXI"><iframe title="WNI KETURUNAN ARAB PROVOKATOR, BENARKAH???" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZA_x-a0ezXI?start=7&#038;feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/trump.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
