<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Politik Kompor &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/politik-kompor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Nov 2022 11:44:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Politik Kompor &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ada &#8220;Kompor&#8221; Antara Anies-Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ada-kompor-antara-anies-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Kompor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118341</guid>

					<description><![CDATA[“Politik kompor ada.&#160;Maaf,&#160;saya harus bilang.&#160;Ada oknum elite politik karena di partai itu hanya itu yang ngomong. Coba menjauhkan Anies dengan Jokowi, membangun narasi-narasi kebencian,” – Hermawi Taslim, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem PinterPolitik.com Panggung politik menjelang&#160;Pemilihan Presiden&#160;(Pilpres)&#160;2024 mulai memanas. Hal ini semakin terlihat ketika partai NasDem menyebut ada oknum elite politik yang bangun narasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Politik kompor ada.&nbsp;Maaf,&nbsp;saya harus bilang.&nbsp;Ada oknum elite politik karena di partai itu hanya itu yang ngomong. Coba menjauhkan Anies dengan Jokowi, membangun narasi-narasi kebencian,” – Hermawi Taslim, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Panggung politik menjelang&nbsp;Pemilihan Presiden&nbsp;(Pilpres)&nbsp;2024 mulai memanas. Hal ini semakin terlihat ketika partai NasDem menyebut ada oknum elite politik yang bangun narasi kebencian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim, NasDem&nbsp;menyebutkan strategi membangun narasi kebencian ini dengan &#8220;politik kompor&#8221;. Tujuannya tentu untuk menjauhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam realitas politik, menjadi sesuatu yang lumrah jika seorang pemimpin memiliki pembisik yang mempengaruhi keputusan dan sikap politik. Masalahnya&nbsp;adalah&nbsp;jika pembisik ini malah memberikan informasi yang berdampak negatif, seperti “politik kompor”&nbsp;di atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam cerita Mahabharata, terdapat tokoh yang diasosiasikan sebagai pembisik, yakni Sengkuni. Ia dikenal dengan karakternya yang buruk, kejam dan suka menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditarik ke konteks saat ini, Sengkuni selalu muncul dalam kontestasi politik Indonesia sebagai analogi perebutan kekuasaan&nbsp;–&nbsp;dengan menggunakan strategi <em>black campaign</em>&nbsp;hingga menyebar hoaks agar muncul perpecahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Endang Prihatini dalam tulisannya <em>Etika Terapan Dalam Kampanye</em>&nbsp;mengonfirmasi bahwa bentuk kampanye hitam dapat berupa hasutan kepada tokoh atau elite-elite&nbsp;politik, hingga muncul narasi-narasi kebencian yang berlebihan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semakin tebal kebencian yang terasa, maka semakin berhasil para “politisi kompor” ini berhasil menjalankan aksinya. Mereka bekerja dalam rangkaian yang terencana dengan tujuan menciptakan perpecahan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-851x1024.png" alt="image 3" class="wp-image-118343" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-851x1024.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-249x300.png 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-125x150.png 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-696x838.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-1068x1286.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3-349x420.png 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-3.png 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /><figcaption>Siapa Sengkuni di Anies-Jokowi?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>, cara berpikir semacam ini perlu dikoreksi kembali. Sebaiknya,&nbsp;ada kesadaran berpolitik yang lebih beradab dalam melihat kompetisi. Perlu diingat bahwa berkompetisi bukan hanya persoalan menang dan kalah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi teringat ungkapan Anies ketika ditanya terkait persoalan menjadi pemimpin. Ia mempercayai bahwa inspirasi tidak datang lewat meditasi tetapi inspirasi datang melalui interaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Anies, semakin sering melakukan interaksi maka akan semakin muncul inspirasi, dan interaksi tidak harus dilakukan dengan yang sepemahaman. Dan,&nbsp;pada akhirnya,&nbsp;kita tidak perlu takut berkompetisi jika sudah punya pemahaman yang sama.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya,&nbsp;perdebatan atau perbedaan pandangan adalah proses pengayaan pemikiran.&nbsp;Baginya, teman berdebat dalam sebuah diskusi adalah teman berpikir menciptakan kreasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, jadi kepikiran.&nbsp;Tampaknya,&nbsp;perkembangan narasi politik di Indonesia semakin kreatif. Bayangkan.&nbsp;Kompor yang menjadi perangkat memasak saja rupanya bisa jadi perumpamaan politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, strategi politik kompor ini tergantung&nbsp;“sumbunya” sih. Jika politisi mempunyai “sumbu pendek” pastinya gampang terhasut, berbeda dengan politisi yang punya “sumbu panjang” yang tidak terpengaruh&nbsp; jika di panas-panasin. <em>Uppsss</em>. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="i9-v7ysuOhw"><iframe title="Kenapa Peradaban Barat Bisa Kuasai Dunia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/i9-v7ysuOhw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Kenapa Peradaban Barat Bisa Kuasai Dunia?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/814890_720.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
