<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Politik Genderuwo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/politik-genderuwo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jul 2022 07:38:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Politik Genderuwo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sunny, Jalan Anies ke Konglomerat?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/sunny-jalan-anies-ke-konglomerat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Genderuwo]]></category>
		<category><![CDATA[Sunny Tanuwidjaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=112266</guid>

					<description><![CDATA[“Ketika Bro Sunny memilih untuk mendukung, tanpa diminta, dia pun mengajukan untuk mengundurkan diri dari posisi Sekwanbin PSI”.- Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI PinterPolitik.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mungkin menjadi satu-satunya orang yang dianggap bertanggung jawab atas berhentinya Sunny Tanuwidjaja sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Karena sejauh ini, kemunduran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Ketika Bro Sunny memilih untuk mendukung, tanpa diminta, dia pun mengajukan untuk mengundurkan diri dari posisi Sekwanbin PSI”.- Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mungkin menjadi satu-satunya orang yang dianggap bertanggung jawab atas berhentinya Sunny Tanuwidjaja sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sejauh ini, kemunduran Sunny dari PSI disinyalir berkaitan dengan sikap politiknya yang dianggap telah mendukung Anies. Ini sih sikap sportif. Kan semua orang tau kalo PSI adalah partai yang sering berseberangan dengan kebijakan-kebijakan Anies.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin ini peristiwa kedua dari drama kemunduran kader-kader PSI yang dikaitkan dengan Anies, setelah sebelumnya Tsamara Amany juga memilih hengkang. Untuk kasus Sis Tsamara, sejumlah orang mengaitkannya dengan&nbsp; hubungan suaminya,&nbsp; Ismail Fajrie Alatas yang juga merupakan teman dekat Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit memberikan konteks, meski keduanya sama-sama keluar dari PSI, tapi khusus untuk Sunny mungkin sedikit lebih spesial. Ini karena mantan staf khusus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, dianggap potensial dan dapat memberikan peran berharga bagi Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kesaksian Ahok, Sunny adalah salah satu peneliti lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Doi juga pernah bekerja pada salah satu konglomerat di Indonesia, yaitu Peter Sondakh yang merupakan CEO Rajawali Corporation.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, ia juga merupakan sepupu dari&nbsp;istri Chairman PT SMART, Franky Wijaya. Pasti tau lah siapa Franky.&nbsp;Beliau adalah anak dari pendiri Sinar Mas Group,&nbsp;Eka Tjipta Widjaja. Ini artinya, Sunny mempunyai jejaring konglomerasi yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, kedekatan Sunny dengan konglomerat akan menjadi point positif bagi Anies. Bisa saja saluran kekuatan konglomerat mengalir ke Anies, mengingat saat ini ia membutuhkan “amunisi politik” untuk berkompetisi pada Pilpres 2024 mendatang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="922" height="1024" src="//i0.wp.com/pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-922x1024.jpg" alt="infografis siapa dan mengapa sunny" class="wp-image-112268" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/infografis-Siapa-dan-Mengapa-Sunny.jpg 1080w" sizes="(max-width: 922px) 100vw, 922px" /><figcaption>SUnny dan Anies</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, kok&nbsp;seolah- olah Anies mampu menculik kader-kader PSI satu demi satu ya? Dan Ngomong-ngomong soal culik menculik,&nbsp;kok jadi keinget genderuwo ya. Apakah fenomena ini dapat dimaknai sebagai politik genderuwo?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antropolog Clifford Geertz dalam beberapa tulisannya tentang kondisi masyarakat Jawa, pernah mencatat soal mitos-mitos seputar makhluk halus di Jawa, khususnya genderuwo. Geertz mengklasifikasi tiga jenis makhluk halus yang dikenal orang Jawa, yaitu memedi, lelembut, dan tuyul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu jenis memedi yang paling terkenal dan sering dibicarakan dalam masyarakat desa adalah genderuwo, yang umumnya digambarkan sebagai makhluk halus yang lebih suka bermain-main dan mengerjai manusia ketimbang menyakiti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut alam pikiran orang Jawa, genderuwo mampu menculik seseorang,&nbsp;sehingga pindah ke alamnya dan tak kembali ke alam manusia. Disinilah Geertz menampilkan cerita makhluk halus yang merupakan konstruksi&nbsp;budaya, tampil sebagai cerminan dari sifat dasar manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu pula dalam ranah politik, sifat dasar manusia yang merupakan refleksi budaya rupanya tidak hilang, melainkan terkonversi menjadi sikap politik. Hal ini ingin mengilustrasikan bahwa diculik genderuwo, dapat ditafsirkan sebagai tindakan menyeberangnya politikus dari satu kubu ke kubu lain karena motif kepentingan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kok berasa dunia politik sudah seperti dunia mistis ya. Kalau kader politik yang diculik disebut politik genderuwo, bagaimana jika kader yang suka loncat-loncat dari satu partai ke partai lain? Apa manuver mereka bisa dinamakan politik pocong? Hehehe. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Politik di Balik Sepeda Jokowi dan Anies" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/L0A5m4unQ4o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Anies Baswedan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/image_750x_6270749c8b1f7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi “Pelihara” Genderuwo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/jokowi-pelihara-genderuwo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2018 10:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Genderuwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43854</guid>

					<description><![CDATA[“Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan.” ~ Adolf Hitler PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]eakan tidak terima dituduh sebagai antek-antek genderuwo, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah ikut menuding genderuwo yang sebenarnya itu bukan berada di kubu mereka melainkan di kubu Jokowi. Tepatnya kubu Jokowi-lah yang memelihara genderuwo ekonomi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan.” ~ Adolf Hitler</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]eakan tidak terima dituduh sebagai antek-antek genderuwo, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah ikut menuding genderuwo yang sebenarnya itu bukan berada di kubu mereka melainkan di kubu Jokowi. Tepatnya kubu Jokowi-lah yang memelihara genderuwo ekonomi yang berusaha untuk merusak ekonomi bangsa. <em>Weleh-weleh.</em></p>
<p><hr /><p><em>Ini kenapa ya, teknologi sudah semakin maju, globalisasi juga semakin menyeruak, tapi kok Indonesia masih mengandalkan ilmu supranatural untuk menghadapai persoalan?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fjokowi-pelihara-genderuwo%2F&#038;text=Ini%20kenapa%20ya%2C%20teknologi%20sudah%20semakin%20maju%2C%20globalisasi%20juga%20semakin%20menyeruak%2C%20tapi%20kok%20Indonesia%20masih%20mengandalkan%20ilmu%20supranatural%20untuk%20menghadapai%20persoalan%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Enggak pada takut musrik ya para politisi Indonesia sampai pelihara-pelihara jin sejenis genderuwo seperti itu? Atau jangan-jangan, tanpa adanya genderewo, mereka semua enggak bisa menjadi pejabat publik lagi. Soalnya mereka enggak bisa apa-apa tanpa kekuatan jin<em>.</em></p>
<p>Tudingan genderuwo kepada pemerintah juga disampaikan oleh Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu. Menurutnya, genderuwo ekonomi memiliki definisi lain. Baginya istilah genderewo lebih cocok disematkan kepada kelompok yang bertindak memainkan aturan untuk kepentingannya dan mempengaruhi kekuasaan serta mematikan orang lain.<em> Weleh-weleh, </em>tercium aroma menyan rasa dendam yang terpendam nih <em>gengs.</em> <em>Ahahaha.</em></p>
<p>Mantan anggota DPR itu pun menyebut bahwa para genderuwo ekonomi banyak terdapat di sektor-sektor strategis seperti APBN, moneter, energi, dan pertambangan.</p>
<p>Asli, sepakat banget nih<em> eyke </em>sama Said. Soalnya <em>gengs, </em>genderuwo yang paling serem itu memang genderuwo yang sudah berhasil duduk di pucuk kekuasaan. Kalau genderuwo yang masih ngarep jabatan kan bisanya cuman ngomong doang. Tapi kalau genderuwo yang udah ngejabat, pasti deh secara logika akan menjadi lebih jahat. Betul apa betul? <em>Uppss, eyke</em> enggak bila Jokowi yang lebih jahat loh<em> gengs. </em></p>
<p>Kalau menurut Said, ketiga tempat yang telah disebut tadi memang sudah biasa dijadikan tempat bagi genderuwo untuk bersemayam dan bermain. Walaupun genderuwo juga berada di sektor lainnya, tapi yang paling terlihat nyata dan jahat ada di ketiga sektor itu</p>
<p>Menurut Said, para genderuwo itu sulit ditangkap kendati pemerintahan silih berganti. Genderuwo atau dalam bahasa lainnya disebut cukong itu mampu untuk mengatur dan mempengaruhi pemerintahan.<em> Weleh-weleh.</em></p>
<p>Pantas aja ya mau siapa pun pemerintahnya, masih aja banyak tambang yang belum bisa dikuasai oleh pemerintah. Intinya, enggak salah deh Jokowi ngajak Ma’ruf Amin jadi wakil presidennya. Soalnya kan genderuwo atau sejenis jin lainnya kalau dikasih doa-doa bisa langsung hilang. Jadi, semoga aja lah ya<em> gengs</em> adanya banyak ulama yang terjun di dunia politik akhir-akhir ini bisa ngusir jin-jin itu. <em>Ehehehe. </em>(G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="O8efWMFZpC4"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/O8efWMFZpC4?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hantu-2Bgenderuwo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi vs Politik Genderuwo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-vs-politik-genderuwo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2018 12:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Genderuwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43737</guid>

					<description><![CDATA[“The only thing we have to fear is fear itself,” Franklin D. Roosevelt PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]enderuwo. Mendengar namanya saja mungkin sudah membuat sebagian orang bergidik ngeri. Bagaimana tidak, mahluk tersebut boleh jadi adalah salah satu sosok misterius yang menghantui hari-hari masyarakat negeri ini. Tak jarang, sosok tersebut digunakan sebagai kisah untuk menakut-nakuti anak-anak. Nyatanya, sosok genderuwo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“The only thing we have to fear is fear itself,” Franklin D. Roosevelt</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]enderuwo. Mendengar namanya saja mungkin sudah membuat sebagian orang bergidik ngeri. Bagaimana tidak, mahluk tersebut boleh jadi adalah salah satu sosok misterius yang menghantui hari-hari masyarakat negeri ini. Tak jarang, sosok tersebut digunakan sebagai kisah untuk menakut-nakuti anak-anak.</p>
<p>Nyatanya, sosok genderuwo dianggap tidak hanya hadir dalam mimpi-mimpi buruk saja. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat ini tengah ada genderuwo yang menghantui politik Indonesia. Sebagaimana pada umumnya, genderuwo yang berpolitik juga hadir untuk menakut-nakuti masyarakat.</p>
<p>Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut bahwa cara berpolitik yang menimbulkan kekhawatiran dan keraguan ala genderuwo adalah sesuatu yang harus dihentikan. Menurutnya, cara seperti ini adalah sesuatu yang tidak beretika karena membuat masyarakat merasa ketakutan.</p>
<p>Meski tidak menyebut secara langsung siapa yang bermain politik genderuwo, banyak yang menganggap bahwa sang presiden tengah menyindir kubu penantangnya, Prabowo Subianto. Prabowo dianggap sebagai sosok yang jarang membawa harapan dan lebih banyak membawa ketakutan. Lalu, jika benar Prabowo yang dimaksud, efektifkah cara Jokowi seperti ini?</p>
<h4><strong>Politik Ketakutan</strong></h4>
<p>Secara umum, banyak yang menuding bahwa Prabowo adalah sosok politisi yang menggunakan politik ketakutan atau <em>politics of fear</em>. Langkah seperti ini sering kali disebut juga sebagai <em>fearmongering</em>. Selama ini ia memang terindikasi melakukan strategi tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, wajar jika Jokowi merasa gerah dengan politik genderuwo ala  Prabowo ini.</p>
<p>Meski bisa membuat gerah, memainkan rasa takut masyarakat sebagai calon pemilih merupakan hal yang lazim terjadi. HL Mencken misalnya menyebut bahwa memainkan rasa takut atau <em>fearmongering</em> adalah hal yang wajar dilakukan oleh semua presiden di Amerika Serikat (AS).</p>
<p>Salah satu contoh kampanye dengan rasa takut paling terkenal mungkin adalah iklan milik Lyndon B. Johnson pada tahun 1964. Iklan berjuluk Daisy Girl itu menggambarkan ketakutan yang terjadi jika masyarakat tidak memilih figur yang disingkat LBJ tersebut.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BqEoDCPAk2_/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BqEoDCPAk2_/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BqEoDCPAk2_/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Hiii&#8230;emang kamu gak takut genderuwo Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #politikgenderuwo #genderuwo #jokowidodo #infografik #infografis #infographic #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-11-12T07:41:42+00:00">Nov 11, 2018 at 11:41pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dalam iklan tersebut digambarkan bagaimana bahayanya jika masyarakat AS tidak memilih Johnson. Ancaman nuklir akan hadir dan merenggut nyawa anak kecil jika masyarakat AS salah memilih. Ledakan nuklir menjadi elemen ketakutan yang dihadirkan politisi Partai Demokrat tersebut. Meski dianggap kontroversial, iklan ini nyatanya dianggap sebagai salah satu faktor yang memberikan kemenangan bagi Johnson.</p>
<p>Kini, strategi <em>fearmongering</em> ini juga masih marak digunakan. Presiden AS Donald Trump misalnya dapat dianggap sebagai sosok yang kerap memainkan rasa takut untuk mendapatkan perhatian masyarakat. Terkadang, pilihan kata yang digunakan Trump tergolong hiperbolik, sehingga kerap menimbulkan polemik.</p>
<p>Strategi ini memang tergolong menarik karena bisa memainkan emosi masyarakat. Dalam kadar tertentu, para pembuat kebijakan yang memainkan rasa takut bisa mendapatkan persetujuan dari masyarakat agar suatu kebijakan dapat berjalan.</p>
<p>Oleh karena itu, wajar jika politik genderuwo semacam ini mengkhawatirkan Jokowi. Apalagi, penantangnya, Prabowo, cenderung sering bermain-main dengan rasa takut masyarakat. Gambaran di AS dengan Johnson atau Trump tentu berbahaya bagi Jokowi yang tengah berupaya kembali duduk di kursi RI-1.</p>
<h4><strong>Tak Terhindarkan</strong></h4>
<p>Rasa takut boleh jadi adalah perasaan yang tidak terhindarkan dalam masyarakat. Masyarakat saat ini misalnya dilanda ketakutan terkait dengan kondisi ekonomi, keamanan, atau kesehatan mereka. Boleh jadi, rasa takut adalah perasaan yang mayoritas masyarakat rasakangan belakangan ini.</p>
<p>Seorang ahli filsafat AS, Martha Nussbaumm, mengungkapkan bahwa waktu yang dihadapi saat ini sangatlah berbahaya. Ia menyebut bahwa rasa takut yang ada bersifat rasional dan memberi perhatian pada rasa takut dapat memberikan keuntungan tersendiri.</p>
<p>Sejalan dengan pendapat tersebut, Thomas Meyer menyebut bahwa cara untuk melawan orang yang melakukan <em>fearmongering</em> adalah dengan menganggap serius rasa takut tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak perlu lagi membantah atau menekan rasa cemas masyarakat dengan berusaha menutupinya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Siapa Main Politik Genderuwo, Pak Jokowi! <a href="https://t.co/UVF73qrNQi">https://t.co/UVF73qrNQi</a></p>
<p>&mdash; #GenerasiOptimis (@AntoniRaja) <a href="https://twitter.com/AntoniRaja/status/1060874582083555328?ref_src=twsrc%5Etfw">November 9, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurut Meyer, pemerintah idealnya harus mampu menghadapi rasa takut tersebut secara terbuka. Secara khusus, ia juga menyebut pemerintah harus menghadapi hal tersebut dengan rasa tanggung jawab.</p>
<p>Meyer menyebutkan beberapa langkah untuk menghadapi rasa takut tersebut. Langkah krusial pertama menurutnya adalah dengan mengakui adanya rasa cemas yang ada. Langkah kedua adalah dengan menelusuri penyebab konkret dari persoalan tersebut.</p>
<p>Presiden AS Fraklin D. Roosevelt disebut sebagai sosok yang mampu mengendalikan rasa takut tersebut. Roosevelt berbicara di hadapan masyarakat dengan menyebut bahwa ia tahu rasa takut bangsanya dan ia tahu bahwa mereka bisa menaklukkannya bersama-sama. Tidak hanya itu, Roosevelt juga melibatkan semua orang untuk mencari solusi terbaik dari rasa takut yang dihadapi.</p>
<p><hr /><p><em>Jokowi pantas gerah dengan politik genderuwo karena tergolong ke dalam fearmongering.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fjokowi-vs-politik-genderuwo%2F&#038;text=Jokowi%20pantas%20gerah%20dengan%20politik%20genderuwo%20karena%20tergolong%20ke%20dalam%20fearmongering.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Dari pernyataan tersebut kemudian muncul program yang terangkum dalam New Deal untuk menghadapi periode krisis. Rangkaian kebijakan itu ternyata mampu bekerja dengan baik untuk melawan rasa takut. Tidak hanya itu, program itu juga bisa diterima oleh masyarakat secara luas.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, terlihat bahwa cara untuk melawan rasa takut adalah dengan menghadapinya dengan serius, alih-alih menutupinya. Cara ini boleh jadi bisa berhasil tidak hanya untuk rasa takut yang muncul secara alamiah, tetapi juga dari sosok yang kerap melakukan politik ketakutan.</p>
<h4><strong>Melawan Rasa Takut</strong></h4>
<p>Terlihat bahwa untuk menghentikan <em>fearmongering</em> kubu lawannya, Jokowi berusaha untuk melakukan serangan balik. Ia secara langsung berbicara di mata publik tentang politik yang menakuti-nakuti dan menyebutnya dengan istilah menyeramkan, yaitu politik genderuwo.</p>
<p>Meski begitu, jika pernyataan Meyer yang menjadi acuannya, boleh jadi serangan balik Jokowi dengan politik genderuwo itu tidak sepenuhnya tepat. Hal ini terjadi karena bagaimanapun, rasa takut merupakan hal alamiah yang terdapat di dalam masyarakat.</p>
<p>Terlepas dari soal data dan fakta, ada beberapa hal yang tetap akan menjadi bagian dari rasa takut masyarakat. Perkara ekonomi misalnya menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat.</p>
<p>Memang, kritik kubu oposisi dengan memainkan rasa takut masyarakat terkadang cenderung hiperbolik. Pernyataan seperti Indonesia miskin selamanya atau tempe setipis ATM mungkin tidak selalu sesuai dengan data-data statistik milik pemerintah. Akan tetapi, hal-hal ini tergolong amat dekat dengan masyarakat karena menyangkut ekonomi mereka.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ini buat yg kemarin pd tanya puisi ttg &quot;Genderuwo&quot;. Sy beri judul &quot;Ada Genderuwo di Istana&quot; <a href="https://t.co/D7xqX4TPTQ">pic.twitter.com/D7xqX4TPTQ</a></p>
<p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/1061457675148390400?ref_src=twsrc%5Etfw">November 11, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Alih-alih menyerang praktik politik genderuwo, idealnya Jokowi melakukan langkah-langkah yang disebutkan oleh Meyer. Memang, Jokowi tidak perlu mengakui secara penuh bahwa tengah terjadi masalah yang menjadi sumber ketakutan masyarakat. Akan tetapi, pemerintahan Jokowi perlu terlihat bertanggung jawab dan akan mencarikan solusi dari rasa takut tersebut. Mencari akar masalah dari berbagai ketakutan yang dialami masyarakat boleh jadi akan lebih bermanfaat ketimbang menyerang politik genderuwo.</p>
<p>Roosevelt boleh jadi adalah contoh yang baik bagi Jokowi untuk mengalahkan sosok genderuwo yang ada dalam politik Indonesia. Ia berhasil meyakinkan masyarakat AS bahwa mereka akan mampu menaklukkan ketakutan dan keluar dari periode krisis. Secara khusus, kemampuan Roosevelt menghadirkan rangkaian program New Deal bisa ditiru untuk menghadapi politik genderuwo atau politik ketakutan dari kubu manapun.</p>
<p>Dengan begitu, boleh jadi Jokowi memiliki kesempatan besar untuk mengalahkan <em>fearmongering</em> ala politik genderuwo dengan sesuatu yang lebih programatik. Berbagai program yang ia siapkan akan mampu menjawab sendiri politik genderuwo yang merongrong pemerintahannya. (H33)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="O8efWMFZpC4"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/O8efWMFZpC4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/https_2F2Fs3-ap-northeast-1.amazonaws.com2Fpsh-ex-ftnikkei-3937bb42Fimages2F52F62F92F72F14537965-1-eng-GB2FGettyImages-968177186-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Politik Genderuwo Ala Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/politik-genderuwo-ala-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2018 11:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Genderuwo]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Sontoloyo]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi politik Jokowi 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43653</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43654 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi.jpg" alt="Politik Genderuwo Ala Jokowi" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Politik-Genderuwo-ala-Jokowi-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
