<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>polisi siber &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/polisi-siber/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2022 08:55:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>polisi siber &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polisi Siber adalah Solusi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/polisi-siber-adalah-solusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2020 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[polisi siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=92502</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="928" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-928x1024.jpg" alt="" class="wp-image-92483" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-928x1024.jpg 928w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-272x300.jpg 272w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-136x150.jpg 136w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-768x848.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-1392x1536.jpg 1392w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-696x768.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-1068x1179.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-381x420.jpg 381w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi.jpg 1631w" sizes="(max-width: 928px) 100vw, 928px" /><figcaption>Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin tanggapi wacana polisi siber</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-adalah-Solusi-928x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mahfud MD dan Jawaban Polisi Siber</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mahfud-md-dan-jawaban-polisi-siber/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2020 08:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[polisi siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98435</guid>

					<description><![CDATA[Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan di tahun 2021 nanti akan ada polisi siber untuk melawan serangan siber yang dinilai sudah tidak dapat ditolerir. Apakah wacana itu memperburuk demokrasi atau justru menjadi jawaban atas permasalahan demokrasi saat ini? PinterPolitik.com “Ketika internet kali pertama menjadi sarana komunikasi massa pada 1990-an, banyak pengamat (termasuk saya) percaya hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan di tahun 2021 nanti akan ada polisi siber untuk melawan serangan siber yang dinilai sudah tidak dapat ditolerir. Apakah wacana itu memperburuk demokrasi atau justru menjadi jawaban atas permasalahan demokrasi saat ini?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://a/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“<em>Ketika internet kali pertama menjadi sarana komunikasi massa pada 1990-an, banyak pengamat (termasuk saya) percaya hal itu akan menjadi kekuatan penting untuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi</em>” – Francis Fukuyama, dalam&nbsp;<em>Identitas: Tuntutan atas Martabat dan Politik Kebencian</em></p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam wawancaranya bersama Kompas pada 26 Desember kemarin, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan (Menko Polhukam) menyebutkan pemerintah memutuskan untuk mengaktifkan polisi siber di 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, kebijakan tersebut bertolak dari fenomena masyarakat yang mudah menyebar ancaman melalui media sosial. Selain itu, Mahfud juga menyinggung perihal adanya kelompok masyarakat yang selalu menghantam pemerintah, terlepas dari pemerintah benar atau salah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengamatannya, kelompok masyarakat penghantam tersebut memang telah ada sejak lama. Namun perkembangan media sosial membuat mereka lebih leluasa dan masif melakukan hantaman. Pun begitu pada masalah hoaks atau berita bohong. Sudah saatnya pemerintah tegas menangani fenomena akut semacam itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menimbang pada fenomena yang disebutkan Mahfud memang menjadi masalah di tengah era media massa saat ini, berbagai pihak telah menunjukkan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, beda halnya dengan pengamat politik Rocky Gerung. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan Mahfud telah memproyeksikan bahwa akan ada banyak kejahatan siber sehingga menyiapkan langkah penjegahan. Tegasnya, kebijakan polisi siber ini seperti langkah menakut-nakuti masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://pinterpolitik.com/singgung-medsos-jokowi-sentil-mahfud">Singgung Medsos, Jokowi Sentil Mahfud?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan Rocky, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Fatia Maulidiyanti bahkan menilai diaktifkannya polisi siber justru dapat mengancam kebebasan sipil, khususnya terkait kebebasan berekspresi yang telah dilindungi konsitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kebijakan polisi siber adalah ancaman demokrasi atau justru menjadi jawaban atas situasi demokrasi saat ini?</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/_Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD.jpg" alt=""/></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kenapa Demokrasi Dapat Menyebar?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Francis Fukuyama dalam bukunya&nbsp;<em>Political Order and Political Decay: From the Industrial Revolution to the Globalization of Democracy</em>&nbsp;menyebutkan antara tahun 1970 dan 2010 terjadi peningkatan demokratisasi dari 35 menjadi 120 negara, yang mana itu adalah 60 persen dari jumlah negara di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena tersebut membuat Fukuyama mengajukan pertanyaan penting, yakni mengapa demokrasi baru menyebar dengan signifikan di akhir abad ke-20? Mengapa tidak menyebar 400 tahun sebelumnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, ide tentang demokrasi sudah dilacak baunya sejak era Yunani Kuno. Mengutip Alexis de Tocqueville dalam&nbsp;<em>Democracy in America</em>, Fukuyama menyebut ide tentang kesetaraan manusia yang menjadi gagasan demokrasi modern bahkan telah ada sejak 800 tahun yang lalu. Namun, mengapa ide tersebut baru menyebar dan berkembang pesat saat ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, Tocqueville tidak memberi penjelasan atas pertanyaan tersebut selain menyebut penyebaran yang terjadi karena kehendak Tuhan (<em>act of God</em>). Di sini, Fukuyama memberikan spekulasi menarik. Perkembangan pesat demokrasi di akhir abad ke-20 yang disebut Samuel Huntington sebagai “gelombang demokratisasi ketiga” kemungkinan disebabkan karena berkembangnya komunikasi massa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diketahui, itu adalah masa berkembangnya komunikasi massa seperti radio, televisi, dan internet yang membuat berita-berita politik dapat melampaui batas-batas waktu dan tempat. Dalam bukunya&nbsp;<em>Identitas: Tuntutan atas Martabat dan Politik Kebencian,&nbsp;</em>Fukuyama juga menyebut pada tahun 1990-an, berbagai pengamat percaya bahwa internet menjadi kekuatan penting untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukti atas kekuatan internet misalnya terlihat dari peristiwa Arab Spring pada Januari 2011, di mana tersebarnya ide demokrasi melalui media sosial berhasil menurunkan pemimpin otoriter Tunisia, Zine al-Abidine Ben Ali dan menjadi pemicu gerakan serupa di Mesir, Yaman, Libya, dan Bahrain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan&nbsp;<em>Black Lives Matter</em>&nbsp;juga disebut mungkin tidak akan muncul apabila tidak ada gawai yang memungkinkan setiap orang membuat video dan menyebarkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/jokowi-terjebak-post-fact-uu-ciptaker">Jokowi Terjebak Post-Fact UU Ciptaker?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun Fukuyama menyebut internet dan perkembangan komunikasi massa berperan besar dalam penyebaran ide demokrasi, pertanyaan mengapa demokrasi baru menyebar di akhir abad ke-20 sebenarnya belum benar-benar terjawab.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Sosial%20Media,%20Senjata%20Makan%20Tuan-01.jpg" alt=""/></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menjadi Bumerang</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, kendati internet menjadi kekuatan penting untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi, dalam tulisannya&nbsp;<em>The Emergence of a Post-Fact World</em>, Fukuyama justru menyibak sisi kelam dari teknologi komunikasi tersebut. Dosen senior Stanford University ini menyebut saat ini adalah era&nbsp;<em>Post-Fact</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Fukuyama, akselerasi cepat informasi saat ini justru menciptakan masalah akut tersendiri, yakni sulitnya menentukan informasi yang benar. Di negara-negara otoriter seperti Rusia, pemerintah bahkan melakukan manipulasi fakta dengan membanjiri media sosial dengan informasi yang mereka inginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negara demokrasi sebesar Amerika Serikat (AS), penyebaran informasi negatif bahkan menjadi strategi lumrah dan masif dilakukan saat kampanye. Imbasnya fatal, karena itu dapat membodohi seseorang dan membuatnya tergiring memilih kandidat tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam laporan berjudul&nbsp;<em>Report of the Working Group on Platform Scale</em>, Fukuyama dan rekan-rekannya&nbsp;bahkan secara spesifik menyebut Google, Facebook, Twitter, Amazon dan Apple sebagai&nbsp;<em>platform digital</em>&nbsp;yang dapat mengancam demokrasi karena mengakibatkan kerugian sosial dan kerugian politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerugian sosial terkait hilangnya privasi, monopoli data dan pasar ekonomi. Sementara kerugian politik, terkait&nbsp;<em>digital platform</em>&nbsp;yang&nbsp;dapat menjadi alat politik untuk mengarahkan masyarakat pada isu atau pilihan politik tertentu. Yang terakhir adalah masalah fundamental yang dilihat Fukuyama dalam&nbsp;<em>digital platform</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penegasan yang lebih serius ditulis Fukuyama dalam&nbsp;<em>Identitas: Tuntutan atas Martabat dan Politik Kebencian.&nbsp;</em>Dalam buku terbarunya itu, media sosial bahkan disebut telah mengakibatkan pembusukan demokrasi karena menjadi sarana atas politik identitas dan memperdalam polarisasi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/google-facebook-dan-twitter-mengancam-demokrasi">Google, Facebook, dan Twitter Mengancam Demokrasi?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks tersebut mirip dengan penegasan Mahfud bahwa media sosial telah membuat pihak tertentu leluasa melempar konten-konten yang kurang bertanggungjawab. Lantas, apakah polisi siber adalah jawabannya?</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Polisi%20Siber%20adalah%20Solusi%2001.jpg" alt=""/></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Batasan Toleransi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini, sangat menarik menilik pernyataan Mahfud yang menyebut terlalu toleran juga berbahaya. Entah mengutip filsuf Karl Popper atau tidak, pernyataan tersebut adalah apa yang disebut sebagai “paradoks toleransi”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tesis paradoks toleransi adalah, jika toleransi di tengah masyarakat tanpa batas, maka kemampuannya untuk bertoleransi pada akhirnya direbut atau dihancurkan oleh mereka yang intoleran. Menurut Karl Popper, untuk mempertahankan masyarakat yang toleran, maka masyarakat harus tidak toleran terhadap intoleransi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, toleran terhadap kelompok yang menyebar hoaks, ancaman, ataupun yang berusaha menghancurkan marwah pemerintah pada dasarnya adalah mereka yang tidak layak untuk diberikan toleransi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait yang terakhir, masalah marwah pemerintah tersebut menjadi jantung pembahasan Fukuyama dalam berbagai bukunya, misalnya dalam&nbsp;<em>Trust: The Social Virtues and The Creation of Prosperity</em>. Di dalamnya, Fukuyama melihat begitu penting kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Itu tidak hanya menjaga stabilitas politik, melainkan juga dapat meningkatkan produksi ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, memerangi kelompok masyarakat yang terus menghantam pemerintah secara membabi buta guna menghancurkan marwah dan kepercayaan masyarakat terhadapnya sekiranya merupakan usaha yang dapat dibenarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini, kita mungkin dapat menyimpulkan bahwa kebijakan polisi siber yang disebutkan Mahfud harus dipandang positif. Akan tetapi, jika kebijakan tersebut dijalankan tanpa menetapkan batas-batas yang jelas terkait konten yang melanggar, ataupun bermain tebang pilih, maka kebijakan positif itu akan menjadi bumerang bagi demokrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita lihat saja bagaimana kelanjutan kebijakan tersebut. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1609334434_mahfud-md-berencana-aktifkan-polisi-siber-untuk-basmi-penyebar-hoaks82-700jpg-w700.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Cyberpunk ala Mahfud MD</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/strategi-cyberpunk-ala-mahfud-md/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2020 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[polisi siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96445</guid>

					<description><![CDATA[“It was very clever to keep yourself empty of information, and all it cost you was everything” – Niander Wallace,&#160;Blade Runner 2049&#160;(2017) PinterPolitik.com Hayoo, siapa yang akhir-akhir ini lagi senang-senangnya bermain&#160;game&#160;yang bertajuk&#160;Cyberpunk 2077&#160;(2020)?&#160;Game&#160;yang baru saja dirilis ini disebut tengah naik daun&#160;lho&#160;karena tengah menarik banyak perhatian dari para pemain&#160;game. Game&#160;ini&#160;sih&#160;bertemakan suatu masa depan di mana teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“It was very clever to keep yourself empty of information, and all it cost you was everything” – Niander Wallace,&nbsp;<em>Blade Runner 2049&nbsp;</em>(2017)</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hayoo</em>, siapa yang akhir-akhir ini lagi senang-senangnya bermain&nbsp;<em>game</em>&nbsp;yang bertajuk&nbsp;<em>Cyberpunk 2077&nbsp;</em>(2020)?&nbsp;<em>Game</em>&nbsp;yang baru saja dirilis ini disebut tengah naik daun&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;karena tengah menarik banyak perhatian dari para pemain&nbsp;<em>game</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Game</em>&nbsp;ini&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;bertemakan suatu masa depan di mana teknologi dan kehidupan&nbsp;<em>low-life</em>&nbsp;merajalela&nbsp;<em>nih</em>.&nbsp;<em>Nggak</em>&nbsp;hanya dibuat dalam&nbsp;<em>game</em>, tema-tema ala&nbsp;<em>cyberpunk</em>&nbsp;ini juga banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;diterjemahkan ke dalam film dan novel&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ready Player One</em>&nbsp;(2018), misalnya, merupakan film yang bercerita soal bagaimana kontrol atas dunia virtual menjadi kekuatan yang krusial dan diperebutkan. Film satu ini juga mengambil&nbsp;<em>setting</em>&nbsp;waktu pada tahun 2045.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain&nbsp;<em>Ready Player One</em>&nbsp;(2018), ada juga&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;film&nbsp;<em>Blade Runner</em>&nbsp;<em>2049</em>&nbsp;(2017) yang dibintangi oleh Ryan Gosling. Dengan mengambil latar waktu tahun 2049, umat manusia diceritakan telah banyak berubah dengan terbangunnya masyarakat replikan yang ditujukan untuk bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa disadari, ternyata masyarakat selama ini ditutupi dari kebenaran yang sebenarnya ada. Alhasil, mulai&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;aksi K sebagai&nbsp;<em>blade-runner</em>&nbsp;yang ingin membuka kebenaran yang dinilai bisa membuat masyarakat tidak stabil seperti sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/mahfud-md-akan-direshuffle">Mahfud MD Akan Direshuffle?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CJYYI-LhEkv/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/_Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD.jpg" alt="Polisi Siber ala Mahfud MD"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau dilihat-lihat, tema-tema ala&nbsp;<em>cyberpunk</em>&nbsp;– baik&nbsp;<em>game</em>&nbsp;atau film –&nbsp;<em>gini</em>&nbsp;seru-seru juga ya.&nbsp;<em>Tapi</em>, ada satu hal yang sebagian besar menggambarkan tema ini, yakni adanya kontrol atas teknologi&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin, apa yang terjadi dalam produk-produk budaya populer seperti ini dapat terwujud di dunia nyata. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, misalnya, beberapa waktu bilang kalau pemerintah akan mengaktifkan polisi siber pada tahun 2021.&nbsp;<em>Widiih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya&nbsp;<em>sih</em>, polisi siber ini akan bergerak dalam teknologi media sosial guna menyaring berita-berita yang&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>benar&nbsp;<em>tuh</em>. Bahkan, menurut Pak Mahfud, berita&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;benar yang telah mengganggu ketertiban masyarakat bisa ditindak secara hukum&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah wah</em>, makin canggih&nbsp;<em>aja nih</em>&nbsp;tukang bakso yang lewat depan rumah.&nbsp;<em>Hehe</em>. Bisa-bisa, dalam hitungan menit, polisi siber ini langsung menemukan unggahan warganet – mulai dari pembuat berita, sumber, hingga lokasi – yang dianggap&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;benar oleh pemerintah&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, apa mungkin&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;Pak Mahfud mulai menggunakan strategi-strategi kontrol ala&nbsp;<em>cyberpunk</em>? Ya, semoga&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;nanti yang penindakannya bukan karena berbeda pandangan politik saja ya. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.pinterpolitik.com/singgung-medsos-jokowi-sentil-mahfud">Singgung Medsos, Jokowi Sentil Mahfud?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Artificial Intelligence: AS vs Tiongkok Menuju Perang Dunia Robot?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_AxAFyTP4IY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Strategi-Cyberpunk-ala-Mahfud-MD-1024x774.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Polisi Siber ala Mahfud MD</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/polisi-siber-ala-mahfud-md/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[polisi siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=92514</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="909" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-909x1024.jpg" alt="" class="wp-image-92479" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-909x1024.jpg 909w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-266x300.jpg 266w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-133x150.jpg 133w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-768x865.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-696x784.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-1068x1203.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-373x420.jpg 373w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD.jpg 1080w" sizes="(max-width: 909px) 100vw, 909px" /><figcaption>Mahfud sebut polisi siber akan aktif tahun 2021</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Polisi-Siber-ala-Mahfud-MD-909x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
