<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Plumpang &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/plumpang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Mar 2023 07:23:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Plumpang &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragedi Plumpang, Populisme, dan “Politik Nyawa”?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/tragedi-plumpang-populisme-dan-politik-nyawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R86]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Mar 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[IMB]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Plumpang]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Plumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125923</guid>

					<description><![CDATA[Tragedi kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara yang terjadi pada tanggal 3 Maret 2023 kemarin menyisakan duka bagi para korban. Mengacu pada diskursus yang mengemuka setelahnya, tragedi itu seolah merupakan buah dari kebijakan populis yang digunakan para aktor politik, yakni Anies Baswedan dan Joko Widodo (Jokowi). Benarkah demikian? Serta apa maknanya bagi kehidupan sosial-politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tragedi kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara yang terjadi pada tanggal 3 Maret 2023 kemarin menyisakan duka bagi para korban. Mengacu pada diskursus yang mengemuka setelahnya, tragedi itu seolah merupakan buah dari kebijakan populis yang digunakan para aktor politik, yakni Anies Baswedan dan Joko Widodo (Jokowi). Benarkah demikian? Serta apa maknanya bagi kehidupan sosial-politik Indonesia ke depan?</strong> </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Tragedi kebakaran sebuah depo milik Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara menjadi sorotan karena begitu banyak korban yang terdampak. Hingga 14 Maret 2023, sebanyak 23 orang meninggal dunia, puluhan warga terluka, dan ratusan warga terpaksa mengungsi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, tragedi tersebut menggulirkan diskurus lanjutan dan mempertanyakan siapa yang patut disalahkan. Nama Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian turut mengemuka dalam pusaran itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika melihat kembali pada saat&nbsp;keduanya menjadi Gubernur DKI Jakarta, baik Anies dan Jokowi dinilai sama-sama menelurkan kebijakan populis dengan melegalkan status pemukiman Tanah Merah, wilayah yang “menempel”&nbsp;dengan depo Plumpang.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan pemerintah DKI Jakarta kepada warga Tanah Merah memang memberikan angin segar kepada warga yang &#8220;termarjinalisasi&#8221;. Plus, impresi dan ekspektasi serupa bagi warga yang termarjinalkan lain di DKI Jakarta dalam konteks berbeda. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa itu bisa terjadi? Dan benarkah populisme Jokowi dan Anies menjadi salah satu faktor berbagai dampak pelik hingga hilangnya nyawa sejumlah warga akibat tragedi Plumpang ?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Nyawa Warga, Korban “Gimmick ?”&nbsp;</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk dapat menggali permasalahan lebih dalam, kebijakan Jokowi dan Anies kepada warga kampung Tanah Merah saat masih menjabat sebagai DKI-1 kiranya perlu diperhatikan.&nbsp;&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1.jpg" alt="infografis plumpang salah jokowi atau anies1" class="wp-image-125393" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, pada masa kepemimpinan Jokowi, dirinya seolah melegalkan permukiman Tanah Merah dengan memberikan status wilayah RT/RW dengan membagikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk semua warga disana. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) Muhammad Huda menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Jokowi pada tahun 2012.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Warga Tanah Merah merasa sangat senang ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur, karena masalah kependudukan sebelumnya menjadi masalah yang berlarut-larut dapat diselesaikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemberian KTP dan RT/RW pada masa Gubernur Jokowi itu juga mempermudah masyarakat Tanah merah untuk melakukan administrasi kependudukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Wali Kota Jakarta Utara pada saat itu, Bambang Sugiyono menjelaskan jika fasilitas kependudukan warga yang diberikan Jokowi tidak memengaruhi kepemilikan tanah. Maka, tempat tinggal warga Tanah Merah masih berstatus “lahan sengketa”.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, status izin mendirikan pembangunan (IMB) warga Kampung Tanah Merah diberikan pada era Gubernur Anies Baswedan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan tersebut juga tidak terlepas dari janji kampanye mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anies juga menjelaskan IMB diberikan agar warga kampung Tanah Merah memeroleh hak yang sama seperti masyarakat Jakarta lainnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah.jpg" alt="infografis warga atau pertamina yang pindah" class="wp-image-125724" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, anggota DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengungkapkan meskipun warga telah diberikan IMB, status kepemilikan tanah di Kampung Tanah Merah tetaplah ilegal. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan diberikannya IMB, warga seolah-olah sudah mendapatkan legalitas &#8220;ekstra&#8221; untuk membangun bangunan di kawasan milik Pertamina itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, tanah yang ditempati merupakan aset Pertamina. Artinya, kembali, status kepemilikan tanah tetaplah ilegal.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan jika IMB yang diberikan hanya semata-mata dukungan untuk pemenuhan kebutuhan layanan dasar warga tanah merah agar bisa terpenuhi, seperti keterbukaan akses terhadap air bersih, air minum, dan aksesibilitas jalan untuk mobilitas masyarakat.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, kiranya dapat sedikit terlihat bahwa kebijakan Pemerintah DKI Jakarta di Tanah Merah merupakan kebijakan yang populis. Populisme secara umum sendiri merupakan paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan rakyat kecil. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Definisi populisme memang bisa menjadi agak rancu. Terlebih,&nbsp;di dunia politik saat ini, populisme kerap digunakan untuk menarik dukungan masyarakat&nbsp;tanpa memerhatikan potensi kemudaratan bagi masyarakat itu sendiri di kemudian hari.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cass Mudde dalam bukunya <em>Populism : A Very Short Introduction </em>menjelaskan adanya dua kelompok besar di masyarakat yaitu <em>the pure people and the corrupt elite. </em>Menurut Cass, masyarakat miskin dipandang sebagai <em>pure people </em>yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah akan cenderung memusatkan perhatiannya kepada masyarakat miskin karena jumlah populasinya yang sangat banyak. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan jika masyarakat miskin bisa menjadi korban dari <em>gimmick</em> populisme para aktor yang sedang maupun akan menjabat di pemerintahan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pemberian kebijakan kepada warga Kampung Tanah Merah itu tampaknya hanya solusi yang instan. Bahkan, bisa dikatakan, kebijakan itu&nbsp;bukan merupakan solusi dan justru melahirkan masalah baru.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel PinterPolitik sebelumnya yang berjudul&nbsp;<em><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dan-populisme-batu-bara/">Jokowi dan Populisme Batu Bara</a></em> mengutip publikasi berjudul <em>The Quick Wins Paradox </em>karya Mark E. Van Buren dan Todd Safferstone.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya menjelaskan jika solusi instan yang merugikan muncul dari ketidakmampuan pemimpin menangani lima faktor.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, takut akan kritik; <em>kedua,</em> terlalu cepat berkesimpulan; <em>ketiga</em>, lemah dalam manajemen mikro; <em>keempat, </em>enggan menerima masukan dari pemangku kepentingan lain; dan <em>kelima, </em>luput dalam meliat konsekuensi berantai yang dapat terjadi.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lima faktor tersebut yang kiranya melingkupi kausalitas politik di berbagai dampak pelik, hingga hilangnya nyawa warga akibat tragedi Plumpang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apa maknanya bagi konteks sosial-politik Indonesia ke depannya? Serta seperti apa solusinya?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1331" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme.jpg" alt="jokowi kritik populisme" class="wp-image-118085" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-243x300.jpg 243w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-831x1024.jpg 831w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-122x150.jpg 122w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-768x946.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-324x400.jpg 324w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-696x858.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-1068x1316.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Jokowi-Kritik-populisme-341x420.jpg 341w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jangan Selalu Populis?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nadia Urbinati melalui tulisannya yang berjudul&nbsp;<em>The Populis Phenomenon </em>menjelaskan jika populisme juga menjadi cara elite baru untuk memeroleh kekuasaan dengan cepat. Namun, strategi itu agaknya&nbsp;juga akan menimbulkan ancaman terhadap demokrasi Indonesia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika mengacu pada konteks tragedi Plumpang, konteks tersebut kiranya&nbsp;merupakan salah satu ancaman demokrasi karena kebijakan yang populis akan berdampak pada keamanan masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan yang populis juga agaknya akan&nbsp;membuat pemerintah terjebak. Akibatnya, agenda konstruktif demokrasi bagi kemaslahatan besama tidak berjalan dengan maksimal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tragedi Plumpang pun tampak membuat pemerintah bingung. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyoroti kurangnya koordinasi pemerintah dalam penanganan masalah tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulyanto turut&nbsp;menyebut jika pemerintah terlihat acak-acakan dalam menyelesaikan masalah tragedi Plumpang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulyanto menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang ingin memindahkan permukiman masyarakat di sekitar depo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi di sisi lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki pandangan yang berbeda dengan Luhut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya mengatakan jika akan memindahkan Depo Pertamina ke lahan milik Pelindo. Perbedaan sikap pemerintah ini tentunya akan menimbulkan kebingungan bagi para warga terdampak dan masyarakat secara umum, bahkan hingga saat ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait hal itu, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakarya Herry Priyono menjelaskan masyarakat harus menolak tegas segala bentuk populisme. Jaminan rasa aman untuk hidup di negara +62 juga harus bisa diberikan penguasa.    </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, penting untuk diketahui bagi pemerintah, populisme yang berarti paham yang berpihak kepada rakyat, tidak hanya semata-mata untuk memenuhi permintaan rakyat sepenuhnya, plus korelasinya dengan dukungan elektoral. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tragedi Plumpang agaknya juga mengajarkan bahwa pemerintah harus tegas dalam memberikan solusi yang adil kepada seluruh rakyat, agar dapat tercapainya rasa aman dan agenda pro-demokrasi dapat berjalan maksimal. (R86) </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="UdAXVefxYP0"><iframe loading="lazy" title="Ribuan Triliun Hilang dari Pajak Indonesia Setiap Tahun | One Step Closer with Hadi Poernomo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/UdAXVefxYP0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/JOKOWI-DAN-ANIES.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Plumpang, Gara-gara Jokowi atau Anies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/plumpang-gara-gara-jokowi-atau-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Depo]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Plumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125470</guid>

					<description><![CDATA[Insiden kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakut, sisakan debat soal siapa sosok yang salah, yakni antara Jokowi atau Anies Baswedan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Insiden kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara (Jakut), masih menyisakan banyak tanya. Bahkan, perdebatan di media sosial (medsos) mengarah pada persoalan siapa sosok yang dianggap lebih bertanggungjawab, yakni antara Joko Widodo (Jokowi) dan Anies Baswedan yang sama-sama pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Salahmu. Salahmu. Enak aja, salahmu” – Project Pop, “Maramaramara” (2008)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Siapa <em>nih</em> dari kalian yang anak kelahiran ’90-an dan 2000-an? Pasti masih ingat <em>tuh</em> dengan lagu-lagu karya Project Pop.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Grup musik satu ini bisa dibilang adalah salah satu musisi yang paling unik pada masanya – mungkin juga hingga kini. Dengan lirik dan musik berbeda dari yang lain, Project Pop menjadi musisi yang <em>stand-out</em> pada masanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andalan mereka adalah lirik dan tema lagu yang erat dengan kehidupan – dan tragedi – sehari-hari. Salah satu contohnya adalah lagu “Maramaramara” (2008) yang dikutip di awal tulisan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu itu <em>ngegambarin</em> <em>gimana</em> pertengkeran di antara dua pihak semakin tidak berujung bila ego masing-masing makin dikedepankan <em>tuh</em>. Sampai-sampai <em>tuh</em>, di lirik lagu itu, para anggota Project Pop saling menyalahkan dan saling menyuruh pihak lainnya untuk minta maaf.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, itulah namanya ego. Kalau ego dan keinginan untuk menang sendiri menguasai, persoalan pun tidak akan pernah usai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi inilah yang mungkin terjadi di dunia politik – khususnya terkait insiden <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kebakaran-plumpang/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>kebakaran</strong></a> <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kebakaran-depo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Depo</strong></a> <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pertamina/"><strong>Pertamina</strong></a> di <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/plumpang/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Plumpang</strong></a>, Jakarta Utara (Jakut), yang menelan 17 korban jiwa dan banyak korban luka bakar. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Belum usai masa duka yang ditimbulkan akibat insiden tersebut, perdebatan politik sudah langsung mendidih duluan di media sosial (medsos). Perdebatan yang terjadi adalah soal siapa sosok mantan Gubernur DKI Jakarta yang harusnya lebih bertanggung jawab – yakni antara <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/joko-widodo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Joko Widodo</strong></a> (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jokowi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Jokowi</strong></a>) dan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/anies-baswedan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Anies Baswedan</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, korban dari insiden kebakaran tersebut adalah warga Kampung Tanah Merah yang disebut-sebut merupakan tanah ilegal. Namun, meski ilegal, sejumlah warga memang sudah mendirikan bangunan di sana.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CpaMI6HMAA7/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/5zDU4V2OeCz_LKEQ4fv-VbigElt0rfXm9aD0YdJhSRnEOwaCv8UsmL_oRToZk7_4PSL5QI89wOBTOC2vbVrzYkfVUvpxsu10DSA7C8d8n8Z19uMnRNuLLrf8JpCo6KVf5m9nnX7mirj56b4T7bbfEQ" alt="Plumpang Salah Jokowi atau Anies"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Akibatnya, ini sempat menjadi persoalan politik. Pada tahun 2012, misalnya, Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjadi calon gubernur (cagub) DKI Jakarta menandatangani sebuah kontrak politik dengan warga – yang mana di dalamnya ada salah satu poin yang membahas soal legalisasi penggunaan lahan dan sertifikat hak milik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontrak ini pun berlanjut pada pemberian kartu tanda penduduk (KTP) sebanyak 1.665 dan kartu keluarga (KK) sebanyak 715 bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut. Namun, Pak Jokowi juga bilang kalau pemberian KTP bukanlah dasar untuk mengklaim tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em> hanya Jokowi, Pak Anies juga menandatangani kontrak politik pada tahun 2016 silam dengan warga Kampung Tanah Merah. Pak Anies akhirnya menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi kawasan itu – tanpa dasar kepemilikan lahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau mau objektif <em>nih</em> ya, semua pasti punya peran masing-masing untuk mengakomodasi kepentingan warga Kampung Tanah Merah. Ya, semuanya ingin bisa mencari jalan tengah atas masalah sengketa tanah antara warga dan Pertamina tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang jadi masalah sekarang justru adalah bagaimana bencana ini akhirnya malah menjadi komoditas politik – menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kalau kata Pak E. Hörhager di tulisannya yang berjudul <em>Political Implications of Natural Disasters: Regime Consolidation and Political Contestation</em>, bencana dan insiden semacam ini kerap mengalami politisasi untuk tujuan-tujuan politik tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Instead of</em> saling menyalahkan, mending memikirkan bagaimana caranya agar bencana ini tidak terjadi lagi di masa depan – mulai dari kebijakan kontrol hingga manajemen risiko. Kalau <em>gitu</em>, kan, penyelesaian jadi lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau saling menyalahkan tapi <em>emang</em> sama-sama punya peran masing-masing, ya marah-marahan ala lagu Project Pop di awal tulisan tadi pasti juga <em>nggak</em> bakal berujung <em>tuh</em>. Lagu Project Pop <em>aja </em>ditutup dengan lirik yang berbunyi, “Maramaramara itu <em>nggak</em> perlu. <em>Udahan</em> marahnya. <em>Cepetan</em> <em>dong cepetan</em>.” Kalau kalian, kapan <em>tuh</em> <em>udahan</em> maramaramara-nya? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="os-FnDAH4_I"><iframe loading="lazy" title="Cawapres Anies Bukan “Ban Serep”? | #CLARITAS" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/os-FnDAH4_I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Plumpang-Gara-gara-Jokowi-atau-Anies-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Warga atau Pertamina yang Pindah?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/warga-atau-pertamina-yang-pindah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Ledakan Depo Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[luhut]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Plumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125721</guid>

					<description><![CDATA[Ledakan Depo Pertamina Plumpang menuai perdebatan. Berbagai pihak terlihat terbelah pendapat soal siapa yang harus pindah antara Pertamina atau masyarakat. Berbagai politisi, seperti anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan agar Depo Pertamina Plumpang pindah ke lahan Pelindo. Usulan itu telah diterima oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, dalam pernyataan terbaru, Menko Marves Luhut Binsar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah.jpg" alt="infografis warga atau pertamina yang pindah" class="wp-image-125724" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-348x420.jpg 348w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ledakan Depo Pertamina Plumpang menuai perdebatan. Berbagai pihak terlihat terbelah pendapat soal siapa yang harus pindah antara Pertamina atau masyarakat. Berbagai politisi, seperti anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan agar Depo Pertamina Plumpang pindah ke lahan Pelindo. Usulan itu telah diterima oleh Menteri BUMN Erick Thohir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam pernyataan terbaru, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan justru menyebut warga yang seharusnya pindah. Pertamina yang pindah adalah sesuatu yang terbalik bagi Luhut. Lahan yang ditempati warga seharusnya menjadi zona penyangga atau bumfer zone.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Warga-atau-Pertamina-yang-Pindah-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Plumpang, Salah Jokowi atau Anies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/plumpang-salah-jokowi-atau-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Mar 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Depo]]></category>
		<category><![CDATA[Plumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125390</guid>

					<description><![CDATA[Insiden kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, menyisakan debat besar di sejumlah media sosial. Salah satunya adalah soal siapa mantan Gubernur DKI Jakarta yang paling bertanggungjawab. Pasalnya, banyak pihak menyebutkan bahwa tidak adanya buffer zone antara Depo dengan kawasan rumah tinggal disebabkan oleh kesepakatan politik tertentu. Beberapa menyebutkan bahwa ini terjadi karena IMB kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1.jpg" alt="infografis plumpang salah jokowi atau anies1" class="wp-image-125393" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-348x420.jpg 348w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Insiden kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, menyisakan debat besar di sejumlah media sosial. Salah satunya adalah soal siapa mantan Gubernur DKI Jakarta yang paling bertanggungjawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, banyak pihak menyebutkan bahwa tidak adanya buffer zone antara Depo dengan kawasan rumah tinggal disebabkan oleh kesepakatan politik tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa menyebutkan bahwa ini terjadi karena IMB kawasan Kampung Tanah Merah yang diterbitkan pada masa Gubernur Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada juga yang bilang bahwa kontrak politik tersebut sudah ada sejak era Gubernur Joko Widodo (Jokowi).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Plumpang-Salah-Jokowi-atau-Anies1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
