<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilwalkot Solo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilwalkot-solo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jan 2020 05:58:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilwalkot Solo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilema PDIP di Kandang Banteng</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/dilema-pdip-di-kandang-banteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2020 00:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilwalkot Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=71776</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa kader PDIP yang dianggap outsider – seperti Gibran Rakabuming – berkeinginan maju sebagai kepala-kepala daerah di kandang-kandang partai banteng (Surakarta dan Sukoharjo). Dilema apa yang akan dihadapi oleh PDIP? PinterPolitik.com Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 merupakan Pilkada serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Beberapa kader PDIP yang dianggap <em>outsider</em> – seperti Gibran Rakabuming – berkeinginan maju sebagai kepala-kepala daerah di kandang-kandang partai banteng (Surakarta dan Sukoharjo). Dilema apa yang akan dihadapi oleh PDIP?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>emilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 merupakan Pilkada serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan pada bulan Desember tahun 2015. Dari semua daerah yang ada di Indonesia, sekitar 270 daerah akan mengikuti Pilkada yang terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota.</p>
<p>Sebelumnya, di tahun 2019, Indonesia telah berhasil dan sukses menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak. Tidak dipungkiri juga ada sedikit ketegangan sosial yang mewarnai jalannya proses tersebut.</p>
<p>Ketegangan sosial yang timbul dalam proses pemilihan umum adalah sesuatu yang wajar terjadi. Bahkan, semua itu merupakan pernak-pernik bagi demokrasi.</p>
<p>Kembali pada persoalan menjelang Pilkada serentak tahun 2020. Dari 270 daerah, terdapat dua daerah yang menarik perhatian publik karena telah dianggap oleh sebagian besar publik sebagai kandang banteng – atau basis suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dua daerah yang dimaksud itu adalah Surakarta dan Sukoharjo yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Bakal calon kepala daerah bermunculan di dua daerah tersebut. Saat ini, di Surakarta maupun di Sukoharjo, bakal calon kepala daerah mayoritas mendaftar lewat PDIP.</p>
<p>Mereka saat ini hanya tinggal menunggu rekomendasi dari partai berlambang banteng itu. Meski terdapat banyak pilihan, untuk menentukan siapa yang akan layak menjadi pemimpin masing-masing di dua daerah tersebut bukanlah hal yang mudah bagi partai.</p>
<p>Persoalan krusial dan berkemungkinan besar membuat partai dilematis pada saat menjatuhkan rekomendasi adalah hadirnya Gibran Rakabuming yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Surakarta lewat PDIP. Gibran sendiri adalah putra dari Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Sementara, di Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani yang merupakan istri bupati aktif juga maju mencalonkan diri sebagai Bupati melalui PDIP. Dengan kehadiran mereka berdua, maka Surakarta dan Sukoharjo, serta PDIP sendiri, bisa saja dibayangi oleh politik dinasti.</p>
<p>Gibran dan Etik adalah dua tokoh yang mempunyai elektabilitas dan popularitas di mata masyarakat. Selain dua hal tersebut, mereka diuntungkan oleh struktur-struktur kuat di sekitar mereka.</p>
<p>Hal demikian – bagi Anthony Giddens dan Gilles Deleuze – disebut sebagai potensialitas dan modalitas. Politik dinasti secara normatif memang diperbolehkan karena aturan yang mengatur tentang itu telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dari segi etis, politik dinasti bagi beberapa intelektual dan pengamat politik berpotensi mencederai dari dalam sistem demokrasi.</p>
<h4><strong>Melihat Potensialitas-Modalitas Gibran dan Etik</strong></h4>
<p>Majunya dua figur tersebut – baik Gibran Rakabuming (Surakarta) dan Etik Suryani (Sukoharjo) – sebagai kepala daerah menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik dan pegiat demokrasi. Dinasti politik dalam dunia politik modern dikenal sebagai elite politik yang berbasiskan pertalian darah atau perkawinan sehingga sebagian pengamat politik menyebutnya sebagai oligarki politik.</p>
<p>Gibran pada dasarnya merupakan seorang <em>outsider, </em>bukan orang struktural partai ataupun politisi. Namun, ia tiba-tiba tertarik dan berminat untuk menjadi seorang politisi dan saat ini ia resmi menjadi seorang politisi dari PDI-Perjuangan, partai yang telah membesarkan nama ayahnya sendiri sehingga menjadi seperti sekarang ini.</p>
<p>Lantas apa yang mendorong Gibran sehingga ia terjun ke dunia politik? Potensialitas dan modalitas apa yang dimiliki Gibran untuk ditawarkan kepada PDI-Perjuangan dan masyarakat?</p>
<p>Pertanyaan tersebut juga berlaku untuk Etik Suryani. Ia sendiri hampir sama dengan Gibran, yakni <em>outsider</em>. Perbedaannya ia adalah istri Bupati Sukoharjo yang sekaligus menjadi ketua DPC PDIP Sukoharjo. Penulis akan menggunakan teori para pemikir kritis, seperti Gilles Deleuze, Pierre Bourdieu, dan Antony Giddens sebagai alat untuk menjawab pertanyaan tersebut.</p>
<p>Praktik sosial <em>(social practice)</em> telah menjadi fokus perhatian utama oleh Giddens di samping teori strukrurisasi meski ia mengatakan bahwa teori strukturisasi – kemudian disebut dualitas teori, yakni dialetika antara struktur dan agensi – jangan pernah dilupakan, bahkan seharusnya senantiasa terus dipahami. Praktik sosial menjelaskan bagaimana manusia-manusia menjalani hidup sehari-hari atau, dengan kata lain, perbuatan-perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang secara terpola dan pada akhirnya membentuk struktur sosial.</p>
<p>Praktik dinasti politik di Indonesia kian menjamur dan telah mengakar ke dalam benak para politisi daerah maupun pusat. Mengikuti jejak anggota keluarga untuk terjun ke dalam kancah politik tidak hanya terjadi di Indonesia.</p>
<p>Di mancanegara pun, praktik dinasti politik juga kian diminati. Era Orde Baru bisa dibilang era yang mengawali kemunculan dinasti politik di era modern Indonesia ketika Soeharto menunjuk putrinya sebagai menteri sosial pada waktu itu. Pada era reformasi, sejumlah keluarga pun muncul di berbagai daerah membentuk klan-klan di mana orang yang masih memiliki hubungan keluarga atau kekerabatan menduduki berbagai posisi strategis baik di ekskutif maupun dilegislatif.</p>
<p>Di Kediri misalnya, pada tahun 1999-2009 dipimpin oleh satu keluarga. Sutrisno kala itu sebagai Bupati menjabat dua periode. Kemudian, pada tahun 2009, dua istri Sutrisno ikut berkontestasi dalam Pilkada Kediri tapi istri pertamalah yang berhasil memenangkan pertarungan dan menggantikan Sutrisno – bahkan juga sampai dua periode sama seperti suaminya.</p>
<p>Selain di Kediri, praktik dinasti politik juga muncul di berbagai wilayah Indonesia, seperti Dinasti Limpo di Sulawesi Selatan, Dinasti Narang di Kalimantan Tengah, Dinasti Sjahroedin di Lampung, dan Dinasti terbesar berada di Banten, Dinasti Chasan Sochib (kelompok Rau).</p>
<p>Dalam satu periode yang sama, hampir seluruh anggota keluarga dinasti ini memegang jabatan penting di provinsi tersebut. Mulai dari gubernur, anggota DPRD, dan wali kota. Belum lagi yang menjabat sebagai fungsionaris Partai Golkar DPW Banten/DPC Wilayah Banten, dan pimpinan seperti organisasi KADIN dan Gapensi.</p>
<p>Dari Era Orde Baru sampai Reformasi, kecenderungan untuk meraih posisi strategis dalam kekuasaan dipraktikkan dengan menggunakan politik <em>blood line</em> (garis darah). Sebagaimana yang telah digambar di atas oleh Giddens, merupakan perilaku seseorang – dianggap agen atau aktor – yang berkontribusi membentuk struktur sebagai konsekuensi dari pola perilaku berulang-ulang.</p>
<p>Perilaku itu menghasilkan praktik sosial, yakni dalam konteks ini dinasti politik. Oleh Mietzner, dinasti politik disebut sebagai oligarki politik.</p>
<p>Kehadiran anak presiden dan istri bupati dalam pentas Pilkada 2020 di Surakarta dan Sukoharjo terjadi dikarenakan adanya dorongan praktik sosial, yakni praktik dinasti politik. Apa yang dipraktikkan Gibran dan Etik pada dasarnya hanya mengikuti pola praktik dinasti politik dari masa ke masa.</p>
<p>Artinya, mereka berdua ikut berpartisipasi dalam menyuburkan praktik dinasti politik dengan menjadikan dirinya agen dalam struktur oligarki politik. Praktik dinasti politik yang selama ini terjadi di Indonesia, secara tidak langsung, menjadi faktor pendorong utama bagi mereka berdua untuk terjun ke dalam dunia politik guna mengikuti ataupun melanjutkan jejak keluarganya sebagai politisi.</p>
<p>Melihat persiapan dan manuver politik yang dilakukan oleh Gibran dan Etik dalam menghadapi Pilkada 2020 dan khususnya memperebutkan rekomendasi DPP PDIP, sangat menarik untuk diamati. Persiapan dan manuver politik mereka berdua didukung dengan potensialitas yang mereka miliki.</p>
<p>Gilles Deleuze berpendapat prinsip potensialitas pada dasarnya berguna sebagai sarana untuk berpikir tentang perubahan. Dalam proses perubahan atau <em>becoming,</em> suatu entitas x menjadi y karena x memiliki, sebagai properti, suatu potensi untuk menjadi y.</p>
<p>Potensialitas yang Gibran miliki adalah ayahnya sendiri, yaitu Presiden Jokowi. Selanjutnya, potensialitas tersebut dikelola menjadi modal kapital simbolik guna memudahkan langkah-langkah maupun manuver ke depan.</p>
<p>Kapital simbolik, meminjam istilah Giddens, dapat ditarik ke dalam arena atau <em>field</em>. Arena disini adalah partai dan masyarakat.</p>
<p>Dengan modal kapital simbolik itu potensi rekomendasi partai untuk jatuh kepada Gibran sangat mungkin dan, di samping itu, peluang Gibran untuk memenangkan Pilkada di Surakarta pun semakin mudah karena diuntungkan oleh pengaruh Jokowi, baik langsung ataupun tidak langsung.</p>
<p>Demikian juga dengan Etik Suryani, yang <em>notabene</em>nya adalah istri Bupati Sukoharjo, yakni Wardoyo. Potensialitas yang Etik Suryani miliki adalah suaminya sendiri sebagai bupati dan sekaligus ketua DPC PDIP Sukoharjo.</p>
<p>Dengan mengandalkan potensi itu, langkah Etik untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas di Sukoharjo semakin minim disertai kendala. Dengan intervensi suaminya untuk mempromosikan Etik Suryani ke publik Sukoharjo, melalui berbagai acara yang selama ini mereka lakukan, menandakan bahwa potensi yang dimiliki Etik memiliki dampak yang signifikan guna menghasilkan atau menjaring massa di tingkat akar rumput.</p>
<p>Potensialitas Etik Suryani tersebut dengan sendirinya telah dikelola dan dilibatkan ke dalam arena politik, yaitu partai dan masyarakat sebagai modalitas kapital simbolik. Pada partai, Etik mempunyai posisi tawar yang tinggi dengan dukungan dari suaminya, dan begitu juga di masyarakat.</p>
<p>Bedanya dengan Gibran adalah sampai sekarang Gibran tidak membawa ataupun melibatkan Jokowi dalam manuver politiknya di masyarakat sedangkan Etik dengan intensif mengandalkan kapital simbolnya, yakni suaminya sendiri, untuk turut serta membantu memperkenalkan dan mempromosikan dirinya ke masyarakat sebagai kepala daerah.</p>
<p>Adapun persamaan dari keduanya adalah baik Gibran maupun Etik Suryani, sama-sama menggunakan <em>blood line</em> sebagai modalitas untuk maju dalam kontes Pilkada. Di samping itu, peran simbol yang mereka berdua miliki saat ini sangat menentukan sekaligus diandalkan dalam pertarungan dengan simbol-simbol dari kandidat lain guna memperebutkan rekomendasi partai.</p>
<h4><strong>Menimbang Kepentingan Partai vs Publik</strong></h4>
<p>Akan tetapi, semua saat ini tergantung pada keputusan PDIP entah apakah akan menjatuhkan rekomendasi untuk mereka berdua atau pun, sebaliknya, rekomendasi jatuh kepada kepada kandidat lainnya. Komitmen demokrasi PDIP dalam hal ini diuji, khususnya, untuk menentukan siapa yang berhak maju melalui partai berlambang banteng itu untuk bertarung ke pentas Pilkada di Surakarta dan Sukoharjo.</p>
<p>Dinasti politik atau oligarki politik merupakan sebuah struktur yang membahayakan proses demokrasi. Apabila rekomendasi jatuh kepada mereka berdua, maka kemungkinan besar PDIP kembali menduduki kursi kepala daerah tetapi memiliki konsekuensi yang serius yakni mata publik akan menyorot partai itu. Mereka bisa saja kemudian mempertanyakan komitmen demokrasi Pancasila yang selama ini PDIP perjuangkan – seolah-olah partai hanya mengejar orientasi berupa kemenangan dan mengamankan reputasinya di kandang banteng.</p>
<p>Namun, keadaan akan berbeda, ketika PDIP menjatuhkan rekomendasi kepada kandadit lain. Ini menunjukkan bahwa partai mendukung adanya <em>fairnes</em> dalam pertarungan pilkada.</p>
<p>Demi mendukung proses demokrasi yang berjalan dengan adil dan <em>fair</em>, maka seyogyanya PDIP harus mampu melihat secara objektif masing-masing calon kepala daerah, khususnya di Kota Surakarta dan Sukoharjo. Dinasti politik bukanlah bagian dari demokrasi maupun Pancasila dan, apabila tetap dipaksakan, maka dikhawatirkan akan terjadi fragmentasi pada partai tingkat DPC dan hilangnya sikap kepercayaan rakyat terhadap PDIP.</p>
<h6 style="text-align: right;"><strong>Tulisan milik Faisal Muhammad Safi’i, Lulusan S-1 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta.</strong></h6>
<hr />
<h6><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61977" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/2019_10_21-11_10_14_7a1d6139506e994d8d468820d20c3b41_960x640_thumb-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI Siap Langgar “Fatwa” Sendiri?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/psi-siap-langgar-fatwa-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 08:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pilwalkot Solo]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=70639</guid>

					<description><![CDATA[“Mmm, baby, I don&#8217;t understand this. You&#8217;re changing, I can&#8217;t stand it” – XXXTENTACION, penyanyi rap asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Kedatangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di panggung politik Indonesia – setidaknya bagi beberapa orang – dirasakan bak angin segar. Visi, misi, dan kader-kadernya dinilai berbagai pihak memiliki kedekatan dengan isu-isu yang menjadi perhatian bagi kelompok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Mmm, baby, I don&#8217;t understand this. You&#8217;re changing, I can&#8217;t stand it” – XXXTENTACION, penyanyi rap asal Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>edatangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di panggung politik Indonesia – setidaknya bagi beberapa orang – dirasakan bak angin segar. Visi, misi, dan kader-kadernya dinilai berbagai pihak memiliki kedekatan dengan isu-isu yang menjadi perhatian bagi kelompok muda, seperti kalangan milenial dan generasi Z.</p>
<p>Kader-kadernya yang berusia sekitar 45 tahun ke bawah <em>seenggaknya</em> <em>nih</em> menghilangkan sejenak kebosanan publik atas wajah-wajah lama yang bercokol di puncak politik nasional. Iklan-iklan politik mereka juga dinilai unik dan berbeda.</p>
<p>Wajar saja. Sikap-sikap yang diekspresikan oleh partai ini juga kerap bertentangan dengan pola-pola politik lama. Soal <a href="https://psi.id/berita/2015/06/25/psi-saatnya-bergerak-tolak-politik-dinasti-yang-membunuh-demokrasi/" rel="nofollow"><strong>politik dinasti</strong></a> yang marak di banyak daerah misalnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni dengan tegas siap melawan pola-pola dinasti.</p>
<p>Prinsip idealis PSI juga terlihat <em>nih</em> ketika ramai-ramai Pemilu 2019 lalu. Partai yang kala itu mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin berani <a href="https://news.detik.com/berita/d-4506996/ketua-umum-psi-tegaskan-lagi-haram-koalisi-dengan-pks/" rel="nofollow"><strong>menyatakan sikap</strong></a> bahwa haram hukumnya bagi mereka untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kerap dianggap berhaluan konservatif dalam setiap pemilihan daerah.</p>
<p><em>Wah</em>, memang <em>nih</em>, energi anak-anak muda perlu diekspresikan mengikuti prinsip-prinsip ideal. Bukan tidak mungkin politisi-politisi muda lainnya akan muncul dan mengikuti jejak keberanian dan idealisme para politisi PSI.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BwGYMQAJKWg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BwGYMQAJKWg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BwGYMQAJKWg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">PSI nyatakan haram jika koalisi dengan PKS Simak infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com #PSI #PKS #PSIalergiPKS #infografik #infografis #infographic #politik #politic #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-04-11T03:10:00+00:00">Apr 10, 2019 at 8:10pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Mungkin, ini <em>nih</em> alasan mengapa PSI ingin mendukung Gibran Rakabuming Raka – pengusaha muda sekaligus putra Presiden Jokowi – untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo pada tahun 2020 nanti. Barang kali, PSI ingin <em>nih</em> politisi-politisi muda bermunculan, termasuk Gibran. <em>Hehe</em>.</p>
<p><em>Eh</em>, <em>tapi</em> jadi agak aneh ya? Bukannya PSI sebelumnya menolak pola-pola politik dinasti ya? <em>Kok </em>sekarang malah hendak mendukung Gibran yang kini ramai disebut-sebut identik dengan politik dinasti?</p>
<p>Uniknya lagi <em>nih</em>, guna mengusung Gibran, PSI pastinya <em>nggak </em>bisa sendirian <em>dong</em>. Seperti kata pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, partai anak muda ini bukan tidak mungkin akan bergabung dalam koalisi dengan partai-partai lain, seperti Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan – jangan sampai lupa <em>nih</em> – PKS. Pasalnya, PKS juga melirik Gibran guna diberikan dukungan.</p>
<p>Wah, hati-hati <em>lho</em>. Kan, sebelumnya dibilang haram <em>nih</em> buat berkoalisi dengan PKS. Bisa-bisa, PSI nanti melanggar larangan sendiri <em>lho</em> kalau jadi berkoalisi. Masa iya “fatwa” sendiri dilanggar? <em>Hehe</em>.</p>
<p>Ya, boleh jadi, inilah salah satu cara PSI agar <a href="https://www.beritasatu.com/nasional/367001/grace-natalie-psi-didirikan-bukan-untuk-sosok-tertentu/" rel="nofollow"><strong>regenerasi</strong></a> politik yang diinginkan agar “perubahan” yang dinginkan dapat tercapai. Mungkin, seperti lirik rapper XXXTENTACION di awal tulisan, perubahan yang dibawa oleh PSI inilah yang sulit untuk dipahami. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="AawxKzhuBMU"><iframe title="SEJARAH IKLAN POLITIK: ALASAN PSI GAGAL??" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/AawxKzhuBMU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/875a6648522610f22757c8da31855a2a4530f484-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gibran Serius Dekati PDIP</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/gibran-serius-dekati-pdip-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 13:17:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilwalkot Solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=67896</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-67858" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1.jpg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-600x600.jpg 600w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1-100x100.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Infografis-Gibran-Serius-Dekati-PDIP-01-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
