<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilpres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilpres/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Mar 2026 06:33:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilpres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melampaui Panggung Pandji: Tentang Air Keras, Air Tuba, dan Siapa yang Menuangnya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/headline/melampaui-panggung-pandji-tentang-air-keras-air-tuba-dan-siapa-yang-menuangnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wim Tangkilisan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 06:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Pemred]]></category>
		<category><![CDATA[air tuba]]></category>
		<category><![CDATA[Komedian]]></category>
		<category><![CDATA[Pandji Pragiwaksono]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=168243</guid>

					<description><![CDATA[Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com KATA PEMRED #9PinterPolitik.com Di sebuah panggung yang remang, seorang komedian berdiri tegak. Ia tidak sedang melempar tawa—tidak pula merajut punchline yang meledakkan suasana. Kali ini, ia membawa surat terbuka. Pandji Pragiwaksono, dengan keberanian yang patut kita hormati, mengetuk pintu istana melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/pandji-1-c3swmxea.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KATA PEMRED #9</strong><br><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sebuah panggung yang remang, seorang komedian berdiri tegak. Ia tidak sedang melempar tawa—tidak pula merajut <em>punchline</em> yang meledakkan suasana. Kali ini, ia membawa surat terbuka. Pandji Pragiwaksono, dengan keberanian yang patut kita hormati, mengetuk pintu istana melalui medium digital yang riuh. Ia bicara tentang Andrie Yunus, tentang wajah yang melepuh disiram air keras, dan sebuah perumpamaan yang begitu getir: <em>air susu dibalas air tuba</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada keindahan dalam keberanian Pandji. Kita harus mengakuinya—sebagai bagian dari kesehatan demokrasi yang masih berdenyut. Namun, dalam labirin politik—sebagaimana dalam sastra yang bermutu—metafora sering kali menjadi tirai sutra yang menyembunyikan realitas yang lebih dingin, lebih purba, dan jauh lebih kompleks dari sekadar soal budi yang tak terbalas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandji memulai argumennya dengan premis bahwa kemenangan Pilpres adalah “air susu” dari rakyat. Di sinilah kita menemukan titik pijak yang perlu didekonstruksi. Jika suara rakyat dianggap sebagai “hadiah” yang menuntut balas budi personal, bukankah kita sedang—secara tak sadar—mengerdilkan martabat kedaulatan itu sendiri? </p>



<p class="wp-block-paragraph">Suara jutaan rakyat bagi Prabowo Subianto bukanlah kado yang bisa ditagih dengan sentimen emosional. Ia adalah kontrak sosial yang lahir dari kalkulasi kolektif—tentang stabilitas, pertahanan, dan keberlanjutan. Negara tidak berhutang budi pada individu; ia berhutang pada konstitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menagih janji moral kepada seorang Presiden atas setiap insiden kriminal di jalanan—betapapun pedihnya—adalah simplifikasi sosiopolitik yang berbahaya. Keadilan tidak bisa dipesan seperti menu di meja makan hanya karena kita merasa telah “memberi makan” kekuasaan dengan suara kita. Ia harus diproses melalui mesin hukum yang bergerak sunyi, lambat, dan tanpa gincu retorika—jauh dari riuh algoritma media sosial yang menuntut kepuasan instan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah kita perlu meminjam pisau analisis sosiolog politik Vedi Hadiz. Dalam berbagai tesisnya mengenai dinamika kekuasaan di Indonesia, Hadiz mengingatkan kita tentang bahaya <em>populisme estetik</em>—aktivisme yang fasih menyuarakan penderitaan, namun kerap abai pada kenyataan bahwa kekuasaan tidak pernah menjadi monolit tunggal. Pandji, dalam surat terbukanya, seolah menempatkan Presiden sebagai satu-satunya aktor yang memegang kendali atas setiap tetes air keras yang jatuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun negara adalah medan tempur bagi berbagai faksi dan kepentingan yang saling bersilangan. Pertanyaan yang lebih gelap harus diajukan: <em>cui bono</em>? Siapa yang sesungguhnya diuntungkan jika wajah seorang pengkritik hancur tepat di saat Presiden sedang mengonsolidasikan otoritas yang baru seumur jagung di kancah internasional?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam catur kekuasaan yang penuh intrik, serangan terhadap Andrie Yunus sangat mungkin adalah sabotase citra—pesan berdarah dari tangan-tangan gelap yang ingin memastikan Prabowo tetap tersandera dalam stigma otoritarianisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menudingkan telunjuk ke arah Istana melalui narasi “Air Tuba”, kritik Pandji, tanpa ia sadari, bisa menjadi bahan bakar yang justru menyalakan api yang ingin ia padamkan. Ia membantu menciptakan kabut opini yang menjauhkan publik dari pencarian dalang sesungguhnya—yang mungkin sedang tertawa di balik bayang-bayang kegaduhan digital ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandji juga bicara soal HAM dengan nada seorang penjaga moral yang menuntut pertobatan total. Ia mencoba mengunci Presiden dalam sebuah narasi tuduhan yang—penting untuk dicatat—hingga hari ini belum pernah sekalipun diputuskan oleh pengadilan manapun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada ketukan palu hakim. Tidak ada vonis yang dibacakan. Yang ada hanyalah akumulasi tuduhan yang terus bergulir dari satu siklus elektoral ke siklus berikutnya, dipakai sebagai senjata politik oleh mereka yang berkepentingan, bukan sebagai sungguh-sungguh upaya menegakkan keadilan. Sejarah memang tidak boleh dilupakan—namun ia juga tidak boleh dijadikan penjara narasi yang dibangun di atas fondasi yang belum pernah diuji di hadapan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tuntutan untuk <em>settle it once and for all</em> adalah seruan yang terdengar heroik, namun ia mengabaikan realitas legal-formal yang mendasar. Penegakan hukum yang berwibawa tidak lahir dari instruksi emosional seorang pemimpin demi memuaskan netizen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia lahir dari ketelitian penyidikan, bukti yang tak terbantahkan, dan independensi peradilan. Jika Presiden mengintervensi proses hukum demi menjawab “tantangan terbuka” seorang komedian, bukankah itu justru benih dari otoritarianisme yang selama ini paling ditakutkan Pandji sendiri?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita menghormati Pandji karena ia menghidupkan percakapan publik. Namun ada batas yang tipis antara kritik warga negara dan teror retoris yang memanfaatkan empati publik untuk menyudutkan institusi tanpa data yang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika seorang figur publik berlindung di balik tameng “saya hanya komedian” untuk melontarkan tuduhan yang bersifat sistemis, ia menikmati kemewahan yang tidak dimiliki oleh mereka yang memegang kemudi kekuasaan. Presiden tidak punya kemewahan untuk sekadar berbalas konten di YouTube. Ia harus menggerakkan institusi yang besar dan lamban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawaban atas kekejian air keras bukanlah kata-kata puitis dalam pidato yang menggugah—melainkan borgol yang mengunci tangan pelaku, dan pengungkapan motif sang dalang melalui prosedur yang sah. Prabowo, dalam keheningannya yang sering disalahpahami, mungkin sedang merajut kembali wibawa negara yang terkoyak oleh anarki jalanan—maupun anarki opini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Pandji dan Prabowo sedang menatap cawan yang sama, meski dari sudut pandang yang bertolak belakang. Pandji melihat retakan-retakannya dan berteriak agar dunia tahu. Sementara Prabowo—sebagai nakhoda—harus memastikan air di dalam cawan itu tidak tumpah di tengah badai geopolitik, krisis ekonomi, dan ancaman disintegrasi yang mengepung dari segala arah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Air susu” kepercayaan rakyat tidak sedang dibalas dengan “air tuba.” Ia sedang dibalas dengan keteguhan untuk tetap berdiri di kemudi, meski diterjang badai prasangka yang datang silih berganti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keadilan untuk Andrie Yunus adalah harga mati bagi wibawa kepresidenan—bukan karena desakan seorang seniman panggung, melainkan karena itulah tugas purba seorang pemimpin: memastikan bahwa hukum tidak kalah oleh dendam pribadi, dan kebenaran tidak mati tersiram kebencian yang anonim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang perlu diingat oleh keduanya: di Republik ini, yang paling berbahaya bukanlah mereka yang diam, bukan pula mereka yang berteriak. Yang paling berbahaya adalah mereka yang dengan sabar memanfaatkan keduanya—keheningan Istana dan kegaduhan panggung—untuk kepentingan yang tidak pernah mereka umumkan kepada publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama pertanyaan <em>cui bono</em> itu belum dijawab secara tuntas, baik surat terbuka maupun keheningan institusi hanyalah dua sisi dari kegagalan yang sama: gagal melihat siapa sesungguhnya yang sedang mengaduk air di dalam cawan kita bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tulisan ini merupakan tanggapan editorial PinterPolitik.com atas video YouTube Pandji Pragiwaksono yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, diunggah pada Maret 2026, merespons kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">**********************</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<pre class="wp-block-preformatted"><strong>Tentang Penulis</strong></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><br></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/pandji-1-c3swmxea.mp3" length="2874764" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/whatsapp-image-2026-03-26-at-12.50.29-1024x683.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies Butuh “Bapak Ideologis”?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anies-butuh-bapak-ideologis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2029]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=167624</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah pemanasan dini menuju 2029, Anies Baswedan diuji: aktor otonom atau produk patronase? Antara bayang-bayang Surya Paloh dan Jusuf Kalla, pertarungan sesungguhnya bukan sekadar dukungan elite, melainkan soal siapa menguasai mesin, ideologi, dan masa depan politik 2029.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/anies-jadi-anak-ideologis.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Di tengah pemanasan dini menuju 2029, Anies Baswedan diuji: aktor otonom atau produk patronase? Antara bayang-bayang Surya Paloh dan Jusuf Kalla, pertarungan sesungguhnya bukan sekadar dukungan elite, melainkan soal siapa menguasai mesin, ideologi, dan masa depan politik 2029.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Menjelang konsolidasi awal menuju Pemilu dan Pilpres 2029, lanskap politik Indonesia kembali memperlihatkan hukum besinya, siapa yang tak memiliki mesin, akan dilindas oleh mesin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah pemanasan dini partai-partai politik, Anies Baswedan tampak berupaya mempertahankan relevansinya sebagai aktor politik nasional. Ia bukan lagi sekadar mantan kandidat presiden 2024, melainkan figur yang sedang menguji ulang posisinya dalam orbit kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhana, dalam kerangka teoretis Pierre Bourdieu, politik adalah arena pertarungan berbagai bentuk capital, modal politik, sosial, simbolik, dan institusional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anies mungkin saja relatif kaya dalam <em>symbolic capital</em>—narasi intelektual, citra moral, dan kemampuan retorika—serta <em>social capital</em> melalui jejaring relawan “anak abah” yang militan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ia kerap dinilai defisit dalam <em>institutional capital</em>, kepemilikan partai, kendali struktur, dan akses terhadap sumber daya negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keraguan terhadapnya pada Pilpres 2024 sebagian besar berangkat dari premis ini. Seandainya ia menang, mampukah ia mengeksekusi agenda tanpa dukungan mesin partai yang solid?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sistem presidensial multipartai seperti Indonesia, presiden tanpa partai ibarat jenderal tanpa pasukan. Ia mungkin memenangkan pertempuran elektoral, tetapi belum tentu menguasai logistik pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik inilah isu “bapak ideologis” menjadi relevan. Dalam tradisi politik Indonesia yang masih sarat patronase, figur nasional jarang berdiri sepenuhnya otonom.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka kerap beroperasi dalam jejaring patron–klien yang memberi dukungan struktural sekaligus membatasi ruang gerak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya: apakah Anies sedang mencari figur payung yang mampu menyuplai institutional capital sekaligus legitimasi ideologis?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua nama kiranya relevan, terlihat pula dalam momen buka puasa bersama Partai NasDem 19 Februari 2026 kemarin, yakni Surya Paloh dan Jusuf Kalla.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya memiliki historis konstruktif dengan Anies, serta modal sosial-politik untuk meng-<em>endorse</em>—atau bahkan mengarsiteki—langkah menuju 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mengapa Anies dikatakan harus menjadi “anak ideologis” dan butuh sosok “bapak”? Serta mengapa dua nama di atas yang kiranya tepat?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menguji Posisi Anies</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual, ada dua model kepemimpinan dalam sistem demokrasi patronal, yakni <em>autonomous political entrepreneur</em> dan <em>elite-dependent actor</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model pertama adalah figur yang mampu membangun koalisi lintas faksi dengan daya tawar personal yang tinggi. Model kedua adalah figur yang eksistensinya sangat ditentukan oleh patron elite.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anies seolah bergerak di wilayah abu-abu antara keduanya. Di satu sisi, ia menunjukkan kapasitas sebagai <em>political entrepreneur</em>. Kemenangannya dalam Pilgub DKI 2017 memperlihatkan kecakapannya membaca ceruk suara Islam politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mampu bersimbiosis dengan basis yang solid, bahkan ketika dukungan itu mengandung risiko polarisasi. Ia mengelola <em>identity politics</em> bukan sekadar sebagai isu, tetapi sebagai kendaraan mobilisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pasca 2017 hingga Pilpres 2024, Anies memperlihatkan fleksibilitas—atau bagi sebagian pihak, pragmatisme ekstrem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari figur yang lekat dengan dukungan Islam konservatif, bahkan dalam pencapresan, ia kemudian tampil sebagai politisi moderat. Ia tak alergi mendekat pada spektrum nasionalis, bahkan membuka ruang sebarisan dengan PDIP dalam kontestasi Pilkada 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menunjukkan kemampuan adaptasi, tetapi sekaligus menimbulkan pertanyaan, di mana jangkar ideologisnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah figur seperti Surya Paloh menjadi signifikan. Sebagai pendiri dan pengendali NasDem, Paloh pernah menjadi sponsor politik penting bagi Anies pada Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paloh memiliki <em>institutional capital</em> berupa partai, jaringan media, dan pengalaman panjang dalam manuver koalisi. Jika Paloh kembali menjadi poros dukungan, maka Anies memperoleh mesin sekaligus narasi restorasi yang selama ini diusung NasDem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, nama Jusuf Kalla mewakili tipe patron berbeda. Ia bukan pemilik partai dominan, tetapi memiliki reputasi sebagai <em>king maker</em>, negosiator ulung, dan figur senior yang dihormati lintas faksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan Kalla bersifat simbolik sekaligus strategis, ia dapat membuka akses pada jejaring elite bisnis dan politik, terutama di luar Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dukungan patron selalu memiliki konsekuensi. Dalam teori patron–klien, hubungan tersebut bersifat timbal balik tetapi asimetris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Patron memberi perlindungan dan sumber daya, klien memberi loyalitas dan kepatuhan. Jika Anies terlalu bergantung pada salah satu figur, maka ruang otonominya menyempit. Ia bisa menjadi representasi kepentingan patron, bukan arsitek agenda sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keraguan publik terhadap kapasitas implementatifnya pada 2024 berakar pada asumsi bahwa tanpa patron kuat, ia tak punya daya eksekusi. Tetapi, dengan patron terlalu dominan, ia kehilangan otonomi. Dilema ini menjadi ujian strategis menuju 2029.</p>



<div><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-819x1024.png" class="td-modal-image"><figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-819x1024.png" alt="anies lupa hapus “chat history” (1)" class="wp-image-165582" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/anies-lupa-hapus-chat-history-1.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure></a></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ideologi atau Kalkulasi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan “Anies mencari bapak ideologis?” sesungguhnya lebih dalam daripada sekadar siapa mendukung siapa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyentuh problem klasik politik Indonesia: apakah ideologi menjadi fondasi, atau sekadar kemasan elektoral?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika merujuk pada teori kartel partai, partai politik di Indonesia cenderung berperilaku sebagai kartel kekuasaan, lebih fokus pada distribusi sumber daya negara ketimbang diferensiasi ideologis tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, figur seperti Anies harus menentukan, apakah ia akan menjadi kendaraan kompromi elite, atau membangun platform yang relatif independen?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pragmatisme Anies bisa dibaca dua cara. <em>Pertama</em>, sebagai kelenturan taktis dalam sistem yang cair.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam demokrasi presidensial multipartai, rigiditas ideologis sering kali berujung marginalisasi. Koalisi dibangun bukan atas kesamaan nilai, melainkan kepentingan jangka pendek.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, pragmatisme itu bisa dibaca sebagai absennya jangkar ideologis yang konsisten—yang membuatnya mudah berpindah orbit sesuai kebutuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun politik elektoral 2029 kemungkinan berbeda dari 2024. Mesin partai mulai dipanaskan lebih dini. Polarisasi identitas mungkin tak lagi menjadi energi dominan; publik bisa lebih sensitif pada isu ekonomi, tata kelola, dan stabilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi ini, Anies membutuhkan lebih dari sekadar relawan loyal. Ia membutuhkan arsitektur koalisi yang solid dan sumber daya nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik inilah peran “bapak ideologis” menjadi ambigu. Apakah ia benar-benar membutuhkan figur ideologis—atau justru bapak institusional?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Surya Paloh mungkin memberi mesin; Jusuf Kalla memberi jejaring dan legitimasi senioritas. Tetapi keduanya bukan ideolog dalam arti doktrinal. Mereka adalah operator kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Anies ingin tampil sebagai aktor otonom, ia harus membalik relasi tersebut: bukan menjadi produk patronase, melainkan menjadikan patron sebagai mitra koalisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, ia harus mengonsolidasikan basis sosialnya sendiri, memperkuat aliansi lintas partai, dan merumuskan platform kebijakan yang jelas serta implementatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa itu, ia akan terus dipersepsikan sebagai figur yang kuat dalam retorika, tetapi rapuh dalam eksekusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertarungan menuju 2029 bukan hanya soal siapa yang didukung siapa, tetapi siapa yang menguasai sumber daya institusional. Dalam politik Indonesia, simbol tanpa struktur akan kalah oleh struktur tanpa simbol. Tantangan Anies adalah menyatukan keduanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah ia sedang mencari bapak ideologis? Mungkin. Tetapi yang lebih penting: apakah ia mampu menjadi bapak bagi proyek politiknya sendiri?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah ia berdiri sebagai negarawan otonom—atau sekadar simpul dalam jaringan patronase elite yang lebih besar darinya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="1VHEkN2pYgs"><iframe title="K-POP LEWAT? Kenapa Musik INDONESIA TIMUR Bisa JAJAH AMERIKA (Analisis ‘Tabola-Bale’ Wave)" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/1VHEkN2pYgs?start=57&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/anies-jadi-anak-ideologis.mp3" length="2917916" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/anies-paloh-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PKS-NasDem, Pinggir Jurang Degradasi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pks-nasdem-pinggir-jurang-degradasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2029]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=165825</guid>

					<description><![CDATA[PKS dan NasDem tampak tengah berada di titik genting pascapilpres 2024 dan tahun pertama pemerintahan baru. Tanpa kursi di kabinet, keduanya menghadapi krisis berbeda: NasDem diguncang turbulensi internal, PKS terjebak stagnasi. Lalu, apakah ini gejala bencana bagi kedua parpol tersebut?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/pksnas-1_tfgcq4u0.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PKS dan NasDem tampak tengah berada di titik genting pascapilpres 2024 dan tahun pertama pemerintahan baru. Tanpa kursi di kabinet, keduanya menghadapi krisis berbeda: NasDem diguncang turbulensi internal, PKS terjebak stagnasi. Lalu, apakah ini gejala bencana bagi kedua parpol tersebut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Absennya Partai Keadilan Sejahtera dan Partai NasDem dari Kabinet Merah Putih Prabowo–Gibran merupakan penanda penting dalam konstelasi politik pascapilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua partai yang sebelumnya berada dalam Koalisi Perubahan bersama Anies Baswedan tidak memperoleh satu pun posisi strategis di lingkar kekuasaan, sementara PKB—rekan koalisi mereka—justru dirangkul masuk ke kabinet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini menciptakan ruang klaim dan narasi bahwa PKS dan NasDem memilih untuk “tahu diri” atas keputusan mereka tidak berada dalam koalisi pemenang “seutuhnya”. Tetapi, kenyataannya mungkin saja jauh lebih kompleks daripada sekadar moralitas politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi tak berada di lingkaran kekuasaan, PKS dan NasDem kiranya menghadapi tantangan adaptasi yang sangat berbeda, tetapi keduanya berada pada titik kritis yang sama, yakni risiko degradasi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">NasDem sedang menghadapi turbulensi internal yang menguji ketahanan struktur dan identitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara PKS menghadapi stagnasi ideologis dan strategis meski memiliki basis yang solid. Jika dua partai ini gagal membaca ulang perubahan politik pasca-2024, mereka bisa kehilangan relevansi menjelang 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jika mampu bertransformasi, mereka justru dapat muncul sebagai kekuatan alternatif di luar sumbu kekuasaan dominan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>NasDem: Samar Pasca-Paloh?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">NasDem seolah memasuki fase paling rawan sejak berdiri. Gelombang hengkangnya sejumlah kader militan menuju PSI seakan memberi impresi melemahnya kohesi internal sekaligus menegaskan gejala penurunan militansi yang selama ini menjadi kebanggaan partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini merupakan indikator <em>de-alignment internal</em>, yaitu kondisi ketika identitas kolektif partai tidak lagi mampu memberikan ikatan yang kuat terhadap anggotanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat PSI menawarkan platform politik yang lebih pop, digital, dan agresif dalam memoles citra publik, NasDem justru terlihat kehilangan daya tariknya, terutama di kalangan politisi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sorotan terhadap figur-figur seperti Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach setelah kisruh demonstrasi akhir Agustus 2025 juga memperburuk citra partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam era politik mediatik, skandal personal dengan cepat terkonversi menjadi krisis reputasi institusional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">NasDem agaknya tidak cukup cepat merespons, dan akibatnya persepsi publik terhadap karakter partai ikut tergerus. Identitas partai yang selama ini dibangun melalui retorika restorasi menjadi kabur, terutama ketika perilaku kadernya justru tidak paralel dengan nilai yang diklaim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu terbesar yang membayangi NasDem adalah masa depan pasca-Surya Paloh. Otoritas Paloh bersifat personalistik dan karismatik, bukan ideologis dan terinstitusionalisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketergantungan partai kepada satu figur menciptakan kekosongan arah yang berpotensi muncul begitu Paloh tidak lagi memimpin. Tanpa figur yang dapat menyatukan faksi-faksi internal, NasDem rentan mengalami fragmentasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>party adaptation</em> memprediksi bahwa partai yang menghadapi guncangan kepemimpinan semacam ini harus melakukan redefinisi ideologis dan reorganisasi struktural agar mampu bertahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tidak, NasDem bisa kehilangan posisi strategis sebagai partai menengah yang selama ini mampu memainkan peran penting dalam politik nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, NasDem tampaknya berada di persimpangan antara pembaruan besar atau perlahan meluncur ke tepian jurang degradasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi internal menjadi keniscayaan apabila mereka ingin tetap relevan di tengah munculnya kekuatan politik baru yang lebih cair, adaptif, dan disukai pemilih muda.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed..jpg" alt="pks nasdem berantem tanggal jadian ed." class="wp-image-118589" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed..jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PKS: Konsistensi dan Stagnasi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari NasDem yang tengah mengalami turbulensi, PKS menghadapi tantangan dalam bentuk stagnasi strategis. Pergantian Presiden PKS dari Ahmad Syaikhu kepada Al Muzzammil Yusuf tidak menghadirkan perubahan berarti karena struktur kekuasaan sebenarnya berada di Majelis Syuro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergantian kepemimpinan menjadi lebih bersifat simbolik daripada strategis. Fenomena ini mencerminkan tingkat institusionalisasi yang tinggi, namun juga mengindikasikan keterbatasan ruang inovasi di tubuh partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PKS tidak mampu memanfaatkan sepenuhnya peluang politik Islam pasca-2024. Padahal, secara teoritis, partai dengan basis ideologis kuat cenderung memiliki durabilitas yang lebih tinggi dibanding partai pragmatis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, PKS tampak terhambat oleh dua hal utama: pendekatan dakwah-politik yang cenderung konservatif dan kurang mampu menembus segmen pemilih muda urban, serta lemahnya penetrasi di ruang digital yang kini menjadi medan utama pertarungan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Basis suara PKS memang relatif stabil, tetapi kestabilan ini dapat menjadi jebakan karena menciptakan batas atas elektoral yang sulit ditembus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, konsistensi ideologis PKS dapat menjadi kekuatan tersendiri menjelang 2029. Ketika politik nasional makin pragmatis dan cair, kehadiran partai dengan identitas tegas, struktur kaderisasi rapi, dan reputasi bersih bisa menarik segmen pemilih yang jenuh pada oligarki dan politik transaksional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika PKS mampu menyesuaikan strategi komunikasi tanpa kehilangan esensi identitasnya, partai ini dapat memperluas ceruk pemilihnya tanpa harus mengorbankan basis loyal yang telah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks teori <em>niche party durability</em>, PKS memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan bahkan memperkuat posisinya dibanding partai berideologi cair.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya hanya satu, apakah PKS mampu mengimbangi konsistensinya dengan inovasi? Jika jawabannya tidak, PKS hanya akan mempertahankan posisi sebagai partai yang relevan secara moral namun tidak menentukan secara elektoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun jika jawabannya ya, PKS berpotensi menjadi aktor penting dalam pembentukan koalisi 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PKS dan NasDem sama-sama berdiri di titik kritis, namun dengan karakter krisis yang berbeda. NasDem menghadapi ancaman disintegrasi akibat krisis kepemimpinan, hilangnya kader militan, serta terkikisnya citra publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PKS menghadapi stagnasi strategis yang mengancam kemampuannya memperluas pengaruh elektoral. Keduanya berada di pinggir jurang degradasi, tetapi masih memiliki ruang untuk bangkit apabila mampu membaca ulang arah politik nasional dan melakukan adaptasi yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa depan dua partai ini sangat bergantung pada kemampuan mereka mereformulasi identitas, memperbarui strategi, dan menata ulang organisasi. Jika gagal, mereka akan tersingkir di tengah semakin ketatnya kompetisi menuju 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun jika berhasil, PKS dan NasDem dapat muncul kembali sebagai kekuatan dengan daya tawar dalam derajat tertentu dalam lanskap politik Indonesia yang terus berubah. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="PevHeiO9u7o"><iframe loading="lazy" title="Terbaik! Pasukan Baret Biru TNI Siap OTW Gaza" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PevHeiO9u7o?start=34&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/pksnas-1_tfgcq4u0.mp3" length="3121427" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/pks-nasdem-1024x685.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stop Politik Zulhas, Kerja Dulu Aja?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 08:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[prabowosubianto]]></category>
		<category><![CDATA[zulkiflihasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=160351</guid>

					<description><![CDATA[Hmm, kalau menurut kalian gimana nih? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya! &#160; #infografis #beritapolitik #beritapolitikterkini #pinterpolitik #zulkiflihasan #politikindonesia #pilpres #prabowosubianto #indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-819x1024.png" alt="stop politik zulhas kerja dulu aja 1" class="wp-image-160355" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-819x1024.png" alt="stop politik zulhas kerja dulu aja 2" class="wp-image-160354" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, kalau menurut kalian gimana nih? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya! &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">#infografis #beritapolitik #beritapolitikterkini #pinterpolitik #zulkiflihasan #politikindonesia #pilpres #prabowosubianto #indonesia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/stop-politik-zulhas-kerja-dulu-aja-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pilpres: AHY vs Gibran?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pilpres-ahy-vs-gibran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 07:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=159057</guid>

					<description><![CDATA[Kalau menurut kalian, kira-kira mana yang bakal lebih kuat nih kalau saling bersaing?&#160; #infografis #pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #politikindonesia #ahy #gibranrakabuming #prabowosubianto #pilpres #presiden #wakilpresiden]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-819x1024.jpg" alt="pilpres ahy vs gibran 1" class="wp-image-159060" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-819x1024.jpg" alt="pilpres ahy vs gibran 2" class="wp-image-159061" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau menurut kalian, kira-kira mana yang bakal lebih kuat nih kalau saling bersaing?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#infografis #pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #politikindonesia #ahy #gibranrakabuming #prabowosubianto #pilpres #presiden #wakilpresiden</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pilpres-ahy-vs-gibran-1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Great General Prabowo Subianto&#8217;s Day</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-great-general-prabowo-subiantos-day/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 01:30:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Djojohadikusumo]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kertanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=154589</guid>

					<description><![CDATA[Tanggal 20 Oktober saat dilantik sebagai Presiden RI jadi kado paling manis buat Pak Prabowo yang hari ini berulang tahun ke-73. Selamat hari lahir Pak Prabowo!  Semoga bisa memimpin negara ini ke arah yang benar&#160; #prabowo #jokowi #pilpres #presiden #istana #djojohadikusumo #reformasi #diponegoro #kertanegara #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-1024x1024.jpg" alt="the great general 1" class="wp-image-154592" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-1024x1024.jpg" alt="the great general 2" class="wp-image-154593" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-1024x1024.jpg" alt="the great general 3" class="wp-image-154594" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggal 20 Oktober saat dilantik sebagai Presiden RI jadi kado paling manis buat Pak Prabowo yang hari ini berulang tahun ke-73. Selamat hari lahir Pak Prabowo! </p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f973/32.png" alt="🥳" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bisa memimpin negara ini ke arah yang benar&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f64c_1f3fb/32.png" alt="🙌🏻" /></figure>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f64f_1f3fb/32.png" alt="🙏🏻" style="width:20px;height:auto" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#prabowo #jokowi #pilpres #presiden #istana #djojohadikusumo #reformasi #diponegoro #kertanegara #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/the-great-general-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AHY Makes Demokrat Great Again?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ahy-makes-demokrat-great-again/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 23:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=153567</guid>

					<description><![CDATA[Tidak terlalu dini kiranya untuk meneropong kepemimpinan Indonesia di tahun 2029 saat nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul sebagai salah satu kandidat menjanjikan. Mengapa demikian?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ahy-1_gkkgts75.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tidak terlalu dini kiranya untuk meneropong kepemimpinan Indonesia di tahun 2029 saat nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul sebagai salah satu kandidat menjanjikan. Mengapa demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertransformasi menjadi wajah baru yang membawa harapan bagi partainya. Terlebih, jika mampu konsisten bersinar di tengah dinamika politik dan pemerintahan hingga tahun 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak AHY terjun ke dunia politik, Partai Demokrat yang sempat kehilangan kekuatannya ini mulai mendapatkan kembali relevansinya di panggung politik nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan jejak sejauh ini yang mulai relevan dalam mengemban tugas sebagai pejabat negara serta potensi AHY menjadi kandidat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, pertanyaan kemudian muncul, yakni apakah AHY dapat menjadi sosok yang mengembalikan kejayaan Partai Demokrat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, AHY dilihat sebagai salah satu figur yang memiliki potensi besar untuk menjadi kandidat kuat pemimpin Indonesia di masa depan, terutama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) seolah membuka jalan AHY melalui debutnya di pemerintahan sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh lagi, peluang untuk mengisi jabatan serupa di kabinet presiden terpilih Prabowo Subianto semakin memperkuat kapasitas AHY di kancah politik nasional. Namun, apakah peluang AHY itu akan selaras dengan peluang kebangkitan Partai Demokrat untuk kembali bangkit menjadi partai politik raksasa di blantika politik Indonesia?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Faktor-Faktor Penentu</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, AHY tampak telah menunjukkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan selama menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN, posisi yang membawanya berhadapan langsung dengan masalah agraria yang kompleks di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kapasitas yang ia tunjukkan, baik dalam mengambil keputusan maupun mengelola permasalahan klasik di sektor ini, AHY dinilai mulai belajar menempatkan diri sebagai pejabat publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ihwal itu membuatnya boleh jadi kian dipandang sebagai figur yang siap untuk menghadapi tantangan-tantangan besar di tingkat nasional dan lebih tinggi. Termasuk, untuk menahkodai Partai Demokrat agar kembali dipandang sebagai entitas politik signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Richard Neustadt dalam bukunya yang berjudul <em>Presidential Power and the Modern Presidents</em> menyatakan kapasitas seorang pemimpin untuk memengaruhi politik sangat bergantung pada kemampuannya dalam menggunakan kekuasaan untuk membangun koalisi serta menyelesaikan masalah secara efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pengalaman sampai sejauh ini, termasuk intrik gangguan kudeta Moeldoko, “dikhianati” Anies Baswedan, hingga “hoki politik” yang membuatnya jadi menteri, AHY mendapatkan modal politik yang tidak hanya memperkuat posisinya dalam Partai Demokrat, tetapi juga membuka peluangnya untuk berkompetisi di tingkat lebih tinggi, khususnya di Pilpres 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AHY pun ditopang latar belakang militer yang menguatkan citranya sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, dan terlatih dalam strategi. Kendati hanya sampai pangkat Mayor, pengalaman militernya bisa saja menciptakan persepsi positif di kalangan masyarakat Indonesia yang masih menghargai latar belakang militer dalam kepemimpinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <em>The Soldier and the State</em>, Samuel P. Huntington mengemukakan seorang pemimpin dengan latar belakang militer dapat memiliki kelebihan dalam hal integritas, pengambilan keputusan strategis, dan kemampuan untuk menghadapi situasi krisis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakang ini memberikan keunggulan dibandingkan kandidat sipil lain, karena publik sering mengaitkan latar belakang militer dengan kemampuan manajerial yang lebih tegas dan terstruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Indonesia, di mana banyak presiden berasal dari kalangan militer, termasuk Joko Widodo yang sering memanfaatkan figur militer dalam kabinetnya, AHY memiliki peluang untuk memanfaatkan reputasi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, AHY juga diuntungkan oleh terus berkembangnya literasi politik pemilih di Indonesia saat ini. Pemilih tidak lagi hanya melihat latar belakang militer atau politikus senior, tetapi juga cenderung mengutamakan kapabilitas dan visi masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam era digital, literasi politik yang baik menjadi modal penting bagi seorang kandidat, terlebih calon presiden. Dan AHY tampak lihai memanfaatkan popularitasnya melalui media sosial dan interaksi publik yang dapat dikatakan cerdas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eks Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning itu telah menunjukkan kesadaran akan isu-isu global dan nasional yang relevan bagi generasi muda, yang merupakan pemilih terbesar di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kombinasi antara latar belakang militer dan kepemimpinan sipil memberikan AHY keunggulan dalam hal fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan situasi politik dan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu yang tak kalah krusial, latar belakang keluarga AHY sebagai putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seorang mantan presiden yang dihormati dan merupakan trah bangsawan, menambah daya tarik politiknya. Hal itu dikarenakan, terdapat persepsi bahwa trah ningrat memiliki karakteristik kepemimpinan yang lebih bijaksana dan lebih percaya diri dalam mengelola relasi dengan kekuatan-kekuatan besar dalam interaksi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SBY sendiri lahir dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat berbicara Pilpres 2029, meskipun terdapat beberapa kandidat potensial seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Prabowo Subianto, AHY tampak memiliki keunggulan dalam hal ketokohan dan pengalaman yang lebih beragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kandidat lain seperti Prabowo Subianto mungkin tidak lagi relevan jika memutuskan untuk tidak maju dan memberikan tongkat estafet ke AHY, sosok yang sebenarnya pernah disebut eks Pangkostrad itu sebagai pemimpin masa depan Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1317" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy.jpg" alt="mayor ahy saingi mayor teddy" class="wp-image-144088" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-246x300.jpg 246w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-840x1024.jpg 840w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-123x150.jpg 123w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-768x937.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-150x183.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-300x366.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-696x849.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/03/mayor-ahy-saingi-mayor-teddy-1068x1302.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Demokrat, Bangkit Namun Sulit?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, kebangkitan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY bergantung pada bagaimana ia mampu memanfaatkan momentum politik saat ini. Dengan adanya ketegangan internal di beberapa partai besar dan dinamika koalisi yang cair, Partai Demokrat memiliki peluang untuk mengisi kekosongan kekuatan politik di berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AHY harus mampu memimpin partainya dengan strategi yang tepat, fokus pada program-program yang relevan bagi rakyat, dan menjaga kesinambungan dengan warisan SBY.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kaitannya dengan teori politik elektoral, Demokrat dapat meraih kembali dukungan luas jika mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan elite politik dan kebutuhan pemilih di akar rumput.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi AHY untuk melibatkan generasi muda, kelompok intelektual, dan kelas menengah kiranya bisa menjadi kunci kesuksesannya, baik dalam Pilpres 2029 maupun dalam menjaga eksistensi Partai Demokrat sebagai kekuatan politik utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, praktik selalu tak semudah kalkulasi di atas kertas. Hanya berada di urutan kedua terakhir di Pemilihan Legislatif 2024, menjadikan AHY memiliki pekerjaan berat andaipun menjadi kandidat di Pilpres 2029 dan menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinamika politik pun berjalan begitu dinamis dan tak menutup kemungkinan, skenario positif yang telah diinterpretasi di atas bisa berubah 180 derajat jika terjadi turbulensi politik dan membuat AHY dan Partai Demokrat tersingkir, utamanya dari kabinet dan koalisi pemerintah. Oleh karena itu, menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Ag-AVM3MKjs"><iframe loading="lazy" title="Indonesia Digerayangi Mata-mata Xi Jinping?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Ag-AVM3MKjs?start=39&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/ahy-1_gkkgts75.mp3" length="3221510" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1617616537_ahy-tanggapi-klb-demokrat-3jpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Mega-Pro Jilid 2?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menuju-mega-pro-jilid-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 01:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Riza Patria]]></category>
		<category><![CDATA[Mega]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=153533</guid>

					<description><![CDATA[Hmmm, nggak ada oposisi dong kalau PDIP gabung? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" data-id="153538" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-1024x1024.jpg" alt="menuju mega pro jilid 2 2" class="wp-image-153538" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" data-id="153537" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-1024x1024.jpg" alt="menuju mega pro jilid 2 1" class="wp-image-153537" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmmm, nggak ada oposisi dong kalau PDIP gabung? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/menuju-mega-pro-jilid-2-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wacana Amendemen, Bye-bye Pilpres Langsung?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/wacana-amendemen-bye-bye-pilpres-langsung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M96]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 06:38:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitik]]></category>
		<category><![CDATA[wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=149621</guid>

					<description><![CDATA[Kalo iya, nggak ada pesta demokrasi langsung dong?&#160; Muncul wacana amendemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 ke naskah aslinya. Bila jadi, wacana amendemen ini akan menghapuskan pemilihan presiden (pilpres) langsung.&#160; Sejumlah politikus yang memberikan sinyal positif terhadap wacana ini adalah Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua Majelis Syuro Partai Ummat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="923" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-923x1024.jpg" alt="wacana amandemen" class="wp-image-149624" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-923x1024.jpg 923w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-768x852.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-150x166.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-300x333.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-696x772.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-1068x1185.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 923px) 100vw, 923px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kalo iya, nggak ada pesta demokrasi langsung dong?&nbsp;<img decoding="async" alt="😕" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f615/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Muncul wacana amendemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 ke naskah aslinya. Bila jadi, wacana amendemen ini akan menghapuskan pemilihan presiden (pilpres) langsung.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah politikus yang memberikan sinyal positif terhadap wacana ini adalah Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>,&nbsp;<em>gimana&nbsp;</em>menurut kalian? Sepakat&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;kalau presiden nantinya dipilih MPR lagi?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/wacana-amandemen-923x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Menang, Anies Optimis Ganjar Melankolis?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=146095</guid>

					<description><![CDATA[Semoga ke depannya semua bisa adem ya&#160; Pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin ucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran usai putusan MK kemarin (22/4/2024). Hal ini membawa angin sejuk terhadap rekonsiliasi tiga kubu yang sempat berseteru selama Pilpres 2024. Kendati demikian, terdapat perbedaan cukup menarik dalam pemilihan kata-kata ucapan selamat tersebut dari masing-masing capres. Menurut kalian, apakah ada pesan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-1024x1024.jpg" alt="infografis prabowo menang anies optimis ganjar melankolis" class="wp-image-146098" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga ke depannya semua bisa adem ya&nbsp;<img decoding="async" alt="🙏" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f64f/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin ucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran usai putusan MK kemarin (22/4/2024). Hal ini membawa angin sejuk terhadap rekonsiliasi tiga kubu yang sempat berseteru selama Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, terdapat perbedaan cukup menarik dalam pemilihan kata-kata ucapan selamat tersebut dari masing-masing capres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kalian, apakah ada pesan tersembunyi di baliknya? Berikan pendapatmu!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/infografis-prabowo-menang-anies-optimis-ganjar-melankolis-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
