<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilkada Medan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilkada-medan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 17:46:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilkada Medan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bobby Nasution Rasa Presiden</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/bobby-nasution-rasa-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 11:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95145</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Ke depannya, kita sama-sama menjalankan tugas. Apapun celah-celah yang bisa diperbaiki, saya selaku Wali Kota Medan akan terus memperbaikinya”. – Bobby Nasution, Wali Kota Medan PinterPolitik.com Baru beberapa bulan menjabat sebagai Wali Kota Medan, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, sudah langsung menjadi pergunjingan publik. Ini terkait perlakuan yang diterima oleh wartawan dan awak media yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>&#8220;Ke depannya, kita sama-sama menjalankan tugas. Apapun celah-celah yang bisa diperbaiki, saya selaku Wali Kota Medan akan terus memperbaikinya”. – Bobby Nasution, Wali Kota Medan</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Baru beberapa bulan menjabat sebagai Wali Kota Medan, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, sudah langsung menjadi pergunjingan publik. Ini terkait perlakuan yang diterima oleh wartawan dan awak media yang dihalang-halangi melakukan tugasnya untuk meliput kegiatan-kegiatan Bobby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, Paspampres dan Satpol PP yang mengawal Bobby dianggap terlalu berlebihan dengan mengusir para wartawan yang hendak melakukan peliputan. Alhasil, peristiwa ini menimbulkan reaksi yang cukup besar di kalangan jurnalis lokal, yang sempat pula akhirnya berunjuk rasa terkait hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, udah kayak presiden aja nih yang pakai didemo segala. Uppps. Tapi minimal Presiden Jokowi nggak sampai anti-anti banget sama wartawan loh ya. Hehehe.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/banjir-jakarta-antara-anies-dan-soeharto">Banjir Jakarta, Antara Anies dan Soeharto</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, pasca jadi bulan-bulanan kritik, Bobby Nasution&nbsp;akhirnya bertemu dengan perwakilan para wartawan serta berjanji memperbaiki hubungan dengan kalangan wartawan setelah terjadi insiden pengusiran terhadap dua jurnalis di kantor Pemkot oleh&nbsp;Paspampres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini disampaikan Bobby di hadapan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Utara dan beberapa tokoh media Sumatra Utara lainnya. Bobby menyebutkan bahwa pengusiran wartawan terjadi sekedar karena kesalahpahaman semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bobby juga mengakui bahwa Pemkot Medan perlu memiliki hubungan baik dengan wartawan. Oleh karena itu, dia tidak ingin kesalahpahaman kembali terulang ketika masing-masing pihak menjalankan tugasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapannya sih para wartawan kalau melakukan peliputan tetap harus mengenakan tanda pengenal atau kartu identitas, sehingga bisa diketahui oleh Paspampres atau petugas yang biasa mengamankan Wali Kota. Soalnya kalau tak kenal maka tak sheyeeng. Eh, sayang maksudnya. Uppps.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat yang belum tahu, sekalipun sebagai menantu presiden, Bobby juga tetap akan dikawal oleh Paspampres loh. Soalnya sudah masuk dan menjadi bagian dari keluarga presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, intinya Mas Bobby emang kudu memperbaiki hubungan dengan wartawan sih. Biar nggak terjadi kesalahpahaman di masa-masa yang akan datang. Biar nggak dituduh wali kota rasa presiden juga sih. Uppps.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lha kalau wali kotanya udah berasa anti sama pers, gimana dengan presidennya kan. Uhuuyy. Hehehe. (S13)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="c5vpmV6AuRI"><iframe title="PAN Bukan Partai Islam?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/c5vpmV6AuRI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1618969487_bobby-nasution-rasa-presidenjpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapkah Bobby Hadapi UAS?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siapkah-bobby-hadapi-uas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2020 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul somad]]></category>
		<category><![CDATA[Akhyar Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abdul Somad]]></category>
		<category><![CDATA[Ustaz Abdul Somad]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95765</guid>

					<description><![CDATA[“There was an idea. The idea was to bring together a group of remarkable people to see if they could become something more. To see if they could work together when we needed them to, to fight the battles that we never could” – Nick Fury,&#160;The Avengers&#160;(2012) PinterPolitik.com Hampir semua orang pasti pernah menonton film [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>“There was an idea. The idea was to bring together a group of remarkable people to see if they could become something more. To see if they could work together when we needed them to, to fight the battles that we never could” – Nick Fury,&nbsp;<em>The Avengers</em>&nbsp;(2012)</strong></h3>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir semua orang pasti pernah menonton film dan seri yang bertemakan pahlawan super.&nbsp;<em>Gimana nggak</em>?&nbsp;<em>Nggak</em>&nbsp;sedikit dari kita sering terpukau&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;dengan aksi-aksi para pahlawan super dalam menyelamatkan dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu aksi-aksi pahlawan super yang populer di masyarakat mungkin dapat kita saksikan di film-film&nbsp;<em>Avengers</em>&nbsp;– khususnya&nbsp;<em>Avengers: Infinity Game&nbsp;</em>(2018) dan&nbsp;<em>Avengers: Endgame</em>&nbsp;(2019). Dalam dua film besutan Marvel ini, para pahlawan super – seperti Iron Man dan Captain America – berjuang untuk mengalahkan lawan utama mereka, yakni Thanos.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak&nbsp;</em>jadi lawan utama?&nbsp;<em>Wong</em>&nbsp;Thanos ini berniat untuk menghapuskan separuh populasi di seluruh alam semesta&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;biar&nbsp;<em>ngimbangin</em>&nbsp;lagi ketersediaan sumber yang ada.&nbsp;<em>Hmm</em>,&nbsp;<em>emang&nbsp;</em>unik&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;<strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=CsDgffx79lE&amp;t=145s">cara berpikirnya si Thanos</a></strong>&nbsp;ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya&nbsp;<em>tuh</em>, Iron Man dan Captain America menggandeng pahlawan-pahlawan super lain – seperti Captain Marvel, Black Panther, Wanda, dan sebagainya – buat&nbsp;<em>ngalahin</em>&nbsp;Thanos. Perang antar-bintang super pun terjadi&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di film-film tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, perang antar-tokoh yang kuat ini sepertinya <em>nggak</em> hanya terjadi di dunia Marvel <em>lho</em>. Soalnya <em>nih</em>, baru saja, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyatakan <strong><a href="https://kumparan.com/sumutnews/ini-doa-dan-motivasi-ustaz-abdul-somad-untuk-akhyar-nasution-salman-al-farisi-1ugwytCKodm/">dukungan</a></strong> untuk salah satu pasangan calon kepala daerah (cakada) Medan, yakni Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, UAS ini&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;bisa dibilang banyak ya pendengarnya sebagai ulama. Bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin, dukungan ini membuat Akhyar-Salman memiliki potensi lebih besar di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi, selain UAS, ada juga pengamat politik populer yang bernama Rocky Gerung. Pak Rocky ini&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;katanya&nbsp;<strong><a href="https://www.jawapos.com/nasional/politik/26/11/2020/rocky-gerung-ajak-masyarakat-medan-memilih-dengan-akal-sehat/">mengajak</a></strong>&nbsp;warga Medan untuk melawan dinasti politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin, yang dimaksud Pak Rocky adalah kubu lawan dari Akhyar-Salman, yakni Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Aulia Rachman. Nah, mirip dengan Akhyar-Salman, Bobby-Aulia ini juga mendapatkan dukungan tokoh-tokoh penting&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;– mulai dari Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra&nbsp;<strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/09/23/09071061/sandiaga-uno-masuk-timses-pemenangan-bobby-aulia-di-pilkada-medan/">Sandiaga Uno</a></strong>, Gubernur Jawa Tengah (Jateng)&nbsp;<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201115222645-32-570092/datang-ke-medan-ganjar-pranowo-ikut-kampanyekan-mantu-jokowi/">Ganjar Pranowo</a></strong>, hingga Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP)&nbsp;<strong><a href="https://kumparan.com/kumparannews/fadli-zon-dukung-bobby-nasution-di-bawah-akhyar-medan-semakin-parah-1uT0K1D2fsc">Fadli Zon</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, dengan tokoh pendukung masing-masing, bukan&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia bakal bersaing ketat. Bisa-bisa perang ala Infinity War terjadi&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di Medan.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi ya</em>, kita belum tahu pasti <em>nih</em> siapa pemenangnya? Kita tunggu sajalah <em>endgame</em> perang bintang Akhyar-Salman vs Bobby-Aulia bakal berakhir <em>gimana</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Habib Rizieq Shihab Bukan Jawaban &quot;Kita&quot; Wawancara dengan Ujang Komarudin" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/N23u_KxCxaQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Siapkah-Bobby-Hadapi-UAS-1024x573.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bobby Jokowi “Pakai” Filter?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/bobby-jokowi-pakai-filter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2020 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Akhyar Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[surat suara]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95673</guid>

					<description><![CDATA[“Picture perfect, you don&#8217;t need no filter” – Justin Bieber, penyanyi asal Kanada PinterPolitik.com Ketika semua mata dan telinga tertuju pada polemik kerumunan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19, persoalan politik lain turut timbul di sejumlah daerah. Di Surabaya, misalnya, situasi Pilkada semakin memanas dengan adanya perpecahan di PDIP. Tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Picture perfect, you don&#8217;t need no filter” – Justin Bieber, penyanyi asal Kanada</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika semua mata dan telinga tertuju pada polemik kerumunan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19, persoalan politik lain turut timbul di sejumlah daerah. Di Surabaya, misalnya, situasi Pilkada semakin memanas dengan adanya perpecahan di PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya Surabaya, sejumlah persoalan juga muncul di Pilkada Medan 2020. Polemik ini muncul akibat foto di surat suara yang dianggap bermasalah. Kabarnya, pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi&nbsp;<strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-5261691/begini-penampakan-surat-suara-pilkada-medan-yang-dipersoalkan-timses-akhyar/">memberikan komplain</a></strong>&nbsp;terkait foto antar-pasangan calon yang tampak berbeda jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan ini terletak pada kecerahan foto yang digunakan. Mengacu pada Ketua Tim Sukses (Timses) Akhyar-Salman, Ibrahim Tarigan, foto yang seharusnya terlihat cerah malah menjadi gelap di surat suara tersebut. Alhasil, foto Bobby-Aulia terlihat lebih cerah daripada foto Akhyar-Salman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah,&nbsp;<em>emang sih</em>&nbsp;di zaman sekarang ini sering kali beda antara foto dan orang aslinya. Bagi yang suka berseluncur di Tinder atau Bumble pasti tahu kalau ini sudah jadi rahasia umum&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;– mengingat banyak yang tampak jauh lebih baik di foto dibandingkan aslinya.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi&nbsp;<em>nih&nbsp;</em>ya, meng-<em>edit</em>&nbsp;foto dan video kini semakin mudah dengan kehadiran berbagai aplikasi media sosial. Instagram, misalnya, zaman sekarang sudah punya fitur&nbsp;<em>filter</em>&nbsp;yang bisa menambahkan efek tertentu pada foto dan video kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari banyaknya teknologi <em>filter</em>, bukan berarti Mas Bobby Nasution menggunakan teknologi serupa ya. Bisa jadi, ada kesalahan teknis tertentu yang membuat persoalan ini muncul. <em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus lebih jeli&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;untuk mencegah persoalan seperti ini terjadi. Pasalnya, dalam sejumlah aturan Pemilu, persoalan foto yang terjadi di Pilkada Medan 2020 ini tampaknya masih belum diatur&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 7 Tahun 2020, misalnya, foto yang dilarang hanyalah foto yang mengandung tambahan ornamen, gambar, atau gaya gerakan tangan. Hal serupa juga tertuang&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di Keputusan KPU No. 399/PP.09-2.Kpt/01/KPU/VIII/2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, persoalan foto semacam ini bukan hanya sekali&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;terjadi di Pemilu. Pada Pemilu 2019 lalu, misalnya, persoalan soal foto yang dinilai telah di-<em>edit</em>&nbsp;berlebihan juga terjadi, khususnya pada foto surat suara milik anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni&nbsp;<strong><a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49315694/">Evi Apita Maya</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, foto tersebut dipersoalkan dan digugat oleh calon lainnya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Karena dasar aturan hukum tidak mengatur rinci perihal foto yang disunting, MK pun menolak gugatan dengan anggapan bahwa gugatan tidak beralasan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau&nbsp;<em>gini</em>, persoalan ini perlu dijadikan pelajaran&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;biar&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>terulang lagi. Mungkin, KPU perlu&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;membuat aturan yang lebih rinci&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;perihal foto di surat suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi, banyak <em>lho</em> studi yang menunjukkan bahwa penampilan <strong><a href="https://theconversation.com/how-a-candidates-looks-may-be-swinging-your-vote-without-you-even-realising-it-107364/">turut memengaruhi</a></strong> tingkat keterpilihan kandidat. Ya, semoga <em>aja</em> persoalan ini dapat selesai dengan baik lah ya. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Moderna: Milik Nazi dan Didanai Bill Gates?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LuCQyPg9hLw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Bobby-Jokowi-Pakai-Filter-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Langkah Kuda Ganjar di 2024</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/langkah-kuda-ganjar-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94854</guid>

					<description><![CDATA[“When my dragons are grown, we will take back what was stolen from me and destroy those who wronged me” – Daenerys Targaryen,&#160;Game of Thrones&#160;(2011-2019) PinterPolitik.com Bagi penggemar film dan seri bertema abad pertengahan,&#160;Game of Thrones&#160;(2011-2019) atau GoT tentu bukanlah hal yang asing lagi. Seri yang diadaptasi dari karya George R.R. Martin yang berjudul&#160;A Song [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“When my dragons are grown, we will take back what was stolen from me and destroy those who wronged me” – Daenerys Targaryen,&nbsp;<em>Game of Thrones</em>&nbsp;(2011-2019)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penggemar film dan seri bertema abad pertengahan,&nbsp;<em>Game of Thrones&nbsp;</em>(2011-2019) atau GoT tentu bukanlah hal yang asing lagi. Seri yang diadaptasi dari karya George R.R. Martin yang berjudul&nbsp;<em>A Song of Ice and Fire</em>&nbsp;ini menceritakan perebutan takhta kerajaan di antara keluarga-keluarga bangsawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konflik kerajaan itupun bermula setelah keluarga Targaryen jatuh dari tampuk kekuasaan. Pergantian kekuasaan di King’s Landing ini terjadi akibat pemberontakan yang dilakukan sejumlah keluarga bangsawan lainnya, yakni Stark dan Lannister.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keluarga Targaryen akhirnya harus mengungsi dan mencari suaka di daratan seberang, yakni di wilayah kelompok nomaden yang dikenal sebagai Dothraki. Guna mendapatkan kembali takhta di King’s Landing, keluarga Targaryen ini akhirnya mengadakan pernikahan persekutuan dengan Khal Drogo dari Dothraki.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, perebutan takhkta ala GoT ini sebenarnya&nbsp;<em>emang&nbsp;</em>sengit dan penuh intrik&nbsp;<em>sih</em>. Sampai-sampai, masing-masing keluarga bangsawan ini kerap menggunakan manuver-manuver politik&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;guna meraih kepentingannya – seperti ketika keluarga Stark meminta bantuan dari keluarga Frey ketika perlu menyeberangi Twins.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>menutup kemungkinan bahwa manuver-manuver politik ala GoT ini juga terjadi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di dunia nyata. Mungkin, perebutan politis semacam ini juga berlangsung di kancah politik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baru-baru ini, ada sejumlah manuver politis yang bisa dibilang menarik perhatian publik&nbsp;<em>lho</em>. Salah satunya datang dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, meski lebih identik dengan wilayah Jateng, beliau ternyata mengadakan kegiatan kampanye di Medan, Sumatera Utara (Sumut), juga <em>lho</em>. <em>Waduh</em>, Pak Ganjar <em>ngapain </em>ya? Kok sampai jauh-jauh ke Medan juga?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya&nbsp;<em>sih</em>, Pak Ganjar ini datang ke Medan guna membantu kampanye pasangan calon Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Medan 2020. Gubernur Jateng tersebut sekaligus mengelilingi sejumlah&nbsp;<em>landmark</em>&nbsp;di kota tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau diingat-ingat lagi&nbsp;<em>nih</em>, Pak Ganjar ini sebelumnya juga membantu kampanye dari salah satu kerabat Presiden Joko Widodo (Jokowi)&nbsp;<em>lho</em>, yakni Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Wah, apa sekarang ganti gilirannya Mas Bobby ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>mungkin, apa yang di-<em>lakuin</em>&nbsp;Pak Ganjar ini mirip-mirip&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;sama yang dilakukan oleh Targaryen di GoT. Kalau Targaryen menggandeng Dothraki, Pak Gubernur Jateng bisa&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;juga&nbsp;<em>ngegandeng</em>&nbsp;putra dan menantu Pak Jokowi&nbsp;<em>nih</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin saja, Mas Bobby merasa perlu membangun aliansi dengan pihak-pihak di luar kancah politik Medan – seperti Pak Ganjar dan Pak Sandiaga Uno. Soalnya&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<em>denger-denger</em>, kubu petahana, yakni Akhyar Nasution, di kota tersebut cukup kuat&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau&nbsp;<em>nih</em>, apa jangan-jangan Pak Ganjar sendiri yang butuh pengaruh di daerah-daerah lain? Pasalnya, calon presiden potensial untuk 2024 lainnya – seperti Sandiaga –&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;mulai&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;<em>ngikut</em>&nbsp;di sejumlah Pilkada&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, kalau benar Pak Ganjar ingin meniru manuver ala Targaryen di GoT, mungkin beliau juga perlu hati-hati dengan dinasti yang telah lama bercokol di pusat. Apalagi <em>nih</em>, PDIP disebutkan tengah menyiapkan Mbak Puan Maharani untuk melanjutkan trah Soekarno. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Moderna: Milik Nazi dan Didanai Bill Gates?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LuCQyPg9hLw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Langkah-Kuda-Ganjar-di-2024-1-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri Hamzah Jadi Menteri Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/fahri-hamzah-jadi-menteri-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gelora]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[reshuffle kabinet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=104314</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Banyak serap ilmu di luar dan kini akan diterapkan di Medan, Bobby ingin bersatu menerobos barikade, kemudian memproduksi ide baru&#8221;. – Fahri Hamzah, Waketum Partai Gelora PinterPolitik.com Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Keadilan Sejahtera alias PKS, Fahri Hamzah emang menjadi salah satu sosok yang terus mencuri perhatian. Publik bertanya-tanya, akan ke mana arah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>&#8220;Banyak serap ilmu di luar dan kini akan diterapkan di Medan, Bobby ingin bersatu menerobos barikade, kemudian memproduksi ide baru&#8221;. – Fahri Hamzah, Waketum Partai Gelora</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Keadilan Sejahtera alias PKS, Fahri Hamzah emang menjadi salah satu sosok yang terus mencuri perhatian. Publik bertanya-tanya, akan ke mana arah politik Fahri yang untuk beberapa lama terkenal sebagai tokoh oposisi yang keras dalam kritik-kritiknya, utamanya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang demikian ini wajar muncul, mengingat kini Fahri membidani Partai Gelora sebagai Wakil Ketua Umum dan posisinya secara politik beberapa waktu terakhir cukup menarik untuk diikuti. Ia adalah salah satu sosok yang membela “politik dinasti” – jika ingin disebut demikian – yang dituduhkan kepada Presiden Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat yang belum tahu, putra Jokowi – Gibran Rakabuming Raka – dan menantunya – Bobby Nasution – menjadi dua sosok dari keluarga sang presiden yang kini maju di Pilkada 2020. Selain membela Gibran dan Bobby, Fahri bahkan kini menjadi bagian dari tim pemenangan Bobby di Medan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, beberapa hari terakhir lembaga-lembaga survei mempublikasikan hasil survei terkait refleksi 1 tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia antara pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut, tersisip pula pertanyaan terkait elektabilitas kandidat untuk Pilpres 2024, menteri-meneteri Jokowi yang paling disukai, dan nama-nama tokoh yang dianggap cocok untuk untuk menggantikan menteri-menteri yang saat ini dianggap “bermasalah”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iyess, yang terakhir itu adalah soal reshuffle kabinet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan untuk pertanyaan tersebut, survei dari Indonesia Political Opinion (IPO) memberikan beberapa nama yang dianggap publik cocok untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi. Ada Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli, Ignatius Jonan, dan – secara mengejutkan –&nbsp;<strong><a href="https://politik.rmol.id/read/2020/10/28/458657/survei-susi-pudjiastuti-dan-rizal-ramli-dipercaya-publik-gantikan-menteri-yang-kena-reshuffle">ada nama</a></strong>&nbsp;Fahri Hamzah di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun presentasinya masih cukup kecil, namun keberadaan nama Fahri dalam survei tersebut boleh jadi mengindikasikan pembacaan publik terhadap arah politik mantan Wakil Ketua DPR RI itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Emang sih, untuk posisi menteri mungkin bagi kebanyakan orang agak sulit membayangkannya. Apalagi, pemilihan untuk posisi-posisi di kabinet ini akan sangat bergantung pada partai-partai pendukung koalisi Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, bukan berarti hal ini menutup kemungkinan tersebut. Bisa saja Fahri “diajak” untuk posisi seperti yang saat ini diemban oleh Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, atau posisi lain seperti juru bicara dan sejenisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika itu yang terjadi, maka pemerintahan Presiden Jokowi akan mendapatkan tambahan kekuatan – posisi yang sangat mungkin akan menguntungkan Fahri dan partainya yang saat ini juga sedang mencari peruntungannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hmmm, berasa kayak nasihat di film&nbsp;<em>The Godfather&nbsp;</em>nih kalau beneran terjadi. “Keep your friend close, but keep your enemy closer”. Menarik buat ditunggu. (S13)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sejarah Soe Hok Gie: Anti Soekarno dan Sahabat Prabowo?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_nbD_5PDivc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Fahri-Hamzah-Jadi-Menteri-Jokowi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pilkada 2020, Mantu Jokowi Kurang Kuat?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pilkada-2020-mantu-jokowi-kurang-kuat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Dinasti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93476</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-93478" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-1228x1536.jpg 1228w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-1068x1336.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1.jpg 1441w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Dukungan para elite mengalir untuk Bobby Nasution di Pilkada 2020</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menantu Jokowi Sulit Menang di Medan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menantu-jokowi-sulit-menang-di-medan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Akhyar Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=99069</guid>

					<description><![CDATA[Fadli Zon menambah deretan sejumlah dukungan politisi kelas kakap tanah air kepada calon Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pada kontestasi Pilkada 2020. Apakah makna di balik dukungan para tokoh prominen sampai sejauh ini? Serta akankah cukup untuk membuat Bobby memenangkan pertarungan? PinterPolitik.com Agenda politik terbesar nasional bertajuk Pilkada 2020 akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Fadli Zon menambah deretan sejumlah dukungan politisi kelas kakap tanah air kepada calon Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pada kontestasi Pilkada 2020. Apakah makna di balik dukungan para tokoh prominen sampai sejauh ini? Serta akankah cukup untuk membuat Bobby memenangkan pertarungan?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Agenda politik terbesar nasional bertajuk Pilkada 2020 akan segera dilangsungkan. Terdapat 270 daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota di mana seluruh kandidat yang akan bertarung sedang gencar mengimplementasikan strategi pemenangan masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dari ratusan daerah itu, Kota Medan belakangan menjadi yang paling mendapat sorotan setelah sejumlah nama besar di kancah politik tanah air menyatakan dukungan langsung dan terbuka, atau bahkan bisa dikatakan cukup istimewa kepada Bobby Nasution.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terbaru, sang bakal calon Wali Kota (cawalkot) yang berpasangan dengan Aulia Rahman itu, mendapat&nbsp;<strong><a href="https://kumparan.com/kumparannews/fadli-zon-dukung-bobby-nasution-di-bawah-akhyar-medan-semakin-parah-1uT0K1D2fsc/full">dukungan</a></strong>&nbsp;secara langsung dari Wakil Ketua Umum DPP Gerindra yang juga anggota DPR RI, Fadli Zon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Fadli juga menyindir Wali Kota petahana Medan yang juga akan menjadi satu-satunya lawan Bobby, Akhyar Nasution. Menurut Fadli, keadaan Paris van Sumatera di bawah kepemimpinan Akhyar semakin parah, walau tak merinci keadaan seperti apa yang dimaksud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum Fadli sendiri, tercatat ada nama seperti Fahri Hamzah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Sandiaga Uno, hingga Airlangga Hartarto yang secara&nbsp;<strong><a href="https://nasional.tempo.co/read/1377073/dukung-bobby-nasution-di-pilkada-medan-airlangga-bicara-dukungan-ke-milenial">simbolis</a></strong>&nbsp;seolah memberikan sokongan spesial kepada menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan semacam itu memang tampaknya lumrah saja jika berlandaskan korelasi faktor Presiden Jokowi dan komposisi koalisi partai pengusung Bobby-Aulia. Akan tetapi, yang menarik adalah, selain datang dari para tokoh prominen blantika politik nasional, pernyataan dan narasi dukungan tersebut juga seolah mengalir secara gradual atau bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu pertanyaannya, mengapa pola narasi dan karakteristik dukungan “istimewa” semacam itu dilakukan? Serta apakah deretan dukungan tersebut menasbihkan bahwa Bobby ialah kandidat terkuat di pesta demokrasi Kota Medan 2020?</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Lawan yang Terlalu Kuat?</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk dapat memahami dan memaknai gelontoran dukungan (<em>political endorsement</em>) secara gradual dari para elite kepada Bobby, tinjauan atas esensi dari dukungan politik itu sendiri agaknya dapat menjadi gerbang yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cheryl Boudreau dalam&nbsp;<strong><a href="https://www.democracy.uci.edu/newsevents/events/conference_files/boudreau_2016_politicalendorsements.pdf">tulisannya</a></strong>&nbsp;yang berjudul&nbsp;<em>The Persuasion Effects of Political Endorsements</em>&nbsp;mengatakan bahwa political endorsement, termasuk yang datang dari para elite politik, cukup vital untuk sebuah persuasi politik sebagai salah satu upaya untuk meraup suara dalam sebuah persaingan elektoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada konteks Bobby, persuasi politik yang menjadi produk dari&nbsp;<em>political endorsement</em>&nbsp;dari tokoh prominen seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, bahkan Prabowo Subianto dinilai memiliki urgensi tersendiri jika merefleksikan sosok personalnya secara politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Urgensi pertama, Bobby menjadi cawalkot yang tampak memang sama sekali tidak memiliki rekam jejak dalam politik dan pemerintahan, apalagi jika berbicara prestasi. <em>Kedua</em>, menantu Presiden Jokowi juga berhadapan dengan petahana, yakni Akhyar Nasution, yang dinilai jauh lebih mumpuni secara personalitas politiknya dibandingkan Bobby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang petahana sendiri sejauh ini dinilai masih lebih kuat ketimbang penantangnya. Hal itu disiratkan Dosen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Fredik Broven Ginting yang menilai bahwa Akhyar memiliki&nbsp;<strong><a href="https://kumparan.com/kumparannews/adu-kekuatan-di-pilwalkot-medan-akhyar-petahana-bobby-logistik-kuat-1tuAl35VsAs/full">keunggulan</a></strong>&nbsp;dibandingkan Bobby dalam konteks petahana karena diuntungkan atas akuisisi sumber daya untuk melakukan mobilisasi, praktik-praktik klientilisme, hingga melakukan kampanye-kampanye yang strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, menurut Fredik, dalam konteks karakter partai politik (parpol) di Indonesia yang pragmatis, mendukung petahana menjadi prioritas. Dengan kata lain, sangat terbuka kemungkinan koalisi besar pengusung Bobby dapat tunduk dari koalisi Akhyar yang hanya diusung Demokrat dan PKS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perspektif dinamika konstelasi parpol di Medan juga tampaknya menjadi variabel penentu, paling tidak dengan berkaca pada Pilgub Sumatera Utara (Sumut) 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019 lalu yang sayangnya kurang menguntungkan bagi kubu di mana PDIP eksis di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP misalnya, gagal meraup suara maksimal di Kota Medan dan harus&nbsp;<strong><a href="https://news.okezone.com/read/2018/07/05/340/1918580/rekapitulasi-pilgub-sumut-pasangan-edy-musa-menang-di-17-kecamatan">takluk</a></strong>&nbsp;dari Edy Rahmayadi, sekaligus menambah pahit kegagalan PDIP secara keseluruhan pada Pilgub 2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Pilpres 2019 pun meski menang secara nasional, Jokowi-Ma&#8217;ruf yang diusung koalisi pimpinan PDIP harus&nbsp;<strong><a href="https://pilpres.tempo.co/read/1204744/menang-di-14-kecamatan-prabowo-ungguli-jokowi-di-medan">kalah</a></strong>&nbsp;dari Prabowo-Sandi di Kota Medan. Praktis hanya Pileg 2019 yang bisa sedikit menghibur PDIP dengan kemenangan 10 kursi di DPRD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Variabel itulah yang dinilai kurang bersahabat bagi karakteristik “gerbong” Bobby di Kota Medan dan pada saat yang sama membuat Akhyar agaknya lebih di atas angin pada Pilkada 2020 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.forbes.com/sites/daviatemin/2017/01/02/ancient-wisdom-for-the-new-year-the-36-chinese-stratagems-for-psychological-warfare-in-business-politics-war/#5e9cfe2a2779">Dalam</a></strong>&nbsp;<em>The Thirty-Six Stratagems</em>&nbsp;atau Tiga Puluh Enam Strategi yang merupakan esai klasik Tiongkok, dipaparkan ilustrasi serangkaian strategi yang digunakan dalam politik, perang, hingga interaksi sipil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bagian keempat esai tersebut, yakni mengenai&nbsp;<em>Chaos Stratagems</em>, dijabarkan salah satu stretegi yang digunakan ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat, yaitu dengan melemahkannya secara bertahap dengan &#8220;menyerang&#8221; sumber dayanya atau melakukan hal yang tak bisa dilakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini,&nbsp;<em>political endorsement</em>&nbsp;yang juga terlihat dilakukan secara gradual dari tokoh politik terkemuka bisa jadi tengah mengimplementasikan strategi dalam&nbsp;<em>The Thirty-Six Stratagems&nbsp;</em>tersebut, yang mana&nbsp;<em>privilege</em>&nbsp;tersebut memang tak dimiliki oleh petahana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, kombinasi variabel yang kurang menguntungkan bagi Bobby itulah yang kiranya membuat persuasi politik dengan&nbsp;<em>political endorsement</em>, plus strategi dalam esai klasik Tiongkok tersebut sedang dan akan terus diimplementasikan secara berkala demi melawan sang petahana yang tampaknya terlampau kuat dibandingkan Bobby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah dengan latar belakang yang telah dijabarkan tersebut membuat Bobby tak berpeluang banyak di Pilkada 2020 edisi Kota Medan pada Desember nanti?</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Peluang Tetap Ada?</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai dukungan dari para elite kepada Bobby tampaknya di sisi yang berbeda justru mengekspos kelemahan sang menantu kepala negara itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tak menyampaikannya secara eksplisit, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyiratkan kecenderungan tersebut, di mana turun gunungnya tokoh nasional dalam Pilkada Kota Medan dianggap menunjukkan betapa berat dan rumitnya Pilkada 2020 bagi seorang Bobby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi ketika Pilkada 2020 diiringi isu seputar oligarki politik, politik dinasti, maupun krisis meritokrasi parpol yang sayangnya kontraproduktif pada konteks Bobby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, peluang memang tak serta merta tertutup, apalagi Bobby disokong koalisi super besar yang tentu secara matematis dapat “diandalkan”. Selain itu, dalam&nbsp;<strong><a href="https://www.newmandala.org/indonesias-elections-in-the-periphery-a-view-from-maluku/">tulisannya</a></strong>&nbsp;di The New Mandala, Marcus Mietzner menjelaskan bahwa dalam pemilihan lokal atau Pilkada di Indonesia, arah suara dapat ditentukan dari koneksi personal antara calon dengan masyarakat, hingga tendensi yang cenderung minor seperti&nbsp;<em>buy votes</em>&nbsp;atau “membeli” suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor pertama terkait koneksi personal sendiri telah Bobby upayakan sejauh ini dengan melakukan pendekatan yang cukup “<strong><a href="https://republika.co.id/berita/qi28cm330/bobby-dan-kelompok-dai-kolaborasi-wujudkan-medan-berkah">spartan</a></strong>” ke berbagai elemen masyarakat untuk mengisi&nbsp;<em><strong><a href="https://voi.id/aktual/11837/mengenal-siapa-bobby-nasution-sebenarnya">gap</a></strong></em>&nbsp;sosoknya yang tak dapat dikatakan familiar dengan Kota Medan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara faktor kedua tampaknya menjadi realita yang cukup sulit untuk dielakkan dalam setiap ajang kontestasi elektoral di tanah air, di mana setiap pihak berpeluang melakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar berbagai rintangan yang ada, koalisi parpol yang besar sendiri secara kasat mata sudah menjadi satu kekuatan tersendiri yang mengiringi langkah dan peluang positif Bobby di Pilkada mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karenanya, hal tersebut membuat pertarungan di Kota Medan akan menjadi yang paling menarik dibandingkan ratusan edisi Pilkada 2020 lainnya. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sejarah Hari Santri: Lahirnya Resolusi Pengobar Nasionalisme Santri" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fEPWF_y9lhI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menantu-Jokowi-Sulit-Menang-di-Medan-1024x659.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Warisan Jokowi, Bobby Mulus di Medan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/warisan-jokowi-bobby-mulus-di-medan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 09:25:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Dinasti]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64652</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Di Sumut keluarga semua, contoh di Nasdem ada kakak saya, di Golkar ada tulang saya, di Hanura ada tulang saya, dulu di Gerindra ada adik kandung dari almarhum ayah saya, di PDIP ada ayah mertua, Pak Jokowi&#8221;. – Bobby Nasution, menantu Jokowi PinterPolitik.com Bicara tentang politik emang nggak ada habisnya. Hal inilah yang setidaknya terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Di Sumut keluarga semua, contoh di Nasdem ada kakak saya, di Golkar ada tulang saya, di Hanura ada tulang saya, dulu di Gerindra ada adik kandung dari almarhum ayah saya, di PDIP ada ayah mertua, Pak Jokowi&#8221;. – Bobby Nasution, menantu Jokowi</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>icara tentang politik emang nggak ada habisnya. Hal inilah yang setidaknya terlihat sedang terjadi pada menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. Buat yang belum tahu, Bobby ini adalah suami dari Kahiyang Ayu, anak kedua dari Presiden Jokowi.</p>
<p>Nah, Bobby ini baru saja bertandang ke Kantor Partai Nasdem di Medan. Sebelumnya, doi memang dikabarkan akan maju di Pilkada Medan. Menariknya, Bobby datang dengan membawa embel-embel “restu Jokowi”.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa dirinya telah ngobrol dengan Jokowi terkait keinginannya tersebut dan sang presiden mendukungnya.</p>
<p><em>Beh, </em>kalau udah di-ACC kayak gini sama big boss, siapa pun saingannya kemungkinan besar bakal lewat. Apalagi, Medan emang jadi salah satu titik politik yang cukup penting di Indonesia bagian barat.</p>
<p>Tinggal nunggu nih si Gibran sama Kaesang bakal mau ikutan jejak sang ipar atau nggak. Kayaknya mereka berdua itu lebih tertarik masak-masak dan jualan makanan. Bikin makanan yang membahagiakan bisa nggak mas? <em>Upppss. Hehehehe.</em></p>
<p>Yang jelas, nama keduanya sempat masuk dalam daftar tokoh paling populer untuk jadi Wali Kota Solo.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B0crL5wp_8j/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B0crL5wp_8j/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B0crL5wp_8j/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Survei Universitas Slamet Riyadi menyebutkan Gibran berpotensi menjadi Walikota Solo Selengkapnya dalam artikel berjudul &#34;Gibran Wali Kota Solo, Kaesang Wakilnya?&#34; di Pinterpolitik.com #gibranrakabumingraka #walikota #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-07-28T05:04:50+00:00">Jul 27, 2019 at 10:04pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Jadi ini mah, bakal ada dinasti politik Jokowi. Publik kan udah disuguhi dinasti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ratu Atut, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tapi, emangnya bakal mirip ceritanya dengan dinasti-dinasti di Tiongkok, kayak Dinasti Ming dan Dinasti Qing yang membangun kekuasaan untuk waktu ratusan tahun?</p>
<p>Hmm, emang nggak bakalan kayak gitu sih lamanya, apalagi saat ini Indonesia juga menerapkan demokrasi.</p>
<p>Tapi, konteks kekuasaan keluarga-keluarga dalam politik di banyak negara udah jadi rahasia umum. Sejarawan Amerika Serikat (AS), Arthur Schlesinger Jr. pernah menyebutkan bahwa bahkan di negara seperti AS sekalipun, kekuatan politik dinasti atau keluarga masih sangat besar dan mempengaruhi perjalanan negara tersebut.</p>
<p>Kalau rajin ngorek-ngorek berita, pasti tahulah sama Trudeau <em>family</em> di Kanada, lalu ada Kennedy, Bush dan Clinton <em>family </em>di AS, Nehru-Gandhi <em>family </em>di India, Park <em>family </em>di Korea Selatan, hingga Soekarno dan Soeharto <em>family</em> di Indonesia.</p>
<p>Yang terpenting mah orang-orangnya itu – sekalipun punya hubungan keluarga – benar-benar dilihat dan dipilih karena kemampuan. Bukan karena koneksi dan hubungan keluarga. <em>Eaaa eaa. </em></p>
<p>Jadi, pertanyaannya, siapa nih yang berani menantang dinasti Jokowi di Medan? (S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="tcqVLetR_gc"><iframe loading="lazy" title="Pindahkan Ibu Kota tak Sedahsyat Livi Zheng !" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/tcqVLetR_gc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/fgjk-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
