<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilkada Jabar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilkada-jabar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2019 05:47:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilkada Jabar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menanti “Starwars” di Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menanti-starwars-di-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2018 05:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Serentak 2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30640</guid>

					<description><![CDATA[“Kesimpulan ini menunjukkan pertarungan yang sangat ketat antara dua pasangan ini (Rindu dan 2DM), dan menunjukkan dua pasangan lain kurang kompetitif.” ~ Direktur Eksekutif lembaga Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ertarungan para kandidat di Pilkada Serentak 2018 sudah tinggal menghitung hari, para kandidat pun sudah berupaya keras memperlihatkan kemampuannya masing-masing. Masyarakat sudah menilai, siapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Kesimpulan ini menunjukkan pertarungan yang sangat ketat antara dua pasangan ini (Rindu dan 2DM), dan menunjukkan dua pasangan lain kurang kompetitif.” ~ Direktur Eksekutif lembaga Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ertarungan para kandidat di Pilkada Serentak 2018 sudah tinggal menghitung hari, para kandidat pun sudah berupaya keras memperlihatkan kemampuannya masing-masing. Masyarakat sudah menilai, siapa pasangan yang benar-benar siap, dan siapa saja pasangan yang asal pasang dan yang penting menang. <em>Wiiiw, </em>seru!</p>
<p>Sejak awal, sepertinya pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) serta Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (2DM) sudah jadi bintang. Ya iyalah, emang siapa sih yang enggak kenal Walikota Bandung yang disapa Kang Emil itu? Begitu juga Deddy Mizwar yang begitu dihormati, setelah membintangi sinetron “Para Pencari Tuhan”.</p>
<p>Walau sama-sama dikenali, tapi dari segi popularitas, Deddy Mizwar (Demiz) memang berada di puncak. Pesonanya sebagai aktor senior dan citra dirinya yang Islamis, mampu menggaet warga senior dan juga kalangan agamis. Di sisi lain, Kang Emil juga punya kharisma tersendiri sebagai pemimpin muda, cerdas, dan modern. <em>Ehm</em>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-cards="hidden" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/2D5SPGAkfP">https://t.co/2D5SPGAkfP</a> Walaupun hasil survei menunjukan lebih unggul namun pasangan kang emil-uu harus tetap menjaga elektabilitasnya karena hasil survei belum bisa di katakan menang ungkap burhan <a href="https://twitter.com/hashtag/RINDUJabarJuara1?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#RINDUJabarJuara1</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/JabarmeRINDU?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#JabarmeRINDU</a>  <a href="https://twitter.com/ridwankamil?ref_src=twsrc%5Etfw">@ridwankamil</a> <a href="https://twitter.com/DPP_PKB?ref_src=twsrc%5Etfw">@DPP_PKB</a> <a href="https://twitter.com/kompascom?ref_src=twsrc%5Etfw">@kompascom</a></p>
<p>— Onongsari (@onongsari) <a href="https://twitter.com/onongsari/status/1004903649791787009?ref_src=twsrc%5Etfw">June 8, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Jadi kalau hasil surveinya bisa dipercaya nih, maka warga Jabar bakal diibaratkan akan mencari bintangnya bintang. <em>Wedeew</em>, udah kayak ada di ruang angkasa aja nih. Mencari bintang dari taburan bintang, <em>uhuk uhuuuk</em>. Apalagi dari sisi elektabilitas, ternyata pasangan Rindu berada di atas 2DM. <em>Weleh</em>, bisa terbalik begitu ya.</p>
<p>Makanya, banyak pihak memprediksi kalau pertarungan Pilkada Jabar ini bakal super seru. Apalagi adanya “kuda hitam” juga masih dimungkinkan. Jadi siap-siap aja, siapa tahu warga Jabar bakal menemukan “perang bintang” atau <em>star wars</em> di wilayahnya. Selama perangnya <em>fair</em> dan enggak pakai curang, hasilnya pasti memuaskan.</p>
<p>Seperti juga yang dikatakan oleh Jurnalis Investigatif AS penerima Pulitzer Price, Cameron Conaway, peperangan biasanya dimulai dan diakhiri dengan jabat tangan. Jadi walaupun di Pilkada nanti keempat pasangan cagub Jabar akan saling sikut, tapi akan lebih baik bila dimulai dan diakhiri dengan baik. Jadi, jangan lupa sedia<em> popcorn</em> sebelum nonton Starwars ya. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/ridwan-kamil-dan-deddy-mizwar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Duo DM, Kartu AS Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/duo-dm-kartu-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A27]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2018 13:22:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20048</guid>

					<description><![CDATA[Saat lembaga survei belum mengeluarkan hasil ‘ramalannya’, seorang ahli aurametafisis dan konsultan spiritual malah sudah mantap berkata kalau Duo DM akan berjaya di Pilkada Jabar nanti. PinterPolitik.com  [dropcap]J[/dropcap]eng Frolin begitulah ia dipanggil. Praktisi aurametafisis dan konsultan spiritual ini, sudah mantap menyatakan kalau kursi Jawa Barat (Jabar) satu akan diduduki oleh Duo DM, yaitu Dedi Mulyadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Saat </strong><strong>lembaga surve</strong><strong>i</strong><strong> belum mengeluarkan hasil ‘ramalannya’, seorang ahli aurametafisis dan konsultan spiritual </strong><strong>malah </strong><strong>sudah mantap berkata </strong><strong>kalau </strong><strong>Duo DM akan berjaya di Pilkada Jabar </strong><strong>nanti</strong><strong>.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d1db00;"><strong>PinterPolitik.com </strong></span></p>
<p>[dropcap]J[/dropcap]eng Frolin begitulah ia dipanggil. Praktisi aurametafisis dan konsultan spiritual ini, sudah mantap menyatakan kalau kursi Jawa Barat (Jabar) satu akan diduduki oleh Duo DM, yaitu Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar (Demiz). Ramalannya ini, bagi para pendukung mungkin akan menciptakan senyum kepuasan, tapi bagi pihak lawan bisa saja responnya akan meremehkan.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, ‘penglihatan’ Jeng Frolin ini mungkin berbau mistis tanpa analisis kritis. Namun dalam kacamata politik yang disertai dengan analisa serta hitungan rasional yang tajam, hasil yang sama bukan mustahil dapat terjadi. Kekuatan dua partai besar di belakang mereka, merupakan salah satu kunci yang akan mendukung penuh kemenangan Duo DM ini.</p>
<p>Bila dilihat dari perolehan kursi yang diraih Golkar dan Demokrat di DPRD Jabar, jumlahnya termasuk yang cukup tinggi, walau tidak sekuat PDI Perjuangan. Di Jabar, Golkar memiliki 17 kursi dan Demokrat menyumbang 12 kursi, sehingga secara keseluruhan Duo DM menguasai 29 kursi di Jabar.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-20049 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua.jpg 800w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/pbhu6mle73lczgujfqua-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Namun mengandalkan jumlah kursi saja tentu tidak cukup, lalu apalagi  kekuatan yang dimiliki keduanya? Sebenarnya senjata apa lagi yang mereka miliki agar dapat menjadi orang paling berkuasa di Jabar, mengalahkan para pesaing mereka yang juga tidak bisa dibilang enteng?</p>
<h4><strong>Bersatunya </strong><strong>Kekuatan Biru dan Kuning</strong></h4>
<p>Sebelum Duo DM resmi diangkat sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Partai Golkar masih gamang dan terbelah memberikan dukungannya. Di bagian pusat, Golkar disinyalir lebih memberikan suaranya kepada Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Sementara di daerah, suara dukungan kepada Dedi Mulyadi ramai bergulir.</p>
<p>Seriring berjalannya waktu dan gonjang-ganjing di tubuh Golkar berlalu, atau tepatnya setelah Setya Novanto terjaring KPK atas kasus korupsi E-KTP, perlahan suara Golkar kembali kepada Dedi Mulyadi. Airlangga Hartarto mendeklarasikan dirinya sebagai calon gubernur dari Golkar bersama dengan Dedy Mizwar dari Demokrat.</p>
<p>Duo DM saat ini masih aktif menjabat sebagai pemimpin daerah. Dedi Mulyadi masih aktif sebagai Bupati Purwakarta, sementara Deddy Mizwar merupakan petahana, karena masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar. Berdasarkan posisinya tersebut, tentu Demiz sudah memiliki ‘peneropongan’ serta kuasa terhadap berbagai proyek dan kebijakan yang sedang atau akan berlangsung. Ini merupakan modal besar mereka di Pilkada nanti.</p>
<p>Sebagai pertahana, Demiz akan mampu merangkul para pengusaha yang sedang mengembangkan proyek di Jabar. Bagaimana tidak, menurut Ferry Salanto, pengamat properti dari <em>Colliers International Research,</em> Jabar saat ini tengah ‘dikepung’ oleh beberapa proyek infrastruktur.</p>
<p>Selain mega proyek Meikarta di Cikarang, Jabar juga tengah melakukan pembangunan jalan tol layang Jakarta – Cikampek, kereta Cepat Jakarta – Bandung, pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Pelabuhan Patimban di Subang, hingga pembangunan <em>Light Rail Transmit</em> (LRT) di daerah Bekasi dan sekitarnya.</p>
<p>Dari ungkapan Ferry tersebut, secara tersirat, terdapat ‘kunci’ untuk memenangkan hati Jabar, yakni dengan memberi sinyal positif dan lampu hijau kepada pihak pengembang dan pengusaha untuk terus melanjutkan proyeknya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-20050 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-1024x1024.jpeg" alt="" width="696" height="696" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-1024x1024.jpeg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-135x135.jpeg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-150x150.jpeg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-300x300.jpeg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-768x768.jpeg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-696x696.jpeg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-1068x1068.jpeg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4-420x420.jpeg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/FileDownload-4.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></p>
<p>Dengan demikian, sosok gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nantinya tak hanya harus apik secara kompetensi dan keunggulan program yang ditawarkan, tetapi juga pandai dalam hal negosisasi bisnis. Nah, Duo DM kemungkinan besar mampu melakoninya.</p>
<p>Walau banyak pihak pernah menyebut kalau Dedi Mulyadi tak memiliki kedekatan apapun dengan para pengusaha, namun Golkar dikenal sebagai partainya para pengusaha. Akan aneh, bila tidak ingin dikatakan naif, kalau menyebut Dedi Mulyadi tak memiliki koneksi dekat dengan para pengusaha.</p>
<p>Lihat saja bagaimana kedekatan antara Dedi Mulyadi dengan Airlangga Hartarto, serta peranannya dalam memuluskan Menteri Perindustrian tersebut hingga naik menjadi ketua umum. Sebagaimana halnya Aburizal Bakrie, Airlangga juga merupakan politisi dan pengusaha handal.</p>
<p>Kedekatan Dedi Mulyadi dengan Airlangga, tentu membuka jalan baginya untuk bersentuhan dengan pengusaha lain. Secara langsung juga akan membuat dirinya membuka pintu lebar-lebar pada para pengembang <a href="https://www.viva.co.id/berita/politik/512286-airlangga-hartarto-sukses-menjadi-pengusaha-dan-politikus">serta pengusaha</a> yang ingin melancarkan proyek-proyek jumbonya di Jabar. Sebab siapapun yang memimpin Jabar, akan mendapat keuntungan dari keberadaan proyek-proyek jumbo ini.</p>
<p>Di sisi lain, Demiz juga punya modal yang tak kalah kuat. Sebagai Wakil Gubernur Jabar, ia memegang akses yang berkaitan dengan keberlangsungan kebijakan proyek-proyek yang berjalan. Walau pernah melontarkan penolakannya pada proyek Meikarta, Demiz <em>toh</em> akhirnya memberikan juga izin lahan bagi pembangunan kawasan terpadu tersebut.</p>
<p>Keramahan dan kemudahan yang akan diberikan Duo DM kepada pengusaha dan pengembang, juga bisa dilihat dari <a href="https://kumparan.com/@kumparannews/deddy-mizwar-dedi-mulyadi-terima-dukungan-hary-tanoe-di-pilgub-jabar">dukungan Hary Tanoesodibjo (HT)</a> kepada Duo DM. Seperti diketahui, HT adalah pengusaha <em>cum </em>politikus yang namanya beberapa kali masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia. Kalau sudah begini, apakah ada alasan bagi para penguasa untuk tidak melirik Duo DM?</p>
<p>Kondisi yang hampir sama juga ada dalam tubuh Demokrat, di mana banyak pengusaha yang bercokol di dalamnya. Salah satu yang terkenal adalah Ruli Hidayat, pengusaha yang maju bersama Nurul Arifin dalam Pemilihan Walikota Bandung. Bahkan menurut Aliansi Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), sebagian besar kader Demokrat berprofesi sebagai pengusaha tambang.</p>
<figure id="attachment_20051" aria-describedby="caption-attachment-20051" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-20051 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-1024x576.jpg" alt="" width="696" height="392" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-1024x576.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-300x169.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-768x432.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-696x392.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-1068x601.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres-747x420.jpg 747w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/maxres.jpg 1280w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /><figcaption id="caption-attachment-20051" class="wp-caption-text">Ruli Hidayat dan Nurul Arifin (sumber: istimewa)</figcaption></figure>
<p>Kuatnya dukungan penguasaha di kedua partai tersebut, tentu merupakan keuntungan besar bagi Duo DM. Selain kepastian sokongan dana, tentu hadirnya berbagai proyek infrastruktur di Jabar tentu akan ikut menunjang kemajuan provinsi berpenduduk 32 juta jiwa ini.</p>
<p>Namun bagaimana dukungan dari para tokoh masyarakat Jabar sendiri? Apalagi Jabar merupakan wilayah yang dikenal sangat menghormati para sesepuh atau orang yang dituakan. Restu dari para pemuka masyarakat ini vital, karena juga dapat mempengaruhi dukungan masyarakat.</p>
<h4><strong>Restu Para Tokoh Jabar</strong></h4>
<p>Di era Orde Baru, Solihin Gautama Purwanegara alias Solihin GP atau yang akrab disapa dengan Mang Ihin, merupakan tokoh yang sangat penting. Di Jabar, sesepuh yang telah berusia 91 tahun ini juga masih memiliki pengaruh yang sangat besar. Tak heran, saat ia terserang stroke ringan lalu, sejumlah pejabat pun menyempatkan diri menjenguknya. Bukan hanya Emil, tapi Jokowi dan JK pun ikut menemuinya.</p>
<figure id="attachment_20052" aria-describedby="caption-attachment-20052" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20052 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/JK-jenguk-solochin-gp.jpg" alt="" width="800" height="419" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/JK-jenguk-solochin-gp.jpg 800w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/JK-jenguk-solochin-gp-300x157.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/JK-jenguk-solochin-gp-768x402.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/JK-jenguk-solochin-gp-696x365.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-20052" class="wp-caption-text">Mang Ihin dan JK (sumber: istimewa)</figcaption></figure>
<p>Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Jabar pada periode 1970-1974, Mang Ihin juga merupakan keturunan bangsawan Sunda. Di masa kepemimpinannya, ia sering <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/solihin-gp-gubernur-merakyat-ajak-soeharto-mandi-di-sungai.html">mengundang Presiden Soeharto</a> untuk mengunjungi Bumi Pasundan. Salah satunya ke Suku Baduy di Pandeglang dan petani di daerah Binong, Subang, dan Kertasmaya.</p>
<p>Menghadapi Pilkada nanti, Mang Ihin memang sempat menyatakan dukungannya pada Emil, tepatnya di awal tahun 2017 lalu. Namun seiring beralihnya calon yang diusung oleh Golkar, bisa jadi dukungan Mang Ihin ikut berbelok ke Duo DM. Mengapa? Karena mantan anggota DPR dan MPR ini, juga berasal dari partai yang sama dengan Dedi Mulyadi.</p>
<p>Sebagai tokoh senior Golkar, restu Mang Ihin tentu akan sangat berpengaruh pada Duo DM. Lagipula, sepak terjang Dedi Mulyadi pun tak kalah jika dibandingkan dengan Emil. Berdasarkan karakter masyarakat Sunda yang masih sangat tradisionalis dan religius, Mang Ihin dianggap sangat berjasa dalam menjaga kelestarian Budaya Sunda dengan toleransi agama.</p>
<p>Tokoh senior Golkar lainnya yang juga memiliki pengaruh kuat di Jabar, adalah  Ginanjar Kartasasmita. Sama halnya dengan Mang Ihin, Ginanjar juga merupakan tokoh besar bahkan mantan menteri di era Orde Baru. Selain itu, Ginanjar juga disebut-sebut memiliki kedekatan dengan <a href="http://www.beritasatu.com/nasional/331906-bergabung-dengan-lippo-grup-ini-kata-ginandjar-kartasasmita.html">para pengusaha yang memegang proyek jumbo di Jabar</a>. Melalui pengaruh Airlangga, sudah pasti restunya akan diberikan pada Duo DM.</p>
<p>Melalui dukungan dua tokoh berpengaruh di Jabar ini, bisa saja akan mampu mendongkrak keterpilihan Duo DM ini nantinya. Dengan tiga kekuatan yang dimiliki keduanya, yaitu jumlah kursi yang cukup, kedekatan dengan para pengusaha, dan restu para sesepuh, akan menjadi modal mumpuni untuk menjaring suara. Dengan begitu, bisa saja hasil terawang Jeng Frolin nantinya bukan sekedar isapan jempol belaka. (Berbagai Sumber/A27)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/2018-01-16-HEADER-Gabung-ke-DM-Pasti-Menang-A27.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Emil-Dedi Ideal Untuk Jabar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/emil-dedi-ideal-untuk-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2017 13:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[DUET]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18720</guid>

					<description><![CDATA[Kalau Kang Emil dan Kang Dedi diduetkan, apakah ini cukup ideal bagi Jabar? PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]eta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) masih simpang siur. Sebelumya Partai Beringin udah memilih pisah dengan Kang Emil dan rencananya kembali di sisi Kang Dedi. Tapi kini muncul lagi wacana untuk kembali ke Kang Emil, asalkan ia bersedia menjadikan Kang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kalau Kang Emil dan Kang Dedi diduetkan, apakah ini cukup ideal bagi Jabar?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]eta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) masih simpang siur. Sebelumya Partai Beringin <em>udah </em>memilih pisah dengan Kang Emil dan rencananya kembali di sisi Kang Dedi. Tapi kini muncul lagi wacana untuk kembali ke Kang Emil, asalkan ia bersedia menjadikan Kang dedi sebagai wakilnya. <em>Lho, kok </em>jadi rumit <em>kayak gini sih</em>? Pilgub Jabar <em>berasa </em>Pilpres <em>nih</em>. Atau saya yang salah?</p>
<p>Kang Emil sendiri ketika ditanya <em>malah nggak </em>berkomentar banyak. Ia cuma bilang <em>nggak </em>semudah itu dan perlu pertimbangkan lagi. Jangan-jangan Kang Emil masih sakit hati <em>nih. Upsss.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr"><a href="https://twitter.com/ridwankamil?ref_src=twsrc%5Etfw">@ridwankamil</a> sy setuju anda berpasangan dengan dedi .biar sy org jkt.kt dukung orng  baik.smoga anda berdua bs memimpin kota bandung</p>
<p>&mdash; .IVAN (@Ivan23683770) <a href="https://twitter.com/Ivan23683770/status/944145587716292608?ref_src=twsrc%5Etfw">December 22, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sementara itu, Kang Dedi juga kelihatannya <em>nggak </em>bisa banyak berkomentar. Ia memang berencana untuk berkomunikasi lagi dengan Kang Emil, tapi itu belum pasti kapan. <em>Udah deketin aja, </em>kalau memang masih suka<em>, ehh. </em></p>
<p>Pengamat politik, Pangi Sarwi Chaniago juga menegaskan bahwa duet antara Kang Emil dan Kang Dedi bisa dikatakan paling ideal untuk Pilgub Jabar, soalnya masing-masing memiliki massa dan popularitas yang cukp banyak di tanah Sunda. Ini merupakan opsi yang tepat, ketimbang Kang Emil berduet dengan kader PPP dan PKB yang belum tentu elektabiltas lebih dari Kang Dedi.</p>
<p>Tapi biar bagaimana pun juga, Kang Emil memang cukup populer <em>lho </em>di Bandung. Ketenarannya itu yang membuatnya diperebutkan banyak Parpol. Tapi, ibarat ‘gadis cantik’ yang terlalu <em>pede </em>karena banyak ditaksir, ia agak <em>jual-jual </em>mahal<em> dikit.</em> Alhasil, Partai Beringin jadi <em>gerah</em> dan memilih balik badan. Bahkan denger-denger PPP juga mau angkat kaki. <em>Wah, bahaya nih.</em></p>
<p><em>Kayaknya, </em>Kang Emil mesti hati-hati <em>nih. </em>Ia memang ‘menarik’, Tapi jangan kebanyakan <em>tarik ulur, </em>Kang<em>.</em> Nanti bingung sendiri dan <em>ujung-ujung </em>jatuh ke tangan yang salah, terus kalah.</p>
<p>Begitu juga Kang Dedi, <em>kalo </em>memang <em>pingin duet </em>dengan Kang Emil, segerakanlah! Lakukanlah <em>pedekate </em>lagi! Anggap <em>aja </em>sebagai ajang ‘tebus salah’. Buruan, Kang sebelum jatuh ke tangan Partai lain. <em>Emang </em>mau kalah lagi <em>kayak di Jakarta?</em> <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/ridwan-kamil-dan-dedi-mulyadi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jabar Kunci Pilpres 2019</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jabar-kunci-pilpres-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 May 2017 10:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagub Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Dede Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Serentak 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Survei prapilgub Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=10093</guid>

					<description><![CDATA[Baru usai keriuhan Pilkada DKI, kini parpol sudah mulai sibuk kasak kusuk mencari calon yang akan diusung pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Apalagi, suara Jabar disebut-sebut akan menentukan kesuksesan Pilpres 2019. PinterPolitik.com “Jabar ini adalah lumbung suara, artinya sangat seksi di mata parpol.” [dropcap size=big]P[/dropcap]emilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat masih akan berlangsung sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Baru usai keriuhan Pilkada DKI, kini parpol sudah mulai sibuk kasak kusuk mencari calon yang akan diusung pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Apalagi, suara Jabar disebut-sebut akan menentukan kesuksesan Pilpres 2019.</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cfdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote><p><em>“Jabar ini adalah lumbung suara, artinya sangat seksi di mata parpol.”</em></p></blockquote>
<p>[dropcap size=big]P[/dropcap]emilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat masih akan berlangsung sekitar 14 bulan lagi, namun dengungnya sudah mulai keras terdengar. Beberapa partai politik bahkan sudah mulai menabuh genderang perang, menyatakan siapa yang dipertimbangkan dan siapa yang akan ditumbangkan. Seksi, begitulah istilah yang digunakan oleh Siti Zuhro, peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).</p>
<p>Banyaknya jumlah pemilih di kawasan barat Pulau Jawa ini, membuat parpol harus sigap dan cermat dalam mengamankan kekuatannya. Tak heran bila kemudian mereka mulai melakukan berbagai manuver, mulai dari penyaringan calon hingga hitung-hitungan kursi. “Ini wajar, sebab Jabar memiliki arti yang sangat strategis, yaitu sebagai pijakan penting menuju Pemilu Presiden 2019,” jelas Zuhro, Selasa (21/3).</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id">
<p dir="ltr" lang="in">Jelang Pilgub Jabar 2018, Bursa Calon Gubernur Mulai Memanas: <a href="https://t.co/w8MWUhYg6y">https://t.co/w8MWUhYg6y</a> melalui <a href="https://twitter.com/YouTube">@YouTube</a></p>
<p>— AHOK DJAROT 2017 (@Jokowi_JK_Ahok) <a href="https://twitter.com/Jokowi_JK_Ahok/status/859441592414998528">2 Mei 2017</a></p></blockquote>
<p><script src="//platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurutnya, kemenangan calon gubernur di Pilgub Jabar tahun depan dapat menjadi prediksi awal dalam menentukan partai yang akan berkuasa di tahun 2019. Bahkan, bisa jadi pemenang Pilpres mendatang adalah partai yang berhasil berjaya di Pilgub Jabar dan Jatim. “Jadi kalau menang di Jabar dan Jatim, artinya sudah mengantongi kartu (kemenangan). Ini yang membuat kedua wilayah itu sebagai penentu (Pilpres).”</p>
<h4><strong>Lumbung Suara Yang Unik</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Tanah Parahyangan diciptakan ketika Tuhan tersenyum.”</em></p></blockquote>
<p>Itulah yang dikatakan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, mengenai keindahan alam yang dimiliki tanah Parahyangan atau Sunda. Senyuman Tuhan ini, tidak hanya menguntungkan masyarakat awam saja, tapi juga bagi parpol. Sebab jumlah penduduk sangat besar, bahkan terbanyak di Indonesia. Inilah lumbung suara yang dimaksudkan oleh Zuhro sebelumnya.</p>
<p>Besarnya populasi yang dimiliki provinsi ini, menjadikan Jabar wilayah yang paling strategis dari sisi politis dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Berdasarkan jumlah suara di Pilpres 2014 yang dirilis KPU, Jabar memiliki 23,69 juta suara. Karakteristik pemilih di Jabar pun termasuk unik, terang Zuhro, karena perilakunya masih dipengaruhi oleh orientasi masyarakat yang cenderung mengutamakan sisi religius dan popularitas.</p>
<p>Mayoritas masyarakat Jabar yang masih tradisional, lebih mengedepankan isu-isu nonsubstansi, sehingga kepopuleran masih unggul dibandingkan kompetensi dan konsistensi program yang diusung oleh pasangan kandidat cagub dan cawagub. Hal senada juga diungkapkan Gun Gun Heryanto, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p>Tahapan Pilgub Jabar 2018 Dimulai Agustus Tahun Ini <a href="https://t.co/MH0ADBJ3Y6">https://t.co/MH0ADBJ3Y6</a></p>
<p>— teropongsenayan.com (@tropongsenayan) <a href="https://twitter.com/tropongsenayan/status/858171486863073280">29 April 2017</a></p></blockquote>
<p><script src="//platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p>Gun Gun melihat, perilaku pemilih yang unik ini juga dipengaruhi oleh sebaran geopolitik yang juga unik. Margin <em>rational votter</em> hanya ada di kota-kota, sedang di wilayah pinggiran, ikatan tradisionalnya masih kuat. “Mereka memilih karena alasan emosional, seperti etnis, agama, dan popularitas. Persoalannya lebih kompleks dari Jakarta, sehingga tak cukup kekuatan figur saja, tetapi juga jejaring partai dan publisitas politik,” terangnya.</p>
<p>Selain itu, jangan lupa pula bahwa ada sekitar 20 persen pemilih pemula potensial yang menjadi target para kandidat. Menurut KPU Jabar, pemilih pemula SMA dan mahasiswa tingkat awal akan mempengaruhi tingkat partisipasi publik. Partisipasi golongan muda ini tak hanya besar, tapi memiliki standar keingintahuan yang juga besar, tingkat ekspektasi tinggi, tak mudah dikibuli, dan lebih ke personal dibandingkan partai.</p>
<h4><strong>Menguasai Wilayah Lokal</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Dari kondisi geografis, Jawa Barat berbeda dengan Jakarta. Kondisi jumlah pemilih juga lebih banyak Jabar.”</em></p></blockquote>
<p>Begitulah tanggapan Eep Saefullah Fatah dalam menanggapi dinamika Pilgub Jabar 2018. Menurutnya, apa yang akan terjadi di Jabar akan jauh berbeda dengan apa yang telah terjadi di Pilkada DKI Jakarta. Sebab masyarakat Jakarta memiliki akses politik yang terbuka dibandingkan Jawa Barat. Jakarta hanya memiliki 5 kota dan 1 Kabupaten, yakni Kepulauan Seribu, selain itu masyarakat Jakarta juga lebih terkumpul.</p>
<p>Sehingga ia bisa memastikan kalau isu Suku Agama dan Ras (SARA) di Jawa Barat tidak akan berkembang seperti di Jakarta. Jika pun ada, isu tersebut akan cepat padam, karena karakter masyarakat Jawa Barat tidak gampang terhasut. “Saya yakin isu SARA tidak akan berkembang di Jawa Barat karena tidak akan berkembang. Siapapun yang menggunakan itu hasilnya akan nihil,” ucap Eep yang melihat karakter wilayah Jabar yang sangat luas, menyebabkan jaringan media sosial tidak tersentuh oleh masyarakat.</p>
<p>Wilayah sebaran penduduk yang besar, membuat identitas kepartaian masyarakatnya juga rendah. Karenanya, Jabar dikenal sebagai wilayah massa mengambang (<em>swing votter</em>) terbesar, karena afiliasi warganya terhadap partai mudah berubah. Karakter ini juga yang memberi peluang bagi kandidat baru untuk bertarung tanpa memperhatikan jumlah kursi partai pendukungnya, sebab bagi Jabar, faktor figur jauh lebih menentukan.</p>
<p>Rendahnya pengenalan warga terhadap parpol, ikut menentukan seberapa keras kemampuan mesin kampanye pemenangan cagub suatu parpol bekerja di setiap kabupaten dan kota. Mesin partai yang mampu bekerja dengan baik, akan menjamin cagubnya meraih kemenangan mutlak di wilayah yang digarapnya, atau memecah suara lawan yang awalnya berbasis di wilayah tersebut.</p>
<p>Cara lain yang juga penting untuk menguasai suara Jabar, adalah faktor keterkenalan dan ketersukaan figur yang diusung. Pentingnya faktor figur, sudah dibuktikan dengan keberhasilan Gubernur Jabar saat ini, Ahmad Heryawan (Aher) yang didampingi wakil gubernur berprofesi artis, seperti Dede Yusuf dan Deddy Mizwar, sehingga mampu memimpin selama dua periode berturut-turut.</p>
<h4><strong>Pertarungan Figur </strong></h4>
<blockquote><p><em>“Menuju 2019 itu salah satu kuncinya memenangkan Pilgub Jawa Barat.”</em></p></blockquote>
<p>Begitulah pendapat Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari. Menurut analisanya, partai-partai akan menjadikan Pilgub Jabar sebagai arena &#8216;pertarungan&#8217; sesungguhnya. Ini bisa dimaklumi karena, pertama, berdasarkan pengalaman sejak Pemilu 1999, partai pemenang di Jawa Barat akan menjadi peraih suara terbanyak dalam pemilu tingkat nasional. “Berbeda dengan Jakarta, partai yang menang di Jakarta belum tentu jadi pemenang di tingkat nasional,” katanya di Jakarta, Rabu (26/4).</p>
<p>Selain itu, Qodari melihat, pada pilgub Jabar tidak ada figur maupun parpol yang dapat disebut juara bertahan, sebab setiap periode parpol pemenangnya selalu berganti. Misalnya pada Pilkada 2014 lalu, pemenangnya adalah PDIP. Sebelumnya, pada 2009, Partai Demokrat yang unggul. Padahal saat 2004, Partai Golkar keluar sebagai pemenangnya. “Pemilih Jawa Barat sangat cair, bayangkan tidak ada juara bertahan. Tiap kali pemilu pemenangnya ganti-ganti. Karakter pemilih orang Sunda luwes.”</p>
<p>Berdasarkan temuan dari hasil survei pra-pilkada Jabar 2018 yang dilakukan Indo Riset Konsultan, ada tiga faktor utama yang dipertimbangkan warga Jabar dalam memilih gubernur mendatang. Yakni merakyat/perhatian dan melayani masyarakat (21,3%), jujur/tidak korupsi (12,6%), dan berkinerja bagus (8,4%). Selain itu, warga Jabar juga menilai terdapat tiga program yang harus menjadi prioritas gubernur, yakni kesejahteraan rakyat (33,7%), lapangan pekerjaan (26,3%), dan pendidikan (20,9%).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-10098 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-1024x893.png" alt="popularitas cagub jabar-03" width="1024" height="893" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-1024x893.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-696x607.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-1068x932.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-481x420.png 481w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-1920x1675.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-300x262.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-03-768x670.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Dari hasil survei, juga diketahui terdapat empat nama yang memiliki tingkat popularitas di atas 70 persen. Deddy Mizwar memiliki tingkat popularitas tertinggi yakni 94 persen, diikuti oleh Dede Yusuf (89,5%), Desy Ratnasari (86,6%), Ridwan Kamil (74,2%). Namun dari tingkat ketersukaan masyarakat, Ridwan Kamil memiliki persentase tertinggi yakni 92,2 persen, diikuti Dede Yusuf (86,5%), Deddy Mizwar (86,3%).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-10100 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-872x1024.png" alt="Kunci Pilpres 2019" width="696" height="817" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-872x1024.png 872w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-696x817.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-1068x1254.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-358x420.png 358w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-1920x2255.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-255x300.png 255w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-01-768x902.png 768w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></p>
<p>Sementara dari tingkat elektabilitas, Ridwan Kamil disebut sebagai calon gubernur dengan tingkat elektabilitas tertinggi dengan 37,50 persen. Disusul secara berturut-turut, Deddy Mizwar (29,17%), Dede Yusuf (15,25%), dan Dedy Mulyadi (4,42%) di posisi empat besar. Melihat hasil survei terhadap tingkat elektabilitas tersebut, diprediksi akan menjadi arena pertarungan tiga kandidat kuat, yaitu Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dede Yusuf.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-10101 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-1024x734.png" alt="popularitas cagub jabar-02" width="1024" height="734" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-1024x734.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-696x499.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-1068x765.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-586x420.png 586w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-1920x1376.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-300x215.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/popularitas-cagub-jabar-02-768x550.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Hasil yang hampir sama juga didapatkan Indobarometer, berdasarkan survei bulan Maret 2017, menyatakan bahwa Ridwan Kamil mengantongi elektabilitas 22%, disusul oleh Deddy Mizwar 14,1%, dan Dede Yusuf 11,8%. Nama lain yang masuk dalam elektablitas tertinggi hasil survei Indobarometer adalah Dedi Mulyadi, Rieke Diah Pitaloka, dan Bima Arya Sugiarto. Survei ini dilakukan sebelum deklarasi pendukungan Partai Nasdem.</p>
<p>Berbeda dari yang lain, berdasarkan survei Akselerasi Indodata, posisi calon yang memiliki elektabilitas tertinggi di Jabar adalah Deddy Mizwar di angka tertinggi dengan 29%, disusul Ridwan Kamil (27%), dan Netty Prasetyani (18%). Bila dilihat dari hasil berbagai survei tersebut, maka akan ada dua nama yang menduduki angka elektabilitas tertinggi, yaitu: Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Menariknya, kedua figur ini sama-sama bukan kader parpol. Sehingga bisa dipastikan, pilkada Jabar ke depan akan penuh kejutan yang menarik.</p>
<p>(Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/05/2017-05-17-HEADER-pilgub-jabar-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
