<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilgub NTT &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilgub-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Mar 2018 02:38:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilgub NTT &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PDIP Empot-Empotan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pdip-empot-empotan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 07:48:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Marianus Sae]]></category>
		<category><![CDATA[Marianus Sae dan wakilnya Emy Nomleni]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21644</guid>

					<description><![CDATA[“Orang bijak tidak bimbang, orang bercinta-kasih tidak cemas dan seorang pemberani tidaklah merasa takut.” ~ Konfusius PinterPolitik.com [dropcap]O[/dropcap]perasi Tangkap tangan (OTT) KPK yang kedua di 2018 ternyata menimpa Bupati Ngada Marianus Sae yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Bupati yang hendak naik tahta menjadi Gubernur NTT ini justru terganjal persoalan korupsi. Hmmm, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Orang bijak tidak bimbang, orang bercinta-kasih tidak cemas dan seorang pemberani tidaklah merasa takut.” ~ Konfusius</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]O[/dropcap]perasi Tangkap tangan (OTT) KPK yang kedua di 2018 ternyata menimpa Bupati Ngada Marianus Sae yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.</p>
<p>Bupati yang hendak naik tahta menjadi Gubernur NTT ini justru terganjal persoalan korupsi.</p>
<p>Hmmm, pantas saja PDIP kini sedang <em>mblalelo </em>menimbang – nimbang apakah yang harus dilakukan, <em>weleeeeh weeeleeeeh. </em>Jangan kebingungan gitu dong ah, <em>weeeww.</em></p>
<p>Bingung mau <em>begimana</em> ya, <em>wedeeeww,</em> Padahal Marianus sudah diusung PDIP di Pilgub NTT tapi kok malah terhambat, <em>weleeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Bukannya PDIP itu lengkap ya kalau mau nyalonin orang jadi kepala daerah?</p>
<p>Perasaan sekolah kader udah, uji kelayakan udah juga, sebelum naik Pilgub NTT sudah diuji juga kepemimpinannya di Kabupaten, salahnya di mana ya, <em>weleeeeh weleeeh. </em></p>
<p>Kalaupun benar terbukti bersalah nantinya, sistemnya sudah baik tapi sifat tamak dan rakuslah yang salah, <em>gggrrrrr.</em></p>
<p>Berhubung masih jadi tersangka, tentunya tak bisa langsung menuduh Marianus itu benar – benar bersalah. <em>Etttt</em>, tapi tertangkapnya kan gara – gara OTT, <em>waduh</em> itu sih ketangkap basah namanya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ya lagian sih, malah bermain api. Udah tahu di tayangan TV itu banyak pejabat dipenjara gara – gara korupsi, <em>yeeee </em>ini lagi malah latah pengen juga masuk TV gara – gara korupsi, <em>waddeeeezzzziiiggg.</em></p>
<p>Gak habis pikir dah, zzzzzz. Terus kelanjutan pencalonan Marianus di Pilgub NTT gimana? Terkatung – katung atau malah dilanjutkan?</p>
<p>Sinyalnya sih PDIP pengen ada pergantian calon Gubernur yang menggantikan Marianus. <em>Wedeeewww,</em> ngapain juga sih PDIP mau ganti – ganti segala.</p>
<p>Sesuai himbauan Kapolri aja, kasus korupsi para calon kepala daerah diberhentikan sementara, jadi ngapain repot – repot untuk mengganti calon Gubernur, <em>hadeuuuuhhh.</em></p>
<p>Apa PDIP takut kalah dan dipersekusi gara – gara calon kepala daerah kebanggaannya itu kena OTT KPK? <em>Hadeuuuhhh</em> rusak dah dunia persilatan kalau begini caranya.</p>
<p>Jangan <em>mbalelo</em> gitu dong, yang pasti – pasti aja gitu jangan malah ga jelas begitu, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Tetep majuin Marianus dengan risiko, atau gimana nih maunya PDIP? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Megawati-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mama Sakiti Hati Kader Banteng</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/mama-sakiti-hati-kader-banteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2017 08:21:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Marianus Sae dan wakilnya Emy Nomleni]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18320</guid>

					<description><![CDATA[“Kekecewaan sebenarnya hanya penolakan kita untuk melihat ke sisi lain yang lebih cerah” ~ Richelle E. Goodrich PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Banteng adalah partai penguasa di era ini. Namun, ada adagium yang dikaitkan dengan kekuasaan yaitu menyatakan bahwa semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Semakin tinggi posisi tentu akan berdampak pada semakin besar juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kekecewaan sebenarnya hanya penolakan kita untuk melihat ke sisi lain yang lebih cerah” ~ Richelle E. Goodrich</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Banteng adalah partai penguasa di era ini. Namun, ada <em>adagium</em> yang dikaitkan dengan kekuasaan yaitu menyatakan bahwa semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya.</p>
<p>Semakin tinggi posisi tentu akan berdampak pada semakin besar juga tantangan dan gangguan yang akan diterima baik secara internal maupun eksternal.</p>
<p>Kuatkah Banteng menerima gangguan? Kalau tidak ya seruduk saja, hehehe <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Tapi kalau tantangannya justru datang dari kader – kader Banteng, bagaimana? Lah memang kader Banteng kenapa? Mereka tidak tertib? <em>Hmmm&#8230;.</em></p>
<p>Oh tidak. Kader Banteng itu hanya menuntut keadilan dan kelurusan niatan Partai Banteng saja. Kok malah jadi tantangan dan gangguan sih? <em>Weleeeeh weleeeh</em></p>
<p>Kader – kader Banteng yang berasal dari NTT ini merasa kecewa dengan keputusan Ketua Umum Partai Banteng yang mengusung Calon Gubernur NTT yang bukan lahir dari rahim Banteng.</p>
<p>Padahal masih ada berbagai kader partai Banteng yang memiliki potensi, tapi tak dilirik. <em>Hmmm</em> gimana ya?</p>
<p>Apakah kader dan simpatisan Banteng ini salah karena menuntut ketidakadilan terhadap kebijakan Mama? Oh jelas tidak. Hal ini kontraproduktif. <em>Weleeeh weleeeeh</em></p>
<p>Wacana dan realisasi yang dilaksanakan Partai Banteng justru saling bertabrakan, <em>hmm</em> mentang – mentang Banteng, rasanya pengen <em>nubruk mulu </em>wkwkwk.</p>
<p>Antisipasi kutu lompat, Banteng membuat sekolah kader dan ingin memprioritaskan kader sendiri untuk disuplai sebagai kepala daerah digugurkan oleh kebijakan Mama. <em>Weleeeeh weleeeh. </em></p>
<p>Wajib dilawan kayanya sih, kan sebuah kesalahan. Bener ga sih? Emangnya yang dituntut kader dan simpatisan itu apa aja?</p>
<p>Partai Banteng kecewa kepada Mama sebagai Ketua Umum Partai Banteng yang menghapus pengharapan kader Banteng yang meniti karir politik dari bawah sampai ke atas.</p>
<p>Mama juga dianggap memupuskan harapan para anak buahnya karena tidak memberikan kesempatan kader Banteng untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai yang didapat dari sekolah kader Banteng sebelumnya.</p>
<p>Lah buat apa bikin sekolah kader, kalau yang diusung orang lain juga. Emang cari muka doang ya? <em>Weleeeh weleeeh </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Megawati.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
