<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pilgub Jawa Tengah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilgub-jawa-tengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jul 2024 08:09:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pilgub Jawa Tengah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Operasi Semi Rahasia Kaesang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-operasi-semi-rahasia-kaesang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Pacul]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Effect]]></category>
		<category><![CDATA[kaesang pangarep]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=148964</guid>

					<description><![CDATA[Survei elektabilitas kandidat di Pilkada 2024 mulai muncul dan Ketua Umum PSI yang juga putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep melejit di urutan pertama edisi pemilihan gubernur Jawa Tengah. Meski diiringi sentimen minor, hal ini dinilai akan dibingkai ke dalam strategi khusus bagi Kaesang agar terus relevan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/kaesang-full.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Survei elektabilitas kandidat di Pilkada 2024 mulai muncul dan Ketua Umum PSI yang juga putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep melejit di urutan pertama edisi pemilihan gubernur Jawa Tengah. Meski diiringi sentimen minor, hal ini dinilai akan dibingkai ke dalam strategi khusus bagi Kaesang agar terus relevan.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Nyaris mustahil karena terbentur regulasi, kini tinggal menunggu waktu kiranya sampai foto Ketua Umum PSI yang juga putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep ada di surat suara Pilkada 2024. Terlebih, pasca Kaesang seharusnya “<em>full</em> senyum” saat melihat hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak, setelah KPU melakukan <em>follow up</em> atas putusan Mahkamah Agung (MA) dengan mengetuk palu bahwa batas usia calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) harus berusia 30 tahun pada 1 Januari 2025, Kaesang adalah kandidat Jateng-1 teratas dalam survei LSI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan jawaban para responden yang diberikan pertanyaan semi terbuka dalam survei kurun waktu 21-26 Juni lalu itu, Kaesang mengalahkan sejumlah nama yang terlebih dahulu muncul. Mulai dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi, elite PDIP Bambang “Pacul” Wuryanto dan Hendrar Prihadi, jagoan Partai Gerindra Sudaryono, hingga perwakilan Partai Golkar Dico Ganinduto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun hasil itu tak serta merta dapat menyimpulkan sosok yang memiliki basis suara kuat di Jawa Tengah, Kaesang tampak dapat menggunakan dan membingkainya sebagai strategi mengelola persepsi pemilih secara perlahan. Tentu hingga dirinya menyelinap sebagai kandidat relevan yang pantas dipilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, satu yang cukup mengganjal adalah keberadaan nama Kaesang sebagai yang teratas di survei LSI. Bahkan, dalam metode tertutup, Kaesang masih berada di urutan kedua di bawah Ahmad Luthfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya, mengapa Kaesang bisa meraih hasil maksimal dalam survei yang bisa dikatakan menjadi yang pertama jelang Pilkada 2024 itu?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukan Jokowi </strong><strong><em>Effect</em></strong><strong>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah hasil survei elektabilitas atau keterpilihan di kontestasi elektoral tak jarang menjadi perdebatan, bahkan meski yang dilakukan oleh lembaga kredibel berdasarkan regulasi yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarawan asal Amerika Serikat (AS) Arthur Schlesinger Jr. mengatakan bahwa survei politik telah melahirkan profesi baru bernama <em>electronic manipulator</em>. Publikasi dan hasil survei mereka kerap menjadi alat pembentukan opini, terutama mereka yang turut menjadi konsultan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Umumnya, dalam proses tersebut esensi yang ingin dicapai adalah <em>bandwagon effect</em> dan <em>underdog effect</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Bandwagon effect </em>&nbsp;merupakan fenomena psikologis di mana individu lebih cenderung melakukan atau mendukung sesuatu karena orang lain melakukannya atau mendukungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks politik, ini berarti bahwa pemilih lebih mungkin mendukung kandidat atau partai yang mereka yakini memiliki banyak dukungan atau diprediksi akan menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain hasil survei atau “framing” dari sebuah hasil survei, eksposur media juga dapat menjadi instrumen penyokong <em>bandwagon effect</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, tak serta merta hasil publikasi sebuah lembaga survei dapat disebut demikian. Bisa saja kandidat tersebut, dalam hal ini Kaesang, memang memiliki kekuatan inheren yang selama ini dianggap sebelah mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu berkorelasi dengan apa yang disebut sebagai <em>underdog effect</em> atau efek dukungan terhadap yang terpojok. Ini fenomena di mana individu merasa terdorong untuk mendukung pihak yang dipandang tidak memiliki banyak dukungan atau berada di posisi yang “lemah”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik, ini berarti pemilih lebih cenderung mendukung kandidat yang dipersepsikan sebagai pihak yang kurang diunggulkan atau berjuang melawan peluang yang berat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks itu tak hanya berlaku bagi kandidat yang benar-benar dianggap tak punya peluang kemenangan besar, tetapi bagi kandidat yang dipersepsikan “negatif” sejak awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali, dalam hal ini, kekuatan inheren Kaesang menarik untuk diamati lebih lanjut. Itu dikarenakan, Kaesang berbeda dari kandidat lain, seperti Ahmad Luthfi yang balihonya telah tersebar seantero Jawa Tengah misalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, Kaesang kemungkinan unggul dalam konteks menjadi top of mind kandidat di Pilkada 2024. Beberapa faktor kunci yang dianggap memengaruhi tentu adalah <em>bandwagon</em> dan <em>underdog effect</em> yang telah disebutkan sebelumnya, plus Jokowi <em>effect.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana yang cukup jamak diketahui, Kaesang beberapa kali menjadi pusat perhatian dalam pemberitaan serta diskursus mengenai Pilkada 2024 sejak lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebut saja keberadaan baliho pencalonannya sebagai calon Wali Kota Depok, Solo, Bekasi, Surabaya, hingga cawagub maupun cagub Jakarta. Itu belum termasuk perdebatan batas usia minimal calon kepala daerah yang berubah usai Mahkamah Agung (MA) yang mengarah langsung kepadanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, Kaesang dapat menjadikan pencapaian impresi dan hasil survei LSI untuk meningkatkan <em>political leverage</em> dan daya tawarnya, tak hanya di Pilkada 2024 melainkan dalam proses politik berikutnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-1024x1024.jpg" alt="setuju anies kaesang atau rk kaesang" class="wp-image-147938" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/setuju-anies-kaesang-atau-rk-kaesang.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">&#8220;<strong>Balon Mawar&#8221; Kaesang?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memahami lebih dalam mengenai proyeksi daya tawar politik Kaesang selama proses politik 2024, konsep &#8220;trial balloon&#8221; kiranya relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi &#8220;<em>trial balloon</em>&#8221; merujuk pada tindakan mengelola dan melemparkan informasi tertentu ke publik untuk mengamati reaksi terhadapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah ini sering digunakan dalam konteks politik untuk menguji tanggapan masyarakat atau elite terhadap proposal kebijakan atau calon tertentu sebelum keputusan resmi diambil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan reaksi yang didapat, aktor politik dapat menyesuaikan strategi mereka. Trial balloon juga berfungsi dalam diplomasi terbuka, dimana informasi diuji ke publik, namun sebenarnya ditujukan untuk mengukur respons elite politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reaksi elit politik juga penting dalam konteks ini. Jika elit melihat bahwa Kaesang memiliki peluang besar untuk menang, mereka mungkin akan memberikan dukungan atau bahkan membentuk aliansi untuk memanfaatkan popularitasnya. Tak hanya di ajang Pilkada 2024, tetapi dalam dinamika dan proses politik berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika hasil survei dan dinamika setelahnya menunjukkan prospek menjanjikan, maka langkah berikutnya mungkin adalah lobi-lobi politik di belakang layar untuk memastikan dukungan dari partai politik dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya tertuju pada Kaesang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, menarik untuk menantikan sejauh mana Kaesang dapat mempertahankan dan terus meningkatkan relevansinya sebagai politisi pendatang baru namun sering disebut bergelimang privilese. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="XaN3EoTAogE"><iframe title="Jokowi-Ahmad Luthfi Rampas Kehormatan PDIP di Jateng?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/XaN3EoTAogE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/kaesang-full.mp3" length="2904894" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/kaesang-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Setuju Bambang Pacul Suksesor Ganjar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 03:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Pacul]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Suksesor Ganjar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=147195</guid>

					<description><![CDATA[Akankah Bambang Pacul menggantikan Ganjar Pranowo?&#160; Menguat wacana Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) didorong maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Sinyal dukungan bahkan muncul dari Partai Golkar yang menyebutkan ada kemungkinan ikut usung Bambang Pacul bila ia bersedia wakilnya berasal dari pilihan Golkar. Tapi, kalau kalian sendiri setuju gak nih guys Pak Bambang Pacul jadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-1024x1024.jpg" alt="setuju bambang pacul suksesor ganjar" class="wp-image-147196" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Akankah Bambang Pacul menggantikan Ganjar Pranowo?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f914/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menguat wacana Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) didorong maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Sinyal dukungan bahkan muncul dari Partai Golkar yang menyebutkan ada kemungkinan ikut usung Bambang Pacul bila ia bersedia wakilnya berasal dari pilihan Golkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, kalau kalian sendiri setuju gak nih guys Pak Bambang Pacul jadi Cagub Jateng 2024? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/05/setuju-bambang-pacul-suksesor-ganjar-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sudirman, ‘Calon Korban’ Rizieq</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sudirman-calon-korban-rizieq/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2018 10:15:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab Capres]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25087</guid>

					<description><![CDATA[“Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai.” ~ Pram PinterPolitik.com [dropcap]R[/dropcap]izieq Shihab masih nyaman tinggal di negeri orang, padahal namanya tercatat sebagai yang berpotensi diusung jadi Calon Presiden. Wadidaaww, beneran itu? Giliran nanti Rizieq yang balik ke Indonesia dan sukses menjadi Presiden, berapa banyak ya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai.” ~ Pram</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]R[/dropcap]izieq Shihab masih nyaman tinggal di negeri orang, padahal namanya tercatat sebagai yang berpotensi diusung jadi Calon Presiden. <em>Wadidaaww, </em>beneran itu?</p>
<p>Giliran nanti Rizieq yang balik ke Indonesia dan sukses menjadi Presiden, berapa banyak ya masyarakat yang pada pindah negara? <em>Wedeeewww.</em></p>
<p><em>Uppsssss, </em>bukan karena ga suka dipimpin Rizieq loh, tapi justru masyarakat ingin mengikuti jejak Rizieq, siapa tahu aja setelah tinggal di negeri orang dan ga mau pulang, <em>ehhh </em>pas pulang malah jadi Presiden <em>uhuuukk, uhuuukk, weleeeeh weeeeeh.</em></p>
<p><em>Lah</em>, emang ada jaminan Rizieq mau pulang karena iming – iming jadi Capres? <em>Ya </em>ga tau juga sih, siapa tahu kan memang itu tujuannya? <em>Waalaaaahh, </em>canggih juga begitu.</p>
<p>Bukannya pengen dijemputnya sama Anies Baswedan? <em>Cieeee, </em>pengen banget dijemput sama Anies ya, <em>eleeeuuuhhh eleeeeuuuhh, </em>kalau dijemput sama yang lain ga mau gitu? Misalkan sama jajaran Polda atau penyidik, ga mau ya?</p>
<p>Sekali Anies, tetap Anies. Emang bedanya apa coba? Katanya sih, kalau Anies yang jemput Rizieq, Anies bisa mengamankan dan melindungi Rizieq.<em> Lah</em> emangnya siapa yang dikhawatirkan, perasaan ga ada deh, <em>weleeeeh weleeeh. </em></p>
<p>Emang ga pada ngerti ya, Anies kan jabatannya Gubernur DKI Jakarta, bukan pelindung DKI Jakarta. Jadi ga bisa lah ngelindungin gitu. Aneh amat sih, <em>heuuuh.</em></p>
<p><em>Woailaaaahh, </em>hanya karena Anies yang ga mau jemput, akhirnya diungkitlah kemenangan Anies itu, katanya karena ulah tangan dan dukungan Rizieq. Anies harus balas budi gitu?</p>
<p>Kalau balas budinya hanya payungin sih bisa, cuma kalau mintanya lindungi, nanti paling Anies minta tolong ke polisi supaya Rizieq bisa terlindungi secara aman.</p>
<p>Lah <em>kok </em>malah diungkit, <em>hadeuuuhh, </em>cepet amat <em>bapernya</em>. Berarti kalau ingin minta dukungan Rizieq itu kemungkinannya juga harus mau diungkit – ungkit ya? <em>Hmmmm </em>gitu.</p>
<p>Ga belajar dari pengalaman nih, ada lagi calon Gubernur yang minta dukungan Rizieq, ia adalah Sudirman Said.</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeh, </em>Sudirman mau jadi ‘calon korbannya’ Rizieq yang nantinya akan diungkit – ungkit? Mau terima risikonya? Ya udah deh rasain aja sendiri nanti, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/rizieq-dan-sudirman-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ganjar Pranowo ‘Memalukan’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ganjar-pranowo-memalukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2018 11:32:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24093</guid>

					<description><![CDATA[“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.” ~ Iwan Fals PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ertarungan Pilgub Jawa Tengah hanya mempertemukan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, salah satu diantaranya ialah sang petahana Ganjar Pranowo yang akan bergulat dengan si pendatang baru, Sudirman Said. Namun ternyata dalam proses kampanye ini, ada hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.” ~ Iwan Fals</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ertarungan Pilgub Jawa Tengah hanya mempertemukan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, salah satu diantaranya ialah sang petahana Ganjar Pranowo yang akan bergulat dengan si pendatang baru, Sudirman Said.</p>
<p>Namun ternyata dalam proses kampanye ini, ada hal yang membuat Ganjar Pranowo merasa dipermalukan. <em>Waduhhh, </em>ada upaya penggembosan ya nih ya? <em>Weleeeeeh weleeeeh, </em>sadis banget ya. Kalau urusan momentum politik begini, semakin kenceng aja nih konfliknya, <em>heuuuhhh.</em></p>
<p>Mau tak mau, suka tak suka, kalau mau mencalonkan sebagai pemimpin, pasti menjadi sorotan apapun itu. Jadi harus bisa menyesuaikan dirilah. Apalagi sang petahana calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kini jadi bulan – bulanan karena harus menahan rasa malu.</p>
<p><em>Waduuhh, </em>apa sih yang membuat Ganjar dipermalukan begini? <em>Ahhh syudahhhlah. </em>Terus kenapa tak ada yang berani mencegahnya? Emangnya seberapa parah sih suasana dalam kontestasi politik Jawa Tengah? Perasaan tarik – menariknya juga biasa aja, <em>weeleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Makanya kalau mau <em>fair </em>otomatis jangan ada masalah begini lagi. Masa main permalukan begitu, kan harkat dan martabat menjadi pertaruhannya. Apalagi kalau kontestasi politik begini, calon Gubernur kan harus jaga <em>image, uppppssss.</em></p>
<p>Oleh karena itu, usut punya usut, saat dicari sumber masalah yang membuat Ganjar dipermalukan, ternyata sangat mengejutkan. <em>Uhuuukkk, uuuhuuukkkk. </em>Apakah Ganjar dipermalukan gara – gara nama Ganjar yang selalu dikaitkan dengan kasus korupsi KTP-el?</p>
<p>Kalau urusan itu biarin aja sih KPK yang ngurus, pihak – pihak lainnya ga usah pada <em>sok – sok </em>ngikutin deh. Lagian kalau urusan korupsi kan itu bukan untuk mempermalukan seseorang.</p>
<p>Tapi emang selayaknya wajib diterima risikonya, setidaknya untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan. Kalau korupsi berarti dipenjara, kalau engga berarti dibebaskan. Sederhana kan? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p><em>Weeiiiitttsss, </em>tapi santai dulu dong. Ternyata Ganjar itu dipermalukan karena ulah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang terus – terusan menolak bersalaman dengan Ganjar.</p>
<p>Masa Cagub mau salaman malah ditolak sih, harusnya sih terima aja kecuali salamannya ada tempelan sesuatunya, kalau gitu baru wajib ditolak <em>weleeeeh weleeeh, </em><em>wkwkwk.</em></p>
<p><em>Hadeuuuhh, </em>Panwaslu itu takut atau memang terlalu jaga sikap ya? Entahlah <em>weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/ganjar-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ganjar-Sudirman, Serupa Tapi Beda</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ganjar-sudirman-serupa-tapi-beda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2018 09:51:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nadhatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20014</guid>

					<description><![CDATA[“Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan.” ~ Sun Tzu PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ertarungan head to head di Pilgub Jawa Tengah semakin memanas. Tarik menarik dukungan dan suara dari berbagai elemen masyarakat terus dikejar oleh Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Kedua pasangan calon ini akan semakin mematangkan konsep [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan.” ~ Sun Tzu</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #c9db28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ertarungan <em>head to head </em>di Pilgub Jawa Tengah semakin memanas. Tarik menarik dukungan dan suara dari berbagai elemen masyarakat terus dikejar oleh Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.</p>
<p>Kedua pasangan calon ini akan semakin mematangkan konsep dan strateginya untuk mencuri perhatian masyarakat Jawa Tengah.</p>
<p>Yang bikin pertarungan seru itu, bukan hanya ada dua calon, tapi dari keduanya itu terdiri dari petahana dan penantang baru. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Setidaknya masyarakat juga lebih mudah memilih salah satu diantaranya. Mau melanjutkan atau memulai sesuatu yang baru?</p>
<p>Kalau dilihat dari strateginya sih, Ganjar dan Sudirman itu mirip – mirip gitu. Lah kalau strateginya mirip, yang menang yang mana dong? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Strategi keduanya itu adalah saling <em>copypaste. </em>Entah siapa yang meng-<em>copy</em>, entah siapa juga yang me-<em>paste</em>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Pilkada Jateng, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo Minta Restu NU-Muhammadiyah <a href="https://t.co/IMNBd3oAPu">https://t.co/IMNBd3oAPu</a></p>
<p>— Kompas.com (@kompascom) <a href="https://twitter.com/kompascom/status/952890619021553664?ref_src=twsrc%5Etfw">January 15, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Sedikitnya ada dua hal yang membuat mereka saling ‘<em>copy paste</em>’ untuk melancarkan misinya merebut kekuasaan.</p>
<p>Nah sebagai bukti kesamaannya, pertama Ganjar dan Sudirman, keduanya saling gantian untuk berkomunikasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.</p>
<p>Diawali oleh Ganjar terlebih dulu, abis itu baru deh Sudirman yang ngobrol sama Muhammadiyah Jawa Tengah. Hmm, emang Muhammadiyah mau dukung siapa ya?</p>
<p>Apakah taktik mendekati para ulama menjadi taji ampuh dua pasangan ini? Ah, ga asik nih masa dua – duanya punya strategi yang sama, <em>weleeeeh weleeeeh</em>.</p>
<p>Selain Muhammadiyah, kedua pasangan ini pun menghampiri Nahdhatul Ulama (NU). Tapi kedua pasangan ini kembali memiliki kemiripan, karena sama &#8211; sama mengirimkan Calon Wakil Gubernurnya untuk berkomunikasi dengan pengurus NU Jawa Tengah.</p>
<p>Hmmm, samaan lagi kan, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Walau strategi Ganjar dan Sudirman sama, tapi dampaknya pasti akan berbeda. Seperti taktik keduanya mendekati Muhammadiyah dan NU, tentu hasilnya berbeda.</p>
<p>Hal ini yang membuat dua calon Gubernur Jawa Tengah ini menjadi serupa tapi tak sama. Bedanya, akan ada satu yang menang dan satu yang kalah. Pilih yang mana? <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Ganjar-dan-Sudirman-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Agresi Datang, Kesombongan Ganjar Meradang</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/agresi-datang-kesombongan-ganjar-meradang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2018 08:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Mega Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19659</guid>

					<description><![CDATA[“Tapi mungkin,manusia terlalu angkuh dan sombong, hingga akhirnya lupa diri dan membuat fakta berjalan dengan distorsi, penuh manipulasi, dan seringkali iri hati.” PinterPolitik.com Banyak spekulasi bermunculan kalau kasus korupsi KTP-el akan menyeret Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Indikasi ini muncul saat Nazarudin mengaitkan nama Ganjar terkait kasus tersebut, ketika ia masih menjadi Wakil Ketua Komisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Tapi mungkin,manusia terlalu angkuh dan sombong, hingga akhirnya lupa diri dan membuat fakta berjalan dengan distorsi, penuh manipulasi, dan seringkali iri hati.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>Banyak spekulasi bermunculan kalau kasus korupsi KTP-el akan menyeret Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.</p>
<p>Indikasi ini muncul saat Nazarudin mengaitkan nama Ganjar terkait kasus tersebut, ketika ia masih menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI.</p>
<p>Indikasi terjeratnya Ganjar dalam kasus korupsi KTP-el, diprediksi juga akan menjadi alat serang bagi lawan politiknya di Pemilihan Gubernur nanti.</p>
<p>Mengingat Ganjar kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin di provinsi yang merupakan jantung budaya Jawa ini.</p>
<p>Herannya, sikap yang diperlihatkan Ganjar sepertinya sama sekali tidak menampakkan kekhawatiran atau perasaan <em>ketar-ketir </em>karena takut tak terpilih lagi. Lah kok malah berbeda sih?</p>
<p>Ganjar justru terlihat santai melambai, walau terpaan isu mega korupsi yang menghebohkan seluruh negeri menyeret namanya. Terlebih, Ganjar malah terkesan bersikap sombong. Hmmm.</p>
<p>Kok malah sombong sih? <em>Weleeeeh weleeeeeh. </em>Awas ah, nanti kena batunya. Nanti malu lagi, kalau benar-benar jadi tersangka apalagi terdakwa.</p>
<p>Memang bagaimana bentuk kesombongan Ganjar sih?</p>
<p>Ganjar yang akan bertarung <em>head to head </em>melawan Sudirman Said ini, justru berkelakar kalauia mengira lawannya bukan hanya satu saja,tapi ada 12 pasangan calon. <em>Weleeeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Sesumbar sekali sih Bapak satu ini, emang seberapa kuat sih Pak Ganjar sampai segitu pedenya? Hmmm.</p>
<p>Lebih baik jangan sesumbar gitu, Pak.Nanti kalau kena <em>cyduk </em>beneran di kasus KTP-el atau kalah di Pilgub Jawa Tengah, kan jadi malu sendiri. <em>Weleeeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Memang kalau pun bener ‘dikeroyok’ 12 calon di Pilgub Jateng nanti, Ganjar masih kuat untuk mempertahankan kekuasaannya? Hmmm.</p>
<p>Di sisi lain, kalau kesombongan Ganjar ini untuk memancing dan menambah lawan politiknya meradang, Ganjar sepertinya sudah sukses.</p>
<p>Tapi sebaiknya sih, jangan hanya kesombongan yang diumbar, Pak Ganjar siap kooperatif engga nih untuk ikuti proses hukum di KPK? <em>Weleeeeh weleeeh.</em>Kan biar sombongnya bertambah. Pak Ganjar kan jadi bisa bilang begini:</p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center">
<h4 style="text-align: center;"><em>“Percuma mau serang saya pake kasus KTP-el, ga mempan kali,” weleeeeh weleeeeh.</em></h4>
</blockquote>
<p>Walau panggilan KPK yang sekarang ia penuhi, tapi kenapa pas kemaren itu kok Pak Ganjar pakai mangkir segala sih dari panggilan KPK? <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Ganjar-Pranowo-Gub-Jateng-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sudirman &#8216;Kapok’ dengan Anies-Sandi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sudirman-kapok-dengan-anies-sandi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2018 09:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[PAN]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19165</guid>

					<description><![CDATA[“Bersahaja padahal kaya, setia padahal banyak pilihan. Manja padahal petarung, dan rendah hati padahal hebat.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Tengah seolah menjemput para tokoh nasional untuk terjun turun gunung mengamankan kekuatan di Pulau Jawa jelang Pilpres 2019 mendatang. Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said pun resmi diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN sehingga ia siap menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Bersahaja padahal kaya, setia padahal banyak pilihan. Manja padahal petarung, dan rendah hati padahal hebat.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Tengah seolah menjemput para tokoh nasional untuk terjun turun gunung mengamankan kekuatan di Pulau Jawa jelang Pilpres 2019 mendatang.</p>
<p>Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said pun resmi diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN sehingga ia siap menjadi peserta dalam kontestasi politik di Jawa Tengah.</p>
<p>Menengok kiprahnya diawali dengan membongkar &#8216;Papa Minta Saham’ hingga menjadi Ketua Tim Transisi Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies R Baswedan dan Sandiaga Uno.</p>
<p>Setidaknya ada campur tangan Sudirman dalam pemenangan serta konsepsi Jakarta di bawah kepemimpinan Anies &#8211; Sandi. Wajarlah bila Anies &#8211; Sandi berhutang budi kepada Sudirman. <em>Weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ibarat dulu membantu sampai menang, kini Anies &#8211; Sandi yang harus membantu Sudirman memenangkan kursi Gubernur Jawa Tengah.</p>
<p>Apa yang bisa Anies &#8211; Sandi bantu untuk pemenangan Sudirman?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/KfC5NRMNyM">https://t.co/KfC5NRMNyM</a> Maju Pilgub Jateng, Sudirman Said ogah masukkan Anies-Sandi ke timses</p>
<p>— MERDEKA (@merdekadotcom) <a href="https://twitter.com/merdekadotcom/status/948188388795887616?ref_src=twsrc%5Etfw">January 2, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Belakangan ini santer terdengar bahwa Sudirman Said akan mengimpor Anies &#8211; Sandi untuk menjadi juru bicaranya di Pilgub Jawa Tengah.</p>
<p>Tapi apakah Anies &#8211; Sandi mampu menarik perhatian warga Jawa Tengah? Hmmm, rasanya belum tentu juga. Lah kenapa emang? Banyak faktor lah. <em>Weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Dikhawatirkan nanti bukannya tarik dukungan, eh malah mengumpulkan ketidaksukaan <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah loh kalau kaya gitu gimana? Akhirnya, saat dikonfirmasi ulang, Sudirman membatalkan pelibatan Anies &#8211; Sandi di pemenangannya. Hmm, ada benernya sih kalau Sudirman mempertimbangkan kekhawatiran itu.</p>
<p>Atau, ada tidaknya keberadaan Anies-Sandi di kampanye Pilgub Jawa Tengah nanti juga tidak akan ada pengaruhnya.</p>
<p>Tapi masa sih, Sudirman tak memperbolehkan Anies- Sandi untuk membalas budi? Ibarat ucapan terimakasih saja lah, karena sudah membantu memenangkannya di Pilkada Jakarta lalu.</p>
<p>Dalihnya sih, Sudirman tak ingin merepotkan Anies – Sandi, karena tugas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sangat berat dan tak bisa ditinggalkan.</p>
<p>Hmm gitu alasannya ya. Bener nih kayak gitu? Ah masa sih? Jangan-jangan, udah kapok kali ya? Wkwkwk. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Sudirman-Said-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PPP &#8216;Jegal&#8217; Gatot Nurmantyo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ppp-jegal-gatot-nurmantyo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2018 10:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Persatuan Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19075</guid>

					<description><![CDATA[“Akan ada saat di mana kamu mencoba bertahan, tapi merasa itu adalah pilihan yang salah.” ~ Rohmatikal Maskur PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Persatuan Pembangunan mewacanakan akan mengusung Jenderal Gatot Nurmantyo dalam perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Ada yang aneh? Tentu iya. Kok tiba-tiba nama Gatot muncul di Jawa Tengah. Apa hanya reaksional PPP yang tak mau kalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Akan ada saat di mana kamu mencoba bertahan, tapi merasa itu adalah pilihan yang salah.” ~ Rohmatikal Maskur</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Persatuan Pembangunan mewacanakan akan mengusung Jenderal Gatot Nurmantyo dalam perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.</p>
<p>Ada yang aneh? Tentu iya. Kok tiba-tiba nama Gatot muncul di Jawa Tengah. Apa hanya reaksional PPP yang tak mau kalah dengan Gerindra dan PDIP?</p>
<p>Seperti telah diketahui, sebelumnya Partai Gerindra sudah mengusung Sudirman Said dan PDIP pun berpeluang mengusung kembali sang petahana, Ganjar Pranowo.</p>
<p>Lalu, supaya tak dibilang ketinggalan kereta, apakah PPP <em>sembrono</em> mewacanakan Jenderal Gatot untuk di Pilgub Jawa Tengah?</p>
<p>Perlu disadari dong, Jenderal Gatot awalnya kan sudah masuk radar Calon Presiden atau Wakil Presiden, seolah diturunkan kelasnya ke tingkatan Gubernur.  Masa mau diturunkan kelasnya, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Sebenarnya apa maunya PPP? Hmm</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">[VIDEO] Gatot Nurmantyo Masuk Bursa Pilgub Jawa Tengah <a href="https://t.co/DTCwRDqxwE">https://t.co/DTCwRDqxwE</a> <a href="https://t.co/97kuvYeXHn">pic.twitter.com/97kuvYeXHn</a></p>
<p>— KOMPAS TV (@KompasTV) <a href="https://twitter.com/KompasTV/status/948062581641449473?ref_src=twsrc%5Etfw">January 2, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bagi Gatot, untuk maju di Pilpres saja masih berpikir panjang apalagi di Pilgub Jawa Tengah. Makin panjang aja <em>Weleeeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Walau memang Gatot merupakan putra daerah dari Tegal, Jawa Tengah, tapi kansnya lebih besar masuk dalam perhitungan tingkatan nasional.</p>
<p>Jangan turunkan kelasnya dong ah wkwkwk aneh – aneh aja nih <em>weleeeh weleeeh</em></p>
<p>Dari wacana yang dibangun PPP, ia mengklaim telah memiliki poros koalisi bersama Partai Demokrat dan Partai Golkar. Tapi, kenapa PPP usung nama Gatot ya?</p>
<p>Apa PPP memang benar &#8211; benar melihat peluang kemenangan bila mengusung Gatot di Pilgub Jawa Tengah? Atau justru ingin menjegal Gatot di Pilpres 2019?</p>
<p>Kalaupun spekulasi ini bertujuan tertentu, yang jelas mantan Panglima TNI ini cukup disayangkan bila bertarung hanya di tingkatan provinsi<em>. Weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Maka, wacana PPP yang akan mengusung Gatot di Pilgub Jawa Tengah akan bermuara pada cara PPP mengamankan Jawa Tengah sebagai daerah gemuk jelang Pilpres 2019 dan merebut tahta dari kandang Banteng.</p>
<p>Atau memang sengaja sebagai cara menjegal agar Gatot tak ikut bertarung di Pilpres 2019?</p>
<p>Terobosannya aneh juga, hmmm pantesan ada dualisme. <em>Upssss weeleeeeh weeleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Gatot-Nurmantyo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sudirman Minta Balas Budi Anies</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sudirman-minta-balas-budi-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2017 08:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18324</guid>

					<description><![CDATA[“Lebih enak punya utang uang. Tinggal hitung dan kembalikan. Daripada berhutang budi, terikat sepanjang masa.” PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]da kalanya punya hutang budi itu membuat kita seperti punya utang sebegitu besarnya. Maka akan ada hasrat untuk segera mengembalikan kebaikannya juga. Hal ini yang mungkin menerpa Anies R Baswedan yang lahir dari konflik Pilkada DKI Jakarta. Kontestasi politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Lebih enak punya utang uang. Tinggal hitung dan kembalikan. Daripada berhutang budi, terikat sepanjang masa.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]da kalanya punya hutang budi itu membuat kita seperti punya utang sebegitu besarnya. Maka akan ada hasrat untuk segera mengembalikan kebaikannya juga.</p>
<p>Hal ini yang mungkin menerpa Anies R Baswedan yang lahir dari konflik Pilkada DKI Jakarta. Kontestasi politik penuh sensasi, <em>boombastis </em>dan syarat akan isu SARA.</p>
<p>Salah satu dari sekian banyak tangan bantuan yang menopang Anies menuju kekuasaannya kini, ialah Sudirman Said.</p>
<p>Pasca terpilih pun, Sudirman masih membantu menjadi Ketua Tim Sinkronisasi Anies – Sandi. Sosok yang totalitas.</p>
<p>Jadi tak heran kalau ada pertanyaan nakal, apa yang Anies – Sandi berikan kepada Sudirman Said sebagai gantinya? Ini kalau punya pikiran transaksional loh.</p>
<p>Kalau bicara ideal sih, mungkin karena adanya kesamaan pandangan wkwkwk. Ini cuma kemungkinan, lho, <em>weleeeh weleeeh</em></p>
<p>Tapi pertanyaan di atas, mungkin akan segera terjawab dengan adanya bantuan gantian antara Sudirman Said dengan Anies Baswedan. Kini, Anies diminta membalas budinya kepada Sudirman Said yang sudah susah payah mencurahkan gagasannya untuk Anies – Sandi.</p>
<p><em>Hmmm</em>, ada maunya toh ternyata. <em>Weleeeh weleeeeh</em></p>
<p>Kabarnya, Anies diminta untuk menjadi juru bicara Sudirman Said di Pilgub Jawa Tengah nanti. Sudirman pun harap – harap cemas ingin memiliki nasib yang sama dengan Anies, bisa duduk di kursi empuk Gubernur. <em>Weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Jadi kalau nantinya Sudirman terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah, akan ada cerita menarik tentang dua tokoh yang saling membantu dan bahu membahu untuk menjadi seorang Gubernur. Itu juga kalau terpilih ya wkwkwk.</p>
<p>Memang ga enak kalau punya utang budi. Lebih baik uang saja, jelas nominalnya dan bayarnya juga enak. Wkwkwk</p>
<p>Kalau misalkan Sudirman tak terpilih di Jawa Tengah, tentu akan ada anggapan utang budi belum tergantikan, maka akan ada permintaan lain yang menyetarakan diantara Anies dan Sudirman.  Waduh<em> eeiiittt</em> gimana itu ya?</p>
<p>Itulah susahnya kalau punya janji atau utang budi dengan pihak lain. Makanya kalau punya kolega harus punya visi yang seiring tanpa ada potensi balas budi. Enak kan kalau begitu. Tapi rasanya mustahil sih wkwkwk. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Anies-Baswedan-dan-Sudirman-Said.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sudirman, Petarung di Kandang Banteng</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sudirman-petarung-di-kandang-banteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2017 09:33:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18172</guid>

					<description><![CDATA[”Melarikan diri dari pertempuran yang sudah dimulai sama dengan lari dari kesempatan menjadi pahlawan.” PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]udirman Said. Sosok yang menyeret munculnya julukan ‘Papa Minta Saham’ memang tak memiliki umur panjang di Kabinet Kerja. Karena Sudirman sangat cepat diluluskan oleh Presiden sama halnya dengan Anies Baswedan. Weleeeeh weleeeeh Tapi, kini ia mengumpulkan amunisi untuk kembali bertarung. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>”Melarikan diri dari pertempuran yang sudah dimulai sama dengan lari dari kesempatan menjadi pahlawan.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]udirman Said. Sosok yang menyeret munculnya julukan ‘Papa Minta Saham’ memang tak memiliki umur panjang di Kabinet Kerja.</p>
<p>Karena Sudirman sangat cepat diluluskan oleh Presiden sama halnya dengan Anies Baswedan. <em>Weleeeeh weleeeeh</em></p>
<p>Tapi, kini ia mengumpulkan amunisi untuk kembali bertarung. Bukan di persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI lagi, tapi Sudirman akan menuju pertarungan memperebutkan kursi Gubernur Jawa Tengah. Hmmm, luar biasa berani <em>weeeww</em>.</p>
<p>Sudirman, sosok tanpa partai ini sudah dipinang Partai Gerindra untuk bergegas menyiapkan senjata dan amunisi memasuki kandang Banteng. <em>Weleeeh weleeeeh. </em>Sudah sampai mana kesiapannya memang? Hehehe Lawan Banteng loh.</p>
<p>Akankah jalan Sudirman mulus di Kandang Banteng? Rasanya pasti akan bergejolak, karena lawan politik Sudirman nanti akan bertarung dan bersaing secara terbuka di lahan kekuasaan Banteng.</p>
<p>Sudirman sebagai sosok yang sedang melakukan laga tanding akan pasang badan melawan kader dari si Banteng. <em>Weeww</em> mantap sekali ya.</p>
<p>Tapi mengapa Sudirman dipinang Gerindra ya untuk bertarung di Jawa Tengah?</p>
<p>Mungkin ada politik balas budi karena sudah bersusah payah meluangkan pikiran waktunya untuk Anies Baswedan dan Sandiaga yang notabene, suksesornya ialah Gerindra.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeeh </em>iya juga ya, kan Sudirman jadi Ketua Tim Sinkronisasinya, ya wajarlah saling membantu.</p>
<p>Kesiapan Sudirman sudah 100 persen dan legowo kepada Gerindra mau disiapkan menjadi nomor satu atau dua di Pilgub Jawa Tengah. <em>Weleeeh weleeeh </em></p>
<p>Kayanya memang ga ambisi sama jabatan ini orang ya hehehe. Motivasinya apa ya? Berbenah di Jawa Tengah kah?</p>
<p>Atau mengorbankan diri lagi demi Gerindra, agar kandang terakhir Banteng di Jawa ini bisa digembosi menuju 2019?</p>
<p><em>Wiiiii</em> semakin menarik aja nih perbincangannya. Karena Jawa Tengah kan memang kandang terkuat Banteng dan seharusnya yang kuat harus dilawan dengan yang kuat, makanya Sudirman disiapkan untuk bertarung di Pilgub Jawa Tengah. <em>Weleeeh weeleeeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Sudirman-Said-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
