<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pil PCC &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pil-pcc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Mar 2018 10:10:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pil PCC &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pil PCC Bikin Buwas Ganas</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pil-pcc-bikin-buwas-ganas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 09:12:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pil PCC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17515</guid>

					<description><![CDATA[Aksi Buwas yang ganas terhadap pembuat pil PCC lagi heboh di media sosial. Tapi selain emosinya itu, ia juga mendapat kritikan dari LBH Masyarakat. PinterPolitik.com “Memang manusia biadab. Ini gemuk-gemuk kan, ketawa-ketawa. Kegemukan dari hasil penderitaan anak-anak!” [dropcap]S[/dropcap]ambil mengucapkan kalimat di atas, kabarnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso juga ikut melayangkan tangannya ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Aksi Buwas yang ganas terhadap pembuat pil PCC lagi heboh di media sosial. Tapi selain emosinya itu, ia juga mendapat kritikan dari LBH Masyarakat.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Memang manusia biadab. Ini gemuk-gemuk kan, ketawa-ketawa. Kegemukan dari hasil penderitaan anak-anak!”</em></strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ambil mengucapkan kalimat di atas, kabarnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso juga ikut melayangkan tangannya ke para pelaku yang tertangkap saat BNN dan Kepolisian mengerebek rumah yang ternyata digunakan untuk memproduksi Pil <em>Paracetamol Caffein Carisoprodol</em> (PCC) di Semarang, Senin (4/12).</p>
<p>Sontak aksi Komjen Polisi yang kerap disapa Buwas ini, langsung jadi <em>trending</em> di media sosial, terutama <em>twitter</em>. Banyak dari mereka yang setuju sikap ganas Buwas, bahkan ada yang mendukung kalau orangnya dibunuh saja langsung. Tapi untungnya, ada juga yang menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan tersebut.</p>
<p>Pil PCC sepertinya memang sudah membuat Buwas jadi gemas. Gimana enggak, Dinas Kesehatan Sulawesi Utara mencatat, pil tersebut telah membuat 76 orang “terkapar” sejak 13 September lalu. Bahkan empat diantaranya meninggal dunia. Lebih <em>ngenes </em>lagi, usia para korban sebagian besar masih anak-anak.</p>
<p>Meski begitu, aksi BNN ini mendapat kritikan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat. Menurut Analis Kebijakan Narkotika Yohan Misero, BNN seharusnya tidak ikut terlibat dalam aksi pengerebekan tersebut, apalagi memimpin. Sebab BNN hanya berwenang untuk mengurusi narkotika – dan secara hukum, PCC bukanlah narkotika.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">BNN sita 13 juta butir pil PCC yang diproduksi di sebuah pabrik di Semarang. Dari usaha barang haram ini, pemilik mampu meraup Rp 2,7 miliar per bulan. <a href="https://twitter.com/hashtag/Liputan6SCTV?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#Liputan6SCTV</a> <a href="https://t.co/yTCFowlD4c">pic.twitter.com/yTCFowlD4c</a></p>
<p>— Liputan6.com (@liputan6dotcom) <a href="https://twitter.com/liputan6dotcom/status/937580568400642048?ref_src=twsrc%5Etfw">December 4, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Nah, kalau PCC bukan narkotika, kok bisa bikin orang jadi <em>ngefly</em>? Bahkan ada yang berhalusinasi dan terjun ke sungai, sampai ‘<em>goodbye’</em>? Kata Dokter spesialis kesehatan jiwa dr Kristiana Siste, SpKJ (K), <em>paracetamol</em> dan <em>caffein</em> memang tidak termasuk golongan psikotropika, sebab biasanya hanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit atau nyeri. Bahkan obat flu yang dijual bebas pun, ada kandungan <em>paracetamol</em>-nya.</p>
<p>Permasalahan sebenarnya itu, ada di kandungan <em>carisoprodol.</em> Menurut Kristiana, zat itu sebenarnya sudah dilarang peredarannya, karena dapat menimbulkan efek memabukkan. Di dalam otak, zat itu menciptakan rasa senang dan nyaman yang berlebihan. Akibatnya, perasaan ini membuat seseorang menjadi ketagihan.</p>
<p>Di sisi lain, bila pemakaian dosisnya berlebihan, zat ini juga bisa bikin pengkonsumsinya kesulitan mengontrol gerak tubuh, denyut jantung bertambah, tekanan darah turun, bahkan sulit mengontrol bola mata. Efek yang lebih seremnya, <em>carisoprodol </em>ini memang membuat seseorang berhalusinasi dan tidak mampu mengontrol diri.</p>
<p>Efek Pil PCC yang mirip obat psikotropika inilah yang membuat Buwas menjadi begitu ganas. Apalagi pas digerebek, jumlah pil yang disita mencapai sedikitnya 13 juta pil! Parahnya, begitu ditangkap, para pembuat yang gemuk-gemuk itu masih bisa <em>cengengesan </em>pula. Siapa yang enggak makin panas dibuatnya? Jadi enggak salah bila di <em>twitter</em> ada yang <em>nyeletuk, </em>“Disembelih aja, Pak!” Nah lho! (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/penggerebekan-pabrik-pil-pcc-di-semarang.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Monster PCC Serang Anak-anak</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/monster-pcc-serang-anak-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2017 12:37:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC)]]></category>
		<category><![CDATA[Pil PCC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13324</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia lagi gempar. Bukan karena masalah tsunami atau gempa bumi, tapi gara-gara monster yang mengancam anak-anak di bawah umur. Monster itu bernama PCC. PCC opo iki? PinterPolitik.com [dropcap size=big]P[/dropcap]aracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) adalah sejenis obat yang menjelma menjadi monster pemangsa anak-anak di Kendari, Sulawesi Tenggara. Awalnya, obat itu digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan melemaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Indonesia lagi gempar. Bukan karena masalah tsunami atau gempa bumi, tapi gara-gara monster yang mengancam anak-anak di bawah umur. Monster itu bernama PCC. PCC <em>opo iki?</em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]P[/dropcap]aracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) adalah sejenis obat yang menjelma menjadi monster pemangsa anak-anak di Kendari, Sulawesi Tenggara. Awalnya, obat itu digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan melemaskan otot, namun karena memiliki efek penenang, PCC jadi banyak disalahgunakan. PCC digunakan untuk obat kuat, meningkatkan kepercayaan diri dan <em>ngefly, </em>namun jika digunakan dalam jangka panjang dan terus menerus, dapat menimbulkan gangguan pada otak dan syaraf.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Apa Itu Pil PCC Atau Mumbul Yang Bikin 47 Orang di Kendari Seolah Tak Waras! <a href="https://t.co/4KdVWYbBSz">https://t.co/4KdVWYbBSz</a> <a href="https://t.co/mz10WBAVNw">pic.twitter.com/mz10WBAVNw</a></p>
<p>&mdash; KapanLagi (@KapanLagicom) <a href="https://twitter.com/KapanLagicom/status/908661692917194752?ref_src=twsrc%5Etfw">September 15, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kasian <em>amat ya</em>, kemungkinan besar para korban keganasan PCC ini punya masalah dengan kepercayaan diri. Mungkin terpengaruh dengan sugesti kalau minum PCC akan menambah kecantikan atau kegantengan. Tapi hasilnya justru apa? Jadi gila, bahkan sampai ada yang lari-lari ke laut lalu berenang <em>gaya batu</em> di sana, alias tenggelam dan mati.</p>
<p>Kalau sudah ada korban jiwa seperti ini, apakah hanya akan dianggap memang sudah ajalnya atau kehendak Tuhan semata? Wah, <em>nggak </em> bisa begitu <em>bro.</em> Terus mau mempersalahkan siapa? Orangtua? Para pengedar? Pemerintah? Kementerian Kesehatan? BPOM? BNN?</p>
<p>Kalau menyalahkan orangtua, bisa saja. Misalnya akibat orangtua yang kurang memperhatikan si anak, membiarkan anak bergaul tanpa pengawasan hingga terperangkap oleh monster PCC. Para pengedar juga bisa disalahkan. Kenapa beraninya sama anak kecil? <em>Kalau berani, hayo tak ajak gelut. </em>Upss, salah!!! Ini negara hukum <em>n</em><em>g</em><em>gak</em> boleh <em>pake</em> kekerasan, harus main cantik, pakai otak bukan otot. Serahkan saja mereka ke tangan pihak berwajib. Lalu kepada siapa aku harus mengadukan teror monster PCC ini?</p>
<p><em>Ya</em><em>a</em><em>h</em> yang pasti kalau bicara obat, berarti ada kaitannya dengan Kementerian Kesehatan, BPOM, dan BNN. Kesalahan ini karena kurang koordinasi dari ketiga lembaga tersebut. Katanya peredaran PCC sudah ditarik dari peredaran sejak tahun 2013, tapi <em>kok</em> masih <em>aja</em> ada sampai sekarang? Ini bukti kalau mereka LALAI, titik. Habis perkara.</p>
<p>Makanya pasang tarif pengobatan di rumah sakit jangan mahal-mahal, kasian <em>wong cilik</em><em>.</em> Bisa apa mereka, <em>palingan</em> mencari obat ilegal yang harganya murah. Jangan kayak Rumah Sakit Medistra Kalideres yang tak kasihan dengan nasib adik Debora. Ia belum sempat besar untuk melihat kebobrokan negara ini malah <em>keburu </em>dipanggil pulang dan kasian juga sobat-sobat kecilku di Kendari yang harus jadi korban monster PCC<em>.</em></p>
<p>Ayo kaum muda, <em>say not to drugs! Jauhi alkohol, dekati kuah asam (sop ikan yang dimasak dengan tiga bumbu saja</em><em>,</em><em> yaitu garam, air</em><em>,</em> <em>serta </em><em>asam tapi sungguh gurih dan nikmat). </em>Anak pantai pasti paham. Sekian dulu <em>ya guys</em>, metrominiku sudah datang. Waktunya berangkat kerja…. <strong>(dari berbagai sumber/ K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/59ba1c8f5c890-obat-pcc_1200_675-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
