<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Perbudakan ABK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/perbudakan-abk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2020 07:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Perbudakan ABK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemlu di Tengah Perbudakan ABK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kemlu-di-tengah-perbudakan-abk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2020 09:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Buah Kapal (ABK)]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pelarungan ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbudakan ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=78264</guid>

					<description><![CDATA[Polemik pelarungan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia ramai dibicarakan dan memunculkan isu perbudakan terhadap pelaut warga negara Indonesia (WNI). Kira-kira, bagaimana sikap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terhadap isu ini? PinterPolitik.com “I said they treat me like a slave. Woi, we feel a whole heap of pain” – Assassin, DJ asal Jamaika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Polemik pelarungan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia ramai dibicarakan dan memunculkan isu perbudakan terhadap pelaut warga negara Indonesia (WNI). Kira-kira, bagaimana sikap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terhadap isu ini?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“I said they treat me like a slave. Woi, we feel a whole heap of pain” – Assassin, DJ asal Jamaika</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>ungkin, bagi sebagian penggemar film Hollywood ala Amerika Serikat (AS), isu perbudakan bukanlah hal yang asing. Bagaimana tidak? Banyak film dan seri televisi kerap membahas persoalan yang terjadi di masa lampau ini.</p>
<p>Sebuah film berjudul <em>12 Years a Slave</em> (2013) yang memenangkan tiga piala Oscar pada tahun 2014 misalnya menceritakan seorang manusia bebas yang akhirnya harus jatuh pada naungan perbudakan pada abad ke-19. Tentunya, tak sedikit penonton pasti bakal merasa geram.</p>
<p>Selain film tersebut, ada juga film populer lainnya yang berjudul <em>Django Unchained</em> (2012). Film yang dibintangi oleh Jamie Foxx ini mengisahkan seorang budak yang akhirnya menjadi manusia bebas dengan latar belakang film di negara bagian Texas, AS, pada abad ke-19.</p>
<p>Dua film ini setidaknya menggambarkan bahwa perbudakan merupakan tragedi masa lalu yang terjadi pada abad ke-19. Mungkin, bila dibandingkan dengan masa kini, perbudakan serupa bisa dibilang telah berkurang jumlahnya.</p>
<p>Meski begitu, siapa sangka ternyata perbudakan dan kerja paksa masih terjadi di masa sekarang? Buktinya, beberapa waktu lalu, media dan kantor berita Korea Selatan ramai memberitakan isu pelarungan yang dilakukan oleh kapal-kapal berbendera Tiongkok terhadap sejumlah anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI).</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Saya telah mendapatkan komitmen  Pemerintah RRT untuk membantu Pemerintah Indonesia menindaklanjuti isu ini dengan perusahaan RRT</p>
<p>&mdash; Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (@Menlu_RI) <a href="https://twitter.com/Menlu_RI/status/1258502283865833472?ref_src=twsrc%5Etfw">May 7, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Adanya pelarungan ini sontak membuat warga dan pemerintah Indonesia bereaksi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi misalnya langsung memanggil Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xiao Qian untuk ditanyai mengenai persoalan pelarungan tersebut.</p>
<p>Meski Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya menyatakan bahwa pelarungan sudah dilakukan sesuai peraturan internasional, dugaan akan adanya perbudakan dan kerja paksa tetap mencuat. Pasalnya, beberapa ABK Indonesia mengakui adanya kondisi-kondisi yang membuat mereka “terpaksa” bekerja melebihi batas.</p>
<p>“Kadang kita tidur cuma tiga jam,” ujar salah satu ABK Indonesia. Situasi kerja yang dihadapi oleh para ABK WNI ini tentu menimbulkan kesedihan tersendiri dan menyinggung rasa kemanusiaan banyak orang.</p>
<p>Menanggapi hal seperti ini, sudah menjadi kewajiban pemerintah Indonesia untuk melindungi warga-warga negaranya – apalagi bila hak-hak dasar WNI disebut-sebut telah dirampas.</p>
<p>Lantas, Apa respons pemerintah Indonesia terhadap polemik dan isu perbudakan ini? Bagaimana respons tersebut bila dilihat dari sisi politik luar negeri?</p>
<h4><strong>Mengapa Panggil Dubes?</strong></h4>
<p>Guna menanggapi persoalan ini, pemerintah Indonesia memutuskan untuk meminta keterangan dari Dubes Tiongkok Xiao Qian. Menlu Retno kabarnya memanggil Xiao Qian untuk mendiskusikan keabsahan pelarungan yang dilakukan oleh kapal-kapal ikan Tiongkok.</p>
<p>Pemanggilan dubes seperti ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah terjadi dalam hubungan diplomatis. Biasanya, pemanggilan dubes dilakukan ketika sebuah persoalan antarnegara menjadi perhatian pemerintah Indonesia.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, pemanggilan dubes yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini memiliki konsekuensi penting. Dalam politik antarnegara, dubes sendiri dianggap sebagai simbol dan perwakilan negara pengirim untuk negara penerima dalam negosiasi.</p>
<p>Olivia McCaffrey dalam <a href="https://dlib.bc.edu/islandora/object/bc-ir%3A107381/datastream/PDF/download/citation.pdf"><strong>tesisnya</strong></a> yang berjudul <em>Silent Statecraft</em> menjelaskan bahwa pemanggilan dubes, selain menjadi saluran komunikasi antara dua negara, juga bisa menjadi pemberian sinyal diplomatis (<em>diplomatic signaling</em>) atas sikap negara penerima terhadap suatu isu.</p>
<p>Pemberian sinyal seperti ini pernah dilakukan pada tahun 2010 oleh Wakil Menlu Israel Daniel Ayalon dengan memanggil Dubes Turki akibat dirilisnya sebuah episode drama televisi Turki yang dinilai anti-Semitis.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan pemanggilan dubes yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia?</p>
<hr /><p><em>Pemanggilan dubes selain menjadi saluran komunikasi antara dua negara juga bisa menjadi pemberian sinyal diplomatis (diplomatic signaling) atas sikap negara penerima terhadap suatu isu.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fkemlu-di-tengah-perbudakan-abk%2F&#038;text=Pemanggilan%20dubes%20selain%20menjadi%20saluran%20komunikasi%20antara%20dua%20negara%20juga%20bisa%20menjadi%20pemberian%20sinyal%20diplomatis%20%28diplomatic%20signaling%29%20atas%20sikap%20negara%20penerima%20terhadap%20suatu%20isu.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Sebenarnya, pemerintah Indonesia sendiri kerap menggunakan pemanggilan dubes sebagai pemberian sinyal atas sikap diplomatis yang ingin diberikan. Hal ini kerap dilakukan oleh Kemlu ketika isu-isu luar negeri yang menciptakan polemik mengambil porsi besar dalam perhatian masyarakat.</p>
<p>Persoalan mengenai <a href="https://kumparan.com/kumparannews/wni-kembali-diculik-menlu-panggil-dubes-malaysia-dan-filipina-1shIwTfXX5O/" rel="nofollow"><strong>penculikan nelayan-nelayan WNI</strong></a> yang terjadi di Laut Sabah pada Januari 2020 lalu misalnya, sampai membuat Menlu Retno memanggil perwakilan dua negara Asia Tenggara lainnya, yakni Malaysia dan Filipina. Pasalnya, penculikan nelayan seperti ini tak hanya sekali saja terjadi di wilayah perairan tersebut.</p>
<p>Boleh jadi, pemanggilan Dubes Tiongkok oleh Menlu Retno baru-baru ini juga menyatakan akan keseriusan sikap pemerintah Indonesia terhadap isu pelarungan ABK Indonesia. Tak berselang lama setelah bertemu dengan Xiao Qian, Menlu langsung memberikan keterangan pers terkait tindakan pelarungan tersebut.</p>
<p>Tentunya, pemanggilan yang dilakukan oleh Menlu Retno tersebut tak dapat memuaskan banyak pihak. Migrant CARE misalnya menilai bahwa pertemuan tersebut tak membahas persoalan pokok mengenai perlindungan dan pemenuhan hak-hak para ABK.</p>
<p>Namun, uniknya, persoalan perbudakan ABK asal Indonesia ini tak hanya sekali saja terjadi. Pada tahun 2019 lalu misalnya, isu yang mirip pernah mencuat di media dengan melibatkan beberapa ABK WNI di <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190707201722-20-409936/kesaksian-eks-abk-di-kapal-china-gaji-hilang-dan-wni-tewas/" rel="nofollow"><strong>kapal Zhong Ju 18</strong></a>.</p>
<p>Lantas, bila persoalan ini bukanlah hal baru, mengapa pemerintah Indonesia belum juga menyelesaikan persoalan ini dengan Tiongkok? Kira-kira, mampukah Indonesia?</p>
<h4><strong>Lemahnya Diplomasi Indonesia?</strong></h4>
<p>Dalam berdiplomasi, setiap negara memiliki modal tertentu untuk mencapai kepentingannya. Kepentingan sebuah negara dapat mencakup kebijakan yang diambil oleh negara lain.</p>
<p>Ketika pemerintah Indonesia memberikan sinyal diplomatis kepada Malaysia dan Filipina melalui pemanggilan duta-duta besar yang membahas soal penculikan nelayan WNI misalnya, pemerintah pastinya mengharapkan perubahan kebijakan yang dapat dilakukan oleh dua negara tersebut.</p>
<p>Salah satu kepentingan yang ingin dicapai ialah agar pemerintah Malaysia dan Filipina dapat meningkatkan keamanan laut di wilayah perairan sekitar Sabah – di mana sejumlah nelayan WNI diculik.</p>
<p>Berkaca dari pemanggilan kedua dubes tersebut, pemerintah Indonesia mungkin juga memiliki kepentingan dan ekspektasi tertentu terhadap pemerintah Tiongkok setelah Menlu Retno bertemu dengan Dubes Xiao Qian beberapa waktu lalu.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Indonesia dihebohkan dengan kabar perbudakan ABK asal Indonesia di kapal Tiongkok #anakbuahkapal #abkindonesia #perbudakan #kekerasan #tiongkok #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #tidakmudik #dirumahaja #cucitangan #pakaimasker #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-05-08T10:12:55+00:00">May 8, 2020 at 3:12am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Boleh jadi, pemerintah Indonesia tak hanya ingin mendapatkan informasi terkait sesuai hukum atau tidaknya pelarungan yang dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok. Pasalnya, Menlu Retno sendiri telah <a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/05/10/23454701/menlu-china-sedang-investigasi-perusahaan-yang-mempekerjakan-abk-wni/" rel="nofollow"><strong>menyatakan</strong></a> bahwa Tiongkok akan melakukan investigasi terkait dugaan perbudakan tersebut.</p>
<p>Meski begitu, dalam diplomasi, kepentingan bukanlah satu-satunya unsur utama. Pemerintah Indonesia bisa jadi membutuhkan unsur lain, yakni <em>power</em> (kekuatan).</p>
<p>David A. Baldwin dalam <a href="http://www.princeton.edu/~dbaldwin/selected%20articles/Baldwin%20%282012%29%20Power%20and%20International%20Relations.pdf"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Power and International Relations </em>– dengan mengutip Robert A. Dahl – menjelaskan bahwa <em>power</em> dalam hubungan internasional dapat didefinisikan sebagai kemampuan negara A dalam membuat negara B melalukan hal yang sebenarnya tak akan dilakukan oleh B.</p>
<p>Dalam hal ini, Indonesia bisa jadi membutuhkan <em>power</em> pada tingkat tertentu agar Tiongkok mau melakukan sesuatu yang diinginkan oleh Indonesia. Guna memengaruhi negara lain, Baldwin menjelaskan bahwa sebuah negara bisa saja perlu memerhatikan beberapa dimensi dari <em>power</em> itu sendiri.</p>
<p>Salah satu dimensi yang disebutkan oleh Baldwin adalah <em>weight</em> (beban). Dimensi satu ini berbicara mengenai kemungkinan akan terpengaruhnya perilaku negara B oleh negara A. Artinya, negara yang memiliki kekuatan yang lebih besar menjadi lebih mampu dalam memengaruhi perilaku negara lain.</p>
<p>Lantas, apakah mungkin pemerintah Indonesia mampu memengaruhi perilaku Tiongkok dalam isu perbudakan ini?</p>
<p>Bisa jadi, pemerintah Tiongkok belum tentu mau mengikuti kemauan Indonesia. Pasalnya, secara beban <em>power</em>, Indonesia bisa jadi terpaut jauh dalam beberapa indikator <em>power</em> (seperti kekuatan militer dan ekonomi).</p>
<p>Dalam persoalan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Laut Natuna Utara – atau Laut China Selatan – misalnya, pemerintah Indonesia juga telah memanggil Dubes Tiongkok. Namun, persoalan penangkapan ikan di wilayah ZEE Indonesia tampaknya tetap terjadi meski sekarang dunia tengah disibukkan oleh pandemi virus Corona (Covid-19).</p>
<p>Berkaca dari hal ini, bukan tidak mungkin Kemlu bakal menghadapi aral yang serupa dalam upayanya untuk menyelesaikan persoalan perbudakan terhadap ABK WNI yang terjadi di kapal-kapal Tiongkok.</p>
<p>Meski begitu, pemerintah Indonesia mungkin masih bisa berharap akan perilaku Tiongkok perihal persoalan ABK WNI. Pasalnya, menurut Baldwin, <em>power</em> setiap negara bisa juga berbeda-beda dalam setiap isu (<em>scope</em>).</p>
<p>Mungkin saja, Indonesia dapat didengarkan oleh Tiongkok dalam isu-isu di luar Laut Natuna Utara – atau Laut China Selatan. Ya, mari kita saksikan saja bagaimana kelanjutan upaya pemerintah Indonesia – khususnya Kemlu – dalam menyelesaikan persoalan dan polemik perbudakan ABK WNI ini. (A43)</p>
<p><iframe title="Kisah di Balik Foto-foto Jokowi di KTT" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/H2k6rjxrI5U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/abk-benjina.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Pembohong di Pelarungan ABK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mencari-pembohong-di-pelarungan-abk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2020 08:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Buah Kapal (ABK)]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pelarungan ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbudakan ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=78258</guid>

					<description><![CDATA[“Royal blue lies inside the eyes of heaven” – Ghostface Killah, penyanyi rap asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Gengs, pasti kalian masih mengikuti dong informasi dan berita tentang kejadian menyakitkan yang dialami oleh beberapa anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal Long Xing 629. Kejadian yang awalnya diungkap oleh YouTuber asal Korea yang fasih berbahasa Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Royal blue lies inside the eyes of heaven” – Ghostface Killah, penyanyi rap asal Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">G</span>engs</em>, pasti kalian masih mengikuti <em>dong</em> informasi dan berita tentang kejadian menyakitkan yang dialami oleh beberapa anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal Long Xing 629. Kejadian yang awalnya diungkap oleh YouTuber asal Korea yang fasih berbahasa Indonesia ini secara mendadak menjadi buah bibir dan banyak di-<em>omongin</em> banyak orang di Indonesia, <em>cuy</em>.</p>
<p>Pasalnya, kehidupan mengerikan dan menyeramkan yang menimpa mereka gak manusiawi banget. Kerja 18 jam, istirahat hanya beberapa jam, makan umpan ikan yang hampir busuk, bahkan minum sulingan air laut. Duh, kasihan banget ya, <em>cuy</em>.</p>
<p>Nah, pasca adanya hal tersebut, tentu sontak mendapat berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, baik dari kalangan akademisi hingga masyarakat biasa. Tanggapannya beragam banget, <em>gengs</em>. Ada yang hanya mengatakan bahwa sangat kecewa dengan tindakan tersebut, bahkan hingga ada yang mengumpat bahkan menyumpahkan tindakan perbudakan itu, <em>gengs</em>.</p>
<p><em>Yaa</em>, tidak menyalahkan ya, <em>gengs</em>, umpatan itu bentuk dari kekesalan publik dan sedikit bisa dimaklumi. Pasalnya,memang itu <em>gak</em> manusiawi banget.</p>
<p>Nah, yang menjadi menarik, bukan tentang banyaknya masyarakat Indonesia yang mengecam tindakan perbudakan tersebut, <em>gengs</em>, tetapi bagaimana <em>sih</em> posisi pemerintah Indonesia dalam menyikapi kejadian ini?</p>
<p>Terlebih, tidak hanya sekali ini <em>loh</em> tindakan perbudakan yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) ketika bekerja di luar negeri. seperti kejadian yang menimpa <strong><a href="https://nasional.kontan.co.id/news/minta-izin-sakit-tkw-disetrika-majikan-di-arab/" rel="nofollow">Nurjamilah</a></strong> yang disetrika majikannya dan hukuman mati yang menimpa <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2018/10/31/12152651/sejak-2015-4-wni-dieksekusi-mati-di-arab-saudi/" rel="nofollow">Tuti Tursilawati</a> </strong>di Arab Saudi tanpa notifikasi kepada Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Riyadh. Anehnya, pemerintah Indonesia ternyata tidak bisa bertindak banyak menyikapi hal tersebut, <em>gengs</em>. Miris banget ya. <em>Hadeuhhh.</em></p>
<p>Terkait sikap pemerintah Indonesia tentang pelarungan tiga jenazah ABK ke laut, awalnya terlihat garang dan bersikap tegas, <em>cuy</em>. Pemerintah kita langsung memanggil Duta Besar Tiongkok yang ada di Indonesia.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_7E_tbhM5U/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Indonesia dihebohkan dengan kabar perbudakan ABK asal Indonesia di kapal Tiongkok #anakbuahkapal #abkindonesia #perbudakan #kekerasan #tiongkok #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #tidakmudik #dirumahaja #cucitangan #pakaimasker #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-05-08T10:12:55+00:00">May 8, 2020 at 3:12am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Kelihatannya <em>sih</em>, tujuannya agar dapat memberikan penjelasan secara lengkap dan runtut. <em>Yaa</em>, mungkin semacam memberikan peringatan awal sekaligus meminta tanggung jawab begitu ya, <em>gengs</em>. Tetapi, ternyata sikap pemerintah Indonesia di luar perkiraan, <em>cuy</em>.</p>
<p>Pasca-pertemuan dengan Dubes Tiongkok, Menteri Luar Negeri (Menlu) <strong><a href="https://nasional.tempo.co/read/1339806/menlu-3-abk-indonesia-dilarung-atas-persetujuan-keluarga/" rel="nofollow">Retno Marsudi</a> </strong>mengatakan bahwa pelarungan tiga jenazah tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga. <em>Wadadaww</em>, beneran <em>nih</em>, masa hal seperti itu sudah mendapatkan persetujuan keluarga? <em>Hmmm</em>, jadi penasaran, ini benar apa gak yaa.</p>
<p>Ternyata <em>nih</em>, tidak lama setelah Menlu membuat <em>statement</em> tersebut, keluarga dari dua jenazah yang dilarungkan ke laut angkat bicara, <em>cuy</em>. Ternyata mereka <strong><a href="https://kumparan.com/urbanid/merasa-dibohongi-keluarga-2-abk-wni-yang-dilarung-ke-laut-tuntut-pihak-penyalur-1tNLTP51fIV/" rel="nofollow">tidak mengetahui</a></strong>, <em>gengs</em>, bahwa jenazah-nya di buang ke laut.</p>
<p>Hal yang diketahui adalah kabar bahwa ABK tersebut sakit, setelah itu meninggal dan disemayamkan secara layak sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. <em>Hadeuhhh</em>, parah yaa, <em>cuy</em>.</p>
<p>Ada apa <em>nih</em> sebenarnya? Kok informasi yang disampaikan Bu Menlu malah berbedaseperti itu? Kita <em>gak</em> bisa secara langsung menuduh bahwa pemerintah Indonesia berbohong atau <em>gimana</em> sih.</p>
<p>Anehnya, setelah bertemu dengan pihak Dubes Tiongkok, Menlu kok ber-<em>statement</em> seperti ini ya, <em>gengs</em>? Ini siapa ya yang berbohong? Pihak Kedubes Tiongkok, Pemerintah Indonesia, atau pihak keluarga <em>nih</em>? Hmmm, kalau pihak keluarga yang berbohong, ini kemungkinan kecil ya, <em>gengs</em>. Pasalnya, ini menyangkut kematian anggota keluarga, <em>cuy</em>.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, semoga tindakan-tindakan yang melanggar hak para pekerja migran seperti ini bisa segera hilang dan tidak menimpa WNI lagi ya, <em>gengs</em>. Terlebih, Indonesia memang lemah ketika <em>bargain</em> dalam hal seperti ini.</p>
<p><em>Upsss</em>, buktinya, tidak sedikit <em>tuh</em> kejadian seperti ini yang menimpa WNI ketika bekerja di luar negeri tetapi pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal. Selain itu, tindakan perbudakan juga tidak menghargai nilai hak asasi manusia (HAM) ya, <em>cuy</em>. (F46)</p>
<p><iframe title="Politik di Balik Game: Final Fantasy VII" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/nOf2TkiuYr8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp_Image_2020-05-10_at_5_24_35_PM.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
