<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Penghidupan Pasal Penghinaan Presiden &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/penghidupan-pasal-penghinaan-presiden/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Sep 2019 04:38:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Penghidupan Pasal Penghinaan Presiden &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Sampul Jokowi Pinokio</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-sampul-jokowi-pinokio/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 12:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal Penghinaan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Penghidupan Pasal Penghinaan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64968</guid>

					<description><![CDATA[Majalah Tempo terbaru menampilkan gambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan bayangan yang berhidung panjang. Sampul tersebut menimbulkan kontroversi karena mengandung penghinaan terhadap presiden. PinterPolitik.com “See me on the magazine cover and they&#8217;re all on me” – Skepta, penyanyi rap grime asal Inggris Bagi sebagian besar penggemar dan penikmat musik hip-hop – khususnya para DJ, interpolasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Majalah Tempo terbaru menampilkan gambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan bayangan yang berhidung panjang. Sampul tersebut menimbulkan kontroversi karena mengandung penghinaan terhadap presiden.</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“See me on the magazine cover and they&#8217;re all on me” – Skepta, penyanyi rap <em>grime</em> asal Inggris</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>agi sebagian besar penggemar dan penikmat musik hip-hop – khususnya para DJ, interpolasi merupakan hal yang tidak asing lagi. <a href="https://www.merriam-webster.com/dictionary/interpolate/" rel="nofollow"><strong>Interpolasi</strong></a> sendiri dapat dipahami sebagai penambahan sesuatu hal lain agar menciptakan makna atau hal yang baru, seperti lagu “Holy Grail” milik JAY Z dan Justin Timberlake yang <a href="https://genius.com/Jay-z-holy-grail-lyrics#note-1902437"><strong>menginterpolasi</strong></a> lagu Nirvana.</p>
<p>Interpolasi semacam ini juga dilakukan oleh majalah Tempo. Berkaitan dengan isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), interpolasi Pinokio dalam sampul depan majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) digambarkan memiliki sosok bayangan yang berhidung panjang.</p>
<p>Namun, interpolasi ini memunculkan tudingan bahwa terdapat upaya mendiskreditkan dan menghina pribadi presiden dengan dimuatnya gambar tersebut. Majalah ini memang kerap menimbulkan kontroversial melalui gambar-gambar yang dimuat di sampul depannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Cover majalah <a href="https://twitter.com/tempodotco?ref_src=twsrc%5Etfw">@tempodotco</a> ini sangat menghina <a href="https://twitter.com/jokowi?ref_src=twsrc%5Etfw">@jokowi</a> sbg Presiden RI.</p>
<p>Tempo boleh tidak suka dgn revisi UU <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> &#8211; meskipun sebenarnya media tdk boleh berpihak. </p>
<p>Tapi membuat sebuah gambar yang menghina simbol negara ini, saya rasa sudah sangat keterlaluan ! <a href="https://t.co/37ClbLKKmx">pic.twitter.com/37ClbLKKmx</a></p>
<p>&mdash; Denny siregar (@Dennysiregar7) <a href="https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1173136331100180480?ref_src=twsrc%5Etfw">September 15, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ketika majalah Tempo membahas mengenai Soeharto secara khusus pada tahun 2008 misalnya, <a href="https://news.detik.com/berita/d-889495/majalah-tempo-minta-maaf-soal-cover-edisi-soeharto-"><strong>sampulnya</strong></a> yang merupakan interpolasi atas lukisan Leonardo Da Vinci menjadi polemik karena dianggap menyinggung kelompok agama tertentu. Selain Soeharto, majalah ini juga sempat menampilkan sosok yang diduga sebagai Habib Rizieq Shihab dalam bentuk <a href="https://www.viva.co.id/berita/metro/1017041-ini-lho-kartun-tempo-yang-bikin-fpi-tersinggung/" rel="nofollow"><strong>kartun</strong></a> pada tahun 2018 – menimbulkan <em>backlash</em> dari beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas).</p>
<p>Beberapa pertanyaan pun timbul. Mengapa pesan-pesan visual yang dimiliki oleh majalah Tempo dapat menyebabkan perdebatan politik? Lalu, bagaimana dengan perdebatan yang timbul dari sampul Jokowi Pinokio? Apa makna di balik perdebatan tersebut?</p>
<h4><strong>Diskursus Visual</strong></h4>
<p>Penggunaan pesan-pesan visual dalam politik tidak hanya dilakukan oleh majalah Tempo. Berbagai media lain juga menggunakan gambar sebagai amplifikasi pesan guna memunculkan emosi dari siapa saja yang melihat.</p>
<p>Richard K. Popp dan Andrew L. Mendelson dalam <a href="https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1464884909355913"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>‘X’-ing Out Enemies</em> menjelaskan bahwa gambar memainkan peran sentral dalam membentuk pemahaman masyarakat. Makna dari gambar ini biasanya dibentuk berdasarkan bagaimana gambar itu terstruktur, konteks penampilannya, dan pengetahuan pembaca yang tersituasi secara temporal dan spasial.</p>
<p>Popp dan Mendelson juga memberikan perbedaan dampak yang diberikan oleh pesan tekstual dan pesan visual. Gambar dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan pesan verbal untuk memunculkan respons yang spontan.</p>
<p>Berdasarkan proses semiotika, gambar memiliki dua komponen, yakni <em>signified</em> – konsep atau objek yang terwakili – dan <em>signifier</em> – penanda yang mewakili. Kombinasi di antara <em>signifiers</em> secara terstruktur akan menghasilkan makna tertentu.</p>
<p>Signifikansi gambar di media ini terlihat dalam sampul-sampul majalah. Berbagai majalah asal Amerika Serikat (AS) – seperti Time – tersebut kerap mengombinasikan <em>signified</em> dengan beberapa <em>signifier</em> sehingga dapat menghasilkan pesan tertentu.</p>
<p>Sampul majalah Time edisi 2 Juli 2018 misalnya, menggabungkan foto seorang anak imigran Amerika Latin yang tengah menangis dengan foto Presiden AS Donald Trump. Sontak, pengumuman sampul majalah tersebut menimbulkan banyak <a href="https://www.glamour.com/story/time-magazine-trump-migrant-child-crying-cover/" rel="nofollow"><strong>reaksi dari warganet</strong></a> yang mengecam kebijakan perbatasan Trump.</p>
<hr /><p><em>Gambar memainkan peran sentral dalam membentuk pemahaman masyarakat.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fdi-balik-sampul-jokowi-pinokio%2F&#038;text=Gambar%20memainkan%20peran%20sentral%20dalam%20membentuk%20pemahaman%20masyarakat.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Selain Time, Bloomberg Businessweek juga menyisipkan pesan visual dengan memasang foto Presiden AS Barack Obama yang hanya tampak sebagian di <a href="https://www.bloomberg.com/news/articles/2013-10-31/obamas-broken-promise-of-better-government-through-technology"><strong>sampul depannya</strong></a>. Lingkaran pelangi <em>loading</em> yang biasanya digunakan dalam komputer-komputer buatan Apple menyertai sampul tersebut sebagai <em>signifier</em>.</p>
<p>Sampul majalah tersebut bermaksud untuk menyindir Obama yang sebelumnya berjanji untuk menggunakan teknologi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah AS. Namun, nasib berbeda malah terjadi pada situs healthcare.gov yang harus mengalami gangguan.</p>
<p>Penggunaan gambar-gambar seperti Time dan Bloomberg Businessweek ini tentu memberikan dampak lanjutan. Popp dan Mendelson dalam tulisannya menjelaskan bahwa gambar dapat memberikan kontribusi besar bagi dialog atas pemikiran sosial bersama atas subjek yang digambarkan.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan sampul majalah Tempo yang menggambarkan bayangan Jokowi berhidung panjang seperti Pinokio?</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh Time dan Bloomberg Businessweek, Tempo juga memberikan pesan-pesan visual yang mengandung makna tertentu bagi publik. Seperti Time, masyarakat Indonesia menjadikan sampul majalah Tempo terbaru itu perdebatan mengenai isu pelemahan KPK – dengan <a href="https://twitter.com/search?q=%23PinokioIngkarJanji&amp;src=trend_click/" rel="nofollow"><strong>#PinokioIngkarJanji</strong></a> yang menjadi <em>trending topic</em> di Twitter.</p>
<p>Uniknya, isu pelemahan KPK ini bukan satu-satunya komponen yang didiskusikan. Perdebatan lain malah terjadi juga pada menghina atau tidaknya sampul majalah Tempo tersebut terhadap pribadi Presiden Jokowi.</p>
<p>Penulis Denny Siregar misalnya, melalui akun Twitter <a href="https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1173136331100180480/" rel="nofollow"><strong>@Dennysiregar7</strong></a> menganggap sampul majalah Tempo yang menggambarkan Jokowi sebagai Pinokio adalah bentuk penghinaan presiden sebagai simbol negara.</p>
<p>Mungkin, ragamnya perdebatan ini menjadi beralasan. Pasalnya, Popp dan Mendelson juga menyebutkan bahwa meski gambar memiliki kemampuan intertekstual lebih dibandingkan tulisan, sifatnya memiliki variasi makna juga memberikan pembacaan yang berbeda.</p>
<p>Terlepas dari variasi makna tersebut, mengapa isu penghinaan presiden menjadi penting? Apa implikasi lebih lanjut dari perdebatan ini?</p>
<h4><strong>Penghinaan Presiden?</strong></h4>
<p>Adanya anggapan bahwa sampul majalah Tempo telah menghina presiden bisa jadi berkaitan dengan adanya <a href="https://m.hukumonline.com/pusatdata/detail/17797/node/481/rancangan-uu-kitab-uu-hukum-pidana-tahun-2002-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" rel="nofollow"><strong>Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana</strong></a> (RUU KUHP). Pasalnya, dalam waktu dekat, RUU ini akan segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).</p>
<p>RUU KUHP tersebut mengatur mengenai tindak pidana terhadap martabat presiden dan wakil presiden pada Bab II. Dalam bab tersebut, terdapat Pasal 218 dan Pasal 219 yang dapat memidanakan siapa saja yang dianggap menyerang kehormatan presiden.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B2eRVf4JpXP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B2eRVf4JpXP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B2eRVf4JpXP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Sampul Majalah Tempo menimbulkan perdebatan. Nantikan artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #jokowi #majalahtempo #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-09-16T13:00:14+00:00">Sep 16, 2019 at 6:00am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Setidaknya, sampul majalah Tempo beberapa waktu lalu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana melalui Pasal 219. Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa siapa saja yang menyebarkan gambar, tulisan, atau rekaman yang menyerang kehormatan dan martabat presiden dan wapres dapat dikenai hukuman penjara selama empat tahun.</p>
<p>Adanya RUU ini bisa jadi berkaitan dengan strategi politik Jokowi yang disebut-sebut memiliki kecenderungan untuk menggunakan cara-cara yang otoritatif. Thomas Power dalam <a href="https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00074918.2018.1549918"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Jokowi’s Authoritarian Turn and Indonesia’s Democratic Decline</em> menjelaskan bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut menggunakan instrumen-instrumen hukum guna melawan oposisi-oposisi politiknya.</p>
<p>Uniknya, adanya anggapan terkait upaya penghinaan presiden oleh majalah Tempo ini bisa saja memunculkan diskursus yang mendukung tindakan-tindakan otoritatif tersebut. Asumsi tentang adanya penghinaan presiden ini seakan-akan menimbulkan kewajaran bahwa upaya kritis Tempo dapat tergolong sebagai tindakan yang salah.</p>
<p>Mengacu pada <a href="https://webs.wofford.edu/whisnantcj/his389/foucault_discourse.pdf"><strong>pemikiran Michel Foucault</strong></a> – filsuf asal Prancis, pengetahuan (<em>knowledge</em>) memiliki hubungan yang saling mengartikan dengan <em>power</em>. <em>Power</em> sendiri dalam pandangan <em>Foucault</em> tidaklah statis antara satu pihak dengan satu pihak lainnya, melainkan bersifat dinamis dan berada di antara hubungan-hubungan sosial yang terbangun.</p>
<p>Dari sini, Foucault meyakini bahwa pengetahuan dapat mendorong adanya pelaksanaan <em>power</em>. Pengetahuan yang berasal dari persepsi individu terhadap dunia dan lingkungan sekitarnya dibentuk melalui diskursus. Diskursus juga membangun “kebenaran” yang diyakini.</p>
<p>Adanya perubahan dalam diskursus ini dapat membawa dampak tertentu. Foucault memberi contoh atas perubahan diskursus dalam bidang hukum. Perubahan diskursus legal juga dapat membawa pada sistem hukum, seperti metode hukuman pidana.</p>
<p>Pemikiran Foucault ini setidaknya dapat ditarik kembali pada polemik sampul majalah Tempo. Bukan tidak mungkin bahwa adanya diskursus penghinaan presiden mendorong persepsi dan “kebenaran” baru di masyarakat sehingga menimbulkan kewajaran apabila kritik terhadap presiden perlu dianggap sebagai tindak pidana.</p>
<p>Meski begitu, gambaran keterkaitan antara polemik sampul majalah Tempo dengan pasal penghinaan presiden RUU KUHP tersebut belum dapat dipastikan. Pasalnya, diskursus itu sendiri masih hanya didorong oleh beberapa individu, bukan Jokowi yang justru lebih memiliki <em>power</em> dalam membangun pengetahuan dan “kebenaran” di masyarakat.</p>
<p>Yang jelas, seperti perasaan yang diungkapkan dalam lirik <em>rapper</em> Skepta di awal tulisan, menjadi tampilan utama dalam sampul depan majalah memang menarik banyak perhatian orang, entah perhatian yang bagaimana diberikan masyarakat. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="YiO4m9lb1Cg"><iframe title="Sejarah Amendemen UUD 1945, Untuk Siapa?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/YiO4m9lb1Cg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/relawan-jokowi-mania-laporkan-majalah-tempo-tirto.id-copy-2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JK: Ayo ‘Serang’ Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jk-ayo-serang-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2018 05:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal Penghinaan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Penghidupan Pasal Penghinaan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden Jusuf Kalla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21493</guid>

					<description><![CDATA[“Aku tidak pernah merencanakan untuk mencederai lawan dengan sengaja, kecuali jika itu, kau tahu, penting”. ~ Dick Butkus PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]acana penghidupan pasal penghinaan terhadap Presiden menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang setuju, ada pula yang menentang keras. Wajarlah bila aturan ini menjadi kontroversi. Apakah penghidupan pasal penghinaan terhadap Presiden ini adalah bentuk upaya Pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Aku tidak pernah merencanakan untuk mencederai lawan dengan sengaja, kecuali jika itu, kau tahu, penting”. ~ Dick Butkus</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]acana penghidupan pasal penghinaan terhadap Presiden menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.</p>
<p>Ada yang setuju, ada pula yang menentang keras. Wajarlah bila aturan ini menjadi kontroversi. Apakah penghidupan pasal penghinaan terhadap Presiden ini adalah bentuk upaya Pemerintah memotong lidah rakyat? <em>Uuuuuhhhh,</em> <em>wiii </em>serem kali <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi masa sih rakyat dilarang mengungkapkan kritik kepada pemimpinnya sendiri. Kalau pemimpinnya melakukan kesalahan, terus yang mau ngasih kritik konstruktif siapa? <em>Weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Nah, berhubung kritik memiliki beragam bentuk, otomatis kritik manis sampai pedas sekalipun sah – sah saja, asal tidak menghina. <em>Hmmm</em>, kalau sudah menghina sih itu sudah tak sehatlah, bukan begitu maunya pemerintah? <em>Weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Kritik itu kan tergantung bagaimana kreativitas kritikus mengemasnya. Tapi ngomong-ngomong ada kekhawatiran ga sih bagi para kritikus takut dipenjara akibat kritiknya? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Kalau idealnya sih, seharusnya tak ada halangan apapun yang bisa membuat para kritikus itu bungkam. Tapi kalau pasal penghinaan Presiden ini dihidupkan, akankah kita kembali ke era di mana kita tak boleh menyapa pemerintah dengan kritik?</p>
<p><em>Wedeeew</em>, orba jilid teranyar nih <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi tenang, para kritikus bisa bernafas lega karena Wakil Presiden Jusuf Kalla berpihak kepada kritikus. Akhirnya ada juga yang membela dari lingkaran pemerintah, <em>weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>JK bahkan sangat mempersilahkan dan memperbolehkan pihak manapun untuk menyerang Jokowi. <em>Weeeewww, </em>seriusan nih Pak JK? Tapi kalau gara – gara begini JK tak lagi dipinang jadi Wapres di 2019 ga papa emangnya? Emang udah nggak bisa juga sih sebenernya hehe.</p>
<p><em>Uhuuukkk, uhuuukk. </em>Santai aja, kan JK mau pensiun dari dunia politik, <em>weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p><em>Ah syudaaahhhlah.</em> Mungkin JK inginkan masyarakat Indonesia untuk bebas berekspresi dan mengungkapkan pendapat, tak ada sekat sama sekali.</p>
<p><em>Hmmm, </em>berarti JK setuju bila ada yang menghina Presiden Jokowi? Oh kalau urusan itu JK tak setuju. Loh gimana sih?</p>
<p>JK memperbolehkan menyerang Jokowi, itu artinya boleh saja mengkritik, asal tidak menghina. Oh begitu toh, <em>weleeeh weleeeh</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Jusuf-Kalla-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
