<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pengacara Setya Novanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pengacara-setya-novanto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Apr 2019 10:40:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pengacara Setya Novanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fredrich, Si Raja Ngeluh</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fredrich-si-raja-ngeluh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 08:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fredrich Minta Jadi Tahanan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Fredrich Yunadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Mega Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[Pengacara Setya Novanto]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Fredrich]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24704</guid>

					<description><![CDATA[“Selama kita masih hidup tidak ada hukuman, yang ada adalah peringatan agar kita memperbaiki diri.” ~ Mario Teguh PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]antan pengacara Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi KTP-el, Fredrich Yunadi memang ikut terjerumus dalam pusaran kasus. Walaupun tak ikut korupsi, tapi Fredrich menjadi batu pengganjal saat dilakukan penyidikan untuk Setya Novanto. Sudah tau jadi penghambat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Selama kita masih hidup tidak ada hukuman, yang ada adalah peringatan agar kita memperbaiki diri.” ~ Mario Teguh</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]antan pengacara Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi KTP-el, Fredrich Yunadi memang ikut terjerumus dalam pusaran kasus. Walaupun tak ikut korupsi, tapi Fredrich menjadi batu pengganjal saat dilakukan penyidikan untuk Setya Novanto.</p>
<p>Sudah tau jadi penghambat. <em>Ehhh</em> bukannya kapok, Fredrich lagi dan lagi memancing komentar karena tingkahnya yang <em>neko –neko</em>. Minta inilah, minta itulah.</p>
<p>Fredrich harusnya ikuti saja proses hukum yang berjalan, jangan malah minta yang aneh – aneh. Emangnya Fredrich ga sadar apa yang sudah dilakukannya ya? Jangan mentang – mentang pengacara, jadi tahu celah buat melakukan pembelaan. Ikuti aja, kalau benar bilang benar, kalau salah bilang salah.</p>
<p>Setidaknya ada pembelajaran, cara untuk berkata jujur itu gimana, <em>weleeeeh weleeeh. </em>Lagian suruh siapa coba, udah enak jadi pengacara <em>ehhh</em> malah banting setir jadi sutradara drama begitu? <em>Hadeuuuhhh, </em>keren juga engga itu drama, namanya aja drama kocak, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Ujung –ujungnya kena batunya sendiri, enak kan? <em>Hmmm, </em>giliran harus mempertanggungjawabkan tingkah lakunya, <em>kok </em>Fredrich malah banyak mintanya ya. Minta apaan emang?</p>
<p>Jangan sampe aja Fredrich minta liburan ke luar negeri, tahu sendiri kan gimana parlentenya pengacara kondang yang satu ini, <em>weleeeeh weleeeh, </em>Rp 5 miliar dibuang buat sekali liburan, ampun <em>dah</em> ah.</p>
<p>Awalnya sih, Fredrich minta supaya jangan ada sedikit pun tayangan CCTV yang diputar, lah emangnya kenapa? Supaya taulah apa yang sebenernya dilakukan di Rumah Sakit pas Setya Novanto dirawat, siapa tahu kan bikin kita jadi sedih dan terharu.</p>
<p>Terharunya bukan karena sakitnya, tapi karena <em>hadeuuuhhh </em>ini orang bikin drama begini amat ya, ketahuan banget, <em>upppsss weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Belakangan ini Fredrich minta aneh – aneh lagi, <em>hadeuuuhhh, </em>banyak banget maunya <em>dah</em>. Fredrich kini minta untuk ditahan di rumah aja, alias jadi tahanan rumah. <em>Woailaaahhh, </em>enak bener tinggal di rumah, kayak ga ada apa – apa gitu? Ngerasa ga <em>ngelakuin</em> salah apa – apa hah?</p>
<p>Bukannya begitu, katanya sih, Fredrich sakit jantung. <em>Hmmm, </em>suruh periksa aja dulu ke Rumah Sakit supaya jelas dan ga ada drama lagi. Terdakwa lain sih banyak yang sakitnya lebih parah dari Fredrich tapi tetep aja dibui.</p>
<p>Jangan ngeluh lagi ya, nikmati saja hukumannya, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/fredrich-2-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fredrich Lancang ‘Perintah’ Hakim</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fredrich-lancang-perintah-hakim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2018 10:01:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fredrich Yunadi]]></category>
		<category><![CDATA[hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Mega Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengacara Setya Novanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22314</guid>

					<description><![CDATA[“Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.” ~ Buya Hamka PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]antan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi merasa dilecehkan dan dipermalukan akibat rompi oranye yang dikenakannya. Merasa tak nyaman ya? Hanya satu kata, sabar! Fredrich menganggap ia adalah tahanan Pengadilan dan bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.” ~ Buya Hamka</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]antan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi merasa dilecehkan dan dipermalukan akibat rompi oranye yang dikenakannya. Merasa tak nyaman ya? Hanya satu kata, sabar!</p>
<p>Fredrich menganggap ia adalah tahanan Pengadilan dan bukan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi, Fredrich merasa tak perlu mengenakan rompi oranye itu.</p>
<p>Tapi kira – kira Fredrich malu ga ya, kalau jadi ‘sutradara’ dari drama yang dilakoni Setya Novanto pada masa lampau? Oh iya, ga malu ya, bisa jadi malah bangga, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Fredrich merasa dipermalukan dengan memakai baju tahanan tersebut. <a href="https://t.co/ELMaq9hyi2">https://t.co/ELMaq9hyi2</a></p>
<p>— Majalah Intisari (@IntisariOnline) <a href="https://twitter.com/IntisariOnline/status/966590131837825024?ref_src=twsrc%5Etfw">February 22, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Masa yang paling memalukan bagi Fredrich saat ini, bukan karena tak bisa berlibur dengan membawa Rp 5 miliar, tapi karena Fredrich alergi harus berhadapan dengan wartawan. Nah loh, kenapa begitu? <em>Uuuuhhhh,</em> ternyata Fredrich mengaku malu mengenakan rompi oranye, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Masih punya toh? Laaaah punya apa? Punya itu loh. Apaan sih, punya apa? Itu loooh. Ternyata masih punya malu juga, <em>wadezzzziiiigg.</em></p>
<p>Memangnya kenapa sih dengan rompi oranye? Coba kasih alasannya dong, jangan cuma karena ga terlihat keren aja, <em>hmmm.</em></p>
<p>Apa mungkin, Fredrich ga mau pake rompi oranye itu karena enggak bermerk terkenal? <em>Haduuuuhh</em>, sudahlah, Fredrich jangan dulu mewah &#8211; mewahan deh, prihatin dulu sementara ini ya, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Saking <em>ngotot </em>tak mau mengenakan rompi oranye itu, Fredrich malah menyuruh Hakim membuatkannya baju tahanan. <em>Hadeuuuhh</em> ada – ada aja. Masa sekelas Fredrich yang katanya pengacara kondang ga tau tugas hakim itu apa. Ampun dah ah, <em>heuuuuhhhh.</em></p>
<p>Dari mana asalnya coba, kalau tugas Hakim itu membuatkan baju tahanan? <em>Weleeeeh weleeeeh</em>, <em>ocang</em> amat, <em>ocang</em> kalau dibalik <em>ngaco</em>, <em>wkwkwk</em>.</p>
<p>Emang kalau Fredrich mau bikin baju tahanan itu modelnya kayak gimana sih? Bahannya emangnya mau pake bahan apa? Katun atau karung? <em>Upppsss.</em></p>
<p>Nah kalau ukurannya apa? <em>Woailaaaaahhh, </em>sekalian aja nanti dibuatkan dulu desainnya ya sama <em>fashion designer.</em> Supaya nanti baju tahanannya cocok sama kesan kemewahan ala Fredrich, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fredrich-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dedi Mulyadi Menuju DPP Golkar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/dedi-mulyadi-menuju-dpp-golkar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R17]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 10:18:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengacara Setya Novanto]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17528</guid>

					<description><![CDATA[Kang Dedi menjadi whip bagi Golkar kubu pemerintah yang telah menyerah kepada Setya dan mulai menaruh harapan kepada Airlangga. PinterPolitik.com Whip atau cambuk dalam bahasa Indonesia, di dunia politik diartikan sebagai seorang politisi yang berperan signifikan dalam menggaet suara di internal partai yang penting terhadap sikap atau kebijakan partai. Sejauh dua minggu terakhir, Dedi Mulyadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kang Dedi menjadi <em>whip</em> bagi Golkar kubu pemerintah yang telah menyerah kepada Setya dan mulai menaruh harapan kepada Airlangga.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap3">W</span>hip</em> atau <em>cambuk</em> dalam bahasa Indonesia, di dunia politik diartikan sebagai seorang politisi yang berperan signifikan dalam menggaet suara di internal partai yang penting terhadap sikap atau kebijakan partai.</p>
<p>Sejauh dua minggu terakhir, Dedi Mulyadi yang menjabat Ketua DPD I Golkar Jawa Barat berperan <em>mencambuk</em> suara DPD I di provinsi-provinsi lain hingga ke organisasi-organisasi sayap untuk mendorong diselenggarakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sesegera mungkin.</p>
<p>Saat ini Golkar memang masih menghadapi kegamangan di internal partainya. Banyak suara-suara samar yang tetap menolak Munaslub yang telah diklaim oleh Dedi akan jadi dilaksanakan. Dedi menepis kabar tentang suara-suara tersebut, dan menyebutnya sebagai ‘suara yang tak ingin Golkar solid’.</p>
<p>Ya, bagi Dedi, Golkar saat ini di bawah ‘arahannya’ telah menjadi Golkar paling solid sepanjang sejarah.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Dedi Mulyadi: Suara Partai Golkar Sudah Bulat untuk Munaslub <a href="https://t.co/G4InAOQkp1">https://t.co/G4InAOQkp1</a></p>
<p>— Republika.co.id (@republikaonline) <a href="https://twitter.com/republikaonline/status/937887353711898625?ref_src=twsrc%5Etfw">December 5, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Dedi memang secara terbuka telah mendukung Airlangga Hartarto dan secara langsung mengajukan nama Airlangga kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Banyak yang menyebut hal ini terasa ‘aman’ melihat Dedi semakin dekat dan merapat dengan Golkar ‘kubu pemerintah’. <strong>(Baca juga: <a href="https://pinterpolitik.com/mungkinkah-setnov-dimakzulkan/">Mungkinkah Setnov Dimakzulkan?</a>)</strong></p>
<p>Di sisi lain, ada juga pihak yang mendukung Munaslub dan majunya Airlangga, namun sebenarnya tidak ada dalam ‘kubu pemerintah’, salah satunya Agung Laksono. Agung yang dekat dengan kubu Akbar Tanjung memang sempat mengatakan kalau dukungan Golkar kepada Ridwan Kamil di Jawa Barat akan dievaluasi pasca Munaslub. Padahal, beberapa pihak menyebut dukungan Golkar kepada Ridwan Kamil sudah integral menjadi dukungan pemerintah, begitu indikasi yang lama terlihat.</p>
<p>Lantas, Dedi Mulyadi yang tentu diuntungkan dengan dorongan kubu Agung Laksono ini, terlihat tidak mengambil kesempatan tersebut. Mungkin Dedi merasa kemungkinan untuk merebut kembali tiket Jawa Barat dengan bantuan Akbar Tanjung CS sangatlah kecil. Ia tetap mengikuti garis dukungan pemerintah dengan mendukung Airlangga.</p>
<p>Lalu, apa yang diincar Dedi? Mungkinkah sehabis pergantian Ketum, Dedi akan turut masuk jajaran DPP Golkar yang baru? Ataukah Dedi malah akan memanfaatkan dukungan DPD II se-Jawa Barat untuk meminta Airlangga mengembalikan dukungan Golkar di Jawa Barat ke tangannya?</p>
<h4><strong>Pengabdi Purwakarta</strong></h4>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center">
<p style="text-align: center;"><em>Politics means implementation of the best ideas for the society in the path of wellbeing and progress</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>-Abhijit Naskar-</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Dedi adalah salah satu contoh pemimpin yang merasakan kehidupan dari bawah. Ia lahir di Subang, kabupaten yang letaknya persis di timur Purwakarta, dari keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah prajurit karir TNI yang pensiun dini dan ibunya adalah pegawai Palang Merah Indonesia yang tak pernah mengecap pendidikan formal. Hari-hari muda Dedi pun, diakuinya, diisi dengan membantu ayahnya di sawah garapan.</p>
<p>Karir politiknya kemudian dimulai dari bawah, ketika ia baru saja lulus dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta pada tahun 1999. Berkat aktivitas politik kampusnya, ia berhasil meraih kursi DPRD Purwakarta di tahun yang sama melalui Partai Golkar. Karir politiknya ditunjukkan dengan terus memimpin dengan bersih, dan membawanya sampai kursi Bupati Purwakarta saat ini.</p>
<p>Dedi kembali membuktikan integritasnya. Purwakarta dinobatkan menjadi salah satu daerah yang seluruh pejabatnya bersih hampir 100%, <a href="https://www.jawapos.com/read/2016/12/15/71119/diapresiasi-kpk-laporan-harta-kekayaan-di-daerah-ini-nyaris-sempurna-">menurut laporan KPK pada 2016</a>. Pembangunan di Purwakarta pun berjalan positif, antara lain dengan kebijakan pengadaan listrik dan pembangunan infrastruktur di ribuan kampung sampai penyediaan ratusan ambulans gratis.</p>
<p>Ditambah lagi, Purwakarta pada era kepemimpinan Dedi dikenal dengan adopsi kebudayaan Sunda yang kuat. Kebijakan pemasangan patung-patung wayang dan sinkretisme nilai Islam dengan Sunda menjadi buktinya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-17532" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-Putra-Subang-Pengabdi-Purwakarta-R17-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Berkat prestasinya di kabupaten, Dedi bahkan langsung ditunjuk sebagai Ketua DPD I Golkar tingkat provinsi di tahun 2016. Golkar Jawa Barat ikut ketularan popularitas dan elektabilitas Dedi, yang sukses mengonsolidasikan DPD II se-Jawa Barat dan sukses menjalankan <a href="http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/08/01/10-alasan-memilih-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-jabar-2018/">kebijakan-kebijakan inovatif</a> di daerahnya.</p>
<p>Kaderisasi partai adalah semangat Dedi sepanjang karirnya, semangat yang telah mengangkatnya dari bawah. Kritik terhadap kaderisasi Golkar, juga sempat menjadi sikap Dedi menyoal pencalonan Ridwan Kamil, pada Oktober lalu.</p>
<h4><strong>Sudahkah Bersahabat dengan Ridwan Kamil?</strong></h4>
<p>Lantas, masihkah Dedi mengritik pimpinan pusat Golkar dan terus sakit hati karena dikhianati? Kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, tidak! Dedi orang yang penyabar. Sebagai politisi, Dedi juga mengaku mendapat pendewasaan politik dari pemahamannya akan keinginan DPP Golkar di Jawa Barat. Ia malah memberi selamat, dukungan, bahkan akan mengundang Ridwan Kamil untuk pemenangan Jabar.</p>
<p>Hal ini memperkuat indikasi bahwa Dedi yang <em>malu-malu</em> ini tak akan pergi dari Golkar, sekalipun gosip kedekatannya dengan PDIP sempat berhembus. Mungkin ada benarnya, bila Dedi telah berbicara dengan Idrus Marham perihal <a href="http://regional.kompas.com/read/2017/11/04/20583481/idrus-marham-sebut-dedi-mulyadi-tak-mungkin-khianati-partai-golkar">kesetiaannya kepada Golkar</a> dan tetap akan membantu Golkar di Jabar.</p>
<p>Dukungan dari kader Golkar Jawa Barat lainnya, seperti Agun Gunanjar dan Nurul Arifin nampaknya sudah tak berarti banyak bagi Dedi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Agun akan terus dorong Dedi Mulyadi jadi cagub Jabar dari Golkar | <a href="https://t.co/0E6ufVpe6t">https://t.co/0E6ufVpe6t</a> <a href="https://t.co/nLdkREHvAh">https://t.co/nLdkREHvAh</a> lewat <a href="https://twitter.com/merdekadotcom?ref_src=twsrc%5Etfw">@merdekadotcom</a></p>
<p>— Agun Gunandjar S (@kangagun) <a href="https://twitter.com/kangagun/status/917200816796090369?ref_src=twsrc%5Etfw">October 9, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebagai seorang pemimpin daerah, Kang Dedi dan Kang Emil memang mempunyai perbedaan mendasar. Kang Emil yang memimpin sebuah kota, apalagi ibu kota provinsi, memiliki tuntutan untuk melakukan modernisasi kota. Inovasi ini dilakukan Emil dengan membuat kebijakan yang ramah terhadap investasi, baik nasional hingga internasional.</p>
<p>Hal ini berbeda dengan Kang Dedi yang memimpin kabupaten dengan 17 kecamatan dan lebih dari 200 desa di dalamnya. Kondisi ini juga menjadikan Kang Dedi tak akrab dengan investasi dan pembangunan kota, serta lebih mengedepankan inovasi pendidikan dan kebudayaan yang mendasar bagi masyarakat desa, seperti program <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/04/13/131-desa-di-purwakarta-tahun-ini-terkoneksi-wifi-398940"><em>wifi</em> masuk desa</a> dan pembangunan infrastruktur desa.</p>
<p>Karena sekali lagi, proses di dalam penentuan cagub Jabar sangat mengedepankan kedekatan dengan dunia bisnis, seperti halnya pemerintahan Bandung yang empat tahun dipimpin oleh Ridwan Kamil. Jawa Barat adalah pusat industri dan bisnis-bisnis besar di Indonesia, dan nama Ridwan Kamil adalah yang paling tepat di mata Golkar – dan oleh banyak pihak disebut juga tepat di mata kelompok pebisnis. Ada selentingan yang menyebut bahwa Kang Emil didukung oleh banyak pebisnis golongan kelas atas. <strong>(Baca juga: <a href="https://pinterpolitik.com/kang-emil-pasti-menang/">Kang Emil Pasti Menang</a>)</strong></p>
<p>Di tengah perbedaan tersebut, Dedi dan Emil selalu saling memuji dan menunjukkan persahabatan. Rivalitas Dedi dan Emil yang sering digambarkan media, seolah sudah tidak relevan lagi. Dedi sepertinya akan mencari (atau telah mendapatkan) jalan lain menuju kekuasaan yang lebih tinggi, yakni melalui kisruh Golkar pusat.</p>
<p>Vokalnya ia menghadapi kisruh Golkar pusat bisa jadi obat pahitnya dari Jawa Barat. Dengan begitu, ia berharap sembuh dan malah mendapatkan pencapaian politik yang lebih tinggi lagi di pusat, katakanlah dengan menjadi pengurus pusat.</p>
<h4><strong>DPP Golkar, Jalan Dedi Selanjutnya</strong></h4>
<p>Sang <a href="http://dangiangkisunda.com/makna-filosofis-dari-dangiang-ki-sunda/">Dangiang Ki Sunda</a> (orang Sunda dengan perangai bersih) sedang mengambil jalan cepat menuju kekuasaan, sekalipun dia tak terlihat berambisi mengejar kuasa. Berkali-kali terlihat dewasa dan bijaksana menyikapi dirinya yang diabaikan oleh DPP Golkar, kini ia ingin ikut mengobrak-abrik DPP Golkar tersebut.</p>
<p>Usaha Dedi sejauh ini ditunjukkan dengan mendorong Munaslub pasca Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka. Sejak awal, dia adalah yang paling vokal menggagas pergantian Setya Novanto pasca-penetapan tersangka e-KTP untuk kedua kalinya.</p>
<p>Menurutnya, jajaran elit Golkar akan terus mengulur Munaslub sekalipun nanti Setya kalah di praperadilan. Skenario rapat-rapat pleno yang dilakukan DPP Golkar untuk mengulur kasus Papa Minta Saham waktu itu, adalah salah satu buktinya. Karenanya, Munaslub adalah suatu keharusan, dan mendorong Airlangga adalah cara terbaik untuk tetap dekat dengan Jokowi.</p>
<p>Selain Airlangga ‘diangkat’ dengan dukungan dari jajaran atas, seperti presiden, wapres, dan elit Golkar lain, Dedi juga berperan penting dalam menggalang dukungan dari bawah. Dedi menyokong Airlangga dalam kurun waktu seminggu, dengan menggalang dukungan resmi dari 32 DPD I Golkar di seluruh Indonesia, hal yang patut diapresiasi di tengah masih kuatnya pengaruh Setya Novanto di daerah.</p>
<p><em>Sungguh kemampuan cambuk yang luar biasa.</em></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-17534" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-05-INFOGRAFIS-Dedi-mulyadi-calon-pengurus-dpp-golkar-R17-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Dedi ibarat <em>foot soldier</em> yang bergerilya mencari dukungan ke daerah-daerah. Bahkan, tak hanya DPD hampir seluruh provinsi, ormas-ormas sayap Golkar pun telah diklaim mendukung Airlangga. Adu kuat setidaknya telah berjalan seimbang antara kubu Setya Novanto dengan kubu Airlangga Hartarto.</p>
<p>Ada dua skenario jalan politik Dedi bila sukses mengantarkan Airlangga ke singgasana: mengambil jabatan yang sudah pasti akan diberikan oleh Airlangga kepadanya di DPP, atau kembali ke DPD Jawa Barat dan meminta Airlangga memberikan rekomendasi dirinya untuk Pilkada Jawa Barat 2018.</p>
<p>Di ujung usahanya, Dedi seperti tak mengharapkan Pilgub Jabar kembali ke tangannya. Dia tahu, Kang Emil sahabatnya, adalah yang paling cocok sebagai calon dari Golkar untuk Jawa Barat, partai para pengusaha ini.</p>
<p>Sementara jalan menuju Sekretariat Jenderal DPP Golkar akan lebih terbuka lebar untuknya.</p>
<p>Selamat tinggal, Idrus Marham. <strong>(R17)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/ucapkan-selamat-ini-harapan-dedi-mulyadi-kepada-anies-sandi-LTmOHNYUGJ.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
