<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pendukung Jokowi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pendukung-jokowi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Nov 2019 06:43:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pendukung Jokowi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hijrah Massal Pendukung Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/hijrah-massal-pendukung-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2019 02:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69754</guid>

					<description><![CDATA[“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa,” – Ebiet G. Ade, Titip Rindu Buat Ayah PinterPolitik.com Rencana penerbitan izin ormas Front Pembela Islam ternyata menimbulkan riuh tersendiri di media sosial. Isu semacam ini memang tergolong rentan menuai pro dan kontra terutama dengan polarisasi yang tajam pasca Pilpres 2019. Untuk memberi konteks, beberapa waktu lalu Menteri Agama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa,” – Ebiet G. Ade, <em>Titip Rindu Buat Ayah</em></strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">R</span>encana penerbitan izin ormas Front Pembela Islam ternyata menimbulkan riuh tersendiri di media sosial. Isu semacam ini memang tergolong rentan menuai pro dan kontra terutama dengan polarisasi yang tajam pasca Pilpres 2019.</p>
<p>Untuk memberi konteks, beberapa waktu lalu Menteri Agama Fachrul Razi sempat menyatakan kalau dirinya adalah orang paling pertama yang <a href="https://cnnindonesia.com/nasional/20191127180308-20-452069/menag-saya-orang-pertama-yang-dorong-izin-fpi-diperpanjang">merekomendasikan</a> perpanjangan izin FPI. Katanya, FPI sekarang ini sudah berjanji tidak akan lagi mempertanyakan Pancasila dan juga tak akan melanggar hukum.</p>
<p>Hal ini tergolong kontras kalau melihat langkah pemerintah sebelumnya yang justru mempertimbangkan tidak memperpanjang izin mereka.</p>
<p>Nah, wacana ini otomatis menuai respons keras dari berbagai elemen pendukung Jokowi. Maklum, para <em>buzzer</em> Pak Jokowi di media sosial ini kan sepertinya keras banget menghantam ormas Islam berhaluan konservatif seperti FPI. Segala macam istilah seperti kadal gurun (kadrun) kan memang digunakan mereka untuk melabeli kelompok seperti FPI ini.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Yang visi misi organisasinya soal khilafah sebaiknya gak usah diteruskan izinnya. </p>
<p>Mendagri dan Menag perlu memeriksa AD/ART FPI<a href="https://twitter.com/hashtag/FPIexpired?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#FPIexpired</a> <a href="https://t.co/Xx1USPpm6o">pic.twitter.com/Xx1USPpm6o</a></p>
<p>&mdash; Eko Kuntadhi (@eko_kuntadhi) <a href="https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1199642074875719681?ref_src=twsrc%5Etfw">November 27, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Nah, merujuk pada kondisi tersebut mungkin aja akan terjadi hijrah massal dari para pendukung Jokowi. Kan, mereka sudah berapi-api menyerang FPI sampai mainin istilah kadrun. Sekarang, pemerintahan yang mereka puja-puja karena dianggap anti kadrun sekarang justru sedang mempertimbangkan perpanjangan izin FPI. Apa mereka gak malu udah mati-matian mainan tagar?</p>
<p>Di lain pihak, dari kubu yang dilabeli kadrun ini justru bisa mengalami keuntungan. Gimana enggak, salah satu ormas utama pendukung perjuangan mereka kini berpotensi bersinar kembali, alih-alih ditutup permanen. Wajar kalau misalnya ada yang justru senang dengan pemerintahan Pak Jokowi akibat perpanjangan izin ini.</p>
<p>Di luar itu, wacana pemerintah ini mungkin sebenarnya membuat kita jadi harus mempertanyakan kembali soal istilah radikalisme di negeri ini. Sekarang ini kan pemerintah sedang rajin menyuarakan kebijakan anti-radikalisme.</p>
<p>Sementara itu, FPI sendiri adalah ormas yang kerap dicap radikal oleh banyak orang. Nah, sekarang ormas yang dicap radikal itu justru akan diperpanjang izinnya oleh pemerintah. Dari hal itu, sebenarnya radikalisme itu seperti apa sih? Kok bisa sekarang FPI malah mau diperpanjang izinnya?</p>
<p>Ya  udah deh, kita tunggu aja nih, apakah akan beneran ada hijrah massal pendukung Jokowi gegara izin FPI ini. Lebih jauh, FPI dan simpatisannya mau hijrah juga gak ya jadi pendukung Jokowi akibat hal ini? (H33)</p>
<p><iframe title="Layakkah Soeharto jadi Pahlawan Nasional?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/znLSgDqfStA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Relawan-Jokowi-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Habis Cebong-Kampret Terbitlah Kadrun-Togog</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/habis-cebong-kampret-terbitlah-kadrun-togog/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 02:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kadrun - Togog]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69370</guid>

					<description><![CDATA[Kadrun-Togog jadi istilah polarisasi politik terbaru. Kadrun (Kadal Gurun) digunakan oleh pendukung garis keras Jokowi. Diindetikan dengan keturunan Arab atau yang berpakaian kearab-araban.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-69350 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog.jpg" alt="Kadrun-Togog jadi istilah polarisasi politik terbaru" width="1080" height="1350" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
<p>Kadrun-Togog jadi istilah polarisasi politik terbaru. Kadrun (Kadal Gurun) digunakan oleh pendukung garis keras Jokowi. Diindetikan dengan keturunan Arab atau yang berpakaian kearab-araban.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Habis-Cebong-Kampret-Terbitlah-Kadrun-Togog-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yusril Merapat Ke Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/yusril-merapat-ke-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2018 11:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43289</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43263 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi.jpg" alt="Di Balik Yusril Dekati Jokowi" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Infografis-Yusril-Merapat-ke-Jokowi-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Pancasila Dukung Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pemuda-pancasila-dukung-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2018 11:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43287</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43288 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1.jpg" alt="Pemuda Pancasila Dukung Jokowi" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pemuda-Pancasila-Dukung-Jokowi-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Local Strongman Penentu Suara?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/local-strongman-penentu-suara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2018 11:31:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Atut Chosiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43284</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43239 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara-.jpg" alt="Upaya Jokowi Genggam Local Strongmen" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Local-Strongman-Penentu-Suara--1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Natalius: Pendukung Jokowi Bermental “Budak”!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/natalius-pendukung-jokowi-bermental-budak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 12:10:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Natalius Pigai]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40488</guid>

					<description><![CDATA[“Burung tersebut memang nggak akan lari, tapi burung tanpa sayap sudah bukan burung lagi. Dan manusia tanpa mimpi, sudah bukan manusia lagi.” PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]antan Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menilai, para pemimpin di Papua yang menyatakan dukungan kepada orang yang memiliki kekuasaan, uang, dan jabatan bermental inlander! Gile, langsung terasa kembali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Burung tersebut memang nggak akan lari, tapi burung tanpa sayap sudah bukan burung lagi. Dan manusia tanpa mimpi, sudah bukan manusia lagi.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]antan Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menilai, para pemimpin di Papua yang menyatakan dukungan kepada orang yang memiliki kekuasaan, uang, dan jabatan bermental <em>inlander</em>! <em>Gile</em>, langsung terasa kembali ke masa kolonial nih <em>bossque</em>.</p>
<p>Natalius menggunakan sebutan <em>inlander</em> sebab sebelumnya, Bupati Kabupaten Merauke, Freddy menyebut 90 persen rakyat Papua akan memilih Jokowi-Ma&#8217;ruf dalam pertarungan Pilpres 2019 nanti. <em>Weleh-weleh</em>.</p>
<p><em>Btw,</em> bila sampai perkataan Freddy benar bahwa 90 persen rakyat Papua mendukung Jokowi, artinya Prabowo hanya dapat ampasan Jokowi doang dong? <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Freddy juga sempat menegaskan kepada awak media bahwa Jokowi adalah Presiden RI yang paling perhatian pada pembangunan dan rakyat Papua.</p>
<p>Lantas, mendengar ucapan itu Natalius langsung balas dengan pernyataan yang kontroversial <em>gengs</em>. Katanya, sikap para pemimpin yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019 benar-benar bermental budak, mental jajahan dan mereka pewaris mental penjajah Belanda!</p>
<p>Semua itu bentuk dari orang-orang yang tidak punya karakter, orang-orang yang penuh masalah dan cenderung seperti orang yang bertahun-tahun berada dalam tekanan penjajah. Takut sama kekuasaan! Emang betul begitu <em>gengs</em>? <em>Ahaha.</em></p>
<hr /><p><em>Natalius juga bilang: “Pemimpin macam apa itu yang dukung Jokowi? Orang-orang pecundang tidak punya karakter!</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fnatalius-pendukung-jokowi-bermental-budak%2F&#038;text=Natalius%20juga%20bilang%3A%20%E2%80%9CPemimpin%20macam%20apa%20itu%20yang%20dukung%20Jokowi%3F%20Orang-orang%20pecundang%20tidak%20punya%20karakter%21&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Gimana nih menurut kalian terkait pernyataannya Natalius itu? Kalau kalian disuruh milih, kalian lebih memilih jadi pendukung Natalius atau Freddy nih <em>gengs</em>? Kalau saya sih lebih milih jadi penonton saja<em>. </em>Masalahnya yang kayak gini-gini mah cuma mainannya elite politik Indonesia doang <em>gengs</em>. Betul apa betul?</p>
<p>Ucapan yang dilontarkan Freedy jika kemenangan Jokowi di Papua mencapai 90 persen sebenarnya juga tidak mudah untuk diwujudkan loh. Soalnyanya, rakyat Papua saat ini sudah cerdas dalam memilih pemimpin untuk masa depan.</p>
<p>Begitupun yang dibilang Natalius terkait balasan kepada Freedy. Kurang elok rasanya mengatakan pendukung Jokowi itu condong bermental <em>inlander</em> semua.</p>
<p>Mungkin <em>oke </em>lah ya, kalau <em>inlander</em> itu diarahkan kepada kepala daerah. Tapi kalau rakyat berpikirnya dan ikut merasa tersinggung dengan ucapan itu gimana <em>gengs? </em>Apa enggak kesel tuh cebong se-Indonesia dibilang mental budak? Kalau<em> eyke </em>sih tersinggung <em>gengs, </em>walaupun<em> eyke </em>enggak pilih Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019<em>.</em> <em>Wkwkwkwk.</em>(G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/hqdefault.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pendukung Jokowi Lupa Diri</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pendukung-jokowi-lupa-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2018 09:51:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pendukung Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40335</guid>

					<description><![CDATA[“Rendah hati adalah orang yang telah melakukan banyak keajaiban dengan pikiran dan tantangannya tanpa menjadi sombong, lupa diri dan lupa teman.” PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]ksi relawan pendukung petahana Jokowi yang melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019, patut disayangkan. Hal tersebut ternyata juga dikaitkan dengan semakin terbukanya mata publik akan kelemahan Jokowi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Rendah hati adalah orang yang telah melakukan banyak keajaiban dengan pikiran dan tantangannya tanpa menjadi sombong, lupa diri dan lupa teman.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]ksi relawan pendukung petahana Jokowi yang melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019, patut disayangkan.</p>
<p>Hal tersebut ternyata juga dikaitkan dengan semakin terbukanya mata publik akan kelemahan Jokowi sebagai pemimpin. Jokowi dinilai tak mampu mengendalikan para pendukungnya agar berperilaku sportif.</p>
<hr /><p><em>Ini sama saja Jokowi dikatakan tidak becus urus negeri. Weleh-weleh, enggak ngeri ditangkep Paspampres apa ngomong kayak gini? Ckckck.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fpendukung-jokowi-lupa-diri%2F&#038;text=Ini%20sama%20saja%20Jokowi%20dikatakan%20tidak%20becus%20urus%20negeri.%20Weleh-weleh%2C%20enggak%20ngeri%20ditangkep%20Paspampres%20apa%20ngomong%20kayak%20gini%3F%20Ckckck.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Apa kalian ingin berpendapat mengetahui hal ini? <em>Eh </em>tahan dulu nih pendapat kalian, sebelumnya baca dulu deh tutur dari pegamat politik Panji Nugraha yang juga dukung opini kalau Jokowi itu presiden gagal sebab doi enggak bisa urus pendukungnya cuy! <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Nah, jadi Panji bilang, wajar saja jika publik saat ini menilai kepemimpinan Jokowi lemah dan semakin meragukan sang presiden. Sebab bagaimana Jokowi mampu mengendalikan keadaan negara khususnya anjloknya rupiah dan stabilitas harga-harga pokok, jika menertibkan pendukungnya saja tidak mampu.<em>Wkwkwk,</em> <em>jleb!</em> Masuk Pak Eko!</p>
<p>Doi juga bilang, pikiran rakyat sederhana dan terbentuk dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di ruang publik. Karena kejadian tidak tertibnya pendukung Jokowi bukan hanya terjadi sekali saja. Peristiwa bentrok massa pro Jokowi dengan mahasiswa di Medan beberapa waktu lalu juga menjadi catatan buruk kepemimpinan Jokowi.<em>Weleh-weleh.</em></p>
<p>Belum lagi soal gaduhnya kabinet Jokowi antara mendag dengan Bulog soal impor juga mempengaruhi persepsi publik. Padahal, harapan rakyat kepada Jokowi dengan mengikuti Pilpres sebagai petahana adalah agar dapat memberikan contoh kepada kompetitornya untuk berkampanye secara <em>fair</em> dan tertib. Namun nyatanya justru sebaliknya.</p>
<p>Jadi, wajar saja jika rakyat semakin ragu untuk memilih Jokowi satu kali lagi. <em>Eh btw </em>siapa nih di antara kalian yang punya kesepahaman seperti pengamat ini? Kalau <em>eyke</em> sih <em>no comment</em> deh<em> gengs.</em> Bukan apa-apa ya soalnya kan kemarin <em>eyke </em>salah satu orang yang ada di kerumunan pendukung Jokowi itu <em>cuy!</em> <em>Uppss</em>, bercanda <em>gengs ehehehe.</em> (G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/31002556346-pendaftaran-bacaleg-pdip-dan-perindo-ricuh.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
