<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pemilihan Gubernur Jawa Barat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pemilihan-gubernur-jawa-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2019 08:07:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pemilihan Gubernur Jawa Barat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ridwan Kamil Bongkar ‘Kegagalan’ Aher</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ridwan-kamil-bongkar-kegagalan-aher/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 07:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citarum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28696</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi.&#8221; ~ Ridwan Kamil PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan kontestasi politik memang selalu diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik. Tak aneh rasanya ketika muncul akrobat politik yang dipertontonkan untuk mencitrakan diri hanya untuk menarik simpati publik. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi.&#8221; ~ Ridwan Kamil</em></strong></h4>
<hr />
<p><strong>PinterPolitik.com</strong></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan kontestasi politik memang selalu diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik.</p>
<p>Tak aneh rasanya ketika muncul akrobat politik yang dipertontonkan untuk mencitrakan diri hanya untuk menarik simpati publik.</p>
<p>Hal ini juga terjadi di perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Khususnya bila mencermati akrobat politik yang dipertontonkan salah satu calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.</p>
<p>Kali ini, Ridwan Kamil yang juga menjabat sebagai Walikota Bandung menyerang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan a.k.a Aher. Serangan politik begini sih wajar saja dan memang lumrah, apalagi sedang panas – panasnya kontestasi politik.</p>
<p>Ridwan Kamil mengatakan bahwa kepemimpinan 2 periode Aher itu ternyata gagal. <em>Weeeittss, </em>terlalu cepatkah mengambil kesimpulan? Apa dasarnya dinyatakan gagal? Cuma jadi bahan naikin citra saja? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ternyata <em>ehhh </em>ternyata, Ridwan Kamil menyoroti persoalan lingkungan di Jawa Barat yang masih bermasalah walaupun Aher sudah memimpin selama 10 tahun. Tak ada kemajuan sedikitpun? Gagal total nih? Ah masa sih?</p>
<p>Sudah barang tentu kalau persoalan lingkungan di Jawa Barat yang sering mendapat sorotan itu perihal Sungai Citarum. Sungai terkotor di Indonesia, mungkin ungkapan miringnya begitu ya? <em>Weeeleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Ridwan Kamil pun sampai mengungkit persoalan Sungai Citarum yang sangat kotor itu, sampai akhirnya membuat Presdien Jokowi turun tangan.</p>
<p><em>Waduh, </em>jangan ngungkit dong. Kalau masalah begini Gubernur ga sanggup, berarti permasalahannya perlu ditangani lebih banyak tangan lagi, jadi wajar – wajar aja sih.</p>
<p><em>Ehh </em>tapi kan Ridwan Kamil juga menjabat jadi Walikota Bandung, <em>hmm, </em>setidaknya bersinggungan juga dengan Sungai Citarum. Apa yang sudah dilakukan? Apa pasrah dan melimpahkan ke Gubernur? <em>Weeeeiittss, </em>kayaknya sih begitu.</p>
<p>Ujung – ujungnya sih, Sungai Citarum jadi bahan operan dari Walikota ke Gubernur dan akhirnya harus Presiden yang turun.</p>
<p>Tapi jangan sampai Sungai Citarum udah jadi bahan operan, <em>ehhh </em>malah jadi bahan jualan politik. Memang sih persoalan lingkungan jarang jadi narasi politik, tapi ga begitu juga kali ah.</p>
<p>Mumpung jadi calon Gubernur, Kang Emil mau melakukan apa untuk Sungai Citarum? Dan selama jadi Walikota Bandung, Sungai Citarum pernah dipikirkan ga?</p>
<p>Makanya tak aneh kalau Najwa Shihab pernah menyindir para politikus yang bernyanyi saat kontestasi politik.</p>
<p>Kata Najwa, saat terseret musim kampanye politik, terkadang kita bingung yang dikatakan itu atas alasan ideal atau sekadar taktik? Sungai Citarum jadi taktik Ridwan Kamil? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/ridwan-kamill.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aher ‘Orang Terkuat’ PKS</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/aher-orang-terkuat-pks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2018 11:18:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Heryawan]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah dan PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayat nur wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[PKS Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27846</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sembilan nama itu kan hasil pemilihan internal PKS, nomor satu Pak Aher, nomor dua saya, nomor tiga Pak Anis Matta, nomor empat Pak Irwan Prayitno, nomor lima Shohibul Iman, dan seterusnya.&#8221; ~ Hidayat Nur Wahid PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]embilan nama calon Presiden atau calon Wakil Presiden yang disiapkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata sudah memiliki peringkat. Tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Sembilan nama itu kan hasil pemilihan internal PKS, nomor satu Pak Aher, nomor dua saya, nomor tiga Pak Anis Matta, nomor empat Pak Irwan Prayitno, nomor lima Shohibul Iman, dan seterusnya.&#8221; ~ Hidayat Nur Wahid</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]embilan nama calon Presiden atau calon Wakil Presiden yang disiapkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata sudah memiliki peringkat.</p>
<p>Tentu yang paling unggul akan dipilih dan yang lainnya akan tersisih lalu terbuang.</p>
<p>Hal ini memperjelas kabar kalau kini PKS sudah memiliki keputusan resmi siapa yang diunggulkan dari sembilan nama untuk diberikan kepada Partai Gerindra, agar bisa menduduki kursi Cawapres dari Prabowo Subianto.</p>
<p>Kalau kata Fahri Hamzah, kabarnya Anis Matta lah yang menjadi orang terkuat yang akan diusung menjadi Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.</p>
<p><em>Weeiittsss, </em>tapi prediksi Fahri ternyata meleset, maklum kan Fahri bukan Majelis Syuro PKS, jadi pasti informasinya meleset, <em>ahhh syudahlah. </em></p>
<p>Ternyata orang terkuat dari sembilan nama yang diusulkan PKS ialah Ahmad Heryawan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, <em>waduh, </em>pupus sudah masa depan Anis Matta untuk menjadi Cawapres, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Ahmad Heryawan a.k.a Aher ternyata mendapat perolehan suara terbanyak yang diputuskan oleh Majelis Syuro PKS. <em>Hmmm, </em>kalau begini berarti sudah final dong PKS akan menyandingkan Prabowo – Aher untuk Pilpres 2019?</p>
<p><em>Weeeiittsss, </em>belum tentu lah, lah nunggu apalagi coba? Kan keputusannya udah ada, jadi ngapain lagi nunggu – nunggu, <em>hadeuuuh. </em>Buat apa Majelis Syuro udah milih Aher dari suara terbanyak.</p>
<p>Ternyata harus ada beberapa pertimbangan lagi, sebelum Aher benar – benar disandingkan dengan Prabowo untuk bertarung di Pilpres, tapi kira – kira apa reaksi Partai Gerindra?</p>
<p>Akankah Prabowo menerima nama Aher untuk bersanding dengannya di Pilpres 2019? Nah loh, PKS udah punya namanya tuh, Prabowo mau nerima atau merelakan PKS kabur dari romantisme koalisinya?</p>
<p>Kini yang bingung, Prabowo dan Partai Gerindra kalau masih mau dapet suara dari PKS, tentu Aher harus dapat posisi Cawapres. Tapi, kalau Prabowo ngotot pengen Cawapres orang lain gimana?</p>
<p>Ucapkanlah selamat tinggal kepada PKS, <em>hmmm, </em>PKS selalu tak diakomodir kalau minta jabatan sama Partai Gerindra, tak mengapalah <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Tapi tak mengapa, PKS harus mengilhami perkataan seorang aktivis Afrika Selatan, Desmond Tutu yang mengatakan, biar saja harapan PKS itu seperti melihat setitik cahaya dalam kegelapan. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/ahmad-heryawan-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandiaga ‘Menduakan’ Warga DKI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sandiaga-menduakan-warga-dki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2018 04:35:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jawa Barat 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23968</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Ke depan berharap DKI dan Jawa Barat, ini memiliki potensi yang sangat besar bersama pasangan Sudrajat-Syaikhu. Untuk itu kepada masyarakat Tasikmalaya untuk mendukung pasangan Asyik.&#8221; ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]opularitas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dimata masyarakat sepertinya membuat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadikannya sebagai juru kampanye informal untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Ke depan berharap DKI dan Jawa Barat, ini memiliki potensi yang sangat besar bersama pasangan Sudrajat-Syaikhu. Untuk itu kepada masyarakat Tasikmalaya untuk mendukung pasangan Asyik.&#8221; ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]opularitas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dimata masyarakat sepertinya membuat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadikannya sebagai juru kampanye informal untuk Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sudrajat-Syaikhu.</p>
<p>Sosok Sandi kayaknya masih lebih menjual dari pada Paslon Sudrajat-Syaikhu itu sendiri. <em>Tuh</em> buktinya Gerindra masih harus meminta Bang Sandi turun ke lapangan berkampanye membantu mereka. Salah satunya seperti saat di Tasikmalaya, Minggu (18/3). <em>Yailah</em>, <em>pake</em> minta di-<em>backup</em> segala.<em> Cemen</em> ah.</p>
<p>Paslon Sudrajat-Syaikhu kayak anak kecil aja sih, minta ditemenin ke mana-mana saat kampanye. Malahan berbagai media justru lebih banyak memberitakan sosok Sandinya, ketimbang Paslon itu sendiri. Ini kan <em>ngenes</em> banget. Kok serasa Bang Sandi aja nih yang lagi mau Pilkada hahaha.</p>
<p>Oh tunggu dulu, jangan-jangan memang itu trik kampanyenya. Jadi alih-alih mempromosikan ide dan gagasan program yang akan dibawakan Sudrajat-Syaikhu, Gerindra justru memakai Sandi untuk meningkatkan pencitraan kedua Paslon ini melalui banyaknya pemberitaan di media.</p>
<p>Ini ceritanya elektabilitas Sudrajat-Syaikhu masih dangkal gitu, jadi perlu dikatrol segala sama kehadiran Bang Sandi. Mungkin tujuannya biar masyarakat Jawa Barat pas inget wajah Bang Sandi, jadi keinget Paslon Sudrajat-Syaikhu. <em>Aya aya wae ah, cape deh.</em></p>
<p>Kasian tuh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ditinggal kerja sendiri. Dia lagi kerepotan loh, razia gedung-gedung tinggi. Bantuin <em>dung</em>, jangan malah <em>kelayapan</em> bantu kampanye di Jawa Barat. Iya sih kampanyenya gak di hari kerja, tapi gak etis juga <em>keles</em>. Jawa Barat <em>mah</em> urusan dapur tetangga, jangan ikut nge-<em>riweuh.</em></p>
<p>Apa perlu seluruh warga DKI nyubitin pipinya nih, baru balik melayani masyarakat Jakarta? Biarkan masyarakat Jawa Barat memilih calon gubernurnya berdasarkan visi misi program yang dibawa. Ini Bang Sandi kayaknya masih kebawa suasana Pilgub DKI Jakarta kemarin ya. Jadi masih semangat ’45 buat ikut kampanye lagi. <em>Wadezig,</em> kerja Bang kerja, jangan kampanye <em>mulu</em>! (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Sandiaga-Uno.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
