<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pembunuhan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pembunuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Mar 2022 02:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pembunuhan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Misteri Abraham Lincoln: Meramal Kematian Sendiri?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/misteri-abraham-lincoln-meramal-kematian-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[N77]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2022 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fact Check]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[abrahamlincoln]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[teater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107559</guid>

					<description><![CDATA[Ternyata kasus pembunuhan presiden AS yang pertama dalam sejarah tersebut diselimuti sejumlah kisah misteri yang tidak terpecahkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="_YpzQqodEQA"><iframe title="Misteri Abraham Lincoln: Meramal Kematian Sendiri?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_YpzQqodEQA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata kasus pembunuhan presiden AS yang pertama dalam sejarah tersebut diselimuti sejumlah kisah misteri yang tidak terpecahkan. Salah satunya yang paling terkenal adalah tentang bagaimana Lincoln dirumorkan sudah memprediksi kematiannya jauh sebelum hari penembakan di Teater Ford. Cerita ini kemudian tambah misterius setelah terungkap bahwa Lincoln ternyata adalah orang yang sangat tertarik dalam mencari arti dibalik setiap mimpinya. Mungkinkah Lincoln memiliki sebuah kekuatan supernatural? Inilah, misteri hari-hari terakhir Abraham Lincoln.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/maxresdefault-7-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menkes Malaysia: Tak Ada Penawar “VX”</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menkes-malaysia-tak-ada-penawar-vx/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2017 07:16:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5992</guid>

					<description><![CDATA[Dua perempuan asal Vietnam dan Indonesia, yang kemudian ditangkap dan ditahan Kepolisian Malaysia, mengaku  melakukan aksi tersebut sebagai bagian sebuah reality show di televisi. pinterpolitik.com KUALA LUMPUR – Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam mengemukakan, Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dunia sekitar  15-20 menit setelah terkena zat beracun VX. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Dua perempuan asal Vietnam dan Indonesia, yang kemudian ditangkap dan ditahan Kepolisian Malaysia, mengaku  melakukan aksi tersebut sebagai bagian sebuah reality show di televisi.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>KUALA LUMPUR</strong> – Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam mengemukakan, Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dunia sekitar  15-20 menit setelah terkena zat beracun <em>VX</em>.</p>
<p>&#8220;Tidak  ada obat penawar bagi zat saraf <em>VX</em> dosis tinggi ini,&#8221; kata Menkes Sathasivam kepada wartawan di Kuala Lumpur.</p>
<p>Pihak PBB sudah menggolongkan <em>VX </em>sebagai senjata pemusnah massal. Satu tetes cairan beracun itu di kulit bisa menyebabkan kematian hanya dalam beberapa menit.</p>
<p>Seperti diberitakan, Kim Jong Nam meninggal dunia, Senin,13 Februari 2017,  setelah dua perempuan diduga mengusapkan zat berbahaya <em>VX</em>  ke wajahnya pada saat bersiap-siap <em>check in</em> di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur menuju Makau, tempat pengasingannya.</p>
<p>Dua perempuan asal Vietnam dan Indonesia, yang kemudian ditangkap dan ditahan Kepolisian Malaysia, mengaku melakukan aksi tersebut sebagai bagian sebuah <em>reality show</em> di televisi.</p>
<p>Kepada sejumlah pejabat KBRI Kuala Lumpur, Siti Aisyah (25), mengatakan, dia menerima honor 400 ringgit untuk mengusap wajah Kim Jong Nam dengan semacam <em>baby oil </em>sebagai bagian dari adegan acara <em>reality show</em> tersebut.</p>
<p>Doan Thi Huong, perempuan dari Vietnam, kelahiran 1988, juga mengaku dirinya tengah ambil bagian dalam sebuah acara televisi.</p>
<p>Polisi Malaysia dalam pernyataannya mengatakan, kedua tersangka sudah dilatih untuk mencuci tangan setelah selesai melakukan aksinya.</p>
<p>Beberapa pakar memperkirakan, keduanya mungkin mengusap wajah Kim Jong Nam dengan dua jenis elemen <em>VX</em> yang tak berbahaya, tetapi menjadi sangat mematikan ketika keduanya bercampur.</p>
<p>Terkait dengan pembunuhan Jong Nam, selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, seorang pria berkewarganegaraan Korea Utara sudah ditahan. Setidaknya tujuh tersangka lain tengah dicari untuk dimintai keterangan oleh polisi, termasuk Hyon Kwang Song (44), Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur.</p>
<p>Pada Minggu (26/2/2017), aparat Malaysia menyisir Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur untuk mencari jejak racun <em>VX</em> dan menyatakan tempat itu aman. Mereka juga tengah menganalisis sampel yang diperoleh di sebuah apartemen yang diyakini disewa para tersangka.</p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Korea Utara sudah mengeluarkan pernyataan yang berisi bantahan keterlibatan negara dalam kasus tewasnya Kim Jong Nam. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/t_1487961169605_name_vx_thumb-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Data Sidik Jari Aisyah Dikirim ke Jakarta</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/data-sidik-jari-aisyah-dikirim-ke-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2017 08:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[king jong un]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Menku RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Retno Marsufi]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyash]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5929</guid>

					<description><![CDATA[Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari. pinterpolitik.com SYDNEY – Kuasa Hukum dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah mengambil data dari sidik jari Siti Aisyah, yang ditahan oleh Kepolisian Malaysia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari.</h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong></p>
<p><strong>SYDNEY</strong> – Kuasa Hukum dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah mengambil data dari sidik jari Siti Aisyah, yang ditahan oleh Kepolisian Malaysia terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi kepada wartawan di Sydney, Sabtu (25/2/2017), mengatakan, data sidik jari tersebut dikirim ke Jakarta untuk dicocokkan dengan data yang disimpan oleh Imigrasi Pusat di Jakarta.</p>
<p>Menlu Retno, yang berada di Sydney sebagai anggota rombongan Presiden Joko Widodo yang sedang mengadakan kunjungan di Australia, mengatakan, Kuasa Usaha dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah menggunakan akses kekonsulerannya dan bertemu dengan Siti Aisyah.</p>
<p>“Kita juga membawa <em>mobile device </em>untuk mencocokkan sidik jari dari Siti Aisyah,” kata Menlu.</p>
<p>Retno Marsudi mengatakan, dia baru saja menghubungi Kuasa Usaha Sementara Indonesia di Malaysia dan menanyakan hasil sidik jarinya seperti apa. Diperoleh informasi data sidik jari dikirim ke Jakarta.</p>
<p>Lebih lanjut Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari.</p>
<p>“Dari situ baru kita bisa mengatakan memang benar ini adalah Siti Aisyah yang memegang paspor nomor sekian adalah WNI,” kata Menlu.</p>
<p>Menurut Menlu, Pemerintah Indonesia akan langsung berkomunikasi dengan KBRI di Malaysia untuk menyiapkan akses ke konsuler guna bertemu dengan Siti Aisyah. Dalam konteks kunjungan itu, pemerintah menyiapkan sejumlah pertanyaan sekaligus pengacara.</p>
<p>Seperti diberitakan, Kim Jong Nam meninggal di Bandara Kuala Lumpur ketika hendak <em>check in</em> untuk kembali ke Makau tempat pengasingannya selama ini, Senin (13/2). Sesuai hasil penyidikan Kepolisian Malaysia, diduga Jong Nam dbunuh dengan cara mengusapkan cairan beracun ke wajahnya.</p>
<p>Pada Rabu (15/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un itu. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) dan berpaspor Vietnam ditangkap pada pukul 08.20 waktu setempat.</p>
<p>Esok harinya, Kamis, polisi Malaysia menangkap perempuan kedua, yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah,  berusia 25 tahun. Beikutnya, Jumat (17/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang lelaki berkebangsaan Korea Utara. (Setkab/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellow-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Presiden Sudah Peroleh Informasi Soal  Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/presiden-sudah-peroleh-informasi-soal-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 03:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Makau]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5583</guid>

					<description><![CDATA[Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Presiden Joko Widodo sudah memperoleh informasi mengenai warga negara Indonesia, bernama Siti Aisyah, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong Un. Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo sudah memperoleh informasi mengenai warga negara Indonesia, bernama Siti Aisyah, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di depan Wisma Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017), mengatakan, Jokowi menerima informasi tersebut dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.</p>
<p>Bagaimana respons Presiden Jokowi terkait dengan laporan itu, Pratikno enggan menjelaskan lebih lanjut. &#8220;Itu urusan Ibu Menlu-lah. Saya hanya menjawab yang urusan saya saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengaku tak memiliki kapasitas untuk mengomentari latar belakang Siti Aisyah (25). Ia mengatakan, Polri menghormati proses hukum yang berlangsung di Malaysia.</p>
<p>Menjawab pertanyaan wartawan di Mabes Polri, Senin (20/2), dia mengatakan, Siti Aisyah telah mendapat pendampingan hukum dari Kementerian Luar Negeri. Hingga saat ini, dia masih diperiksa Kepolisian Malaysia.</p>
<p>Selain itu, kesimpulan mengenai  keterlibatan Siti belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Malaysia. Informasi yang berkembang, mari pelajari bersama. “Jika saya dalam kapasitas Jubir Polri menilai, nanti kemungkinan akan bias,&#8221; kata Irjen Boy Rafli Amar.</p>
<p>Berdasarkan informasi, Siti berpartisipasi dalam acara <em>reality show</em> sebuah stasiun TV pada saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, Siti diminta menyemprotkan cairan ke orang-orang yang melintas di sekitar Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia., termasuk Kim Jong Nam.</p>
<p>Siti tak menyadari bahwa cairan tersebut mematikan. Dari pekerjaan di <em>reality show</em> itu, Siti mendapatkan sejumlah uang. Namun, ada anggapan Siti hanya sebagai orang yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.</p>
<p>Dalam perkembangan lainnya, keluarga Kim Jong Nam kini berada dalam perlindungan pemerintah Tiongkok di Makau. Sekretaris Keamanan Makau, Wong Sio Chak, membenarkan pemerintah mengawasi kasus ini dengan ketat.</p>
<p>Namun, Wong tak menjelaskan langkah yang diambil untuk mengamankan keluarga Kim Jong Nam. Pemerintah terus berupaya, sesuai hukum, untuk melindungi keselamatan dan hak-hak warga, pengunjung, dan mereka yang tinggal di Makau.</p>
<p>Kim Jong Nam, yang pindah ke Makau pada awal 2000-an, sudah pernah mengalami percobaan pembunuhan pada 2012.</p>
<p>Istri kedua Jong Nam, Lee Hye Kyong, putranya, Kim Han Sol (21), dan putrinya, Kim Sol Hui (18), tinggal di bekas jajahan Portugis itu. Sedang istri pertama dan putranya tinggal di Beijing, Tiongkok.</p>
<p>Menurut sumber, yang dikutip <em>South China Morning Post</em>, istri dari Jong Nam sangat sederhana, selalu bersemangat, sangat terbuka, tetapi tak pernah membicarakan Korea Utara. Putranya, Kim Han Sol, dan putrinya, Kim Sol Hui, belajar di sekolah internasional di Makau.</p>
<p>&#8220;Mereka anak-anak yang normal, sangat aktif, terlibat banyak kegiatan. Mereka tak terlihat seperti bersembunyi dari sesuatu,&#8221; kata sumber itu.</p>
<p>Sejumlah sumber mengatakan, tak banyak orang yang mengetahui latar belakang keluarga Jong Nam, tetapi mereka kemudian menyadari situasi khusus yang mengelilingi kedua anak itu.</p>
<p>&#8220;Anak-anak ini mudah bergaul, tetapi mereka menghindari untuk berbagi detail, misalnya alamat atau nomor telepon,&#8221; kata sumber itu. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellow-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KBRI Tunjuk Pengacara Siti Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kbri-tunjuk-pengacara-siti-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2017 05:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5445</guid>

					<description><![CDATA[Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Kepolisian Malaysia menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Jumat (17/2/2017), dengan melibatkan Siti Aisyah,  warga negara Indonesia, dan tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA &#8211;</strong> Kepolisian Malaysia menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Jumat (17/2/2017), dengan melibatkan Siti Aisyah,  warga negara Indonesia, dan tiga tersangka lainnya.</p>
<p>&#8220;Kemarin, Jumat (17/2), bersama tersangka lainnya, SA telah melakukan rekonstruksi di Bandara KLIA,&#8221; kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis Kemenlu, Sabtu (18/2).</p>
<p>Menurut Menlu, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia telah menunjuk Gooi &amp; Azura sebagai <em>retainer lawyer</em> untuk mendampingi dan memberikan pembelaan hukum kepada Siti. Mereka telah berkoordinasi dengan penyidik di Kepolisian Sepang, Selangor. Namun, pengacara belum mendapat izin dari Malaysia untuk bertemu dengan Siti Aisyah.</p>
<p>&#8220;Akses kepada SA belum diperoleh karena Hukum Acara Pidana Malaysia mengatur bahwa tersangka tidak dapat ditemui oleh siapa pun selama proses investigasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menlu memastikan Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya supaya akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan.</p>
<p>Pada Sabtu, Retno telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia. Menlu Retno menegaskan kembali permintaan Indonesia untuk memperoleh akses kekonsuleran terhadap Siti Aisyah.</p>
<p>Seperti diiberitakan, Rabu (15/2) Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) dan berpaspor Vietnam itu ditangkap pada pukul 08.20 waktu setempat.</p>
<p>Esok harinya, Kamis, polisi Malaysia menangkap perempuan kedua yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah,  berusia 25 tahun.</p>
<p>Beikutnya, Jumat (17/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang lelaki berkebangsaan Korea Utara, yang juga diduga terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Menurut polisi, berdasarkan dokumen,  lelaki itu benama Ri Jong Chol, berusia 47 tahun. Hingga kini, polisi Malaysia telah menangkap empat orang dalam perkara pembunuhan Jong Nam.</p>
<p>Di laman The Star, disebutkan, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, tersangka ditangkap pada pukul 21.50, Jumat malam waktu setempat. Dalam dokumen identitas tercantum, Jong Chol dilahirkan pada 6 Mei 1970.</p>
<p>Menurut Abu Bakar, polisi masih memburu tiga laki-laki lain yang diduga terkait dengan kematian Nam. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellowA-copy-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siti Aisyah Belum Dapat Ditemui KBRI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/siti-aisyah-belum-dapat-ditemui-kbri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2017 06:58:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5433</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan. pinterpolitik.com KUALA LUMPUR –  Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan Siti Aisyah, yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia karena diduga terlibat dalam pembunuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>KUALA LUMPUR –  </strong>Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan Siti Aisyah, yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia karena diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Andreano Erwin, Jumat (17/2) malam,  mengatakan, sejauh ini KBRI belum mendapatkan izin dari otoritas Malaysia untuk bertemu Siti Aisyah. “Masih menunggu,&#8221; kata Andreano dalam pesan singkat kepada media.</p>
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan pendampingan kepada setiap warga negara yang tersangkut persoalan hukum di negara lain. Terlebih bila WNI tersebut merupakan korban kejahatan.</p>
<p>Wapres mengemukakan, pasti kedutaan kita sudah bergerak membela apabila memang dia jadi korban. “Tapi, kalau dia, katakanlah pelaku utama, tentu lain soal,&#8221; kata Kalla di Kantor Wapres, Jumat.</p>
<p>Wapres menanggapi kasus tertangkapnya WNI asal Serang, Siti Aisyah, oleh Kepolisian Malaysia lantaran diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Dalam kasus ini, Wapres menganggap Siti merupakan korban kejahatan, sekalipun, menurut pernyataan kepolisian Malaysia, dia diduga pelaku pembunuhan Kim Jong Nam.</p>
<p>Seperti diberitakan, Rabu (15/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan kakak tiri Presiden Korut Kim Jong Un. Kepolisian Malaysia dalam rilisnya mengatakan, seorang perempuan berpaspor Vietnam ditangkap pukul 08.20 waktu setempat. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) itu dikenali lewat rekaman CCTV bandara.</p>
<p>Esok harinya, polisi menangkap perempuan kedua, yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah berusia 25 tahun.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, Atase Kepolisian KBRI Malaysia berusaha menemui Siti Aisyah, namun pihak KBRI belum diperbolehkan bertemu langsung dengan Siti.</p>
<p>&#8220;Otoritas di sana belum mengizinkan karena masih pemeriksaan 7 x 24 jam oleh polisi di sana,&#8221; ujar Martinus, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat.</p>
<p>Utusan Menlu didampingi petugas Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mendatangi rumah Gunawan Hasyim, mantan suami Siti Aisyah, di Jalan Samarasa Satu, Angke, Tambora, Jumat.</p>
<p>Pihak Kemlu hanya ingin memastikan status hubungan Siti Aisyah dengan mantan suaminya. Petugas juga bertemu orangtua Gunawan untuk memastikan Siti Aisyah telah bercerai dengan Gunawan Hasyim. Keluarga menunjukkan selembar kertas fotokopi bermaterai, yang berisi perceraian Siti Aisyah dengan Gunawan Hasyim.</p>
<p>Dari Kuala Lumpur diberitakan, Pemerintah Malaysia tidak akan menyerahkan jenazah Kim Jong kepada Pemerintah Korea Utara sebelum diperoleh hasil uji DNA dengan sampel yang diambil dari keluarga korban. Pyongyang telah meminta Malaysia menyerahkan jenazah abang tiri  Kim Jong Un itu.</p>
<p>Para investigator di Malaysia masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan ini. Ahli Forensik sedang menguji sampel yang diambil dari tubuh korban, untuk mengetahui jenis racun apa yang digunakan.</p>
<p>Pelaku pembunuhan diduga menyemprotkan racun ke muka Nam saat dia sedang menunggu jadwal penerbangan ke Makau, di areal perbelanjaan bandara. Pihak Korea Utara melalui para diplomatnya mengajukan keberatan dengan pengujian tesebut. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellowA-copy-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tewasnya Ko Ni, Tekanan Bagi Myanmar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/tewasnya-ko-ni-tekanan-bagi-myanmar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G18]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2017 10:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amnesti Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aung San Suu Kyi]]></category>
		<category><![CDATA[Juncta Militer]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Yangon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4010</guid>

					<description><![CDATA[Ribuan rakyat Myanmar berkumpul melepas jenazah Ko Ni (63), salah satu penasehat Partai Liga Kebangsaan atau National League for Democracy (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. Ko Ni tewas ditembak di kepala saat kembali dari Indonesia, pada Minggu (29/1) lalu. Banyak yang menduga pembunuhan ini dilakukan atas alasan politis. pinterpolitik.com &#8211; Selasa, 31 Januari 2017. YANGON – Bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ribuan rakyat Myanmar berkumpul melepas jenazah Ko Ni (63), salah satu penasehat Partai Liga Kebangsaan atau National League for Democracy (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. Ko Ni tewas ditembak di kepala saat kembali dari Indonesia, pada Minggu (29/1) lalu. Banyak yang menduga pembunuhan ini dilakukan atas alasan politis.</p></blockquote>
<hr />
<p><strong><span style="font-family: 'Georgia','serif'; color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong> &#8211; <strong>Selasa, 31 Januari 2017</strong>.</p>
<p><strong>YANGON</strong> – Bagi bangsa Myanmar, Ko Ni tak hanya dikenal sebagai orang dekat Suu Kyi, tapi juga sosok yang paling keras bersuara, serta mengkritik hukum yang banyak dipengaruhi nasionalis Buddha. Pihak yang bersama Tentara, bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pada puluhan ribu Muslim Rohingya.</p>
<p>Hingga saat ini, Polisi Myanmar masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai motif pembunuhan pengacara muslim tersebut. Pelakunya sendiri, Kyi-Lin telah ditangkap dan diketahui sebagai residivis yang pernah mendapatkan amnesti di tahun 2014.</p>
<p>Walaupun belum diketahui siapa dalang sebenarnya, namun pembunuhan akibat persaingan politik sangat biasa terjadi di Myanmar. Semasa hidup, Ko Ni memang telah sering menerima ancaman pembunuh terkait aktivitas politiknya tersebut.</p>
<p>Ko Ni dikenal sebagai ahli tata negara dan konstitusi yang sejak lama berjuang bersama Suu Kyi dalam menentang rezim militer yang sebelumnya berkuasa di Myanmar. Ia juga yang selalu menjadi pengacara Suu Kyi pada saat itu. Tak heran bila ia diberi kepercayaan dari partai untuk terlibat dalam perumusan perubahan amandemen undang-undang Myanmar.</p>
<p>Tewasnya Ko Ni tak hanya menjadi pukulan besar bagi Partai NLD dan Suu Kyi, karena dunia pun ikut gempar mendengarnya. Saat ini Myanmar menjadi sorotan dan tak menutup kemungkinan akan mendapatkan tekanan dari dunia, terutama dari negara-negara Islam yang menuding Myanmar telah melakukan kekejaman serta pembunuhan terhadap etnik minoriti muslim Rohingnya.</p>
<p>Tekanan juga datang dari kelompok pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Amnesti Internasional, mereka mendesak pemerintah Myanmar untuk menyelidiki secara menyeluruh kasus pembunuhan ini. Akankah kematian tokoh politik muslim ini akan memicu kembali gejolak di dalam negeri Myanmar?  (Berbagai sumber, G-18).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/Tewasnya-Ko-Ni.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Awal Tahun Baru, 35 Orang Tewas di Turki Akibat Penembakan Brutal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/awal-tahun-baru-35-orang-tewas-di-turki-akibat-penembakan-brutal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A11]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 05:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris]]></category>
		<category><![CDATA[Turki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=2032</guid>

					<description><![CDATA[pinterpolitik.com &#8211; Selasa, 3 Januari 2017. Memasuki tahun 2017, Turki disuguhkan peristiwa yang menyedihkan. Pasalnya, sekitar satu jam setelah melalui titik pergantian tahun, terdapat serangan bersenjata yang terekam di sebuah klub malam di kota Istanbul. Dari kejadian tersebut 39 orang tewas dan puluhan korban lainnya mengalami cedera. Aksi tersebut dilakukan oleh pelaku tunggal, saat seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ced800;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Selasa, 3 Januari 2017</strong>.</p>
<p>Memasuki tahun 2017, Turki disuguhkan peristiwa yang menyedihkan. Pasalnya, sekitar satu jam setelah melalui titik pergantian tahun, terdapat serangan bersenjata yang terekam di sebuah klub malam di kota Istanbul. Dari kejadian tersebut 39 orang tewas dan puluhan korban lainnya mengalami cedera.</p>
<p>Aksi tersebut dilakukan oleh pelaku tunggal, saat seorang pria bersenjata mengenakan kostum Santa Claus dengan senapan otomatis jenis Kalashnikov. Awalnya pelaku menembak seorang polisi dan satu warga sipil di dalam klub malam itu, dan langsung masuk ke dalam klub menembak dengan cara membabi buta, menurut aparat dan seorang warga sipil.</p>
<p><figure id="attachment_2040" aria-describedby="caption-attachment-2040" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-2040 size-medium" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-300x300.jpg" alt="Sumber : Google" width="300" height="300" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a-125x125.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/a.jpg 1436w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2040" class="wp-caption-text">Gubernur Provinsi Istanbul, Vasip Şahin.</figcaption></figure></p>
<p>&#8220;Setelah (pelaku) berada di dalam, ia menembak ke arah mana saja, dan tanpa ampun membunuh warga tak bersalah yang datang hanya untuk merayakan Tahun Baru,&#8221; kata Gubernur Provinsi Istanbul, Vasip Şahin, dikutip dari koran Amerika Serikat, Sabtu (31/12) waktu AS.</p>
<p>Sebanyak 16 orang warga asing menjadi korban dalam daftar tewas, dan hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, pelaku masih bebas berkeliaran. Vasip Sahin menyebutnya sebagai &#8220;aksi teror&#8221;.</p>
<p>Reina, nama lokasi yang menjadi tempat penembakan itu, merupakan salah satu tempat terpopuler bagi penduduk setempat dan pelancong luar negeri. Ketika serangan terjadi, sekitar 600 orang memadati klub yang menghadap Selat Bosporus tersebut.</p>
<p>Beberapa pengunjung dan masyarakat yang panik bahkan dilaporkan menceburkan diri ke laut yang tengah terpapar udara dingin, namun mereka berhasil diselamatkan oleh polisi. Beberapa hari sebelum penembakan berlangsung, Nashir Media Foundation, yang diketahui mendukung ISIS, menyiarkan tiga pesan yang menyerukan agar para penyerang soliter di Barat mengubah musim liburan menjadi hari-hari penuh &#8220;kengerian dan darah&#8221;.</p>
<p>Serangan ini merupakan salah satu yang mengguncang Turki pada awal 2017, setelah sebelumnya terjadi kudeta pemerintahan dan serangkaian pemboman mematikan di Istanbul dan Ankara. Beberapa insiden diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis ISIS dan gerilyawan Kurdi. Kala itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa aksi penembakan itu bersifat provokatif.</p>
<p>&#8220;Kami tahu (aksi penembakan) ini hanya sebuah provokasi yang diarahkan untuk meruntuhkan proses normalisasi hubungan antara Turki dengan Rusia,&#8221; ujar Erdogan. &#8220;Tapi, pemerintah Rusia dan Turki takkan terpancing provokasi sedemikian&#8221;. Tahun ini sendiri, Turki telah mengalami beberapa serangan fatal yang terjadi di sejumlah tempat.</p>
<p>Pada 10 Desember, serangan bom ganda menggetarkan stadion sepak bola di Istanbul dan menewaskan 44 orang. Kelompok bersenjata dari suku Kurdi mengaku bertanggung jawab terhadap serangan tersebut.</p>
<p>Sementara, pada pertengahan tahun, tepatnya 20 Agustus, bom mengacaukan sebuah pesta pernikahan di Gaziantep. Dalam serangan yang menewaskan setidaknya 30 orang, IS dicurigai menjadi otak serangan.</p>
<p>Mundur lebih ke belakang pada 28 Juni, bandar udara Ataturk di Istanbul menjadi lokasi penembakan dan peledakan yang menewaskan 41 orang. Insiden itu diduga dilancarkan oleh ISIS. Pada 13 Maret, milisi Kurdi meledakkan sebuah mobil di Ankara dan menewaskan 37 orang. Sebulan sebelumnya, pada 17 Februari, 28 orang terbunuh dalam sebuah serangan yang membidik iring-iringan tentara di Ankara. (VIVAnews.com/A11)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/turki_5-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KRONOLOGI PEMBUNUHAN DI PULOMAS</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kronologi-pembunuhan-di-pulomas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2016 06:51:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=1837</guid>

					<description><![CDATA[Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah pintu didobrak, polisi bersama warga terkejut saat melihat isi kamar mandi. pinterpolitik.com &#8211; Rabu, 28 Desember 2016. JAKARTA – Enam orang meninggal dunia dalam kasus pembunuhan di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Jakarta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah pintu didobrak, polisi bersama warga terkejut saat melihat isi kamar mandi.</h3>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Rabu, 28 Desember 2016</strong>.</p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Enam orang meninggal dunia dalam kasus pembunuhan di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) pagi. Keenam korban tewas, bersama lima yang selamat, disekap pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter persegi. Para korban diduga kekurangan oksigen. Lima orang yang selamat kini dirawat intensif di rumah sakit.</p>
<p>Rumah mewah bergaya minimalis tersebut milik seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti, bernama Dodi Triono. Dodi menjadi salah seorang korban yang tewas dalam kasus ini.</p>
<p>Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri, teman salah satu anak Dodi, yang bernama Diona Arika (16).</p>
<p>Pada Selasa (27/12/2016), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan ke rumah Dodi karena Diona tak bisa dihubungi sejak Senin (26/12/2016) sore. Padahal, keduanya berencana untuk jalan-jalan pada hari Senin itu.</p>
<p>&#8220;Tadi pagi (Sheila) ke sini ternyata enggak ada jawaban dan pintu tidak terkunci. Sampai dia masuk ke dalam, ada rintihan di kamar mandi. Karena cewek, dia takut, berlari, langsung mencari bantuan ke sekuriti,&#8221; ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di lokasi kejadian, Selasa.</p>
<p>Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih. Kemudian, polisi menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona.</p>
<p>Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah pintu didobrak, polisi bersama warga terkejut saat melihat isi kamar mandi.</p>
<p>Dalam kamar mandi itu, terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya. Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat, sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit.</p>
<p>Kelima korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto, sopir Dodi. Korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok, juga sopir Dodi.</p>
<p>Korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), dan Fitriani (23) serta Windy (23), pembantu rumah tangga.</p>
<p>&#8220;(Pelaku masuk) sekitar pukul 15.00 sore, kemudian kemarin pagi-pagi (kasus pembunuhan itu) baru diketahui temannya korban,&#8221; kata Argo.</p>
<p>Sejauh ini, polisi masih menyimpulkan kasus tersebut murni pembunuhan. Sebab, jika disertai perampokan, polisi hingga saat ini belum menemukan barang berharga yang hilang di rumah berlantai 2 tersebut.</p>
<p>Polisi pun menduga pelaku kasus ini berjumlah tiga orang. Mereka sempat menodongkan senjata api dan tajam kepada para korban.</p>
<p>Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa closed circuit television (CCTV) dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis itu. (Kps.com/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2016/12/perampokan-pulomas-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
