<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Pemberantasan Korupsi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pemberantasan-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jun 2025 08:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Pemberantasan Korupsi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Era Kejaksaan Agung yang Agung?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/era-kejaksaan-agung-yang-agung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[asta cita]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[ST Burhanuddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=161824</guid>

					<description><![CDATA[Kejaksaan Agung di era Presiden Prabowo Subianto tampak menjadi ujung tombak pemberantasa korupsi kelas kakap yang secara total merugikan negara hingga beberapa digit triliun rupiah. Lantas, dengan diiringi penguatan kelembagaan, baik secara regulasi dan struktural, mengapa Kejagung? Serta apa yang dapat dimaknai bagi masa depan penegakan hukum di Indonesia?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kejagung-1_sw72rfoh.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kejaksaan Agung di era Presiden Prabowo Subianto tampak menjadi ujung tombak pemberantasa korupsi kelas kakap yang secara total merugikan negara hingga beberapa digit triliun rupiah. Lantas, dengan diiringi penguatan kelembagaan, baik secara regulasi dan struktural, mengapa Kejagung? Serta apa yang dapat dimaknai bagi masa depan penegakan hukum di Indonesia?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Memasuki setengah tahun lebih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, penegakan hukum terhadap korupsi kembali menjadi sorotan utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu program unggulan dalam Asta Cita Prabowo-Gibran menegaskan komitmen memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Tentuu, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) tampil sebagai aktor kunci, seolah berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah kasus besar yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan transformasi peran Kejagung. Bukan lagi sekadar institusi penuntut umum, lembaga ini kini dipersepsikan sebagai <em>leading institution</em> dalam melawan korupsi sistemik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus-kasus mencolok seperti mega korupsi Jiwasraya dan Asabri, skandal BTS Kominfo, mafia timah, hingga makelar kasus di Mahkamah Agung (MA) menjadi bukti konkret tajinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kasus-kasus tersebut, negara dirugikan hingga ratusan, bahkan mungkin ribuan triliun rupiah, angka yang mencerminkan skala kerusakan struktural dan lemahnya pengawasan dalam institusi negara selama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di awal masa jabatan pemerintahan baru, Kejagung kembali menjadi sorotan. Dugaan korupsi pada pengadaan laptop di Kemendikbudristek era Nadiem Makarim serta skandal rasuah Sritex menandai babak lanjutan dari konsistensi kerja penindakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo memberi sinyal penguatan, bukan hanya dalam bentuk politik simbolik, tapi juga dukungan konkret. Mulai dari keterlibatan TNI dalam operasi pengamanan hingga regulasi hak imunitas bagi aparat penegak hukum, yang meski menuai kontroversi, memberi sinyal arah kebijakan yang <em>law-enforcement centric</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan situasi ini, muncul pertanyaan konseptual yang mendasar, yakni apakah yang tengah Indonesia saksikan adalah kebangkitan institusional Kejagung sebagai pilar utama reformasi hukum?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Punten</em>! Kejagung <em>is in The House</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk membaca dinamika ini secara lebih jernih, lensa teoretis new institutionalism kiranya dapat menjadi teropong, khususnya konsep <em>actor embeddedness</em> dan <em>path dependency</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejagung sebagai institusi formal negara, tidak bekerja dalam ruang hampa. Ia beroperasi dalam konteks struktur hukum, politik, dan ekonomi yang membentuk dan membatasi tindakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam banyak hal, munculnya Kejagung sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi dapat dilihat sebagai respons terhadap dua hal, yaitu ekspektasi publik terhadap perubahan serta kebutuhan fiskal untuk menopang program besar pemerintahan Prabowo-Gibran.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, dari sisi struktural, kasus-kasus besar yang diungkap tidak bisa dilepaskan dari dorongan untuk merestorasi kepercayaan publik terhadap institusi hukum yang telah lama dianggap tumpul ke atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan Kejagung dalam mengungkap kasus Jiwasraya, Asabri, hingga mafia timah, misalnya, adalah representasi dari semangat <em>reclaiming legitimacy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka ini, Kejagung bukan hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi sebagai <em>institutional entrepreneur</em> yang mencoba membentuk ulang norma hukum dan kepercayaan publik terhadap negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, kendati bukan menjadi tupoksinya, terdapat faktor dorongan fiskal. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan bahwa Kejagung berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui perampasan aset korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut menjadi penting dalam konteks pemerintahan Prabowo-Gibran yang membutuhkan dukungan anggaran masif untuk menjalankan program-program prioritas seperti makan bergizi gratis, hilirisasi industri, dan pertahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, pemberantasan korupsi juga dilihat sebagai strategi pemulihan ekonomi negara yang paling konkret untuk dilakukan dalam jangka pendek, di mana Kejagung menjadi salah satu alat utama redistribusi sumber daya negara yang sebelumnya tersedot oleh elite korup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam semangat ini pula muncul risiko, di mana Kejaksaan Agung bukan tidak mungkin dapat “tergelincir” dalam logika <em>instrumentalization</em>, yakni digunakan sebagai alat kekuasaan untuk tujuan politik tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati sama sekali tak diharapkan untuk terjadi, kesadaran bersama iranya perlu diperhatikan dengan serius. Ktika penegakan hukum menjadi selektif atau ditarik dalam arus politik elektoral dan patronase, maka netralitas institusional Kejagung akan goyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan paradoks laten dalam transformasi institusi penegak hukum di negara berkembang, saat keberhasilan teknokratik bisa dengan mudah dikaburkan oleh tarik-menarik kepentingan oligarki.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="1500" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1.jpg" alt="kejagung vault, triliun harta karunartboard 1 1" class="wp-image-161699" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1.jpg 1200w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/kejagung-vault-triliun-harta-karunartboard-1_1-1068x1335.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Upgrade</em> Paradigma Kejagung?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ingin menjadikan Kejaksaan Agung sebagai agen perubahan struktural, maka langkah-langkah penguatan kelembagaan kiranya harus dilanjutkan secara lebih sistemik dan tidak semata bergantung pada figur atau momentum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif teori kelembagaan normatif (<em>normative institutionalism</em>), keberlanjutan reformasi hukum tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus juga disertai perubahan budaya kerja, transparansi, akuntabilitas internal, dan pembenahan sistemik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah-langkah ke depan yang perlu menjadi fokus antara lain seperti reformasi prosedural internal, di mana Kejagung harus memastikan bahwa setiap kasus diusut dengan prosedur yang transparan, berbasis bukti, dan tidak tebang pilih. Penegakan hukum yang konsisten akan memperkuat legitimasi moral dan politik lembaga ini dan pemerintah tentunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, pengawasan yang independen juga menjadi penting. Diperlukan mekanisme <em>oversight</em> yang melibatkan aktor eksternal, seperti Komisi Kejaksaan atau lembaga sipil, untuk mengawasi proses penegakan hukum demi mencegah penyalahgunaan kewenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal kekinian lainnya adalah digitalisasi dan transparansi data. Mengingat banyak kasus korupsi melibatkan kompleksitas data dan transaksi digital, maka investasi dalam sistem forensik digital dan <em>transparency dashboard</em> menjadi kebutuhan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pemisahan kekuasaan serta <em>check and balance</em> juga harus dikedepankan. Penguatan Kejagung tentu tidak boleh dibarengi dengan kesan “pelemahan” institusi lain seperti KPK atau Polri. Demokrasi hukum yang sehat menuntut keseimbangan antar lembaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai fokus pamungkas, pendidikan publik tentang hukum juga kiranya menjadi penting di mana Kejagung juga harus mengambil peran dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Sosialisasi yang mengena dan relevan tentang pentingnya integritas dan pelaporan publik atas dugaan korupsi kiranya harus diperluas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, penegakan hukum kiranya tidak akan pernah lepas dari tarik ulur politik, tetapi institusi yang kuat adalah institusi yang mampu menjaga jarak kritis dan strategis terhadap kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam semangat <em>republicanism</em>, hukum adalah penjaga kepentingan publik, bukan alat pembalasan atau justifikasi kekuasaan. Maka, gaspol-nya Kejaksaan Agung yang agung harus disertai dengan kesadaran institusional untuk menjadi lembaga yang progresif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah Kejaksaan Agung yang sekarang benar-benar menjadi simbol kebangkitan supremasi hukum Indonesia? Hanya waktu dan konsistensi yang akan menjawabnya. Yang jelas, rakyat pun berhak menagih tidak hanya kinerja, tetapi juga integritas. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 hari ini (2/6), Presiden Prabowo pun tegas mengatakan jangan menganggap negara tidak ada dan bisa dipermainkan. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ivlK1nCsT6w"><iframe title="The Economic War: Dari Athena Hingga Inggris vs Belanda" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ivlK1nCsT6w?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kejagung-1_sw72rfoh.mp3" length="3158025" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/jaksa-agung-dan-prabowo-oke-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Burhanuddin, The Vanguard in the Dark?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 05:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Burhanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=161379</guid>

					<description><![CDATA[Gimana nih pendapat kalian soal kepemimpinan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung selama ini? Share pendapatmu di kolom komentar ya!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-819x1024.png" alt="burhanuddin the vanguard in the dark 1" class="wp-image-161382" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-819x1024.png" alt="burhanuddin the vanguard in the dark 2" class="wp-image-161383" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gimana nih pendapat kalian soal kepemimpinan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung selama ini? Share pendapatmu di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/burhanuddin-the-vanguard-in-the-dark-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ingat-ingat Pesan Pakde</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ingat-ingat-pesan-pakde/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2017 01:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=15018</guid>

					<description><![CDATA[Baru sehari diingatkan jangan korupsi sama Presiden, eh Bupati Nganjuk langsung kena cyduk. Makanya, ingat-ingat pesan Pakde! PinterPolitik.com “Enggak perlu takut kalau kita enggak ngapa-ngapain.” [dropcap size=big]B[/dropcap]egitu pesan Pakde pada para pembantunya. Sore itu, Pakde sengaja ngumpulin mereka buat kasih penyegaran jiwa. Sebagai juragan, Pakde memang perhatian sama orang-orang yang sudah membuat pekerjaannya lebih mudah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Baru sehari diingatkan jangan korupsi sama Presiden, eh Bupati Nganjuk langsung kena cyduk. Makanya, ingat-ingat pesan Pakde!</h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote><p>“<em>Enggak perlu takut kalau kita enggak ngapa-ngapain</em>.”</p></blockquote>
<p>[dropcap size=big]B[/dropcap]egitu pesan Pakde pada para pembantunya. Sore itu, Pakde sengaja ngumpulin mereka buat kasih penyegaran jiwa. Sebagai juragan, Pakde memang perhatian sama orang-orang yang sudah membuat pekerjaannya lebih mudah. Selain itu, Pakde juga prihatin karena pembantunya banyak yang terkena ciduk Tim Cicak.</p>
<p>Tim Cicak itu kerjaannya ya kayak cicak-cicak di dinding. Diam-diam mereka merayap, begitu ketahuan ada yang korupsi, <em>hap!</em> Langsung ditangkap. Mengapa? Karena selama ini ternyata para pembantu Pakde suka menghisap hak orang lain, hanya untuk menggemukkan dirinya sendiri.</p>
<p>Sebab itu, Tim Cicak paling suka mengawasi orang-orang berpenampilan seperti nyamuk. Herannya, meski Pakde badannya kurus kering tapi perut pembantunya banyak yang melendung. Tentu itu bagaikan makanan empuk bagi Tim Cicak. Dengan sabar, mereka menunggu pembantu Pakde yang menghisap hak orang diam-diam. Begitu kelihatan mulai menghisap, <em>slepet!</em> Tim Cicak pun menyergap. Kena deh!</p>
<p>Gara-gara Tim Cicak kerap melakukan operasi tangkap telan (OTT), makanya para pembantu Pakde pada ketakutan semua. Mereka jadi ragu bersentuhan dengan hak orang lain, takut tiba-tiba kena <em>slepet</em>. Makanya itu, untuk menenangkan situasi, Pakde pun mengumpulkan mereka untuk memberi wejangan supaya tidak pada takut terus-terusan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Mantap nih jokowi idenya.. demi mengurangi OTT para pejabat negara nih <a href="https://twitter.com/hashtag/SistemPemberantasKorupsi?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SistemPemberantasKorupsi</a> <a href="https://t.co/BmrSmXL9KM">pic.twitter.com/BmrSmXL9KM</a></p>
<p>— Adichandra (@Adichandr41) <a href="https://twitter.com/Adichandr41/status/923450122670809090?ref_src=twsrc%5Etfw">October 26, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>“Saya enggak bisa menangkap Cicak, karena saya bukan <em>Spiderman</em>,” kata Pakde. “Tapi kalau enggak <em>ngapa-ngapain </em>ya santai saja. Sebab jangankan menghisap hak orang lain, menghisap tembakau, ganja, dan obat nyamuk saja <em>nyusahin</em> orang kok. Hisaplah sesuatu yang lebih enak, menghisap permen misalnya,” saran Pakde lagi.</p>
<p>Eh, ternyata enggak lama Pakde membubarkan pertemuan para pembantunya. Tiba-tiba Mama datang dengan tergopoh-gopoh. “Pakde, nyamuk eh pembantu saya kena <em>slepet</em> Tim Cicak!” serunya. Mendengar itu Pakde bengong, lho bukannya tadi baru aja dibilangin.</p>
<p>Dengan wajah sayu Mama pun mengaku, tadi pembantunya tidak ikut ketemu Pakde karena belum selesai masak. Hari ini Mama memang sengaja ingin ngasih <em>surprise</em> buat Pakde, Mama bikinin sayur lodeh kesukaan ayah Mama dulu.</p>
<p>Mendengarnya Pakde hanya bisa senyum aja, padahal di hatinya menggerutu. “<em>Wong</em> yang suka sayur lodeh bapaknya kok dikasih ke aku. Memangnya aku ini bapakmu!” Tapi berhubung Pakde orang yang sangat halus dan berbudi luhur, tentu Pakde menghormati keputusan Mama itu.</p>
<p>“Padahal,” lanjut Mama lagi dengan nada sendu, “Mama sudah berkali-kali ngasih tau si Topik supaya jangan ngisap sembarangan. Dia seharusnya menghisap diam-diam biar enggak ketauan. Tapi dasar pembantu enggak kuat iman,” ceplosnya. Mendengar itu, Pakde pun batuk-batuk hebat. Ternyata lodehnya keasinan! (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/kpk-gelar-barang-bukti-ott-nganjuk_20171026_214056.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
