<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>paylater &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/paylater/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Aug 2023 09:07:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>paylater &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Anak Muda Gagal KPR Karena PayLater</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/banyak-anak-muda-gagal-kpr-karena-paylater/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[BI Checking]]></category>
		<category><![CDATA[Gen z]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[KPR]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Macet]]></category>
		<category><![CDATA[paylater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134644</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Anak muda dewasa ini semakin cenderung mengadopsi gaya hidup yang serba instan, termasuk dalam hal pembelian barang dan jasa. Salah satu tren yang semakin populer adalah penggunaan layanan PayLater. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian tanpa harus membayar secara langsung, namun membayar nanti dalam jangka waktu tertentu. Meski terdengar menguntungkan, penggunaan PayLater oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" data-type="link" data-id="pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Anak muda dewasa ini semakin cenderung mengadopsi gaya hidup yang serba instan, termasuk dalam hal pembelian barang dan jasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tren yang semakin populer adalah penggunaan layanan PayLater. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian tanpa harus membayar secara langsung, namun membayar nanti dalam jangka waktu tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski terdengar menguntungkan, penggunaan PayLater oleh anak muda juga membawa konsekuensi yang perlu dipertimbangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menyebutkan jika banyak anak muda di Indonesia yang gagal untuk mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) karena terganjal utang ratusan ribu rupiah di payLater.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tunggakan utang payLater kini sudah masuk ke dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) atau sebelumnya bernama BI Checking.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Salah satu bank yang menyediakan banyak kredit untuk KPR mengatakan ‘Bu ini banyak anak-anak muda yang nggak bisa dapat karena udah kena di SLIK-nya padahal dia hanya utang di payLater itu berapa ratus ribu tetapi macet,” Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK (24/8/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena penggunaan PayLater oleh anak muda mengundang pandangan beragam. Di satu sisi, ini dapat memberikan kemudahan akses terhadap barang dan jasa tanpa perlu mengeluarkan uang tunai secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam era digital ini, transaksi pun semakin mudah melalui platform digital dan aplikasi perbankan. Namun, dampaknya juga patut diperhatikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebiasaan menggunakan PayLater dapat membuat anak muda lebih impulsif dalam berbelanja dan kurang memperhatikan aspek keuangan jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu bahaya yang muncul adalah akumulasi utang yang tidak terkendali. Anak muda yang terbuai dengan fasilitas PayLater bisa saja mengabaikan kewajiban pembayaran pada akhir periode.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ketergantungan pada PayLater juga bisa mengganggu pembentukan kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. Anak muda cenderung tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan hanya karena ketersediaan kredit yang mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan jangka panjang dan kesulitan dalam mencapai tujuan finansial yang lebih besar, seperti memiliki tabungan, berinvestasi, atau merencanakan masa depan secara matang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penting bagi anak muda untuk memahami bahwa penggunaan PayLater sebaiknya dilakukan dengan bijak. Pemahaman tentang bagaimana layanan ini bekerja, kewajiban pembayaran tepat waktu, dan dampak dari penggunaan kredit perlu menjadi prioritas. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="fxmtYeyamTk"><iframe title="Bahas PSI, politik perempuan dan anak muda bersama Dara Nasution" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fxmtYeyamTk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/otoritas-jasa-keuangan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hegemoni Kartu Kredit Tergerus Paylater?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/hegemoni-kartu-kredit-tergerus-paylater/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Hegemoni]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[paylater]]></category>
		<category><![CDATA[Utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134498</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Kartu kredit telah lama menjadi alat penting dalam dunia keuangan pribadi, memungkinkan penggunanya untuk melakukan pembelian dan membayar secara bertahap. Namun, baru-baru ini, fenomena paylater telah mengemuka sebagai alternatif yang menarik bagi pengguna yang ingin menghindari suku bunga tinggi kartu kredit dan memperoleh fleksibilitas pembayaran. Paylater, yang juga dikenal sebagai &#8220;beli sekarang, bayar nanti,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kartu kredit telah lama menjadi alat penting dalam dunia keuangan pribadi, memungkinkan penggunanya untuk melakukan pembelian dan membayar secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, baru-baru ini, fenomena paylater telah mengemuka sebagai alternatif yang menarik bagi pengguna yang ingin menghindari suku bunga tinggi kartu kredit dan memperoleh fleksibilitas pembayaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paylater, yang juga dikenal sebagai &#8220;beli sekarang, bayar nanti,&#8221; adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang dan jasa tanpa membayar langsung, dengan opsi untuk melunasi dalam jangka waktu tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun paylater memberikan manfaat nyata, dampaknya terhadap penggunaan kartu kredit patut dipertimbangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu dampak utama pertumbuhan paylater adalah pergeseran perilaku pengguna dalam mengelola keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kartu kredit sering dikaitkan dengan risiko terjerat dalam utang yang sulit dilunasi karena suku bunga tinggi. Paylater menawarkan alternatif yang lebih aman dengan penagihan yang lebih transparan dan kadang-kadang tanpa suku bunga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini mendorong pengguna untuk lebih berhati-hati dalam pengeluaran dan dapat mengurangi jumlah pengguna kartu kredit yang mengalami masalah utang berkepanjangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada juga potensi dampak negatif terhadap penggunaan kartu kredit. Pertumbuhan paylater bisa mengurangi motivasi untuk merencanakan dan mengelola pembelian secara bijaksana dengan memanfaatkan kredit yang ditawarkan oleh kartu kredit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan paylater, pengguna dapat dengan mudah membeli barang-barang yang sebelumnya mungkin tidak akan mereka beli secara spontan, berpotensi mengakibatkan pengeluaran yang tidak terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, industri kartu kredit mungkin merasakan dampak dari popularitas paylater. Bank dan penyedia kartu kredit mungkin perlu mengevaluasi ulang model bisnis mereka, termasuk tingkat suku bunga dan biaya lainnya, agar tetap kompetitif dalam menghadapi persaingan dari layanan paylater yang lebih hemat biaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menghadapi perkembangan ini, pendekatan yang seimbang tampaknya menjadi solusi terbaik. Pengguna harus tetap diuntungkan dengan adanya opsi paylater, tetapi tetap diingatkan akan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, industri kartu kredit perlu berinovasi untuk tetap menarik bagi para nasabah dengan menawarkan solusi yang lebih fleksibel dan transparan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan paylater telah memberikan alternatif menarik bagi pengguna yang ingin menghindari utang kartu kredit yang berisiko tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dampaknya terhadap penggunaan kartu kredit tradisional memerlukan pemantauan dan penyesuaian agar keuangan pribadi tetap sehat dan berkelanjutan. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="fxmtYeyamTk"><iframe title="Bahas PSI, politik perempuan dan anak muda bersama Dara Nasution" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/fxmtYeyamTk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/perbedaan-kartu-kredit-dan-debit-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
