<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>partai solidaritas &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/partai-solidaritas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Feb 2022 05:01:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>partai solidaritas &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyoal Janji Giring Menuju 2024</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/menyoal-janji-giring-menuju-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[capres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Capres 2024-2029]]></category>
		<category><![CDATA[Giring Ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[Giring nidji]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum PSI]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95787</guid>

					<description><![CDATA[“When enough people make false promises, words stop meaning anything. Then, there are no more answers, only better and better lies” – Jon Snow,&#160;Game of Thrones&#160;(2011-2019) PinterPolitik.com “ALannister always pays his debts,” begitulah perkataan yang kerap dilontarkan oleh Tyrion Lannister dalam sebuah seri yang berjudul&#160;Game of Thrones&#160;(2011-2019) atau GoT. Pernyataan itu selalu dilontarkan ketika Tyrion [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>“When enough people make false promises, words stop meaning anything. Then, there are no more answers, only better and better lies” – Jon Snow,&nbsp;<em>Game of Thrones</em>&nbsp;(2011-2019)</strong></h3>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">“A<em>Lannister always pays his debts</em>,” begitulah perkataan yang kerap dilontarkan oleh Tyrion Lannister dalam sebuah seri yang berjudul&nbsp;<em>Game of Thrones&nbsp;</em>(2011-2019) atau GoT. Pernyataan itu selalu dilontarkan ketika Tyrion berada dalam keadaan terdesak dan terpaksa untuk memberikan janji-janji keuntungan pada lawan bicaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, janji-janji seperti inilah yang kerap dilontarkan oleh mereka yang berupaya untuk menduduki kursi kekuasaan. Dalam kampanye-kampanye politik, janji-janji ini memang terdengar indah dan meyakinkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya&nbsp;<em>sih</em>, kita menemukan janji-janji serupa dari para calon penguasa. Presiden Joko Widodo (Jokowi), misalnya, dulu sempat berjanji akan menuntaskan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi di masa lampau – sebuah janji yang dinilai banyak kalangan belum terwujud juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, seperti di GoT yang kerap mengumbar janji, calon-calon penguasa di Indonesia juga merasa perlu memberikan janji dan harapan kepada masyarakat. Giring Ganesha yang menyatakan akan maju sebagai calon presiden (capres) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada tahun 2024 mendatang, misalnya, baru-baru ini&nbsp;<strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/12/01/09345231/giring-janjikan-gadget-jika-jadi-presiden-dinilai-gimik-yang-akan-perlemah/">berjanji</a></strong>&nbsp;akan memberikan satu gawai (<em>gadget</em>) pada setiap siswa ketika menjadi presiden nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, terdengar indah <em>sih</em> memang. <em>Tapi nih</em> ya, bukannya wacana kebijakan semacam itu <em>udah </em>lebih dulu dilontarkan oleh pemerintahan Jokowi ya? Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, misalnya, <strong><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5167199/selain-pulsa-pemerintah-mau-sebar-tablet-murah-ke-masyarakat/">sempat menyebutkan</a></strong> bahwa pemerintah bakal <em>nyebarin</em> tablet murah bagi para siswa dan siswi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, pemerintahan Jokowi juga&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;memberikan subsidi pulsa&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;buat mahasiswa/i dan siswa/i. Kalau&nbsp;<em>gitu</em>, Mas Giring bakal cuma&nbsp;<em>ngelanjutin</em>&nbsp;kebijakannya Pak Jokowi&nbsp;<em>dong</em>.&nbsp;<em>Hmm</em>, kreatif&nbsp;<em>uga</em>&nbsp;Mas Giring.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Mas Giring juga perlu menyiapkan&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;tepat tidaknya sasaran janji kebijakan tersebut. Jangan-jangan gawai yang dibagi-bagikan nanti malah dipakai fungsi lain. Bisa-bisa, Mas Giring malah&nbsp;<em>ngajak&nbsp;</em>anak-anak pelajar pada&nbsp;<em>mabar</em>&nbsp;(main bareng).&nbsp;<em>Wah</em>,&nbsp;<em>asyik dong</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>&nbsp;ya, terlepas dari kemungkinan itu, janji-janji spektakuler Mas Giring ini kira-kira bakal&nbsp;<em>ngena</em>&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>ya? Soalnya&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/11/30/15175791/giring-dinilai-tak-terlalu-diperhitungkan-di-pilpres-2024/">kata</a></strong>&nbsp;Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, Mas Giring ini tetap&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;terlalu diperhitungkan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di tahun 2024 nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa yang dibilang Pak Adi&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;mungkin&nbsp;<em>aja&nbsp;</em>ya. Soalnya, kalau dibandingkan dengan nama-nama raksasa lainnya – seperti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Mas Giring punya banyak pekerjaan rumah (PR) biar bisa&nbsp;<em>nyusul</em>&nbsp;peringkat klasemen mereka.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, kita sendiri <em>nggak </em>tahu pasti <em>sih</em> soal masa depan. Namanya juga politik – pasti dinamikanya selalu berubah-ubah. Mari kita nantikan sajalah aksi “serius” Mas Giring ke depannya. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Licensed To Kill Lies - John Zachary Series Episode 11" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ebllXlxYocY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Janji-Giring-Menuju-2024-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencla-Mencle Pimpinan Jakarta</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/mencla-mencle-pimpinan-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 13:57:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Radikal]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Guntur Romli]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30642</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan.&#8221; ~ Politisi PSI, Mohammad Guntur Romli. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang sangka ya paham radikal udah menyerebak ke berbagai masjid di belahan Jakarta. Dari pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan.&#8221; ~ </em>Politisi PSI, Mohammad Guntur Romli.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang sangka ya paham radikal udah menyerebak ke berbagai masjid di belahan Jakarta. Dari pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, diketahui 40 masjid di Jakarta terpapar pengaruh radikalisme. Ayo cek, apa masjid yang dimaksud ini adalah masjid tempat kalian sering beribadah? Kalau iya, kan bisa gawat juga loh.</p>
<p>Meski demikian nyatanya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno gak menampik mengenai kebenaran itu. Dia malah membenarkan informasi dari pihak BNPT dan membantu mendeskripsikan ciri-ciri masjid yang telah terkontaminasi paham radikal, seperti menyerukan kebencian dan memecah belah bangsa.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga Wakil Majelis Pakar Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), Budi Gunawan mengapresiasi pernyataan Sandiaga Uno itu yang membenarkan 40 masjid di Jakarta yang terindikasi paham radikalisme. Ternyata BIN juga memantau ya.</p>
<p>Meski demikian, ternyata gak semua sepakat mengenai hal ini loh. Pasalnya, Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan justru menyatakan kebalikannya. Anies meragukan kebenaran informasi yang dilemparkan oleh BNPT. Malahan Anies menantang pihak yang menuding tersebut untuk menunjukkannya langsung.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Anies &amp; Sandi yg tdk satu suara &amp; tdk satu sikap soal radikalisme di masjid2 di DKI menunjukkan mrk lg main drama, main sinetron, bgmna mau menghadapi radikalisme klu pemimpinnya tdk satu suara <a href="https://t.co/x4E6iGHCqK">https://t.co/x4E6iGHCqK</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1004757947073720320?ref_src=twsrc%5Etfw">June 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Yah, Gubernur kita yang satu ini <em>ngegas</em>. <em>Jiah, cape deh</em>. <em>Woles</em> aja <em>keles</em>. Kalau ada masukan baiknya diterima dahulu, pelajari lalu merespon dengan benar. Bukan malah reaktif apriori gitu. Wakilnya aja <em>kalem</em> aja tuh. Ini kok Gubernurnya malah gak nyantai. <em>Hadeuh</em>. Ngopi cantik dulu lah biar gak tegang.</p>
<p>Padahal simpel aja loh. Sebagai pimpinan, keduanya sebaiknya duduk bersama ketika menerima informasi seperti ini. Toh kalau informasi ini datangnya dari BNPT terlebih dibenarkan BIN, maka gak perlu diragukan lagi keakuratannya. Jadi Anies dan Sandi tinggal memutuskan langkah apa untuk membenahinya masjid.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan <a href="https://t.co/yQMVB4wP2d">https://t.co/yQMVB4wP2d</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1004759198603698176?ref_src=twsrc%5Etfw">June 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kalau keduanya masih aja gak kompak, itu tandanya dua pimpinan Jakarta ini gak pernah duduk satu meja. Mereka nyadar gak sih gak kompaknya mereka ini menjadi bahan olok-olok media yang semakin memperlihatkan ketidakbecusan gaya memimpin keduanya? Tapi ini mungkin salah kita warga DKI yang dulu pilih mereka ya. Ya sudah lah, udah terlanjur, <em>hahaha.</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Anies-Baswedan-Sandiaga-Uno.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Caleg PSI ‘Penganut’ Ahok</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/caleg-psi-penganut-ahok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2018 08:33:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Grace Natalie]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Caleg PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27248</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Orang tahu saya Jokowers, Ahokers garis keras. Selama tiga tahun (karakter keras) Ni Luh Jelantik akan saya tinggalkan. Diplomatis akan tetap jalan.&#8221; ~ Ni Luh Djelantik PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang masih jadi anak baru ini sedang sibuk menyeleksi para calon anggota legislatif yang akan diusung oleh PSI di Pileg 2019 mendatang. Kalau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Orang tahu saya Jokowers, Ahokers garis keras. Selama tiga tahun (karakter keras) Ni Luh Jelantik akan saya tinggalkan. Diplomatis akan tetap jalan.&#8221; ~ Ni Luh Djelantik</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang masih jadi anak baru ini sedang sibuk menyeleksi para calon anggota legislatif yang akan diusung oleh PSI di Pileg 2019 mendatang.</p>
<p>Kalau kata Ketua Umumnya, Grace Natalie,  caleg – caleg ini datang dari berbagai latarbelakang dan tak jarang juga terdiri dari orang yang baru pertama kali masuk ke dunia politik.</p>
<p>Walaupun yang daftar masih baru, tapi jurinya terdiri dari para tokoh dan pakar di bidangnya seperti Mahfud MD, Bivitri Susanti, Mari Elka Pangestu, Goenawan Mohamad, dan yang lainnya.</p>
<p><em>Hmmm, </em>berarti kalau mau jadi caleg dari PSI itu agak susah dong, selain tahapannya banyak, diujinya juga sama orang – orang yang punya kompetensi di bidang politik, hukum, dan beragam disiplin ilmu lainnya.</p>
<p>Tak mengapalah, namanya juga proses belajar berpolitik, kalau lolos uji berarti tandanya sabar, <em>uppsss, </em>maksudnya punya kemampuan.</p>
<p>Kalau dilihat – lihat ada yang menarik dari caleg PSI, ia adalah pegiat industri sekaligus desainer sepatu yang sudah malang melintang di Indonesia sampai mancanegara. <em>Hmmm, </em>ia adalah Ni Luh Djelantik.</p>
<p>Tapi yang tak disangka, motivasi dasar Ni Luh untuk mendaftarkan diri sebagai caleg PSI itu ternyata berasal dari sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Walaupun masih mendekam di jeruji besi, Ahok masih jadi inspirasi orang lain untuk jadi caleg, luar biasa, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Hmmm, </em>ternyata <em>ehhh </em>ternyata Ni Luh itu memang sedari dulu selalu menjadi pembela Ahok, makanya ia menamakan dirinya Ahokers. Jadi wajar banget kalau Ni Luh terinspirasi oleh Ahok.</p>
<p>Kalau Ahokers begitu, kayaknya bisa langsung masuk PSI ya? Kan tahu sendiri, PSI sedari awalnya aja ngumpulin KTP buat Ahok kan? Sejalan lah sama PSI.</p>
<p><em>Upppsss, </em>tapi Ni Luh umurnya udah 42 tahun, PSI ga jadi partainya anak muda lagi dong kalau Ni Luh diterima, <em>hayoooo </em> PSI lagi bingung antara menerima atau engga ya? <em>Uhuukkk uhuuukkk.</em></p>
<p>Makanya kalau kata Adlin Sinclair, PSI ga perlu bingung, mending konsisten dan teguh sama pendiriannya aja.</p>
<p>Kalau mau jadi partai penghimpun Ahokers ya dikumpulkan, tapi kalau mau jadi partainya anak muda ya yang dipilih cuma anak mudanya aja dong, <em>weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/djelantik-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
