<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Partai Nasional Demokrat (NasDem) &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/partai-nasional-demokrat-nasdem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2019 11:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Partai Nasional Demokrat (NasDem) &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi-Surya Paloh Perang Dingin?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-surya-paloh-perang-dingin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 12:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dingin]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Retorika Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sohibul Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68618</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir pertemuan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman ketika menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar. Ada apa di balik hubungan Jokowi dengan Surya? PinterPolitik.com “Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, berharap jadi kupu-kupu. Kini, kita berjalan berjauh-jauhan. Kau jauhi diriku karena sesuatu” – Sind3ntosca, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir pertemuan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman ketika menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar. Ada apa di balik hubungan Jokowi dengan Surya?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, berharap jadi kupu-kupu. Kini, kita berjalan berjauh-jauhan. Kau jauhi diriku karena sesuatu” – Sind3ntosca, musisi asal Indonesia</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>ersahabatan kerap kali dianggap sebagai sebuah hubungan erat antara dua pihak yang saling membangun. Seperti yang pernah dinyanyikan oleh Sind3ntosca, persahabatan itu bagaikan kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu.</p>
<p>Mungkin, hubungan persahabatan inilah yang selama ini mengisi kedekatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Surya dan partainya bahkan disebut oleh John McBeth dalam <a href="https://www.asiatimes.com/2019/06/article/complex-political-calculus-behind-widodo-2-0/" rel="nofollow"><strong>tulisan opininya</strong></a> di Asia Times sebagai setia kepada Jokowi.</p>
<p>Namun, layaknya banyak hubungan persahabatan pada umumnya, sebuah batu dalam perjalanan yang terjal bisa saja menyandung langkah mereka. Rintangan ini yang boleh jadi tengah dihadapi oleh Jokowi dan Surya.</p>
<p>Nasdem yang sebelumnya menjadi partai terdepan dalam mendukung pencalonan Jokowi untuk Pilpres 2019 kini menjadi sasaran sindiran mantan Wali Kota Solo itu. Presiden dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar berkomentar bahwa dirinya <a href="https://katadata.co.id/berita/2019/11/07/saling-sindir-jokowi-surya-paloh-pasca-momen-rangkulan-presiden-pks/" rel="nofollow"><strong>tidak pernah dirangkul seerat</strong></a> rangkulan Surya dengan Presiden PKS Sohibul Iman.</p>
<p>Banyak pihak menilai bahwa sindiran tersebut merupakan bentuk peringatan Jokowi kepada Partai Nasdem sebagai salah satu anggota koalisi pemerintahan. Meski begitu, Surya menilai pernyataan itu hanyalah candaan presiden.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Banyak yg menganggap manuver Surya Paloh belakangan ini sbg upaya membangun &#39;Poros Baru 2024&#39; , padahal 2019 baru selesai, NasDem dapat 3 menteri, Jokowi sdah melihat manuver ini kejauhan, yg potensial bisa ganggu koalisi khususnya dlm pemerintahan&#8230; Ini sindiran keras Jokowi <a href="https://t.co/ZkL53rt7Iu">pic.twitter.com/ZkL53rt7Iu</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1192247955845083136?ref_src=twsrc%5Etfw">November 7, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Terlepas dari adanya perasaan tersindir atau tidak, Surya mungkin masih berkeyakinan bahwa Jokowi adalah sahabatnya. Pasalnya, Ketum Nasdem tersebut mengatakan bahwa dirinya dan sang presiden masih terhubung secara batin walaupun belum sempat bertemu secara langsung.</p>
<p>Namun, pernyataan Jokowi bisa jadi merupakan tanda dari adanya perubahan dalam dinamika hubungan di antara keduanya. Apa maksud sebenarnya dari pernyataan presiden dalam perayaan HUT ke-55 Golkar tersebut? Situasi apa yang kini tengah terjadi antara Jokowi dan Surya?</p>
<h4><strong>Sindiran Politik</strong></h4>
<p>Terlepas dari adanya sangkalan dari Surya, pernyataan Jokowi bisa jadi memang merupakan bentuk sindiran politik presiden untuk Partai Nasdem. Sindiran yang semacam itu memang kerap digunakan dalam diskursus politik.</p>
<p>Bukan tidak mungkin bahwa sindiran Jokowi ini memang mencerminkan keinginan presiden untuk memengaruhi langkah-langkah politik Surya. David M. Bell dalam <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0378216697880010"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Innuendo</em> menjelaskan bahwa sindiran kerap digunakan ketika penyindir ingin memengaruhi orang lain tetapi juga sekaligus ingin menyembunyikan maksud asli penyindir agar risiko-risiko ekspresinya dapat diminimalisir.</p>
<p>Dalam tulisannya, Bell mendefinisikan istilah <em>innuendo</em> dengan menggunakan teori <em>speech act</em> (tindak tutur) dan mengkategorikan sindiran sebagai bentuk <em>pragmatic act</em>. Tindakan pragmatis ini dilakukan guna mewujudkan intensi penyindir bukan dengan mendorong pihak lain untuk mengenali maksud penyindir, melainkan dengan mengondisikan ucapannya pada konteks tertentu.</p>
<p>Joyojeet Pal dan tim penulisnya dari University of Michigan, Amerika Serikat, dalam <a href="https://pdfs.semanticscholar.org/131c/e9443d15cd7fd35ae4225a6180120eee0d16.pdf"><strong>tulisan mereka</strong></a> yang berjudul <em>Innuendo as Outreach</em> menjelaskan bahwa sindiran politik kerap kali disalurkan dalam bentuk ironi verbal. Ironi verbal sendiri dapat dipahami sebagai kiasan retorik yang disertai dengan substitusi atas makna sesungguhnya.</p>
<p>Pal dan timnya mencontohkan beberapa politisi yang menggunakan ironi verbal sebagai sindiran politik, yaitu Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden AS Donald Trump. Kedua presiden ini kerap melayangkan sindirannya melalui cuitan di Twitter karena efeknya yang lebih besar dalam menarik emosi dan perhatian dibandingkan ucapan biasa pada umumnya.</p>
<p>Selain itu, Pal dan timnya – dengan mengutip Wilson dan Sperber – menjelaskan bahwa penggunaan sindiran ironis ini juga memerlukan adanya kesamaan lingkungan kognitif, di mana penyindir dan yang disindir memiliki ruang pemahaman yang sama.</p>
<p>Dari sini, apa yang dijelaskan Bell mengenai pengondisian sindiran menjadi sesuai. Dengan sindiran yang dikondisikan berdasarkan kesamaan kognitif, penyindir berupaya agar pihak yang disindir mengarah pada konteks yang dimaksud.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan sindiran Jokowi untuk Surya?</p>
<p>Mungkin, Jokowi berharap agar Surya dapat kembali menjalankan perannya sebagai anggota koalisi pemerintahan. Presiden sendiri mengatakan bahwa dirinya memiliki hak untuk mempertanyakan pertemuan Surya-Sohibul karena Nasdem masih berada di dalam koalisi pemerintahan.</p>
<hr /><p><em>Dengan sindiran yang dikondisikan berdasarkan kesamaan kognitif, penyindir berupaya agar pihak yang disindir mengarah pada konteks yang dimaksud.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fjokowi-surya-paloh-perang-dingin%2F&#038;text=Dengan%20sindiran%20yang%20dikondisikan%20berdasarkan%20kesamaan%20kognitif%2C%20penyindir%20berupaya%20agar%20pihak%20yang%20disindir%20mengarah%20pada%20konteks%20yang%20dimaksud.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Sindiran politik semacam ini juga pernah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menjabat. Pada tahun 2013, SBY menyindir PKS – kala itu menjadi anggota koalisi pemerintahan SBY – akibat sikapnya yang kerap tidak sejalan dengan pemerintah.</p>
<p>Sindiran tersebut dilakukan dengan <a href="https://nasional.sindonews.com/read/755544/12/di-rakornas-sby-sindir-pks-1372507265/" rel="nofollow"><strong>mengucapkan terima kasih</strong></a> kepada Partai Demokrat atas sikapnya yang dianggapnya selalu sedia mendukung pemerintahannya. Di lain kesempatan, SBY juga menyindir PKS <a href="https://news.okezone.com/read/2013/06/12/339/821015/sby-sindir-pks-jangan-mengklaim-mencintai-rakyat/" rel="nofollow"><strong>dalam rapat </strong><strong>kabinet</strong></a>.</p>
<p>Bila berkaca pada sindiran SBY pada PKS, apakah sindiran Jokowi kepada Surya serupa? Lantas, ada apa sebenarnya di balik hubungan Jokowi-Surya yanh mendasari keluarnya sindiran tersebut?</p>
<h4><strong>Perang Dingin?</strong></h4>
<p>Upaya Jokowi untuk melempar sindiran kepada Surya kurang lebih hampir sama dengan situasi Perang Dingin yang terjadi antara AS dan Uni Soviet. Kedua negara itupun sebelumnya merupakan sekutu dalam Perang Dunia II sebelum akhirnya menjadi musuh bebuyutan sepanjang paruh akhir abad ke-20.</p>
<p>Perang Dingin sendiri dapat <a href="https://www.lexico.com/en/definition/cold_war/" rel="nofollow"><strong>didefin</strong><strong>i</strong><strong>sikan</strong></a> sebagai ketegangan politik yang terjadi antara dua negara yang diwarnai dengan ancaman, propaganda, dan cara-cara lain selain pertempuran secara langsung. Sindiran – dalam bentuk <em>innuendo</em> dan <em>insinuation</em> – kerap saling dilemparkan juga dalam Perang Dingin.</p>
<p>Pada tahun 1984 misalnya, Uni Soviet dianggap <a href="https://www.nytimes.com/1984/11/02/world/assassination-aftermath-more-innuendo-moscow-soviet-press-steps-up-hints.html"><strong>melemparkan sindiran</strong></a> kepada AS terkait pembunuhan Perdana Menteri India Indira Gandhi. Sindiran itu dilontakan tanpa melemparkan tudingan secara langsung.</p>
<p>Di era tersebut, sindiran dan ancaman memang dilakukan sebagai bentuk upaya<em> deterrence</em> (menghalangi atau membuat pihak lain menghentian niatnya). Pada era kontemporer, sindiran-sindiran <a href="https://www.theatlantic.com/international/archive/2017/09/trump-kim-north-korea-nuclear-united-nations/540447/"><strong>kerap dilontarka</strong></a>n oleh presiden AS dari masa ke masa pada Korea Utara untuk menghentikan pengembangan rudal nulklirnya.</p>
<p>Lantas, apa kaitannya Perang Dingin antarnegara dengan sindiran Jokowi terhadap Surya?</p>
<p>Sindiran memang menjadi salah satu instrumen untuk memengaruhi tindakan negara lain. Namun, negara juga kerap menggunakan manuver-manuver politik guna mengeluarkan efek <em>deterrence</em> terhadap negara lain.</p>
<p>Jika menilik kembali pada dinamika hubungan Jokowi dengan Surya, keduanya memang selalu berjalan bersama dalam hal politik. Namun, keputusan-keputusan politiknya mulai dianggap tidak sejalan semenjak terjadi pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-68620" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh-.jpg" alt="" width="1080" height="1278" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--254x300.jpg 254w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--768x909.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--865x1024.jpg 865w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--696x824.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--1068x1264.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Jokowi-Ngode-ke-Surya-Paloh--355x420.jpg 355w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Ketidakpuasan Surya bisa saja mulai tampak akibat adanya kemungkinan Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan sejak pertengahan tahun 2019. Bahkan, sempat diduga terbentuk dua poros politik yang berbeda terkait jatah menteri partai politik antara poros Teuku Umar (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) dan poros Gondangdia (Surya).</p>
<p>Upaya <em>deterrence </em>boleh jadi mulai dilakukan oleh Surya dengen menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – salah satu sosok yang berseberangan secara politik dengan Presiden Jokowi. Bisa jadi, pertemuan tersebut ditujukan untuk memengaruhi keputusan Jokowi dalam menyusun kabinet periode keduanya.</p>
<p>Upaya ini terus dilakukan oleh Nasdem pada beberapa kesempatan selanjutnya, yakni ketika berbagai tokoh mengenakan pakaian putih dipanggil ke Istana pada Oktober lalu. Nasdem memberikan sinyal bahwa mereka siap bila menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi.</p>
<p>Disebut-sebut tidak puas dengan jatah menteri yang didapatkannya, Nasdem pun tetap melanjutkan upaya <em>deterrence</em> dengan melakukan pertemuan antara Surya dan Sohibul. Mungkin, kekecewaan Surya ini muncul akibat lepasnya posisi Jaksa Agung yang <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181018191324-32-339642/rocky-gerung-kekuatan-pdip-bukan-sukarnois-tapi-punya-bin/" rel="nofollow"><strong>disebut-sebut menjadi sumber kekuatan</strong></a> Nasdem.</p>
<p>Boleh jadi, upaya <em>deterrence</em> Nasdem ini berakhir menjadi sebuah perang dingin layaknya dilakukan antarnegara. Pasalnya, sindiran Jokowi bisa jadi merupakan bentuk <em>deterrence </em>balasan terhadap Surya dan Nasdem.</p>
<p>Lantas, bagaimanakah dampak lanjutan dari <em>deterrence</em> Jokowi untuk Surya dan Nasdem?</p>
<p>Dalam hubungan antarnegara, bukan tidak mungkin upaya-upaya <em>deterrence</em> dapat berujung pada tindakan nyata apabila pihak lawan tidak dapat dihalangi. Korut misalnya, kerap mendapatkan sanksi dari AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan sikapnya yang ketus untuk mengembangkan senjata nuklir.</p>
<p>Bila ditarik pada konteks politik domestik Indonesia, <em>deterrence </em>balasan Jokowi ini boleh jadi berujung pada keputusan nyata. Seperti AS yang memiliki pengaruh luas untuk menentukan sanksi, presiden juga berhak menentukan kembali siapa-siapa saja yang berhak terlibat dalam kabinetnya.</p>
<p>Presiden SBY misalnya, memutuskan mengurangi jatah menteri PKS. Keputusan itu dinilai karena adanya gesekan sikap antara pemerintahan SBY dengan partai yang kini dipimpin oleh Sohibul tersebut.</p>
<p>Namun, mungkin, sindiran Jokowi mungkin belum mengarah pada ancaman semacam itu. Untuk saat ini, sindiran Jokowi ini boleh jadi merupakan pertanda akan telah dimulainya Perang Dinginnya dengan Surya.</p>
<p>Adanya Perang Dingin ini bisa saja menjadi tambahan batu terjal bagi persahabatan Jokowi-Surya yang selama ini telah terjalin. Seperti lirik Sind3ntosca di awal tulisan, kedua politisi ini mungkin tengah bertindak berjauh-jauhan karena sesuatu. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="800YzC-Mc_0"><iframe title="Perppu KPK: Siapa Sandera Jokowi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/800YzC-Mc_0?start=9&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/luhut-masih-kokoh-atau-tergusur/bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/032ec6d4-5cc9-46f5-994b-7cc7374146b6-1-1024x614.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasdem Nekat Lempar &#8216;Tumbal&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/nasdem-nekat-lempar-tumbal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2019 06:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Agung HM Prasetyo]]></category>
		<category><![CDATA[Kader Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=63699</guid>

					<description><![CDATA[“Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang,” – Will Rogers PinterPolitik.com Beberapa waktu terakhir ini, para politisi saling tuding dan saling rebutan jabatan Jaksa Agung karena ada anggapan dan insinuasi dapet privilege imunitas hukum. Weeeittss, pantesan kalo ngeliat politisi mudah lolos dari jeratan hukum. Padahal Jaksa Agung M. Prasetyo udah bilang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang,” – Will Rogers</em></strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>eberapa waktu terakhir ini, para politisi saling tuding dan saling rebutan jabatan Jaksa Agung karena ada anggapan dan insinuasi dapet <em>privilege</em> imunitas hukum. <em>Weeeittss, </em>pantesan kalo ngeliat politisi mudah lolos dari jeratan hukum.</p>
<p>Padahal Jaksa Agung M. Prasetyo udah bilang, kalau ia bersama lembaganya gak pernah tebang pilih untuk penegakan hukum. Nah <em>lho, </em>tuhkan, Jaksa Agung aja udah bilang begitu, jadi ngapain pada ribut <em>rebutin</em> jabatan itu sih? <em>Heleeeh.</em></p>
<p>Biasanya yang sering kecipratan kena tuduhan dapet imunitas itu kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). <em>Weleeeehh, </em>jadi para politisi partai lain sirik kali ya <em>ngeliatnya, </em>maklumlah Jaksa Agung kan mantan kader Partai Nasdem.</p>
<p>Inget mantan ya, <em>ehmmm, </em>pas dipilih jadi Jaksa Agung kan langsung <em>ngundurin </em>diri dari kader Partai Nasdem.</p>
<p><em>Ehmm, </em>tapi kan jabatan itu dikasih karena potongan kue kekuasaan buat Nasdem, apa karena kemampuan M. Prasetyo udah mumpuni?<em> Ehmmm, </em>entahlah, hanya Presiden Jokowi yang tahu, <em>weleeeh weleeeh</em>.</p>
<p>Kalo kader Partai Nasdem selalu aman dan lancar jaya lolos dari jeratan hukum, tapi <em>kok </em>kenapa masih ada aja sih yang keciduk? <em>Ehmm, </em>imunitasnya gak merata dong? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Lahhh</em> emang ada? Sudah pasti ada lah. Masa karena kupon imunitasnya abis, <em>hadeuuhh. </em>Jangan-jangan biar ga mudah disangka dan dituduh semuanya punya imunitas. Tuker guling lah, <em>weleeeh weleeh, </em>ibaratnya kudu ada ‘tumbal’, <em>heleeehh.</em></p>
<p>Baru-baru ini aja Ketua DPD Partai Nasdem Tanjungpinang ditangkap Polisi karena kasus pidato rasis, <em>nah loh, </em>nyesel gak jadi kader Partai Nasdem, terlebih Ketua DPD lagi <em>hadeuuuhh, </em>masa ga bisa diusahain sih, <em>zzzz.</em></p>
<p>Apa jangan-jangan justru biar ‘tuker gulingnya’ bernilai besar? <em>Weleeeh weleeeh, </em>kan bisa dibilang, jangan kan cuma kader, ada sekelas Ketua DPD aja terciduk dan tak ada imunitas, <em>weleeeh weleeeh. </em>Tapi ya itu kan nanya doang, gak nuduh loh…</p>
<p>Atau bisa juga sih, Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang ini terlalu sering pake baju warna merah. Lah emang kenapa? <em>Weeiiitssss, </em>jangan lupa, baju merah jangan sampe lolos, <em>syalaallaa, weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/prasetyo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Surya Paloh: Jokowi Kader Nasdem!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/surya-paloh-jokowi-kader-nasdem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H48]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 01:19:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=61693</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-61666 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem.jpg" alt="rya Paloh akan jadi yang terdepan rebut Jokowi jadi kader" width="2251" height="2250" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem.jpg 2251w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-1920x1919.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2251px) 100vw, 2251px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/jokowi-kader-nasdem-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Surya Paloh ‘Hajar’ Pemerintah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/surya-paloh-hajar-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 08:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BIN]]></category>
		<category><![CDATA[BNPT]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Revisi UU Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Suhardi Alius]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28812</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jelas ini bukan hanya kecolongan, kelalaian besar sudah ini. Sekali lagi saya katakan, Presiden harus segera bertindak tegas kali ini repositioning siapa saja yang perlu.&#8221; ~ Surya Paloh PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]inerja Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi sorotan, karena gagal mendeteksi secara diri adanya pergerakan terorisme. Makanya, banyak pihak yang menyerukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Jelas ini bukan hanya kecolongan, kelalaian besar sudah ini. Sekali lagi saya katakan, Presiden harus segera bertindak tegas kali ini repositioning siapa saja yang perlu.&#8221; ~ Surya Paloh</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]inerja Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi sorotan, karena gagal mendeteksi secara diri adanya pergerakan terorisme.</p>
<p>Makanya, banyak pihak yang menyerukan agar BIN dan BNPT berbenah dan mengevaluasi apa yang salah atau keliru dari kinerja pada dua lembaga tersebut.</p>
<p>Tak aneh juga ketika BIN dan BNPT disebut kecolongan, karena tak ada upaya preventif menangkal terorisme. Sudah pecah duluan baru ada penindakan, bahkan kejadian berturut – turut terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.</p>
<p>Ada pertanyaan sederhana yang ingin disampaikan. Kemana intelijen kita? Kok malah kecolongan begini sih. Masa tak bisa membaca arah pergerakan teroris, apalagi kata Kapolri ada 500 orang yang baru pulang dari Suriah.</p>
<p>Kepentok RUU Anti Terorisme lagi? Ah masa sih? Kan gerakan intelijen masih boleh dilakukan, yang kesulitan itu bukannya penindakannya? Nah loh, makanya kemanakah intelijen?</p>
<p>Pertanyaan sederhana itu, layaknya dijawab dengan kinerja BIN dan BNPT yang lebih optimal lagi untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Pasalnya, musuh negara itu sudah membuat bising negeri.</p>
<p>Karena BIN dan BNPT kecolongan begini, sempat muncul narasi ganti dan copot sajalah Kepala BIN, Budi Gunawan dan Kepala BNPT, Suhardi Alius.</p>
<p><em>Weeeiitss, </em>jangan reaksional begitu dong. Berikan kesempatan BIN dan BNPT memperbaiki kinerjanya, siapa tahu masih ada harapan.</p>
<p>Sebenernya sih yang jadi permasalahan, rakyat tidak takut dengan terorisme dan siap melawan. Tapi badan – badan khusus yang berkaitan dengan penegakan hukum malah kecolongan, alhasil wajar muncul reaksi yang ingin mengganti pucuk pimpinan dua lembaga tersebut.</p>
<p>Tapi, hipotesa bahwa pergerakan teroris itu disebut sebagai kecolongan BIN dan BNPT dibantah oleh Surya Paloh. Ketua Umum Partai NasDem itu malah tegas mengatakan, kalau aksi terorisme itu adalah kelalaian BIN dan BNPT.</p>
<p>Nah loh untuk urusan kemanusiaan begini, Partai pendukung Pemerintah sekalipun ikut ‘menghajar’ kinerja badan – badan khusus itu. Kaget juga ya, Surya Paloh bisa mengkritik begitu, jarang banget soalnya.</p>
<p>Tapi tak mengapalah, ini baru potret Partai NasDem yang mendukung Pemerintah. Tapi dukungnya itu kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah, jangan malah ada pembenaran sesuatu yang salah.</p>
<p>Makanya kalau kata pejuang Belanda, Corrie ten Boom, orang-orang yang melontarkan kritik pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita yang bekerja tanpa bayaran.</p>
<p>Makanya, Pemerintah jangan baper sama Partai NasDem ya, jangan lihat kritik pedasnya tapi lihat pesannya untuk kebaikan negeri, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/surya-paloh-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Surya Paloh, ‘JK Junior’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/surya-paloh-jk-junior/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2018 05:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[HM Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26604</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Karena itu jadilah seorang pembaharu, biar orang lain yang ikut meniru.&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]iprah Surya Paloh dalam kancah politik nasional memang cukup mentereng. Bahkan, si bos media ini tersohor jadi pendiri sekaligus pucuk pimpinan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Padahal kalau melihat dari rekam jejaknya, Surya Paloh kan dulunya bagian dari Partai Golkar, jabatannya aja sempat jadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Karena itu jadilah seorang pembaharu, biar orang lain yang ikut meniru.&#8221;</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]iprah Surya Paloh dalam kancah politik nasional memang cukup mentereng.</p>
<p>Bahkan, si bos media ini tersohor jadi pendiri sekaligus pucuk pimpinan Partai Nasional Demokrat (NasDem).</p>
<p>Padahal kalau melihat dari rekam jejaknya, Surya Paloh kan dulunya bagian dari Partai Golkar, jabatannya aja sempat jadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, lho. <em>Weiiittsss, </em>kayaknya rumor tentang Partai Golkar yang menjadi induknya Partai Politik baru itu benar adanya.</p>
<p>Tak ayal, kalau bikin partai baru begitu pasti banyak hal akan yang diadopsi sama Surya Paloh untuk menghidupkan Partai NasDem. Ya kalau begini sih namanya NasDem rasa Golkar, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ternyata <em>ehh </em>ternyata, bukan cuma dari partainya yang diadopsi oleh Surya Paloh, tapi secara sosok juga Surya Paloh berkiblat pada sosok Jusuf Kalla, sang senior Beringin yang kini jadi Wakil Presiden untuk kali kedua dan untuk dua Presiden yang berbeda.</p>
<p><em>Hmmm, </em>pantes kalau begitu sih Surya Paloh mengidolakan Jusuf Kalla. Di Partai Golkar aja masih diagungkan namanya, apalagi sekarang masih jadi Wakil Presiden, <em>uhuuyy, </em>menggiurkan kali ya, <em>weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Kalau mengidolakan itu pasti ada rasa atau hasrat pengen sama atau mirip sama idolanya. <em>Hmmm, </em>Surya Paloh pengen jadi JK versi junior nih? Kalau JK jadi Wakil Presiden, berarti ada kemungkinan juga Surya Paloh pengen juga dong, <em>uhuuukkk, uhuuukkk.</em></p>
<p><em>Weeeiitttsss, </em>ini bukan berasal dari kabar <em>hoax </em>ya. Tapi anak buahnya sendiri yang bilang kalau Surya Paloh udah mirip kayak JK. <em>Ciyeeee, </em>jadi JK versi junior, <em>weleeeh weeleeeeh.</em></p>
<p>Makanya kata Rene Girard dalam teori mimetik, kalau Surya Paloh merasa mirip sama JK, biasanya apapun yang dijalani pasti pengen diikuti, sejenis kayak plagiat lah, jiplak menjiplak <em>upppssss.</em></p>
<p>Tapi terkadang apa yang diharapkan itu ga sesuai sama realitanya, jadi kalaupun Surya Paloh itu <em>ngefans</em> banget sama JK bahkan ngotot pengen mirip JK, tapi belum tentu Surya Paloh itu direstuin sama keadaan.</p>
<p>Karena semirip – miripnya Surya Paloh sama JK, tetep aja namanya plagiat ga bisa dibikin seotentik mungkin.</p>
<p>Bolehlah Surya Paloh itu punya kemampuan lobi dan mobilitas yang tinggi kayak JK, tapi kalau urusan nasib, <em>hmmm </em>ga bisa dijiplak gitu aja, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/jk-dan-surpaloh-copy-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Victor, Si Lelaki Hebat</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/victor-si-lelaki-hebat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 06:47:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Laiskodat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16706</guid>

					<description><![CDATA[“Aku takkan pernah kau kalahkan, walau kau coba hancurkan aku. Aku kan slalu tetap berdiri, merasa hebat merasa kuat.” – Seventeen PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]embali terulang. Tutur kata hampir kembali mengantarkan politikus Indonesia dijerat kasus hukum. Berada diantara etis atau tidak, tutur kata Bang Victor yang menjatuhkan partai lain sudah terlanjur keluar dari mulutnya. Terus nasibnya bagaimana? [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Aku takkan pernah kau kalahkan, walau kau coba hancurkan aku. Aku kan slalu tetap berdiri, merasa hebat merasa kuat.” – Seventeen</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]embali terulang. Tutur kata hampir kembali mengantarkan politikus Indonesia dijerat kasus hukum. Berada diantara etis atau tidak, tutur kata Bang Victor yang menjatuhkan partai lain sudah terlanjur keluar dari mulutnya. Terus nasibnya bagaimana?</p>
<p>Andai dulu yang keluar itu kata-kata yang baik dan menyejukkan, pasti ga akan berurusan sama polisi deh hehehe. Sungguh disesalkan ya, Bang Victor. Emang penyesalan selalu datang diakhir ya, kalau di awal kan ga lucu <em>wakwaaww</em> hehehe.</p>
<p>Apa mustahil ya bila politikus zaman <em>now</em> menebarkan kesejukan berpolitik dengan mengedepankan tutur kata yang santun? Kalau kejadian pasti indah yaa <em>hmmm</em>.</p>
<p>Tapi kita lihat dulu bagaimana proses hukumnya. Kalau politikus yang sebelumnya kan memang sudah nyaman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Terganjal Hak Imunitas Sebagai Anggota DPR, Kasus Victor Laiskodat Diberhentikan Polri <a href="https://t.co/uW9JM3xHTd">https://t.co/uW9JM3xHTd</a> <a href="https://t.co/ICSIn8rRPS">pic.twitter.com/ICSIn8rRPS</a></p>
<p>— Info Islam (@muslim_zone) <a href="https://twitter.com/muslim_zone/status/933156606031757313?ref_src=twsrc%5Etfw">November 22, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Nah kalo kabar kasusnya Bang Victor gimana ya? Lanjut atau ‘hilang’? <em>Hmmm</em>, ternyata kasusnya dihentikan. <em>Hoalaaah</em> sudah kuduga!</p>
<p>Susahnya di mana ya buat ngusut kasus gini doang? Bukti digital udah ada dan saksi juga ada. <em>Hmmm</em>, ternyata eh ternyata, Bang Victor dapet kekuatan dari langit. Apaan tuh?</p>
<p>Bang Victor dapet timun, eh imun. Wkwkwk.</p>
<p>Oh, jadi kalau dapet jurus kekuatan dari langit punya kasus hukum apapun juga bisa dihilangkan. Asyik juga nih jadi Bang Victor. Bwahahaha.</p>
<p>Ibaratnya Bang Victor nabrak tiang listrik, nah tiang listriknya yang minta maaf ya hehehe.</p>
<p>Memang hebat Bang Victor ini. Kasih tips-tips biar dapet kekuatan dari langit gitu dong, biar sama – sama punya imun. Emang imun sekilo sekarang berapa dah? <em>Zzzzz</em></p>
<p><em>Hettttt</em> <em>dah kan</em> dikata juga imun itu bukan timun. Ga ngerti-ngerti dah kalo dibilangin. <em>Hufff</em></p>
<p>Tapi hak imunitas Bang Victor karena ia adalah anggota DPR RI. Jadi dengan kata lainnya Bang Victor tidak mempan dihajar apapun karena sudah kebal. Weh, lelaki yang hebat! (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Victor_Bungtilu_Laiskodat.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fans Gatot Bahagia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fans-gatot-bahagia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2017 10:14:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16480</guid>

					<description><![CDATA[“Hidup perlu lebih menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rinsipnya nih ya orang yang gamau tapi kalau dipaksa-paksa ya ujung-ujungnya pasti mau. Contohnya aja Gatot yang dirayu – rayu banyak pihak untuk maju ke dunia politik mungkin saja akhirnya terjun ke politik juga. Banyak pihak yang menyerang Gatot karena dugaan terlibat politik praktis, tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Hidup perlu lebih menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rinsipnya nih ya orang yang gamau tapi kalau dipaksa-paksa ya ujung-ujungnya pasti mau. Contohnya aja Gatot yang dirayu – rayu banyak pihak untuk maju ke dunia politik mungkin saja akhirnya terjun ke politik juga.</p>
<p>Banyak pihak yang menyerang Gatot karena dugaan terlibat politik praktis, tapi memang belum ada yang bisa membuktikannya juga sih. Tapi, spekulasi ini juga terjawab saat Gatot hadir dalam Rakernas Partai NasDem.</p>
<p>Sedari awal memang militer kan tidak menjadi aktor politik. Tapi sebagai pelaksana politik negara. Kecuali memang dwifungsi militer ingin dibangunkan kembali. <em>Sssssttt</em> jangan dibangunin lagi ya. Biarkan dia tertidur aja ya.</p>
<p>Karena dirayu NasDem jadi Cawapres Jokowi nanti, Gatot langsung luluh dan menyatakan bahwa Jokowi harus dua periode karena alasan inilah itulah, salah satunya infrastruktur takkan selesai kalau satu periode.</p>
<p>Sebenarnya, wajar kalau Gatot sekarang berada di pusaran Jokowi. Karena dia adalah Panglima TNI dan Jokowi adalah Presiden. Jadi kalau untuk saat ini sikap Gatot wajar.</p>
<p>Tapi kalau Gatot yang ngebaik-baikin Jokowi untuk layak dua periode itu namanya udah <em>sinam</em>.</p>
<p>Hayoooloooh<em> sinam – sinam</em>. Apa itu <em>sinam</em>?</p>
<p>Sinam itu merupakan kebalikan dari kata manis. Manis di bibir lah kira-kira begitu. Hehehe biasa namanya juga dari bahasa<em> gahoel</em> zaman <em>now</em>.</p>
<p>Kalau urusan<em> sinam-sinam</em> sih harus dengerin lagu jadul nih, biar tahu manis di bibir itu bedanya apa sama yang lain. hehehe</p>
<p><em>“Manis di bibir memutar kata, malah kau tuduh akulah segala penyebabnya”</em></p>
<p>Gatot belajar <em>sinam</em> dari mana coba ya? Apa isyarat supaya dilirik jadi Cawapres ya?</p>
<p>Ah tapi Gatot ga mungkin begitu sih. Palingan buat goda-godain NasDem aja nih. Soalnya kan acaranya yang didatengin untuk deklarasi Jokowi nyapres lagi.</p>
<p>Selain<em> sinam</em> ke Jokowi, kayanya Gatot ga enak sama NasDem juga sih. Soalnya, kader-kadernya pada teriak di Rakernas “Gatot Cawapres Jokowi”.</p>
<p>Karena ga enak sama fansnya itu, Gatot jadinya menyesuaikan dengan situasi yang ada di situ hehehe. Barangkali itu juga <em>ah, </em>hehehe. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/jokowi-gatot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Om Sur Tak Boleh Congkak</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/om-sur-tak-boleh-congkak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2017 09:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasional Demokrat (NasDem)]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16376</guid>

					<description><![CDATA[“Hampir tidak mungkin ada orang yang menolak uang. Ini uang yang halal loh. Bener ga mau ambil nih?” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]emerintahan Jokowi sangat baik hati kepada Partai politik karena memberikan jatah Rp 54,5 miliar per partai untuk alokasi dana saksi. Anehnya, respon dari partai politik kok jadi malu-malu kucing gitu. Ambil ga ya? Kalo ngambil, nanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Hampir tidak mungkin ada orang yang menolak uang. Ini uang yang halal loh. Bener ga mau ambil nih?”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]emerintahan Jokowi sangat baik hati kepada Partai politik karena memberikan jatah Rp 54,5 miliar per partai untuk alokasi dana saksi.</p>
<p>Anehnya, respon dari partai politik kok jadi malu-malu kucing gitu. Ambil ga ya? Kalo ngambil, nanti disangka partai yang ga punya duit. Cuma kalau ga ngambil, sayang juga kan. <em>Hmmm</em> bimbang kan? Hayoooo.</p>
<p>Kalau boleh saran sih ambil aja, kan uangnya sah diambil dari APBN untuk alokasi dana saksi. Jangan pura-pura gitu deh partai politik, nolak – nolak dana itu.</p>
<p><em>Wong</em> yang ngusulin kan dari partai politik sendiri. Sekarang udah mau dikasih, malah malu-malu. Jungkir balik dunia ini <em>ah elah. Weleh weleeeh.</em></p>
<p>Mau apapun alasannya, karena sudah masuk di APBN ya harus diambil. Jangan malah cari-cari muka deh. Tak mau membebani APBN atau apalah.</p>
<p><em>Hmm</em>, tukang topeng pasti laku nih kalau jualan di kantor Partai politik, hahaha.</p>
<p><em>“Ayoo dibeli Bu, Pak. Topengnya murah yuk, dibeli, dibeli. Beli satu tetep dapet satu, jangan minta nambah. Ayooo penglarisss”</em></p>
<p>Nih ya, kalau mau cari muka sebaiknya sedari awal aja ga usah diusulin dong, Bapak Ibu politikus yang terhormat. Jangan berlagak sok ga mau ngambil, padahal saat ngusulinnya <em>keukeuh </em>banget<em>.</em> <em>Wadezigggggg.</em></p>
<p>Ini merupakan kekocakan tingkat dewa!</p>
<p>Salah satunya nih, ada Om Sur yang mengaku kalau dirinya memang congkak, karena tak mau mengambil dana saksi untuk partainya. Iya sih, emang uangnya banyak. Tapi kan ini sudah masuk APBN, jadi ga usah malu-malu kucing lah. <em>Sikattt aja brooo. Welehhh weleeeeh.</em></p>
<p>Walau jadi beban APBN, tapi tetep aja dana saksi udah ada dan tinggal dicairkan aja, Om. Mana ada sih partai yang ga butuh dana? Jadi tahanlah sedikit congkaknya, Om.</p>
<p>Daripada nanti malah harus nyari garapan dari obyekan yang lain lagi. Kena apes ketangkep kan repot, Om. Jangan tanya siapa ya Om? Om kenal banget pasti, kan doi Sekjend Om sendiri hehehe.</p>
<p>Saran terbaik nih Om, terima aja dananya dengan lapang dada. Halal dan sesuai kesepakatan. Jadi, selamat menikmati ya Om. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/surya-paloh.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
