<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Papa the Series &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/papa-the-series/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Apr 2019 04:54:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Papa the Series &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Semua Akan Papa Pada Waktunya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/semua-akan-papa-pada-waktunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2017 04:11:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Papa the Series]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13954</guid>

					<description><![CDATA[Papa the Series, Episode #4: “Papa sembuh, semua terancam!” PinterPolitik.com [dropcap size=big]D[/dropcap]i negara-negara yang menganut supremasi hukum, semua warga negara adalah sama di mata hukum dan harus tunduk pada ketentuan hukum. Jika salah, harus dihukum! Namun, tersebutlah sebuah negeri zamrud di antah berantah, yang entah kenapa penegakan hukumnya masih pilih-pilih. Yang kuat, yang punya pengaruh, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Papa the Series, </em>Episode #4: “Papa sembuh, semua terancam!”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]D[/dropcap]i negara-negara yang menganut supremasi hukum, semua warga negara adalah sama di mata hukum dan harus tunduk pada ketentuan hukum. Jika salah, harus dihukum!</p>
<p>Namun, tersebutlah sebuah negeri zamrud di antah berantah, yang entah kenapa penegakan hukumnya masih pilih-pilih. Yang kuat, yang punya pengaruh, dan yang jago berpolitik selalu bisa menang di depan hukum.</p>
<p>Mungkin hal itu jugalah yang terjadi pada Papa, pendekar tua yang masih lincah itu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, masalah memang menjadi semakin rumit. Apalagi saat Papa jatuh sakit, semuanya was-was. <em>Jangan-jangan Papa akan lolos lagi. </em>Begitu ribut orang-orang di tivi-tivi. <em>Lolos? Emang belut? Hadehh.</em> Bahkan bursa taruhan menjadi ramai dengan prediksi kasus ini.</p>
<p>Tapi, semuanya seolah terdiam ketika ketok palu tetua Cepi membebaskan Papa dari status tersangka. Semuanya terbelak! <em>Gile!</em></p>
<p>Jadi teringat kata-kata Om Nazaruddin waktu itu. Om Nazar – bukan penyanyi dangdut ya – pernah bilang kalau Papa itu seperti Sinterklas. Ia kebal dan sakti!</p>
<p>Semua sakit akan tersembuhkan dengan sendirinya, dan semua hukuman akan dimentalkan dengan sendirinya. Bahkan penyakit-penyakit pada minta ampun karena kesaktian Papa! Luar biasa!</p>
<p>Kini, Papa telah sembuh dan bebas. Semua pun cemas! Apalagi mereka yang bermain-main saat Papa terbaring tak berdaya dengan EKG yang macet dan selang-selang <em>Dragon Ball</em>. Yang melawan Papa akan dipecat! Yang bikin manuver di partai juga siap-siaplah! <em>This is Papa!</em></p>
<p>Lihat saja manuver Korbid Polhukam yang ingin menjatuhkan Papa kabarnya membuat ia dipecat dan digantikan oleh seorang mantan jenderal. Papa telah bangkit dan akan melawan!</p>
<p>Semuanya memang akan Papa pada waktunya.</p>
<p>Bahkan lembaga anti rasuah yang harusnya ngotot jika kalah di sidang, terlihat mulai mengendurkan ikat pinggang.</p>
<p>&#8220;Kalau hukum, yang pasti tidak boleh dendam, tidak boleh sakit hati, tidak boleh marah. Karena hukum harus diimbangi dengan hukum. Memang hukum harus begitu. Percayalah bahwa kita digaji untuk melanjutkan kasus ini”, begitu katanya.</p>
<p>Sampai kapan, Om? Sampai kasusnya berlarut-larut dan hilang dari permukaan bumi?</p>
<p>Mungkin akan ada sebuah negara yang semuanya dipimpin oleh Papa. Presidennya Papa, Wakilnya juga Papa, Ketua Parlemen-nya Papa, Ketua Partainya juga Papa.</p>
<p>Semuanya akan Papa pada waktunya.</p>
<p>Maka, jangan heran jika supremasi hukum pun kalah karena yang berlaku hanyalah Hukum Papa. Kitab hukumnya namanya KUHP, alias Kitab Undang-Undang Hukum Papa. <em>Jreng!</em></p>
<p>“Woi, Dul, lu ngoceh mulu. Mandi dulu sana, badan lu bau duit 1,5 ember. Yang katanya pembungkaman, ga taunya disuarakan sama yang dukung oposan. Mahasiswa <em>kok</em> gitu?”</p>
<p>Di tempat lain, ada yang <em>selfie-selfie </em>dengan pengusaha-pengusaha yang hampir pasti mendukungnya lagi di periode berikut.</p>
<p>Sementara yang lagi latihan main panahan bilang: “Kita harus lebih nakal lagi”. Hmm, ingat umur, Opa…</p>
<p>(S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/papa-ngantuk-1024x677.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Review Film Horor: Pengabdi Setnov</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/review-film-horor-pengabdi-setnov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2017 07:27:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[e-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KTP elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Papa the Series]]></category>
		<category><![CDATA[Setnov]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13752</guid>

					<description><![CDATA[Papa the Series, Episode #3: “Film horor terbaru sudah keluar, tetapi tidak perlu ke bioskop untuk nonton!” PinterPolitik.com [dropcap size=big]S[/dropcap]aat masyarakat sedang dilanda euforia peluncuran film horor Pengabdi  Setan karya sineas Joko Anwar, ‘kehororaan’ film itu seolah tergantikan oleh ketok palu hakim Cepi Iskandar. “Tidak sah!” demikian kata hakim berambut uban tersebut terkait penetapan tersangka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Papa the Series, </em>Episode #3: “Film horor terbaru sudah keluar, tetapi tidak perlu ke bioskop untuk nonton!”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]S[/dropcap]aat masyarakat sedang dilanda euforia peluncuran film horor <em>Pengabdi </em> <em>Setan </em>karya sineas Joko Anwar, ‘kehororaan’ film itu seolah tergantikan oleh ketok palu hakim Cepi Iskandar.</p>
<p>“Tidak sah!” demikian kata hakim berambut uban tersebut terkait penetapan tersangka pada Ketua DPR RI, sekaligus Ketua Umum Golkar, Setya Novanto. Kata-kata itu seolah berdengung di telinga aktivis-aktivis pembela KPK dan pegiat anti korupsi. Tidak sah? Tanpa <em>soundtrack </em>sekalipun kata-kata itu sudah terdengar horor!</p>
<p>Akhirnya, Setnov pun bebas dari status tersangka yang ditetapkan kepadanya.</p>
<p>Status ‘tidak sah’ ini memang sebenarnya bisa diprediksi, mengingat beberapa waktu terakhir, pengusutan kasus mega korupsi KTP elektronik menjadi semakin tidak jelas. Pada beberapa kali persidangan, nama Setnov pun tidak muncul. Padahal, ia disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Hari ini please nonton Pengabdi Setan ya, temen-temen. Trus minta tolong ajak temen-temen kalian di sosmed, wasap grup, dll buat nonton yah</p>
<p>&mdash; Joko Anwar (@jokoanwar) <a href="https://twitter.com/jokoanwar/status/914329491043901440?ref_src=twsrc%5Etfw">October 1, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Horor-nya kasus ini sebetulnya sudah sangat terlihat ketika salah satu saksi kunci bernama Johannes Marliem tewas – disebut-sebut karena bunuh diri. <em>Horor, men</em>!</p>
<p>Apalagi kasus ini juga menjadi salah satu alasan mengapa DPR ngotot membentuk Pansus Angket KPK yang kalau dilihat-lihat pembahasannya, bertujuan untuk mengkebiri kewenangan lembaga anti rasuah tersebut.</p>
<p><em>Horor banget</em>! Pansus Angket KPK ini terlihat seperti sekelompok zombie dalam serial <em>The Walking Dead</em> yang menggentayangi gedung KPK. Ada yang sampai maksa-maksa bawa koper segala ke gedung KPK!</p>
<p>Lebih horor lagi ketika beredar foto Setnov yang sedang terbaring di rumah sakit dengan berbagai alat bantu kesehatan melekat padanya.</p>
<p>Kata teman saya, itu <em>scene </em>paling horor sejauh ini! “<em>Gila</em>, itu alat EKG-nya datar-datar saja – alias sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan – tetapi yang terbaring sakit itu masih hidup ternyata! Harusnya <em>kan</em> ada bunyi <em>tit tit tit </em>dan tanda bergelombang”, begitu kata dia.</p>
<p>Lebih horor lagi, gara-gara film itu – eh maksudnya foto itu – kegaduhan pun melanda partai beringin: kudeta berhembus! Banyak pihak ingin Setnov mundur dari jabatannya sebagai Ketua Partai Golkar!</p>
<p><em>Scene </em>horor ditutup dengan kabar bahwa Setnov akan keluar dari rumah sakit hari ini! Hari ini, men! Catat tanggalnya, 2 Oktober 2017! Orang yang beberapa hari lalu terlihat tak berdaya di ranjang dengan alat bantu kesehatan yang seolah menunjukkan dia sakit berat, hari ini sudah bisa keluar dari rumah sakit! <em>Horor banget!</em></p>
<p>Hmm, Joko Anwar kayaknya salah hari meluncurkan film <em>Pengabdi Setan</em>. Sehari setelahnya ternyata ada film yang horornya tingkat dewa: Pengabdi Setnov! Siap-siap merugi, Om Joko Anwar.</p>
<p>“Ah, Dul, mandi dulu sana kau. Kan kau mau ketemu orang-orang besar di INTI, kayak bapak itu”.</p>
<p><em>Husss, </em>kita lagi ngomongin film, bukan Pilpres!</p>
<p>Sementara di tempat lain, orang-orang teriak karena surat menteri tentang utang perusahaan plat merah bocor! Harga batu bara sedang naik dan proyek setrum terancam gagal!</p>
<p>Makin pusing lah jadi warga Indonesia. Ngurusi film horor aja nggak beres-beres, apa kata Joko Anwar…</p>
<p>(S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/dfg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tragedi Rusaknya ECG Papa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/tragedi-rusaknya-ecg-papa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2017 03:31:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Mega Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Papa the Series]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13681</guid>

					<description><![CDATA[Papa the Series, Episode #2: “Dul, tidakkah kamu tahu kalau alat itu sedang rusak? Kabelnya hilang!” PinterPolitik.com [dropcap size=big]D[/dropcap]ul, ketika Willem Einthoven (1860-1927) menciptakan elektrokardiograf (electrocardiograph/ECG), ia tentu bermaksud untuk menolong banyak orang. Setidaknya, alat ini membantu para petugas medis untuk melihat kondisi jantung pasien dan tentu tidak dipakai buat foto-foto atau bikin vlog. Itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Papa the Series</em>, Episode #2: </strong><strong>“Dul, tidakkah kamu tahu kalau alat itu sedang rusak? Kabelnya hilang!”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]D[/dropcap]ul, ketika Willem Einthoven (1860-1927) menciptakan elektrokardiograf (<em>electrocardiograph</em>/ECG), ia tentu bermaksud untuk menolong banyak orang. Setidaknya, alat ini membantu para petugas medis untuk melihat kondisi jantung pasien dan tentu tidak dipakai buat foto-foto atau bikin vlog.</p>
<p>Itu loh, sepupumu bikin papa kesal, tiap hari kerjaannya bikin vlog. Kayak ga ada kerjaan lain saja.</p>
<p>Kesalnya papa ini mungkin sama kayak kesalnya Einthoven kalau tahu alatnya dipakai buat main-main. Pernah dulu papa lihat ada yang pakai alat ECG itu buat main drama di kampus, kan papa jadi ngikutin – eh, maksudnya, papa jadi marah. Alat kesehatan kok dipakai buat drama dan lucu-lucuan.</p>
<p>Papa sekarang ini memang lagi bergantung banget sama alat ini. Keren lah pokoknya, kayak di sinetron-sinetron. Kalau tidak ada alat ini, kan dokter dan perawat jadi nggak tau kondisi papa sebenarnya kayak gimana – walaupun mereka emang nggak tau sih sebenernya kondisi papa ini kayak gimana, ha ha.</p>
<p>Makanya, ketika kemarin beredar foto papa yang lagi sakit di media sosial, papa berharap masyarakat tahu kebenarannya. Bahwa ECG itu lagi rusak, kabelnya hilang!</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-13684 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa.jpg" alt="Tragedi Rusaknya ECG Papa" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/papa-sakit-apa-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Kata dokter, ada yang ngerampok kabelnya buat dibawa ke Jalan Anggrek Neli. Buat rapat apa gitu katanya, papa juga bingung.</p>
<p>Papa jadi keder, alat ini kan sangat penting untuk menunjang posisi – eh maksudnya kesehatan papa. Mereka nggak tau ya kalau alat ini emang nggak boleh dipakai buat main-main. Pusing papa kalau mikirin ini, vertigo jadi kambuh.</p>
<p>Lagi pusing-pusingnya, eh dokternya datang dan bilang kalau papa diminta mundur – eh maksudnya keluar dari rumah sakit. Padahal papa kan lagi sakit. Dasar orang-orang tidak berperikemanusiaan!</p>
<p>Itulah, Dul, papa bingung sama republik ini. Walaupun sakit, papa masih sering lihat berita di TV. Saat orang-orang pada ribut tentang PKI, eh jenderal-jenderal malah ngeributin soal senjata ilegal. Mereka nggak tau ya kalau orang-orang kayak papa ini kerjanya super duper berat buat ngejagain republik ini dari KPK – eh maksudnya dari orang-orang yang tidak bermoral.</p>
<p>Sementara itu yang di Padang sana pidato tentang upaya menciptakan ideologi yang humanis. Hadeh, apa mereka nggak tau kalau papamu ini yang jagain Pakde-mu loh dari segala godaan-godaan dan penyimpangan. Tanpa papa, pasti Pakdemu jadi tambah pusing ngurusin rumah tangga.</p>
<p>Mau humanis kek, mau manis-manis kek, kalau nggak bener ya tetap nggak bener lah, gitu aja kok repot!</p>
<p>Jadi, papa minta kamu, tolong beritahu teman-temanmu. Foto papa itu asli dan papa lagi sakit beneran, titik! Itu alatnya nggak jalan karena kabelnya dirampok. Ini tragedi!</p>
<p>Daripada ribut-ributin papa, mending lihat itu ada perusahaan listrik plat merah yang mau dijual. Ributin itu aja lah. Okay?</p>
<p>Jaga kesehatanmu ya, Dul, akhir-akhir ini banyak yang sakit perut, kayak teman-teman papa di Pansus – itu loh duo pelawak zaman dulu: Topan dan Lesus. Jangan lupa, ECG-nya lagi rusak, bawain papa kabel baru!</p>
<p>Salam sayang,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Papa</p>
<p>(S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/setnov-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Papa, Cepat Sembuh Ya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/papa-cepat-sembuh-ya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2017 08:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Papa Lagi Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Papa the Series]]></category>
		<category><![CDATA[Setnov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13280</guid>

					<description><![CDATA[Papa the Series, Episode #1: &#8220;Sepucuk surat untuk anakku, dari papa yang lagi sakit…&#8221; PinterPolitik.com [dropcap size=big]N[/dropcap]ak, tidak bosan kah kau dan teman-temanmu berdemonstrasi di jalan-jalan menuntut papa-mu ini ditahan KPK? Panas loh kalau siang-siang bolong turun ke jalan. Jakarta ini sudah macet dan belepotan. Kasihan itu pak polisi harus jagain aksi kalian, panas-panasan kan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Papa the Series</em>, Episode #1: &#8220;Sepucuk surat untuk anakku, dari papa yang lagi sakit…&#8221;</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]N[/dropcap]ak, tidak bosan kah kau dan teman-temanmu berdemonstrasi di jalan-jalan menuntut papa-mu ini ditahan KPK? Panas loh kalau siang-siang bolong turun ke jalan. Jakarta ini sudah macet dan belepotan. Kasihan itu pak polisi harus jagain aksi kalian, panas-panasan kan mereka. Belum lagi pengguna jalan yang terganggu aktivitasnya.</p>
<p>Nanti kalau kalian berdemo, Jakarta jadi tambah macet. Demo lagi, tambah macet lagi. Lama-lama ibukota beneran jadi dipindahkan, ke Cikarang – eh maksud papa ke Palangkaraya. Kan repot ngurusnya.</p>
<p>Saking panasnya Jakarta, papa aja yang tiap hari ada di ruangan ber-AC bisa sakit juga loh. Kata dokter, papa kena vertigo, semacam sakit kepala yang bisa bikin dunia serasa berputar-putar. Memang belakangan papa merasakan dunia berputar-putar terus, putarannya itu kayak ngikutin rapat Hak Angket KPK – muter-muter di situ aja. Ups, nggak boleh ngomongin rahasia perusahan.</p>
<p>Itulah nak, bilang pada teman-temanmu, nggak usah demo lagi. Kasihan kan papa jadi makin sakit. Padahal tugas papa kan harus jadi pemimpin perwakilan kalian-kalian juga.</p>
<p>Kalau kalian nggak demo, nama papa kan jadi ga masuk-masuk ke pengadilan. Kalian sih demo-demo terus, jadinya kan papa terbebani pikirannya. Sebenernya sih nggak apa-apa kalau kalian tetap demo, soalnya kalaupun nama papa masuk pengadilan, paling nanti papa kirimin type-x atau apalah namanya itu, tip eks – bukan tip ekstra loh – buat hapus nama papa dari lembaran putusan pengadilan yang dibacakan hakim-hakim.</p>
<p>Nak, papa belakangan ini memang semakin sering sakit kepala, vertigo rasanya semakin menjadi-jadi. Habisnya ini sudah mau masuk 2018, masuk tahun politik. Papa kan jadi tambah sibuk. Apalagi dapil-nya papa di timur sana itu terpencil dan terpinggirkan. Papa kan susah mau safari kalau daerahnya terpencil.</p>
<p>Padahal papa sudah jadi pemimpin dari 1999, tetapi kenapa daerah papa nggak maju-maju juga. Apalagi sekarang papa pimpinan lembaga negara, kan malu kalau disinggung sama kolega: ‘Bos, kok dapil kau nggak maju-maju. Macam mana itu?’ Malu lah pokoknya.</p>
<p>Jadi pejabat itu susah loh, jangan dipikir gampang. Mulai dari bawah perlahan-lahan. Tapi, kalau sudah duduk di posisi yang nyaman – kayak papa sekarang ini – semuanya jadi lebih mudah. Kalau tidak mau diperiksa KPK, tinggal minta teman-teman ngirim surat keberatan aja kan. Beres. Habisnya papa bingung, nama dalam daftar kasus itu segudang banyaknya, tapi kenapa cuma papa aja yang ngotot mau diperiksa. Heran deh papa.</p>
<p>Nak, tidak usah lagi demo-demo. Kasihan nanti kalian sakit kalau kena panas. Biar sakitnya disimpan dalam hati saja, seperti rasa sakit setelah ngelihat APBN kita yang lebih banyak buat bayar utang. Papa sebagai pemimpin kan malu kalau ditanya-tanya mengapa sebagai wakil rakyat tidak mengkritik aksi bayar-bayar bunga utang yang bikin defisit. Habisnya mau gimana, vertigo papa nih bikin susah mendengarkan suara-suara dari bawah.</p>
<p>Itu saja permintaan papa, nak. Jangan demo-demo lagi. Biar kasusnya lama-lama hilang, kayak korupsi yang sudah-sudah. Kalau papamu ini aman, kamu juga aman kan nak.</p>
<p>Sudah dulu ya, papa mau balik ke rumah dinas. Jauh soalnya, kemarin minta apartemen di kompleks kantor nggak dikasih-kasih. Didemo lagi. Jadinya ya terpaksa bolak-balik. Doakan papamu biar cepat sembuh ya, biar bisa kembali memimpin kalian.</p>
<p>Baik-baik selalu ya, ingat jaga kesehatanmu. Jangan ikut-ikut demo lagi, nanti kamu sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam sayang,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Papa</p>
<p>(S13)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/Untitled-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
