<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Panglima TNI Hadi Tjahjanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/panglima-tni-hadi-tjahjanto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Apr 2019 05:23:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Panglima TNI Hadi Tjahjanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edy, Pangkostrad atau Cagub Sumut?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/edy-pangkostrad-atau-cagub-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2017 08:20:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Mutasi Jabatan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Pangkostrad Edy Rahmayadi]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18668</guid>

					<description><![CDATA[“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.” ~ Pram PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]iantara berbagai pilihan, seseorang harus menentukan satu diantaranya. Tak bisa mengambil alih keduanya terlebih ada regulasi yang melarang hal itu. Tren tokoh militer terjun menjadi calon kepala daerah memang hal yang usang namun disetiap kontestasi politik, berbagai godaan pada tokoh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.” ~ Pram</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]iantara berbagai pilihan, seseorang harus menentukan satu diantaranya. Tak bisa mengambil alih keduanya terlebih ada regulasi yang melarang hal itu.</p>
<p>Tren tokoh militer terjun menjadi calon kepala daerah memang hal yang usang namun disetiap kontestasi politik, berbagai godaan pada tokoh militer terjun ke politik semakin santer terdengar.</p>
<p>Bagi prajurit TNI sih tentunya menjadi kewajiban untuk menghibahkan dirinya untuk NKRI. Namun bentuk pengabdiannya dapat diinterpretasikan secara lebih luas lagi, tak hanya menjadi prajurit tapi terjun menjadi kepala daerah menjadi bentuk argumentasi lain untuk pengabdian.</p>
<p>Presiden Soeharto yang memiliki latarbelakang militerpun akhirnya terjun ke dunia politik. Pangkostrad pertama ini mungkin yang menjadi inspirasi Pangkostrad Edy Rahmayadi untuk mengabdikan diri melalui jalur politik.</p>
<p>Tapi bedanya kalau Soeharto menjadi Presiden, ambisi Edy untuk menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. Satu tingkat di bawahnya lah ya hehehe</p>
<p>Hmmm, berhubung masih aktif, sudahkah Edy meminta restu dan izin dari Panglima akan terjun ke politik?</p>
<p>Hayoooo udah mengajukan permohonan pensiun diri belom, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kemarin sih di era Panglima Gatot, Edy sudah dimutasi menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI karena memasuki pensiun dan akan maju di Pilgub Sumut.</p>
<p>Tapi arah angin berganti, karena ada pergantian Panglima TNI. Akhirnya nasib Edy pun dikembalikan menjabat Pangkostrad. Waduh? Gimana dong?</p>
<p>Bukannya Edy tak sayang dengan TNI ingin meninggalkan begitu saja, tapi memang ambisi menjadi Cagub adalah bentuk pengabdian lain dari Edy. Betul begitu pak? Mungkin ya hehehe</p>
<p>Terlebih partai – partai sudah merapat dan waktu pendaftaran calon dimulai pekan awal Januari 2018. Sudah kepalang basah, jadi mau tak mau Edy harus melanjutkan.</p>
<p>Edy punya hasrat mengabdi sangat tinggi, buktinya selain Pangkostrad, Edy juga memimpin PSSI dan kini akan maju sebagai Calon Gubernur. Banyak juga yak wkwkwk</p>
<p>Karena terkendala dwifungsi militer, salah satu diantaranya harus ditinggalkan Edy dengan berat hati. <em>Weleeeh weleeeh</em></p>
<p>Relakah Edy berpamitan dengan dunia militer? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/edy-rahmayadi-pangkostrad.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Marsekal Hadi Anulir Keputusan Jenderal Gatot</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/marsekal-hadi-anulir-keputusan-jenderal-gatot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2017 10:53:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Marsekal Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Hadi Tjahjanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18536</guid>

					<description><![CDATA[Marsekal]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-18532 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED.jpg" alt="Pada tanggal 27 Oktober 2017 Partai Golkar memilih Ridwan Kamil  sebagai Cagub Golkar di Pilkada Jawa Barat 2018. Untuk Cagub Jabar" width="768" height="768" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a>Marsekal</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/2017-12-20-Marsekal-Hadi-Anulir-Keputusan-Jenderal-Gatot-POSTED.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Panglima ‘Tergoda’ Diplomasi Presiden</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/panglima-tergoda-diplomasi-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2017 06:52:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Meja Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18227</guid>

					<description><![CDATA[“Diplomasi meja makan Presiden Jokowi sangat ‘laku’, dimulai dari pemimpin negara lain, Panglima TNI, politikus, mahasiswa sampai vloger sekalipun” PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]acana mengedepankan ruang dialog dengan berbagai stakeholder membuat Presiden Jokowi menggagas pertemuan langsung dengan dalih ajakan makan bersama. Kalau dari tujuan pembicaraannya, tak ada yang mengetahuinya dan terkesan ditutupi. Lantas yang diketahui masyarakat dari diplomasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Diplomasi meja makan Presiden Jokowi sangat ‘laku’, dimulai dari pemimpin negara lain, Panglima TNI, politikus, mahasiswa sampai vloger sekalipun”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]acana mengedepankan ruang dialog dengan berbagai <em>stakeholder </em>membuat Presiden Jokowi menggagas pertemuan langsung dengan dalih ajakan makan bersama.</p>
<p>Kalau dari tujuan pembicaraannya, tak ada yang mengetahuinya dan terkesan ditutupi. Lantas yang diketahui masyarakat dari diplomasi itu apa?</p>
<p>Yah palingan lebih ramai ke menu makanannya <em>weleeeh weleeh</em> buat apa juga sih, ya palingan ikan, sayur lodeh, dan sop buntut. Lah menu makanan buat apa coba, bentuknya juga ga berubah dari dulu hmmmm.</p>
<p>Tapi artinya mereka bisa ngobrol sambil makan sepuasnya hehehe asik juga. Ngobrolnya sama Presiden lagi <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Pada berani ngomong ga ya kalau ngomong depan mata Presiden gitu apalagi sebelumnya udah dikasih makan enak <em>nyam, nyam, nyam</em> wkwk. Nanti malah ngantuk lagi abis makan hehehe</p>
<p>Diplomasi meja makan ini dinilai ampuh untuk meredam konflik yang terjadi di tatanan publik, tapi dari sudut pandang lain dilihat sebagai upaya kompromi antara penguasa dan pihak tertentu. <em>Weleeeh weleeeh</em></p>
<p>Sempat teringat, mahasiswa juga pernah ‘tergoda’ diplomasi meja makan Presiden menjelang Hari Kebangkitan Nasional, akhirnya gerakan mahasiswa lesu hmmm. <em>Weleeeh weleeeeh </em>mungkin karena kekenyangan jadi urung niat untuk demonstrasi wkwkwk</p>
<p>Kini, ‘pasien’ diplomasi meja makan Presiden ialah Panglima TNI beserta Kepala Staf di Istana Bogor. Hmm, ada narasi apa ya yang hendak dibicarakan diantara mereka? <em>Weleeeeh weleeeeh </em>lagi dan lagi kita tak tahu apa yang dibicarakannya.</p>
<p>Apakah sedikit merayakan kesuksesan pencalonan Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI? <em>Weeew</em> harusnya dibuat pesta sajalah daripada hanya sekedar makan siang hehehe.</p>
<p>Atau Panglima yang kebingungan mencari pengganti posisi KSAU yang telah ia tinggalkan? Atau meminta arahan kinerja prioritas Panglima? Hmmm, entahlah.</p>
<p>Ya kalau berpikir sederhananya sih, Panglima TNI dan Kepala Staf posisi lagi di Bogor dan pas jam makan siang mampir di Istana Bogor. Masa iya begini ah wkwk. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Makan-siang-Jokowi-dan-Panglima-TNI.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
