<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>OSO &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/oso/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2022 06:12:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>OSO &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hanura Bisa Gagal Lagi di 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/hanura-bisa-gagal-lagi-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2022 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[IKN]]></category>
		<category><![CDATA[IKN Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Oesman Sapta Odang]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=121169</guid>

					<description><![CDATA[Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menantang siapapun yang menolak IKN Nusantara. Bisa berdampak ke Hanura di Pemilu 2024?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menantang siapa saja yang menolak gagasan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang akan dibangun di Kalimantan, yakni Nusantara. Mungkinkah pernyataan ini memiliki konsekuensi politis terhadap Hanura?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“… and the rats are talking in the walls” – Dolores Madrigal, <em>Encanto</em> (2021)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Siapa <em>sih</em> yang <em>nggak pengen</em> punya kekuatan super (<em>superpower</em>)? Semua orang pasti punya ingin <em>power</em> – entah <em>power</em> dalam makna “kekuatan” atau <em>power</em> dalam makna “kekuasaan”. Anggapannya <em>sih</em>, dengan <em>power</em>, kita bisa melakukan lebih banyak hal yang kita mau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, selain sebagai <em>blessing</em> (anugerah), <em>power</em> juga bisa menjadi <em>curse</em> (kutukan). Pertanyaan inilah yang harus menjadi pertanyaan ketika seseorang akhirnya mendapatkan <em>power</em>? Untuk tujuan apa <em>power</em> itu akan digunakan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keluarga Madrigal dalam film <em>Encanto</em> (2021), misalnya, diberkahi kekuatan magis yang berasal dari sebuah lilin. Keluarga ini akhirnya hidup di sebuah wilayah bernama Encanto – di mana akhirnya banyak warga bergantung pada keajaiban yang dimiliki oleh keluarga ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keajaiban yang dimiliki oleh sebuah lilin ini pun tersalurkan kepada keturunan-keturunan keluarga Madrigal. Setiap anggota keluarganya memiliki kekuatan super yang unik – membuat mereka semacam penjaga yang senantiasa mengatur harmoni di Encanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu anggota Madrigal yang memiliki kekuatan ajaib adalah Dolores Madrigal. Gadis satu ini memiliki kemampuan <em>enhanced hearing</em> – menjadikan dirinya mampu mendengarkan apapun dalam radius yang luas. Bahkan, bisa mendengarkan suara-suara kecil yang ada di dinding.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kemampuan ini juga membuat Dolores mampu mengetahui rahasia banyak orang. Ini akhirnya membuat Dolores menjadi pendengar yang super karena bisa mengetahui rahasia sampai persoalan yang dimiliki oleh orang-orang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kemampuan Dolores ini bukan <em>nggak</em> mungkin membuat kita teringat akan pentingnya menjadi pendengar yang baik dalam banyak aspek kehidupan, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cmd1F5LBXqq/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/WtssCLGTbwZo7bWIVxZyiHBvwQGCYLbjoWNT0VQ7HjlpC1JHv0VkHoSSYLCL32PX5ZrH2jwW4D5W7O153hJ2JuUCcAT5DenDnvCQMVLWoGgO61b5humTtpdz0TnEGhqYD8j7Hh3ahyvd1Ap8QQvOnN6-8M7SrxY58eMQYVI-AU5UKSVX7yLKtKzNny81iJsv6a_jXHi0fg" alt="Curhat Pak Jokowi"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Makin ke sini, makin banyak saja masyarakat yang menilai bahwa para politisi, wakil rakyat, dan pemimpin semakin tidak mau mendengarkan apa yang menjadi aspirasi rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/oesman-sapta-odang/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Oesman Sapta Odang</strong></a> (OSO), misalnya, beberapa waktu lalu malah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya menantang siapapun yang menolak gagasan Ibu Kota Negara (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ikn/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>IKN</strong></a>) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ikn-nusantara/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Nusantara</strong></a> yang akan dibangun di Kalimantan. Sontak saja, para pengamat politik seperti Hendri Satrio (Hensat) malah mengkritik pernyataan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/oso/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>OSO</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya <em>nih</em>, <em>gimana </em>caranya mau dipilih agar masuk kembali ke parlemen kalau mendengarkan aspirasi rakyat dengan baik saja adalah hal yang sulit? <em>Kok</em> ya malah mengajak debat? Kan, mereka yang mengkritik pun juga bagian dari rakyat? <em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal <em>nih</em>, mengacu pada tulisan Russell Muirhead dan Nancy L. Rosenblum yang berjudul <em>The Political Theory of Parties and Partisanship: Catching Up</em>, partai politik (parpol) memiliki peran fasilitatif dalam membangun hubungan antara individu warga dengan perwakilan resmi dalam lembaga legislatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kalau mendengarkan aspirasi yang ada di masyarakat <em>aja</em> sulit, <em>gimana </em>bisa menjalankan peran fasilitatif tersebut? <em>Lha</em>,<em> wong</em>, orang yang mengkritik <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/nusantara/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Nusantara</strong></a> <em>aja</em> langsung diajak debat tanpa mendengarkan dan berdiskusi terlebih dahulu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inget loh, kemarin kan di Pemilu 2019 Hanura gagal lolos Senayan. Jangan sampai karena pernyataan Pak OSO, nasib pada 2019 kembali terulang pada Pemilu 2024 nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin <em>nih</em>, biar <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hanura/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Hanura</strong></a> bisa lebih mau mendengar, apa perlu ya menggandeng Dolores dari Encanto buat jadi kader sekalian? Barang kali, Dolores bisa membantu Pak OSO biar lebih memahami para calon pemilihnya, kan? <em>Hehe</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau <em>nih</em>, mungkin, saking hebatnya pendengaran yang dimiliki, Dolores bahkan bisa membantu pembicaraan-pembicaraan di balik layar <em>tuh</em> – misal bicara-bicara “transaksi-transaksi” tertentu yang bisa melukai hati rakyat. Makin <em>keren</em> <em>nggak tuh</em> Hanura? <em>Hehe</em>.<em> </em>(A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="y8mq_MEWL2c"><iframe title="Ini Alasan Banyak Yang Quiet Quitting | dengan Margianta Surahman J.D dari Emancipate Indonesia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/y8mq_MEWL2c?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/Hanura-Bisa-Gagal-Lagi-di-2024-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wiranto, Menteri Jokowi Hobi “Perang”</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/wiranto-menteri-jokowi-hobi-perang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2019 08:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57984</guid>

					<description><![CDATA[“Kebijaksanaan adalah seni membuat titik tanpa membuat musuh”. – Sir Isaac Newton Pinterpolitik.com Dalam seni bela diri dan pertarungan, saling serang dan menghindar itu memang hal yang sudah biasa ya gengs. Bahkan bertukar pukulan, menerima tendangan dari lawan dan menendang balik itu menjadi hal yang sangat wajar. Tetapi, gimana ya jadinya kalau hal itu terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Kebijaksanaan adalah seni membuat titik tanpa membuat musuh</strong><strong>”. – Sir Isaac Newton</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>Pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>alam seni bela diri dan pertarungan, saling serang dan menghindar itu memang hal yang sudah biasa ya <em>gengs</em>. Bahkan bertukar pukulan, menerima tendangan dari lawan dan menendang balik itu menjadi hal yang sangat wajar. Tetapi, gimana ya jadinya kalau hal itu terjadi dalam situasi politik? Pasti sangat menegangkan dan seru banget.</p>
<p>Nah, dalam situasi saat ini, Menko Polhukam Wiranto emang terlihat sering banget ya mempunyai masalah dengan orang. Baru-baru ini, doi diserang oleh juniornya sendiri di Partai Hanura loh. Pasti tau dong siapa orangnya.</p>
<p><em>Yups</em>, bener banget <em>cuy</em><em>,</em> yaitu Oesman Sapta Odang alias OSO. Wah, kok berani banget nih OSO, apa gak segan dengan Ketua Dewan Pembina partainya sendiri?</p>
<p><hr /><p><em>OSO berseloroh kalau ada yang tanya kenapa Hanura nggak lolos ke kursi DPR, coba ditanyakan kepada Ketua Dewan Pembinanya. “Yang salah dia, bukan saya”.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fwiranto-menteri-jokowi-hobi-perang%2F&#038;text=OSO%20berseloroh%20kalau%20ada%20yang%20tanya%20kenapa%20Hanura%20nggak%20lolos%20ke%20kursi%20DPR%2C%20coba%20ditanyakan%20kepada%20Ketua%20Dewan%20Pembinanya.%20%E2%80%9CYang%20salah%20dia%2C%20bukan%20saya%E2%80%9D.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Ceritanya, dalam acara buka bersama yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, OSO sedikit curhat <em>gengs</em> terkait gagalnya Partai Hanura ke senayan. Menurut OSO nih, gagalnya Partai Hanura masuk ke senayan salah satu penyebabnya adalah karena kesalahan dari Wiranto.</p>
<p>Bahkan nih <em>gengs</em>, dalam candaannya ketika memberi sambutan, doi berseloroh kalau ada yang tanya kenapa Hanura nggak lolos ke kursi DPR, coba ditanyakan kepada Ketua Dewan Pembinanya. “Yang salah dia, bukan saya”, begitu kata OSO.</p>
<p><em>Hadeh</em>, masih dalam naungan satu partai kok malah saling bertengkar dan saling menyalahkan di hadapan publik sih? Kalau ada masalah di dapur rumah tangga, seharusnya kan saling menutupi, bukan malah saling membuka aib, apalagi di depan presiden.</p>
<p>Tapi ngomong-ngomong nih, Wiranto kok sering banget bertengkar dengan orang ya? Apa memang itu dah jadi hobi? Atau jangan-jangan emang hanya karena pengen terkenal aja, jadi sering bikin sensasi kayak artis yang mukanya jadi <em>meme </em>saat gerebek rumah istrinya yang dituduh selingkuh? <em>Uppsss</em>.  <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Bayangin <em>gengs</em>, baru saja terkena pukulan “seribu bayangan” dari mantan jenderal bintang dua Kivlan Zen, eh sekarang Wiranto kena jurus tendangan “tanpa banyangan” yang dilancarkan oleh OSO.</p>
<p>Asal bukan kena jurus “mantan yang terbayang” ya. Itu mah derita <em>cuy. </em>Sedangkan kalau jurus “pandangan berbayang-bayang”, kudu ke dokter mata ya. Mungkin kebanyakan main handphone di gelap-gelap. <em>Hehehe. </em></p>
<p><em>Hadeh</em>, apa gak bosen ya Wiranto ini diserang banyak orang.</p>
<p>Belum lagi nih <em>gengs</em>, banyak kabar burung yang beredar, bahwa “aktor legenda” reformasi Indonesia Amien Rais akan melayangkan jurus tapak raksasa ke Wiranto. Katanya doi ingin melaporkan sang Menko Polhukam ini ke Mahkamah Internasional atas tuduhan <em>abuse of power</em>.</p>
<p><em>Waduh</em>, tambah runyam lagi nih urusan. Kalau boleh ngasih saran sih, harusnya melihat umur yang semakin bertambah, lebih baik mengurangi musuh pak, jangan malah menambah musuh. Biar hati semakin tenang di kala senja bersama anak cucu dan keluarga. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Rt0yKLkIsGo"><iframe title="Mengapa HTI Harus Dibubarkan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Rt0yKLkIsGo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/OSO-mengungkap-kekalahan-Hanura-karena-Wiranto-foto-Google-news-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi &#038; Balada Sepucuk Surat</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/jokowi-balada-sepucuk-surat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2019 01:20:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53943</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-53944 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat.jpg" alt="Jokowi minta KPU jalankan PTUN untuk Oesman Sapta Odang" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-dan-Balada-Sepucuk-Surat-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Kok Takut OSO?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-kok-takut-oso/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 12:11:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53883</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sejak aku meninggalkanmu, aku terus-menerus mengalami depresi. Kebahagiaanku adalah berada di dekatmu”. – Surat cinta Napoleon Bonaparte untuk Josephine PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]icara tentang surat cinta memang cocoknya untuk mereka-mereka dari generasi zaman old. Lha, kalau generasi zaman now, pasti pada bilang nggak butuh nulis surat cinta nggak jelas. Tinggal kirim aja pesan lewat WhatsApp atau Line [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Sejak aku meninggalkanmu, aku terus-menerus mengalami depresi. Kebahagiaanku adalah berada di dekatmu”. – Surat cinta Napoleon Bonaparte untuk Josephine</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]icara tentang surat cinta memang cocoknya untuk mereka-mereka dari generasi zaman <em>old</em>. Lha, kalau generasi zaman <em>now</em>, pasti pada bilang nggak butuh nulis surat cinta nggak jelas. Tinggal kirim aja pesan lewat WhatsApp atau Line atau DM di Instagram:</p>
<p>“Yang, aku kangen. Kamu kangen <em>ora</em>? Makan bareng yuk, mumpung malam Sabtu nih. Besok kan libur. Kalau kangen, berarti centang biru dua. Kalau pengen makan, berarti dibales”.</p>
<p>Beres kan? Walau agak-agak bucin alias butuh cinta, dan cewek yang jadi incaran bakal balas 36 jam kemudian dengan ngirim foto bapaknya yang tentara disertai fotokopian poster iklan produk minuman dengan jargon “laki, <em>fearless</em>” – tahu kan lambangnya kayak gimana – setidaknya kita udah mencoba. <em>Hadeh.</em></p>
<p><hr /><p><em>Catatan tertua tentang surat cinta berasal dari sekitar 5000 tahun lalu. Surat itu ada di Bhagawatapurana yang merupakan salah satu kitab umat Hindu dan ditulis oleh Rukmini untuk Dewa Krisna.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fjokowi-kok-takut-oso%2F&#038;text=Catatan%20tertua%20tentang%20surat%20cinta%20berasal%20dari%20sekitar%205000%20tahun%20lalu.%20Surat%20itu%20ada%20di%20Bhagawatapurana%20yang%20merupakan%20salah%20satu%20kitab%20umat%20Hindu%20dan%20ditulis%20oleh%20Rukmini%20untuk%20Dewa%20Krisna.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Tapi, surat cinta itu memang sakti loh. Catatan tertua tentang surat cinta berasal dari sekitar 5000 tahun lalu. Surat itu ada di Bhagawatapurana yang merupakan salah satu kitab umat Hindu dan ditulis oleh Rukmini untuk Dewa Krisna.</p>
<p>Seiring perjalanan waktu, surat cinta memang tidak hanya murni ungkapan hati pada orang-orang yang dicintai, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari kesusasteraan. Oscar Wilde – salah satu sastrawan terkenal asal Irlandia – menuliskan salah satu surat cinta paling terkenal dalam drama berjudul <em>Salome.</em></p>
<p>Terus, gimana jadinya kalau surat cinta itu ada juga di dunia politik ya?</p>
<p>Hmm, mungkin itu yang kini tengah dirasakan sama KPU. Soalnya mereka dikirimin surat cinta sama Pak Jokowi. Lha, kok bisa?</p>
<p>Iya, katanya Pakde ngirim surat agar KPU ngelolosin Ketum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai calon anggota DPD. <em>Wih, </em>bukannya ini <em>abuse of power</em> alias kesewenang-wenangan kekuasaan?</p>
<p>Soalnya kan KPU sebelumnya ngelarang OSO buat maju jadi anggota DPD karena doi ketua parpol. Terus OSO ngajuin gugatan ke pengadilan dan <em>doi</em> menang.</p>
<p>Sayangnya, KPU nggak bergeming. “Ogah, emang gua cewek apaan<em>”, </em>gitu kira-kira kata komisioner KPU.</p>
<p>Akhirnya, PTUN ngirim surat cinta ke presiden buat minta KPU masukin nama OSO di surat suara. Surat itu diteruskan oleh Mensesneg Pratikno dengan surat cinta lain ke KPU. <em>Eh, </em>terus jadi ramai deh semuanya ngebahas surat itu. Apalagi sekarang kan musim Pilpres.</p>
<p>KPU tetap aja pada pendiriannya dan bilang ogah ke OSO sekalipun dah dapat surat cinta dari Jokowi.</p>
<p>Hmm, bisa ribut nih ini. Apalagi kan OSO itu salah satu ketum parpol koalisinya Jokowi. <em>Hadeh.</em></p>
<p>Ah, kok jadi rumit sih cinta segi empat antara OSO, Jokowi, KPU dan PTUN nih? Masih pada zaman <em>old</em> sih orang-orangnya.</p>
<p>Bapak-bapak, kalau mau ngutarain maksud hati dan tujuan, ya tinggal ngirim pesan WhatsApp aja kali pak. Gitu aja kok repot.</p>
<p>Asal keamanan hapenya diperhatikan, biar nggak dibajak orang. Kan jadi rame lihat orang nggak pake baju terus nyanyi lagu perjuangan. <em>Uppss. </em></p>
<p>Dasar kau, Napoleon! (S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/ghghjgkh-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Kehancuran OSO  dan Hanura</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/detik-detik-kehancuran-oso-dan-hanura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 11:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Oesman Sapta Odang]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43414</guid>

					<description><![CDATA[“Yang terpenting bukan soal jumlah, tapi kualitas. Bila jumlah kalah dan kualitas tak ada, ada baiknya kita datang ke tukang gali liang lahat, terus langsung saja minta buatkan dengan ukuran 1 X 2 .” PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]idak hanya Partai Nasdem yang berusaha mengingatkan kadernya untuk berjuang keras membesarkan partai. Seluruh kader Partai Hanura pun harus mendengarkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Yang terpenting bukan soal jumlah, tapi kualitas. Bila jumlah kalah dan kualitas tak ada, ada baiknya kita datang ke tukang gali liang lahat, terus langsung saja minta buatkan dengan ukuran 1 X 2 .”</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]idak hanya Partai Nasdem yang berusaha mengingatkan kadernya untuk berjuang keras membesarkan partai. Seluruh kader Partai Hanura pun harus mendengarkan motivasi-motivasi yang sama. Padahal motivasi itu pun belum tentu dimengerti sama para kadernya. <em>Wkwkwk.</em></p>
<p><hr /><p><em>Percuma enggak sih kalau ketua partai di era seperti ini ngomong panjang lebar mengenai semangat untuk membesarkan dan mengembangkan partainya? Menurut eyke mah ini omong kosong cuy, percuma! Lah kok bisa?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fdetik-detik-kehancuran-oso-dan-hanura%2F&#038;text=Percuma%20enggak%20sih%20kalau%20ketua%20partai%20di%20era%20seperti%20ini%20ngomong%20panjang%20lebar%20mengenai%20semangat%20untuk%20membesarkan%20dan%20mengembangkan%20partainya%3F%20Menurut%20eyke%20mah%20ini%20omong%20kosong%20cuy%2C%20percuma%21%20Lah%20kok%20bisa%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Ya bisa lah, jaman gini rakyat mana ada sih yang percaya sama idealisme partai, apalagi muaranya harus masuk dalam keanggotaan partai. Banyak sekali partai berbicara keelokan idealisme, namun sayang rakyat tahu kelokan itu pasti akan berakhir di penghujung tidur alias cuma mimpi. Hal seperti ini disebabkan oleh perilaku elite partai itu sendiri. Buktinya, sampai hari ini tidak ada satu pun partai yang berhasil mewujudkan kegelisahan rakyat yang pernah terucap.</p>
<p>Gimana menurut kalian, apa sepakat dengan yang <em>eyke </em>ungkapkan? Nah, kalau jawaban kalian tidak senada<em>, eyke </em>tahu kenapa! Karena kalian yang tidak sepaham sama<em> eyke</em> kan sodara, rekan atau sahabatnya elite partai! Jadi mana mau dibilang kalau partai politik itu cuma bisa ngomong doang! <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Pokonya, terserah deh kalian mau setuju atau enggak, yang penting <em>eyke</em> bilang seperti itu dan ada buktinya. Buktinya Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO dalam sambutan pada pembekalan Caleg DPR RI Partai Hanura, bilang saat ini menurut hasil survei, &nbsp;Hanura bakal hancur di Pemilu 2019.</p>
<p>Lantas OSO menyikapi isu tersebut dan meminta para kader untuk tetap tegar dan tidak berkecil hati dalam memperjuangkan partai. <em>Wkwkwk, </em>gimana nih <em>gengs</em> menurut kalian?&nbsp;Kasihan ya? Kalau kasihan, gabung dong sama Hanura. Lumayan loh kalau gabung, kali aja bisa dapet-dapet proyek dan uang jajan. <em>Ahahahay. </em>(G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="O8efWMFZpC4"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/O8efWMFZpC4?start=231&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20180727_d316b0ee53_1532676129.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPU Benci OSO Ketum Hanura</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kpu-benci-oso-ketum-hanura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2018 09:03:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40111</guid>

					<description><![CDATA[“Jangan lihat aku siapa, tapi liat aku ini apa!” PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]omisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, mengatakan ada dua calon anggota DPD yang saat ini masih menjadi pengurus parpol. Karenanya, kedua calon anggota DPD tersebut dicoret dari daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019. Wah bahaya nih KPU main coret-ceret nama pengurus parpol dari DCT. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Jangan lihat aku siapa, tapi liat aku ini apa!”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]omisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, mengatakan ada dua calon anggota DPD yang saat ini masih menjadi pengurus parpol. Karenanya, kedua calon anggota DPD tersebut dicoret dari daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019.</p>
<p><em>Wah</em> bahaya nih KPU main coret-ceret nama pengurus parpol dari DCT. Padahal mantan koruptor saja boleh masuk DCT, masa pengurus parpol yang baru niat jadi calon koruptor enggak boleh jadi DCT untuk DPD? <em>Uppss</em>, maksudnya pengurus parpol yang mau jadi calon DPD <em>cuy! Wkwkwk.</em>  <em> </em></p>
<p>Kalian sudah tahu siapa kedua nama pengurus parpol yang di coret-coret sama KPU? Nah kata Ilham kedua nama itu adalah Oesman Sapta Odang (OSO) dan Victor Juventus G. May. OSO diketahui mendaftar sebagai calon anggota DPD dari Provinsi Kalimantan Barat. Sementara itu, Victor maju sebagai calon anggota DPD Provinsi Papua Barat. <em>Weleh-weleh.</em></p>
<p>Hmm, emang sih ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Juli 2018 yang menyebut anggota DPD dilarang berasal dari parpol. DPD kan perwakilan daerah, jadi kalau mau tetap di parpol, mending daftar buat anggota DPR saja yang lebih partisan.</p>
<p>Selain itu, juga terbentur aturan yang dimiliki KPU. Aturan itu kurang lebih berbunyi seperti ini: <hr /><p><em>“Tiap orang yang ingin menjadi calon anggota DPD harus mengundurkan diri dari pengurus parpol.”</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fkpu-benci-oso-ketum-hanura%2F&#038;text=%E2%80%9CTiap%20orang%20yang%20ingin%20menjadi%20calon%20anggota%20DPD%20harus%20mengundurkan%20diri%20dari%20pengurus%20parpol.%E2%80%9D&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Nah sekarang sudah tahu kan alasan KPU. Mereka berdua dicoret bukan karena dapat banyak kritik dari calon lain, sebab dianggap <em>auto win</em> atau ketahuan korupsi sama KPK <em>cuy! Ngeri-ngeri sedap.</em></p>
<p>Sebagaimana diketahui, OSO saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Sementara itu, Victor juga dikabarkan masih menjadi pengurus parpol. <em>Uuh</em> terbukti kan sekarang betapa maruknya para politikus, satu jabatan aja enggak puas-puas <em>cuy!</em> <em>Eh</em>, maaf, maksud saya terbukti kan kalau politikus itu perjuangannya di berbagai lini, satu mah enggak cukup buat perjuangin rakyat! Betul apa betul? Atau kalau satu jabatan aja duit yang didapat nggak cukup? Hayoo yang mana? <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Gimana nih menurut kalian, apa kalian setuju dengan aturan KPU yang mengharuskan mereka buat surat pengunduran diri sebelum ikut Pileg? Atau lebih sepakat enggak usah lah bikin surat pengunduran diri, kan sudah hak dari setiap manusia untuk berjuang meski memiliki status lain. <em>Hmmm, </em>kalau kalian enggak setuju sama KPU, ketahuan deh kalau kalian itu kadernya OSO atau koleganya Victor. <em>Ehehehe. </em>(G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/OSO-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>OSO: Kiai Ma’ruf Milenial</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/oso-kiai-maruf-milenial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2018 11:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=34702</guid>

					<description><![CDATA[“Bukan karena kurangnya cinta, tapi kurangnya persahabatan yang membuat pernikahan tidak bahagia.” PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]khirnya setelah sekian lama Jokowi dan koalisi mengumumkan juga siapa cawapresnya untuk Pilpres tahun depan. Eyke kira Jokowi bakalan nunggu “M” (Muhammad Jusuf Kalla) yang masih menanti keputusan MK. Ahahaha. Ternyata gengs “M” nya Itu adalah Kiai Haji Ma&#8217;ruf Amin yang terpilih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Bukan karena kurangnya cinta, tapi kurangnya persahabatan yang membuat pernikahan tidak bahagia.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]khirnya setelah sekian lama Jokowi dan koalisi mengumumkan juga siapa cawapresnya untuk Pilpres tahun depan. <em>Eyke</em> kira Jokowi bakalan nunggu “M” (Muhammad Jusuf Kalla) yang masih menanti keputusan MK.<em> Ahahaha</em>.</p>
<p>Ternyata <em>gengs</em> “M” nya Itu adalah Kiai Haji Ma&#8217;ruf Amin yang terpilih menjadi cawapres Jokowi. <em>Wuuu terkejut…</em> Kalau kalian tahu <em>gengs, </em>nama Ma’ruf dipilih koalisi Jokowi katanya bukanlah sekedar strategi untuk mengamankan suara saja.</p>
<p><em>Hmmm, </em>gimana nih menurut kalian? Apa yakin pilihan koalisi itu bukan untuk mengamankan suara koalisi saja? Memang apa lagi nih pak selain mengamankan suara, apa karena takut kejadian kayak Pilgub di DKI Jakarta lagi ya? <em>Ahahaha.</em></p>
<p>Kalau menurut Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Ma&#8217;ruf dipilih karena seorang pemuka agama masa kini dan milenial. Menurutnya milenial itu bukan masalah umur.</p>
<p><em>Wkwkwkwk, </em>seriussan nih pak? Iya aja <em>eyke</em> mah daripada kualat.</p>
<p>Ma&#8217;ruf Amin menurutnya juga merupakan sosok yang bijaksana dan rendah hati. Makanya, diduetkannya Jokowi-Ma&#8217;ruf merupakan kombinasi nasionalis religius yang <em>mantul </em>alias mantap betul.</p>
<p>OSO juga bilang <em>gengs</em>, untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019, pasangan tersebut nantinya akan diperkuat dengan tim pemenangan yang juga merepresentasikan semua generasi, termasuk generasi milenial.</p>
<p><em>Loh</em>, jadi generasi milenial yang dimaksud ini gimana sebenernya pak? Katanya generasi milenial bukan sekedar persoalan umur, kok sekarang sebut akan melibatkan semua generasi termaksuk milenial. <em>Weleh-weleh,</em> jangan maksa gitu ah pak. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Tim yang dibentuk untuk memperjuangkan semua kepentingan-kepentingan Jokowi ini, kok terlihat maksa banget ya <em>gengs</em>? Takut ketikung sama koalisi sebelah kali ya, makanya pilih Ma’ruf untuk cari aman? <em>Isa ae</em> pak.</p>
<p>Padahal, sudah masuk era digital seperti saat ini dan Indonesia sedang mengalami bonus demografi pemuda, kenapa koalisi Jokowi milihnya yang milenial gaya <em>old </em>gitu ya? <em>Hmmm, </em>cuman bisa garuk kepala deh <em>gengs. </em>Selebihnya<em> eyke </em>serahin ke kalian aja ya.<em> Ahahaha.</em></p>
<p>Jadi gimana nih <em>gengs, </em>apa kalian masih mau ganti presiden? Jokowi kan sudah pro ulama tuh. Jangan sampai kalian enggak pilih loh.</p>
<p>Tapi kalau enggak mau pilih Jokowi ya gak apa-apa sih, yang penting siap-siap aja dibilang kualat sama… <em>Ahahaha. </em>jangan dibahas <em>gengs,</em> bahaya.</p>
<p>Daripada kita pusing kenapa Jokowi pilih Ma’ruf, mending kita kontemplasi ungkapannya Friedrich Nietzsche, kali aja pusing kita jadi lebih berisi <em>gengs</em> <em>ahahaha</em>: “Selalu ada kegilaan dalam cinta. Tapi juga selalu ada alasan dalam kegilaan.” (G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/451571_01192410082018_2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hanura Cuekin Moeldoko?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/hanura-cuekin-moeldoko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 10:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Moeldoko]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=32193</guid>

					<description><![CDATA[“Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.” ~ Jenderal Soedirman PintarPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]ungkinkah mantan Panglima TNI Moeldoko merubah pandanganya terhadap ideologi partai politik? Mungkinkah PDIP menjadi tempat berlabuh Moeldoko berikutnya? Jika benar, ini dapat memberikan sebuah gagasan baru, bahwa berpartai itu tidak seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.” ~ Jenderal Soedirman</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PintarPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]ungkinkah mantan Panglima TNI Moeldoko merubah pandanganya terhadap ideologi partai politik?</p>
<p>Mungkinkah PDIP menjadi tempat berlabuh Moeldoko berikutnya? Jika benar, ini dapat memberikan sebuah gagasan baru, bahwa berpartai itu tidak seperti kita bernegara. Kita dapat dengan mudahnya berpaling pada suatu kepercayaan dalam sebuah perjuangan.</p>
<p>Tidak menjadi jaminan mantan tentara atau mantan ulama, yang penting bagaimana gagasan bisa diterima, di situlah kita akan memperjuangkannya.</p>
<p>Hmm, oke juga sih. Yang penting jangan berpolitik hanya untuk tipu rakyat, dan mengeruk kekayaan untuk individu, kelompok maupun untuk kesenangan yang merugikan rakyat banyak.</p>
<p>Mari kita berimaji, sebegitu rumitkah bekerja menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sampai akhirnya harus meningalkan partai? Kesibukan itu apakah sudah membuahkan hasil yang signifikan? Untuk ini kalian pasti bisa menyimpulkan sendiri ya <em>gengs</em>, iya atau tidak.</p>
<p>Bila kalian katakana iya, kok masih banyak yang menjerit soal ketidakbecusan pemerintah menjalankan roda pemerintahan?</p>
<p>Apa kalian bercanda bilang Moelodoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan cuman pintar cari alasan, dan hanya makan gaji buta sampai tidak ada hasil yang signifikan untuk bangsa ini?</p>
<p>Jika kalian katakan tidak, coba kalian piknik ke beberapa wilayah yang sudah semakin marak dengan pembangunan infrastruktur, mungkinkah gelar bapak pembangunan berpindah ke Presiden Jokowi?</p>
<p>Ayo, kita tanyakan kepada Tuhan.</p>
<p>Yang pasti <em>gengs,</em> secara individu dan secara pribadi, Moeldoko nggak pernah terlibat urusan partai politik karena di samping sebagai dewan pembina, keterlibatannya tidak ada pengaruh untuk partai Hanura.</p>
<p>Ya bagaimana pun <em>gengs,</em> keputusan Moeldoko sampai saat ini sangat dihargai, jika memang ingin fokus membantu Jokowi sebagai KSP.</p>
<p>Terlebih, kabar ini sudah diketahui oleh Wiranto selaku pendiri partai, namun belum sampai ke Oesman Sapta Odang selaku Ketua Umum Partai Hanura.</p>
<p>Semoga saja ada kabar bahagia untuk rakyat Indonesia ya gengs, salah satunya kabar tentang rupiah yang bisa menguat, atau harga BBM, listrik dan gas menjadi sangat murah sebab kerja keras pemerintah<em>.</em></p>
<p>Keputusan Moeldoko keluar karena tidak ingin mempengaruhi keputusan Partai Hanura, serupa  seperti yang dialami Soe Hok Gie. Dalam tulisannya, Gie pernah berkata: “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”  (G11)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/tunciyvgj4nrqxvp3zgb-copy-1024x643.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Oesman Sapta &#8216;Tumbangkan Pengkhianat&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/oesman-sapta-tumbangkan-pengkhianat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Partai]]></category>
		<category><![CDATA[Oesman Sapta Odang]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Hanura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29216</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Putusan penetapan dari PTUN, ternyata pagi tadi ditolak oleh Majelis Hakim. Ini menunjukkan bahwa kepengurusan mereka tidak diakui. Suding dan Daryatmo sudah tidak bisa mengatasnamakan Hanura lagi.&#8221; ~ Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Sutrisno PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rahara di tubuh Partai Hanura dimulai saat Sekretaris Jenderal Syarifudin Sudding ‘membelot’ dari kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO), dan membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Putusan penetapan dari PTUN, ternyata pagi tadi ditolak oleh Majelis Hakim. Ini menunjukkan bahwa kepengurusan mereka tidak diakui. Suding dan Daryatmo sudah tidak bisa mengatasnamakan Hanura lagi.&#8221; ~ Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Sutrisno</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rahara di tubuh Partai Hanura dimulai saat Sekretaris Jenderal Syarifudin Sudding ‘membelot’ dari kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO), dan membuat kubu sendiri yang dinamakan kubu Ambhara.</p>
<p>Entah apa gerangan yang membuat Partai Hanura pecah kongsi begini, padahal beberapa saat sebelum adanya perpecahan, Presiden Jokowi sempat memuji Partai Hanura yang <em>adem ayem</em> dan menikmati proses demokrasi dengan gembira.</p>
<p>Tapi tak lama berselang, perpecahan di tubuh Partai Hanura tak bisa lagi terhindarkan. Tapi tak berhenti sampai di situ ternyata. Suding dan kubunya nekat menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).</p>
<p>Nah, di masa – masa ini tadinya ada upaya berdamai dari kedua kubu, bahkan dijembatani oleh Wiranto. Hampir banget kesepakatan antara dua kubu ini terjadi, <em>ahh syudahhlah. </em>Berhubung syarat yang diajukan Suding itu berat, akhirnya kubu OSO tak menyanggupinya.</p>
<p>Berat gimana emangnya? Semua tahu kan, kalau Suding udah membelot, <em>ehh </em>tapi pas mau damai, Suding minta jabatan Sekjen lagi ke OSO.</p>
<p><em>Ehmm, </em>wajar dan pantes aja ga dikasih. Sekali pembelot, pasti diingetnya pembelot lah, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Lah terus gimana? Ya udah, dua kubu jalan sendiri – sendiri, namanya udah punya ego masing – masing, <em>ya sudahhh </em>biarkan saja.</p>
<p>Namun, kini perjalanan perpecahan Partai Hanura sudah dicukupkan. Karena <em>ehh </em>karena, kubu Suding akhirnya tak diakui keberadaannya di mata hukum oleh PTUN.</p>
<p>Lagian suruh siapa pecah – pecah gitu segala. Gitu sih kalau partai politik, beda pandangan sedikit – sedikit langsung pecah, ada dua kubulah bahkan sampe ada dua Ketua Umum sekaligus, ampun deh, <em>weleeeh weleeh</em>.</p>
<p>Ya setidaknya setelah adanya keputusan PTUN ini, Oesman Sapta posisinya jelas sebagai Ketua Umum Partai Hanura yang diakui secara hukum.</p>
<p>OSO siap bikin Partai Hanura <em>adem ayem</em> lagi? <em>Ahh </em>kayaknya ga mungkin, kenapa? <em>Weleeeh weleeh, </em>ga mungkin lah kalau Suding dan kubunya kembali bergabung, <em>uppss.</em></p>
<p>Daripada kerepotan lagi dengan adanya dualisme, lebih baik OSO belajar dulu dari Eminem yang mengatakan, ada satu hal yang aku pelajari saat berhadapan dengan para pengkhianat. Mereka kuat jika kamu memalingkan muka. <em>Waduh? </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Oso-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pilih Ngemall, Jokowi &#8220;Abaikan&#8221; Hanura?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pilih-ngemall-jokowi-abaikan-hanura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 May 2018 07:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Oesman Sapta Odang]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28588</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pak Presiden tidak bisa hadir, pasti ada urusan kenegaraan yang lebih penting. Namun, kita tetap lanjutkan acara ini sesuai jadwal. Dengan tulus ikhlas kita tetap mendukung Bapak Jokowi di 2019,&#8221; ~ Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oddang. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebagai seorang Presiden RI, Joko Widodo pasti memiliki sejumlah agenda kegiatan yang cukup padat. Saking padatnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Pak Presiden tidak bisa hadir, pasti ada urusan kenegaraan yang lebih penting. Namun, kita tetap lanjutkan acara ini sesuai jadwal. Dengan tulus ikhlas kita tetap mendukung Bapak Jokowi di 2019,&#8221; ~ </em>Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oddang.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebagai seorang Presiden RI, Joko Widodo pasti memiliki sejumlah agenda kegiatan yang cukup padat. Saking padatnya, terkadang ada jadwal tertentu yang harus dikorbankan agar semua agenda berjalan dengan lancar. Seperti agenda Jokowi yang dijadwalkan hadir untuk membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hanura di Pekanbaru, Selasa (8/5) 17.00 WIB.</p>
<p>Tenyata eh ternyata, Pakde Jokowi gak nongol di acara tersebut. Alhasil akhirnya Rakernas dibuka Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oddang (OSO). Kabarnya sih pesawat Pakde baru sampai di Pekanbaru sekitar pukul 18.15 WIB. Kayaknya lalu lintas udara lagi padat merayap ya.</p>
<p>Yah, batal hadir dong Pakde Jokowi di Rakernas Hanura. Padahal mereka itu partai pendukung Jokowi loh untuk Pilpres 2019 mendatang. Masa gak dibela-belain dateng sih? Apa Jokowi gak memprioritaskan partai seperti Hanura, ya? Mungkin cuma tertarik dengan PDIP, Golkar atau Nasdem aja ya yang suaranya gede di parlemen. <em>Wedew</em>.</p>
<p>Tapi, Jokowi gak bisa dateng itu karena terlambat loh ya, bukan karena menolak undangan! Jadi sehabis Rakernas tetep ada lah ya pertemuan internal dengan 10 pemimpin Partai Hanura di hotel tempat menginap Presiden Jokowi. Meski secara simbolis Jokowi tidak hadir dalam Rakernas, tapi komunikasi tetap jalan kok.</p>
<p>Nah yang bikin <em>keki</em> tuh, malam usai sampai di Pekanbaru, Pakde Jokowi malah blusukan menemui masyarakat sekitar di mall dekat hotel tempatnya menginap sekira pukul 20.30 sampai 21.30 WIB. Terus gimana tuh nasib 10 orang pengurus Hanura yang dijanjikan akan bertemu. <em>Eta terangkanlah</em>? <em>Hahaha</em>.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-28623" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Presiden-Jokowi-Kunjungi-Mal-Ciputra-Pekanbaru-300x200.jpg" alt="Jokowi Ogah Rakernas Pilih Ngemall" width="662" height="441" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Presiden-Jokowi-Kunjungi-Mal-Ciputra-Pekanbaru-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Presiden-Jokowi-Kunjungi-Mal-Ciputra-Pekanbaru-696x463.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Presiden-Jokowi-Kunjungi-Mal-Ciputra-Pekanbaru-631x420.jpg 631w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Presiden-Jokowi-Kunjungi-Mal-Ciputra-Pekanbaru.jpg 720w" sizes="auto, (max-width: 662px) 100vw, 662px" /></p>
<p>Mungkin bagi Pakde Jokowi lebih nyaman menemui rakyat secara langsung daripada bertemu pengurus partai politik secara formal dalam sebuah acara. Aspirasi yang didengar langsung dari rakyat memang masih murni. Kalau sudah lewat partai terkadang ada nilai kepentingan tertentu di dalamnya. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Rasanya gak elok aja kalau membicarakan kerakyatan tapi tidak bersama rakyat langsung. Itu mungkin yang bikin Pakde Jokowi memutuskan tetap blusukan di tengah ketidakhadirannya dalam Rekernas Hanura. Seperti halnya yang dikatakan filsuf Jonathan Swift (1667-1745), ‘<em>The proper words in the proper places are the true definition of style</em>.’ (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Rakernas-Hanura-1024x591.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
