<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Oposisi DIlarang Kritik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/oposisi-dilarang-kritik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2018 08:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Oposisi DIlarang Kritik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo, Calon Presiden ‘Cair’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-calon-presiden-cair/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 08:36:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Oposisi DIlarang Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Oposisi Lemah]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28119</guid>

					<description><![CDATA[“Saya melihat elite-elite Indonesia, entah bodoh atau entah apa, atau memang mereka hatinya sudah beku, atau memang mereka tidak cinta sama bangsa Indonesia.&#8221; ~ Prabowo Subianto. PinterPolitik.com [dropcap]L[/dropcap]agi dan lagi, Prabowo Subianto menyinggung para elite dengan berbagai sindiran pedas. Tapi kenapa sih kritik ini tidak dirasionalisasikan dengan perwujudan nyata yang masih belum jelas isinya dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Saya melihat elite-elite Indonesia, entah bodoh atau entah apa, atau memang mereka hatinya sudah beku, atau memang mereka tidak cinta sama bangsa Indonesia.&#8221; ~ Prabowo Subianto.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]L[/dropcap]agi dan lagi, Prabowo Subianto menyinggung para elite dengan berbagai sindiran pedas.</p>
<p>Tapi kenapa sih kritik ini tidak dirasionalisasikan dengan perwujudan nyata yang masih belum jelas isinya dan kemana sasarannya.</p>
<p>Kali ini narasi para elite ala Prabowo disampaikan saat peringatan hari Buruh Internasional di Istora Senayan, Jakarta.</p>
<p><em>Ehmm, ciyeeee </em>dapat dukungan dari buruh nih, calon Presiden yang diharapkan akan membawa kepentingan dan kesejahteraan buruh, katanya begitu.</p>
<p><em>Hmm, </em>bukan hal baru melihat Prabowo mengkritik para elite. Sebelumnya, Prabowo menyindir kalangan elite karena sudah menjadi garong dari kekayaan negara. <em>Wedeew, </em>tuduhan serius tapi masih ga jelas siapa yang dituju.</p>
<p>Kini pun begitu, Prabowo mengatakan kalau kalangan elite memiliki hati yang beku. Kata Prabowo, apakah para elite ini bodoh atau memang sudah tidak cinta Indonesia lagi?</p>
<p><em>Hadeuuh, </em>diulangi lagi kan sama Prabowo. Masa kalau denger kritik Prabowo kepada elite itu masih abstrak sih? Emangnya yang dituju sama Prabowo itu siapa? Presiden? Pemerintah? Atau siapa sih?</p>
<p>Begini nih kalau pihak oposisi zaman <em>now, </em>kritiknya tak terstruktur dan tak substansial. Gimana mau menyuarakan suara rakyat dan menggoyang Pemerintah yang katanya zalim, kalau kritik aja masih <em>blepotan, weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Coba kalau kritik para oposisi itu disusun dan terstruktur menjadi suatu narasi yang rasional, kayaknya rakyat mudah untuk seiring dan sejalan. Tapi ya sudahlah, masa jadi oposisi Prabowo sebentar lagi akan habis juga kan? <em>Hmmm.</em></p>
<p><em>Weeeiitsss, </em>habisnya masa oposisi itu apakah memberikan tanda akan terpilih? Ya bukan juga lah, tapi habisnya itu apakah ada masa perpanjangan waktu oposisi atau mungkin terpilih. <em>Nyapres </em>aja masih cair kan? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi perkataan Prabowo kalau para elite itu berhati beku, kayaknya udah ada solusinya deh. Solusinya adalah Prabowo ikut andil, karena <em>ehhh </em>karena, Prabowo dibutuhkan menjadi sosok yang mencairkan.</p>
<p>Bukankah Prabowo kini dikenal sebagai sosok yang cair. <em>Uhuuukk uhuuukk, </em>maksudnya isu Prabowo <em>nyapres </em>itu masih cair, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Makanya kalau mau mengkritik itu coba tiru Dan Brown, penulis Amerika Serikat yang tidak akan pernah menulis kritik yang lemah, bahkan ia membutuhkan waktu dua puluh tahun untuk membuat kritik.</p>
<p>Jadi apakah gaya Prabowo dan lingkar koalisinya sebagai oposisi Pemerintah <em>mentok </em>begini aja? <em>Weleeeh weleeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/prabowo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>OSO ‘Hajar’ Kritikus</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/oso-hajar-kritikus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2018 08:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPD RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Hanura]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Oesman Sapta Odang]]></category>
		<category><![CDATA[Oposisi DIlarang Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[OSO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27834</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jadi begini, oposisi ya namanya juga oposisi. Oposisi itu jangan terlalu banyak didengarkan, karena namanya juga oposisi.&#8221; ~ Oesman Sapta Odang PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga menjabat sebagai Ketua DPD, memberikan pernyataan yang menggelikan, sungguh menggelikan. Kenapa menggelikan, karena ehhh karena OSO dinilai tak mampu memahami fungsi dari oposisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Jadi begini, oposisi ya namanya juga oposisi. Oposisi itu jangan terlalu banyak didengarkan, karena namanya juga oposisi.&#8221; ~ Oesman Sapta Odang</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga menjabat sebagai Ketua DPD, memberikan pernyataan yang menggelikan, sungguh menggelikan.</p>
<p>Kenapa menggelikan, karena <em>ehhh </em>karena OSO dinilai tak mampu memahami fungsi dari oposisi yang sejatinya menjadi penggerak kegeraman rakyat yang merasakan Pemerintah yang tiada gunanya.</p>
<p>Kalau Pemerintah mengeluarkan kebijakan tertentu, nah yang akan mengawasinya bersama rakyat itu adalah oposisi. <em>Watchdog function, </em>setidaknya Pemerintah jangan malah mengkritik balik, biasanya kan Pemerintah begitu.</p>
<p>Contohnya aja nih, Presiden Jokowi kini mengeluarkan Perpres Tenaga Kerja Asing Nomor 20 Tahun 2018, dan setelah keluar Perpres ini, partai politik yang tergabung di kubu oposisi semakin keras mengkritik. <em>Hmm, </em>Pemerintah mau denger ga ya?</p>
<p>Para oposisi berpandangan kalau Perpres TKA itu mematikan tenaga kerja lokal, dan <em>ngeri</em>nya akan ada dominasi angkatan kerja hanya dari salah satu negara saja. Kekhawatiran begini wajar aja sih, kan pandangan oposisi seyogyanya harus didenger juga.</p>
<p>Kalau ke depannya peluang tenaga kerja lokal mati dan tak bisa mencari pekerjaan, itu salah siapa? Pemerintah mau cuci tangan? Makanya apa yang dikatakan oposisi kan siapa tahu benar juga.</p>
<p>Makanya mengkaji dulu, jangan melihat permasalahan ini sebagai fenomena yang pendek, tapi dampaknya akan panjang, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Karena setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah itu akan berdampak luas dan panjang, jadi Pemerintah juga jangan serampangan bikin kebijakan.</p>
<p>Di sisi lain, kalaupun ada kekeliruan Pemerintah, seharusnya sih pihak oposisi teriak dan merasionalisasikan kalau kebijakannya itu salah.</p>
<p>Bukan hanya bisanya <em>nyinyir </em>dan sindir – menyindir aja, tapi seharusnya bisa menemukan solusi juga. Kalau oposisi bisanya hanya <em>nyinyir, </em>kayaknya sih ga salah juga kalau muncul anggapan untuk jangan mendengar apa kata oposisi.</p>
<p>Saran agar penguasa ga usah dengerin oposisi itu, dilontarkan sama Ketua DPD sekaligus Ketua Umum Partai Hanura, cocok ga sih? <em>Hmmm, </em>OSO mau mencoba membungkam pihak oposisi?</p>
<p>Kalau sarannya oposisi itu bermanfaat gimana? OSO ingin penguasa memotong lidah aspirasi rakyat? <em>Hmmm, </em>baiklah kalau begitu.</p>
<p>Lebih baik resapi apa yang dikatakan Wiji Thukul, apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, maka hanya ada satu kata, Lawan!</p>
<p>OSO dan penguasa siap mendapat perlawanan dari oposisi dan rakyat? <em>Weleeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/oso-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
