<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Netralitas TNI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/netralitas-tni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jan 2024 08:34:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Netralitas TNI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahaya Geber Politik Knalpot Brong Hasto?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/tni-bahaya-geber-knalpot-brong-hasto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2024 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jenderal Maruli]]></category>
		<category><![CDATA[Mayjen Kunto Arief Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[Netralitas TNI]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[relawan ganjar]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=141682</guid>

					<description><![CDATA[Pasca insiden pengeroyokan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh oknum TNI di Boyolali, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempertanyakan netralitas angkatan bersenjata yang dikaitkan dengan kedekatan emosional serdadu dengan Prabowo Subianto. Sayangnya, kejadian susulan yang serupa tapi tak sama di Manado membuat politisasi terkait perilaku aparat meruncing jelang Pilpres 2024. Namun, politisasi ini harus segera dinetralisir karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pasca insiden pengeroyokan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh oknum TNI di Boyolali, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempertanyakan netralitas angkatan bersenjata yang dikaitkan dengan kedekatan emosional serdadu dengan Prabowo Subianto. Sayangnya, kejadian susulan yang serupa tapi tak sama di Manado membuat politisasi terkait perilaku aparat meruncing jelang Pilpres 2024. Namun, politisasi ini harus segera dinetralisir karena sangat berbahaya. Mengapa demikian?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com" data-type="link" data-id="pinterpolitik.com" rel="nofollow"><strong>PinterPolitik.com</strong> </a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Di tengah panasnya proses politik jelang Pilpres 2024, pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang mempertanyakan netralitas TNI pasca insiden pengeroyokan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha, Boyolali agaknya sangat berbahaya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, Hasto langsung mengaitkannya dengan tudingan aktualisasi tindakan berdasarkan kedekatan emosional prajurit dengan capres nomor urut 2 yang berlatar belakang militer, Prabowo Subianto.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sontak, tudingan itu tak hanya menyudutkan kubu Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, tetapi juga institusi TNI, khususnya TNI AD.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelahnya, insiden susulan yang serupa tapi tak sama terjadi di Manado, kemarin (5/1). Dalam video yang viral di media sosial, tampak sejumlah anggota TNI melakukan tindakan keras kepada pemotor yang menggunakan knalpot brong saat iring-iringan mengantar jenazah ricuh di depan markas Kodam XIII/Merdeka, Manado.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati sudah terkuak bahwa pemantik aksi keras itu adalah kegaduhan akibat pengguna motor ber-knalpot brong. Dan bahkan setelah terungkap bahwa warga sekitar, baik di Boyolali dan Manado juga merasa terganggu dengan perilaku subjek yang menjadi target aksi keras itu, tetap saja angkatan bersenjata dan Prabowo – secara tidak langsung maupun tidak langsung – tersudut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Utamanya, yang kemungkinan besar terkait komentar tendensius dan politisasi yang dilakukan Hasto sebelumnya. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1125" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto.jpg" alt="profil politisi hasto kristiyanto" class="wp-image-140668" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-288x300.jpg 288w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-983x1024.jpg 983w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-144x150.jpg 144w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-768x800.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-696x725.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-1068x1113.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/12/profil-politisi-hasto-kristiyanto-403x420.jpg 403w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian serupa tapi tak sama berikutnya yang melibatkan framing aparat dan masyarakat pun tak menutup kemungkinan akan terjad. Dan di titik ini, efek lanjutan dan turunan dari tudingan Hasto kiranya memang sangat berbahaya. Mengapa demikian?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hasto Ciptakan Ilusi?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Hasto mungkin tidak menyangka bahwa pernyataan tendensiusnya dalam merespons pengeroyokan relawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di Boyolali akan diikuti kejadian yang serupa tapi tak sama di Manado.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, <em>framing</em> mempertanyakan netralitas TNI kadung melebar dalam ruang diskursus masyarakat yang kemudian saling dikaitkan dengan tudingan kedekatan khusus di balik layar di antara serdadu dengan capres tertentu hingga eskalasi kekerasan TNI jelang Pilpres 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penegasan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bahwa setiap anggota TNI yang telah terlibat sudah berstatus tersangka dan mengusulkan agar persidangan berjalan terbuka, tampaknya belum maksimal dalam menetralisir efek <em>framing</em> yang seolah diperkeruh Hasto.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang kemudian muncul –&nbsp; khususnya setelah insiden berikutnya di Manado – adalah, tudingan bahwa kekerasan tersebut saling terkait dan menggambarkan citra institusi TNI secara makro jelang Pilpres 2024 mendatang kepada rakyat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bumbu-bumbu politik yang cenderung radikal seperti tuduhan gerakan terstruktur yang mulai “ditularkan” atas penyalahgunaan kekuatan untuk mengarahkannya ke pilihan politik tertentu bahkan telanjur eksis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, ini sangat keliru. “Cocoklogi” kekeliruan itu sendiri disebut sebagai <em>illusory contagion effect</em> atau&nbsp; efek penularan ilusi. Hal ini terjadi ketika individu atau kelompok merasakan adanya korelasi, hubungan, atau “penularan” antara peristiwa atau fenomena, meskipun sebenarnya tidak ada hubungan sebab-akibat di antara peristiwa atau fenomena tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, dampak yang dirasakan tampak menyebar seperti penularan, namun kenyataannya tidak ada pengaruh secara langsung.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek penularan ilusi sering kali berasal dari bias kognitif, seperti kecenderungan untuk memahami pola atau hubungan yang sebenarnya tidak ada.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Individu atau kelompok masyarakat tertentu mungkin mengaitkan hubungan sebab dan akibat dengan peristiwa yang tidak berhubungan karena kebetulan, terdapat kedekatan waktu atau ruang, serta faktor lain yang menciptakan persepsi keliru tentang “penularan” peristiwa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ilusi semacam itu cukup sering terjadi di ruang sosial dan digital sehari-hari. Sebagai contoh, mungkin pada satu ketika, saat terdapat berita mengenai aksi kriminal pembegalan di suatu wilayah dan ditayangkan di media massa, berita-berita serupa kemudian bermunculan dengan jarak yang berdekatan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini kemudian menimbulkan efek sekunder atau “ilusi” yang kerap bias dan tak komprehensif, seperti paranoid berlebihan bahwa begal sedang merajalela dan tak terkendali, melebarnya tudingan mengenai tak becusnya kinerja kepolisian, hingga menyudutkan pemerintah karena tidak memerhatikan kesejahteraan warganya hingga aksi kriminal yang tampak masif muncul.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mungkin muncul pertanyaan yang mengganjal seperti bagaimana dengan kekerasan itu sendiri yang tak bisa dibenarkan begitu saja?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan tersebut sebenarnya repetitif namun penting untuk dipahami jawabannya secara objektif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara alamiah, interaksi manusia tak dapat dilepaskan dari konsep aksi-reaksi. Dalam konteks aksi keras anggota TNI di Boyolali dan Manado, kronologi kejadian yang telah terkuak agaknya lebih dari cukup untuk menetralisir tudingan Hasto dan “ilusi” yang muncul setelahnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenderal Maruli telah mengakui kesalahan anggotanya di Boyolali dan berkomitmen menindak sesuai prosedur anggota yang terlibat. Akan tetapi, kiranya cukup banyak juga yang sepakat dengan Jenderal Maruli bahwa relawan yang menggeber knalpot brong dan mengganggu ketertiban publik pun keliru dan menjadi pemantik di awal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Frasa “di awal” agaknya penting untuk dipahami karena sangat krusial dalam membedakan framing “hakikat” arogansi dan keberpihakan aparat, dengan kejadian sesungguhnya, yakni kegaduhan yang dibuat relawan Ganjar dengan knalpot brongnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa juga tak berbeda di insiden Manado. Bahkan, terdapat anggota TNI yang melerai warga sekitar yang geram dan memukuli pengendara knalpot brong dalam iring-iringan pengantar jenazah yang berkendara seenaknya itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tudingan dan komunikasi politik Hasto yang berbahaya karena bisa mengakumulasi ketidakpercayaan rakyat kepada institusi negara seperti TNI dan bisa saja berbuntut konflik, seolah mengingatkan kembali dengan wanti-wanti terkait atmosfer politik yang pernah dikemukakan oleh sosok jenderal aktif beberapa waktu lalu. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1182" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed..jpg" alt="hasto pdip sekjen killer ed." class="wp-image-118168" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed..jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-274x300.jpg 274w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-936x1024.jpg 936w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-137x150.jpg 137w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-768x841.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-696x762.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-1068x1169.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/hasto-pdip-sekjen-killer-ed.-384x420.jpg 384w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hasto Sebaiknya Diam?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pentingnya netralisir diskursus mengenai insiden Boyolali danManado, mungkin banyak yang menginginkan politisi dengan karakteristik seperti Hasto untuk tak banyak bicara “ngawur” di tengah panasnya proses politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pentingnya komunikasi politik para aktor yang beradab sendiri pernah diungkapkan Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo saat masih menjabat Pangdam III/Siliwangi dalam sebuah kolom tulisan berjudul <em>Etika Menuju 2024</em> yang dipublikasikan Kompas.com pada 10 April 2023 lalu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Publikasi itu sendiri cukup mengejutkan karena setelah Reformasi, sangat jarang perwira aktif berbicara mengenai politik praktis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayjen Kunto sendiri menyoroti komunikasi politik para aktor yang belakangan kerap menjauh dari koridor etika yang baik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok yang merupakan anak Wakil Presiden ke-6 RI yang juga Panglima ke-9 ABRI, Try Sutrisno itu menyoroti partai politik dan para aktor di dalamnya yang bertanggung jawab mendewasakan para pemilih dalam mewujudkan komunikasi politik yang beradab.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Mayjen Kunto memberikan semacam peringatan andai para aktor politik tetap dalam ketidakpedulian, mengenai sebuah hal yang tentu tidak diinginkan oleh siapapun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Akan tetapi, andai ketidakpedulian tetap terjadi dan semakin menguat, maka demi alasan pertahanan dan keamanan, TNI agaknya harus sedikit maju mengambil posisi. Semoga itu tidak terjadi,” begitu pungkas Mayjen Kunto.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun tak merepresentasikan suara TNI, apa yang dikemukakan Mayjen Kunto sebenarnya cukup konstruktif bagi kondusivitas politik negara di tengah tensi berbalut bumbu politisasi atas peristiwa apapun saat ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Hasto dan para aktor politik lain semestinya dapat lebih menjaga etika dalam komunikasi politik agar tak merusak persatuan dan kesatuan bangsa, baik di antara rakyat dengan rakyat, maupun rakyat dengan institusi negara. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="HNWDbnqxaKY"><iframe title="Sejarah Yogyakarta: Kerajaan di Dalam Demokrasi Indonesia dan Masa Depannya" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/HNWDbnqxaKY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/sekjen-pdi-perjuangan-hasto-kristiyanto-foto-ricardojpnncom-37-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Panglima TNI Dijabat Agus Subiyanto, TNI Intervensi Pilpres 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/panglima-tni-dijabat-agus-subiyanto-tni-intervensi-pilpres-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 14:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Subiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[dwifungsi abri]]></category>
		<category><![CDATA[Geng Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Netralitas TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139635</guid>

					<description><![CDATA[Pengangkatan Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI dikhawatirkan membuat TNI tidak netral di Pemilu 2024. Kekhawatiran itu bertolak dari kedekatan Presiden Jokowi dengan Jenderal Agus yang terjalin sejak di Solo. Lantas, apakah TNI akan melakukan intervensi politik di bawah komando Jenderal Agus? PinterPolitik.com Baru diangkat menjadi KSAD, Jenderal TNI Agus Subiyanto diusulkan Presiden Jokowi untuk menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pengangkatan Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI dikhawatirkan membuat TNI tidak netral di Pemilu 2024. Kekhawatiran itu bertolak dari kedekatan Presiden Jokowi dengan Jenderal Agus yang terjalin sejak di Solo. Lantas, apakah TNI akan melakukan intervensi politik di bawah komando Jenderal Agus?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Baru diangkat menjadi KSAD, Jenderal TNI Agus Subiyanto diusulkan Presiden Jokowi untuk menjadi Panglima TNI. Pengusulan itu mengangkat kembali narasi soal Geng Solo. Saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo pada 2005-2012, Agus menjabat sebagai Komandan Kodim Surakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aris Santoso dalam tulisannya <em>Jokowi dan Jejaring Perwira Solo</em> menyebutkan bahwa dalam menentukan posisi di TNI dan Polri, ada kecenderungan Jokowi memilih kolega-koleganya yang dulu berdinas di Solo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aris mencontohkan promosi Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai KSAU, kemudian sebagai Panglima TNI. Menurut Aris, promosi itu ditopang berkat hubungan baik keduanya yang terjalin sejak sama-sama berdinas di Solo. Pada periode 2010-2011 ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo, Hadi adalah Komandan Lanud Adi Soemarmo, Solo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas kedekatan itu, terdapat kekhawatiran atas pengusulan Agus sebagai Panglima TNI. Beredar isu bahwa TNI bisa tidak netral di Pemilu 2024. Apalagi, Jokowi sudah secara terbuka mengaku akan cawe-cawe di Pemilu 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah TNI akan tidak netral alias melakukan intervensi politik apabila Jenderal Agus menjadi Panglima TNI?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Isu Musiman</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat sejarahnya, isu netralitas TNI selalu keluar menjelang pemilu. Namun, faktanya setelah Reformasi tidak pernah TNI melakukan intervensi politik di pemilu. Ini pula yang digarisbawahi oleh pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya kira netralitas TNI sudah teruji sepanjang pemilu setelah Reformasi,&#8221; ungkap Fahmi (2/11/2023).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasusnya dapat kita lihat pada Pilpres 2019 ketika Panglima TNI dijabat oleh Hadi Tjahjanto. Meskipun Hadi merupakan Geng Solo yang dekat dengan Jokowi, nyatanya TNI tidak melakukan intervensi politik di Pilpres 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila melihat situasi TNI setelah Reformasi, TNI sebenarnya tidak memiliki potensi untuk melakukan intervensi politik. Alasannya karena TNI tidak memiliki kewenangan hukum. TNI tidak bisa menyelidiki perkara, apalagi memenjarakan pihak sipil.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang pertanyaannya, dengan adanya fakta itu, kenapa isu netralitas TNI tetap menggema? Dengan tidak memiliki kewenangan hukum, bagaimana TNI bisa melakukan intervensi politik?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Trauma Masa Lalu</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada dua hipotesis yang dapat dibangun untuk menjawab kenapa sentimen itu terus muncul. Hipotesis pertama, terjadi kekeliruan karena menyamakan institusi TNI dengan purnawirawan TNI.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, ada banyak purnawirawan TNI yang terjun ke politik memiliki karier yang mentereng. Sebut saja nama Luhut Binsar Pandjaitan, Wiranto, Prabowo Subianto, Hendropriyono, dan seterusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, entah bagaimana, mungkin karena sakin kuatnya pesona para purnawirawan Jenderal TNI tersebut, banyak pihak kemudian menyebutnya sebagai intervensi TNI itu sendiri. Apalagi, beredar isu di masyarakat bahwa peta politik ditentukan oleh nama-nama besar itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekeliruan itu disebut dengan <em>category mistake</em>. Ini adalah bias kognitif yang terjadi ketika kita keliru dalam menentukan atau membuat kategorisasi dalam suatu fenomena.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kasus isu netralitas TNI, terjadi kekeliruan dalam menyamakan antara institusi TNI dengan karier politik para purnawirawan TNI. Kita harus menyadari bahwa purnawirawan TNI telah menjadi masyarakat sipil. Artinya, institusi TNI dengan purnawirawan TNI adalah dua kategori yang berbeda.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang kita lanjut ke hipotesis kedua. Besar kemungkinan ini karena trauma masa lalu soal dwifungsi ABRI. Kita semua mengetahui bahwa pemerintahan Orde Baru membawa trauma besar atas keterlibatan TNI di ranah sipil, terutama dalam politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dwifungsi sudah dihapuskan, harus disadari bahwa trauma itu begitu besar dan tertanam di benak masyarakat luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, kekhawatiran atas netralitas TNI sebenarnya adalah tarikan ingatan sejarah. Ingatan publik soal dwifungsi ABRI bercampur dengan narasi Geng Solo, khususnya kedekatan Jenderal Agus dengan Presiden Jokowi.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, dapat dikatakan dengan cukup meyakinkan bahwa TNI tidak netral alias melakukan intervensi politik di Pilpres 2024 adalah kekhawatiran yang dapat dimentahkan. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Dari Serangan Umum 1 Maret Hingga Pesawat Habibie: Soeharto Perbaiki Indonesia Tapi Kita Lupakan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/J6ZVSH30gys?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/images-95.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pilkada, &#8216;Wajah&#8217; Panglima Dipertaruhkan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pilkada-wajah-panglima-dipertaruhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2017 10:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Marsekal Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Netralitas TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18981</guid>

					<description><![CDATA[“Bersikap netral karena tak paham adalah suatu sikap yang terhormat.” PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]emori masih merekam bagaimana kiprah TNI dengan adanya dwifungsi tugas yang diemban. Di masa lampau, TNI bukan hanya menjaga pertahanan negara tapi terjun juga dalam perpolitikan. Namun, seiring dengan berjalannya zaman, TNI kini tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam politik praktis. Masa lalu majunya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 dir="ltr"><em><strong>“Bersikap netral karena tak paham adalah suatu sikap yang terhormat.”</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p dir="ltr">[dropcap]M[/dropcap]emori masih merekam bagaimana kiprah TNI dengan adanya dwifungsi tugas yang diemban.</p>
<p dir="ltr">Di masa lampau, TNI bukan hanya menjaga pertahanan negara tapi terjun juga dalam perpolitikan.</p>
<p dir="ltr">Namun, seiring dengan berjalannya zaman, TNI kini tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam politik praktis.</p>
<p dir="ltr">Masa lalu majunya militer dalam kontestasi politik pernah memberi kesan bahwa masyarakat &#8211; katanya &#8211; lebih percaya militer dibandingkan orang sipil untuk menjadi pemimpin.</p>
<p dir="ltr">Namun, strategi ini sepertinya tak menggigit di era ini <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Lah, tapi kok lima Jenderal masih saja ikut Pilkada ya? Hmmm entah menang atau engga nanti.</p>
<p dir="ltr">Kalau prasangka baiknya sih, mungkin ia masih membutuhkan medium pengabdian dalam bentuk yang lain. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p dir="ltr">Kalau misalkan sekarang militer tak boleh berpolitik, apa kabarnya Panglima TNI sebelumnya. Kata beberapa pihak sih ada indikasi berpolitik praktis. Hmm <em>hayoloooh.</em></p>
<p dir="ltr">Walaupun sampai akhir jabatan tak ada yang bisa membuktikan. Malah partai politik terpesona dan jatuh hati ingin meminangnya di Pilpres 2019 <em>weleeeeh weleeeh</em>.</p>
<p dir="ltr">Kayanya hal ini yang tidak diinginkan Panglima Hadi Tjahjanto yang sekaligus akan mempertaruhkan &#8216;wajahnya&#8217; di perhelatan Pilkada.</p>
<p dir="ltr">Ada dua hal yang mungkin jadi pertaruhan. Yang pertama ialah sikap TNI yang harus netral walau ada lima Jenderal yang terlibat politik praktis.</p>
<p dir="ltr">Maka, Panglima harus memastikan mereka mau undur diri. Jangan justru ditahan-tahan, kalau sudah terjun ke politik otomatis harus mengundurkan diri dari TNI.</p>
<p dir="ltr">Eh tapi kan, kemarin malah dikasih jabatan strategis, gimana dong itu? <em>W</em><em>eleeeeh weleeeh. </em>Ya sesegera mungkin digantilah.</p>
<p dir="ltr">Masa mau <em>nyambi </em>militer iya, kepala daerah juga iya hmmmm. Itu juga kalau kepilih wkwkwk. Apa Dwifungsi TNI mau bangkit lagi ?</p>
<p>Pertaruhan lainnya adalah bahwa dikhawatirkan akan ada kesia-siaan melepas para Jenderal ikut Pilkada bila ujungnya akan kalah. Akan mengabdi dimana lagi para Jenderal yang kalah di Pilkada?</p>
<p>Bagaimanapun juga Panglima harus siap menerima kenyataannya nanti. <em>Weleeeh weleeeh</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Pangkostrad-dan-Panglima-TNI.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
