<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Nasionalisme Khayalan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/nasionalisme-khayalan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Nov 2019 10:23:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Nasionalisme Khayalan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Agnez Mo dan Identitas Keindonesiaan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/agnez-mo-dan-identitas-keindonesiaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 11:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Agnez Mo]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi Etnis Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Khayalan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69656</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, penyanyi Agnez Mo yang kini telah berkarier di Amerika Serikat diundang dalam sebuah wawancara BUILD Series. Ceritanya mengenai identitas dirinya yang berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan menjadi perbincangan publik di Indonesia. PinterPolitik.com “Try and talk and they ain&#8217;t listenin&#8217; but they&#8217;ll point it out when you get ignorant” – Dreezy, penyanyi perempuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Beberapa waktu lalu, penyanyi Agnez Mo yang kini telah berkarier di Amerika Serikat diundang dalam sebuah wawancara BUILD Series. Ceritanya mengenai identitas dirinya yang berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan menjadi perbincangan publik di Indonesia.</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Try and talk and they ain&#8217;t listenin&#8217; but they&#8217;ll point it out when you get ignorant” – Dreezy, penyanyi perempuan asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>iapa yang tidak kenal dengan Agnez Mo? Penyanyi dan aktris yang sebelumnya dikenal sebagai Agnes Monica ini telah memulai kariernya sebagai figur publik di Indonesia semenjak masih kecil.</p>
<p>Siapa sangka? Agnes kecil yang pada tahun 1990-an dikenal identik dengan acara televisi Tralala Trilili kini telah bernyanyi dan berkarya bersama musisi-musisi Amerika Serikat (AS), seperti Timbaland, Chris Brown, dan French Montana.</p>
<p>Kiprah Agnez Mo di AS ini mungkin merupakan hasil perwujudan ambisinya untuk <em>go international</em> yang pernah digaungkannya sekitar tahun 2000-an. Namun, kiprah internasionalnya ini kini tampaknya tengah menuai kontroversi.</p>
<p>Dalam <a href="https://youtu.be/skqtsF1-3IQ"><strong>wawancara</strong></a> yang dilakukan dalam BUILD Series milik Yahoo!, pernyataan Agnez Mo menjadi buah bibir bagi warganet – dan politisi – di Indonesia. Pasalnya, selain membahas mengenai <em>single</em> barunya yang berjudul “Diamonds” bersama French Montana, Agnez Mo dan Kevan Kenney juga membahas mengenai perjalanan hidupnya sebagai musisi yang berasal dari Indonesia.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="en" dir="ltr">“Look at it as an opportunity for you to find yourself.” <a href="https://twitter.com/agnezmo?ref_src=twsrc%5Etfw">@agnezmo</a> shares advice for fans going through hard times <a href="https://t.co/sEBbceuAGf">pic.twitter.com/sEBbceuAGf</a></p>
<p>&mdash; Kevan Kenney (@KevanKenney) <a href="https://twitter.com/KevanKenney/status/1197999071329488896?ref_src=twsrc%5Etfw">November 22, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ketika ditanyai oleh Kenney mengenai identitas dirinya, Agnez Mo menyebutkan bahwa dirinya kerap merasa berbeda dengan kebanyakan warga Indonesia. Pelantun lagu “Coke Bottle” ini menceritakan latar belakangnya yang tidak berdarah asli Indonesia, melainkan merupakan campuran keturunan Jerman, Jepang, dan Tionghoa.</p>
<p>Pernyataan itu sontak dipermasalahkan oleh sebagian warganet dan politisi. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon misalnya, <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191126143350-32-451613/fadli-zon-sebut-agnez-mo-durhaka-seperti-malin-kundang"><strong>menyamakan</strong></a> Agnez Mo seperti Malin Kundang yang durhaka karena dianggapnya mengedisasosiasikan dirinya dengan Indonesia.</p>
<p>Banyak pihak menilai bahwa Agnez Mo yang kini tengah sukses di luar negeri ini lupa daratan terhadap tempat kelahirannya. Mereka pun <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191127084640-32-451842/ppp-desak-agnez-mo-minta-maaf-soal-bukan-darah-indonesia"><strong>menuntut permintaan maaf</strong></a> dari penyanyi tersebut atas ucapannya.</p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya interpretasi makna pernyataan itu, apa yang sebenarnya mendasari pernyataan Agnez Mo? Apa yang tercermin dari pernyataan itu?</p>
<h4><strong>Kebanggaan Nasional</strong></h4>
<p>Pernyataan yang diungkapkan oleh Agnez Mo dalam wawancara dengan BUILD Series sebenarnya merupakan penjelasan mengenai bagaimana identitas sosial yang dimilikinya berbeda dengan sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlepas benar atau tidak Agnez Mo memiliki kebanggan akan Indonesia, persoalan identitas ini bisa saja memengaruhi keterikatan diri terhadap identitas nasional.</p>
<p>Andreas Wimmer dari Columbia University dalam <a href="http://www.columbia.edu/~aw2951/PowerPride.pdf"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Power and Pride</em> menjelaskan bahwa diskriminasi yang didasarkan pada identitas – khususnya latar belakang etnis – dapat memengaruhi bangga atau tidaknya seseorang terhadap negaranya. Banyak studi juga mengungkapkan bahwa kelompok minoritas cenderung kurang mengidentifikasikan dirinya dengan identitas nasional.</p>
<p>Wimmer menekankan bahwa kecenderungan ini disebabkan oleh kesenjangan status politik yang terjadi antar-kelompok. Dengan melihat kelompok mana yang menguasai pusat kekuatan politik nasional, Wimmer menyebutkan adanya tendensi distribusi <em>public goods</em> yang menguntungkan kelompok dominan.</p>
<p>Kelompok dominan akan mendapatkan <em>public goods</em> yang lebih banyak dari pejabat-pejabat politik yang berasal dari kelompok yang sama. Bahkan, adanya kekuasaan di tangan kelompok dominan dianggap Wimmer dapat menumbuhkan rasa kepemilikan atas negara.</p>
<p>Oleh sebab itu, kelompok dominan akan lebih merasa bangga terhadap negaranya. Beberapa kelompok semacam ini yang dicontohkan dalam tulisan tersebut adalah kelompok Uzbek di Uzbekistan dan kelompok Kreol di Trinidad dan Tobago.</p>
<p>Di sisi lain, kelompok minoritas akan semakin merasa tidak terwakili dan tidak bangga dengan negaranya. Hal ini terlihat pada kelompok Muslim di Serbia, kelompok Rusia di Latvia, dan kelompok Albania di Makedonia.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B5XO2JRAl1T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5XO2JRAl1T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5XO2JRAl1T/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Politisi ikut komentari pernyataan Agnez Mo.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-27T08:57:58+00:00">Nov 27, 2019 at 12:57am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Selain kelompok-kelompok tersebut, salah satu perdebatan mengenai perasaan nasionalisme dan patriotisme yang sempat populer di media internasional adalah aktivisme para pemain National Football League (NFL) yang berlutut ketika lagu kebangsaan AS “The Star-Spangled Banner” diperdengarkan.</p>
<p><a href="https://www.forbes.com/sites/ianmathews/2019/11/15/if-you-plan-to-take-a-stand-like-colin-kaepernick-be-prepared-to-pay-a-similar-price/#4366726f49e9"><strong>Colin Kaepernick</strong></a> – atlet NFL yang memulai gerakan berlutut – menjelaskan bahwa dirinya tak ingin merasa bangga atas negaranya yang dianggapnya menindas kelompok Afrika-Amerika dan kelompok minoritas lainnya. Aksi Kaepernick menuai tanggapan negatif dari kelompok konservatif, termasuk Presiden AS Donald Trump.</p>
<p>Fenomena Kaepernick di AS ini boleh jadi merupakan cerminan dari penjelasan Wimmer mengenai korelasi diskriminasi terhadap perasaan bangga terhadap negara. Semakin rendah status politik kelompok negara tersebut – dan adanya disparitas distribusi <em>public goods</em> antar-kelompok, semakin sedikit rasa bangga seseorang dari kelompok tersebut terhadap negaranya.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan kelompok minoritas di Indonesia? Apa kaitannya dengan pernyataan Agnez Mo?</p>
<h4><strong>Diskriminasi di Indonesia</strong></h4>
<p>Pernyataan Agnez Mo sebenarnya turut mencerminkan adanya diskriminasi terhadap kelompok minoritas di Indonesia. Bahkan, diskriminasi seperti ini juga <a href="https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20150221144918-170-33773/noda-di-manisnya-sejarah-pebulu-tangkis-tionghoa/" rel="nofollow"><strong>dirasakan oleh beberapa individu minoritas</strong></a> yang pernah membawa nama harum Indonesia ke panggung dunia.</p>
<p>Susi Susanti dan Alan Budikusuma misalnya, merupakan pemain-pemain bulutangkis yang berhasil memenangkan beberapa pertandingan di laga internasional, seperti dengan meraih medali emas dalam Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol. Sosok-sosok ini bahkan hingga kini masih diingat sebagai simbol keunggulan Indonesia di bidang olahraga bulutangkis.</p>
<p>Namun, identitasnya sebagai kelompok minoritas tampaknya sempat menghambat hak keduanya untuk menikah. Sebelum menikah, Susi dan Alan dipersulit dengan persyaratan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI).</p>
<p>Selain Susi dan Alan, terdapat juga Tong Sin Fu (atau Tang Xianhu) – mantan pelatih nasional Perserikatan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bagi Alan – merupakan mantan atlet Tiongkok kelahiran Indonesia yang akhirnya permohonannya atas status kewarganegaraan Indonesia ditolak pada 1998. Tong akhirnya kembali ke Tiongkok dan melatih pemain-pemain top dunia asal Tiongkok, seperti Lin Dan.</p>
<p>Terdapat juga pemain bulutangkis lain yang mengalami persoalan hampir sama dengan Tong, yakni Hendrawan. Atlet yang pernah meraih Juara Dunia pada tahun 2001 mengalami kesulitan dalam pengurusan status kewarganegaraannya. Akibatnya, presiden harus turun tangan agar status itu dapat diberikan.</p>
<p>Apa yang dialami oleh pemain-pemain bulutangkis berdarah Tionghoa ini sejalan dengan penjelasan Chang Yau Hoon dari Singapore Management University (SMU) dalam <a href="https://ink.library.smu.edu.sg/cgi/viewcontent.cgi?article=1830&amp;context=soss_research"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Assimilation, Multiculturalism, and Hybridity</em>. Hoon menjelaskan bahwa terdapat konsepsi kewarganegaraan yang berbeda terhadap kelompok Tionghoa di Indonesia.</p>
<hr /><p><em>Adanya pembedaan antara warga negara Indonesia (WNI) asli dan WNI asing melambangkan alien-ness kelompok minoritas Tionghoa.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fagnez-mo-dan-identitas-keindonesiaan%2F&#038;text=Adanya%20pembedaan%20antara%20warga%20negara%20Indonesia%20%28WNI%29%20asli%20dan%20WNI%20asing%20melambangkan%20alien-ness%20kelompok%20minoritas%20Tionghoa.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Terdapat pembedaan antara warga negara Indonesia (WNI) asli dan WNI asing. Menurut Hoon, adanya istilah “WNI asing” ini melambangkan <em>alien-ness</em> kelompok minoritas Tionghoa. Bukan tidak mungkin persoalan inilah yang dialami individu-individu minoritas seperti Susi, Alan, Tong, Hendrawan, hingga Agnez Mo.</p>
<p>Kasus-kasus diskriminatif yang terjadi pada sosok-sosok berprestasi di bulutangkis Indonesia ini setidaknya menggambarkan bahwa persoalan identitas yang dialami Agnez Mo – dan kelompok minoritas Indonesia lainnya – bukanlah isapan jempol.</p>
<p>Adanya pembedaan yang berdampak pada perlakuan diskriminatif dari negara ini sejalan dengan penjelasan Wimmer. Dengan adanya diskriminasi ini – seperti permohonan status kewarganegaraan yang dipersulit, bukan tidak mungkin individu-individu minoritas semakin merasa tidak bangga dengan negaranya.</p>
<p>Apalagi, citra Indonesia yang sempat memburuk akibat Tragedi Mei 1998 turut berdampak pada individu-individu Tionghoa yang berpergian ke negara-negara yang beretnis sama. Salah satu sumber PinterPolitik.com menjelaskan bahwa sebuah insiden pernah terjadi padanya ketika dirinya berpergian ke Hong Kong pada tahun 1998.</p>
<p>Hal ini dialaminya ketika menaiki taksi. Pada awalnya, supir taksi mengira dirinya berasal dari Singapura. Namun, setelah mengobrol lama dan ketika supir taksi tersebut mengetahui bahwa penumpangnya berasal dari Indonesia, kendaraan langsung diberhentikan dan penumpang dipaksa turun di tengah-tengah jalan tol Hong Kong.</p>
<p>Emosi anti-Indonesia ini di luar negeri ini bisa saja makin berdampak pada rasa keterikatan kelompok-kelompok minoritas terhadap Indonesia. Bagaimana tidak? Identitasnya sebagai orang Indonesia turut menjadi tantangan bagi mereka, seperti individu-individu minoritas yang harus melarikan diri ke luar negeri pada tahun 1998.</p>
<p>Persoalan inilah yang harus menjadi fokus masyarakat dan negara. Diskriminasi yang menghantui kelompok minoritas di Indonesia perlu diberhentikan bila ingin rasa bangga ini juga membara di hati saudara-saudara minoritas lainnya.</p>
<p>Jangan sampai ada kecenderungan melakukan diskriminasi tetapi menyalahkan individu minoritas yang sukses apabila rasa keterikatannya pada Indonesia menjadi berkurang.</p>
<p>Mungkin, lirik <em>rapper </em>Dreezy di awal tulisan dapat menggambarkan situasi yang dialami kelompok minoritas di Indonesia. Kelompok minoritas tidak didengar ketika ingin berbicara tetapi dibesar-besarkan ketika melakukan sedikit kesalahan. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="bfRZI7NOeto"><iframe title="Sejarah Politik Kaum Tionghoa di Indonesia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/bfRZI7NOeto?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/02-agnez-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Retorika Nasionalisme Ekonomi Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/retorika-nasionalisme-ekonomi-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y14]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 04:10:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Khayalan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40875</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-40425" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39.jpg" alt="Retorika Nasionalisme Ekonomi Prabowo" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-26-INFOGRAFIS-retorika-nasionalisme-ekonomi-Prabowo-M39-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Imagined Community, Nasionalisme Khayalan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/imagined-community-nasionalisme-khayalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y14]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2018 11:54:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Khayalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22442</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-22412" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/2018-02-23-INFOGRAFIS-Imagined-Community-Nasionalisme-Khayalan-R17-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
