<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Napoleon Bonaparte &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/napoleon-bonaparte/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jun 2022 09:06:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Napoleon Bonaparte &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Napoleon Bonaparte: Korban Bullying Yang Jadi Kaisar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/sejarah-napoleon-bonaparte-korban-bullying-yang-jadi-kaisar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F67]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=110722</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="s7LdBTiGM4k"><iframe title="Sejarah Napoleon Bonaparte: Korban Bullying Yang Jadi Kaisar" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/s7LdBTiGM4k?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Pada musim panas tahun 1812, sekitar 500 ribu tentara Prancis sampai ke perbatasan Rusia. Dipimpin oleh Sang Kaisar Napoleon Bonaparte, misi utama mereka adalah menaklukan Kekaisaran Rusia.<br><br>Namun, apa daya, misi serangan ke Rusia ini juga yang menjadi salah satu awal kemunduran kekuasaan Napoleon. Walaupun demikian, kisah perang-perang Napoleon ini sukses menempatkannya sebagai salah satu jenderal militer paling besar sepanjang sejarah.<br><br>Lalu, seperti apa kisah sosok yang ternyata berdarah Italia dan punya orang tua yang awalnya berperang melawan Prancis? Inilah Jalan Pedang Sang Jenderal dari Corsica!</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/06/maxresdefault-1-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Il Principe, Bukunya Napoleon hingga Hitler</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/il-principe-bukunya-napoleon-hingga-hitler/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2022 06:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[adolf hitler]]></category>
		<category><![CDATA[Il Principe]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[Niccolo Machiavelli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=100166</guid>

					<description><![CDATA[Niccolò Machiavelli banyak dikenal karena bukunya&#160;Il Principe. Buku ini begitu masyhur karena disebut sebagai bukunya para diktator. Isinya mengguncang. Melumrahkan kebohongan, kelicikan, hingga pembunuhan. Lantas, seperti apa kisah penulisan dan isi buku yang dibaca Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler ini?&#160; PinterPolitik.com “Buku pedoman para diktator,” – Michael H. Hart Ditulis pada tahun 1513, banyak pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Niccolò Machiavelli banyak dikenal karena bukunya&nbsp;<em>Il Principe</em>. Buku ini begitu masyhur karena disebut sebagai bukunya para diktator. Isinya mengguncang. Melumrahkan kebohongan, kelicikan, hingga pembunuhan. Lantas, seperti apa kisah penulisan dan isi buku yang dibaca Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler ini?&nbsp;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Buku pedoman para diktator,” – Michael H. Hart</p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ditulis pada tahun 1513, banyak pihak menyebut&nbsp;<em>Il Principe</em>&nbsp;merupakan lamaran pekerjaan (<em>job application</em>) Niccolò Machiavelli kepada keluarga Medici. Sekalipun bukan&nbsp;<em>job application</em>, tulis Nigel Feetham dalam&nbsp;<em>Machiavelli&#8217;s The Prince: The Little Book That Shook The World</em>, itu adalah proposal pengambil hati karena telah dituduh berkonspirasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang patut dikasihani, sebagaimana dicatat Feetham, tidak ada bukti keluarga Medici membaca&nbsp;<em>Il Principe</em>. Karya monumental itu sendiri baru diterbitkan pada 1532, lima tahun setelah Machiavelli meninggal dunia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin Machiavelli tidak pernah membayangkan karyanya akan setenar ini. Seperti yang disimpulkan Feetham melalui surat-surat Machiavelli, hari-hari isolasinya di rumah pertanian setelah dilarang kembali ke Florence begitu membosankan. Setelah 14 tahun sebagai sekretaris Second Chancery, itu jelas adalah bencana bagi seorang yang memiliki intelegensi tinggi seperti Machiavelli.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andrea Frediani dalam tulisannya&nbsp;<em>Machiavelli exposed the brutal truth about politics in a &#8216;tell-all&#8217; treatise</em>, juga mencatat, hidup Machiavelli terbilang baik sebelum akhir tahun 1513. Ia adalah diplomat Florentine yang telah membangun reputasi sebagai analis politik yang cerdik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1512, administrasi Florence digulingkan oleh keluarga Medici. Kembalinya keluarga Medici ke kekuasaan membuat Machiavelli kehilangan posisi politiknya. Pada Februari 1513, sebuah konspirasi anti-Medici terungkap. Kabar soal hubungan Machiavelli dengan rezim sebelumnya membuatnya dicurigai. Ia kemudian ditangkap dan ditahan di penjara Bargello.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di penjara Bargello, Machiavelli disiksa selama beberapa minggu dengan menggunakan strappado. Itu adalah metode penyiksaan, di mana tangan diikat ke belakang dan digantung dengan tali yang diikatkan ke pergelangan tangan untuk membuat lengan dan bahu terkilir. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inspirasi Machiavelli&nbsp;</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Andrea Frediani, dalam menulis&nbsp;<em>Il Principe,</em>&nbsp;Machiavelli sangat terinspirasi dari Cesare Borgia, putra tidak sah Paus Alexander VI, yang ditemuinya pertama kali pada musim panas tahun 1502. Seperti yang ditulis John M. Najemy dalam&nbsp;<em>Machiavelli and Cesare Borgia: A Reconsideration of Chapter 7 of &#8220;The Prince&#8221;</em>, Cesare Borgia adalah sosok paling berkesan dan begitu mendominasi dalam&nbsp;<em>Il Principe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulis Frediani, salah satu momen paling diingat Machiavelli dari Borgia adalah strateginya ketika membalik keadaan terpojok menjadi kemenangan yang mengejutkan. Pada tahun 1502, terjadi pemberontakan di berbagai negara kota Italia terhadap Borgia. Yang menarik, menyadari kalah jumlah, Borgia berpura-pura melakukan rekonsiliasi sembari dengan cerdik membangun pasukannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhir tahun 1502, Borgia berhasil membuat saingannya, Orsini, ke kota Senigallia, dan menghabisinya. Machiavelli ternyata mencatat kejadian-kejadian itu dengan cermat. Itu terlihat dalam kiriman laporannya pada tahun 1503. “Saya tidak akan pernah ragu untuk mengutip Cesare Borgia dan tindakannya,&#8221; tulis Machiavelli.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Buku Pedoman Diktator</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana dicatat Andrea Frediani, setelah lebih dari 500 tahun,&nbsp;<em>Il Principe</em>&nbsp;masih menjadi rujukan dasar yang sangat diperlukan untuk studi sejarah dan ilmu politik.&nbsp;<em>Il Principe&nbsp;</em>adalah buku yang sangat mendasar, sebuah risalah klasik tentang pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para filsuf abad ketujuh belas, seperti Benedict Spinoza membelanya. Pemikir radikal abad ke-18, Jean-Jacques Rousseau bahkan menulis, &#8220;seorang pria yang jujur ​​​​dan warga negara yang baik,&#8221; dalam penilaiannya kepada Machiavelli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, karena nasihat-nasihatnya yang terlampau jujur, seperti memandang lumrah kebohongan, kelicikan, hingga pembunuhan,&nbsp;<em>Il Principe&nbsp;</em>kemudian menjadi bacaan para pemimpin otoriter.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Christopher Richard Wade Dettling dalam tulisannya&nbsp;<em>Napoléon And Machiavelli: Bonapartism Is Machiavellism</em>, menyebut Napoleon Bonaparte adalah seorang Machiavellian. Bonapartisme adalah Machiavellisme, tulisnya. Dalam sebuah catatan, Napoleon disebut pernah mengatakan bahwa Machiavelli adalah satu-satunya buku yang bisa ia baca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip&nbsp;<a href="https://www.history.com/topics/renaissance/machiavelli#:~:text=Hitler%20kept%20a%20copy%20of,Gotti%2C%20quoting%20from%20its%20pages."><strong>History</strong></a>, Adolf Hitler disebut menyimpan salinan&nbsp;<em>Il Principe</em>&nbsp;di samping tempat tidurnya. Joseph Stalin juga diketahui telah membaca dan membubuhi keterangan pada salinan buku&nbsp;<em>Il Principe</em>-nya. John Joseph Gotti Jr., gangster Amerika Serikat (AS) yang merupakan bos keluarga kriminal Gambino di New York City, juga diketahui mengutip&nbsp;<em>Il Principe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abedi Ardakani Mohammad dan Mohebzadeh Qolamreza dalam tulisannya&nbsp;<em>&#8220;Machiavellianism And Fascism&#8221; (Looking At The Two Prince And Mein Kampf)</em>, menyebutkan nilai-nilai Machiavelli menjadi prinsip dan dasar fasisme.&nbsp;<em>Mein Kampf</em>, manifesto otobiografi Hitler mengambil nilai-nilainya dari&nbsp;<em>Il Principe</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam salah satu nasihatnya yang terkenal, Machiavelli menulis, “Manusia akan membela orang yang mereka takuti, dibanding yang mereka cintai. Rasa takut tidak akan pernah gagal.” Menurut Machiavelli, cinta dilakukan atas kuasa sendiri, sementara ketakutan adalah buah dari kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penekanan tersebut terlihat dari cara pemimpin otoriter mempertahankan kekuasaannya. Seperti yang dicatat Hannah Arendt dalam bukunya&nbsp;<em>The Origins of Totalitarianism</em>, menebar teror adalah rumus paling mendasar bagi pemimpin totaliter.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak heran kemudian, atas isinya yang jujur, serta pengaruhnya, Michael H. Hart sampai memberi julukan kepada <em>Il Principe</em> sebagai “Buku pedoman para diktator”.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ada yang Luput</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, agaknya banyak yang kurang utuh membaca dan menafsirkan&nbsp;<em>Il Principe</em>. Meskipun benar disarankan berbagai tindakan kejahatan demi mempertahankan kekuasaan, dan bahkan mempromosikan pentingnya seorang penguasa untuk ditakuti, Machiavelli selalu mewanti-wanti agar seorang penguasa tidak boleh dibenci oleh rakyatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik adalah, Machiavelli menyebut ditakuti dengan dibenci tidaklah sama, bahkan cinta disebut dapat berjalan bersamaan dengan ketakutan. Kasus ini dicontohkan dalam kepemimpinan Hannibal, di mana ia sangat dihormati dan dipatuhi oleh pasukan besarnya, bukan karena kebaikan dan kemurahan hati, melainkan kekejamannya yang melampaui kemanusiaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Hannibal tampaknya menjawab, mengapa pemimpin-pemimpin totaliter seperti Hitler dan Stalin mendapat cinta yang besar dari rakyatnya meskipun dikenal begitu kejam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang harus dihindari oleh penguasa bukanlah ditakuti rakyatnya, melainkan dibenci dan dipandang hina. Menurut Machiavelli, penguasa akan dibenci apabila ia tamak, merampas properti, dan pasangan bawahannya. Sementara penguasa akan dipandang hina apabila ia tidak memiliki pendirian, sembrono, lemah, penakut, dan tidak tegas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang terpenting dari itu semua, seorang penguasa harus memastikan rakyatnya puas dengan pemerintahannya. Menurut Machiavelli, rasa kepuasan adalah jaminan dari rencana pihak-pihak yang ingin mengkudeta penguasa. Pemerintahan akan tetap berhasil dipertahankan selama rakyat mendukung dan bersama sang penguasa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bagian-bagian akhir&nbsp;<em>Il Principe</em>, Machiavelli bahkan memberi nasihat-nasihat penuh moral. Misalnya, Machiavelli menulis, “penguasa yang bijaksana dan dapat mengatur pemerintahannya dengan baik telah belajar dengan sangat rajin untuk tidak membuat para bangsawan melakukan yang tidak-tidak, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat dan menjaga mereka bahagia.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Machiavelli telah memberi nasihat untuk membuat lembaga pengawas independen, tidak di bawah raja langsung, yang disebut dengan hakim ketiga. Tugas mereka adalah mengawasi para bangsawan dan menjaga kepentingan rakyat menjadi yang terdepan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu lah&nbsp;<em>Il Principe</em>, karya Machiavelli yang masyhur. Penuh kejujuran, namun tidak melupakan nasihat-nasihat moral. (R53)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220222_013439-838x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Napoleon Si Bapak Infrastruktur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/napoleon-si-bapak-infrastruktur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[jalan transnasional Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83463</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-83251" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Napoleon pernah punya program pembangunan jalan transnasional Eropa</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Napoleon-Si-Bapak-Infrastruktur-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ini Yang Terjadi Jika Indonesia Dijajah Prancis</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/sejarah/ini-yang-terjadi-jika-indonesia-dijajah-prancis-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2021 17:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Herman Willem Daendels]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=92824</guid>

					<description><![CDATA[Dalam kurun waktu yang lama, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang dijajah Belanda. Ini kemudian mempengaruhi berbagai hal, seperti hukum dan politik. Jika boleh berandai-anda, jika Indonesia dijajah Prancis, apa yang kira-kira terjadi? PinterPolitik.com Dalam series&#160;War and Peace&#160;atau dalam bahasa Rusia&#160;Война и мир&#160;(baca: Voyna I mir) karya sutradara Sergei Bondarchuk (baca: Sergi Bondarcuk) pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dalam kurun waktu yang lama, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang dijajah Belanda. Ini kemudian mempengaruhi berbagai hal, seperti hukum dan politik. Jika boleh berandai-anda, jika Indonesia dijajah Prancis, apa yang kira-kira terjadi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam series&nbsp;<em>War and Peace</em>&nbsp;atau dalam bahasa Rusia&nbsp;<em>Война и мир</em>&nbsp;(baca: Voyna I mir) karya sutradara Sergei Bondarchuk (baca: Sergi Bondarcuk) pada tahun 1966 hingga 1967 digambarkan mengenai invasi tentara Prancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte ke Rusia pada tahun 1812.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Era tersebut adalah kebangkitan kekuasaan Prancis di Eropa dengan semangat ekspansionis yang digalakkan oleh Napoleon. Visinya: sebuah model kesatuan Eropa di bawah satu sistem, satu hukum, dan satu masyarakat Eropa dalam panji yang di kemudian hari dibahasakan sebagai “United States of Europe”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, salah satu efek kebangkitan Prancis ini terasa juga di Indonesia – tepatnya Nusantara. Kala itu, Belanda yang tengah menjajah Indonesia sempat ditaklukkan oleh Prancis di bawah Napoleon Bonaparte.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antara tahun 1795 hingga 1813, Prancis mengukuhkan dominasinya atas Belanda. Puncaknya ketika pada tahun 1806, Napoleon menunjuk adiknya, Louis Bonaparte, sebagai penguasa Belanda. Bergelar Louis I atau Lodewijk I, adik Napoleon itu mengukuhkan posisinya sebagai penguasa Belanda, termasuk juga ke wilayah-wilayah jajahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, antara tahun 1806 hingga 1811, Nusantara secara teknis bisa disebut dijajah oleh Prancis, sebelum kemudian diambil alih oleh Inggris saat Raffles menginvasi Batavia pada 1811.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit menebak, jika Indonesia ternyata tetap dijajah oleh Prancis, seperti apa kira-kira yang terjadi?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="saat-belanda-di-bawah-prancis"><strong>Saat Belanda di Bawah Prancis</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Prancis menyerbu Belanda pada Desember 1794 hingga Januari 1795. Lalu, pada tahun 1796, Heeren Zeventien dibubarkan karena gagal berperan mencegah jatuhnya VOC akibat praktik korupsi dan lain sebagainya. Akhirnya, pada 31 Desember 1799, VOC resmi dibubarkan. Periode ini bisa dibilang sebagai&nbsp;<em>down</em>-nya Belanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon kemudian mengangkat dirinya sebagai kaisar Prancis pada tahun 1804. Sedikit konteks, momen ini yang membuat Ludwig van Beethoven marah-marah dan mengubah judul Symphony No.3 dari&nbsp;<em>Sinfonia intitolata Bonaparte</em>&nbsp;– yang artinya “Simfoni berjudul Bonaparte” menjadi&nbsp;<em>Sinfonia Eroica&nbsp;</em>atau Simfoni Heroik – karena Napoleon berubah menjadi otoriter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita Napoleon menjadikan Belanda sebagai negara boneka dan seperti disinggung sebelumnya, menunjuk sang adik, Louis Bonaparte sebagai penguasa. Louis kemudian menunjuk Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penunjukan ini juga disebut atas saran Napoleon Bonaparte sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daendels tiba di Batavia pada Januari 1808. Misinya adalah mempertahankan Pulau Jawa dari Inggris. Caranya? Dengan membangun jalan dari Anyer ke Panarukan sejauh lebih dari 1.000 kilometer. Lalu tentara KNIl diperkuat dengan merekrut tambahan prajurit hingga berjumlah 20 ribu orang. Kemudian ada pembangunan pabrik senjata di Gresik dan Semarang, pembangunan pangkalan angkatan laut, serta membangun benteng-benteng pertahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daendels memerintah dengan tangan besi dan membuat kebijakan wajib kerja. Beberapa sumber menyebut total hingga 30 ribu orang lebih korban jiwa akibat kebijakan kerja paksa pembanguann infrastruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada perdebatan soal apakah Daendels yang mencetuskan ide pembangunan karena menurut beberapa sumber, ide tersebut sebenarnya adalah instruksi dari Napoleon. Pada tahun 1805 Napoleon memang membangun jalan transnasional yang berpusat di Paris yang menghubungkan 27 kota terpenting di Eropa untuk mempersingkat perjalanan di daerah kekuasannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kekejaman Daendels ini didengar oleh Napoleon Bonaparte yang akhirnya memutasi Daendels. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssens yang berkuasa hanya 4 bulan karena Batavia kemudian diinvasi oleh Inggris. Dengan berkuasanya Inggris, maka berakhirlaah kekuasaan Prancis atas Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu yang singkat, namun ternyata meninggalkan sejarah kekejaman pembangunan. Lalu seperti apa Indonesia jika Prancis bisa berkuasa lebih lama, katakanlah misalnya selama kekuasaan Belanda?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="kira-kira-akan-seperti-ini"><strong>Kira-Kira akan Seperti Ini</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, pertama kita harus memahami karakteristik kolonialisme Prancis. Beberapa catatan memang menyebutkan krakter kolonialisme Prancis mirip dengan Belanda yang sama-sama&nbsp;<em>direct colonialism</em>&nbsp;atau kolonialisme langsung. Ini berbeda dengan Inggris yang modelnya cenderung&nbsp;<em>indirect</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Prancis juga menggunakan pendekatan asimilasi terhadap koloninya dan berharap wilayah-wilayah tersebut akan selalu menjadi bagian dari Prancis. Dan karena entitas negara itu berangkat dari ide-ide kebebasan, karakteristik ini kemudian membuat orang-orang Prancis yang berasal dari negara-negara koloni pada akhirnya bisa berkembang di kemudian hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, kalau dijajah Prancis, besar kemungkinan orang-orang Indonesia akan banyak di Prancis dan juga akan dikenal sebagai keturunan Indonesia dan memiliki prestasi di bidang tertentu. Konteks ide-ide kebebasan dan republik ala Prancis ini yang membedakannya dengan Belanda yang cenderung diwarnai monarki sepanjang sejarahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait hal ini, Prancis juga dipercaya akan membenci model monarki lokal. Ini juga salah satu misi yang diemban Daendels kala itu, yakni melemahkan monarki lokal. Dengan demikian, bisa dipastikan hubungan dengan raja-raja lokal akan cenderung panas. Ini berbeda dengan Belanda yang menaruh penghormatan pada hubungan-hubungan dengan monarki lokal ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal lain, tentu saja dari bahasa, di mana orang Indonesia mungkin akan lebih banyak menggunakan bahasa Prancis dan kata-katanya akan terserap ke Bahasa Indonesia. Demikian pun dengan nama-nama kita. Mungkin ada nama Etienne San Tobias.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, mungkin juga dalam bidang makanan dan <em>fashion</em>, kita juga akan lebih terasa Prancis-nya. <em>Well</em>, semua pasti akan ada efeknya, termasuk juga dari sisi arsitektur. Walaupun demikian, patut juga jadi catatan bahwa berkaca dari era Daendels, besar kemungkinan kehidupan yang lebih menyengsarakan juga dapat terjadi.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ini Yang Terjadi Jika Indonesia Dijajah Prancis" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/E5QgmPVtv9A?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-91742" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ytb-membership-03-2-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-1024x132.jpg" alt="Ebook Promo Web Banner" class="wp-image-91744" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-1536x198.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-2048x264.jpg 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ebook-promo-web-banner-3-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ini-Yang-Terjadi-Jika-Indonesia-Dijajah-Prancis.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ini Yang Terjadi Jika Indonesia Dijajah Prancis</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/ini-yang-terjadi-jika-indonesia-dijajah-prancis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z70]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2021 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bebas Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Fracis]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Penjajahan Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[On The Desk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89365</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ini Yang Terjadi Jika Indonesia Dijajah Prancis" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/E5QgmPVtv9A?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>salah satu efek kebangkitan Prancis ini terasa juga di Indonesia. Lebih tepatnya kalau kita sebut sebagai Nusantara karena Indonesia tentu belum ada di tahun-tahun itu.<br><br>Kala itu, kita masih dijajah oleh Belanda dan faktanya negeri kincir angin itu sempat ditaklukkan oleh Prancis di bawah Napoleon Bonaparte.<br><br>Prancis memang mengukuhkan dominasinya atas Belanda. Dengan kata lain, antara tahun 1806 hingga 1811, Nusantara secara teknis bisa disebut dijajah oleh Prancis, kali ini kita akan bahas apa yang akan terjadi pada Nusantara atau Indonesia jika dijajah oleh Prancis dalam waktu yang lebih lama.<br><br>Hmm, seperti apa ya kira-kira? yuk simak videonya !</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/09/maxresdefault-5-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
