<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Nadiem &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/nadiem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 07:34:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Nadiem &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aldi-Saldi: Hakim Mazhab &#8220;Dissenters&#8221;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/aldi-saldi-hakim-mazhab-dissenters/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Adhoc]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[vonis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=170176</guid>

					<description><![CDATA[Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/nadiem-oke.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pada Selasa sore, 30 Juni 2026, ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mencatat momen dalam sejarah peradilan Indonesia. Majelis hakim membacakan vonis sepuluh tahun penjara untuk mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management di lingkungan Kemendikbudristek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di tengah pembacaan itu, satu suara berbeda muncul dari lima hakim yang mengadili perkara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andi Saputra, hakim ad hoc tindak pidana korupsi yang baru sekitar setahun menjabat, menyatakan bahwa Nadiem seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan karena unsur niat jahat atau <em>mens rea </em>tidak terbukti secara meyakinkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang membuat momen ini menarik bukan sekadar isi pendapatnya, melainkan latar belakang orang yang menyampaikannya. Sebelum mengenakan toga hakim, Andi adalah jurnalis hukum selama hampir delapan belas tahun, melintasi Koran Sindo lalu detikcom, biasa duduk di kursi pers meliput persidangan-persidangan besar, bukan memutuskannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini posisinya berbalik, ia yang dahulu mencatat pertimbangan hakim, kini menuliskan pertimbangannya sendiri, dan pertimbangan itu justru berseberangan dengan mayoritas rekan sejawatnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reaksi publik segera terbelah. Sebagian membaca <em>dissenting opinion</em> Andi sebagai keberanian, sebagian lain membacanya sebagai anomali yang meresahkan, bahkan sebagai bentuk keberpihakan yang janggal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media ramai memberitakan sosok “hakim yang membela Nadiem”, dan sang terdakwa sendiri, dalam pernyataannya usai sidang, menyebut Andi sebagai satu-satunya hakim yang berani menatap fakta secara lugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi framing itu, betapa pun menggoda, melewatkan persoalan yang jauh lebih besar dari sekadar satu nama dan satu vonis. Mengapa demikian?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>The Dissenters</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam demokrasi yang matang, legitimasi pengadilan justru diuji lewat kesediaannya merekam ketidaksepakatan, bukan lewat keseragaman suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cass Sunstein menunjukkan bahwa kelompok yang selalu sepakat justru rentan menghasilkan keputusan yang lebih buruk, karena tidak ada yang menguji argumen dari dalam—sebuah gejala yang ia sebut polarisasi kelompok, ketika semua orang saling menguatkan keyakinan tanpa kehadiran penentang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka ini, <em>dissent </em>bukan ancaman bagi kualitas putusan mayoritas, melainkan penjaminnya, semacam mekanisme kontrol mutu yang bekerja dari dalam ruang musyawarah itu sendiri, jauh sebelum publik sempat membacanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oliver Wendell Holmes Jr., salah satu hakim paling berpengaruh dalam sejarah hukum Amerika, pernah menulis bahwa kebenaran paling baik diuji lewat kekuatannya untuk memenangkan diri dalam kompetisi gagasan di pasar bebas pemikiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi hakim, ruang musyawarah adalah pasar itu sendiri, dan <em>dissenting opinion</em> adalah bentuk paling murni dari kompetisi tersebu, argumen yang berani berdiri sendirian, tanpa perlindungan suara mayoritas, dan bersedia diuji oleh waktu, oleh peninjauan kembali, bahkan oleh sejarah yang kelak menilainya ulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam terang gagasan itu, apa yang dilakukan Andi Saputra menemukan konteks yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena pendapatnya pasti benar, itu urusan lain yang akan diuji lewat proses hukum dan oleh sejarah sendiri, melainkan karena keberadaan pendapatnya menunjukkan bahwa majelis hakim tidak sekadar menjadi corong tunggal, melainkan ruang tempat argumen benar-benar bertarung sebelum keputusan dijatuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah vonis yang bulat tanpa cela sering terdengar lebih meyakinkan, tetapi vonis yang menyisakan satu perbedaan pendapat justru menunjukkan bahwa proses berpikir di baliknya sungguh-sungguh terjadi, bukan sekadar formalitas seremonial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Andi hari ini kerap disandingkan dengan nama yang lebih lama dikenal di ranah <em>dissent</em>, yakni Saldi Isra, hakim konstitusi yang selama lebih dari satu dekade dikenal luas karena keberaniannya menulis pendapat berbeda di Mahkamah Konstitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bedanya, <em>dissent</em> Saldi lahir dari tradisi akademik, ia profesor hukum tata negara jauh sebelum menjadi hakim, sehingga publik cenderung membacanya sebagai argumentasi ilmiah, bukan sikap emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andi datang dari jalur yang berbeda, dunia jurnalistik hukum, tempat ia menghabiskan hampir dua dekade menjadi pengamat dari luar sebelum akhirnya duduk di kursi yang dahulu ia awasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu berangkat dari mimbar akademik, satu dari meja redaksi, tetapi keduanya tiba di titik yang sama, keberanian menulis alasan ketika alasan itu tidak populer, dan kesediaan menanggung sorotan publik demi konsistensi cara berpikir masing-masing.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1.png" alt="nadiem vs anies 1" class="wp-image-164508" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/nadiem-vs-anies-1-1068x1335.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukan Catatan Kekalahan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah istilah yang jarang dipakai media Indonesia menjadi relevan, memori institusional. Putusan mayoritas menyelesaikan perkara hari ini, tetapi <em>dissenting opinion</em> menyimpan memori intelektual sebuah institusi untuk masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Argumen yang kalah hari ini, dalam banyak kasus di sejarah hukum berbagai negara, kerap menjadi rujukan bagi putusan-putusan berikutnya, bahkan menjadi pandangan mayoritas di kemudian hari setelah cara berpikir masyarakat maupun pengadilan itu sendiri bergeser.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dissent</em>, dengan begitu, bukan catatan kekalahan, melainkan arsip yang menunggu waktunya, disimpan rapi hingga suatu masa membutuhkannya kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara membaca fenomena Andi dan Saldi semestinya berangkat dari titik ini. Bukan sebagai dua hakim yang kebetulan suka berbeda pendapat, melainkan sebagai representasi dari sebuah tradisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak lain, tradisi yang belum punya nama resmi dalam wacana hukum Indonesia,, sebut saja Mazhab <em>Dissenters</em>, tradisi yang menempatkan perbedaan pendapat sebagai mekanisme untuk menguji kualitas argumentasi, menjaga nurani kelembagaan, dan menyimpan kemungkinan bagi evolusi hukum di masa depan, alih-alih memaksakan kesan bahwa lembaga peradilan harus selalu tampil rapi dan seragam di permukaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Publik, tentu saja, boleh tidak sependapat dengan kesimpulan hukum Andi Saputra soal Nadiem Makarim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu wilayah substansi yang layak diperdebatkan secara terbuka lewat mekanisme hukum yang tersedia, termasuk upaya banding maupun kasasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi ada nilai lain yang lebih besar dari kasus itu sendiri, yakni institusi peradilan Indonesia perlahan mulai memperlihatkan wajah individual hakim-hakimnya, bukan lagi suara kolektif tanpa nama yang hanya dikenal lewat nomor perkara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati terdapat diskursus bahwa eksis <em>circle </em>para hakim yang karena habituasi <em>dissenting </em>atau perilaku lainnya memiliki tendensi tertentu, kiranya tetap tak menutup postulat bahwa perbedaan menjadikan legitimasi lembaga penegak hukum tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pun dengan formalitas seremonial yang semoga tidak terjadi di balik setiap putusan vonis di dalam ruang pengadilan sebagaimana di film berjudul <em>Verdict</em>, bagai teater belaka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, ketika publik mulai mengenali cara berpikir Andi, cara berargumen Saldi, dan mungkin nama-nama lain yang akan menyusul di kemudian hari, itu tanda bahwa kualitas demokrasi hukum kita sedang memasuki fase baru dari sekadar menegakkan aturan menuju budaya bernalar konstitusional, tempat cara berpikir hakim menjadi bagian yang setara pentingnya dengan putusan itu sendiri. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/nadiem-oke.mp3" length="2228685" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/nadiem-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem dan Senjata Karet UU Tipikor?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/nadiem-dan-senjata-karet-uu-tipikor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A99]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 11:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[chromebook]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=169528</guid>

					<description><![CDATA[Karena yang sesungguhnya sedang diuji bukan hanya niat seorang menteri. Yang sedang diuji adalah seberapa jauh rumusan hukum Indonesia mampu membedakan antara keputusan yang koruptif dengan keputusan yang keliru.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/generated-audio-may-26-2026-12_44pm.wav"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio ini dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Karena yang sesungguhnya sedang diuji bukan hanya niat seorang menteri. Yang sedang diuji adalah seberapa jauh rumusan hukum Indonesia mampu membedakan antara keputusan yang koruptif dengan keputusan yang keliru.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" data-type="link" data-id="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>Pinterpolitik.com</strong></a></p>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Pada September 2025, Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka korupsi pengadaan Chromebook setelah memeriksa 120 saksi. Delapan bulan kemudian, ia dituntut 18 tahun penjara dengan total kewajiban uang pengganti Rp 5,68 triliun. Inti dakwaan bertumpu pada pertemuan Nadiem dengan perwakilan Google pada Februari 2020. Jaksa menilai pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tindakan yang menguntungkan ekosistem perusahaan itu. Tim pembela memandangnya sebagai bagian dari proses konsultasi kebijakan yang lazim dilakukan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan tafsir sedalam itu seharusnya tidak mungkin terjadi jika batas hukumnya cukup jelas sejak awal. Dan di situlah persoalan yang sesungguhnya dimulai.<audio src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/banten-audio.mp3"></audio></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketika Arsitek Mempertanyakan Bangunannya</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menjerat &#8220;perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 2006, Mahkamah Konstitusi melalui Putusan No. 003/PUU-IV/2006 membatalkan tafsiran &#8220;melawan hukum materiil&#8221; yang selama itu digunakan jaksa untuk menjangkau perbuatan yang tidak secara eksplisit dilarang undang-undang. MK menyatakan tafsiran itu inkonstitusional karena menciptakan ketidakpastian hukum. Namun dalam praktik persidangan setelah 2006, konstruksi serupa terus digunakan dengan framing yang sedikit berbeda. Koreksi MK tidak pernah benar-benar diikuti secara konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasal 3 menghadirkan persoalan yang lebih dalam. Ketika kebijakan menghasilkan manfaat publik, diskresi sering dipandang sebagai bentuk kepemimpinan. Namun ketika kebijakan itu menimbulkan kerugian atau kontroversi, diskresi yang sama dapat menjadi objek penilaian pidana. Batas antara keduanya tidak dirumuskan secara tegas dalam teks undang-undang. Penghitungan kerugian negara menggunakan metode yang dapat diperdebatkan dalam persidangan, sehingga perbedaan asumsi dan pendekatan audit kadang menghasilkan angka yang tidak identik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah paradoks dari seluruh perdebatan ini muncul. Prof. Romli Atmasasmita, salah satu akademisi yang paling lama berkecimpung dalam pembentukan dan pengembangan rezim antikorupsi Indonesia, kini secara terbuka menyatakan penyesalannya atas konstruksi pasal-pasal tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mempertanyakan bagaimana jaksa dan hakim menghitung kerugian negara, mengingat kurikulum fakultas hukum tidak mengajarkan matematika akuntansi. Ini bukan kritik dari luar sistem. Ini adalah pengakuan dari seseorang yang turut merancang bangunannya, bahwa fondasinya retak. Ketika arsitek sebuah sistem mulai mempertanyakan desainnya sendiri, itu bukan sekadar perdebatan akademik. Itu sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa ulang secara serius.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tiga Kasus, Satu Sistem</strong> <strong>dipertanyakan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga perkara ini tidak perlu dibaca sebagai bukti persekongkolan. Cukup dibaca sebagai bukti bahwa sistem hukum Indonesia memiliki masalah konsistensi yang serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara atas Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor, namun hakim menyatakan belum menemukan bukti bahwa dirinya secara pribadi menerima aliran dana dari kasus tersebut. Putusan itu memunculkan perdebatan karena unsur pengayaan diri yang secara gramatikal ada dalam rumusan pasal dianggap terpenuhi tanpa bukti aliran dana ke terdakwa. Lebih jauh, tuntutan jaksa dalam perkaranya mengabaikan keterangan saksi Kementerian Pertanian yang justru menunjukkan kondisi defisit gula pada periode impor yang menjadi dasar dakwaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Syafruddin Arsyad Temenggung lebih jauh lagi: MA menyatakan Syafruddin terbukti melakukan perbuatan sesuai dakwaan, namun perbuatan itu bukan merupakan tindak pidana, sehingga ia dibebaskan setelah sebelumnya divonis 15 tahun di tingkat banding.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dua tingkat pengadilan menyatakan bersalah. MA membebaskan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan putusan tentu bisa terjadi dalam sistem peradilan. Namun ketika perbedaan itu menyentuh pertanyaan paling mendasar, apakah suatu perbuatan merupakan tindak pidana atau bukan, maka yang dipersoalkan bukan lagi individu terdakwanya. Yang dipersoalkan adalah kepastian hukumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nadiem, Tom Lembong, dan Syafruddin memperlihatkan persoalan yang identik: batas antara kesalahan kebijakan, kesalahan administratif, dan tindak pidana korupsi sering kali tidak sejelas yang dibayangkan publik. Nama-nama itu akan terus berganti. Pertanyaan tentang di mana batas itu berada tidak akan ikut selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam literatur politik modern, kondisi semacam ini sering menjadi lahan subur bagi tuduhan <em>lawfare</em>, penggunaan instrumen hukum yang dipersepsikan memiliki konsekuensi politik di luar tujuan penegakan hukum itu sendiri. Data ICW menunjukkan penindakan korupsi 2024 turun 54 persen dari tahun sebelumnya, menjadi rekor terburuk dalam lima tahun, sementara dari 200 target penindakan KPK hanya 48 perkara yang terealisasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem yang ada masih menyisakan ruang keraguan mengenai konsistensi dan netralitas penegakan hukum.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ambiguitas Hukum yang harus dijawab </strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Inilah pertanyaan yang paling jarang diajukan, dan justru paling menentukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ambiguitas hukum tidak hanya menghasilkan ketidakpastian. Ia juga menghasilkan distribusi kekuasaan tertentu. Ketika aturan tidak menentukan batas secara tegas, maka batas itu pada akhirnya ditentukan oleh mereka yang berwenang menafsirkan. Di situlah diskresi berubah menjadi sumber kekuasaan. Dan kekuasaan atas tafsir, dalam sistem politik apapun, selalu menjadi kekuasaan yang paling sulit dilepaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada satu aktor tunggal yang mempertahankannya. Justru karena banyak pihak memperoleh manfaat berbeda dari ketidakjelasan itu, tekanan untuk mengubahnya selalu lemah. Bagi aparat penegak hukum, rumusan yang elastis memperluas jangkauan penindakan tanpa harus menunggu revisi legislasi. Bagi politisi, pasal yang sama dapat menjadi perlindungan ketika berkuasa dan ancaman ketika berada di luar lingkar kekuasaan. Bagi birokrasi, ia menjadi pengingat permanen bahwa setiap keputusan besar selalu membawa risiko hukum yang bisa diaktifkan di kemudian hari. Pasal karet tidak selalu bekerja dengan cara memenjarakan orang. Kadang ia cukup ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senjata paling efektif yang cukup tergantung di dinding agar semua orang tahu bahwa ia bisa digunakan kapan saja. Ketika pejabat tidak tahu secara pasti di mana batas antara diskresi dan korupsi, mereka tidak akan menunggu dijadikan tersangka sebelum berubah perilaku. Mereka berubah jauh sebelum itu. Proyek tertunda. Keputusan digantung. Inovasi dihindari. Bukan karena ada tekanan eksplisit. Tetapi karena ketidakpastian hukum itu sendiri sudah cukup bekerja sebagai mekanisme kontrol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reformasi mensyaratkan semua aktor itu secara bersamaan melepaskan instrumen yang selama ini berfungsi ganda sebagai perisai sekaligus senjata. Dalam sejarah politik manapun, itu hampir tidak pernah terjadi tanpa tekanan yang datang dari luar sistem itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara antikorupsi tidak dibangun hanya dengan memperluas kewenangan hukum. Ia juga dibangun dengan memperjelas batas siapa yang boleh dihukum dan atas alasan apa. Ketika batas itu kabur, yang tumbuh bukan hanya ketakutan koruptor. Yang tumbuh juga adalah ketakutan pengambil keputusan. Dan negara yang dipenuhi ketakutan semacam itu pada akhirnya tidak menjadi lebih bersih. (A99)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Op8GlaaSbL0"><iframe title="Menteri Korupsi, Jokowi Harus Tiru Xi Jinping?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Op8GlaaSbL0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/generated-audio-may-26-2026-12_44pm.wav" length="23038650" type="audio/wav" />
<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/banten-audio.mp3" length="3986925" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/sidang-dakwaan-nadiem-makarim-dery-ridwansah-4jpg-4272979611-1073186256-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nadiem dan Marie Antoinette</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 03:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[chromebook]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=167344</guid>

					<description><![CDATA[Menurut kalian apakah Nadiem Makarim akan bebas dari kasus ini? Share di kolom komentar ya! #nadiem #laptop #pinterpolitik #jokowi #chromebooknadiem]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="167346" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-819x1024.png" alt="kisah nadiem dan marie antoinette" class="wp-image-167346" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="167350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-819x1024.png" alt="kisah nadiem dan marie antoinette (2)" class="wp-image-167350" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="167347" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-819x1024.png" alt="kisah nadiem dan marie antoinette (3)" class="wp-image-167347" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="167348" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-819x1024.png" alt="kisah nadiem dan marie antoinette (4)" class="wp-image-167348" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-4.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kalian apakah Nadiem Makarim akan bebas dari kasus ini? Share di kolom komentar ya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">#nadiem #laptop #pinterpolitik #jokowi #chromebooknadiem</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/kisah-nadiem-dan-marie-antoinette-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahok Pagar Betis Nadiem</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ahok-pagar-betis-nadiem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 02:29:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=166658</guid>

					<description><![CDATA[Apakah kalain setuju dengan Pak Ahok soal Chromebook? #ahok #nadiem #mendikbud #pinterpolitik #korupsi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166661" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-819x1024.png" alt="ahok pagar betis nadiem" class="wp-image-166661" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-6 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166662" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-819x1024.png" alt="ahok pagar betis nadiem (2)" class="wp-image-166662" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-7 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166663" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-819x1024.png" alt="ahok pagar betis nadiem (3)" class="wp-image-166663" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kalain setuju dengan Pak Ahok soal Chromebook?</p>



<p class="wp-block-paragraph">#ahok #nadiem #mendikbud #pinterpolitik #korupsi</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/ahok-pagar-betis-nadiem-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem Tumbal Proyek Laptop?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/nadiem-tumbal-proyek-laptop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 02:05:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=166602</guid>

					<description><![CDATA[Menurut kalian apakah kasus Nadiem ini sama dengan aksus Tom Lembong? Yuk vote: &#8211;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;Iyess, mirip kasusnya &#8211;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;Nope, beda lah &#8211;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;Don’t know, chuakss #nadiem #laptop #kejagung #kpk #pinterpolitik #tomlembong]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-8 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166606" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-819x1024.png" alt="nadiem tumbal proyek laptop" class="wp-image-166606" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-9 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166605" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-819x1024.png" alt="nadiem tumbal proyek laptop (2)" class="wp-image-166605" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-10 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-id="166607" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-819x1024.png" alt="nadiem tumbal proyek laptop (3)" class="wp-image-166607" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kalian apakah kasus Nadiem ini sama dengan aksus Tom Lembong? Yuk vote:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Iyess, mirip kasusnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Nope, beda lah</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Don’t know, chuakss</p>



<p class="wp-block-paragraph">#nadiem #laptop #kejagung #kpk #pinterpolitik #tomlembong</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/01/nadiem-tumbal-proyek-laptop-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pudar Magis Hotman Paris?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pudar-magis-hotman-paris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 03:38:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[chromebook]]></category>
		<category><![CDATA[hotmanparis]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[makarim]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=164526</guid>

					<description><![CDATA[Apakah Pak Hotman masih punya jurus pamungkas untuk menyelamatkan Mas Nadiem?&#160; #nadiem #hotmanparis #istana #chromebook #korupsi #makarim #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-819x1024.png" alt="pudar magis hotman paris 1" class="wp-image-164529" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-819x1024.png" alt="pudar magis hotman paris 2" class="wp-image-164530" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah Pak Hotman masih punya jurus pamungkas untuk menyelamatkan Mas Nadiem?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/72.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#nadiem #hotmanparis #istana #chromebook #korupsi #makarim #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/pudar-magis-hotman-paris-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Negara Rugi Rp 1.980.000.000.000 Nadiem Tersangka</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/negara-rugi-rp-1-980-000-000-000-nadiem-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 03:30:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[breakingnews]]></category>
		<category><![CDATA[chromebook]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=164499</guid>

					<description><![CDATA[Mas Nadiem resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Kejagung&#160; #kejagung #chromebook #nadiem #breakingnews #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-819x1024.png" alt="negara rugi 1" class="wp-image-164502" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-819x1024.png" alt="negara rugi 2" class="wp-image-164503" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mas Nadiem resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Kejagung&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/72.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#kejagung #chromebook #nadiem #breakingnews #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/negara-rugi-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hotlist Buronan Kelas Megalodon</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/hotlist-buronan-kelas-megalodon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 06:47:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[buron]]></category>
		<category><![CDATA[eddytansil]]></category>
		<category><![CDATA[harunmasiku]]></category>
		<category><![CDATA[jristtan]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[rizachalid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=163931</guid>

					<description><![CDATA[Bukan kelas kakap lagi, megalodon nggak tuh&#160; #buron #harunmasiku #rizachalid #eddytansil #jristtan #nadiem #korupsi #djokotjandra #paulustannos #marialumowa #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-819x1024.png" alt="hotlist buronan kelas megalodon 1" class="wp-image-163934" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-819x1024.png" alt="hotlist buronan kelas megalodon 2" class="wp-image-163935" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-819x1024.png" alt="hotlist buronan kelas megalodon 3" class="wp-image-163936" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan kelas kakap lagi, megalodon nggak tuh&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/72.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#buron #harunmasiku #rizachalid #eddytansil #jristtan #nadiem #korupsi #djokotjandra #paulustannos #marialumowa #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/hotlist-buronan-kelas-megalodon-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem Rusak Pendidikan Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 09:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Channel News Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=159357</guid>

					<description><![CDATA[Coba tebak  negara mana peringkat 1 PISA di seluruh dunia? Yess, Singapura.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-819x1024.png" alt="nadiem rusak pendidikan indonesia 1" class="wp-image-159361" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-819x1024.jpg" alt="nadiem rusak pendidikan indonesia 2" class="wp-image-159360" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Coba tebak  negara mana peringkat 1 PISA di seluruh dunia? Yess, Singapura.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/nadiem-rusak-pendidikan-indonesia-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem, PHK Gen Z, &#038; Generasi Cemas?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 07:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Gen z]]></category>
		<category><![CDATA[generasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157903</guid>

					<description><![CDATA[Mimin Gen-Z tapi nggak gitu kok, yuk bisa yuk&#160; Bener deh yang penting tetep profesional, keep motivated, terima kritik &#38; mau introspeksi, terus kerja keras dan cerdas&#160; Tapi pemberi kerja juga nggak boleh seenaknya yaa, dan pemerintah pokoknya harus serius nanganin dinamika pendidikan Indonesia&#160; #genz #generasiemas #phk #nadiem #jokowi #prabowo #pendidikan #pengangguran #infografis #politikindonesia #beritapolitik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-1024x1024.jpg" alt="nadiem, phk gen z, &amp; generasi cemas 1" class="wp-image-157904" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-1024x1024.jpg" alt="nadiem, phk gen z, &amp; generasi cemas 2" class="wp-image-157907" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mimin Gen-Z tapi nggak gitu kok, yuk bisa yuk&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f64c_1f3fb/32.png" alt="🙌🏻" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bener deh yang penting tetep profesional, keep motivated, terima kritik &amp; mau introspeksi, terus kerja keras dan cerdas&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/2728/32.png" alt="✨" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi pemberi kerja juga nggak boleh seenaknya yaa, dan pemerintah pokoknya harus serius nanganin dinamika pendidikan Indonesia&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f393/32.png" alt="🎓" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#genz #generasiemas #phk #nadiem #jokowi #prabowo #pendidikan #pengangguran #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/nadiem-phk-gen-z-generasi-cemas-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
