<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Muslimat NU &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/muslimat-nu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jan 2024 05:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Muslimat NU &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Imin-Khofifah-Yenny Penentu Pilpres 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/imin-khofifah-yenny-penentu-pilpres-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimat NU]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Yenny Wahid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=142444</guid>

					<description><![CDATA[Dengarkan artikel ini : Suara Nahdlatul Ulama (NU) seakan terbelah saat belakangan tiga tokoh prominen mereka di panggung depan atau front stage politik nasional telah menentukan sikap di Pilpres 2024. Kendati Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah menegaskan netralitas organisasinya, tetap saja NU tampak dapat menjadi penentu hasil akhir Pilpres 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini :</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/imin-khofifah-yenny-penentu-pilpres-full.mp3"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio ini dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Suara Nahdlatul Ulama (NU) seakan terbelah saat belakangan tiga tokoh prominen mereka di panggung depan atau </strong><strong><em>front stage</em></strong><strong> politik nasional telah menentukan sikap di Pilpres 2024. Kendati Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah menegaskan netralitas organisasinya, tetap saja NU tampak dapat menjadi penentu hasil akhir Pilpres 2024 dengan tiga pasang kandidat.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Atmosfer berbeda sedikit terasa di acara Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) hari ini saat Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan terkait Muhaimin Iskandar (Cak Imin) plus gestur khusus kepada Yenny Wahid. Tentu yang terkait dengan Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, kendati sesama tokoh NU berasal atau berakar dari partai yang sama, yakni PKB, ketiganya berbeda haluan dukungan. Cak Imin menjadi cawapres Anies Baswedan, Khofifah memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sementara Yenny berada di barisan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di acara tersebut, Khofifah menyinggung kembali soal ke-Nu-an dirinya yang sempat diragukan Cak Imin dan menjadi percakapan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khofifah menyebut dirinya tidak bisa menilai secara personal. Namun, Khofifah sempat mengutip pernyataan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal NU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul soal ke-NU-an dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Khofifah juga memberikan gestur khusus dengan tak secara khusus menyapa Yenny Wahid, namun memberikan penghormatan kepada sang Ibunda Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Yenny pun tampak hanya melempar senyum ketika nama ibunya disebut oleh Khofifah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari dinamika tersebut, tokoh prominen NU memang cukup banyak yang telah memberikan dukungannya ke tiga pasang kandidat di Pilpres 2024.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1200" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur.jpg" alt="cak imin jualan gus dur" class="wp-image-136469" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/cak-imin-jualan-gus-dur-378x420.jpg 378w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di kubu nomor urut 1, selain Cak Imin yang menjadi cawapres Anies, terdapat nama mantan Ketum PBNU K.H. Said Aqil Siradj dan Maksum Faqih yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara tokoh penyokong Prabowo-Gibran selain Khofifah, terdapat sejumlah nama tokoh karismatik NU lain, di antaranya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan Irfan Yusuf Hasyim (Cucu K.H. Hasyim Asyari).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kubu nomor urut 3, selain Yenny, terdapat nama Mahfud MD yang menjadi cawapres Ganjar serta Arwani Thomafi yang merupakan putra K.H. Arwani Thoifur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberpihakan ketiganya dinilai akan memecah suara NU secara organisasi dan akan menjadi sangat menarik jika nantinya Pilpres 2024 berlangsung dua putaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, seperti apa proyeksi persaingan di antara ketiga tokoh, yakni Cak Imin, Khofifah, dan Yenny dan distribusi suara kader dan warga NU nantinya di Pilpres 2024?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lomba Siapa Paling NU?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum menyelami lebih dalam ke arah mana kecondongan suara kader dan warga NU dengan perbedaan sejumlah tokoh karismatik dan elite mereka seperti Cak Imin, Khofifah, maupun Yenny, memahami jumlah suara warga NU kiranya dapat menjadi pintu masuk yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, Gus Yahya sempat menyebut bahwa mereka yang mengaku NU kemungkinan berjumlah separuh dari jumlah populasi Muslim di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, mereka yang mengafiliasikan diri atau pengikut NU terbagi dalam dua kategori.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, yang disebut sebagai NU Struktural, yakni pengikut NU yang mempunyai afiliasi ke-NU-an karena terlibat dan menjadi bagian dari struktur NU secara organisasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang kedua adalah NU kultural, yakni mereka yang menjadikan NU sebagai bagian dari realitas tradisi keagamaan. Ikatan kultur yang menjadikan terdapat keterikatan ke-NU-an dalam kehidupan sosial maupun politik mereka</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika mengacu pada dikotomi tersebut, maka kita akan melihat adanya opsi-opsi yang mungkin terjadi – bukan opsi linear yang meyakini warga NU mempunyai preferensi politik dengan PBNU secara struktural.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyebabnya, kemungkinan karena adanya <em>multiple identity</em> yang akan dihadapkan pada pilihan politik seorang warga NU.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan ini ingin menggambarkan bahwa sebenarnya tidak ada konsep yang tunggal atau linear dalam melihat realitas politik, tapi memiliki dimensi lain, yaitu dimensi <em>multiple identity</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Filsuf asal India, Amartya Sen menyebut konsep ini sebagai <em>plural identity </em>atau identitas majemuk, di mana individu dalam sebuah masyarakat yang kompleks tidak hanya mempunyai satu identitas. Dalam dirinya, terdapat kemajemukan identitas yang berlapis dan menyatu dalam dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, dalam retorika siapa yang paling NU yang terkait dinamika proses politik 2024, baik Cak Imin, Khofifah, maupun Yenny kiranya tak serta merta dapat membawa panji NU sebagai kekuatan tunggal dukungan mereka untuk menarik massa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalamnya terdapat variabel lain, seperti derajat kedekatan mereka dengan karakteristik pemilih NU yang lebih spesifik, seperti misalnya, kedekatan dengan jejaring kiai dan pondok pesantren NU, loyalis Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, maupun jejaring sosial kemasyarakatan akar rumput NU.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, hipotesis bahwa suara NU adalah penentu suara di Pilpres 2024 kiranya tidak sepenuhnya dapat menemui relevansinya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat.jpg" alt="ngaku nu bisa jadi pejabat" class="wp-image-137781" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/ngaku-nu-bisa-jadi-pejabat-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Khofifah-Yenny Bersatu?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Karena diikuti tiga paslon dan kemungkinan akan berlangsung dua putaran, re-konsolidasi dukungan kiranya akan terjadi di antara Cak Imin, Khofifah, maupun Yenny di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika mengacu pada riwayat dan pasang surut relasi di antara ketiganya plus skenario berdasarkan proyeksi elektabilitas, kemungkinan Khofifah dan Yenny akan bersatu nantinya jauh lebih besar dibandingkan pergerakan dukungan poros Cak Imin. Tentu, ketika berbicara mengenai konteks personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sekali lagi, arah dukungan tokoh karismatik NU tak serta merta dapat menjadi penentu hasil akhir Pilpres 2024 saat berkaca pada interpretasi di bagian sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, simpatisan NU tidak terpolarisasi secara kental dalam konteks kecondongan pilihan politik. Mereka lebih bersifat cair dan tidak mengikuti komando pusat. Artinya, mereka bisa saja dapat dikategorikan sebagai <em>swing voters</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, dalam konteks<em> one man, one vote</em> dalam sebuah pemilu, yang dapat disebut sebagai suara NU adalah mereka yang tergolong dalam NU struktural dan mereka yang memiliki afiliasi dengan pesantren-pesantren NU.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasannya sederhana, karena NU struktural umumnya akan mengikuti komando pemimpin kepengurusan dan para kiai karismatik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika melakukan pendekatan yang tepat, aktor politik tidak harus berlatar belakang NU “tulen” untuk mendapat simpati atau dukungan. Sampel Erick Thohir menjadi salah satunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, tetap akan sangat menarik untuk melihat dinamika persaingan politik, khususnya, di antara mereka yang kerap terlibat dalam diskursus “siapa yang paling NU”, yakni Cak Imin, Khofifah, serta Yenny Wahid yang kebetulan berada di tiga poros berbeda. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="7vkrZrX3hXc"><iframe title="Sejarah PPP: Dari Intelijen Hingga Rhoma Irama" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/7vkrZrX3hXc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/imin-khofifah-yenny-penentu-pilpres-full.mp3" length="3070698" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/cak-imin-1024x682.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Khofifah &#8216;Langganan&#8217; Kecele</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/khofifah-langganan-kecele/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 10:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Sholah]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah - Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimat NU]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Sholahudin Wahid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25331</guid>

					<description><![CDATA[“Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri dan martabat.” ~ Tere Liye PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]hofifah Indar Parawansa lagi dan lagi mencoba kembali peruntungan di Pilgub Jawa Timur. Namun, kini peluang aroma kemenangan Khofifah lebih besar dibandingkan kontestasi politik sebelumnya. Katanya sih begitu, hmmm. Ya lumayan lah ya kalau menang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri dan martabat.” ~ Tere Liye</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]hofifah Indar Parawansa lagi dan lagi mencoba kembali peruntungan di Pilgub Jawa Timur.</p>
<p>Namun, kini peluang aroma kemenangan Khofifah lebih besar dibandingkan kontestasi politik sebelumnya. Katanya sih begitu, <em>hmmm.</em></p>
<p>Ya lumayan lah ya kalau menang jadi Gubernur, setidaknya tidak sia – sia berjuang, sayang juga kan udah rela ngelepas jabatan Menteri Sosial, nanti malah ga dapet jabatan apa – apa kalau tumbang di Pilgub, <em>weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Khofifah kini memiliki nilai lebih, akibat adanya konsistensi dukungan dari kalangan Nahdliyin di Jawa Timur, khususnya dukungan dari adik Gus Dur, Sholahudin Wahid a.k.a Gus Sholah.</p>
<p>Sedari awal, Khofifah telah mengantongi restu dari mantan Cawapresnya Wiranto di Pilpres 2004 itu, alhasil Khofifah pun bisa bergerak leluasa bertarung <em>head to head </em>melawan sesama Nahdliyin.</p>
<p>Dan dalam setiap kesempatan, Gus Sholah selalu menemani Khofifah dalam berbagai aktivitas sosialisasi dan kampanye, karena sadar atau tidak, Khofifah telah mendapatkan pemantik dukungan menuju kemenangan.</p>
<p><em>Uhuuukkk, uhuuukk </em>sudah mendekati kemenangan nih, <em>ahhh syudahlah, </em>surveinya aja masih kejar – kejaran, awas sekali lengah, lenyap harapan jadi Gubernur.</p>
<p>Sebenernya ada strategi lain sih, kedua pasangan yang bertarung di Pilgub Jawa Timur harus tarik menarik dukungan, jadi bukan hanya memastikan para pendukung setia, tapi kalau bisa masuk ke area lawan untuk bisa melakukan penggembosan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">apa terlalu sulit bagi mereka mnghargai para kyai? apalagi sekelas Gus Sholah..<a href="https://twitter.com/GusIpul_ID?ref_src=twsrc%5Etfw">@GusIpul_ID</a><a href="https://twitter.com/KhofifahIP?ref_src=twsrc%5Etfw">@KhofifahIP</a> <a href="https://twitter.com/HadiNgusman?ref_src=twsrc%5Etfw">@HadiNgusman</a><a href="https://twitter.com/hashtag/GustiBojonegoro?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#GustiBojonegoro</a><a href="https://twitter.com/hashtag/GustiTopMarkotob?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#GustiTopMarkotob</a><a href="https://t.co/5imo70Km51">https://t.co/5imo70Km51</a></p>
<p>— SAMUDI MANUNGGAL (@Kawula_siji) <a href="https://twitter.com/Kawula_siji/status/980632519220412416?ref_src=twsrc%5Etfw">April 2, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script><br />
<em>Wedeeew, </em>itu yang udah dilakukan Gus Ipul kepada Khofifah yang digembosi melalui Muslimat NU di Gresik, <em>wadidaaww, </em>ngeri kali. Gus Ipul diuntungkan ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ga belajar dari kesalahan, ternyata <em>ehhh </em>ternyata Khofifah melakukan hal yang berpotensi hilangnya suara dominan dari Khofifah. Nah loh, kecolongan lagi? Gara – gara apaan emang?</p>
<p>Ternyata ada perlakuan tak berkenan kepada Gus Sholah, sampai saat Gus Sholah ingin masuk arena kampanye dihadang dan dilarang masuk. <em>Waduhhh, </em>Khofifah kecolongan ini sih namanya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau misalkan Gus Sholah merasa dipermalukan dan diperlakukan ga enak sehingga keluar gerbong Khofifah, gimana dong? Pasti rugikan Khofifah, <em>hadeuuuhh, </em>rajin amat kecele begini, langganan? <em>Weleeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/khofifah-dan-gus-sholah-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
