<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>museum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/museum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 02:14:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>museum &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mas Pram&#8217;s Struggle (enter) &#8220;Wok De Tok&#8221;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 02:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[maspram]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[pramonoanung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=160506</guid>

					<description><![CDATA[Wi wok de tok.. #maspram #pramonoanung #gubernurjakarta #transjakarta #krl #transum #perpustakaan #ancol #caklontong #museum #pemprovdkijakarta #dkj #sekolahgratis #infografis #beritapolitik #politikindonesia #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-819x1024.jpg" alt="mas pram's struggle (enter) wok de tokartboard 1 1" class="wp-image-160509" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1.jpg 1200w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-819x1024.jpg" alt="mas pram's struggle (enter) wok de tokartboard 1 2" class="wp-image-160510" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_2.jpg 1200w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Wi wok de tok..</p>



<p class="wp-block-paragraph">#maspram #pramonoanung #gubernurjakarta #transjakarta #krl #transum #perpustakaan #ancol #caklontong #museum #pemprovdkijakarta #dkj #sekolahgratis #infografis #beritapolitik #politikindonesia #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/mas-prams-struggle-enter-wok-de-tokartboard-1_1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Romantis! Tren Museum Date Jakarta</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/romantis-tren-museum-date-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kencan Museum]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Date]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139179</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Museum selalu menjadi tempat yang menarik untuk menggali sejarah dan budaya. Namun, baru-baru ini, museum di Jakarta telah menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak dan karya seni bersejarah. Tempat tersebut telah menjadi tempat yang populer untuk berkencan, dan tren museum date semakin berkembang pesat di Ibu Kota. Kencan di museum adalah cara yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Museum selalu menjadi tempat yang menarik untuk menggali sejarah dan budaya. Namun, baru-baru ini, museum di Jakarta telah menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak dan karya seni bersejarah. Tempat tersebut telah menjadi tempat yang populer untuk berkencan, dan tren <em>museum date </em>semakin berkembang pesat di Ibu Kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kencan di museum adalah cara yang sempurna untuk menggabungkan keindahan seni dan budaya dengan romansa. Berikut ini adalah sejumlah alasan mengapa tren <em>museum date</em> semakin populer di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan utama mengapa <em>museum date</em> semakin populer adalah karena aktivitas ini unik dan edukatif. Museum menawarkan pengalaman yang berbeda dari kencan biasa seperti makan malam atau menonton film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat berkencan di museum, Anda dan pasangan bisa belajar lebih banyak tentang sejarah dan seni bersama-sama. Hal ini menciptakan kesempatan untuk mendiskusikan karya seni atau artefak yang dilihat, sehingga kencan menjadi lebih bermakna. Kyaa!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jakarta memiliki beragam pilihan museum yang cocok untuk kencan. Museum Nasional Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, serta Museum MACAN adalah beberapa contoh museum yang menawarkan berbagai koleksi seni dan artefak bersejarah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap museum memiliki daya tarik uniknya sendiri, sehingga Anda dan pasangan dapat memilih museum yang sesuai dengan minat dan preferensi masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak museum di Jakarta telah meningkatkan suasana mereka untuk mengakomodasi tren <em>museum date</em>. Mereka sering mengadakan pameran sementara dengan pencahayaan yang indah dan dekorasi yang menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, beberapa museum juga memiliki taman atau area luar ruangan yang indah, yang membuatnya sempurna untuk berjalan-jalan bersama pasangan. Semua ini menciptakan suasana romantis yang sempurna untuk kencan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kencan di museum juga dapat menjadi pilihan yang terjangkau. Tiket masuk ke museum seringkali terjangkau, terutama jika Anda memanfaatkan diskon atau program khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini membuat <em>museum date </em>menjadi alternatif yang baik bagi pasangan yang ingin menghemat uang sambil tetap menikmati pengalaman berkencan yang berkesan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak museum di Jakarta juga menawarkan aktivitas interaktif yang dapat Anda nikmati bersama pasangan. Beberapa museum memiliki ruang edukasi atau <em>workshop</em> yang memungkinkan Anda berdua untuk berpartisipasi dalam kegiatan seperti membuat seni atau merakit kerajinan tangan. Aktivitas semacam ini dapat menciptakan momen-momen berharga selama kencan Anda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kencan di museum memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman yang unik. Anda dan pasangan dapat saling berbagi pandangan, mengomentari karya seni, dan mendiskusikan makna di balik artefak dan eksibisi yang Anda lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dapat memperkuat ikatan emosional Anda dengan pasangan dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tren <em>museum date</em> di Jakarta semakin berkembang pesat karena menyediakan pengalaman yang unik, romantis, dan edukatif. Berkat beragam pilihan museum dan aktivitas interaktif, kencan di museum merupakan alternatif yang menarik bagi pasangan yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, dengan suasana yang mendukung romansa dan harga tiket yang terjangkau, <em>museum date</em> adalah pilihan yang sempurna untuk kencan yang tak terlupakan di Jakarta. (J61)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/museum-date-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan ke Museum Kuliner Dunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/jalan-jalan-ke-museum-kuliner-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[belgia]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[museum kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=137306</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Seiring dengan meningkatnya minat dan apresiasi terhadap seni kuliner, museum kuliner mulai bermunculan di seluruh dunia. Museum-museum ini didirikan untuk merayakan, melestarikan, dan mengeksplorasi sejarah, budaya, dan seni kuliner dari berbagai negara dan tradisi. Berikut adalah paparan detail mengenai beberapa museum kuliner yang ada di dunia. Museum Kimchi, Korea Selatan Salah satu museum kuliner [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Seiring dengan meningkatnya minat dan apresiasi terhadap seni kuliner, museum kuliner mulai bermunculan di seluruh dunia. Museum-museum ini didirikan untuk merayakan, melestarikan, dan mengeksplorasi sejarah, budaya, dan seni kuliner dari berbagai negara dan tradisi. Berikut adalah paparan detail mengenai beberapa museum kuliner yang ada di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Museum Kimchi, Korea Selatan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu museum kuliner yang paling terkenal adalah Museum Kimchi di Korea Selatan. Museum ini didedikasikan untuk memperkenalkan sejarah dan tradisi pembuatan kimchi, salah satu makanan khas Korea Selatan. Pengunjung dapat belajar tentang berbagai jenis kimchi, proses fermentasinya, serta manfaat kesehatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Museum Ramen Momofuku Ando, Jepang</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum Ramen Momofuku Ando di Osaka, Jepang, adalah surga bagi pecinta mi instan. Didirikan untuk menghormati Momofuku Ando, penemu mi instan, museum ini menawarkan pameran tentang sejarah mi instan dan proses produksinya. Terdapat juga fasilitas di mana pengunjung bisa membuat mi instan versi mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Museum Cokelat, Belgia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Belgia, yang terkenal dengan cokelatnya yang lezat, memiliki Choco-Story, Museum Cokelat di Brussels. Di sini, pengunjung dapat mempelajari sejarah cokelat, dari awal sebagai minuman yang disukai oleh bangsawan di Amerika Tengah kuno, hingga perkembangannya menjadi cokelat batangan yang kita kenal hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Museum Pizza, Amerika Serikat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum Pizza di Philadelphia, Amerika Serikat, adalah destinasi yang wajib dikunjungi oleh para pecinta pizza. Museum ini menampilkan sejarah pizza, berbagai jenis pizza dari seluruh dunia, dan memorabilia pizza yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Museum Kurkure, India</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di India, terdapat museum yang didedikasikan untuk kurkure, makanan ringan yang populer di India. Museum Kurkure menawarkan pameran yang menggambarkan proses pembuatan kurkure dan sejarahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum-museum kuliner di seluruh dunia menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah, budaya, dan seni di balik makanan dan minuman yang kita nikmati setiap hari. Dari kimchi hingga cokelat, mi instan hingga pizza, museum kuliner menawarkan pengalaman yang mendidik dan menghibur bagi pengunjung dari segala usia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, pengunjung juga sering kali memiliki kesempatan untuk mencicipi makanan dan minuman yang dipamerkan, membuat kunjungan ke museum kuliner menjadi pengalaman yang benar-benar memuaskan secara batin dan jasmani. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/alamy-1024x512.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keren! Ini Daftar Museum Terbesar Dunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/keren-ini-daftar-museum-terbesar-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[museum terbesar dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Russia]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Vatikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136993</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Museum adalah wadah yang berharga untuk menjelajahi sejarah, budaya, dan seni manusia. Mereka tidak hanya menyimpan artefak berharga, tetapi juga mengungkapkan jendela kepada masa lalu yang menginspirasi dan mengajar. Berikut adalah daftar beberapa museum terbesar di dunia yang memukau pengunjung dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. The Louvre Museum, Paris, Prancis Mungkin tidak ada daftar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Museum adalah wadah yang berharga untuk menjelajahi sejarah, budaya, dan seni manusia. Mereka tidak hanya menyimpan artefak berharga, tetapi juga mengungkapkan jendela kepada masa lalu yang menginspirasi dan mengajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut adalah daftar beberapa museum terbesar di dunia yang memukau pengunjung dengan kekayaan budaya dan sejarahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The Louvre Museum, Paris, Prancis</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin tidak ada daftar museum terbesar yang lengkap tanpa menyebut Louvre. Terletak di Paris, museum ini adalah rumah bagi Mona Lisa dan Venus de Milo. Louvre mengagumkan pengunjung dengan koleksi seni yang luar biasa yang mencakup lebih dari 380.000 objek.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The British Museum, London, Inggris</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">British Museum adalah tempat penyimpanan lebih dari 8 juta artefak budaya dari seluruh dunia. Termasuk di antaranya adalah batu Rosetta, Parthenon Marbles, dan berbagai artefak bersejarah yang tak ternilai harganya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dikenal sebagai &#8220;The Met,&#8221; museum ini memiliki koleksi seni yang beragam, dari seni Eropa hingga seni Amerika asli. Lebih dari 2 juta karya seni dan artefak memenuhi museum yang menakjubkan ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The State Hermitage Museum, St. Petersburg, Rusia</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Hermitage adalah salah satu museum terbesar di dunia, dengan lebih dari 3 juta item dalam koleksinya. Bangunan utamanya adalah Istana Musim Dingin yang indah dan menampilkan seni dan budaya dari seluruh dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The Vatican Museums, Vatikan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Museum Vatikan adalah rumah bagi beberapa karya seni paling penting dalam sejarah, termasuk Kapel Sistina yang terkenal dengan lukisan Langit-langit Michelangelo. Koleksi seninya berjumlah ribuan tahun dan berisi berbagai harta budaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The National Museum of China, Beijing, Tiongkok</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Museum Nasional Tiongkok adalah salah satu museum terbesar di Asia, dengan lebih dari 1 juta artefak sejarah dan seni yang mencakup 5.000 tahun budaya Tiongkok.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The Egyptian Museum, Kairo, Mesir</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Museum ini adalah tempat penyimpanan lebih dari 120.000 artefak Mesir Kuno, termasuk koleksi artefak dari makam Tutankhamun yang terkenal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The National Palace Museum, Taipei, Taiwan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Museum ini memiliki salah satu koleksi seni Tiongkok terbesar di dunia, dengan lebih dari 700.000 item, termasuk lukisan, keramik, dan barang-barang berharga lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The National Gallery, Washington D.C., Amerika Serikat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">National Gallery adalah museum seni yang menampilkan koleksi seni Eropa dan Amerika yang luar biasa. Koleksinya mencakup karya-karya dari pelukis terkenal seperti Leonardo da Vinci, Vincent van Gogh, dan Claude Monet.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The Museum of Modern Art (MoMA), New York, Amerika Serikat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">MoMA adalah rumah bagi koleksi seni modern yang paling terkenal di dunia. Ini mencakup karya-karya seniman seperti Pablo Picasso, Andy Warhol, dan Jackson Pollock.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengunjungi museum-museum ini adalah pengalaman yang mendalam, memungkinkan kita untuk menyelami kekayaan budaya dan sejarah dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka adalah saksi bisu dari pencapaian manusia dan sebuah pengingat tentang keindahan dan kompleksitas peradaban kita. (S83)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/museum-di-bandung-yang-instagramable-1-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Museum Holocaust Jadi “Ramai”</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/museum-holocaust-jadi-ramai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[holocaust]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=91328</guid>

					<description><![CDATA[Museum Holocaust Minahasa timbulkan pro-kontra]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-851x1024.jpg" alt="" class="wp-image-91330" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai.jpg 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Museum Holocaust Minahasa timbulkan pro-kontra</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Museum-Holocaust-Jadi-Ramai-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peradaban ‘Barbarian’ di Masa Covid-19</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/peradaban-barbarian-di-masa-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2020 07:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Barbarian]]></category>
		<category><![CDATA[Masker]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94228</guid>

					<description><![CDATA[Peradaban Timur – khususnya negara-negara Asia – kerap dianggap sebagai peradaban yang ‘barbarian’ oleh masyarakat Barat. Namun, bagaimanakah peradaban-peradaban ‘barbarian’ ini dalam mengatasi pandemi Covid-19 kini? PinterPolitik.com Diskursus mengenai Pandemi Covid-19 dan implikasinya terhadap demokrasi suatu negara tentu bukan hal yang canggung lagi. Masyarakat di berbagai belahan dunia pada umumnya menuntut pemerintah agar menjadi pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="peradaban-timur-khususnya-negara-negara-asia-kerap-dianggap-sebagai-peradaban-yang-barbarian-oleh-masyarakat-barat-namun-bagaimanakah-peradaban-peradaban-barbarian-ini-dalam-mengatasi-pandemi-covid-19-kini"><strong>Peradaban Timur – khususnya negara-negara Asia – kerap dianggap sebagai peradaban yang ‘barbarian’ oleh masyarakat Barat. Namun, bagaimanakah peradaban-peradaban ‘barbarian’ ini dalam mengatasi pandemi Covid-19 kini?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Diskursus mengenai Pandemi Covid-19 dan implikasinya terhadap demokrasi suatu negara tentu bukan hal yang canggung lagi. Masyarakat di berbagai belahan dunia pada umumnya menuntut pemerintah agar menjadi pihak yang proaktif dalam menanggulangi kasus ini, utamanya dalam konteks ekonomi yang kian hari merosot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dorongan yang kuat tersebut, secara relatif, mendorong pemerintahan tangan besi yang tak jarang berakhir pada ketidakpuasan masyarakat akan integritas pemerintah, seiring dengan melemahnya unsur-unsur demokrasi. Beberapa artikel pun telah menyinggung bagaimana pandemi ini malah membangkitkan otoritarianisme negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan itu, akan menjadi hal yang tidak asing untuk mendengar Singapura sebagai salah satu negara otoritarian-developmentalis. Developmentalisme secara umum merupakan orientasi negara terhadap pembangunan ekonomi, kompetisi, dan produktivitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, pemerintah memiliki ruang gerak untuk turut terlibat dalam perumusan kebijakan publik agar mengarahkannya pada pertumbuhan, dan juga membuka koneksi dengan kelompok pemilik modal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa teori maupun literatur sering mengaitkan demokrasi dengan pembangunan ekonomi ataupun tingkat kesejahteraan negara. Beberapa pun jarang mengonklusikan bagaimana bentuk pemerintahan lainnya dapat menjamin kesejahteraan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seymour Martin Lipset bukanlah pengecualian. Kesan Barat-sentris dalam teorinya terlihat dari bagaimana ia mengatakan bahwa mayoritas negara Barat adalah negara kapitalis yang berorientasi pada pembangunan ekonomi dan demokrasi. Sebuah standar politis yang turut diimpikan oleh negara non-Barat, termasuk Macan Asia lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Developmentalisme Singapura dapat ditinjau dari asal ideologi yang berkembang, yakni Konfusianisme. Konfusianisme mengadvokasikan prinsip-prinsip komunal yang mana, pemahaman yang diprioritaskan untuk diinternalisasi lebih dahulu adalah kepentingan negara—melalui pembangunan ekonomi di tingkat nasional, kemudian disusul oleh penghasilan individu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan orientasi politik demikian, tidak begitu mengherankan apabila kebijakan yang diimplementasikan cenderung abai terhadap kepentingan ‘individu’, termasuk pada masa pandemi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan&nbsp;<em>lockdown</em>&nbsp;secara masif di awal-awal 2020 menumbuhkan keluhan umum bahwa pemerintah Singapura telah membatasi hak seseorang untuk bepergian dan beberapa mengkaitkannya dengan ‘pelanggaran hak individu’. Belum lagi dengan penerapan sanksi ataupun denda yang dinilai sangat berat, maupun kompleksitas pemerintah dalam menuntun masyarakat untuk bertindak di ruang publik selama pandemi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, konsistensi terhadap implementasi kebijakan yang bersifat hierarkis dan mengikat tersebut menjadikan Singapura sebagai salah satu negara yang ‘relatif sukses’ selama pandemi Covid-19. Salah satu profesor Harvard pun mengakui bagaimana konsistensi pemerintah demikian turut mengantarkan Singapura pada pencapaian yang baik di kondisi pandemi sebelumnya. Satu dari sekian contoh ini akhirnya menimbulkan pertanyaan baru terkait progres yang lamban di negara-negara dunia pertama, yang umumnya didominasi oleh Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjelaskan hal tersebut, kita dapat meninjau kembali ideologi Konfusianisme yang berkembang di Singapura. Hegemoni pengetahuan Barat barangkali menjadi salah satu alasan mengapa pemikiran politik ini belum begitu populer di masyarakat umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marginalisasi terhadap pemikiran non-Barat ini juga melahirkan sentimen yang menilai produk Timur erat kaitannya dengan negara otoriter, konservatif, seksis, dan lain-lain yang mungkin berseberangan dengan apa yang kita pahami saat ini. Tiongkok, sebagai tempat lahirnya Konfusianisme, turut mendapatkan stigma sebagai peradaban yang barbarian dan ahistoris oleh pemikir-pemikir klasik Barat sehingga pemikiran politik yang berkembang pada saat itupun tidak mendapatkan rekognisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meninjau dari aspek yang paling dasar, yakni tentang hak, tentu pemikir yang berasal dari negeri tirai bambu memiliki konsep tersendiri, salah satunya adalah Luo Longji. Menurutnya, kondisi dasar dari hak seseorang adalah hak untuk memperoleh sandang, pangan, papan atau ‘bertahan hidup’.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia menarik pemikiran hak ini ke dalam konteks komunal, dimana kesejahteraan individu berkaitan dengan kesejahteraan seluruh orang. Dengan dasar pemikiran hak seperti ini, kita dapat memahami konteks Singapura sebagai negara yang menempatkan komunalitas di atas individu melalui implementasi demokrasi dan sistem&nbsp;<em>welfare</em>&nbsp;Konfusianisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konfusianisme memiliki pemahaman yang berbeda tentang demokrasi. Konsep&nbsp;<em>Li&nbsp;</em>yangdisepadankan dengan demokrasi, mengartikulasikan bahwa demokrasi lahir seiring dengan pemimpin beserta jajarannya yang ‘didisplinkan’ melalui edukasi moral dan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Implementasinya di era kontemporer, Singapura menerapkan sistem meritokrasi dan menekankan kelompok teknokrat untuk mengisi jabatan eksekutif.&nbsp;<em>Moral ideology of accountability</em>&nbsp;dalam hal ini menjadi prinsip yang diterapkan warga Singapura, di mana mereka diajarkan untuk menjadi&nbsp;<em>merit</em>&nbsp;dan teknokrat yang berdedikasi, tanpa pamrih, dan kompeten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Glorifikasi ‘pendidikan’ sejak zaman Konfusius ini dimaksudkan agar lahirnya pemimpin yang mampu secara kognitif membuat kebijakan dengan perhitungan sedetail mungkin dan tepat sasaran. Dengan kesamaan prinsip tersebut, warga Singapura cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap siapa pun yang memimpinnya. Selaras dengan itu, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Ipsos Februari lalu, 84% warga Singapura percaya terhadap penanggulangan Covid-19 yang akan dilakukan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks kesejahteraan dalam pemahaman Konfusianisme di Singapura pun berbeda dengan penerapan di negara-negara Barat pada umumnya. Singapura menempatkan kebijakan sosial di dalam kebijakan ekonomi sehingga perhitungan yang dibentuk selalu berorientasi terhadap ‘pertumbuhan’, termasuk ketika itu membahas kesehatan di tengah pandemi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain bersinggungan langsung dengan infrastruktur kesehatan dan tabungan wajib (untuk jaminan sosial individu), pemerintah menegakkan institusi lainnya, seperti hukum yang ketat untuk meminimalisir pelanggaran, sehingga anggaran kesehatan dari tabungan wajib tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan lainnya yang lebih krusial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Konfusianisme mengajarkan agar negara tidak membebankan pajak yang tinggi dengan maksud untuk mengurangi tanggungan warganya. Dengan demikian, warga dapat mengalokasikan uangnya untuk simpanan pribadi. Hal ini menjadi perbedaan lainnya dari sistem&nbsp;<em>welfare&nbsp;</em>di Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tabungan tersebut dikenal sebagai&nbsp;<em>Central Provident Fund</em>&nbsp;(CPF); berbentuk potongan gaji individu yang disimpan pada bank namun tidak akan didistribusikan layaknya sistem Skandinavia. CPF turut memainkan peranan penting dalam aspek kesehatan dan hingga pandemi ini, CPF menjadi sandaran pemerintah untuk mempertahankan perekonomiannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skema jaminan sosial yang cenderung bersifat individualis ini dimaksudkan agar tiap individu mampu menjamin kebutuhan serupa di antara anggota keluarganya, terutama untuk orang tua. Hal ini tidak menjadikan pemerintah lepas tangan; melainkan ia berfokus pada sekelompok orang yang benar-benar tidak memiliki ‘rumah’ untuk merawatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CPF menjadi refleksi kesejahteraan lainnya dalam Konfusianisme; di mana ajaran ini menaruh perhatian terhadap aspek ketenagakerjaan. Negara harus menjamin warga untuk dapat bekerja sehingga masing-masing individu dapat mempertahankan keberlangsungan ekonominya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui CPF, pemerintah memberlakukan&nbsp;<em>Job Support Scheme</em>&nbsp;(JSS) yang salah satu ketetapannya adalah para pekerja akan tetap menerima upah hingga S$3,600. Masa pandemi ini juga tidak mendorong pemerintah untuk menaikkan tingkat suku CPF meskipun terjadi penurunan ekonomi sebesar 0,5%—1,5%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peringanan pajak juga berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang dengan begitu, roda perekonomian Singapura akan tetap berjalan dengan ketersediaan tenaga kerja dan investasi asing yang tetap eksis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singapura dapat menjadi salah satu jawaban mengapa negara non-Barat dapat dikatakan lebih baik dalam menanggulangi isu pandemi ini. Adanya konsistensi terhadap penerapan nilai luhur tersendiri, yang barangkali tidak dapat dipahami oleh pemikir Barat karena perbedaan konteks dasar, membuat pemerintah beserta warga Singapura memiliki pemahaman eksklusif untuk menghadapi krisis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa maksud bersikap antipati terhadap idealisme Barat, sekaligus menjadi kritikan bagi akademisi mana pun, ulasan dan pengakuan terhadap pemikiran non-Barat perlu digali lebih dalam. Hal ini juga dimaksudkan untuk meminimalisir ‘label’ yang acapkali tidak mempertimbangkan paradoksnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<h4 class="has-text-align-right wp-block-heading" id="tulisan-milik-rizzah-aulifia-mahasiswa-sarjana-ilmu-politik-universitas-indonesia"><strong>Tulisan milik Rizzah Aulifia, Mahasiswa Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia.</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<h6 class="wp-block-heading" id="disclaimer-opini-adalah-kiriman-dari-penulis-isi-opini-adalah-sepenuhnya-tanggung-jawab-penulis-dan-tidak-menjadi-bagian-tanggung-jawab-redaksi-pinterpolitik-com"><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg" alt="Banner Ruang Publik" class="wp-image-91015" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-696x90.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Peradaban-‘Barbarian-di-Masa-Covid-19.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Museum Para Kurawa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/museum-para-kurawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R17]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 09:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kurawa]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=14714</guid>

					<description><![CDATA[DPR RI sedang prihatin. Tapi, tentu saja bukan prihatin dengan kehidupan masyarakat miskin. DPR prihatin dengan situasi museum di dalam gedung mereka. PinterPolitik.com [dropcap size=big]P[/dropcap]utu Supadma, anggota Komisi X sekaligus Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mengusulkan DPR RI menambah koleksi karya di dalam museumnya. Ya, seperti yang tidak banyak orang tahu, DPR RI juga memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>DPR RI sedang prihatin. Tapi, tentu saja bukan prihatin dengan kehidupan masyarakat miskin. DPR prihatin dengan situasi museum di dalam gedung mereka.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap size=big]P[/dropcap]utu Supadma, anggota Komisi X sekaligus Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mengusulkan DPR RI menambah koleksi karya di dalam museumnya. Ya, seperti yang tidak banyak orang tahu, DPR RI juga memiliki museum sebagai ruang memori mulia para anggota dewan ini.</p>
<p>Lebih-lebih masyarakat, anggota dewan pun ada yang tidak tahu keberadaan museum ini. Misalnya, Arsul Sani dari PPP. Ia mengaku tidak tahu menahu soal Museum DPR. Karena baru jadi politisi pada periode ini plus dia kurang gaul, mungkin wajar baginya tidak tahu. Tapi kalau menurut Fahri Hamzah, kondisi museum terlalu memalukan untuk diekspos.</p>
<p>Karenanya, menurut pemberitaan, Museum DPR ini ingin direvitalisasi dan disegarkan koleksinya. Siapa lagi kalau bukan Fahri Hamzah, orang yang paling senang akan pembangunan… di komplek DPR. Pak Putu bisa temenan mungkin sama Pak Fahri habis ini.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Ketua AMI Tinjau Museum DPR <a href="https://t.co/MmtH3RAlgW">https://t.co/MmtH3RAlgW</a> <a href="https://t.co/li9HE0ztez">pic.twitter.com/li9HE0ztez</a></p>
<p>— detikFOTO (@detik_foto) <a href="https://twitter.com/detik_foto/status/918390445939367936?ref_src=twsrc%5Etfw">October 12, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bagaimana ya, Pak. Orang ke museum itu untuk rekreasi. Ke Museum Bahari lihat kapal. Ke Tuseum Tekstil lihat kain. Ke Museum Wayang lihat wayang. Ke Museum DPR? Mikirin DPR saja kesan orang negatif terus Pak. Rusuh di Paripurna. Terlalu elitis.</p>
<p>Jangankan datang ke museum DPR, ke DPR-nya pun orang pada males Pak. Kalo gak demo di luar, protes di dalam. Gitu-gitu saja urusannya, ketuk palu saja jarang. Kalau perlu dilama-lamain itu panitia kerja, biar kunjungan kerja terus ke luar negeri. Kayak Pansus Terorisme sudah mau dua tahun, masih jalan-jalan ke Amrik.</p>
<p>Belum lagi, DPR adalah lembaga negara terkorup tahun ini versi Transparency International. Ya itu kasus suap, kasus <em>tender setting</em>, kasus bagi-bagi uang proyek, dan lain-lain. Orang awam bisanya cuma menganga. Mana pernah mereka megang triliunan rupiah seperti yang dipegang anggota dewan yang terhormat?</p>
<p>Harus bagaimana ya masyarakat kita, Pak. Terlalu lelah sama politik yang kotor. Jadinya, mau gimanapun Museum DPR malas didatangi.</p>
<p>Jangan beresin ornamen saja. Ayo beresin kinerja dulu ya, Pak! <strong>(R17)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/ketua-dpr-ri-setya-novanto_20170829_185144.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
