<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Muhammad Al Khaththath &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/muhammad-al-khaththath/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2018 12:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Muhammad Al Khaththath &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PA 212 ‘Pendukung’ Terorisme?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pa-212-pendukung-terorisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 12:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Al Khaththath]]></category>
		<category><![CDATA[PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[Perppu Anti Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan Alumni 212]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Anti Terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29230</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau kaitannya dengan pengamanan terhadap nyawa manusia, tidak ada UU Terorisme pun KUHP bisa digunakan. Untuk apa dong ada UU Terorisme? Untuk apa ada Perppu Terorisme?&#8221; ~ Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212, Muhammad Al Khaththath. PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]unculnya aksi teror yang kembali marak beberapa waktu lalu di berbagai lokasi di Indonesia disinyalir akibat belum rampungnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau kaitannya dengan pengamanan terhadap nyawa manusia, tidak ada UU Terorisme pun KUHP bisa digunakan. Untuk apa dong ada UU Terorisme? Untuk apa ada Perppu Terorisme?&#8221; ~ </em>Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212, Muhammad Al Khaththath.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]unculnya aksi teror yang kembali marak beberapa waktu lalu di berbagai lokasi di Indonesia disinyalir akibat belum rampungnya Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dan jika DPR hingga Juni nanti enggan mengesahkan RUU ini, Pemerintah berinisiatif mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Terorisme.</p>
<p>Dan kalian tau? Ternyata ada saja pihak-pihak yang kontra loh terhadap inisiatif Pemerintah ini. Udah RUU Terorisme terlantar ngegantung di tangan DPR, eh giliran Pemerintah berinisiatif mencari alternatif lain, malah gak didukung. Dan mau tau siapa aja mereka? Ya Partai Gerindra, PKS dan PAN. <em>Jiah cape deh.</em></p>
<p>Kok selalu mereka ya yang hobi bikin <em>riweuh</em>. Apa sih salahnya dari inisiatif Pemerintah mengeluarkan Perppu itu? Toh RUU Anti Terorisme gak kunjung disahkan DPR. Tapi sejauh ini sih eike ngeliatnya wajar aja ya, ketiga  partai ini memang sedari awal oposisi terhadap Pemerintah.</p>
<p>Jadi apapun yang dilakukan Pemerintah, sekalipun itu hal baik, ya sebisa mungkin <em>direcokin</em> aja. <em>Hadeuh, parah bet</em>. Tapi eh tapi, ternyata gak cuma mereka bertiga aja loh yang terang-terangan menolak RUU dan Perppu Anti Terorisme ini. Karena belakangan Persaudaraan Alumni (PA) 212 juga ikut bersuara menolak.</p>
<p><em>Au ah gelap</em>, suka-suka mereka aja mau apa. Kemarin katanya 212 cuma gerakan non politik dan murni gerakan Islam. Dan lahir hanya karena untuk menuntut Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituntut atas penistaan agama. Eh, kok sekarang ikut-ikutan ngeriweuh urusan negara sih.</p>
<p>Ok lah ada benang merah karena pelaku teroris memang beragama Islam. Jadi atas dasar khawatir Islam terdiskreditkan, maka PA 212 menolak RUU dan Perppu Anti Terorisme ini. Padahal nih ya, kedua opsi itu bertujuan untuk mencegah munculnya teror serupa. Terus ngapain PA 212 malah gak mendukung?</p>
<p>Apa yang dilakukan PA 212 kontradiktif kan ya guys? Jika memang menolak RUU dan Perppu Anti Terorisme ini, boleh dung eike berasumsi PA 212 mendukung bibit pergerakan terorisme di Indonesia? Mendukung inisiatif Pemerintah ini bukan berarti memusuhi Islam loh. Islam dengan terorisme itu dua hal berbeda.</p>
<p>Sesulit itukah PA 212 sampai gak bisa membedakan antara Islam yang <em>rahmatan lil alamin</em> dengan Islam radikal, sehingga justru menolak mendukung RUU dan Perppu Anti Terorisme? Inget loh, kebenaran mengenai agama memang gak bisa dipahami oleh orang yang kehilangan akal. Ya seperti yang dikatakan oleh filsuf Voltaire (1694-1778): “<em>The truths of religion are never so well understood as by those who have lost the power of reason</em>.” (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Muhammad-Al-Khaththath.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Amien Takut PA 212 Melempem?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/amien-takut-pa-212-melempem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2018 08:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni 212]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[Eggy Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Al Khaththath]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Bamukmin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Tim 11 PA 212]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27776</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pilpres mendatang sudah jelas diperlukan sosok pemimpin yang baru, yang kriterianya diambil dari agama. Jadi yang tidak suka menebar janji, yang kemudian melayani kepentingan bangsa sendiri.” ~ Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebagai Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais kian vokal menyuarakan kepentingan umat. Biasanya sih, disampaikan dalam bentuk kritikan pedas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Pilpres mendatang sudah jelas diperlukan sosok pemimpin yang baru, yang kriterianya diambil dari agama. Jadi yang tidak suka menebar janji, yang kemudian melayani kepentingan bangsa sendiri.” ~ Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebagai Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais kian vokal menyuarakan kepentingan umat. Biasanya sih, disampaikan dalam bentuk kritikan pedas terhadap rezim Pemerintahan saat ini yang dinilai tidak pro terhadap umat Islam. Terbukti banyak ulama yang terus dikriminalisasi. <em>Mmm,</em> maksudnya ulama yang lagi <em>nyantol</em> di Arab Saudi itu bukan ya?</p>
<p>Dan sebelum ini, Tim 11 PA 212 sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, pada Minggu, 22 April 2018. Ya hasil pertemuannya sih masih seputar apa yang diserukan Amien tadi. Hanya saja, Amien gak ikut dalam pertemuan itu, sehingga setelahnya, ia perlu melakukan pertemuan kembali dengan Tim 11 tersebut.</p>
<p><em>Lah,</em> kalau memang sebagai penasihat PA 212 Amien dirasa perlu mengetahui isi pertemuan tersebut, kenapa dianya gak ikut aja sih waktu Tim 11 bertemu Presiden Jokowi? <em>Aya aya wae ah</em>. Oh, <em>eike</em> tahu, itu mungkin karena Tim 11 ini memang ditunjuk langsung sebagai perpanjangan tangan Rizieq Shihab.</p>
<p>Jadi bisa jadi sebagai Penasihat PA 212, Amien gak tau persis misi apa yang dibawa Tim 11 saat bertemu dengan Presiden. Ya kan bisa aja <em>dung</em> ya, PA 212 melunak terhadap Pemerintah. Karena <em>toh</em> sosok Rizieq Shihab tak bisa diabaikan dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Sesuatu banget lah pokoknya.</p>
<p>Kalau PA 212 sampai melunak terhadap pemerintah, kan bisa repot juga Amien nanti. Udah cape<em> koar-koar</em> ‘menghasut’ sana-sini di berbagai daerah di Indonesia agar umat memilih ‘Partai Allah’, eh taunya PA 212-nya sendiri yang<em> melempem</em>. Gimana gak <em>bete</em> coba.</p>
<p>Pertemuan lanjutan PA 212 dengan Amien beserta Muhammad Al Khaththath, Eggy Sudjana, Slamet Maarif, dan Novel Bamukmin memang sepertinya bermaksud agar PA 212 tetap di jalurnya dan tetap istiqomah untuk terus menyuarakan aspirasi umat. Simpelnya, untuk kritik pemerintah saat mereka zalim.</p>
<p>Amien mungkin merasa hidup di negeri yang rezimnya zalim, sehingga perlu untuk terus mengkritik Pemerintah. Meskipun kritikannya itu terkadang gak berdasar, ya pokoknya ngeritik dulu aja deh. Kan tujuannya satu, Pilpres 2019 mendatang muncul pemimpin baru. Kira-kira asal bukan Jokowi lah ya. Amien sepertinya memang sepemikiran dengan perkataan Jonathan Swift (1667-1745), <em>‘For in reason, all government without the consent of the governed is the very definition of slavery.’</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Amien-Rais.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
