<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Muhaimin &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/muhaimin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jan 2024 02:48:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Muhaimin &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Zulhas Jadi Beban Prabowo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/zulhas-jadi-beban-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 02:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[AMIN]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[PAN]]></category>
		<category><![CDATA[Zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=141759</guid>

					<description><![CDATA[Ati-ati Pak Zulhas, sensitif tau. Di tahun politik lagi, yang apa-apa bisa digoreng&#160; Polemik Menteri Perdagangan yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan yang menyinggung kata &#8220;Amin&#8221; terus bergulir panas. Namun, PAN telah melakukan klarifikasi. Selain itu, hal tersebut dikatakan tidak merepresentasikan kubu Prabowo-Gibran karena dalam visi-misinya sangat menghargai nilai setiap agama dan menjunjung tinggi persatuan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="929" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-929x1024.jpg" alt="zulhas jadi beban prabowo" class="wp-image-141762" style="width:880px;height:auto" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-929x1024.jpg 929w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-272x300.jpg 272w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-136x150.jpg 136w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-768x847.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-150x165.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-300x331.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-696x768.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-1068x1178.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo.jpg 1080w" sizes="(max-width: 929px) 100vw, 929px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ati-ati Pak Zulhas, sensitif tau. Di tahun politik lagi, yang apa-apa bisa digoreng&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Polemik Menteri Perdagangan yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan yang menyinggung kata &#8220;Amin&#8221; terus bergulir panas. Namun, PAN telah melakukan klarifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, hal tersebut dikatakan tidak merepresentasikan kubu Prabowo-Gibran karena dalam visi-misinya sangat menghargai nilai setiap agama dan menjunjung tinggi persatuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Well, bagaimana menurut kalian? Berikan pendapatmu yaa&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f4ac/32.png" alt="💬" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#zulhas #amin #aniesimin #prabowogibran #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/zulhas-jadi-beban-prabowo-929x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies-Muhaimin Terjebak Ilusi Kampanye?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anies-muhaimin-terjebak-ilusi-kampanye/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 08:20:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[anies-muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[survei elektabilitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=140175</guid>

					<description><![CDATA[Di hampir semua rilis survei, duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selalu menempati posisi ketiga. Menanggapi survei yang ada, Anies dan Muhaimin merespons optimis dengan menyebut kampanye mereka di lapangan selalu dipadati lautan peserta. Lantas, apakah data survei tidak mencerminkan situasi lapangan? Atau justru Anies-Muhaimin tengah terjebak ilusi kampanye? PinterPolitik.com “Illusion is the first of [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Di hampir semua rilis survei, duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selalu menempati posisi ketiga. Menanggapi survei yang ada, Anies dan Muhaimin merespons optimis dengan menyebut kampanye mereka di lapangan selalu dipadati lautan peserta. Lantas, apakah data survei tidak mencerminkan situasi lapangan? Atau justru Anies-Muhaimin tengah terjebak ilusi kampanye?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Illusion is the first of all pleasures.” – Oscar Wilde</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Melihat survei-survei elektabilitas pada periode akhir Oktober hingga awal November 2023, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selalu menempati posisi buncit alias nomor tiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatikan berbagai hasil survei berikut:</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>&nbsp;</td><td>Prabowo-Gibran</td><td>Ganjar-Mahfud</td><td>Anies-Muhaimin</td></tr><tr><td>Indo Barometer</td><td>34,2%</td><td>26,2%</td><td>18,3%</td></tr><tr><td>Poltracking Indonesia</td><td>40,2%</td><td>30,1%</td><td>24,4%</td></tr><tr><td>Populi Center</td><td>43,1%</td><td>23,0%</td><td>22,3%</td></tr><tr><td>Lembaga Survei Indonesia (LSI)</td><td>35,9%</td><td>26,1%</td><td>19,6%</td></tr><tr><td>Indikator Politik</td><td>36,1%</td><td>33,7%</td><td>23,7%</td></tr><tr><td>Charta Politika</td><td>34,7%</td><td>36,8%</td><td>24,3%</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, menariknya, menanggapi hasil survei minor tersebut, baik Anies maupun Muhaimin justru memberikan respons optimis. Anies, misalnya, berulang kali menceritakan soal kisah sukses Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Kala itu, survei Anies-Sandi juga tidak di posisi pertama, namun justru menjadi pemenangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan Muhaimin, Ketua Umum PKB itu mengkomparasi hasil survei dengan temuan di lapangan. Di berbagai kesempatan, misalnya kampanye di Makassar, Sidoarjo, dan juga di Depok, lautan peserta justru memadati acara kampanye Anies-Muhaimin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini kemudian melahirkan satu pertanyaan penting yang sudah menjadi perdebatan lama. Apakah temuan survei benar-benar mencerminkan realitas atau situasi di lapangan?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Terjebak</strong> <strong>Ilusi Kampanye?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tulisan Ikrama Masloman yang berjudul <em>Ilusi Kampanye Membeludak Pilpres 2024: Besar di Lapangan, Ciut di Survei</em> adalah bahan renungan yang sangat baik. Ikrama mengajukan pertanyaan yang sangat menarik, “Apakah massa membeludak telah melampaui <em>win number</em>?”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjawabnya, Ikrama membuat simulasi perolehan suara berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menang satu putaran paslon membutuhkan suara 50% plus 1. Sedangkan untuk maju ke putaran kedua, paslon minimal mengantongi 40% suara. Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 204 juta pemilih, paslon membutuhkan 81 juta suara untuk lolos ke putaran kedua, atau 112 juta suara untuk menang satu putaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Katakanlah setiap kampanye dihadiri oleh 100 ribu peserta, dengan simulasi 100 hari kampanye, kerumunan massa yang terlibat baru mencapai 10 juta orang atau setara dengan 4,9% suara nasional. Angka itu sangat jauh dari <em>win number</em> yang harus dicapai. Bahkan, jika pun kampanye disimulasikan dimulai sejak dua tahun lalu, maka baru di angka 20% suara nasional yang didapatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, Ikrama hendak menegaskan bahwa menyimpulkan kemenangan dengan melihat kerumunan massa di lapangan tidak dapat dilakukan. Oleh karena tidak mungkin mengumpulkan 80-100 juta massa ketika kampanye, potensi kemenangan kemudian dapat dilihat melalui temuan survei.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, mungkin banyak yang memandang sinis. Ada banyak keraguan di luar sana yang mengatakan kalau survei bisa dibeli, bisa direkayasa, bisa dimanipulasi, dan seterusnya. Sayangnya, pernyataan-pernyataan itu mungkin terlalu mengkerdilkan kemampuan dan kredibilitas lembaga survei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktanya, survei-survei elektabilitas dari lembaga survei kredibel berhasil menunjukkan siapa pemenang di edisi pilpres sebelumnya. Pada Pilpres 2019, lembaga-lembaga survei top menemukan pemenangnya adalah Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut adalah temuan berbagai lembaga survei kredibel pada periode akhir Maret sampai awal April 2019:</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>&nbsp;</td><td>Jokowi-Ma’ruf</td><td>Prabowo-Sandi</td></tr><tr><td>Roy Morgan</td><td>54,5%</td><td>45,5%</td></tr><tr><td>Indodata</td><td>54,8%</td><td>32,5%</td></tr><tr><td>Cyrus</td><td>56,4%</td><td>38,1%</td></tr><tr><td>NIRC</td><td>57,3%</td><td>35,9%</td></tr><tr><td>Median</td><td>47,2%</td><td>39,5%</td></tr><tr><td>SMRC</td><td>57,3%</td><td>32,5%</td></tr><tr><td>Indo Barometer</td><td>59,9%</td><td>40,1%</td></tr><tr><td>Y-Publica</td><td>55,3%</td><td>35,2%</td></tr><tr><td>Poltracking</td><td>53,3%</td><td>39,7%</td></tr><tr><td>Alvara</td><td>52,2%</td><td>38,8%</td></tr><tr><td>Indopolling</td><td>57,4%</td><td>32,5%</td></tr><tr><td>Charta Politika</td><td>55,7%</td><td>38,8%</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait simulasi Ikrama, ada satu pertanyaan menarik yang tersisa. Sebagai sosok yang meraih gelar Ph.D ilmu politik di Northern Illinois University, Amerika Serikat, bukankah Anies seharusnya sangat memahami kalkulasi semacam itu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, kenapa Anies dan juga Muhaimin tetap memkomparasi temuan survei dengan kampanye di lapangan? Apakah keduanya terjebak dalam ilusi kerumunan kampanye?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kobaran Api Semangat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada dua hipotesis untuk menjawab pertanyaan itu. Hipotesis pertama, jawabannya adalah “iya”. Bukan tidak mungkin Anies dan Muhaimin terjebak pada ilusi kerumunan kampanye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika benar demikian, tulisan Chris Mooney yang berjudul <em>Science Confirms: Politics Wrecks Your Ability to Do Math </em>memberikan penjelasan yang bagus. Mengutip studi dari Yale Law School, Mooney menyebut bahwa gairah politik dapat merusak keterampilan penalaran yang sangat mendasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, gairah politik Anies dan Muhaimin untuk menang di Pilpres 2024 tampaknya membuat mereka lebih percaya pada kerumunan massa yang parsial, daripada temuan survei yang bersifat menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hipotesis kedua, jawabannya adalah “tidak”. Alasan di balik respons optimis Anies dan Muhaimin bukan karena terjebak ilusi kerumunan kampanye, melainkan, itu adalah respons untuk memberikan semangat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bukunya yang masyhur, <em>The Art of War</em>, Sun Tzu mengatakan, “Apabila prajurit sangat cemas, putus asa, dan tidak memiliki semangat, maka ia tidak bisa diberdayakan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pandangan Sun Tzu, memiliki seorang panglima yang mampu membangkitkan semangat prajurit adalah kunci untuk mencapai kemenangan dalam pertempuran. Seorang panglima yang mampu memotivasi dan menginspirasi prajuritnya akan mampu mengarahkan energi dan tekad mereka dengan lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kata-kata dan tindakan panglima yang mampu membangkitkan semangat dapat mengubah suasana hati dan mempengaruhi psikologi prajurit, mendorong mereka berjuang lebih keras dan berani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menghadapi situasi yang sulit, panglima yang mampu membakar semangat prajuritnya akan mampu menciptakan atmosfer yang positif. Prajurit akan termotivasi dan yakin terhadap tujuan pertempuran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan ini juga dapat membantu dalam mengatasi tantangan dan rintangan, sehingga prajurit lebih termotivasi untuk bertahan dan berjuang, bahkan dalam kondisi yang sulit.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila Anies dan Muhaimin tidak memberikan respons optimis, itu dapat menurunkan semangat para pendukungnya. Anies dan Muhaimin dengan jelas ingin mengobarkan api semangat. Jika pendukung mereka kalah mental duluan, tidak akan ada usaha besar untuk bertarung di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pendukung mereka mungkin akan mengatakan, “Untuk apa berjuang mati-matian, toh akan kalah karena surveinya kecil”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan politik adalah pertarungan persepsi, menjaga semangat tempur pemenangan adalah keharusan yang tidak dapat ditawar. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="BD_1uvpqn7k"><iframe title="Kuasai Jawa Tengah, Siasat Anies Dobrak Kandang Banteng" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BD_1uvpqn7k?start=213&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/snapinsta.app_382016982_615494723992707_5556877580973960426_n_1080-1024x765.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adu Kuat Tiga Bacawapres</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/adu-kuat-tiga-bacawapres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bacawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Lembagasurveiindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139826</guid>

					<description><![CDATA[Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei sentimen ketiga bacawapres, yang meliputati popularitas dan kesukaan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-1024x1024.jpg" alt="adu kuat tiga bacawapres" class="wp-image-139829" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei sentimen ketiga bacawapres, yang meliputati popularitas dan kesukaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/adu-kuat-tiga-bacawapres-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
