<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>MotoGP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/motogp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Oct 2023 07:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>MotoGP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keren! Produk Indonesia Sponsor Utama Tim MotoGP</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/keren-produk-indonesia-sponsor-utama-tim-motogp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Pelumas Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Lubricants]]></category>
		<category><![CDATA[Sponsorship]]></category>
		<category><![CDATA[Tim MotoGp]]></category>
		<category><![CDATA[Valentino Rossi]]></category>
		<category><![CDATA[VR46]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138768</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Pasar pelumas motor dunia telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan dalam kompetisi sengit ini, Pertamina Lubricants telah muncul sebagai salah satu pemimpin terkemuka. Dengan menjadi sponsor utama tim MotoGP milik Valentino Rossi, VR46, Pertamina Lubricants telah memperkuat posisinya di panggung global sambil menegaskan Indonesia sebagai pasar pelumas motor terbesar yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pasar pelumas motor dunia telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan dalam kompetisi sengit ini, Pertamina Lubricants telah muncul sebagai salah satu pemimpin terkemuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menjadi sponsor utama tim MotoGP milik Valentino Rossi, VR46, Pertamina Lubricants telah memperkuat posisinya di panggung global sambil menegaskan Indonesia sebagai pasar pelumas motor terbesar yang bahkan mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, upaya diversifikasi telah mengubah wajah industri minyak Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pemain utama dalam diversifikasi ini adalah Pertamina Lubricants, yang telah mengambil langkah berani dalam memperluas bisnisnya ke pasar pelumas motor global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Pertamina Lubricants untuk menjadi sponsor utama tim VR46 milik Valentino Rossi adalah bukti komitmen mereka untuk mendukung olahraga balap motor dan memperkuat kehadiran merek mereka di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Valentino Rossi adalah salah satu ikon terbesar dalam dunia MotoGP, dan kemitraan ini memberikan Pertamina Lubricants platform yang luar biasa untuk mempromosikan produk mereka ke seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sebagai sponsor tim VR46, Pertamina Lubricants juga telah berfokus pada inovasi produk untuk memenuhi tuntutan pasar global yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka telah mengembangkan pelumas motor berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, menjadikan mereka pemain utama dalam industri ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia memiliki keuntungan tambahan sebagai pasar pelumas motor terbesar di dunia. Pertamina Lubricants memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk memproduksi pelumas berkualitas tinggi dengan biaya yang kompetitif. Ini memberi mereka keunggulan kompetitif yang signifikan dalam persaingan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun Amerika Serikat, Tiongkok, dan India adalah negara-negara dengan pasar pelumas motor yang besar, Indonesia telah berhasil melampaui mereka dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertamina Lubricants telah memainkan peran kunci dalam prestasi ini dengan memasok pelumas berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasar pelumas motor terus berkembang, dan Pertamina Lubricants telah menjelma menjadi salah satu pemimpin dalam industri ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menjadi sponsor utama tim MotoGP milik Valentino Rossi, VR46, mereka telah memperkuat kehadiran merek mereka di pasar global sambil menegaskan Indonesia sebagai pasar pelumas motor terbesar yang bahkan mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan Pertamina Lubricants adalah cerminan dari komitmen mereka terhadap inovasi, kualitas, dan keunggulan dalam industri pelumas motor. (S83)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/valentino-rossi-vr46-pertamina-1024x559.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MotoGP Mandalika Buat UMKM Lokal Hidup</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/motogp-mandalika-buat-umkm-lokal-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Mikro Kecil dan Menengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138738</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Indonesia, dengan keragaman budaya, alam, dan potensi ekonomi yang kaya, telah menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga internasional. Salah satu acara terbesar yang mendapatkan perhatian global adalah MotoGP. MotoGP Mandalika, yang diadakan di Pulau Lombok, adalah salah satu dari beberapa acara MotoGP di Indonesia. MotoGP Mandalika menarik ribuan pengunjung lokal dan internasional setiap tahun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Indonesia, dengan keragaman budaya, alam, dan potensi ekonomi yang kaya, telah menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu acara terbesar yang mendapatkan perhatian global adalah MotoGP. MotoGP Mandalika, yang diadakan di Pulau Lombok, adalah salah satu dari beberapa acara MotoGP di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MotoGP Mandalika menarik ribuan pengunjung lokal dan internasional setiap tahun. Kedatangan wisatawan ini membawa dampak positif pada UMKM di sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pedagang lokal, restoran, penginapan, dan penyedia jasa wisata melihat peningkatan pendapatan yang signifikan selama acara MotoGP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini memberikan peluang ekonomi yang tak ternilai bagi UMKM, yang sering menjadi tulang punggung ekonomi lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MotoGP Mandalika juga memberikan platform yang baik untuk mempromosikan produk lokal. UMKM dapat memanfaatkan momen ini untuk mengekspor produk mereka secara lebih luas, baik kepada wisatawan asing maupun domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya acara ini, produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, makanan khas, dan suvenir dapat lebih mudah diakses oleh pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mendukung MotoGP Mandalika, serangkaian pembangunan infrastruktur telah dilakukan. Hal ini termasuk pengembangan jalan, bandara, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan ini juga bermanfaat bagi UMKM karena mempermudah aksesibilitas dan pengiriman produk ke dan dari lokasi MotoGP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan banyak perusahaan besar yang terlibat dalam MotoGP sebagai sponsor, acara ini juga meningkatkan kesadaran merek bagi bisnis lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sejumlah perusahaan mungkin tertarik untuk berinvestasi atau bermitra dengan UMKM lokal yang berpotensi. Ini membuka peluang bisnis baru yang dapat membantu pertumbuhan dan pengembangan UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MotoGP Mandalika juga memberikan peluang pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa UMKM mungkin mendapatkan pelatihan terkait manajemen usaha, pemasaran, atau keterampilan teknis lainnya. Ini akan meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MotoGP Mandalika bukan hanya sebuah acara olahraga internasional, tetapi juga sumber berbagai dampak positif bagi UMKM lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan peningkatan pendapatan, promosi produk lokal, perkembangan infrastruktur, peluang investasi, dan pendidikan, UMKM di sekitar Mandalika semakin berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara semacam ini membuktikan bahwa olahraga internasional dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan komunitas lokal. (S83)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/sirkuit-mandalika-1024x639.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Polemik Lelang Kemenkeu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/polemik-lelang-kemenkeu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[lelang]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107866</guid>

					<description><![CDATA[Kemenkeu luruskan isu lelang barang pembalap MotoGP]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-1024x1024.jpg" alt="polemik lelang kemenkeu 1" class="wp-image-107868" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-1024x1024.jpg" alt="polemik lelang kemenkeu 2" class="wp-image-107869" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenkeu luruskan isu lelang barang pembalap MotoGP</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/polemik-lelang-kemenkeu-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pawang Hujan: Sains vs Mistis</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pawang-hujan-sains-vs-mistis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y79]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[Mistisisme]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[pawang hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107697</guid>

					<description><![CDATA[Ajang balapan MotoGP Mandalika curi perhatian dengan kehadiran pawang hujan. Mengapa debat ini simbolkan laga klasik sains vs mistis?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Belakangan kita dikejutkan oleh sosok pawang hujan pada perhelatan MotoGP Mandalika. Hadirnya pawang hujan selama berlangsungnya balapan menimbulkan polemik tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Lantas, apa yang menjadi persoalan dari fenomena tersebut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>“Modern lives seems to invite us to do the exact opposite; become extremely realistic and intellectual when it comes to such matters as religion and personal behavior, yet as irrational as possible when it comes to markets and matters ruled by randomness”.</em></strong></p><p><strong><em>::Nassim Nicholas Taleb::</em></strong></p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ajang MotoGP Mandalika beberapa waktu silam seakan menunjukkan perbedaan dibandingkan perhelatan balap motor lainnya. Mengapa tidak? Hadirnya sosok pawang hujan pada perhelatan tersebut menjadi hal baru bagi para pecinta ajang balap motor cepat dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok pawang yang bernama Rara Istiani Wulandari ini telah dipercaya oleh pihak panitia penyelenggara untuk mengatur kondisi cuaca selama berlangsungnya perhelatan akbar tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sempat tertunda, akhirnya perlombaan tersebut dapat dilanjutkan kembali. Banyak yang meyakini bahwa hadirnya Rara sebagai pawang hujan berkaitan langsung terhadap berhentinya hujan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seakan dibuat takjub, ritual “pawang” ala Rara ini mendapatkan pujian langsung dari pihak MotoGP dari unggahan resmi akun Twitter mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang juga hadir saat itu pun berkomentar. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Rara tidak lain dan tidak bukan merupakan bagian dari atraksi kearifan lokal-budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lain sisi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memberikan reaksi yang nampak berbeda dari apa yang ditunjukkan oleh pihak MotoGP dan juga Sandiaga Uno. Deputi BMKG Guswanto mengklaim bahwa fenomena berhentinya hujan di Sirkuit Mandalika – bIla dikaitkan dengan ritual pawang hujan – hanyalah merupakan sebuah kebetulan belaka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berhentinya hujan dinilai Guswanto bukan karena faktor pawang, melainkan karena durasi waktunya sudah selesai.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang dilakukan oleh Rara dapat dikatakan sebagai suatu klenik, yang berarti hal-hal yang bersifat mistis atau erat hubungannya dengan praktik perdukunan. Umumnya, hal-hal tersebut tidak mudah dipahami dengan akal pikiran manusia tetapi justru lebih dapat dipercaya oleh orang kebanyakan.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CbXJqZOBUdi/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/sO62zLlU7zxz02DaJOvMnzW99YloE14QQ-E_5l5o2J2ZjzRBQ_u1y6e3IzqpmhwHRQxpp9bbrulvsQZxjlqkXii9BKWRoYMAWOrMyDRFFXty2yqDNiKEi67FUF34lS-U-PEpIkhM" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk konteks Indonesia sendiri, ritus-ritus klenik atau mistis ini erat hubungannya dengan kearifan lokal serta tradisi turun-temurun – berbanding terbalik apabila kita sandingkan dengan pola pikir modern yang didukung oleh fakta-fakta ilmiah untuk membuktikan kebenaran di balik sesuatu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, menjadi perhatian di sini atas pertentangan antara pandangan mistisisme yang bercorak tradisional disandingkan dengan pola pikir modern yang ilmiah. Berangkat dari hal tersebut, muncul sejumlah pertanyaan mengenai bagaimanakah eksistensi mistisisme di Indonesia kini. Barang kali, hal tersebut berhubungan langsung dengan masuknya pandangan-pandangan ilmiah ke Indonesia diakibatkan oleh perkembangan modernisasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dua Kutub Berlawanan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan pawang hujan tentu membuka wacana baru bagi kita dalam melihat penyandingan antara modernitas dibarengi oleh kearifan lokal. Bagaikan dua kutub magnet yang saling tolak-menolak, tampaknya hal tersebut juga berlaku dalam kasus pertentangan antara sains dengan mistis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai permulaan, barang kali kita dapat bandingkan mengapa mistisisme yang berkaitan dengan nilai pengetahuan lokal ini agaknya tidak dapat disatukan dengan pengetahuan rasional-ilmiah. Arun Agrawal pada tulisannya yang berjudul <em>Dismantling the Divide Between Indigenous and Scientific Knowledge</em> dapat dijadikan panduan dalam memahami isu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agrawal menilai bahwa perbedaan substantif antara pengetahuan lokal dan sains terletak pada subyek dan karakteristik mereka. Yang menjadi kontras di antara keduanya yakni bahwa pada masyarakat tradisional – dengan pengetahuan lokalnya – cenderung kurang rentan terhadap penalaran analitis. Mereka dinilai jarang untuk mempertanyakan dasar-dasar pengetahuan mereka. Sistem pemikiran tersebut harus diakui lebih tertutup ketimbang cara berpikir ilmiah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, pengetahuan sains menurut tradisi Barat lebih merepresentasikan realitas yang lebih analitis dan abstrak. Sains sendiri bercirikan pada pengetahuan modern yang mendasari klaim superioritas atas dasar validitas yang bersifat universal. Inti dari pengetahuan ilmiah ala Barat adalah pengukuran empiris dan prinsip-prinsip abstrak yang menuntut pengamatan terukur untuk memfasilitasi pengujian terhadap suatu hal yang akan diamati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini dapat kita lihat bahwa klaim dasar antara sains dan mistis amatlah berbeda. Lantas, bagaimana bila kedua hal tersebut diketemukan pada waktu dan tempat yang bersamaan?</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CbXJqZOBUdi/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/rqIU1WQBpBups3-Kv7KZnp-EloLyaHs3Yp70qsNgWKz9woppAIwuhMEH20OsO6zHGT0zSSJF_u4ZjHf9438SExuhT6JbHCbjLwr4swxe8VCwpai_dCL_tS1K_ZD_S6cmr4QpvGCU" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia di sini tentunya dapat kita tarik sebagai contoh atas realitas dari yang dimaksudkan tersebut. Kita sama-sama mengetahui bahwa pada dasarnya leluhur masyarakat Indonesia masih menganut kepercayaan-kepercayaan yang bersifat metafisik dan juga supranatural. Hal tersebut dianggap sebagai suatu kearifan lokal yang sampai pada perkembangan zaman tetap berusaha dipertahankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses kolonialisme bangsa Barat membawa perubahan baru di tengah kehidupan masyarakat tradisional Indonesia. Momentum kolonialisme tersebut membawa pandangan-pandangan baru tentang ide dan gasasan ala Barat, terutama di antaranya yakni perkembangan pendidikan formal dan juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut terbukti eksis hingga saat ini terutama didukung oleh pesatnya arus globalisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, hal tersebut tidak serta-merta membuat masyarakat Indonesia menjadi modern dan ilmiah seutuhnya. Masih terdapat pertentangan di masyarakat dikarenakan beberapa dari mereka masih ada yang tetap memilih bertahan dengan ritual dan pandangan mistisismenya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, meskipun sains dan mistis memiliki dunianya sendiri yang seakan terpisah, tak dapat dipungkiri bahwa unsur-unsur mistis masih melekat pada masyarakat Indonesia. Tanpa disangka, hal tersebut bahkan acapkali dikaitkan dengan kehidupan politik dan pemerintahan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyadari hal tersebut, muncul pertanyaan lanjutan. Di tengah kehidupan birokrasi pemerintahan yang modern, mengapa masih tersimpan keyakinan terhadap praktik unsur mistisisme?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Di Tengah Mistisisme?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menyadari kultur masyarakat Indonesia masih ada yang berpegang pada gagasan-gagasan mistisisme dan klenik, nyatanya hal tersebut dapat pula kita jumpai dalam kehidupan politik dan pemerintahan negara kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika di era Jokowi dengan “Sirkuit Mandalika” telah menimbulkan polemik, apakah hanya pada era beliau saja hal tersebut terjadi? Jawabannya tentu saja tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita sadar betul bahwa para presiden terdahulu kita juga tidak terlepas dari hal-hal yang bernuansa mistis dan corak-corak tradisional. Sebut saja Soekarno dan Soeharto – keduanya sama-sama terkenal memiliki kepercayaan akan ritual kejawen yang mengakar kuat serta hal-hal yang bernuansa spiritual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali pada kasus pawang hujan pada ajang MotoGP Sirkuit Mandalika di era Jokowi, sebenarnya keputusan pihak penyelenggara untuk mengandalkan pendekatan mistis dengan ketimbang melalui teknologi mutakhir serta ilmiah bukan tidak mungkin menunjukkan <em>blunder</em> tajam, yang mana masih banyak kekurangan dari segi persiapan untuk menyelenggarakan pagelaran balap motor akbar tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CbY3m9vBFfh/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/tZonRaWQ-ViogyqWGAIKmNe5MS8iw6V_pGkQThXJ6GQBSswHkwm7NRQo8IOINti7tkonW_yAUm6BEjtPAtZ8U7JFMYSRov8r69LugmaXviSuoIrIFXr-MGoJHnJFj_lKVCPN8m54" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Patut ditekankan bahwa untuk mempersiapkan acara besar seperti MotoGP tentunya harus dapat mengandalkan upaya dengan pendekatan ilmiah. Tidak hanya mempersiapkan lahan trek atau sirkuit untuk balapan saja, tetapi juga pengendalian cuaca dengan mengandalkan teknologi modifikasi dapat menjadi prioritas utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa mendiskreditkan praktik mistisisme sebagai salah satu kearifan lokal, untuk <em>event</em> selevel MotoGP tampak tidak relevan apabila masih bergantung pada upaya yang bersifat tidak dapat diukur dan dijawab dengan kepastian ilmiah berbasis teknologi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, mengacu pada penjelasan Wilma Strydom dan rekan-rekan penulisnya di tulisan <em>Evidence-based Policymaking</em>, peran bukti-bukti ilmiah (<em>scientific evidence</em>) sangatlah penting dalam pengambilan kebijakan – mengingat pemerintah perlu bertanggung jawab kepada para pembayar pajak dan masyarakat pada umumnya. Bukan tidak mungkin, bukti ilmiah membantu para pengambil kebijakan untuk mengukus efektif tidaknya keputusan yang dipilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menyelesaikan persoalan pengaturan kondisi cuaca di Indonesia dapat menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi – seperti salah satunya dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).</p>



<p class="wp-block-paragraph">TMC sendiri merupakan upaya untuk memodifikasi cuaca menggunakan pengaplikasian teknologi dengan tujuan agar mendapatkan kondisi cuaca sesuai yang diharapkan. Bentuk modifikasi cuaca tersebut dapat berupa peningkatan atau penurunan intensitas curah hujan pada satu titik wilayah tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan TMC juga pernah dipakai oleh BPPT untuk mengatasi banjir di Jabodetabek pada waktu tahun 2020 silam.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prinsip kerja modifikasi cuaca dengan mengamati keberadaan awan secara berkala ini dapat dikatakan sebagai wujud pengandalan sains dalam menyelesaikan persoalan-persoalan konkret.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati masyarakat kita masih memiliki sisi kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang berbasis pada pengetahuan lokal di satu sisi serta masyarakat modern yang mendasari dirinya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tampaknya alangkah bijaknya bahwa hal tersebut dapat dikonseptualisasikan kembali sesuai dengan konteks dan kebutuhan. (Y79)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.youtube.com/watch?v=_YpzQqodEQA&#038;t=27s
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/Pawang-Hujan-Sains-vs-Mistis-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Legend of the Pawang</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/the-legend-of-the-pawang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[pawang hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107392</guid>

					<description><![CDATA[MotoGP Mandalika 2022 mencuri perhatian dunia dengan kehadiran Rara Wulandari sebagai pawang hujan. Bagaimana legenda sang pawang?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perhelatan acara MotoGP Mandalika 2022 beberapa waktu lalu mencuri banyak mata – baik di dalam negeri maupun luar negeri – dengan kehadiran Rara Istiani Wulandari sebagai pawang hujan. Bagaimana kisah </strong><strong><em>the shaman</em></strong><strong> yang akhirnya populer ini?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dahulu kala di negeri Nusantara dalam <em>alternate universe</em> Bumi-45, hiduplah seorang gadis bernama Roro yang ditakdirkan untuk menjadi seorang pawang. Ramalan-ramalan masa lalu juga meyakini bahwa Roro lah yang akan menjadi sosok <em>the chosen one</em> (yang terpilih) untuk menjadi pawang yang menjaga dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukanlah perkara muda bagi Roro untuk menjadi pawang. Ia harus berlatih mengontrol berbagai unsur cuaca. Hari demi harinya pun hanya diisi dengan latihan agar bisa menundukkan kehendak cuaca – mungkin dialah solusi bagi perubahan iklim yang membayangi masa depan dunia Bumi-45.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, Roro menjadi pawang yang telah dinanti-nanti oleh masyarakat negeri Nusantara dan masyarakat dunia – khususnya untuk pagelaran balapan MotorGP yang akan dilaksanakan di Mandalika. Meski begitu, ini pun bukan tantangan yang mudah Roro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, pemerintah negeri Nusantara tetap saja harus mengadakan seleksi (sebagai bagian dari transparansi dan semangat antikorupsi). Roro akhirnya harus menghadapi para pesaingnya yang disebut-sebut juga bisa mengontrol cuaca – seperti Storm, Nami, dan Thor.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>“</strong>Baik. Selamat datang di Seleksi CPNS, yakni Calon Pengendali Nuansa dan Suasana. Kalian nanti akan mendapat giliran satu per satu untuk unjuk kebolehan dalam mengontrol cuaca. Baik, yang pertama adalah Storm. Silakan,” ucap sang petugas yang menjalankan fungsi asesmen terhadap para calon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Storm yang mendapatkan giliran pertama akhirnya langsung menunjukkan kemampuannya. Dengan matanya yang bersinar, Storm berhasil mengubah cuaca yang awalnya cerah menjadi badai dalam seketika.</p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.instagram.com/p/CbXJqZOBUdi/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" width="1080" height="1080" data-id="107359" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1.jpg" alt="infografis the pawang 1" class="wp-image-107359" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-1-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.instagram.com/p/CbXJqZOBUdi/" target="_blank" rel="noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1080" data-id="107362" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2.jpg" alt="infografis the pawang 2" class="wp-image-107362" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-the-pawang-2-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></figure>
</figure>
</div></div>



<p class="wp-block-paragraph">“Luar biasa. Keren ya, Storm. Oke. Asesmen selanjutnya adalah Thor. Waktu dan tempat dipersilakan bagi Thor, Sang Dewa Petir,” sahut sang petugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar namanya, Thor langsung mengangkat palunya. “Ini seleksi CPNS ya, bukan tukang,” canda sang petugas. Tanpa menghiraukan cemooh dari petugas, Thor langsung memunculkan petir melalui palunya itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Waduh! Saya kira palunya buat memaku apa gitu. Ternyata, itu buat bikin petir. Beli di mana, Mas?” tanya sang petugas. Thor yang kesal tetap saja tak menghiraukan ucapan penduduk Midgard tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, waktu yang ditunggu-tunggu oleh Roro pun datang. Roro pun langsung bangkit dengan berbagai alat yang dimilikinya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlihat magis memang. Namun, berbeda dengan Storm dan Thor yang malah mendatangkan petir dan badai, Roro malah mendatangkan kembali cerahnya matahari. “Bravo!” ucap si petugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sebelum petugas mengumumkan hasil asesmennya, orang-orang dari agensi BMKG tiba-tiba datang. Mereka pun bilang, “Itu hujannya berhenti karena memang waktunya saja, bukan karena <em>shaman</em> ini. Kita juga berpengalaman dalam hal cuaca dan kita malah biasa bikin hujan pakai garam.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Apa? Ayo kita kuat-kuatan. Hujannya bakal jadi kayak katamu atau aku yang berhentikan hujannya?!” sahut Roro. Mereka pun akhirnya bertanding antara membuat dan menghentikan hujan. Akankah pertempuran ini bisa berakhir – mengingat banyak persoalan lain yang lebih penting – mulai dari kelangkaan minyak goreng hingga perang Moskva-Kievan Rus? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="cv81mlnZ8-E"><iframe loading="lazy" title="Misteri Dewi Soekarno, Operasi Intelijen dan Pampasan Perang Jepang" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cv81mlnZ8-E?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/The-Legend-of-the-Pawang.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Inikah &#8220;Geng Motor&#8221; ala Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/inikah-geng-motor-ala-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkuit Mandalika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107247</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Jokowi lepas parade pembalap MotoGP dari Istana Merdeka, Jakarta. Apakah ini semacam konvoi "geng motor" ala Jokowi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menjelang perhelatan MotoGP yang akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas sejumlah para pembalap MotoGP untuk melakukan sebuah parade berkeliling Jakarta. Inikah konvoi “geng motor” para pembalap ala Jokowi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">“<em>Ngeeeng</em>, <em>ngeeeeeng</em>,” begitu bunyi yang terdengar di Jayakarta beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak? Tiba-tiba, sebuah rombongan pengendara beroda dua berparade mengelilingi jalanan ibu kota negeri Nusantara dalam <em>alternate universe</em> Bumi-45 tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh bukanlah pemandangan yang umum bagi negeri Nusantara – apalagi ternyata konvoi rombongan ini berangkat dari Kedaton Merdeka yang menjadi tempat kedudukan Jakawi dalam memimpin negeri Nusantara. Memang, bukan rahasia lagi bahwa Jakawi memiliki kegemaran tersendiri terhadap dunia sepeda motor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski Jakawi sempat lemas karena dilarang untuk ikut bersepeda motor bersama para pembalap MotorGP, sang pemimpin tetap senang melihat pelaksanaan rangkaian balapan yang akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, rasa senang Jakawi berubah ketika ia melihat para pembalap mulai melakukan aksi yang disebut sebagai <em>burnout</em> – melakukan pengereman sembari menarik gas hingga asap putih muncul dari roda belakang. Masalahnya, aspal sirkuit tersebut tergolong baru.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CbKuCsApLUi/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/6i6VWXsjeyZl9oIjnphVs8LhAhlwfWLuYex7YPQg1s15YTco29KXfIIQ-74LIoVby5qRaCYhTs9egxBtGaLHBo2OQjlrnoR1y6YeU-cDEhhjSW5RYsI1aUo-SCmMHTF4h-Kd2s0v" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Marques</strong><em>: Please no burnouts</em>, <em>no wheelies</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Lima menit kemudian</em>. <strong><em>Marques</em></strong> <em>malah melakukan burnout</em>.)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Marques</strong>: <em>Yeaaah</em>!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Johnny Blaze</strong>: Saya juga bisa <em>burnout</em>. Malah <em>burnout </em>beneran kalau saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<strong><em>Blaze</em></strong><em> pun melakukan burnout sampai si jago merah ikut muncul di kepala dan roda-roda sepeda motornya</em>.)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi</strong>: Heh! Heh!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Johnny Blaze</strong>: Kenapa, Pak?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi</strong>: Itu aspalnya meleleh! Terus kenapa muka kamu jadi tengkorak dan terbakar?!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Johnny Blaze</strong>: Saya biasa dipanggil Ghost Rider sama orang-orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi &amp; Marques</strong>: <em>Nani</em>?!!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi</strong>: Itu aspalnya baru dilapisin ulang buat balapan. Lha kok, malah kamu lelehin ini?! Gimana ini?!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Johnny Blaze</strong>: Wah, berarti ini standar aspalnya belum memenuhi standar saya berarti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi</strong>: Itu udah standar internasional <em>by the way</em>. Coba itu tanya sama Pak Bas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pak Bas</strong>: Iya itu. PUPR sendiri yang menjalani proses pembangunan sirkuit ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Johnny Blaze</strong>: Hmm, kalau Mandalika ini bisa standar internasional, seharusnya jalan-jalan yang biasanya dipakai oleh masyarakat Nusantara juga perlu diperbaiki tuh, Pak. Kadang saya kesulitan mengejar penjahat karena banyak jalan rusak dan berlubang di negeri ini. Belum lagi, ada jalan yang belum beraspal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakawi</strong>: Hmm… Benar juga. Selain buat kita, pelajaran juga nih buat para kepala-kepala daerah kita ya.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>The End</em>.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">(A43)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="KMMkxSwslOY"><iframe loading="lazy" title="U2: Band Paling Powerful di Dunia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/KMMkxSwslOY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/Inikah-Geng-Motor-ala-Jokowi-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MOTOGP 22</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/motogp-22/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalika]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107273</guid>

					<description><![CDATA[Menparekraf Sandiaga Uno sebut pemerintah siapakan modifikasi cuaca untuk gelaran MotoGP Mandalika]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-851x1024.jpg" alt="poster motogp 22 indonesia" class="wp-image-107275" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menparekraf Sandiaga Uno sebut pemerintah siapakan modifikasi cuaca untuk gelaran MotoGP Mandalika</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/poster-motogp-22-indonesia-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MotoGP Ngeng-Ngeng di Istana</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/motogp-ngeng-ngeng-di-istana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Marquez]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107186</guid>

					<description><![CDATA[Jokowi terima kunjungan para pembalap MotoGP di Istana]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="845" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-845x1024.jpg" alt="motogp ngeng ngeng di istana ed." class="wp-image-107188" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-845x1024.jpg 845w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-248x300.jpg 248w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-124x150.jpg 124w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-768x931.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-696x844.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-1068x1294.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-347x420.jpg 347w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 845px) 100vw, 845px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi terima kunjungan para pembalap MotoGP di Istana</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/motogp-ngeng-ngeng-di-istana-ed.-845x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gran Premi De La Mandalika</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/gran-premi-de-la-mandalika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2021 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkuit Mandalika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93203</guid>

					<description><![CDATA[Jokowi jajal Sirkuit Internasional Mandalika]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-851x1024.jpg" alt="" class="wp-image-93208" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi jajal Sirkuit Internasional Mandalika</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/poster-Gran-Premi-De-La-Mandalika-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
