<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Mohammad Nuruzzaman &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mohammad-nuruzzaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Mar 2019 22:27:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Mohammad Nuruzzaman &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gerindra Ternyata Baperan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gerindra-ternyata-baperan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2018 10:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Habiburokhman]]></category>
		<category><![CDATA[KH Yahya Cholil Staquf]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Nuruzzaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30876</guid>

					<description><![CDATA[“Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kami bangun dengan keringat, darah, dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tidak akan kami biarkan tercoreng oleh siapapun.” ~ Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]pa sih berita yang paling menyenangkan untuk ditulis mengenai Partai Gerindra? Setiap kali ada yang bisa ditulis, paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kami bangun dengan keringat, darah, dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tidak akan kami biarkan tercoreng oleh siapapun.” ~ Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]pa sih berita yang paling menyenangkan untuk ditulis mengenai Partai Gerindra? Setiap kali ada yang bisa ditulis, paling enggak jauh-jauh dari <em>nyinyiran-</em>nya Fadli Zon, atau keluhan Habiburokhman yang enggak abis-abis tentang pemerintahan Jokowi. Kayaknya mentang-mentang jadi oposisi, komentarnya harus yang negatif terus ya?</p>
<p>Ternyata eh ternyata, fenomena ini enggak hanya dirasakan oleh para pencari berita dan pembacanya aja, tapi juga oleh Wakil Sekertaris Jenderal Gerindra Nuruzzaman. Permasalahan yang paling utama sih, karena Nuruzzaman enggak terima sama perkataan Fadli Zon yang menghina KH Yahya Cholil Staquf.</p>
<p>Gara-gara kesel, makanya Nuruzzaman memutuskan untuk hengkang dari partai besutan Prabowo itu. <em>Hmm</em>, sebenarnya sih wajar aja ya kalau ada kader yang memutuskan keluar karena merasa tidak seirama dan sejalan dengan partainya. Itukan hak orang tersebut, udah banyak kok kader partai lain yang melakukan hal sama.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Gerindra itu Partai Allah.<br />
Mana mungkin jadi corong kebencian ?</p>
<p>Si Ganteng Habiburokhman ngga bakal tahu namanya kebencian.<br />
Di &#8220;Simpang Susun Semanggi&#8221; aja dia bingung mana arah ke Grogol,&#8230; <a href="https://t.co/gfszGhf78a">https://t.co/gfszGhf78a</a></p>
<p>— Bernat J. Arifin Siregar (@Bernat_Siregar) <a href="https://twitter.com/Bernat_Siregar/status/1006884061720215552?ref_src=twsrc%5Etfw">June 13, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi kalau di Gerindra, ternyata jadi masalah lho. Bahkan sampai mau disomasi segala! Ampun <em>dah</em>, itu partai kok <em>baperan</em> amat ya. Pasalnya sih sederhana aja, Nuruzzaman cuma bilang kalau Jakarta itu kota intoleran dan enggak sependapat ama Fadli soal Kyai Yahya. <em>Taelaaah, </em>kayak gini doang aja mau di somasi coba.</p>
<p>Kalo dipikir-pikir, pernyataan Nuruzzaman kan enggak nyerang-nyerang Gerindra banget kok. Coba liat aja <em>tuh</em> Titiek Soeharto yang keluar dari Golkar dan <em>ngancem </em>mau ngambil 20 persen suara Golkar buat Partai Berkarya. Nah itu baru wajar deh, kalau kader Golkar pada <em>baper</em>. Nah, ini nyerang aja enggak, malah di somasi. Sungguh aneh!</p>
<p>Merujuk pernyataan Johann Wolfgang von Goethe dari Jerman yang punya seabrek profesi – dari novelis, sastrawan, humanis, ilmuwan, sampai filsuf ini – orang-orang yang terlalu sensitif alias <em>baperan</em>, biasanya orang yang tengah merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri. <em>Woooh, </em>apa artinya somasi itu dilayangkan Habiburokhman karena Gerindra takut kehilangan Nuruzzaman? <em>Sae low </em>lah kalau begitu, Bur! (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Nuruzzaman-2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kelam Mata Fadli ‘Nyinyir’ Ulama</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kelam-mata-fadli-nyinyir-ulama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2018 05:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Nuruzzaman]]></category>
		<category><![CDATA[Wasekjen Gerindra Mundur]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Cholil Staquf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30813</guid>

					<description><![CDATA[“Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti presiden.&#8221; ~ Wasekjen Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]olitik itu memang kejam ya. Hal baik pun jika sudah masuk ke ranah politik, ada kemungkinan bisa diplintir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti presiden.&#8221; ~ </em>Wasekjen Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]olitik itu memang kejam ya. Hal baik pun jika sudah masuk ke ranah politik, ada kemungkinan bisa <em>diplintir</em> dan dikesankan sebagai hal tidak baik. Bahkan menyerukan hal baik pada pihak yang dianggap jahat, juga bisa dianggap sesuatu yang tidak mendukung orang-orang di pihak yang baik. <em>Mmm</em>, kok jadi rumit gini ya. Ya begitulah politik, apa aja bisa <em>diplintir</em> bahkan hingga 180 derajat.</p>
<p>Ya seperti pada polemik kepergian KH. Yahya Cholil Staquf -Cendekiawan Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama- ke Yerusalem sebagai pembicara di American Jewish Committee (AJC) Global Forum, akhir pekan kemarin. Partisipasi Yahya dianggap sebagian pihak sebagai pengkhianatan terhadap agama dan rakyat Palestina.</p>
<p>Bahkan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, mencibir kehadiran Yahya karena tidak memberikan <em>statement</em> yang berbobot dengan membela kemerdekaan Palestina. Menurutnya, hal itu memalukan bangsa Indonesia karena dianggap gak punya sensitivitas pada perjuangan Palestina. <em>Weh</em>, <em>diplitir</em> abis.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina. <a href="https://twitter.com/hashtag/2019GantiPresiden?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#2019GantiPresiden</a></p>
<p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/1006237755527974912?ref_src=twsrc%5Etfw">June 11, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><em>Mmm</em>, emangnya apa sih yang Yahya bicarain di sana? Nih ya,<em> eike</em> kasih tau. Berdasarkan laman NuOnline, hasil analisa <em>Computer Assited Qualitative Data Analysis</em> (CAQDAS) terhadap pernyataan Yahya, memperlihatkan bahwa ia dominan membahas mengenai Gus Dur (16,67 persen), agama (13,64 persen), dan <em>rahmah</em> (12,12 persen). Menurut Yahya, <em>rahmah</em> begitu penting diserukan untuk menegakkan keadilan dimuka bumi ini.</p>
<p>Jadi gimana <em>guys,</em> ada yang salah gak sama apa yang disampaikan ulama NU ini? Fadli Zon <em>mah</em> bisanya mempolitisasi aja ya. Dan <em>gegera</em> <em>nyinyiran</em> itu, Wasekjen Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman menyatakan mundur dari partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, <em>loh</em>. Waduh, ada yang <em>kiciwa</em> nih.</p>
<p>Menurut Nuruzzaman, apa yang dicibir Fadli adalah penghinaan terhadap ulama. Fadli dinilainya telah membelokkan esensi yang disampaikan Yahya, menjadi hal politis terkait isu ganti presiden. Giliran ulamanya gak sekubu pasti<em> dinyinyirin</em>, meski hal yang disampaikan menyerukan kebaikan sekalipun.</p>
<p>Eh, giliran ulama sejenis Amien Rais yang melemparkan pernyataan kontroversi, seperti politisasi masjid, partai setan, dan partai Allah, hingga &#8220;Tuhan malu jika gak mengabulkan doa umat&#8221;, engga ada <em>tuh</em> kritik dari Fadli. Tebak kenapa coba? Ya karena mereka satu kubu. <em>Jiah, cape deh</em>. Menurutnya apapun tetap benar, selama itu sekubu.</p>
<p>Politisi yang menduakan agama di bawah kepentingan politik, gak akan bisa melihat kebenaran dari nilai kebaikan dalam agama itu sendiri. Seperti halnya yang dikatakan oleh filsuf Voltaire (1694-1778): “<em>The truths of religion are never so well understood as by those who have lost the power of reason</em>.” (K16)</p>
<p><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/bn0bswYyGZY?feature=oembed" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Yahya-Cholil-Staquf-1024x612.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
